[Freelance] Love Inseparable (Chapter 13)

love-inseparable1

Title/Judul : Love Inseparable (Chapter 13)

 

Author : _Rain_Baek999

 

Cast:

-Choi Na Young

-Oh Sehun

-Kang Na Mi/Choi Na Mi  (Eomma Nayoung)

-Choi Young guk (Appa Na Young)

 

Other Cast:

-Park Chanyeol

-Byun Baekhyun

-Park Jiyeon

-Kim Luna

-Oh Jaenna (Nuna Sehun)

 

Genre: Romance, Comedy (?) School life, Family Life, Angst, & Sad Maybe.

 

Length : Multichapter

 

 

Rating : 16!

Cover By : Airyn Choi

 

Disclaimer : Ini asli dari pikiran dan imajinasi saya sendiri. Diharapkan untuk tidak mengcopy paste karya saya tanpa ijin!!! Jika ada kesamaan latar, tempat, tanggal dan waktu, itu sama sekali tidak disengaja.

 

Note

 

Annyeong^^ ini Chapter 13 Love Inseparable. Di Chapter sebelumnya itu Chapter 12 kok. Mungkin Adminnya salah lihat dan nulisnya 13. Tapi gpp, Chapter di sini bukanlah masalah besar. J semoga suka sama Chap kali ini. Happy Reading^^…

 

 

 

 

 

Sebelumnya_

 

 

Drrtt.. Drrtt..

 

 

Aku mengalihkan tatapanku pada benda tipis yang saat ini berbunyi. Lalu kugerakkan tanganku untuk mengambil benda tipis tersebut. Aku melihat ada 1 pesan masuk dan pesan itu dari..

 

“Nayoung!”

 

 

Chapter_13

 

 

Sehun_END

 

 

Author_POV

 

 

Sehun menatap layar handphonenya tersebut. Sedikit rasa rindu terlihat dari sorot mata indahnya. Sudah 3 hari semenjak kejadian malam itu ia tidak melihat ataupun mendengar kabar dari Gadis tersebut. Kecuali dari kedua sahabatnya tersebut yang menceritakan berita tentang Nayoung yang tidak mengenakan bagi dirinya. Saat ini dan detik ini Gadis yang ia rindukan telah mengirimkannya sebuah pesan singkat untuknya.

 

Lama Sehun memandang handphone tersebut. Ia ragu apakah ia harus membuka pesan tersebut atau tidak. Ada sedikit rasa penasaran yang membuat setengah dari dirinya ingin membuka pesan tersebut. Tapi setengah dari dirinya yang lain menyuruhnya untuk tidak membukanya. Karena setengah dari dirinya merasakan firasat buruk yang akan terjadi jika ia membuka pesan itu nantinya.

 

Lama ia berdebat dengan dirinya sampai akhirnya ia meyakinkan dirinya untuk membuka pesan tersebut.

 

 

From : Nayoung

 

 

To : Sehun

 

 

Hay, apa kabar? Apa kau baik-baik saja? Maaf, karena aku baru bisa mengirimimu pesan hari ini.

Sehun, apa kau punya waktu hari ini? Jika kau ada waktu, bisakah kita bertemu? Aku ingin bertemu denganmu dan jalan-jalan sore menghabiskan waktu sore ini denganmu. Anggap saja ini ajakan sebuah kencan dariku. Jika kau punya waktu dan bersedia temui aku di Taman Komplek dekat rumahku seperti biasa. Aku menunggumu.

 

Choi Na Young ~

 

 

Setelah membaca pesan dari Nayoung, Sehun tidak perlu mengulur waktu lebih lama lagi. Langsung saja ia beranjak dari tempat tidurnya untuk bergegas dan bersiap-siap untuk pergi menemui Nayoung. Ia tidak lagi berniat untuk membalas pesan singkat Gadis tersebut. Saat ini dalam pikirannya ia harus secepatnya menemui Nayoung. Karena ia yakin saat ini Nayoung sudah berada di Taman Komplek dan Nayoung sedang menunggunya saat ini.

 

Langsung saja Sehun mengambil Kardigan dan sepatunya secepat kilat. Ia tidak peduli dengan penampilannya ataupun tentang keadaannya yang masih belum pulih. Yang hanya ia inginkan saat ini bertemu dengan Nayoung secepat yang ia bisa.

 

Sehun membuka pintu kamarnya cepat dan menutup pintu kamarnya dengan bantingan yang cukup keras yang membuat anggota keluarganya yang berada di lantai bawah terkejut mendengar suara debaman pintu tersebut. Setelah menutup pintu dengan bantingan, Sehun menuruni anak tangga melewati Eomma, Jaenna dan Appanya begitu saja tanpa pamit.

 

“Sayang kau mau kemana?” Bukannya menjawab pertanyaan Eommanya Sehun malah melontarkan perkataan yang lain kepada semua anggota keluarganya agar tidak khawatir kepada dirinya.

 

“Jangan khawatirkan aku, aku akan segera kembali.” Setelah mengatakan itu Pria tersebut menghilang dari balik pintu rumahnya.

 

“Apa-apaan anak itu?!” Ucap Jaenna tak percaya atas tingkah dan perkataan Sehun. Sedangkan kedua orang tuanya hanya bisa mengedikan bahu satu sama lain. Mereka hanya bisa diam dan berdoa semoga tidak akan ada hal buruk (lagi) yang terjadi kepada Sehun. Ya, semoga saja.

 

Sehun berlari kecil agar bisa dengan cepat bertemu dengan Nayoung. Saat di perempatan jalan di dekat rumahnya, ia berpapasan dengan kedua sahabatnya. Baekhyun dan Chanyeol.

 

“Hey Sehun-ah kau mau ke mana?” Tanya Baekhyun yang melihat Sehun yang melewati mereka berdua. Sama seperti tadi, bukannya menjawab Sehun malah melewati kedua sahabatnya tersebut dengan meninggalkan pertanyaan besar di benak kedua sahabatnya tersebut.

 

“Apa-apaan anak itu?! Sama seperti Jaenna, Baekhyun pun mengucapkan perkataan yang sama seperti Nunna Sehun katakan. Dengan perasaan kesal atas perlakuan Sehun kepada dirinya, Baekhyun tak segan-segan mencibir dan mengumpat kesal terhadap salah satu sahabatnya tersebut. Setelah mengeluarkan serentetan sumpah serapah, Baekhyun terdiam dan hanya bisa menatap punggung sahabatnya tersebut sampai punggung tersebut menghilang dari pandangannya dan juga Chanyeol.

