[Freelance] This Is Crazy! (Chapter 5)

this is crazy_2

Title/Judul : This Is Crazy! (Chapter 5)

 

Author : _Rain_Baek999

 

Cast:

-Kwon Yuri – SNSD

-Byun Baekhyun – EXO

-Song Hye Joo / Kwon Hye Joo – OC

-Cho Kyuhyun – SUJU

 

Other Cast:

-Oh Sehun – EXO

-Kim Jongin/Kai – EXO

-I’m Yonna – SNSD

Genre: Romance, Family Life, AU, NC17

 

Length : Multichapter

 

Rating : 16!

Cover By : Airyn Choi

 

Disclaimer : Ini asli dari pikiran dan imajinasi saya sendiri. Diharapkan untuk tidak mengcopy paste karya saya TANPA IJIN!!!. Jika ada kesamaan latar, tempat, tanggal dan waktu, itu sama sekali tidak disengaja.

 

Preview | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4

 

Chapter_5

 

 

BRUK!!

 

Yuri menjatuhkan tubuhnya pada kasur King size. Ya, saat ini Yuri berada di Jeju lebih tepatnya di penginap The Shilla Hotel Jeju. Baru saja ia dan Yonna sampai. Sungguh tubuhnya saat ini sangatlah lelah. Apa lagi saat pertemuan Yuri bersama pria di bendara waktu itu, mereka sama-sama menaiki pesawat yang sama yaitu Asiana Airlines dan mendiami ruangan VVIP yang sama. Lebih parahnya lagi pria itu berada di sebelah kanan Yuri.

 

Sungguh Yuri tak habis pikir, sekian banyaknya bangku di pesawat tersebut mengapa pria itu bisa di sebelah kanannya? Ya, walaupun bangku tersebut sendiri-sendiri dan berjarak cukup jauh dari pria itu tapi tetap saja Yuri merasa tak nyaman. Apa lagi dengan pertemuan pertama mereka beberapa hari yang lalu.

 

Yuri menghela nafas panjang. Sungguh Yuri saat ini sangatlah lelah. Yuri menatap langit-langit ruangan tersebut dan tanpa di pinta olehnya wajah lelaki tersebut kembali muncul di otaknya.

 

“Byun Baekhyun..” Yuri menggumamkan nama pria itu. Ya, pria itu adalah Baekhyun, Byun Baekhyun. Namja yang bertemu dengannya beberapa hari yang lalu di Club dan lelaki kedua yang bercinta dengannya setelah Kyuhyun.

 

“Siapa itu Byun Baekhyun?” Yuri terkesiap saat mendengar suara dari arah pintu. Yuri menggerutu tak jelas saat mengetahui bahwa suara tersebut adalah sahabatnya.

 

“Yak! Jika ingin masuk ketuk pintu dulu, jangan asal masuk!” pekik Yuri sambil mengelus dadanya. Rasanya jantung Yuri ingin melompat dari tempatnya. Yonna yang mendengar perkataan Yuri hanya menaiki alisnya bingung. Tidak biasanya Yuri seperti ini. Pikir Yonna.

 

“Mengapa kau meneriakiku! Aku kan hanya bertanya.” Ucap Yonna sambil mengerucutkan bibirnya. Yuri menatap sahabatnya itu sebel. Saat ini Yonna berada di sampingnya dan ikut berbaring di samping gadis tersebut.

 

“Hey.. Kau tidak lupa bukan jika kau mempunyai utang padaku?” Yuri yang mendengar perkataan Yonna hanya menghela nafas panjang.

 

“Tanpa kau tagih akan aku bayar Yonna. Tapi tidak sekarang  kita masih berlibur. Setelah kita kembali ke Seoul aku akan menerbangkanmu dan membeli tiket Justin Bieber untukmu dan membelikan tiket yang paling depan agar kau dapat melihatnya dengan sangat jelas.” Ucap Yuri malas sambil memainkan Tabnya melihat perkembangan perusahaan. Walaupun Yuri bilang bahwa dia tidak perduli, tapi Yuri diam-diam selalu memantau perusahaannya itu dan menyuruh anak buahnya yang lain menanganinya saat dia tidak ada. Semarah-marahnya Yuri terhadap Appanya, Yuri selalu berusaha untuk profesional terhadap pekerjaannya dan tak pernah melalaikan tugasnya.

 

“Siapa bilang aku akan menagih utangmu yang itu!” Pekik Yonna. Yuri yang mendengarkan perkataan sahabatnya itu mengalihkan pandangannya ke sahabatnya itu. Yuri mengangkat alisnya bingung. Apakah Yuri memiliki hutang lain kepada Yonna selain tiket penerbangan dan tiket Konser Justin Bieber? Yuri mengingat-ngingat hutangnya.

 

“Lalu aku berhutang apa denganmu selain tiket Justin?” Yonna merapatkan tubuhnya kepada Yuri dan menyejajarkan wajahnya kepada gadis itu. Yuri sedikit memundurkan kepalanya karena wajah mereka begitu dekat.

 

“Ceritakan kepadaku kau ke mana saat kau pergi tanpa memberikan kabar waktu itu dan ceritakan kejadian sebelumnya dan setelahnya.” Ucap Yonna dengan penekanan di setiap katanya. Yonna tahu, sahabatnya itu tidak mungkin pergi tanpa alasan jika ia tidak memiliki masalah. Contohnya seperti sekarang ini. Yuri pergi berlibur lebih cepat walaupun saat ini sudah musim panas.

