“NERD” Lucky One Vers – @Baby_Boo04

13391434_925898384189255_2570100290440450588_o

NERD

.

@Baby_boo04’s Story line

.

||Oh Sehun, OC and Find Out By Yourself ||

.

R15+

.

|| School life, AU and Romance ||

.

 1000 Word

.

|== Lucky One Vers ==| 

***

10-30 am

Adalah waktu istirahat bagi semua siswa/I  Seoul art High School,banyak siswa/I yang menghabiskan waktu istirahat mereka dikantin atau menyaksikan pertandingan dadakan dilapangan basket sekarang. Pertandingan itu dibuat oleh anak-anak kelas 12-B yang terdiri dari Chanyeol, Baekhyun, Junmyeon, Yixing, Jongdae dan Minseok. Benda bulat berwarna orange itu terus di giring oleh orang yang paling tinggi diantara meraka dan

Shoot

Dengan gampangnya bola itu masuk kedalam ring yang tingginya melebihi tinggi orang dewasa hingga membuat sorak sorai semua orang, senyum puas bahkan Chanyeol tunjukan atas aksi mengagumkannya itu. Tapi aksinya itu tidak mendapat respon memuaskan semua orang, diujung lapangan Yumi berdecak dengan membuang mukanya kesembarang arah.

Apa hal seperti itu harus dibanggakan dan membuat kegaduhan seperti ini? kenapa  semua orang menyukai aksi Chanyeol yang biasa itu? apa hanya karena dia tampan, bertubuh proposional, memiliki suara husky dan kaya? Huh, menurut Yumi itu biasa karena semua itu tertutupi oleh sifat sombong Chanyeol.

Dia malas menyaksikan aksi Chanyeol yang semakin dilebih-lebihkan dan memilih untuk melangkahkan tungkainya menuju kantin. Pria jangkung itu melihat gadis yang tadi memperhatikannya akan pergi begitu saja melewatkan aksinya kini, tidak mau gadis itu pergi Chanyeol mengambil bola yang mengelinding dibawah dan melemparkannya pada Yumi.

Duk

Baru dua langkah Yumi berjalan suara rintihan seseorang terdengar di indera pendengarannya. Ingin ia mengabaikan apa yang terjadi dibelakang tubuhnya itu tapi suara berat Chanyeol membuat langkahnya terhenti.

Aish!” runtuk Chanyeol  “Yah! Nerd! Kemarikan bolanya.” titah Chanyeol datar tanpa ada kata tolong didalamnya.

Suara rintihan itu semakin terdengar, Yumi menggelengkan kepalanya untuk mengabaikan apa yang terjadi dibelakang tubuhnya itu tapi suara Chanyeol kembali membuat ia berhenti dan memutuskan untuk membalikan tubuhnya.

“Yah! Apa kau tuli huh! Cepat ambil!”

Semua orang hanya diam melihat apa yang terjadi sekarang, Yumi sempat memejamkan matanya sejenak melihat aksi yang bisa disebut bullying ini. Dilangkahkan kakinya cepat, ia berhenti disamping orang yang saat ini menjadi objek Chanyeol dan semua orang.

“Tuan Park, apa kau tidak punya kaki dan tangan untuk mengambilnya!?” ujarnya tegas dengan membalas tatapan diskriminasi Chanyeol. kerutan samar pria itu tunjukan, Yumi memdesis melihatnya “ah aku lupa.. kau kan memiliki ba-nyak kaki dan tangan lain untuk mengambilnya tanpa perlu mengotori tanganmu sendiri” Yumi menutup ucapannya dengan mengedarkan pandangan pada semua orang dan terakhir pada Chanyeol tentunya dengan senyuman miring.

Gadis itu berjongkok untuk membatu pria yang saat ini tengah duduk tersungkur atas aksi lempar bola yang menurut Yumi salah sasaran itu. Dia membantu dengan memegang lengan kiri pria ini, rintihan sempat dia loloskan hingga membuat Yumi menatap pria ini dan bergumam.

‘Dasar pria lemah!’

