My (Girl)Friend: I Miss You!

IMG_20160305_115327

Twelveblossom (twelveblossom.wordpress.com) / Sehun & Jung Nara / Fluff & Friendship / Series

“You’re not just my friend.” ―Girl x Friend, EXO

“Kau apakan rambutmu yang jelek itu, Jung Nara?” tanya pria yang berada di depan pintu apartemen Nara, sukses membuat si gadis cemberut. Nara sempat menghadang Sehun―dengan tubuh kecilnya yang hanya sebahu pria itu―agar Sehun tak bisa memasuki apartemen. Lagi-lagi usaha Nara digagalkan oleh Sehun.

“Dasar tidak sopan.” Hardik Nara, sembari berkacak pinggang. Sepasang manik matanya menatap tajam Sehun yang beranjak duduk di ruang santai. “Aku belum memintamu untuk masuk. Ini apartemenku dan kau selalu bertingkah ini milikmu.” Omelan gadis yang masih mengenakan piamanya itu bersambung.

Sehun mengedikan bahu tak acuh. Perhatiannya tertuju pada Macbook milik Nara yang terbuka di atas meja. “Wah, kau sedang menonton ketampananku, ya? Ini konser kami di Tokyo kemarin, videonya sudah menyebar ternyata. Cepat sekali.” Gumam Sehun.

Nara ikut duduk di samping Sehun. “Aku tidak berniat melihat wajahmu yang buruk Sehun.” Ucap Nara, rautnya yang jelita enggan menyembunyikan ejekkan. “Mataku yang indah ini, hanya bersedia melihat pria-pria tampan.” Imbuh si gadis, tak lupa mengibaskan surainya yang bewarna merah jambu dengan sok sekali―seakan dia ratu kecantikan sejagat.

Sehun menghindar pura-pura jijik, padahal gemas. “Astaga, rambutmu benar-benar aneh.” Sehun meraih sejumput surai Nara dengan ujung jari, seakan-akan bagian tubuh sahabat karibnya itu adalah bakteri paling mengerikan. “Seperti bulu ekor babi.” Sehun menegaskan ketidaksukaannya.

Nara memukul keras-keras kepala Sehun. “Kau punya dendam apa denganku? Aku selalu sabar meladeni sikapmu yang lebih kekanakan daripada anak Monggu yang baru lahir tiga hari lalu, mengizinkanmu bertamu ke apartemenku pada dini hari seperti ini―jam tidurku berkurang, wajahku bisa berkeriput lebih awal―dan astaga kau bahkan sering menghabiskan isi lemari esku setiap kedatanganmu kemari.” Nara mengambil napas banyak-banyak, kemudian melanjutkan. “Kemarin kau bilang, alasanmu bersikap seperti ini untuk mencari hiburan. Padahal kau kan artis terkenal, bisa cari hiburan lain yang lebih menyenangkan. Hidupku bisa semakin berliku-liku. Aku membencimu―”

“―Aku juga menyayangimu.” Potong Sehun, ia tak bisa menyembunyikan cengiran lebar, mendengarkan kicauan gadisnya.

“Aku kan tidak berkata sayang padamu. Sudah kubilang, aku membencimu―”

“―Aku sangat mencintaimu.” Sehun kembali menyela, sambil mengelak pukulan lain dari Nara. Sehun menarik lengan jumper cokelatnya hingga ke siku, agar lebih leluasa menghindari si gadis.

“Aku benar-benar membencimu,” Seru Nara lantang. Ia berhenti memukul, kelelahan nampaknya.

Baru begitu saja sudah capek, Dasar Jung Nara.

“Aku juga memikirkanmu setiap waktu.” Sehun tersenyum sangat lebar, menggoda Nara yang sudah kesal setengah mati.

