[Chapter 5] My Father Was An Idol

selviakim-my-father-was-an-idol2

Author name : Selviakim

Title : My Father Was an Idol

Main Cast : Kris EXO-M, Kaiya Saley (Ulzzang Kid), dan Kwon Su Jeong (Ulzzang Korea)

Genre : Idol-Life, Family, Brothership, Comedy, Romance, Drama, and Fluff.

Summary : Kris adalah salah satu member Boyband yang terkenal sebut saja EXO. Tapi, ternyata dia memiliki sebuah rahasia.. Apa Rahasia yang telah dia sembunyikan dari semua orang kecuali keluarganya?

Disclaimer : Pemain yang ada di cerita milik Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Saya hanyalah pembuat cerita. Cerita ini 100% milik saya, serta please don’t plagiat this story!

A/N : Di cerita ini, menceritakan album Overdose keluar beberapa bulan sebelum keluar yang aslinya (Aslinya Mei 2015).

WARNING!!

Typo’s bertebaran

.

Poster by : Harururu98 – Cafe Poster Art ( Thank you for amazing poster kak,❤  )

-Happy Reading-

-Sebelumnya-

“Selamat malam, mimpi yang indah” ucap Kris ketika kami tiba di depan gedung Apartement ku. Aku hanya mengangguk dan tersenyum, “Kau juga” ucapku kemudian.

“Kaiya, kau juga selamat malam… jangan nakal ya. Kita main lagi, nanti” ucapku kepada Kaiya yang tengah sedikit mengantuk. “Kris, cepatlah pulang. Kaiya sudah ingin tidur” ucapku yang langsung keluar dari mobilnya. Kris pun membuka kaca mobilnya. “Sampai ketemu” ucapnya sambil tersenyum, aku hanya mengangguk. Akhirnya, Kris menjalankan mobilnya dan aku pun masuk ke dalam gedung Apartement ku.

-My Father Was An Idol Chapter 5-

Hari ini aku sedikit mengetahui tentang Kris. Jika baru saja mengenalnya, dia akan terlihat seperti seseorang yang tidak peduli, atau dingin. Tapi semakin kau mengenalnya, dia itu sangat baik. Bahkan dengan kebaikannya itu, dia mengadopsi seorang anak di usianya yang baru saja 25 tahun itu.

-Sujeong POV END-

-Kris POV-

Aku sedang berada di Apartement ibuku dan duduk berdua bersama ibuku di ruang tengah. Ibuku masih saja bergumam yang aku sudah tau apa yang dia gumamkan. ‘Ck. Dasar anak nakal. Mungkin dia memang suka jika Kaiya sakit. Membawanya pergi jalan-jalan jam satu malam’. Aku yakin ibu berkata seperti itu. Aku pun hanya tersenyum sedikit.

Mom, aku akan kembali ke dorm. Jika besok aku ada waktu kosong, aku akan mengajak Luhan ke sini” ucapku langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu. “kirim pesan kepadaku jika kau berangkat ingin ke sini” jawab Ibuku. Aku pun hanya mengangguk dan membuka pintu keluar.

***

Aku tiba di dorm pada pukul jam tiga pagi dan langsung memasuki kamarku. Aku tertidur nyenyak dan dibangunkan pada siang hari oleh Tao. Dia bilang bahwa yang lain sengaja membangunkanku siang hari. Karena mereka sudah mengira aku baru tiba di dorm pada pagi hari. Ya, itu benar. Tapi bukannya jam delapan pagi kami seharusnya latihan?

“Suho-ya, apa kita tidak ada jadwal hari ini? Lalu kenapa kita tidak jadi latihan?” Tanya Xiumin kepadanya saat kami semua sedang makan siang. “Untuk hari ini kita free dan kita tidak jadi latihan pagi ini” ucap Suho terpotong lalu menatap ke arah ku. “Oleh karena itu kami membangunkanmu siang hari. Karena kita tahu kamu pulang pagi lagi” sambung Suho lalu menatap semua member, “Kita akan memiliki dua jadwal besok. Yaitu acara Fansign dan juga acara radio. Maka dari itu, kita tidak jadi latihan.  Jadi persiapkan diri kalian” jelas Suho sehingga membuatku dan yang lainnya mengangguk.

“Suho-ya. Aku dan Kris sudah berjanji untuk jalan-jalan sore ini. Tidak apa-apa kan? Lagipula kau bilang hari ini kita tidak ada jadwal hari ini” ucap Luhan setelah kami melanjutkan untuk memakan makanan kami beberapa menit kemudian. “Baiklah. Tapi jangan pulang sampai larut malam. Karena kita memiliki dua kegiatan besok” ucap Suho sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

“Baiklah” ucap Luhan yang lalu mengalihkan tatapannya kepadaku dan tersenyum kecil yang membuatku langsung geleng-geleng kepala.

***

Apa kau baik-baik saja? Kau tidak sakit kan? Apakah kau masih tidur?

-send.