Yumi mengenal pria ini, dia adalah teman sekelasnya yang duduk berdampingan dengan dirinya. Namanya adalah Sehun, Oh Sehun. Meskipun Sehun duduk berdampingan dengannya tapi pria ini banyak diam dan menurut Yumi itu membosankan. Bahkan penampilan yang terlalu rapih dengan rambut berponi yang dibelah pinggir itu menurut Yumi jauh dari kata keren dan terlihat sangat kuno.

Sehun berjalan dengan dibantu oleh Yumi karena lututnya terluka, sebenarnya dia bisa berjalan sendiri tapi menolak bantuan orang yang telah membantunya keluar dari kekacauan ini tidak baik. Dan akhirnya Sehun memutuskan untuk menerima bantuan Yumi itu.

Mereka terus berjalan, tidak terasa sekarang mereka sudah berada didalam UKS. Sehun memposisikan tubuhnya untuk duduk di ranjang UKS atas titah Yumi tentunya. Dokter yang menjaga UKS kebetulan tengah istirahat dan suasa didalam UKS sekarang kosong. Yumi mencari kotak P3K yang sudah sangat dihafal dimana keberadaanya karena dia sering meminta plaster untuk sahabatnya Yeoun yang sering terluka.

Ditarik kursi dan dihempaskan tubuhnya berhadapan dengan Sehun, pria itu mengehentikan pergerakan tangan Yumi dengan memegang pergelangan tanngannya yang akan mengobati luka di lututnya itu.

“Aku bisa melakukannya sendiri.”

Yumi menarik tangannya kasar dan kembali melanjutkan kegiatannya untuk mengobati luka Sehun. Sebenarnya dia marah saat ini kenapa pria didepannya kini sangat lemah hanya karena lemparan bola?!

Tak bisa menahan unekuneknya lagi Yumi menghentikan pergerakan tangannya itu lalu mengangakat kepalanya untuk menatap Sehun, bahkan pegerakan Yumi yang tiba-tiba sempat membuat kedua mata Sehun membola.

“Yah! apa kau lemah seperti ini?!” gadis itu sempat mengigit bibir bawahnya kesal “kenapa kau begitu lemah eo?! Kenapa hanya karena lemparan bola basket dari laki-laki sialan itu bisa melukai lutut dan..” Yumi menghentikan kalimatnya hendak untuk mengambil napas sebanyak-banyaknya tapi dia mendapati fakta lain bahwa yang terluka bukan hanya lutut Sehun tapi juga “Tanganmu?!” lanjutnya masih dengan emosi.

Helaan nafas Yumi lakukan, dia kembali mengambil alcohol untuk menetralisir luka ditelapak tangan Sehun lalu meneteskan beberapa tetes obat merah dan terkhir ia tutup dengan plaster. “ Seharusnya kau menepis bola itu atau menghindar bukannya menunggu bola itu menghantam tubuhmu!”

Selesai, dibereskan kembali alat-alat medis yang tadi sempat Yumi gunakan untuk mengobati Sehun. Yumi berdiri lalu dengan kasar menyimpan kotak P3K itu pada kursi yang sempat ia duduki.

Dilepaskan kaca mata pecah yang bertengger di hidung mancung Sehun “Dan ini..” Yumi menatap tepat dikedua iris Sehun, gadis itu sempat diam beberapa saat ternyata jika Sehun melepasan kaca matanya tidak terlalu buruk. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran anehnya itu. dia berdehem sebelum melanjutkan apa yang akan ia ucapkan “jangan memakai kaca mata jelek ini lagi jika kau tidak ingin dipandang remeh! Kau tau bahw emp –

Nafas Yumi tercekat dengan apa yang terjadi saat ini, sentuhan daging lembut itu membuat ia menghentikan kalimat yang akan ia ucapkan. Kedua bola mata Yumi bahkan membola dengan menatap wajah yang saat ini berada didepannya itu, ia sempat mengerejapkan matanya beberapa kali melihat orang dihdapannya kini malah memejamkan matanya.

