[Freelance] Oh My Prince! (Chapter 1)

6ea54059bf822b2b2c5a22a2924f1d31

Title: Oh My Prince!—chapter one

Author: @ismayanab

Genre: Romance, Fantasy, Comedy(maybe?)

Rating: PG-15

Leght: Chaptered

Cast: Byun Baekhyun—Cheon Sung Young (OC)—Kim Myungsoo

Other Cast: EXO—Hwang Nara—Song Hyemi—Min Ha Ri

 

 

 

 

 

 

Sung Young POV

 

“ Saengil Chukhae Imnida…saengil chukhae imnida. Saranghae Sung Young-ie. Saengil chukhae imnida” Aku bertepuk tangan dengan keras ketika ‘mereka’ keluargaku pulang dari Kanada dan melaju langsung dari bandara ke rumahku untuk merayakan ulang tahunku ynag ke tujuh belas. Padahal ini sudah lewat hari ulang tahunku karena sekarang sudah menunjukkan pukul 12 malam dan berganti hari dari 3 september dan sekarang sudah memasuki tanggal 4 september hari Rabu. Tapi hal ini tidak membuatku tersenyum kecewa karena perjuangan mereka pasti begitu keras hingga sampai kemari. Aku mendongakkan kepalaku setelah meniup lilin dan menghafalkan harapan diumurku yang semakin tua ini.  Aku memandangi appa, eomma, uri dongsaeng, dan halmoeni lalu memeluk mereka satu persatu dan tak sengaja air mataku menetes karena terharu.

“ Aigoo, anak eomma sudah besar, eoh? Semoga yang kamu harapkan dapat tercapai” Eomma mengelus kepalaku yang masih didekapannya dengan sayang. Aku mengangguk dan menatap adikku yang mengulurkan sebuah kado dengan pita merah diatasnya.

 

“Gomawo, Jisung-aah” Aku mengambil kado tersebut dengan semangat lalu membukanya cepat. Disana ada sepatu yang pernah dipakai pemeran wanita di drama DOTS yang sering ku tonton bersama ketiga temanku disekolah.

“Tidurlah, Bukankah besok kau masuk jam 7 pagi? Ayah dan Ibu tidak bisa membangunkanmu karena kami jam 4 subuh nanti akan  kembali pulang ke Kanada karena urusan pekerjaan yang harus diselesaikan” Ayahku dengan sikap dinginnya memandangiku yang mulai tersenyum kecewa mendengar penuturannya barusan.

“ Mianhae, Sung Young-ahh. Tunggulah sebentar lagi, eoh? Yahmu akan memindahkan seluruh pekerjaan ke Seoul. Mungkin akhir bulan ini kita akan berkumpul bersama lagi, Arraseo?” Tanya eommaku lembut dan aku hanya bisa mengangguk mengerti.

Setelah membereskan ruang tamu ynag berantakan aku bergegas menuju kamarku karena jam hampir menunjukkan pukul 2 pagi. Aku baru saja ingin memejamkan mataku ketika suara pintu diketuk pelan dan tak lama munculah halmoeni yang membawa kotak persegi yng dihias begitu sederhana yang didominan warna kesukaannya biru gelap. Nenekku berjalan mendekatiku dan melemparkotak itu tepat didepan wajahku. Dasar nenek tua ini!

“Aish! Halmoeni! Apa tidak ada cara lain selain melemparku dengan kotak keras ini?! Seharusnya halmoeni bertingkah baik denganku hari ini” Teriakku kesal dan halmoeni hanya memasang wajah tanpa dosanya kepadaku.

“ Hari ulang tahunmu sudah lewat. Untuk apa lagi aku bersikap baik. Haish, ppalli buka kotak itu, Aku ingin cepat tidur sebelum kedua orang itu membawaku menaiki benda terbang itu lagi”

“ Sudah kukatan itu pesawat, Halmoeni”

“Apapun itu namanya aku tidak peduli. Dan sekarang cepat buka kadomu sebelum aku yang membuka-nya”

Kenapa dia cerewet sekali sih. Batinku. Aku membuka bungkus itu dengan susah payah. Apa dia sengaja menempelkan banyak perekat di setiap sisi kotak ini?! Semoga saja usahaku membukanya sebanding dengan ha—

“ Mwoya?! Halmoeni, Kenapa hadiah yang kau berikan selalu berasal dari zaman dahulu! Dan apa lagi ini? Buku usang seperti ini kenapa kau berikan kepadaku?”