 

Yuri menghela nafas panjang. Yuri tahu cepat atau lambat sahabatnya itu akan menanyakan kejadian waktu itu. Dan Yuri harus mengatakannya kepada sahabat terbaiknya saat ini. Akhirnya Yuri pun menceritakan kejadian waktu ia ke Cho Corp perusahaan mantan kekasihnya itu sampai ia melihat kejadian yang membuatnya mendidih.

 

“MWO!” Pekik Yonna tak percaya dan menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.

 

“Aist! Mengapa kau berteriak!” Ucap Yuri kesal sambil menggosokkan kedua telinganya yang mendengar lengkingan suara sahabatnya itu.

 

“Yuri kau tidak berbohongkan?” Tanya Yonna menatap kedua buah mata sahabatnya itu.

 

“Aist.. Untuk apa aku berbohong Yonna. Tidak ada gunanya aku berbohong.” Ucap Yuri. Yonna menatap sahabatnya itu iba. Seharusnya di saat Yuri terpuruk, ia harus ada di samping sahabatnya itu. Tapi Yonna tidak ada di saat sahabatnya itu memerlukan sandaran untuk dirinya.

 

“Jangan menatapku seperti itu. Aku tidak apa, saat ini aku sudah lebih baik.” Yuri tersenyum meyakinkan sahabatnya itu. Yonna menatap sahabatnya itu lekat dan ikut tersenyum untuk menguatkan sahabatnya itu. Yonna mendekat kearah Yuri dan memeluknya untuk menguatkan gadis itu.

 

“Yuri sayang kau yang kuat ok. Masih banyak lelaki di luar sana yang lebih baik dari pada Kyuhyun. Kau pantas mendapatkan yang lebih baik darinya.” Yuri yang mendengar perkataan sahabatnya itu berkaca-kaca. Ingin rasanya dirinya menangis. Tapi ia berusaha untuk menguatkan dirinya untuk tidak terlihat lemah di depan sahabatnya itu. Karena Yuri tahu Yonna tidak akan kuat melihatnya seperti ini.

 

Setelah beberapa menit mereka melepaskan pelukan mereka dan keduanya tersenyum bersama.

 

“Bagaimana sore nanti kita ke pantai hhumm? Aku rasa bermain di pantai sambil menikmati waktu sore tidaklah buruk. Bagaimana menurutmu? menyenangkan bukan?” Ucap Yonna memberikan ide untuk mereka berdua. Dan di balas anggukan antusias oleh Yuri.

 

“Aku tidak sabar untuk menunggu sore. Pasti banyak namja di sana. Uggh aku tidak sabar untuk melihat tubuh seksi mereka.” Yonna mengatupkan kedua tangannya, gadis itu tidak sabar dengan sore nanti, terlihat jelas di kedua mata indah gadis itu. Yuri yang mendengar perkataan sahabatnya hanya melirik malas kepada sahabatnya itu. Jika membahas tentang pria Yonna selalu nomor satu, tapi Yuri selalu suka saat Yonna membahas pria apa lagi pria seksi. Terkadang Yuri menikmati cerita dari sahabatnya itu dan membuat dirinya panas dingin saat sahabatnya itu menjelaskan.. Ahh sudahlah pasti semua tahu apa yang di bahas para wanita biasanya.

 

“Oh iya, beritahu aku ke mana kau pergi setelah kau pergi dari Cho Corp?” Yonna menatap sahabatnya itu dalam dan kembali serius menunggu jawaban gadis tersebut. Yonna penasaran ke mana sahabatnya itu pergi sampai Yuri tidak pulang semalaman.

 

Yuri terdiam, bingung harus menjawab apa untuk sahabatnya itu. Apakah ia harus jujur atau tidak kepada sahabatnya itu.

 

“A-aku..” Yuri gugub ingin menjawab apa kepada sahabatnya itu. Haruskah aku bilang bahwa aku pergi ke Klub lalu aku bercinta di sana? Cicit Yuri dalam hati.

 

“Ya?”

 

“Ak-ku pergi ke Klub.” Jawab Yuri jujur sambil berusaha menghilangkan gugubnya. Tenang Yuri, tenangkan dirimu ok! Kau di sanq hanya bercinta, bukannya menyeludupkan barang-barang terlarang. Jadi tenangkan pikiranmu. Ucap Yuri sambil menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya melalui mulut.

 

“Klub?” Tanya Yonna untuk memastikan jawabannya, apakah ia tidak salah dengar.

 

“Ya.” Yonna terdiam mendengar jawaban sahabatnya itu. Biasanya jika Yuri ke Klub ada saja masalah yang di buat sahabatnya itu. Yonna tidak ingin menebak apa yang dilakukan sahabat dekatnya tersebut. Lebih baik ia bertanya langsung dari pada ia menebak apa yang di lakukan sahabatnya itu yang belum pasti benar ia pikirkan.

 

“Apa kau minum?” Tanya Yonna. Yuri menggigit bibir bawahnya dan mengangguk pelan.

 

“Ya.. Sedikit.” Jawab Yuri tidak yakin. Yonna menatap sahabatnya itu lekat dan bertanya kembali.

 

“Lalu?”

 

“Lalu.. Aku bertemu Tiffany dan Hyoyeon.” Jawab Yuri apa adanya. Menjelaskan kejadian saat ia berada di sana.

 

“Hanya itu?” Tanya Yonna memastikan. Yonna seperti tak yakin atas jawaban sahabatnya itu.

 

“Y-ya.” Jawab Yuri.