Ingin ia mendorong Sehun dan melepaskan tautan ini tapi saat ini kerja otaknya tidak bisa berfungsi dengan baik, Oh bahkan tangan bebasnya itu tak berdaya seolah berbuai dengan aksi Sehun yang lancang ini. Waktu terasa terlambat berlalu dan akhirnya Sehun menjauhkan wajahnya itu, hembusan nafasnya masih terasa diwajah Yumi.

“Kau terlalu banyak bicara..” Sehun melepaskan tangannya yang menahan tengkuk Yumi, “Dan aku tidak peduli orang akan memandang remeh diriku atau tidak, tapi sebelumnya terimakasih.” Tutupnya tak lupa ia mengambil kaca matanya dari tangan Yumi.

Setengah sadar Yumi memberi jalan pada Sehun untuk turun dari ranjang dan keluar dari UKS ini. lima detik kepergian pria itu kesadaran Yumi telah terkumpul sepenuhnya, ia mendekap mulutnya tidak percaya dengan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu itu. Apa Nerd itu mencium dirinya? Tidak! Bukan itu yang membuat Yumi tidak percaya, tapi.. kenapa dirinya tidak menolak perlakuan laki-laki itu?! itu yang membuat Yumi tidak percaya.

FIN

Note: Reader-a annyeong, urimaneyo~ maafkan aku yang hilang satu bulan lebih ini bagai ditelan bumi huhu~ sebenarnya aku ngepost ff ini sekalian mau ngasih kabar tentang FF MWH yang entah bagaimana kabarnya itu :3 rencana aku FF MWH lanjutannya itu Ending tapi masih setengah rampung sih. Aku mau cepet FF itu tamat tapi malah stuck d salah satu scene :3 aku gk mau akhirnya malah absurd, agak lama gk papa kan? Hihi.  ah iya makasih buat Reader yang baca ff MWH dari awal sampe akhir, itu mata baik-baik  aja kan liat ff aburd aku? wkwk trus makasih juga buat reader yg masih setia sampe chapter terakhir aku post, komentar kalian sangat-sangat-sangat berharga buat aku terus berkarya. Gomawo reader-a~ Saranghae pyeong~~♥♥♥♥

ah ff ini lanjut apa enggak, liat respon ya~

Regards

 @Baby_Boo04

***

 

72 responses to ““NERD” Lucky One Vers – @Baby_Boo04

  1. waduuuhhh.. Yumi kok malah gitu siiihh? 😂 wkwkwkwk
    Sehun knp itu kok nyosor?? ngediemin Yumi pake kiss gitu😌 walopun dia nerd, tpi klo d copot tuh kacamata udh beda bgt kn??? wkwkwkwk
    di lanjut deh kak😂 hehehe

  2. Etdahh sehun maen cium aja, nah yumi knapa diem aja. Tpi gpp deh wkwk. Sehun jdi nerd ttp ganteng ko

  3. hwaaa sehunnnn main nyosor aja, yumi yg dicium kok aku ya yg jd syok >.< sehun mah biar nerd mau bonyok juga tetep ganteng…

  4. Buset dahhh yumi kok aneh.. ga bisa nolak pesonanya sehun yah?? Walaupun nerd pesona sehun emang kuat kok kekeke~~ yeollie kenapa kok jadi tukang bully??!😠 haaaa ditunggu selanjutnya thor😉

  5. Aku pen ini lanjut! Pokoknya lanjut lanjut lanjut! Ga mau tauk! Maksa banget/ini bocah komen lambat banyak bacok *uhuk/
    Aaaaaaaaa…keren-keren. Entahlah…aku seneng aja yang beginian. Dibuat ficlet gpp, series juga bisa kalo chap dirasa berat. Ditunggu karya-karyanya loooo

  6. uhh aanjer sehun nerd2 gitu ternyata liar ya:v btw yumi yampun, tothepoint angedd.sih. chanyeol dasara sukanya mbuli orang hhh. ijin baca yang monster vers ya ka!

  7. Duhhhhh keren banget sih! !!! Cepet next Author gak sabar nih!! Fight yaaaaa!! Sehun greget bgt!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s