The Misconceptions of Us Part 1 [Babalee]

CYMERA_20160613_152125

 

 

PART 1

“Baekhyun dan Chanyeol EXO Pergi ke Rumah Sakit Tengah Malam, Siapa yang sakit?”

 

Lee Manajer melempar ponselnya ke atas meja. Tepat di depan semua member EXO yang tengah berkumpul di dorm. Wajahnya benar-benar terlihat frustasi. Bunyi ponsel terus bordering mungkin itu para media yang ingin segera tahu info selanjutnya dari pihak EXO.

Demi tuhan, sekarang masih pukul tujuh pagi dan tuan Lee- berkumis tipis dan seksi itu- tega membangunkan semua member dengan memukul masing-masing pintu kamar dengan keras. Mereka baru saja istirahat dari acara promosi di salah satu stasiun teve kemarin.

“Jadi kenapa kalian berdua pergi ke rumah sakit malam-malam, memakai mantelku, dan juga mobilku?” tanya Manajer Lee masih mencoba tetap sabar. Meskipun terlihat gagal. Dadanya naik turun tidak karuan.

Beberapa member mulai saling melihat satu sama lain. Well, pagi ini sudah di kejutkan dengan bangun pagi-pagi paksaan, lalu kabar ini. Siapa?

“Bertemu seseorang, hyung.” Kata Chanyeol. Seketika mata Manajer Lee melebar lalu menunjuk pria jangkung itu.

“Kau, itu kau kan, idemu kan?”

Chanyeol menggeleng, “Bukan, ini ide Baekhyun. Aku memergokinya akan pergi memakai barang-barangmu, aku khawatir lalu mengikutinya. Aku pikir dia sakit karena kami berhenti di depan rumah sakit. Tapi aku salah. Ternyata dia bertemu seorang dokter cantik. Aku tidak bohong dia benar-benar cantik.” Dia beralih menatap Baekhyun, “Ya. Kenapa kau tidak mengatakan punya kenalan secantik itu? bisa minta nomor ponselnya?”

Baekhyun mendelik. Dalam hati mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena telah menjelaskan semuanya.

“Kau berkencan lagi?” Manajer Lee menatap tajam Baekhyun. Dan lagi-lagi pria itu hanya mendelik. Pertanyaan itu benar-benar sukses membuat semua member menatapnya tajam sekaligus penasaran. Maksudnya saat kemarin bersama Taeyeonpun mereka tahu dari media. Dan Sehun yang paling histeris saat membaca artikel itu.

“Tidak, hyung.  Maksudku, sepertinya belum.”

“Kau ini!!” Manajer Lee baru saja akan mendekati Baekhyun yang langsung di tahan oleh Suho, Xiumin, dan Lay. Baekhyun sendiri berjengit mundur dari sofa bahkan terjatuh secara jungkir balik membuat kepalanya membentur lantai.

“Ya, ada apa denganmu?” kali ini Suho yang bertanya baik-baik. Dia benar-benar bijaksana. Bahkan di saat seperti ini nada bicaranya percis seperti seorang ayah.

Manajer Lee mngusap wajahnya frustasi. Harusnya semua orang tahu jika ada hal-hal seperti ini bukan EXO yang akan dapat masalah, pasti manajernya terlebih dulu yang akan habis di marahi oleh petinggi. Hanya saja, kadang Sembilan pria tidak tahu diri ini sering sekali bandel.

“Aku hanya bertemu teman lama. Dia teman lamaku. Seorang dokter.”

“Dan sekarang apa yang harus di katakan pada media. Byun Baekhyun menemui teman lamanya tengah malam secara diam-diam? Dan mereka akan penasaran mencari tahu dan bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi? Kalian baru saja comeback! Tolong jangan buat masalah seperti dua tahun lalu.”

“Kalau begitu,” kali ini Suho yang berbicara, “Katakan saja Baekhyun sakit karena kelelahan dengan comeback EXO yang dibarengi dengan syuting dramanya. Ijinkan saja dua hari. Setelah itu biarkan dia beraktivitas lagi.”

Baekhyun menjentikkan jarinya setuju. Sedang yang lainnya mencibir cemburu. Pria mungil itu mendapat jatah untuk istirahat. Walaupun dua hari itu adalah waktu yang sangat berharga.