 

 

Hening. Baekhyun dan Chanyeol terdiam. Mereka tidak melakukan apapun di tempat mereka berdiri saat ini. Detik berikutnya Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan. Mereka bertatapan dengan cukup lama, seakan keduanya berkomunikasi melalui telepati mereka satu sama lain.

 

 

“Sekarang kita ke mana?” Tanya Baekhyun dan di jawab kedikan kedua bahu Chanyeol.

 

Lama mereka berpandangan sampai akhirnya, terukir sebuah senyuman di bibir keduanya.

 

“Siapa yang terakhir sampai di Kedai Es Cream dia harus traktir yang menang. Deal?” Ucap Baekhyun sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Chanyeol.

 

“Deal.” Terlihat seringaian di sudut bibir Chanyeol saat berjabat tangan pada sahabatnya tersebut.

 

“Kalau begitu dalam hitungan ketiga kita harus lari oke! Hana, Dul.. Yak! Chanyeol! Kau curang!” Baekhyun mengumpat kesal kepada Chanyeol yang telah duluan berlari sebelum hitungan ketiga. Baekhyun berlari dengan susah payah. Sedangkan Chanyeol sudah memimpin jauh dan siap-siap untuk membuat Baekhyun gigit jari atas kekalahannya.

 

“Yak! Chanyeol! Tunggu aku!”

 

 

###

 

 

Terlihat seorang Gadis tengah duduk manis di sebuah taman. Gadis tersebut menundukkan wajahnya dan menerawang jauh dengan pikiran-pikiran yang terus datang silih berganti yang memenuhi pikirannya sejak tadi.

 

 

Trap trap trap

 

 

Sebuah derap langkah kaki terdengar dari kejauhan oleh indra pendengarannya. Tapi Gadis tersebut tidak mengalihkan tatapannya ke arah sumber suara tersebut. Walaupun indra pendengarannya menangkap suara langkah kaki seseorang, tapi pikirannya tetap berkecamuk pada sesuatu yang mengharuskan dirinya berpikir lebih keras untuk itu.

 

Yeoja itu adalah Nayoung. Nayoung terus-terusan memandang rumput yang saat ini ia pijak. Entah apa yang di pikirkan oleh Gadis itu saat ini, sampai akhirnya langkah orang tersebut berhenti tepat di hadapannya. Nayoung mengalihkan pandangannya kepada sepatu orang tersebut. Lalu naik dengan perlahan sampai kedua bola mata indahnya tersebut menangkap sosok pria yang ia kenal yang selalu mengisi relung hatinya.

 

 

Degh!

 

 

Mata mereka bertemu. Sepersekian detik waktu seakan berhenti saat mata indah Nayoung bertatapan dengan mata hitam Pria tersebut. Seakan ada aliran listrik saat keduanya bertatapan dengan intens saat itu.

 

“Sehun..” Hanya itu yang dapat Nayoung deskripsikan saat penglihatannya menangkap sosok Pria tersebut. Ya, Priq yang ada di hadapannya saat ini adalah Sehun. Oh Sehun. Pria yang selama ini selalu menghantui pikiran dan juga hatinya.

 

Nayoung bangkit berdiri dari duduknya dan menatap Sehun dengan pandangan yang susah untuk di jelaskan. Nayoung menelusuri wajah Pria tersebut sampai penglihatannya menangkap sesuatu yang membuat dadanya sesak. Ia dapat melihat dengan jelas wajah pria tersebut. Terlihat di wajah pria tersebut ada beberapa luka lebam di sekitar pipi dan sudut bibirnya. Nayoung yang melihat itu hanya bisa tersenyum getir. Ia tahu luka-luka itu tercetak karena malam itu dan semua itu salahnya. Ya, semua yang terjadi terhadap keadaan Sehun saat ini adalah karena dirinya. Tidak ingin larut dalam rasa bersalah terus menerus, Nayoung akhirnya mengalihkan tatapannya kepada Sehun yang saat ini sedang menetralkan deru nafasnya.

 

Sesaat Sehun mengatur deru nafasnya agar kembali normal. Lalu Pria tersebut melangkahkan kedua kakinya mendekat ke arah Gadis tersebut untuk memperjelas penglihatannya. Sehun terus menatap mata indah Nayoung tanpa henti. Sama halnya dengan Sehun, Nayoung pun melakukan hal yang sama seperti halnya yang dilakukan Sehun kepadanya. Sehun memperkecil jarak keduanya dan berhenti tepat di hadapan Gadis tersebut.

 

Nayoung terus-terusan menatap mata hitam milik Sehun yang semakin dekat ke arahnya. Pandangannya terkunci oleh mata hitam pekat milik Sehun. Ia akui saat ini ia terhipnotis oleh mata coklat tersebut. Dan ia begitu rindu dengan tatapan mata itu.

 

Sehun menghentikan langkah kakinya saat keduanya berjarak kurang dari 1 meter. Mereka terus saling bertatapan seakan keduanya tak rela jika tatapan itu terputus begitu saja. Lama mereka bertatapan sampai akhirnya di detik berikutnya kedua sudut bibir mereka terangkat. Keduanya tersenyum.

 

 

 

 

 

 

Saat ini Sehun dan Nayoung sedang berjalan di Taman Komplek tersebut. Keduanya berjalan dengan tangan yang saling bertautan dan tersenyum satu sama lain. Terlihat dari wajah keduanya terpancarkan wajah bahagia saat ini. Sehun terus-terusan menatap wajah indah yeojachingunya itu tanpa kedip, sedangkan Nayoung yang ditatap seperti itu hanya bisa menunduk malu menyembunyikan wajah meronanya.

 

“Jangan menatapku seperti itu. Kau membuatku malu.” Ucap Nayoung jujur, sambil mengalihkan tatapannya dari Sehun dan menatap sekeliling secara random. Sedangkan Sehun yang mendengar perkataan yeojachingunya tersebut hanya tersenyum, memberikan senyuman yang terbaiknya pada kekasihnya itu

 

 

Chup!

 

 

Mata Nayoung melebar saat tiba-tiba saja Sehun mengecup pipinya cepat. Sudah dipastikan saat ini pipi Gadis tersebut sudah berubah menjadi tomat.

 

“Yak Oh Sehun! Apa yang kau lakukan?” Ucap Nayoung sambil memukul lengan Sehun melampiaskan rasa malunya itu.

