fall in love

tumblr_nuxfnyOyyF1spt29lo1_500

author: luhluhluh

genre: romance, school life

cast: kim mingyu (seventeen) kim dahyun (twice)

 

terinspirasi dari lagunya raisa jatuh hati 

Ada ruang hatiku yang kau temukan
Sempat aku lupakan kini kau sentuh
Aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati

 

Terduduk sendiri dengan mata tertuju pada buku mengabaikan suara bising sekitar, mata indah itu terus membaca kata per kata. Terkadang mengerutkan dahi dan terkadang senyuman kecil terpatri diwajah cantiknya. Hampir satu jam dia terduduk manis disana tidak ada niatan untuk pergi sampai suara yang cukup membuat dia akhirnya terganggu dan memutuskan untuk menutup buku, matanya menatap segerombolan siswa yang berteriak heboh saat melihat seseorang berjalan dari arah gerbang.

“bukan kah dia tampan?”

Merasa ada seseorang yang berbicara dibelakangnya membuat Dahyun terhuyung kedepan karena kaget, sedangkan orang dibelakangnya hanya tersenyum menunjukkan giginya.

“siapa yang kau bilang tampan?”

Gadis cantik yang kini berada disamping kirinya hanya memutar bola mata, merasa sangat malas karena lagi dan lagi sahabat tercintanya tidak peka dengan keadaan sekitar. Mengabaikan pertanyaan yang menurut Tyuzu bodoh dan lebih memilih memandangi anugerah Tuhan yang ada didepan matanya. Dahyun yang merasa diabaikan memutuskan pergi percuma juga jika ia tetap disitu.

 

Melangkah dengan begitu pelan sambil menikmati alunan lagu yang ia putar, matanya lagi dan lagi tertuju pada novel tebal yang belum sempat ia tuntaskan. Meski matanya tertuju pada novel tapi tidak membuat gadis cantik ini terjatuh atau menabrak orang, lebih tepatnya belum sampai

BRAK

Suara dentuman yang cukup keras terdengar. Dahyun yang menjadi korban hanya menunduk dan mengusap pelan bokongnya yang dengan indah mencium lantai, sedangkan seseorang yang tadi menabraknya hanya tersenyum sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak teras gatal.

“yak! Sampai kapan kau tersenyum seperti orang bodoh! Apa kau tidak ada niatan untuk menolong orang yang kau tabrak?”

Dengan cepat lelaki berambut abu-abu itu menarik tangan Dahyun, tanpa sadar lelaki berambut abu-abu itu menarik Dahyun cukup kuat hingga membuat gadis itu kini berada didekapannya. Separuh wajah Dahyun terbenam di dada bidang  lelaki itu, telingganya dengan jelas mendengar detak jatung yang berdetak secara teratur. Entah kenapa detak jatung itu membuat senyuman mengembang diwajahnya.

“rasa ini, perasaan yang telah lama hilang kini aku dapat merasakannya kembali”

 

 

 

 

Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu
Terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia

 

 

Sudah hampir satu bulan sejak insiden terjatuh membawa cinta, cinta? Ya Dahyun mengakui kalau dirinya jatuh hati bukan jatuh cinta kepada lelaki berambut abu-abu yang membuat bokong sexynya harus mencium lantai sekolah. Berjalan seorang diri menyelusuri koridor sekolah yang sepi, matanya sesekali melihat kedalam kelas yang ia lewati.

“aah! Dia berada dikelas mana ya?”

Gadis cantik itu rela membolos hanya karena ingin mencari tahu dimana kelas lelaki berambut abu-abu yang telah mencuri hatinya, saat kaki mungilnya menginjak kelas 3-2 matanya membulat lucu. Bibir merahnya tersenyum secara otomatis saat matanya menemukan sosok yang ia cari selama ini. Kepalanya melihat papan kelas yang tergantung diatas pintu, senyuman yang menghiasi wajahnya kini lenyap entah kemana. Pancaran sinar harapan ingin mendekati lelaki berambut abu-abu itu hilang sudah, saat mengetahui kalau lelaki itu kelas 3 yang artinya sebentar lagi akan meninggalkan sekolah ini.

“kenapa harus kelas 3 sih!”