 

“Aigoo…Kenapa anak sekarang melihat hadiah dari luarnya saja. Ini hadiah yang paling bagus yang pernah Halmoeni berikan. Kau pasti akan menyukainya. Ini belum termasuk hadiahnya karena hadiah yang sebenarnya terdapat didalam buku itu” Jelas Halmoeni dan dihadiahi dengan tatapan tak mengerti dariku. Halmoeni membalikkan badannya meninggalkanku yang masih bingung dengan ucapannya. Dengan rasa penasaran yang begitu tinggi ia membuka buku itu dan mulai membaca setiap kata perkata yang tertulis di kertas kusam tersebut. Aku membuang jauh rasa kantukku demi mencari ‘hadiah sebenarnya’ yang dikatakan halmoeniku tadi,

“ Satu cahaya dalam ruang kaca, menyinari satu makhluk kutukan yang keluar mengikuti gelapnya cahayamu” Ejaku pada sederetan kata yang tidakku mengerti. Aku memutar otakku yang terbilang cukup cerdas dan mulai mengambil benda-benda hasil hipotesisku tentang maksud dari buku itu. Sebuah lilin dan toples kaca kue kering yang baru saja kulahap hingga habis tak tersisa. Lilin didalam toples itu menyala dan aku mulai membuka lembar demi lembar yang terdapat sketsa sepuluh lelaki setiap lembarnya dibawah sketsa itu tertadap tulisan kecil yang membentuk sebuah kata aneh yang tidak ku mengerti. Mungkin itu sebuah mantra. Aku memilih salah satu sketsa lelaki dengan pakaian gaya Dinasti Joseon bewarna biru kesukaanku. Aku mulai melafalkan mantra itu beberapa kali

 

Brak!

 

Aku terlonjak kaget ketika mendengar jendela kamarku terbuka paksa dan itu menimbulkan bunyi yang cukup keras. Kaki telanjangku berlari kearah jendela yang terbuka karena angin yang sangat kencang. Langit mulai kehilangan beribu-ribu sinar kecil yang menggantunginya. Warnanya lebih kelam dari biasanya. Aku menutup jendelaku rapat-rapat lalu berbalik menuju tempat aktivitas aneh tadi dan aku terkejut ketika lilin yang didalam toples tersebut tiba-tiba padam tanpa ada yang mematikannya. Mana mungkin terkena angin jika lilin tersebut jika jelas-jelas lilin tersebut berada didalam toples kaca. Mana ada celah angin tadi masuk. Heol! Benar-benar aneh. Tak sengaja aku memandangi jam Hello kitty yang tergantung manis didinding kamarku. Mataku membesar ketika jarum pendek itu berhenti di angka 3. Aku menjatuhkan tubuhku di kasur dan menutupi seluruh tubuh  dengan selimut merah mudaku lalu mengenyhkan fikiranku tentang buku sialan itu. Lihat saja….aku akan membuat perhitungan jika aku terlambat karena ulah nenek tersayangku!

 

 

 

 

 

 

Sinar matahari pagi memaksa masuk melalui celah mataku yang hampir terbuka karena suara alarm yang begitu memekakkan telinga. Kakiku menendang udara kosong, kesal karena tidurku yang nyaman pupus sudah karena sekolah. Jika tidak ada ulangan Biologi hari ini aku mungkin masih meringkuk di tempat tidurku. Aku membuka mataku yang terasa enggan untuk terbuka. Tak sengaja mataku terfokus kearah sosok asing yang tengah terduduk di kursi belajarku dan tangannya yang hampir tertutupi baju birunya itu tengah memegang buku diaryku. Eh tunggu buku diary?!

 

“ Yak!!! Nuguseyo?!”  Teriakku keras terkejut dengan situasi dimana seorang lelaki aneh ada dikamarku dengan buku diary milikku  ditangannya. Dan terlihat dia memandang kearahku yang baru saja mengeluarkan suara yang begitu keras. Tak lama dia tersenyum lebar lalu menundukkan badannya 90 derajat.

 

“ Anyeonghaseyo! Byun Baekhyun imnida”  Ttu..tunggu jangan-jangan dia yang dimaksud ‘Hadiah sebenarnya’ oleh Halmoeni. Mataku melotot lebar dan hampir mengeluarkan semua air liurku dari mulut yang sekarang tengah menganga lebar.

“Andwae…andwae…ANDWAE!”

 

 

tbc—

 

 

Chapter selanjutnya….

 

Ya! Apa kau hantu? Kenapa tubuh besarmu bisa keluar dari buku jelek seperti  ini?”

 

“ Hey, apa ini? Bentuknya seperti mangkuk tapi kenapa terbuat dari kain. Apa aku boleh memakai ini? Kurasa ini cukup untuk nasi dan lauknya?”

 

“Berhenti makan dan lepaskan celana dalam yang sekarang kau pakai!”

 

“Aku ingin tidur.  Apa boleh aku tidur bersamamu?”

 

13 responses to “[Freelance] Oh My Prince! (Chapter 1)

  1. jadi buku itu sejenis buku mantra gitu ?trus setiap mantra bisa ngeluarin sesosok manusia ???
    woooaaahhh daebak!!! lanjut thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s