 

“Kau yakin?” Tanya Yonna sekali lagi untuk memastikan. Yonna tidak yakin hanya itu yang di lakukan sahabatnya itu.

 

“Sebenarnya waktu itu aku bertemu dengan seorang pria.” Jawab Yuri sambil menghela nafasnya panjang. Yonna yang mendengar perkataan sahabatnya itu mengerutkan alisnya bingung.

 

“Pria?” Tanya Yuri memastikan.

 

“Ya.” Jawab Yuri sekenannya.

 

“Apa kau kenal dengannya?”

 

“Tidak.”

 

“Lalu apa kau berkenalan dengan pria itu?” Tanya Yonna yang penasaran dengan cerita sahabatnya itu.

 

“Tidak.” Jawab Yuri (lagi) enteng lalu melanjutkan perkataannya. “Tapi aku bercinta dengannya.” Yonna mengerjapkan beberapa kali kedua matanya saat mendengar perkataan sahabatnya itu. Yuri melihat reaksi sahabatnya itu. Tidak ada perubahan yang mencolok dari sahabatnya tersebut. Sampai akhirnya..

 

“MWO! KAU BERCINTA?!” Yuri menutup kedua telinganya saat mendengar teriakan sahabatnya itu. Aist mengapa reaksinya seperti itu. Pikir Yuri.

 

“Aist.. Tidak bisakah kau bertanya dengan suara kecil?! Kau hampir membuat gendang telingaku rusak!” Yonna yang mendengar protesan Yuri terdiam, sejujurnya telinga Yonna juga sakit saat mendengar suaranya sendiri. Tapi jangan salahkan dirinya juga, karena Yonna tidak tahu kalau reaksinya akan seperti itu.

 

“Yuri apakah pria itu memasukkan sesuatu di minumanmu sampai kau mau bercinta dengannya? Ceritakan padaku, pasti pria itu mendekatimu lalu memasukkan minumanmu obat perangsang atau ia memberikanmu sesuatu sampai kau mau bercinta dengannya. Ceritakan padaku sebelum kau bercinta dengannya. Aku tahu ini pasti ada sesuatu yang tidak beres. Apa lagi pria itu tidak kau kenal. Aku tahu dirimu lebih dari yang kau tahu. Kau tidak akan sembarangan bercinta dengan seseorang. Apa lagi dengan orang yang tidak kau kenal. Saat kau masih menjadi kekasihnya Kyuhyun pun kau masih ragu untuk memberikan milikmu untuknya, jadi bagaimana bisa kau bercinta dengan pria itu terutama pria itu sama sekali tidak kau kenal?!”

 

Yonna sedikit memekik saat kata-kata terakhirnya. Yonna sungguh frustrasi dengan apa yang telah dialami dan yang telah sahabatnya itu lakukan. Yonna tidak habis pikir apa yang sahabatnya itu lakukan. Bercinta? Yang benar saja. Saat Yuri ragu untuk bercinta dengan Kyuhyun, Yonna harus meyakinkan sahabatnya itu bahwa Kyuhyun pria yang pantas untuknya. Tapi dengan pria lain Yuri tanpa ragu untuk bercinta dengan pria itu. Oh yang benar saja. Ini membuat Yonna Frustrasi.

 

“Satu hal yang harus kau tahu. Pria itu sama sekali tidak memberikanku minuman ataupun memasukkan sesuatu ke dalam minumanku. Kau benar tentang pria itu mendekatiku, tapi dia tidak sama sekali memberikanku minuman atau apa pun.” Yuri menjelaskan bahwa pria itu tidak sama sekali memberikan apa pun seperti yang di bayangkan sahabatnya itu. Lalu Yuri melanjutkan perkataannya, untuk meluruskan semuanya.

 

“Soal bercinta.. Aku memang melakukannya dan waktu itu aku menginginkannya.” Yonna yang mendengar perkataan sahabatnya itu yang tegas dan yakin apa yang telah ia lakukan tak percaya.

 

“K-kau menginginkannya?” Tanya Yonna sekali lagi untuk memastikan perkataannya. Dan di balas anggukan pasti oleh Yuri.

 

“Yonna kau harus mengerti tentang keadaanku waktu itu. Aku sangat frustrasi saat hubunganku yang aku jaga dan pertahankan selama 7 tahun dengan segenap hati dan jiwaku tapi tiba-tiba saja hancur berkeping-keping tak tersisa karena aku melihat kekasihku bercumbu dan hampir bercinta di depan kepala mataku sendiri. Kau harus mengerti aku Yonna..”

 

Yuri ingin menangis saat mengeluarkan perkataannya saat mengingat Kyuhyun yang ingin bercinta dengan Hyuna. Jika mengingat kejadian itu Yuri rasanya tak sanggup. Ia begitu rapuh untuk mengingat semua itu. Yuri ingin berteriak menangis dan memaki kepada siapa pun, tapi Yuri tidak mungkin melakukan itu.

 

“Aku mengerti Yuri, aku mengerti.” Yonna menarik sahabatnya itu ke dalam pelukannya untuk berbagi kesedihan Yuri bersamanya. Yonna tidak sanggup melihat sahabatnya itu seperti ini. Sudah cukup ia melihat sahabatnya itu hancur , Yonna tidak ingin melihat sahabatnya itu terpuruk dalam kesedihan lagi.

 

Hyuna.. Desis Yonna dalam hati. Yonna tidak menyangka bahwa Hyuna benar-benar akan membalas dendamnya waktu itu dan lebih parahnya Hyuna membalas dendamnya dengan cara seperti ini. Yonna tidak habis pikir dengan jalan pikiran wanita itu. Dasar wanita rubah. Maki Yonna dalam hati. Yonna terus-terusan menepuk punggung sahabatnya itu agar lebih kuat.