Meski bibirnya terus menggerutu tapi matanya tetap menatap lelaki berambut abu-abu yang sedang berdiri didepan yang sedang mempresentaskan sesuatu, samar-samar suara yang menurut Dahyun sexy itu terdengar sampai luar. Sebelah tangannya menutup mulutnya dan liquid bening turun membasahi pipi putihnya.

saat kalian mempunyai mimpi raihlah mimpi itu, jika kalian masih takut untuk meraih mimpi itu lebih baik kalian tidur dan teruslah bermimpi. Mimpi akan menjadi nyata jika kalian membuat mimpi itu”

Entah kenapa mendengar kalimat yang keluar dari mulut lelaki itu membuat Dahyun menangis, padahal selama ini ia menjadi gadis yang tidak cengeng. Tanpa diduga objek yang sedari tadi Dahyun perhatikan keluar kelas dan mengernyit heran saat melihat seorang gadis menangis didepan kelasnya. Kepala menengok kanan dan kiri mungkin saja gadis itu menangis karena baru diputuskan, tangan itu terulur untuk menyentuh bahu Dahyun.

“hei kau kenapa?”

Saat mendengar suara yang sangat ia rindukan tanpa sadar ia mendongak dan melihat wajah tampan itu berada dekat dengannya, merasa malu Dahyun menolehkan wajahnya dan menatap sekitar yang terpenting tidak menatap wajah tampan itu.

“hei apa kau menangis?”

Tangan itu terulur menyentuh pipi yang basah akibat air mata yang beberapa menit lalu turun, tersadar akan ada tangan yang menyetuh pipinya, Dahyun menolehkan kepalanya dan diam terpaku saat manik mata hitam itu melihat kearahnya. Mereka berdua sama-sama terdiam untuk beberapa saat. Sampai gadis cantik itu memundurkan langkahnya dan lelaki berambut abu-abu itu menarik kembali tangannya.

“o-oh ma-maaf”

Dahyun hanya tersenyum saat seseorang didepannya berkata maaf, tangan yang tadi berada didepannya kini terulur berniat untuk mengenal gadis cantik yang berada didepannya.

“mingyu, Kim Mingyu”

Untuk ketiga kalinya Dahyun bisa merasakan lembutnya tangan itu, tanpa sadar dirinya tersenyum saat mereka saling berkenalan.

 

Jemari lentik itu menari-nari diatas keyboard matanya tidak terlepas dari layar laptop yang berada didepannya, hanya suara jari yang bersentuhan dengan keyboard hitam itu yang menghiasi perpustakaan yang sepi. Mata yang terlalu fokus itu tidak sadar saat seseorang lelaki yang akhir-akhir ini dekat dengannya memandang dengan senyuman hingga menunjukkan gigi taringnya, sambil tangannya ia masukkan kedalam kantung celana dengan perlahan Mingyu membawa kaki panjangnya menuju meja yang berada didekat jendela.

Berhenti dan berdiam diri untuk melihat sejenak seseorang yang sedang memejamkan matanya saat matahari menerpa wajahnya, tanpa sadar senyuman yang sedari tadi terpatri diwajah tampannya kini mengembang lebih lebar lagi. Berjalan dengan perlahan dan duduk tepat didepan Dahyun. Menopang wajahnya menggunakan tangannya dan terus memperhatikan seseorang didepannya.

“mau sampai kapan kau memandangiku seperti itu hmm?”

Membuka matanya dan menatap datar seseorang yang kini tertawa pelan dan melemparkan coklat kearahnya.

“sedang apa kau?”

“menulis”

Mingyu hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan matanya berahli membaca salah satu novel yang berada dimeja itu. Sesekali mata tajamnya memandang Dahyun yang sedang memakan coklat pemberiannya.

“kenapa kau mau menulis novel?”

Kunyahan Dahyun terhenti saat mendengar pertanyaan itu. Matanya ia alihnya untuk menatap Mingyu dan tersenyum simpul, gadis itu tidak berniatan untuk menjawab pertanyaan Mingyu ia berniat untuk pergi dari sini sebelum ia menjadi gila karena tatapan lelaki itu. Saat ingin melangkah menjauh tangan Mingyu lebih dahulu mencekalnya.

“kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?”

“dulu seseorang pernah bilang jika ingin meraih mimpi maka kita harus bertindak kan! Dan yah! Aku sedang melakukan mimpiku.”

 

Kuharap kau tahu bahwa ku terinspirasi hatimu
Ku tak harus memilikimu, tapi bolehkah ku selalu di dekatmu?