“Tidak! Tidak bisa begitu!” Manajer Lee buru-buru menyaut membuat member lain bersorak sambil ber highfive satu sama lain. Sedang Baekhyun mendelik. Kenapa diantara ke Sembilan member tidak ada yang membelanya? Bahkan si tinggi yoda idiot itupun hanya diam saja.

“Kalau begitu katakan pada media, Baekhyun hanya sedikit flu biasa dan Chanyeol memaksanya pergi ke rumah sakit untuk berobat sebelum semuanya terlambat. Bukankah itu masuk akal?” Xiumin menyela. Manajer Lee seketika terdiam lalu memeluknya dengan cara paling drama.  Setelah itu menciumnya. Dan ew, kalau boleh diingat belum ada yang sikat gigi pagi ini.

“Kalau kau mau berbuat ulah lagi. laporan dulu padaku!”

 

***

“Hey ada apa dengan wajahmu? Kau lembur?”

“Kecantikanmu hilang lima puluh persen pagi ini!”

“Hey, apa itu model makeup baru?”

Chaesa tidak peduli. Dia belum berkaca dari malam. semalaman dia tidak bisa tidur. Sial, ini semua karena kedatang Byun Baekhyun yang tiba-tiba dan, langkah Chaesa seketika berhenti. Dia tidak ingin mengingat apapun soal itu. Brengsek.

Kenapa dia tetap sama seperti dulu? Menyebalkan, jail, tampan. Kenapa wajahnya tetap sama? Padahal operasi saja semuanya sampai dirinya tidak akan sadar bahwa Baekhyun adalah pria yang sama dengan dulu yang pernah dia temui.

Chaesa memasuki kamar mandi perlahan. Tubuhnya berjengit saat dia melihat pantulan dirinya di cermin. Mata bengkak, hitam kelopak mata yang jelas ketara, rambut cepol acak-acakan, dan bibir kering tanpa gincu. Sial. Sebesar inikah efek bertemu dengan Baekhyun?

“Aku bahkan sudah pernah merawat G-Dragon, Jackson, TOP, Leeteuk. Dan apa Baekhyun? Dia hanya pria kecil yang tidak tahu malu. Ya ampun aku tidak percaya ini!” katanya sambil membenarkan ikat rambut.

Chaesa menundukkan wajahnya untuk mencuci wajah sebelum pulang ke rumah. Sebenarnya dia sedikit mengantuk. Mungkin nanti akan mampir ke kedai kopi sebentar agak tidak mengantuk saat menyetir.

Lagi-lagi tubuhnya berjengit ketika melihat pantulan di cermin. Bukan dirinya. Tapi, seorang gadis pucat dengan selang infus. Dia menatap Chaesa tajam seolah dokter ini bersalah. Tapi apa?

“Kau mengagetkanku. Sedang apa kau di sini?” dan setelah itu Chasa sadar. Pertanyaan bodoh macam apa itu?

“Kau antifans EXO?” tanya gadis sekitar usia enam belas tahun itu.

“Apa?”

“Aku mendengarmu memaki Baekhyun. Kau membenci EXO?” tatapan itu semakin memecing. Seperti siap memanggil para fans untuk menghakimi Chaesa.

“Apa? Tidak tentu saja tidak! Aku suka EXO aku suka Chanyeol. Aku bahkan hafal nama instagramnya, real dengan dua garis bawah lalu pcy. Aku sudah memfollownya.” Chaesa seketika panik. Apalagi gadis itu sudah mulai mengeluarkan ponselnya. Akankah ini jadi serangan fans? Tidak! Chaesa langsung membeku di tempat mencoba mencari sesuatu yang lain agar membuat gadis itu percaya bawah dia sama menyukai EXO.

“Haters tentu saja tahu. Mereka datang untuk mengomentari hal-hal yang buruk.”

“Tapi aku bersumpah aku menyukai EXO, aku sangat menyukai Chanyeol.” Chaesa tiba-tiba teringat kabar panas baru-baru ini. “A-aku bahkan sudah memesan album comeback EXO. Aku terlambat karena padatnya jadwal operasi.”