 

 

 

 

 

 

Di sebuah pantai terlihat 3 orang namja yang sedang berjemur, sesekali mereka terlihat menggoda wanita yang melintas di depan mereka. Ya, 3 lelaki itu adalah Baekhyun, Kai dan Sehun.

 

“Suit suit..” Kai terus-terusan bersiul setiap wanita seksi melewati di depannya.  Tak jarang lelaki berkulit tan itu hampir mengeluarkan matanya saat melihat wanita yang menggunakan bikini yang baginya err.. Seksi.

 

“Berhentilah menggoda gadis-gadis Kai.” Ucap Sehun. Kai yang mendengar perkataan sahabatnya itu hanya mendengus.

 

“Ayolah sobat, kita di sini untuk bersenang-senang. Bukankah begitu Baek.” Baekhyun yang mendengar perkataan sahabatnya itu hanya diam. Ada seseorang yang akhir-akhir ini membuatnya terus memikirkan orang itu. Baekhyun menggertakkan giginya dan mengepalkan kedua lengannya erat. Mengapa ia harus kembali. Cicit Baekhyun dalam hati. Baekhyun terus melamun dan memikirkan orang itu, yang tidak kita ketahui siapa orang itu. Baekhyun terus melamun sampai akhirnya Kai bersuara dan mengguncangkan tubuhnya yang membuat dirinya sadar.

 

“Baek lihatlah ke sana. Bukankah itu wanita seksi yang kita temui saat di Club?” Baekhyun yang mendengar perkataan sahabatnya itu mengalihkan perhatiannya ke arah tunjukkan Kai. Baekhyun melihat wanita itu lekat. Wanita itu adalah Yuri, Yuri berjalan pelan bersama seorang wanita yang di perkirakan sahabatnya sambil menikmati Semilir angin yang menerpa wajahnya dan menerbangkan helaian rambut panjangnya.

 

Baekhyun tersenyum melihat wanita itu. Hanya melihat wajah wanita itu mampu membuat Baekhyun melupakan seseorang yang akhir-akhir ini membuatnya selalu tidak fokus dan memikirkan orang itu terus menerus. Tapi pikiran Baekhyun tidaklah teralihkan sepenuhnya, hanya saja menatap Yuri mampu mengalihkan pikirannya yang mampu membuatnya mendidih dalam waktu seketika.

 

“Ini kebetulan yang sangat menakjubkan bukan? Kita dapat bertemu wanita itu kembali.” Kai melanjutkan perkataannya dan melirik Baekhyun. Sehun pun sama, namja itu juga melirik sahabatnya tersebut. Mereka penasaran dengan reaksi sahabatnya itu. Bagaimana tidak, bukankah Baekhyun telah mengatakan kepada mereka bahwa lelaki itu tertarik kepada wanita yang ia temui di Club beberapa hari yang lalu? Jadi wajar jika mereka berdua sangat penasaran dengan sahabatnya itu.

 

“Tidak, mungkin nanti.” Ucap Baekhyun dengan suara dan wajah datar. Kedua sahabatnya itu mengerutkan kedua alisnya bingung. Tentu saja, bukankah Baekhyun telah mengatakan kepada mereka bahwa dirinya tertarik dengan wanita itu? Dan ingin mengajak wanita itu kencan? Jadi wajar jika mereka saat ini bingung dengan jawaban sahabatnya itu yang menurut mereka tidak masuk akal.

 

“Aku ingin melihatnya dari sini.” Ucap Baekhyun (lagi). Baekhyun tahu kedua sahabatnya itu pasti penasaran dengan dirinya saat ini. Tapi ia tidak perduli, karena saat ini entah bagaimana Baekhyun menjelaskan kepada kedua sahabatnya itu.

 

Saat ini Baekhyun menatap wanita itu lekat, tetapi pikirannya entah ke mana, setengah pikirannya berada pada Yuri, tetapi setengah pikirannya lagi pada seseorang yang baru beberapa hari ini mengganggu pikirannya. Orang itu adalah seorang wanita yang mampu membuat hidupnya berubah secara drastis. Dan orang itu jugalah yang membuat Baekhyun menjadi pria brengsek yang sering mempermainkan banyak hati wanita.

 

Baekhyun menghela nafas panjang dengan masih menatap Yuri. Tiba-tiba saja Yuri mengalihkan perhatiannya dari jalanan yang ada di depannya dan mengalihkan tatapannya pada sebelah kirinya.

 

Degh!

 

Tanpa sengaja Yuri menatap Baekhyun yang juga menatap dirinya. Baekhyun menatap Yuri lekat dan Yuri membalas tatapan mata itu. Ada apa dengan tatapannya itu? Cicit Yuri. Yuri tidak tahu mengapa tatapan lelaki itu seperti itu kepadanya. Tapi menurut Yuri tatapan itu bukanlah untuknya, karena tatapan itu seperti tatapan terluka, kecewa dan marah? Entahlah, Yuri tidak tahu itu, yang jelas tatapan itu bukanlah untuknya. Karena malas memikirkan sesuatu yang membuatnya sakit kepala, Yuri mengalihkan perhatiannya pada jalannya kembali dan mulai berbincang dengan sahabatnya tersebut.

Baekhyun terus menatap wanita itu lekat sampai akhirnya ia menghela nafas panjang.