 

“Aww! Appo! Aku hanya menciummu memangnya kenapa? Apa itu salah?” Ucap Sehun membela dirinya dan terus berusaha menangkis dan menahan pukulan-pukulan yang diberikan oleh yeojachingunya tersebut.

 

“Tentu saja itu salah. Jika ada orang yang lihat bagaimana?” Ucap Nayoung merajuk lalu menghentikan pukulannya ke arah Sehun sambil berkacak pinggang.

 

“Biarkan saja, lagi pula kaukan yeojachinguku.” Ucap Sehun tidak peduli lalu memasukkan kedua lengannya dikantung celana.

 

“Aist! Terserah kau saja.” Setelah mengatakan itu Nayoung berjalan lebih dulu meninggalkan namjachingunya yang masih berdiam diri di tempatnya.

 

“Apa-apaan Gadis itu?” Ucap Sehun tidak habis pikir. Setelah cukup lama berdiam diri, Sehun menyusul yeojachingunya tersebut sebelum Gadis tersebut hilang dari pandangannya.

 

 

 

 

Saat ini keduanya sedang berada di pemberhentian Bus. Keduanya sama-sama terdiam, tidak ingin membuka pembicaraan di antara mereka. Hening. Ya, keadaannya sangat hening. Walaupun di sekitar mereka banyak para warga yang berlalu lalang dan menunggu bus yang akan datang, tapi tetap saja bagi mereka keadaan seperti ini cukup hening untuk keduanya.

 

“Kita akan ke mana? “Tanya Sehun yang akhirnya menanyakan ke mana mereka pergi. Sebenarnya dari tadi Pria tersebut ingin menanyakan tujuan mereka sebenarnya, tapi ia mengurungkan diri untuk bertanya karena ia merasa Gadis yang ada di sampingnya saat ini hanya diam dan menatap jalanan dengan pandangan yang sulit untuk dijelaskan.

 

“Lotte World.” Ucap Nayoung enteng dan setelah beberapa detik terdiam dalam pikirannya sendiri. Saat ini terlihat dari wajahnya bahwa Nayoung saat ini sangat senang dan tidak sabar akan hal itu. Nayoung sangat senang dengan Lotte World. Semasa kecilnya dulu, ia dan kedua orang tuanya sering pergi ke sana dan menghabiskan waktu liburan mereka dengan wajah senang dan gembira. Tetapi itu dulu, dan sekarang semuanya jauh berbeda. Semua hanya tinggal kenangan. Walaupun begitu dia tetap senang. Tetapi dibalik wajah bahagianya saat ini ada perasaan yang mendalam baginya yang susah untuk dijelaskan oleh kata-kata.

 

Berbeda dengan Nayoung, Sehun malah menunjukkan wajah tak sukanya. Karena ia merasa Lotte World adalah tempat di mana semua anak-anak berkumpul untuk melalukan hal yang bodoh di sana. Ya, itulah pemikiran Sehun tentang Lotte World. Walaupun Sehun tidak menyukainya, tetapi Pria tersebut tidak mengeluarkan protes sedikit pun. Karena jika ia mengeluarkan protes tentang itu sudah dipastikan Nayoung akan marah dan merengut seharian. Sehun tidak ingin membuat wajah cantik yang saat ini sedang sangat bahagia itu lalu berubah menjadi singa yang lapar. Membayangkannya saja tidak ingin apa lagi sampai terjadi. Sungguh mengerikan.

 

Nayoung yang tidak mendengar suara atau protes dari Pria tersebut hanya diam. Nayoung tahu Sehun tidak menyukai Lotte World, dia mengetahui itu dari Chanyeol dan Baekhyun saat mereka dikelas X (10). Walaupun Nayoung tahu Sehun tidak menyukai Lotte World, tapi ia tetap ingin pergi ke sana bersama Sehun. Mungkin dengan ia mengajak Sehun ke Lotte World, Sehun akan merubah semua pemikirannya bahwa Lotte World tidak seburuk itu. Dan Lotte World adalah tempat yang mengasyikkan. Dan Nayoung ingin membuat Sehun mengingat Lotte World sebagai tempat yang paling indah baginya, karena di tempat itu adalah tempat terakhir Nayoung dan Sehun bersama.

 

Mengingat itu Nayoung tersenyum getir. Ya, hari ini adalah hari terakhir ia bersama Sehun dan hari ini Nayoung akan mengakhiri hubungannya bersama Sehun. Mengingat itu membuat hatinya sakit. Ia tak sanggup mengakhiri hubungannya dengan Sehun. Tapi ia sudah berjanji akan hal itu dan ia harus menyelesaikan itu semua.

 

 

Flaskback

 

 

Young Guk menaiki tangga yang menghubungkan lantai atas yang menuju ke kamar putrinya. Ia mengambil kunci kamar putrinya di saku celananya lalu memasukkan kunci itu ke arah pintu kamar tersebut.

 

 

Klek

 

 

Setelah berhasil membuka kunci kamar tersebut, Young Guk meraih Knop pintu tersebut dan membukanya. Matanya menangkap pemandangan yang cukup membuatnya tidak dapat bernafas beberapa saat. Ia dapat melihat ruangan tersebut hancur berantakan. Tak ada satu pun yang tersisa di sana. Semuanya hancur tak tersisa.

 

Young Guk melangkahkan kakinya dan melihat ke sekelilingnya untuk menemukan satu objek yang ia cari. Matanya menemukan objek yang ia cari. Young Guk melangkahkan tungkainya lebih dekat ke arah objek tersebut dan menatap objek tersebut dalam.

 

Objek itu adalah putrinya. Ya, putrinya yaitu Nayoung. Ia bisa melihat putrinya yang terduduk dilantai sambil menyenderkan kepalanya pada kasurnya itu dan menyembunyikan wajahnya di kasur tersebut. Dia bisa melihat putrinya saat ini sangatlah hancur dan menyedihkan.

 

“Untuk apa kau kesini?” Tiba-tiba saja Nayoung mengucapkan kata sinis kepada Appanya. Beberapa saat Young Guk terkesiap mendengar ucapan putrinya itu kepada dirinya. Kenapa tidak? Terdengar dari nada bicaranya bahwa ia sangat benci kepada dirinya.

 

“Aku bilang MENGAPA KAU KESINI?!” Ucap Nayoung penuh emosi. Ia menatap Appanya dengan sorot mata penuh kebencian dan tersiksa.

 

“Tidak puaskah kau membuatku menderita?! Tidak puaskah kau membuatku hancur! Hhuuhh!” Ucap Nayoung menggebu-gebu penuh dengan sakit hati dan kebencian.