“Siapa peduli?”

Chaesa seketika menepuk tangannya sendiri pelan, “Ah mau menonton film Chanyeol bersama nanti? Atau mau aku belikan tiket? Wah melihat posternya aku benar-benar yakin kalau Chanyeol akan sukses dengan filmnya. Bagaimana menurutmu?”

Tapi gadis itu tetap diam. Dia masih terus memainkan ponselnya yang jujur saja membuat hati Chaesa gelisah. Diam-diam dia memasukkan id namanya ke dalam jas. Semoga gadis cilik ini tidak akan pernah tahu apapun tentang dirinya.

Satu gerakan mengangkat ponselnya ke telinga, benar-benar membuat Chaesa melotot dan hampir saja akan merebut paksa. Demi tuhan dia tidak membenci EXO. Hanya tidak menyukai, amat membenci, Byun Baekhyun. Tapi bagaimana dia mengatakannya. Bagaimana jika dia fansnnya Baekhyun?

“A-aku juga suka Baekhyun. Dia-dia tampan, lucu dan menggemaskan. Ya tuhan, aku bersumpah bahwa aku menyukai mereka. Tidak bisakah kau percaya ituuuuu?” Chaesa bersumpah kalau dia tidak sengaja mengatakan suara paling melas yang pernah ada.

“Ya eomma, aku kan sudah bilang aku sedang di kamar mandi.” Dan seketika Chaesa mendongak tidak percaya. Jadi dari tadi dia mengirim pesan dengan ibunya? Sial kotor sekali lidahnya sudah berani berkata menyukai Baekhyun. “Aku sedang jalan-jalan barusan. Aku bosan, ini kamar mandi lantai satu pojok dengan lift.”

Dan setelah itu Chaesa segera keluar dengan perasaan marah. Membanting pintu kamar mandi tidak peduli gadis itu akan terkejut atau memakinya atau membawa seribu anggota gangster ke hadapannya.

“Ah kagetnya. Ada apa dengan dokter itu? Eomma ini aneh aku hanya bertanya apa dia membenci EXO? Tapi di ketakutan. Lucu sekali.”

 

***

Chaesa tidak pernah sekalipun membayangkan tentang Baekhyun yang tib-tiba datang di kehidupannya yang baru ini. Maksudnya cukup masa lalu saja. Mereka sudah terlalu banyak saling menyakiti jadi untuk apa bertemu lagi.

Bagaimana bisa Baekhyun menemukan dirinya. Chaesa pikir Seoul cukup luas. Tapi tidak seluas itu ternyata. Tidak mungkinkan dia sengaja mencari tahu keberadaannya dirinya? Maksudnya, EXO sedang sibuk-sibuknya, dan dengar-dengar Baekhyun juga akan bermain drama atau sudah selesai syuting? Entahlah Chaesa tidak peduli.

Tiba-tiba ingatan masa lalunya memaksa masuk berputar seperti rol film. Tidak dapat di hentikan membuat Chaesa meminggirkan mobilnya. Nafasnya naik turun tidak karuan. Dia tidak pernah mau mengingat apapun soal masa lalu. Itu terlalu menyakitkan.

 

***

Baekhyun memainkan ponselnya bosan. Melemparkannya ke udara lalu menangkapnya. Terus saja begitu. Barangkali jika dia mempunya nomor ponsel Chaesa, sedikit banyak dia dapat terhibur. Mengingat kejadian semalam membuat Baekhyun tersenyum sendiri. Entahlah, rasanya benar-benar manis. Dia tidak berbohong bahwa dia benar-benar merindukan seorang Shim Chaesa. Sudah berapa lama mereka tidak bertemu? Terakhir kali saat mereka kelulusan setelah itu, entahlah. Mereka tidak pernah bertemu lagi. kapan itu? ya tuhan bertahun-tahun lamanya.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Baekhyun sedikit terlonjak kaget. Suara barito Chanyeol sukses mengagetkannya. Pria itu tersenyum lalu berjalan mendekat. “Dokter cantik kemarin ya?”