 

 

 

 

BRUK!

 

Terlihat seorang wanita melempar tumpukan kertas pada mejanya. Wanita itu terlihat kesal saat ini. Wanita itu menghela nafas panjang sesaat dan setelah itu ia duduk di bangkunya. Wanita itu memijit kepalanya yang terasa berdenyut-denyut. Mengapa tidak? Wanita itu di suruh mengurus perusahaan Appanya selama Kakak tirinya itu pergi entah ke mana. Ya wanita itu adalah Hye Joo. Saat ini Hye Joo sedang di ruangannya sendiri dan menyelesaikan perkerjaan kakak tirinya itu yang di suruh oleh Appanya. Hye Joo sangat kesal terhadap kakak tirinya itu, karena Yuri marah terhadap Appa dan dirinya, bukan berarti dia dapat melalaikan pekerjaannya seperti ini, yang pada akhirnya berimbas kepadanya.

 

Hye Joo tahu bahwa kaka tirinya itu masih tidak bisa menerima kedatangannya di tengah-tengah keluarga. Tapi mau bagaimana lagi, Hye Joo tidak bisa menolak tawaran Appanya untuk kembali. Dan kalau boleh jujur Hye Joo sangat senang saat Appa tirinya mengajaknya kembali dan tinggal untuk bersama-sama seperti dulu. Dan Hye Joo tidak ingin melewatkan kesempatan emas seperi ini. Walaupun Hye Joo tahu bahwa Yuri tidak akan menerimanya di tengah-tengah keluarga.

 

Hye Joo menghela nafas panjang. Tidak bisakah kakak tirinya itu memaafkannya atas kesalahannya dulu. Semua itu adalah kecelakaan, dan Hye Joo tidak pernah berpikir untuk merebut kekasih Eonninya itu. Tapi Yuri seperti tidak ingin mendengar penjelasan Hye Joo dan tidak ingin memaafkannya. Dan sampai sekarang pun sepertinya Yuri tidak ingin memaafkan adik tirinya itu.

 

Tok tok tok

 

Tiba-tiba saja ketukan dari pintu membuyarkan pikiran Hye Joo dari kaka tirinya itu.

 

“Masuk.” Hye Joo mengizinkan orang di balik pintu untuk masuk. Dan datanglah Sekretaris Yang dengan membawa setumpuk kertas di tangannya.

 

“Lagi?” Ucap Hye Joo tak percaya dengan kertas-kertas yang saat ini berada di mejanya. Dan sekretaris Yang hanya tersenyum memberikan jawaban kepada Sajangnim muda itu.

 

“Bagaimana Appa bisa menyiksaku seperti ini?!” Ucap Hye Joo menggerutu tak jelas.

 

“Bagaimana aku bisa menyelesaikan kuliahku tahun ini dan skripsiku kalau aku harus menangani semua pekerjaan di kantor!” Hye Joo menjambak rambutnya frustrasi. Ingin rasanya Hye Joo menjambak semua rambutnya sampai botak.

 

“Sajangnim ini tidaklah banyak.” Hye Joo yang mendengar perkataan Sekretaris Yang melongo tak percaya.

 

“Bagaimana kau bisa bilang bahwa ini tidaklah banyak? Sedangkan jelas-jelas mejaku penuh dengan tumpukah kertas ini!” Hye Joo menunjuk semua kertas itu kesal. Hye Joo tak percaya bahwa kertas-kertas yang ada di hadapannya ini tidaklah banyak bagi Sekretaris Yang itu.

 

“Ini belum seberapa Sajangnim. Nonna Kwon pernah menangani surat-surat hampir setengah ruangannya. Dan hanya menyelesaikannya sendiri, tanpa bantuan orang lain.” Ucap Sekretaris Yang sambil tersenyum. Hye Joo yang mendengar perkataan Sekretaris Yang hanya melongo. Sungguh, kakak tirinya itu sangat hebat bisa menyelesaikan tumpukan kertas sebanyak itu dengan seorang diri. Hye Joo harus belajar banyak dari kakak tirinya itu.

 

“Ughh.. Aku kira aku sudah cukup pintar untuk dapat menyelesaikan semua tugas-tugas ini. Tapi ternyata aku salah.” Ucap Hye Joo sambil menghela nafas panjang.

 

“Nonna tidak harus khawatir. Aku akan membantu Nonna untuk menyelesaikan proposal-proposal ini. Jadi tenang saja.” Hye Joo yang mendengar perkataan Sekretaris Yang tersenyum senang.

 

“Benarkah?” Tanya Hye Joo berbinar dan dibalas anggukan oleh Sekretaris Yang.

 

“Gomawo Sekretaris Yang kau sangat baik.” Ucap Hye Joo dan memberikan senyuman terbaiknya.

 

 

 

 

“Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di lu-“

 

PRANK!!

 

Pria itu membanting handphonenya ke dinding membuat handphone tersebut hancur tak tersisa.

 

“ARGHH!!”

 

Namja itu mengacak rambutnya gusar. Namja tersebut tidak tahu harus bagaimana lagi. Ia selalu menelphone mantan kekasihnya itu tetapi selalu saja tidak aktif. Ya, pria itu adalah Kyuhyun. Setelah kejadian itu – insiden tertangkapnya ia dan Hyuna – Kyuhyun selalu mencoba menelphone Yuri dan mendatangi kantornya, tetapi karyawan di sana mengatakan bahwa Yuri akhir-akhir ini tidak bekerja. Kyuhyun juga sempat pergi ke kediaman keluarga Kwon. Tapi pelayan di sana mengatakan tidak tahu Yuri ada di mana.