 

Terduduk sendiri ditaman belakang sekolah, salah satu tempat favoritnya di sekolah. Taman yang penuh dengan bunga berwarna-warni dan beberapa pohon besar membuat taman ini sejuk karena udaranya yang bersih. Menyandarkan tubuh mungilnya pada pohon dibelakangnya dan mata yang terpejam. Saat dirinya berusaha untuk tertidur telingga mendengar suara yang sangat ia kenali, merasa sangat penasaran Dahyun mencoba melihat siapa yang berada dibalik pohon besar ini.

Saat matanya melihat seseorang yang berada didepannya, tubuhnya terasa kaku serasa ada lem yang membuat tubuhnya tidak bisa bergerak. Matanya terus melihat lelaki yang sedang memojokkan gadis pada batang pohon, gadis itu terlihat malu saat Mingyu menatapnya sangat dekat. Merasa tidak kuat melihat adegan didepannya Dahyun memutuskan untuk pergi meninggalkan taman itu. Rasa kantuk yang tadi ia rasanya leyap begitu saja.

“Mi-Mingyu apa aku tidak pantas untuk berada didekatmu?”

 

Lelaki berambut abu-abu itu berjalan menyelusuri koridor sekolah, tatapan kagum terus tertuju padanya. Langkah kakinya ia bawah menuju taman belakang sekolah. Tempat yang jarang sekali ia kunjungi dan untuk kali pertama sebelum ia lulus ia harus menginjakkan kakinya ketaman ini, kalau saja tidak karena surat ancaman bodoh dari Irene dirinya tidak bakal sudi melayani gadis itu.

Saat kedua kakinya sudah menginjak rumput taman, tanpa sadar matanya menatap kagum dengan taman yang berada didepannya. Matanya menutup sejenak saat ada hembusan angin yang menerpa wajah tampannya.

“aku baru tau ternyata sekolah ini mempunyai taman seperti ini”

Kakinya ia bawah lagi untuk lebih masuk kedalam taman, matanya terus menatap bunga-bunga yang tertata rapi dan satu objek yang membuat dirinya lebih mengembangkan senyuman. Matanya menangkap seorang gadis yang sedang tertidur dibawah salah satu pohon, langkah kakinya ia bawah menuju gadis itu tapi sebelum ia melangkah jauh lengan kanannya sudah dipegang oleh seseorang.

“kau kesini untuk menemui ku Kim Mingyu, bukan menemui gadis culun itu”

Mendengar suara yang sangat ia benci, lelaki tampan ini hanya memutar bola matanya malas. Tarikkan dilengannya membuat dirinya mau tidak mau untuk berjalan mengikuti Irene. Disinilah mereka disebuah pohon yang tidak jauh dari tempat dimana Dahyun tidur.

“apa mau mu?”

“mau ku?”

Irene menunjukkan senyum terbaiknya, tangannya ia bawah menuju leher Mingyu dan betapa senangnya lelaki tampan didepannya hanya diam saja atas semua perlakuannya. Perlahan tubuh gadis itu ia dekatkan ke tubuh kekar Mingyu, saat merasa tubuhnya sudah dekat dengan cepat Mingyu menghindar dan mendorong cukup kuat punggung kecil Irene hingga membentur pohon dibelakangnya.

“biar aku saja yang melakukan sayang”

Mingyu terus mengikis jarang dengan Irene saat matanya tanpa sadar melihat Dahyun yang sedang melihat dirinya, senyuman kecil muncul dari bibir tipisnya sedikit main-main mungkin menyenangkan pikir Mingyu.

“sampai kapan pun aku tidak akan sudi memberikan ciuman atau menjadi kekasihmu jalang!”

Mingyu mendorong tubuh Irene hingga gadis itu terjatuh. Melangkah pergi begitu saja tanpa menghiraukan sumpah serapah dari Irene, raut wajah yang tadinya mengeras kini tersenyum kembali saat melihat Dahyun tengah berlari keluar dari taman.

“pasti kau sedang menangis”

 

Katanya cinta, memang banyak bentuknya
Ku tahu pasti sungguh aku jatuh hati

 

Matanya menatap ramen dengan tidak selera, tangannya terus mengaduk mie itu tanpa ada niatan untuk memasukan benda lunak itu kedalam mulutnya. Hatinya sungguh hancur saat melihat seseorang yang berhasil mengembalikan rasa percaya untuk jatuh cinta telah memiliki kekasih, gadis itu semakin menunduk saat potongan kejadian tadi terus berputar seperti kaset rusak didepannya.