“Memikirkan diriku? Kau bercanda, ya? Bahkan kau tidak menelepon atau mengirim pesan. Oh, jangan bilang kau tidak punya waktu. Aku tahu betul, Soojung mendapatkan telepon tiga kali setiap satu jam dari Jongin. Aku yakin kau juga punya kesempatan yang sama. Menyebalkan sekali, tidak―aku tidak menunggu kabar darimu. Aku melanjutkan hidup dengan baik. Aku sibuk―tidak sempat memikirkanmu dan―”

Sehun terbatuk, ia menahan tawa yang hendak menyembur. Tangannya bersedekap. “Maaf, tolong lanjutkan pidatomu tadi. Silahkan.” Ujar pria itu, resmi. Ia duduk tegak, siap mendengarkan.

“Baiklah, aku sibuk mewarnai suraiku agar lebih segar―”

“Seperti bulu ekor babi.” Bisik Sehun pelan, lantas mendapatkan lirikkan membunuh dari Nara.

“Warna rambut seperti ini sedang digandrungi banyak kalangan, asal kau tahu. Kata penata rias langgananku, warna merah jambu bisa membawa suasana baru. Aku harap bisa melupakanmu―”

“―Dan, bagaimana hasilnya?”

Nara merajuk, “Tentu saja berhasil. Aku bisa melupakanmu. Aku tidak merindukanmu. Aku baik-baik saja. Tapi, aku tetap kesal. Jongin menelepon Soojung hampir setiap aku ada urusan dengan sepupuku itu. Apa dia benar-benar pengangguran? Apa kau saja yang sok sibuk? Kau tidak menelepon ibumu juga, ya? Bagaimana kalau Bibi Oh merindukanmu? Kau tahu, rasanya merindukan seseorang benar-benar tidak enak―”

“Memangnya, bagaimana rasanya?” tanya Sehun. Pria itu bergerak mendekat, setelah si gadis bersikap agak jinak. Sehun memainkan surai gadis yang duduk di sampingnya, sembari sesekali membelai pipi Nara.

“Rasanya aneh. Padahal sudah melakukan banyak hal untuk mengalihkan perhatian, tetapi tetap saja kosong.” Jawab Nara. Gadis itu merebahkan kepalanya ke sandaran sofa. “Dan saat orang yang kau rindukan muncul, semuanya terisi―energi dan semangat muncul lagi.” Sambung Nara, netranya enggan mengalihkan perhatian dari paras Sehun yang memaparkan senyum.

Sehun mengubah posisinya menjadi serupa dengan Nara. “Jadi, kau sangat merindukanku, ya?” tanya Sehun, sembari menyelipkan anak surai Nara yang berantakan.

“Tidak.” Timpal si gadis. “Tidak sama sekali.” Koreksi Nara.

“Aku bukannya tidak punya waktu untuk menghubungimu. Tapi, aku sengaja tidak melakukannya agar bisa melihatmu marah-marah seperti tadi.” Ujar Sehun, Ia segera melanjutkan gagasannya sebelum mendapatkan cakaran dari pacarnya. “Soalnya, yang benar-benar aku rindukan saat berjauhan darimu, ya sewaktu kau marah.” Sehun mencubit pipi Nara yang merona.

“Aduh, pipiku bisa melar kalau ditarik-tarik!” Seru Nara, memulai kehebohan kembali.

Sementara Sehun, tertawa riang gembira.

-oOo-

Part selanjutnya dapat dibaca di Track List.

Bonus tampilan si Nara. Cantik gini dibilang bulu ekor babi😦. Ah, Sehun bisa aja, untung sayang.

20160513_103005

12 responses to “My (Girl)Friend: I Miss You!

  1. aduhhh maniss 😂😂😂😂
    nara lucu ya ampunnnnn visualnya mba pony 😍😍😍 cocok cocok 😂😂

  2. Itu fotonya ponymakeup bukan sih? Yah itu mah cantik banget, ckckckcck
    Bisa saja sehun, mau bilang cantik aja pake bilang ekor babi, ckckcck, sini sun dulu, eh

  3. Loh? Kok? Loh?
    Ih kak,, perasaan aku baru aja ngubek” blogmu dan udah nemu sampe chap ketiga deh.. Ihhh,,kok beruntungnya diriku ya ternyata..
    Udah baca ampe jauh,, sedang para reader disini masih diawal.. Haha
    Lanjut kak titiss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s