 

Semua ini membuat Kyuhyun pusing. Kyuhyun bingung harus menemui Yuri di mana lagi. Kyuhyun ingin menjelaskan kepada Yuri, apa yang dilihatnya waktu itu adalah salah paham. Walaupun sebenarnya semaunya tidaklah salah. Tapi saat itu wanita yang di ketahui Kyuhyun Putri dari perusahaan Kim Corp ingin membeli sebuah mobil Sport di perusahaannya. Dan meminta pendapatnya secara langsung Mobil apa yang cocok untuknya dengan keluaran terbaru. Dan Kyuhyun tidak bisa menolak wanita itu.

 

Sebelumnya Kyuhyun memang sempat dekat dengan wanita itu. Tapi Kyuhyun hanya menganggapnya sebagai putri dari rekan bisnisnya dan tidaklah lebih sama sekali. Dan kerap kali Hyuna menggoda Kyuhyun, tapi Kyuhyun selalu mencoba untuk tidak tergoda terhadap gadis itu dan berusaha menahan hasratnya untuk tidak menyentuh wanita itu.

 

Bagaimana tidak? Saat Hyuna pergi ke kantornya wanita itu selalu saja menggunakan pakaian yang sangat seksi yang mampu membuat siapa saja akan tergoda. Sebagai pria normal Kyuhyun pastilah tergoda. Tapi Kyuhyun selalu bisa mengendalikan hormonnya di depan wanita itu. Tapi di situlah awal permasalahan dari semuanya.

 

Kyuhyun tidak dapat mengontrol hormonnya saat itu. Apa lagi wanita itu menggunakan pakaian yang sangat super mini yang membuat gejolak di dalam diri Kyuhyun naik secara drastis. Tetapi Kyuhyun waktu itu hanya tergoda dengan wanita itu dan tidak lebih.

 

Kyuhyun sangat mencintai Yuri. Sangat.  Kyuhyun ingin memperbaiki hubungan mereka, dan memulainya dari awal lagi. Kyuhyun tidak ingin hubungan mereka yang telah mereka rajut selama 7 tahun terbuang tak tersisa. Kyuhyun tidak ingin itu terjadi. Kyuhyun ingin merajut kembali hubungannya dengan Yuri tanpa adanya perselisihan lagi.

 

“Yuri kau dimana..” Ucap Kyuhyun putus asa.

 

Tok tok tok!

 

Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu ruangan tersebut, yang membuat Kyuhyun mengalihkan perhatiannya pada pintu tersebut.

 

“Masuk.” Ucap Kyuhyun. Setelah di izinkan masuk oleh pemiliknya barulah orang itu masuk. Orang tersebut Sekretaris Kyuhyun yaitu Sekretaris Jung.

 

“Ada apa?” kata Kyuhyun menanyakan keperluan Sekretarisnya tersebut.

 

“Saya ke sini ingin memberitahukan sesuatu sajangnim.” Kata Sekretaris Jung.

 

“Apa itu?” Tanya Kyuhyun sedikit penasaran.

 

“Baru saja sekitar tadi pagi, Perusahaan Froleck Corp menarik investasi mereka dan membatalkan kerja sama antara Froleck Corp dan Cho Corp.”

 

BRAK!

 

Kyuhyun menggebrak mejanya saat Sekretaris Jung menyelesaikan kalimatnya. Sekretaris Jung yang saat itu berada cukup dekat dengan meja tersebut terkejut. Selama ini Sajangnim-nya tersebut tidak pernah marah seperti ini sebelumnya terhadap sesuatu. Dan yang dapat melakukan semua ini adalah hanya satu orang yaitu mantan kekasihnya, Kwon Yuri.

 

“APA?!” Bentak Kyuhyun tak percaya.

 

“Mereka tidak bisa melakukan semua ini kepada kita. Mereka tidak bisa membatalkan kerja sama dengan sebelah pihak seperti ini! Kau bersiap-siaplah kita akan pergi ke Froleck Corp dan mengajukan gugatan kepada mereka.

 

“Ta-tapi Sajangnim..”

 

“Tapi apa?! Kita tidak bisa berdiam saja saat kita di perlakukan seperti ini!” Sekretaris Jung yang mendengar perkataan sajangnim-nya tersebut hanya bisa menundukan wajahnya.

 

“Tapi sajangnim jika kita mengajukan gugatan kepada mereka kitalah yang akan kalah.” Kyuhyun yang ingin mengambil Jasnya berhenti saat mendengar perkataan Sekretarisnya tersebut.

 

“Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

 

“Seperti dalam perjanjian kita dengan Froleck Corp sebelumnya yang terdapat pada perjanjian nomor 7 yang mengatakan bahwa setiap perusahaan yang menjalin kerja sama tidak boleh menginvestasikan modalnya pada Perusahaan lain tanpa seizin dengan perusahaan bersangkutan.” Ucap Sekretaris Jung menghentikan perkataannya dan melanjutkan kalimatnya lagi.

 

“Apakah Sajangnim tidak ingat bahwa kita menjalin kerja sama antara Kim Corp beberapa bulan yang lalu tanpa memberitahukan Froleck Corp sebelumnya?” Kyuhyun terdiam mendengar perkataan Sekretarisnya tersebut. Sebenarnya itu memang salahnya tidak memberitahukan kepada Tuan Kwon ataupun Yuri sebelumnya dan saat Froleck Corp ingin menjalin kerja sama antara Choi Corp beberapa pekan yang lalu Froleck Corp memberitahukan kepada Cho Corp bahwa mereka akan menjalin kerja sama antara perusahaan tersebut.