“apa yang kau lakukan!?”

Dahyun muak mendengar suara ini, mendengar suara yang begitu ia kenal membuat dadanya terasa sangat sakit. Kepalanya ia bawah terus menunduk hingga sepasang tangan mencegah, tangan itu mendongakkan kepala Dahyun dan membawa manik matanya menatap dirinya. Seulas senyuman yang Dahyun lihat tapi wajah datar yang dilihat oleh Mingyu.

“jika kau tidak memakan ramen itu maka aku akan memakannya”

Mengambil ramen dan sumpit yang berada didepannya dan dengan lahap lelaki tampan itu memakan ramen Dahyun, sedangkan gadis yang berada didepannya menatapnya semakin datar.

“Dahyun apa yang kau tau tentang cinta?”

Mendengar tertanyaan itu membuat Dahyun membulatkan matanya, dirinya sungguh tidak percaya dengan pertanyaan yang terlontar dari bibir Mingyu. Lidahnya terasa keluh saat ingin menjawab pertanyaan yang sangat mudah, tanpa sadar liquid bening telah menggenang dipelupuk matanya.

“cinta? Kau akan merasa dadamu berdetak saat berada didekat orang yang kau sukai”

Mingyu memegang dadanya dan mencoba merasakan.

“saat kau tidak melihat dia satu hari saja kau akan merasa kehilangan”

Mingyu memiringkan kepalanya mencoba mengingat kejadian yang dia alami saat tidak menembukan gadis itu didekatnya.

“saat kau bertemu dengannya kau akan cuek tapi setelah dia pergi kau akan mencarinya”

Mingyu menundukkan kepalanya mencoba menahan tawa, entah apa yang dia pikirkan saat ini.

“kau ingin terus berada didekatnya”

Mingyu kembali mengangkat kepalanya dan menatap Dahyun.

“saat kau melihat dia sedang bersama orang lain, separuh jiwamu akan hilang”

Mingyu mengusap liquid bening yang turun dari mata indah Dahyun, mencondongkan tubuhnya dan mengecup sekilas dahi gadis yang berada didepannya.

“dan aku merasa sangat sakit saat melihat kau menangis. Apa itu termasuk cinta?”

“a-aku tidak tau”

“kau tau! Karena kau telah jatuh cinta bu-bukan jatuh cinta tapi lebih tepatnya jatuh hati kepada ku”

 

Terkadang cinta membuat seseorang bingung dengan siapa dia akan jatuh cinta tapi, saat cinta itu sudah menemukan seseorang yang pas dia akan sulit untuk berpaling. Dahyun hanya tersenyum saat melihat seseorang yang ia cintai selama ini kini menjadi miliknya, memikirkan kelakuan bodohnya dulu yang tidak berani mengungkapkannya membuat dia, beruntung karena dari ketidak beraniannya akhirnya seseorang yang ia cintai melihat dirinya. Beruntung karena Mingyu tau isi hatinya, beruntung karena Mingyu mau menjadikan dirinya menjadi miliknya.

Bunga cantik terus saja ia pegang, Dahyun tidak mau menaruh bunga itu kemana pun dia pergi bunga itu harus bersamanya hingga seseorang yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul. Menggunakan pakaian serba hitam dengan topi yang berhias pita kuning. Lelaki yang ia cintai akhirnya sudah menyelesaikan sekolahnya, meninggalkan dirinya yang harus menunggu satu tahun hingga ia bisa satu universitas dengan Mingyu.

Lelaki tampan itu berjalan mendekat kearah gadis yang berbalut dress putih selutut, rambut yang biasanya ia kuncir kini tergerai indah. Menambah kesan cantik yang terpancar alami dari dalam dirinya. Merengkuh tubuh mungil itu dan memeluk gadis yang selama ini diam mengikuti kemana pun dirinya pergi.

“selamat ya  Mingyu akhirnya kau lulus”

“terima kasih sayang”

Bunga yang sedari tadi ia bawah, ia berikan kepada Mingyu dan itu merupakan kado terindah yang pernah didapat oleh lelaki bersuari abu-abu.

 

-end-

 

 

akhirnya setelah hiatus hampir 6 bulan gue balik lagi. gue gak bawah sehun lagi sekarang ganti mingyu hihihi. semoga kalian suka ya. maaf kalau typo bertebaran. ditunggu kritik dan sarannya. makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s