 

“MENGAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU APPA!” Ucap Nayoung berteriak dengan semua amarah yang selama ini ia simpan. Sudah cukup selama ini ia berdiam diri dan menurut kepada Appanya. Sudah cukup ia menyimpan rasa sakit yang ada dihatinya. Sudah cukup penderitaannya selama ini, ia tak ingin merasakan sakit seperti ini lagi.

 

Young Guk yang mendengar semua keluh kesah putrinya itu hanya bisa diam. Ia tidak bisa berkata-kata lagi. Young Guk tahu bahwa dirinya sudah sangat egois. Ia tahu semua itu, tapi apa boleh buat nasi telah menjadi bubur. Ia harus menyelesaikan semua ini dengan cepat. Ya, cepat atau lambat ia akan tetap melakukannya bagaimanapun caranya.

 

“Dua minggu lagi kita akan pergi ke Jeju untuk membahas perjodohanmu dan melaksanakan tunanganmu di sana.” Ucap Young Guk tenang dan tanpa emosi sama sekali di wajahnya. Nayoung yang mendengar ucapan Appanya itu tidak percaya. Apakah Appanya sudah gila dengan tetap ingin menjodohkannya, walaupun ia menyukai Sehun dan tidak menyukai orang tersebut? Oh Shit! Nayoung rasa Appanya memang sudah gila.

 

“Aku tidak mau! Aku tidak akan pernah mau bertunangan dengan orang yang tidak aku cintai! Aku tidak mau! Aku tidak akan pergi! Lebih baik aku mati dari pada aku harus bertunangan dengan orang yang tidak aku cintai!” Ucap Nayoung menggebu-gebu dengan suara tingginya. Ia sudah sangat muak dengan semua permainan Appanya. Kali ini dia tidak akan ingin kalah dengan Appanya.

 

“Aku tidak peduli. Yang jelas kau akan tetap datang ke sana dan melaksanakan tunangan dengan Kim Jun Myeon.”

 

Degh!

 

Sepersekian detik waktu seakan berhenti saat Appanya mengucapkan nama Priw tersebut.

 

“Jun Myeon pasti akan sangat sedih jika dia tahu kau menolak perjodohan ini.” Saat ini Nayoung tidak bisa menjernihkan pikirannya sama sekali. Jika ia boleh memilih, ia ingin dirinya lenyap menjadi buih tanpa tersisa sedikit pun.

 

“Apa kau tidak merindukannya?” Tanya Appanya lagi yang membuat pikiran Nayoung tambah tak fokus.

 

“Apa kau lupa tentang janjimu kepada Jun Myeon? Pasti Jun Myeon akan sangat sedih sekali jika ka-“

 

“CUKUP!” Ucap Nayoung berteriak sambil memegang kedua telinganya dengan sangat erat.

 

“AKU BILANG CUKUP!” Ucap Nayoung lagi sambil terisak.

 

“Appa hanya ingin memberitahumu tentang ini. Kau mempunyai waktu seminggu lebih untuk menjernihkan pikiranmu dan mengakhiri hubunganmu bersama Sehun.”

 

 

Degh!

 

 

Lagi-lagi Nayoung harus mendengar sesuatu yang pahit, yang membuatnya hancur berkeping-keping. Mengakhiri hubungannya bersama Sehun? Oh yang benar saja, ia tidak pernah berpikir sedikit pun untuk mengakhiri hubungannya bersama Sehun. Tidak, tidak pernah sama sekali.

 

Young Guk memperhatikan putrinya yang saat ini terdiam dengan pandangan kosong. Karena tidak ada jawaban dari putrinya itu akhirnya ia mengeluarkan kata-katanya lagi.

 

&Kuharap kau bisa berpikir dengan jernih. Appa melakukan ini karena Appa ingin yang terbaik untukmu.  Appa harap kau mengerti tentang itu.& Setelah mengatakan itu Young Guk mendekat ke arah putrinya dengan mengecup kening putrinya tersebut.

 

“Appa berharap banyak kepadamu.” Setelah mengatakan itu Young Guk keluar dari kamar putrinya tersebut dan tidak lupa juga menutup pintu tersebut.

 

 

Klek!

 

 

Nayoung masih terdiam di tempatnya, ia tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya itu, pandangannya kosong dan tidak ada tanda-tanda kehidupan dari sorot matanya. Tiba-tiba saja Krystal bening keluar dari matanya. Nayoung menangis, detik demi detik tangisannya mulai kencang. Nayoung terisak dalam tangisnya sambil memukul dadanya.

 

“Ap-a yang harus kulakukan? Hiks.” Ucap Nayoung sambil sesenggukan.

 

“Mengapa semua ini terjadi kepadaku? Mengapa?” Ucap Nayoung lagi. Dia tidak tahu mengapa hidupnya bisa seperti ini. Hidupnya sangat hancur.

 

“Mengapa Appa melakukan ini?” Ucap Nayoung lagi.

 

 

“Sehun-ah, hiks, apa yang harus aku lakukan?” Ucap Nayoung lirih. Ia tidak tahu apa yang harus Gadis itu lakukan. Pilihannya saat ini begitu sulit baginya. Dia tidak tahu harus memilih yang mana. Nayoung terus-terusan menangis dalam kesedihan. Tidak dapat dihitung lagi berapa banyak sudah air mata yang sudah ia habiskan.

 

 

Flackback_END

 

 

Sehun memandang Nayoung yang saat ini melamun entah memikirkan apa. Ia sedikit kesal kepada Gadis itu saat ia berbicara kepada Gadis tersebut malah Gadis itu diam tidak menghiraukannya dengan pandangan kosong.

 

Sehun menghela nafas panjang, sungguh ia tidak ingin membuat hari yang sudah membuat moodnya baik menjadi rusak seketika. Sehun memandang Nayoung dalam, lalu ia menepuk Gadis tersebut agar Gadiw tersebut sadar dari lamunannya.

 

 

Nayoung tersadar dari lamunannya dan memandang langsung ke arah Sehun dengan tatapan tanpa dosanya. Ia melihat tangan Sehun yang ada di bahu kirinya, lalu ia bertanya.

 

“Ehh, ada apa?” Tanya Nayoung bingung. Sehun yang mendengar perkataan Nayoung hanya bisa menghela nafasnya kembali, lalu ia berkata.