 

“Dan perjanjian yang terakhir..” Sekretaris Jung menggantungkan kalimatnya lalu melanjutkan perkataannya.

 

“Pada perjanjian nomor 11 yang mengatakan bahwa setiap perusahaan dapat membatalkan kerja sama mereka atau menggugat perusahaan yang melanggar salah satu dari perjanjian yang sudah di sepakati sebelumnya. Asalkan perusahaan yang bersangkutan memiliki bukti bahwa perusahaan tersebut memang melanggar kesepakatan mereka. Dan Nonna Yuri saat ini memiliki buktinya dan ia mengirim bukti tersebut setelah Ia mengirim pembatalan investasi dari perusahaan kita.” Ucap Sekretaris Jung. Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya pada kursinya setelah ia mendengar semua perkataan Sekretaris Jung. Ia menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya gusar.

 

Mengapa kau melakukan ini Yuri? Mengapa? Apa kau ingin membalas dendammu padaku? Ucap Kyuhyun dalam hati.

 

“Saat ini berapa saham kita?” Tanya Kyuhyun akhirnya setelah bisa mengendalikan dirinya.

 

“Saham perusahaan saat ini tidak stabil setelah Froleck Corp menarik semua investasinya terhadap Cho Corp. Saat ini Saham kita pada angka 22,772 yang sebelumnya berdiri pada 28,450. Penurunan angka ini cukup jauh dari angka sebelumnya.” Ucap Sekretaris Jung.

 

Kyuhyun yang mendengar perkataan Sekretaris Jung memijat kepalanya. Saat ini Kyuhyun sangatlah frustrasi, apa lagi dengan masalah hubungannya dengan Yuri yang kandas beberapa hari yang lalu. Dan sekarang? Muncul lagi permasalahan yang baru pada perusahaannya dan ini menyangkut dengan perusahaan yang di miliki oleh mantan kekasihnya? Oh yang benar saja. Pikirnya.

 

Sekretaris Jung hanya diam memperhatikan reaksi sajangnimnya tersebut. Sejujurnya Sekretaris Jung kesihan terhadap Bos-Nya tersebut. Tapi mau bagaimana lagi, sebenarnya Sajangnim-nya itulah yang awalnya memang salah tidak memberitahukan kerja sama antara Cho Corp dan Kim Corp dan Sekretaris Jung tahu bahwa sebenarnya Nonna Yuri dari dulu telah tahu kerja sama tersebut. Tapi Yuri tidak melakukan tindakan apa pun terhadap mereka. Mungkin karena dulu Yuri masih menjadi kekasih sajangnim-nya, oleh sebab itu Yuri tidak ingin memperpanjang masalah yang tidak terlalu penting bagi Yuri. Tapi setelah semua hubungan mereka berakhir, Yuri barulah melakukan tindakannya.

 

“Terima kasih atas informasinya Sekretaris Jung. Sekarang kau bisa pergi.” Setelah terdiam cukup lama, Kyuhyun membuka suaranya dengan mengizinkan Sekretarisnya itu untuk pergi dan Sekretaris Jung menganggukkan kepalanya mengerti dan memberikan sedikit tundukkan hormat kepada bos-nya tersebut sebelum ia pergi.

 

Kyuhyun menghela nafas panjang setelah kepergian sekretarisnya itu. Satu-satunya cara untuk mengembalikan sahan Cho Corp kembali seperti dulu adalah dengan cara mencari investor baru yang ingin menyumbangkan dananya kepada Cho Corp atau kembali menjalin kerja sama kepada Froleck Corp.

 

 

 

 

“Yak! Mengapa kau tidak memberitahukan kepadaku!” Yuri yang mendengar perkataan sahabatnya itu yang tiba-tiba datang dan mengoceh tanpa sebab hanya mengangkat alisnya bingung. Hari telah malam, saat ini keduanya berada di hotel mereka, lebih tepatnya kamar hotel milik Yuri.

 

“Apa maksudmu?” Tanya Yuri yang memang tidak mengerti tentang pembicaraan mereka. Bukankah aku sudah mengatakan semua kejadian saat aku di Klub? Pikir Yuri. Yonna yang mendengar perkataan sahabatnya itu hanya memutar matanya.

 

“Mengapa kau tidak memberitahukan kepadaku jika kau membatalkan kontrak kerja sama antara Cho Corp dengan perusahaan kita.” Ucap Yonna akhirnya. Yuri yang mendengar perkataan Yonna hanya diam.

 

Ya memang benar Yuri telah membatalkan kontrak kerja sama keduanya antara Cho Corp dan Froleck Corp. Tapi semua itu ada alasannya, Yuri selalu mengambil keputusan dengan matang sebelum ia melakukan sesuatu sebelum bertindak. Yuri membatalkan kontrak dengan Cho Corp bukan karena masalah pribadinya dengan Kyuhyun. Tapi karena Yuri merasa kerja sama tersebut hanya akan menguntungkan Cho Corp tidak dengan perusahaan mereka.

 

“Mengapa kau membatalkan kerja sama kita dengan mereka?” Tanya Yonna (lagi). Yuri menghela nafas panjang sebelum ia menjawab pertanyaan Yonna.

 

“Aku punya alasan membatalkan kerja sama ini Yonna.” Ucap Yuri sambil bersandar pada kepala kasurnya tersebut.