“Kau selalu tahu, bagaimana aku membalas pengetahuanmu yang so tahu itu tuan Park?” Baekhyun tiba-tiba bersujud seperti seorang prajurit di hadapan rajanya. Chanyeol juga ikut-ikutan duduk dengan so gagah layaknya raja lalu tertawa begitu keras. Well, mungkin kapan-kapan kalau ada drama tentang kerajaan ada bagusnya jadikan Chanyeol raja. Dia cocok. Walau kadang terlihat bodoh.

“Namanya Shim Chaesa.” Baekhyun mendelik dan menendang kaki Chanyeol. demi tuhan dia tahun. Dia tahu bahkan sampai makanan kesukaannya. Kenapa pria itu benar-benar membuatnya kesal?

“Aw! Ya! Tunggu dulu! Aku kan baru pembukaan.”

“Saya pantas mati  yang mulia.”

“Dia seorang dokter ahli bedah. Ngomong-ngomong karena dia pintar dan rajin dalam dua tahun dia sudah menjadi seorang dokter Muda. Dan sekarang katanya dia akan menjadi Dokter Madya, kau tahu kan pangkat dokter tertinggi kedua setelah Dokter Utama?”

Baekhyun menggeleng pelan, “Tidak aku tidak tahu.”

“Nah sekarang gelarnya sudah doktor kau tahu, dia baru menyelesaikan kuliah S2 nya Mei lalu. Dia jadi seorang dokter ahli Jantung. Wah benar-benar pintar temanmu itu bisa menyelesaikannya dalam dua tahun. Sekarang usianya baru-“

“Dua puluh empat.” Baekhyun menyela lalu tersenyum lebar. “Dia seusia dengan kita. Hey tapi kau tahu informasi itu dari mana?”

“Temanku kerja di sana, namanya Shin Ji Soo. Gadis itu memang masih jadi biang gossip ternyata ya.”

“Kalau begitu, mintakan nomor telfon Chaesa padanya.”

Chanyeol terdiam sejenak. Wajah ragunya jelas terlihat. “Bagaimana jika menelfon saja?”

Baekhyun menjentikkan jari lalu mengangguk setuju. Chanyeol menyalakan ponselnya mencari nomor Ji Soo. Tidak lama gadis itu menganggkat panggilannya.

“Ada apa?”

                “Galak sekali. Kau sedang jaga?”

“Iya. Kenapa? butuh informasi lagi tentang Shim Chaesa?”

                “Tentu, kau benar-benar tahu aku.”

“Aku peringatkan. Meskipun dia cantik. Dia mengerikan seperti lagu barumu. Monster. Dia suka sekali marah-marah. Tapi tidak sih pada pasien. Pokoknya kepribadiannya tidak bagus-bagus amatlah.”

                “Aku minta nomor ponselnya. Bisakan?”

“Itu pribadi aku tidak bisa menjaminnya.

“Bagaimana dengan aku memberimu gratis album EXO yang sekarang?”

“Aku bukan fans EXO ngomong-ngomong.”

                “Yah! Tidak bisa membahagiakan temanmu sedikit? Lalu apa yang kau inginkan? Aku tidak bisa memberi uang!”

“Aku belum mau sesuatu ngomong-ngomong. Nanti aku beritahu.”

                “Tapi aku butuh nomornya sekarang.”

“Oke-oke catat ini.”

                Chanyeol menyikut lengan Baekhyun membuat pria itu buru-buru menulis beberapa digit angka dalam ponselnya. Setelah itu Chanyeol sedikit berbincang-bincang entah apa itu Baekhyn tidak peduli. Dia hanya sedang menunggu panggilannya di jawab. Namun baru saja seseorang mengangkatnya, Manajer Lee mengetuk pintu dan menyuruh mereka berdua keluar. Gladi untuk penampilan di Inkigayo. Sial sekali.

“Ji Soo mengatakan padaku, katanya Chaesa cukup fenomenal di rumah sakit itu.” kata Chanyeol saat berjalan beriringan menuju panggung.

“Kenapa?”

“Katanya di berpacaran dengan anak pemilik saham terbesar rumah sakit itu. Tapi kebenarannya masih belum benar.”

Baekhyun terdiam sejenak. Tidak bukan itu. Chaesa memang akan atau sedang berpacaran. Tapi bukan dengan pria yang sedang Chanyeol ceritakan. Baekhyun jelas tahu itu.