 

“Kau sedang memikirkan apa? Kau melamun.” Ucap Sehun dengan tatapan sayangnya ke arah Nayoung, lalu ia mengelus rambut Nayoung pelan, menyalurkan kasih sayangnya kepada gadis tersebut. Sedangkan Nayoung hanya tersenyum menandakan tidak ada yang terjadi kepadanya sambil memegang tangan Sehun yang berada di kepalanya mengelus anak-anak rambutnya tersebut. Nayoung menggenggam tangan itu dengan lembut, seakan ia tidak ingin melukai tangan itu lagi.

 

“Tidak apa, tidak ada yang aku pikirkan. Ayo, busnya sudah berhenti.” Ucap Nayoung menyadarkan bahwa bus yang mereka tunggu dari tadi sudah ada di hadapan kedua pasangan tersebut. Sehun yang juga melihat bus sudah ada di hadapan mereka mengangguk menyetujui ajakan Nayoung, lalu mereka masuk ke dalam bus tersebut dengan tangan yang saling bertautan.

 

Bus yang mereka tumpangi saat ini begitu penuh, mereka melihat sekelilingnya tetapi tidak ada satu pun yang tersisa dibangku penumpang, terpaksa mereka harus berdiri sambil memegang pegangan pada Bus. Saat Nayoung ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba saja ada seorang pria yang menyenggol bahu Gadis tersebut. Dengan refleks Sehun menarik Nayoung dalam pelukannya.

 

 

Deghh!

 

 

Keduanya terdiam, tidak ada salah satu dari mereka yang mengeluarkan suaranya. Tiba-tiba saja pipi keduanya memerah saat mengetahui posisi mereka saat ini. Nayoung melepaskan pelukannya dari Sehun, Nayoung menunduk untuk menyembunyikan rona di wajahnya. Sedangkan Sehun menggaruk tengkuknya yang gatal sambil menatap sekelilingnya secara random.

 

 

“Gomawo.”Ucap Nayoung masih dengan wajah menunduk. Sehun yang mendengar suara Nayoung hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lagi-lagi keduanya terdiam, entahlah sepertinya mereka sangat suka dengan keadaan yang sunyi tanpa pembicaraan dari keduanya.

 

Saat asyik dengan pikiran masing-masing, lagi-lagi Nayoung tersenggol seseorang dari arah belakangnya, yang mengakibatkan dirinya maju kedepan yang langsung berhadapan dengan Sehun.

 

Mata mereka bertemu, tidak ada salah satu dari mereka yang ingin menyudahi tatapan mereka tersebut. Keduanya bertatapan cukup lama, sampai akhirnya Nayoung menyadari posisinya terlalu dekat dengan Sehun, ia pun ingin memundurkan tubuhnya untuk memberi jarak kepada Sehun tetapi ditahan oleh Sehun. Sehun langsung memeluk erat pinggang Nayoung yang membuat si empunya tersentak kaget atas perlakuan Sehun yang tiba-tiba kepada dirinya.

 

Sehun menarik Nayoung untuk lebih dekat kepada dirinya, yang membuat tubuh mereka bergesekan secara langsung. Sungguh Nayoung sangat gugup dengan posisi mereka saat ini. Ia ingin memundurkan tubuhnya tapi lagi-lagi ditahan oleh Sehun.

 

“Tetaplah seperti ini.” Ucap Sehun dengan suara paraunya yang membuat Nayoung membeku. Saat ini jantung Nayoung berdetak sangat cepat, entahlah tapi jika dibiarkan seperti ini Nayoung rasa ia akan mati, karena detak jantungnya sungguh tak normal, seperti seseorang yang sedang melakukan lari maraton. Tapi Nayoung sama sekali tidak menolak, ia tersenyum dengan posisi dirinya dan Sehun seperti ini. Sama seperti Nayoung, Sehun pun tersenyum dengan posisi mereka seperti ini, ia senang Nayoung tidak menolak dengan posisi mereka saat ini, mungkin bagi orang-orang posisi mereka sangatlah tidak nyaman, tapi bagi keduanya posisi mereka saat ini sungguhlah menyenangkan bagi keduanya.

 

Keduanya tersenyum dengan keadaan mereka saat ini, Nayoung masih mempertahankan posisinya yang berada di dekapan Sehun, sungguh posisinya sekarang ini bisa membuat jantungnya meledak dalam hitungan detik.

 

Tiba-tiba saja ekspresi raut wajah Nayoung berubah. Ia sadar, ini adalah hari terakhir ia bersama Sehun dan di hari yang akan datang ia tidak akan bisa lagi seperti ini bersama namja tersebut. Ya, ia dan Sehun tidak akan bisa lagi seperti ini, tidak akan pernah bisa.

 

Nayoung tersenyum getir saat mengingat hal tersebut. Tak terasa tiba-tiba saja Krystal bening keluar dari kelopak mata indahnya, ia tidak tahan lagi dengan semua ini. Sungguh ia tidak sanggup jika ia harus putus dengan Sehun. Ia tidak bisa berpisah dengan Sehun, tidak bisa dan tak kan pernah bisa. Tapi apa boleh buat, semua telah menjadi bubur, ia sudah berjanji kepada Appanya untuk memberikannya waktu untuk mengakhiri hubungannya bersama Sehun. Ia tidak mungkin mengingkari janjinya dengan Appanya. Ia sudah berjanji, dan janji tetaplah janji, ia tidak boleh mengingkari janjinya sendiri.

 

Sehun tidak menyadari jika kekasihnya saat ini tengah menangis. Sehun masih asyik dengan pikiran-pikirannya sendiri dengan senyuman yang terlukis di bibirnya. Sedangkan Nayoung? Nayoung berusaha mati-matian meredamkan sedih di hatinya dan juga tangisannya. Tatapan mata Nayoung saat ini kosong, entah apa yang dipikirkan Gadis itu saat ini. Tapi sepertinya ia saat ini sedang mengingat kejadian malam itu saat ia menemui Appanya.

 

 

Flaskback_

 

 

Setelah menimang-nimang apa yang harus ia lakukan dan pilih mana jalan yang terbaik akhirnya Nayoung memilih jalan ini untuknya. Nayoung ingin bertemu dengan Appanya untuk membahas hal ini.

 

Nayoung menuruni anak tangga untuk menuju ruangan Appanya. Ia tahu ini adalah jalan terbaik untuknya dan semua orang, walaupun sebenarnya hatinya sangatlah sakit. Tapi inilah jalan hidupnya, ia harus tetap melakukannya dan memilih jalan ini bagaimanapun caranya.