“Kris. Ayo kita berangkat” ucap Luhan sedikit mengagetkanku saat aku sedang mengirim pesan ke Sujeong. Aku pun hanya mengangguk-angguk kecil. Lalu mengambil kunci mobil di samping pintu. “Apa kalian ingin menitipkan sesuatu? Mungkin kami bisa membelinya saat kami akan pulang nanti” ucapku kepada mereka yang sedang kumpul di ruang tengah menonton televisi.

“Belikan aku Es Krim yang ber-kotak.”

“Belikan kami makan malam saja, Kris.”

“Untuk ku, belikan Bubble Tea saja Hyung.”

Itu adalah permintaan mereka semua. Aku pun hanya mengangguk-angguk mengiyakan permintaan mereka semua.

***

“Bagaimana hubunganmu dengan perempuan itu Kris?” Tanya Luhan ketika kami sedang berada dalam perjalanan menuju Apartement Ibuku. “Baik. Tidak ada masalah sama sekali” jawabku. Sebenarnya, aku khawatir dengan Sujeong karena tdak membalas pesanku sejak tadi. Apakah dia sakit karena aku mengajaknya keluar jam satu malam?

“Kapan kau akan memberitahukan yang lain soal Kaiya?” Tanya Luhan lagi kepadaku. Aku yang mendengar pertanyaan itu hanya membuang nafasku. “Entahlah. Aku juga tidak mengetahuinya sampai kapan aku menyembunyikan soal Kaiya kepada mereka. Tapi yang aku yakini, cepat atau lambat mereka akan tahu soal Kaiya.”

***

“Selamat datang Luhan” ucap Ibuku ketika kami memasuki Apartement Ibuku. Luhan yang mendengarnya hanya tersenyum dan membungkukkan badannya. Tak berapa lama, Kaiya keluar dari kamarnya melihat kami berdua.

Daddy! Samchom!” Teriaknya sambil memelukku dan Luhan. “Kaiya, kau main sama Luhan Samchon di kamar mu. Daddy ingin ke dapur” ucap ku sambil berjalan ke dapur. “Ne, Daddy!” Teriaknya. Aku pun langsung menuju ke dapur bersama Ibuku yang ternyata juga ingin ke dapur.

***

Mom, ada yang ingin aku beritahu” ucapku kepada Ibu saat aku sudah duduk di salah satu kursi meja makan di dapur. Dia sedang ingin membuat makanan untuk nanti malam. “Apa Kris?” Tanya Ibuku yang sambil mengerjakan pekerjaannya. Aku pun membuang nafasku sebentar.

“Aku memiliki seorang kekasih. Dan aku mengenalkan Kaiya kepadanya. Maka dari itu aku mengajak Kaiya jam satu malam” ucapku sambil melihat ke arahnya. Ibuku yang mendengarnya langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap ke arahku sambil tersenyum.

“Benarkah? Lalu siapa dia?”

-Kris POV END-

-Luhan POV-

“Bagaimana jika kita di ruang tamu saja, Kaiya? Daripada berada di kamar” ucapku kepada Kaiya sambil memegang tangan kanannya dan menyeretnya langsung keluar.

“Nah, kita duduk saja di sini sambil bercerita. Bagaimana?” Ucapku sambil duduk di sofa bersamanya. “Baiklah, Samchon” Jawabnya sambil mengangguk-angguk.

“Daddy Kaiya, pernah bilang ke Samchon jika Kaiya akan melanjutkan masa-masa SMP ke China. Apakah benar?” Tanyaku kepada Kaiya setelah dia selesai mengangguk-anggukan kepalanya.

-Flashback-

“Bukankah tahun ini Kaiya akan lulus Sekolah Dasar seperti yang kau ceritakan padaku kemarin malam Kris?” Tanyaku saat kami berada di perjalanan. Saat kami terdiam selama beberapa menit atas masalah tadi. Kris menceritakan sebagian tentang Kaiya pada diriku kemarin malam. “Hmm. Dia bilang dia ingin melanjutkan SMP nya di China” jawab Kris yang tetap fokus mengendarai mobil.

“Itu bagus. Dia pasti ingin mengetahui bagaimana tempat ayah angkatnya lahir” ucap Luhan sambil melihat ke arah jalan. “Tapi dia bertanya, apakah aku akan tinggal di China bersama dengannya.”

-Flashback End-

Hmm.. itu benar. Luhan Samchon, apakah Daddy baik sama Samchon?” Kata Kaiya yang berhasil membuat Luhan tertawa kecil. “Kenapa Samchon tertawa?” Tanya Kaiya kemudian.

“Kaiya menanyakan hal semacam itu. Memangnya ada apa?” Ucapku setelah berhasil menghentikan tawaku. “Karena Grandma bilang, jika Daddy itu orangnya dingin dan tertutup. Tapi waktu dia menemukanku pertama kali di Kanada, dia malah bersifat hangat. Tidak dingin seperti yang halmeoni bilang. Maka dari itu, Kaiya bertanya dengan Samchon” jelas Kaiya dengan ekspresi wajahnya. Luhan yang mendengar penjelasan Kaiya, hanya tersenyum. Lalu mengacak-acak rambut Kaiya.

Daddy mu orangnya memang dingin jika kau baru mengenalnya. Tapi jika kau semakin mengenalnya, dia orang yang hangat. Bahkan selalu tertawa.”