“Siapa namanya?”

 

***

“Kim Kibum!!!!!”

“Apa apa? Putri kebanggaan kita ini kenapa menelfonku sambil marah-marah. Apa yang aku lakukan kali ini?”

                Dada Chaesa naik turun menahan emosi. Barang kali jika saat ini dia bertemu dengan Ki Bum, dia pasti sudah menarik rambutnya atau menggigit tangannya. Kenapa pria itu senang sekali menganggu waktu istirahatnya?

“Katakan pada siapa lagi sekarang kau berikan nomor ponselku?”

“Aku?”

“Iya! Kau! Jujur saja brengsek!”

“Ei, aku sudah tidak ingin memberikan nomormu pada siapun lagi setelah kau mencukur habis rambutku.”

                Diam-diam Chaesa terkekeh. Yah, dia memang pernah dulu. Satu tahun yang lalu. Waktu itu Ki Bum dengan tidak tahu diri memberikan nomor ponselnya ke beberapa teman lelakinya. Dan semua hidung belang. Well, Chaesa bukan tipe wanita yang kesulitan hanya untuk berkencan. Lagi pula pria itu tidak ada tampan-tampannya sama sekali. Bagaimana bisa Ki Bum menjodohkannya dengan pria macam itu.

Diam-diam saat istirahat setelah operasi yang melelahkan, Chaesa mencukur rambut Ki Bum tidak karuan. Dan setelah itu dia benar-benar mencukur botak menyisakan satu senti. Dan demi ubur-ubur kegantengannya turun 60% bahkan kekasihnya memutuskannya.

Ki Bum marah besar. Dia membalas dendam dengan membawakan sepuluh anak kucing ke dalam kamar Chaesa. Gadis itu bahkan sampai menjerit jerit hampir pingsan. Dan semua itu berakhir dengan minum soju bersama.

“Ada yang menelfonku. Tapi saat ku angkat dia keburu mematikannya. Aku pikir kau memberikan nomorku lagi.”

“Kenapa tidak kau kirim pesan saja?”

                “Sudah, dia tidak membalas. Ah aku akan berurusan lagi dengan orang aneh? Menyebalkan.”

“Ya sudah dulu ya! Kekasihku datang. Dia bener-bener menjadi pencemburu jika aku sudah berurusan denganmu. Nanti ku telfon lagi.”

                “Baiklah, katakan padanya aku bahkan tidak tertarik untuk menatapmu.”

Dan panggilan diakhiri. Chaesa kembali menghempaskan tubuhnya. Menatap langit-langit kamarnya yang di tempel bintang-bintang dan bulan yang akan menyala jika lampu mati. Pikirannya kembali melayang. Dia malas meladeni laki-laki berani seperti dulu lagi-teman Ki Bum- yang bahkan sampai menjemputnya dimanapun Chaesa saat itu. mengantarnya kemana-mana. Pemaksa. Dan terlalu perhatian. Dia pikir Chaesa suka di pelakukan seperti gadis biasa lainnya?

 

***

 

Sekarang sudah pukul sepuluh malam. Chaesa baru saja selesai mandi. Seoul sudah cukup panas sekarang ini. Gadis itu sedikit berkeliling. Changmin belum pulang. Sepertinya tugas kuliah semester akhir membuatnya tersiksa. Dia mengambil jurusan Kedokteran juga. Dia bilang ingin membantu ibu. Tidak hanya Chaesa saja yang bisa membantu ibu.

Ponsel Chaesa tiba-tiba berbunyi saat ia tengah meminum sebotol air. Well nomor asing ini lagi. Dilemparnya ponsel ke atas meja. Tidak ingin menanggapi apapun. Seharusnya jika memang orang itu mengenal Chaesa, setidaknya dia harus mengirim identitasnnya dari tadi agar ia mau menganggkat telfon.

Setelah lima kali panggilan, baru satu pesan datang, Kau punya hutang lima dare kan.

Tubuhnya seketika menegang. Hutang? Chaesa pikir dengan waktu berlalu dia melupakan segalanya, tapi tidak. Dia jelas ingat saat kelulusa SMA waktu itu. Saat daun berguguran. Sore hari. Satu jam sebelum matahari terbenam.