 

Nayoung telah sampai di depan pintu ruangan Appanya. Nayoung menghela nafas panjang sebelum ia masuk ke dalam ruangan tersebut, lalu setelah dirasa ia cukup tenang, ia pun mengetuk pintu ruangan itu dua kali lalu masuk ke dalam ruangan tersebut. Na Mi yaitu Eomma Nayoung yang tak sengaja melewati ruangan kerja suaminya itu tak sengaja melihat putrinya Nayoung masuk ke dalam ruangan Appanya. Na Mi mengerutkan keningnya bingung ‘Tumben anak itu mau menemui Appanya.’ Pikir Na Mi.

 

Nayoung telah berada di dalam ruangan kerja Appanya. Ia dapat melihat Appanya saat ini sedang memejamkan matanya di atas kursi kerjanya tersebut. Ia tahu Appanya saat ini tidaklah sedang tidur, Appanya memang sering memejamkan matanya untuk menetralkan pikirannya. Ia menatap Appanya, tak terasa Appanya sudah sangat tua, ia bisa melihat kerutan di kening Appanya dan uban yang mulai tumbuh di sekitar kepalanya. Ia tersenyum getir melihat Appanya saat ini.

 

Sejujurnya ia sangat sayang kepada Appanya, dan ia tahu Appanya juga sayang kepadanya, malah Appanya sangat sangat sayang kepadanya, oleh sebab itu Appanya melakukan ini kepadanya, tapi walaupun begitu apa yang Appanya lakukan sebenarnya sangatlah salah. Semua yang Appanya lakukan itu salah, sangatlah salah, dan Appanya melakukan semua kesalahan itu karena dirinya hanya untuk dirinya. Ya karena dirinya Appanya melakukan hal NEKAD kepada orang yang sangat ia cintai. Sungguh hidupnya sangat miris jika didengar oleh orang lain.

 

Saat ini, di tempat ini Nayoung akan memilih jalan hidupnya. Ia akan meninggalkan kebahagiaan dan juga cintanya demi kebahagiaan Appanya dan orang-orang terdekatnya. Ia akan melakukan apa yang dikehendaki Appanya. Mungkin dengan begitu semua permasalahan dan persoalan yang selama ini menghinggapi di kehidupannya bisa terselesaikan, walaupun yang ia lakukan harus mengorbankan kebahagiaan dan cintanya sekaligus. Ia tahu jika ia mengambil jalan ini hatinya akan sakit, dan hidupnya pasti akan menderita. tapi ia tidak peduli, asalkan Appanya bahagia itu sudah cukup baginya.

 

“Aku akan menuruti apa yang Appa inginkan.” Ucap Nayoung to the point setelah beberapa lama berdiam diri di tempatnya dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di dalam otaknya. Young Guk yang mendengar perkataan putrinya langsung membuka matanya lebar. Sebenarnya ia sudah tahu bahwa yang mengetuk pintu tadi adalah Putrinya, tapi ia tidak ingin membuka matanya, ia hanya diam sampai putrinya itu mengeluarkan suaranya, tentang apa yang ingin putrinya itu sampaikan kepada dirinya.

 

“Aku akan segera mengakhiri hubunganku bersama Sehun.” Ucap Nayoung lagi dengan suara bergetarnya. Sungguh Nayoung saat ini ingin rasanya ia menangis dan berteriak dengan sekencang-kencangnya, menyalurkan semua perasaannya sakit hati yang ia rasakan.

 

Young Guk yang mendengar perkataan Putrinya itu sempat tak percaya. Ia kira Nayoung tidak akan mengikuti apa yang ia inginkan tapi rupanya putrinya masih menuruti apa yang ia inginkan. Putrinya masih sama seperti putrinya dulu, yang selalu menurut apa yang ia katakan. Detik berikutnya Young Guk tersenyum, ia tahu putrinya akan menuruti semua apa yang ia katakan. Di satu sisi saat ini Nayoung berusaha mati-matian menahan tangisnya. Tapi percuma air matanya tetap lolos melalui kelopak matanya.

 

“Berikan aku waktu 2 hari untuk mengakhiri hubunganku bersamanya.” Ucap Nayoung dengan berlinang air mata. Nayoung menyeka air matanya saat Krystal bening itu jatuh kembali dari kelopak matanya.

 

“Setelah itu..” Ucap Nayoung menggantungkan ucapannya, ia menarik nafasnya dalam lalu..

 

“Aku akan menuruti semua apa yang Appa inginkan, termasuk perjodohanku bersama Jun Myeon.” Setelah mengatakan itu Nayoung membalikkan tubuhnya lalu pergi dari hadapan Appanya, meninggalkan ruangan kerja Appanya tersebut. Young Guk yang melihat Putrinya pergi dari ruangannya hanya bisa menghela nafas panjang, entah apa yang ia pikirkan saat ini, yang jelas kita tidak mengetahuinya sama sekali.

 

Nayoung keluar dari ruangan Appanya dengan sedikit tergesa-gesa. Terlihat di kedua matanya saat ini masih mengeluarkan Krystal bening tersebut. Saat ia melewati ruangan keluarga ia melihat Eommanya sedang duduk diruang keluarga tersebut. Ia menghentikan langkahnya saat Eommanya memandangnya. Na Mi yang melihat Nayoung berhenti beberapa meter darinya lantas mendatangi putrinya itu dan memandang wajah cantik putri satu-satunya yang sangat ia sayangi.

 

Sedih? Tentu saja. Siapa yang tidak sedih saat melihat putri tercintanya menangis di hadapannya. Na Mi mengelus rambut Na Young dengan sayang dan menghapus aliran sungai kecil yang tercipta oleh kedua mata cantik putrinya itu. Nayoung yang diperlakukan seperti itu tambah tak bisa menahan sedih dan air matanya. Karena tak tahan lagi langsung saja Nayoung berhambur ke dalam pelukan Eommanya dan menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan hangat itu.

 

“E-eomma..” Ucap Nayoung lirih. Na Mi tak tahan lagi, ia mengelus puncak kepala Nayoung dan menepuk-nepuk pelan punggung putrinya itu.

 

“Hikss.. Eomma, mengapa ini terjadi padaku? Hikss..”Ucap Nayoung sesenggukan, ia berusaha untuk menahan tangisnya saat berbicara, tapi tetap saja ia tidak bisa.

 

“Ini sungguh tidak adil untukku.. Hikss.” Na Mi yang mendengar keluh kesah putrinya itu tidak bisa lagi membendung air matanya. Ia ikut merasakan sedih dan sakit yang dirasakan oleh putrinya tersebut.