-Luhan POV END-

-Kris POV-

Karena hari ini jadwal ku kosong, aku tertidur nyenyak saat kau mengirim hampir sepuluh pesan hanya karena mengkhawatirkanku. Tapi makasih untuk itu.

-Sujeong.

Aku membaca balasan dari Sujeong yang akhirnya membalas pesanku sambil tersenyum lebar. Membuat Ibuku yang secara tiba-tiba melihat ke arahku hanya menggelengkan kepala dengan tingkah laku ku.

“Apa itu dari Sujeong yang kau ceritakan tadi?” Tanya Ibunya sambil membuat makan malam yang belum selesai. “Ne” jawabku sambil menganggukan kepalaku walaupun Ibuku tidak melihatnya karena sedang sibuk dengan masakkan. Aku pun melanjutkan aktivitas ku yaitu, membalas pesan Sujeong.

Benarkah? Kalau begitu aku minta maaf. Tapi apakah kau baik-baik saja?

-Kris.

Setelah hampir beberapa menit, aku mendapatkan balasan lagi dari Sujeong.

Aku baik-baik saja. Tapi bagaimana dengan Kaiya?

-Sujeong.

“Aku penasaran seperti apa Kwon Sujeong yang kau ceritakan itu. Bagaimana bisa dia tidak mengenal dirimu dan juga sudah menerimamu padahal baru pertama kali bertemu” ucap Ibuku yang membuatku yang tadi awalnya ingin membalas pesan Sujeong terhenti. “Entahlah, Mom. Tapi ku rasa dia sudah mulai mencariku di internet. Karena dia pernah melihatku tampil di acara music bersama temannya. Itu pun dengan pakasaan temannya, katanya” jelasku kepada Ibu. Ibuku hanya mengangguk.

“Ajaklah dia ke sini jika kalian berdua mempunyai waktu kosong” ucap ibu. “Pasti” jawabku dengan senyumanku. Setelah pembicaraanku dengan Ibu selesai, aku membalas pesan Sujeong.

Dia sakit pada saat aku mengangkatnya masuk ke Apartement. Tapi sekarang dia sudah baik-baik saja, bahkan sekarang dia sedang bercanda dengan Luhan. Aku bahkan bisa mendengar tawa Luhan dari ruang tamu tadi. Hmmm… Ibuku ingin bertemu denganmu jika kita berdua mempunyai waktu kosong. Apakah kau mau?

-Kris.

“Makanan sudah siap. Panggil mereka berdua, Kris.”

***

“Terima kasih atas makanannya” ucap Luhan ketika kami berdua di luuar Apartement Ibuku. Ketika kami semua selesai makan, aku dan Luhan harus segera kembali ke dorm. Tapi sebelumnya, membelikan beberapa titipan yang diinginkan para anggota.

“Tidak apa-apa, Luhan. Datang lagi kemari” kata Ibuku.  Kaiya yang berada di sampingnya, langsung menyahut. “Kita akan bermain bersama lagi.” Ucap Kaiya sambil melambaikan tangannya. Aku dan Luhan pun hanya mengangguk senang lalu membungkuk. Selesainya, kami berdua langsung pergi dan tidak lupa sambil melambaikan tangan kepada Ibuku dan Kaiya.

“Kau terlihat seperti seorang pedofil Luhan” ucapku saat kami berdua masuk mobil. Luhan yang mendengarnya, hanya terkekeh geli.

***

Hyung, kau membelikan pesanan kami ‘kan?” Ucap Baekhyun ketika aku dan Luhan sudah pulang ke Apartement. “Apakah kau tidak lihat jika aku dan Luhan sedang membawa pesanan kalian, dan makan malam kita?” Jawabku kepadanya. Dia yang mendengarnya hanya tersenyum lebar. Chanyeol yang memperhatikan kami berdua hanya tertawa lepas.

“Kurasa malam ini kita tidak jadi untuk beristirahat. Kita diminta oleh manajer Hyung untuk ke gedung agensi sekarang” ucap Suho ketika keluar dari kamar sambil memasang jaket dan alat penyamarannya.

“Baiklah. Makanan ini akan aku letakkan di dapur.”

***

Aku dan yang lainnya sudah berada di dalam gedung agensi sekarang. Ketika kami tiba, kami langsung menuju ke ruang latihan kami. Karena kami tidak tahu mengapa kami di suruh datang, kami pergi saja ke sana. Dengan bosan, kami semua pun latihan lagu Overdose. Ketika lagu selesai diputar, Manajer Hyung datang ke ruang latihan. Memberikan sebuah tepuk tangan singkat.

“Bahkan tanpa disuruh, kalian latihan sendiri” ucap Manajer Hyung melihat kami semua. Kami semua pun hanya tertawa mendengarnya. “Dan Kris, kau di minta pergi ke ruang CEO.”

-TBC-

Tolong tinggalkan jejak berupa komentar^^

Bertemu lagi tangal 23 juni 2016 yaaa~^^ maaf baru di posting sekarang, kemarin ada beberapa masalah soalnya x_x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s