Ponselnya bordering lagi. sial. Mau tidak mau dia mengangkatnya.

“Oh Hai! Hanya dengan itu kau mau mengangkat telfonku?”

“Katakan saja Byun apa maumu?”

“Ei, kau masih sangat ingat jelas ya? Terima kasih aku terharu.”

                Chaesa mendelik. Sengaja menghembuskan nafas kencang-kencang agar Baekhyun tahu bahwa dia sedang malas bermain-main. “Sudah ku bilang. Katakan apa maumu?”

“Kau ini, tidak bisa kita berbasa-basi sejenak sudah berapa tahun? Enam tahun! Hey kau tidak merindukanku selama itu?”

                “Tidak.”

“Kau tetap jahat sekali.”

                “Terima kasih.”

“Baiklah, membosankan sekali. Aku ingin mengambil lima  janjimu. Mungkin kapan kapan kita harus bertemu.”

                “Tidak bisa, kau idol dan aku sibuk di meja operasi.  Aku tidak punya waktu untuk bermain hide and seek bersama fansmu ngomong-ngomong.”

Terdengar suara Baekhyun tertawa di sebrang sana. “Aku yang atur kau tenang saja. Bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu.”

“Aku mengantuk. Aku mau tidur.”

Setelah itu panggilan telfon di matikan. Tidak ada percakapan apapun. Hanya deru nafas Chaesa yang memburu sambil menggenggam erat botol air mineral. Kepalanya mendongak, tubuhnya terlonjak ketika melihat Changmin yang berdiri sambil menatapnya penasaran.

“Tadi itu-“ tanyanya ragu. Takut membuat jiwa monster dalam kakaknya bangun, “Baekhyun Hyung?

Chaesa tidak langsung menjawab. Dia hanya memasukkan botol ke dalam kulkas lalu menutupnya dengan sedikit membanting. “Ya.” Jawabnya singkat lalu kembali masuk ke dalam kamar.

 

****

ya ampun akhirnya beres juga. maafkan atas ketelatan update karena kemarin aku sakit maaf kan aku.

Oh iya, gimana part ini? ngebosenin? kecepetan? yah maafkan aku.

aku udah coba balas komentar kalian satu-satu tapi engga semua maafkanaku.

oh iya kemarin ada yang ingin id aku, oke boleh. gini aja, gimana kalo kalian yang tulis id kalian, nanti aku yang add? serius aku add kok engga bohong.

dan oh iyaaa aku punya akun wattpad boleh minta follownya?? aku juga berencana bakal posting disana. idnya babaleeee

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

101 responses to “The Misconceptions of Us Part 1 [Babalee]

  1. Itu masa lalu mereka masih misteri ya thor. Penasaran sama apa yang terjadi dulu. Fiuh, sebenernya aku telat baca soalnya part 2 udah kelar. Tpi aku tetap nyemangati thor-nim buat terus nulis yaw^^

  2. Oalahhh… setelah dua minggu tidak update, ternysta udah sampai chapter 2 aja nihh. Kebut-kebutan deh bacanya. Ini kocak banget, meskipun ada beberapa penggunaan kata yang kurang tepat. Over all, aku suka😀 . Aku lanjut ke chapter 2, yaa😀

  3. Authournim aku readers baru nih. Aku baru baru suka banget sama baekhyun, jadi iseng buka dan ketemu ff ini. Ugh ceritanya bener bener ringan tapi bagus banget. Bahasanya yg digunakan aku suka banget, rapi, simple dan tertata. Aku suka bingits

  4. G ada tulisan tbc jadi g nyadar lo uda kelar chapternya…
    Btw, ni cerita nya si baekhyun masi pacaran ma taeyeon apa uda putus??

  5. huwaaaa greget bacanya, jujur aja aku pembaca baru*deely bow awalnya aku baca ydke dan setelah aku telusuri penulisanya wawww hahahha berasa kaya nemu harta karun, cerita main cast baekhyun semua, jadi maaf kalo aku baru ngenalin diri, hohoho sumpah ini aku bacanya ngebut dimulai baca ydke jadi ijin langsung baca part berikutnya yah. semanagt^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s