 

“Mengapa hidupku seperti ini? Mengapa Tuhan melakukan ini padaku? Apa yang kulakukan di kehidupanku sebelumnya sampai aku harus menerima semua ini.. Hikss..” Lagi dan lagi Na Mi menitikkan air matanya. Sungguh cobaan yang berat untuk putrinya. Nayoung masih sangatlah muda, tapi ia harus merasakan cobaan yang begitu berat dalam kehidupan.

 

“Apa yang harus aku lakukan.. Hikss..” Setelah mengatakan itu Nayoung tidaklah bersuara lagi. Nayoung terus-terusan menangis dalam dekapan Eommanya. Saat ini Na Mi hanya bisa melakukan ini untuk putrinya dan berdoa agar purinya dapat melalui rintangan ini dengan sabar dan lapang dada. Ia percaya, jika Nayoung percaya dan yakin, pasti semua ini akan berlalu dengan sendirinya. Dan setelah semua kesedihan dan penderitaan yang Nayoung alami akan tergantikan dengan kebahagiaan.

 

 

Flackback_END

 

 

Nayoung terus menerus mengingat kejadian malam itu. Setelah beberapa menit lamanya, ia pun tersadar dari lamunannya. Ia cepat-cepat menghapus sisa-sisa air mata di pipinya. Tanpa sadar saat ia melamun Krystal bening jatuh dari matanya dan membasahi pipinya. Ia tidak ingin Sehun mengetahui jika dirinya saat ini sedang menangis. Ia tidak ingin membuat Sehun khawatir terhadap dirinya. Sudah cukup selama ini Sehun merasakan semua penderitaan yang Sehun alami. Nayoung tidak ingin lagi menambah beban pikiran pada namjachingunya tersebut. Setelah larut dalam pikiran masing-masing, bus pun berhenti di pemberhentian bus di dekat Lotte World.

 

Setelah berhenti langsung saja Nayoung dan Sehun turun dari bus tersebut. Sehun menggenggam tangan Nayoung untuk tidak menghilang dari pandangannya. Karena bus yang mereka naiki saat ini sangatlah ramai, ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Nayoung.

 

Mereka pun turun dari Bus dan memandang sekeliling. Ramai, tentu saja, hari ini adalah hari Minggu, jadi wajar jika banyak orang-orang berlalu lalang di hadapan mereka.

 

“Ayo.” Ucap Sehun dan dibalas anggukan oleh Nayoung. Mereka pun masuk ke Lotte World tersebut dengan tangan yang bertaut satu sama lain.

 

“Kau ingin menaiki apa?” Tanya Sehun yang bingung saat melihat banyak sekali permainan di sana. Dari dulu Sehun tidak pernah pergi ke Taman bermain. Inilah pertama kali untuk Sehun mendatangi taman bermain seperti ini.

 

“Aku ingin menaiki Roler Coster, Bianglala dan rumah hantu.” Ucap Nayoung dengan semangatnya.

 

“Baiklah, untuk yang kedua permainan itu it’s oke, tapi untuk Rumah hantu kita tidak akan mendatanginya.” Mendengar perkataan Sehun, Nayoung cemberut. Mukanya tidak secerah saat dia menceritakan apa yang mau ia datangi tadi.

 

“Aku mau masuk Rumah hantu..” Ucap Nayoung memujuk Namjachingunya itu sambil menarik-narik ujung baju Sehun. Sehun yang melihat tingkah lucu Nayoung yang memohon kepadanya hanya memasang wajah datarnya. Sejujurnya ia ingin tertawa melihat wajah ngambek kekasihnya itu.

 

“Tidak.” Ucap Sehun tegas. Ya, mulai saat ini Sehun akan mencoba tegas kepada kekasihnya itu.

 

“Wae?” Tanya Nayoung ketus, sungguh ia sangat ingin memasuki rumah hantu itu. Dari dulu ia tidak sempat memasuki Rumah Hantu karena takut, tapi saat ia bersama Sehun, Sehun malah tidak ingin memasuki rumah hantu. Padahal jika mereka memasuki rumah hantu dan jika hantu-hantu itu mengangguknya, Nayoung akan memberi Sehun kepada hantu-hantu itu untuk tidak mengganggunya dan membiarkannya pergi. Sungguh pemikiran yang aneh.

 

“Rumah hantu tidak cocok untukmu. Kau terlalu kecil untuk memasuki tempat seperti itu kau tahu. “Ucap Sehun sambil mendorong pelan kepala Nayoung.

 

“Yak! Aku bukan anak kecil lagi! Pokoknya aku mau masuk ke sana titik!” Ucap Nayoung. Ia melipat kedua tangannya di depan dada. Ia bersih keras dengan ucapannya.

 

“Aku bilang tidak ya tidak!” Ucap Sehun tetap melarang Nayoung untuk masuk.

 

“Aku tetap akan masuk. Aku tidak peduli.” Ucap Nayoung tidak peduli dengan larangan Sehun. Sehun yang mendengar perkataan Nayoung mulai kesal.

 

“Yak! Kau ini keras kepala sekali! Kalau aku bilang tidak ya tidak!” Ucap Sehun membentak Nayoung di depan umum. Orang-orang yang ada di sekitar mereka berbisik-bisik melihat sepasang kekasih tersebut. Nayoung yang menlihat Sehun membentaknya tak percaya. Mata Nayoung mulai berkaca-kaca. Sehun yang mulai menyadari sikapnya dan melihat mata indah milik Nayoung mulai berkaca-kaca merasa bersalah.

 

‘Apa aku terlalu keras membentaknya?’ Pikir Sehun.

 

“Na-ya maafkan aku.” Ucap Sehun menyesal karena membentak Nayoung. Nayoung yang mendengar ucapan Sehun malah tak bisa membendung tangisannya lagi. Krystal bening yang ia tahan akhirnya meluncur dengan mulusnya.

 

“Uljima.. Aku mohon jangan menangis. Aku tahu aku salah, maafkan aku.” Ucap Sehun lalu meraih wajah Nayoung untuk menghapus sisa-sisa air matanya. Orang-orang yang melihat mereka memandang keduanya dengan pandangan yang beragam.

 

“Jangan menangis, aku minta maaf.” Ucap Sehun lagi, ia merengkuh tubuh Nayoung ke dalam pelukannya dan menepuk pelan punggung kekasihnya itu. Bukannya berhenti menangis Nayoung malah semakin terisak dalam dekapan Sehun.

 

“Hikss.. Kau jahat.. Hikss.”

 

“Aku tahu.. Maafkan aku.” Ucap Sehun tulus, tapi tetap saja Nayoung tidak berhenti menangis.

 

“Berhentilah menangis. Aku janji nanti kita akan masuk ke Rumah Hantu.” Mendengar perkataan Sehun, Nayoung langsung menghentikan tangisnya dan menatap wajah kekasihnya itu.

 

“Benarkah?” Tanya Nayoung.

 

“Ne.” Ucap Sehun meyakinkan perkataannya.

 

“Yaksok? (Janji?)” Tanya Nayoung (lagi).

 

“Ne.. Yaksok (Janji). Kalau begitu berhentilah menangis, kau terlihat jelek jika sedang menangis.” Ucap Sehun tidak serius sambil menyeka sisa-sisa air mata kekasihnya itu dan mengelus surai rambut Nayoung. Nayoung yang mendengar perkataan Sehun hanya bisa mengangguk mengiyakan perkataan Sehun.

 

“Sebelum kita menaiki beberapa permainan, kajja kita makan dulu.” Ucap Sehun dan dibalas anggukan semangat oleh Nayoung.

 

Mereka memasuki sebuah Cafe yang berada tidak jauh dari Lotte World. Mereka memesan beberapa makanan dan minuman. Setelah makanan yang dipesan mereka datang barulah mereka memakan-makanan mereka itu. Mereka makan penuh hikmat, terkadang mereka juga mengobrol dan bercanda berdua. Sungguh pemandangan yang sangat membahagiakan. Siapa pun yang melihat pasangan kekasih itu pasti sangatlah iri. Sama-sama tampan dan cantik. Sungguh pasangan yang sangat serasi.

 

Setelah menghabiskan makanan siang itu mereka pun pergi dari cafe tersebut, tidak lupa mereka membayar makanan yang mereka makan tadi.

 

Mereka berjalan dengan bergandengan tangan. Nayoung yang melihat gerobak Es Cream yang mereka lewati jadi menginginkan Es Cream tersebut. Sehun yang melihat arah pandang kekasihnya itu ke gerobak Es Cream tersebut hanya bisa tersenyum.

 

“Ayo.” Ucap Sehun mengajak Nayoung ke arah Ajhussi penjual Es Cream tersebut.

 

“Ehh?” Ucap Nayoung bingung.

 

“Bukankah kau ingin Es Cream itu? Ayo kita membelinya, aku juga ingin Es Cream.” Ucap Sehun sambil tersenyum manis ke arah Nayoung. Nayoung yang mendengar respons kekasihnya itu tersenyum. Mereka pun sampai di penjual Es Cream tersebut. Mereka memesan dua Es cream, satu Es Cream rasa Vanilla dan satunya lagi rasa Strouberry. Setelah membeli mereka beranjak dari sana untuk mencari bangku kosong untuk mereka duduki.

 

Nayoung dan Sehun menikmati Es Cream tersebut. Sehun melirik ke arah Nayoung, ia melihat Nayoung memakan Es Cream tersebut. Sehun tertawa melihat cara Nayoung memakan Es Creamnya. Nayoung yang ditertawai mengerutkan kedua alisnya.

 

“Waeyo?” Tanya Nayoung bingung sekaligus kesal melihat Sehun menertawainya tanpa sebab. Sehun yang ditanya menghentikan tawanya.

 

“Aiggoo.. Berapa umurmu saat ini?”

 

“Umurku 18tahun. Waeyo?”Jawab Nayoung sekenanya dan bertanya balik kepada Sehun.

 

“Umur setua ini tapi makannya masih celemotan seperti ini?” Ucap Sehun dan sesekali tertawa geli melihat di sekitar bibir Nayoung penuh dengan beberapa Es Cream disudut bubirnya. Setelah mengatakan itu Sehun mengambil sapu tangan yang selalu ia bawa dalam saku celananya dan membersihkan Es Cream disudut bibir Nayoung.

 

Nayoung terdiam saat dirasa sapu tangan itu menyentuh sudut bibirnya. Ia menatap Sehun yang saat ini sedang fokus membersihkan sisa-sisa Es Cream tersebut. Nayoung terus-terusan menatap kekasihnya itu tanpa kedip, sungguh melihat Sehun dari jarak dekat membuat jantungnya berdug dengan sangat kencang. Sehun sangat tampan dari jarak sedekat ini.

 

“Mengapa menatapku seperti itu? Apa aku sangat tampan?” Nayoung yang mendengar perkataan kekasihnya itu mencibir kekasihnya itu.

 

“Percaya diri sekali kau.” Ucap Nayoung ketus.

 

“Aigo.. Kau tidak usah malu karena tertangkap basah olehku memperhatikan wajah tampanku ini. Wajahku ini memang sangat menawan.” Ucap Sehun percaya diri sambil beberapa kali tertawa kecil. Nayoung yang melihat respon Sehun seperti itu hanya bisa mendengus kesal.

 

“Sudahlah.. Ayo kita mulai menaiki wahana yang ada di sini.” Ucap Nayoung sudah selesai dengan Es Cream-nya dan beranjak dari tempat duduknya.

 

“Aist.. Apa-apa’an yeoja itu seenaknya pergi.” Gerutu Sehun. Sehun pun menyusul Gadis itu dan merangkul Gadis itu dalam pelukannya.

 

 

TBC

 

Tada, inilah lanjutan Love Inseparable. Panjang? Author harap ini sudah panjang. Dan bagaimana dengan Chapter 13 ini? Author harap Chap ini memuaskan untuk para readers.

 

Ok Chapter selanjutnya adalah Chapter terakhir untuk Love Inseparable. Dan Author lagi tahap pembuatan Chapter terakhir ini. Semangati Author ya, biar Author cepat nyelesainnya dan cepat mempublisnya. 

 

Mungkin itu aja. Jangan lupa tinggalkan jejak jika sudah membaca. Kalau gitu sampai jumpa Annyeong^^

 

_Rain_Baek999

 

14 responses to “[Freelance] Love Inseparable (Chapter 13)

  1. Terus gimana kalau mau habis Nayoung saja seperti itu sangat tersiksa kenapa ayahnya sangat tega menjodohkannya pada Joonmyeon.
    Apa yang akan Sehun lakukan kalau tau Nayoung akan dijodohkan.
    Next last chapter
    Semangat ya.
    Semoga endingnya gak mengecewakan

  2. Pingback: [FREELANCE] Love Inseparable (Chapter 14-END) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s