 

“Tapi kau kan bisa bertanya kepadaku ten-“

 

“Haruskah aku meminta pendapatmu saat Cho Corp mengingkar perjanjian mereka?” Yuri memotong perkataan Yonna. Yonna diam mendengar perkataan sahabatnya itu.

 

“Ok mungkin aku memang salah dan aku minta maaf jika aku tidak memberitahukan ataupun menanyakan pendapatmu tentang pembatalan kontrak tersebut. Tapi aku harus melakukannya cepat sebelum Cho Corp menghapus semua bukti mereka. Aku tidak bisa menunggu ataupun meminta pendapatmu. Jadi aku mohon kau mengerti Yonna.” Ucap Yuri menjelaskan alasannya mengapa gadis itu tidak memberitahukan sahabatnya itu tentang hal ini.

 

“Aku mengerti.” Jawab Yonna. Yonna menghela nafasnya panjang sebelum ia kembali berkata.

 

“Aku pergi ke kamarku dulu. Jika kau membutuhkan sesuatu atau apa pun datanglah ke kamarku.” Setelah mengatakan itu Yonna pun pergi dari hadapan Yuri dan tidak lupa menutup pintu hotel tersebut. Yuri menghela nafasnya panjang. Sungguh kepalanya kembali sakit setelah percakapannya dengan Yonna. Walau pun percakapannya ia dengan Yonna tidaklah terlalu menegangkan seperti perdebatan ia dan Yonna dulu, tapi tetap saja perdebatan ini mampu membuat kepala Yuri sakit. Apa lagi masalah ia dan Appanya yang belum selesai. Dan di tambah pekerjaan kantor yang di serahkan semuanya kepada Hye Joo yang membuat kepala Yuri kembali sakit.

 

Yuri takut jika Hye Joo tidak bisa menyelesaikan semua proposal-proposal tersebut yang akan membuat perusahaan nantinya hancur. Bukannya Yuri menganggap remeh kemampuan Hye Joo, hanya saja Hye Joo baru pertama kali melakukan semua pekerjaan kantor. Dan bagaimanapun juga Hye Joo saat ini adalah Mahasiswa yang tugasnya adalah belajar dan menyelesaikan tugasnya di University dan bukannya di perusahaan menyelesaikan pekerjaan perusahaan yang sebenarnya bukan tugasnya.

 

Saat Yuri berumur 24 tahun sama seperti Hye Joo, Yuri sudah bekerja di perusahaan Appanya dan menjadi Sajangnim muda di perusahaan tersebut dan telah memiliki setengah aset dari perusahaan Appanya dan Yuri berani mengambil tanggung jawab sebesar itu dan mengelola perusahaan Appanya dengan sangat baik. Tapi entah kenapa saat Hye Joo bekerja di perusahaan saat ini Yuri merasa khawatir tentang itu.

 

Yuri menarik nafas panjang dan mengeluarkannya melalui mulut. Tenangkan dirimu Yuri. Semua akan baik-baik saja. Ya, semua akan baik-baik saja. Ucap Yuri dalam hati.

 

 

 

 

 

“Membosankan.” Kai yang bermain game dan Sehun yang sedang mengotak katik di Handphone-nya mengalihkan pandangan mereka kepada sahabat mereka yang lain dan bukan adalah Baekhyun.

 

Kai berpikir untuk menentukan tempat yang bagus untuk mereka menghabiskan waktu mereka saat ini. Ya, saat ini mereka berada di Kamar Hotel Baekhyun dan Hotel yang sama yang di tempati Yuri dan Yonna.

 

“Bagaimana kalau kita ke Klub di hotel ini. Bagaimana?” Tanya Kai mengajukan Pemikirannya kepada kedua sahabatnya itu.

 

“Aku malas ke sana dan bosan bermain dengan gadis-gadis.” Ucap Baekhyun sekennanya.

 

“Kalau kau bosan bermain dengan gadis-gadis mengapa kau tidak mencoba hal yang baru. Seperti bermain dengan Pria. Bhuahahaha..” Baekhyun yang mendengar perkataan Kai langsung saja melemparkan bantal yang berada di pangkuannya. Tetapi Kai merespons dengan cukup baik, Kai cepat menangkap bantal tersebut sebelum mengenai wajah seksinya itu.

 

“Yak! Kau kira aku sudah tidak normal sampai aku harus bermain dengan pria!” Teriak Baekhyun tak percaya. Sungguh sahabatnya itu mampu membuat tekanan darahnya langsung naik seketika.

 

“Ok ok aku hanya bercanda.” Ucap Kai lalu melanjutkan perkataannya.

 

“Kalau begitu, kita akan kemana?” Tanya Kai kepada kedua sahabatnya itu. Kedua sahabatnya itu hanya menggelengkan kepala mereka secara bersamaan. Mereka menghela nafas panjang saat mereka tidak memiliki rencana yang baik untuk malam pertama mereka di Jeju.

 

Tiba-tiba saja Baekhyun merasa dirinya ingin berjalan di pantai sambil merasakan angin laut dan menatap ombak malam yang indah di Jeju.

 

Baekhyun pun berdiri dari kasur dan berjalan ke arah pintu. Mereka yang melihat Baekhyun yang pergi tersebut hanya mengerutkan kedua alis mereka bingung.

 

“Kau akan pergi kemana?” Tanya Sehun yang melihat Baekhyun yang telah memakai sepatunya dan bersiap untuk membuka pintu.

 

“Pantai. Aku ingin mencari udara segar.” Setelah mengatakan itu Baekhyun menutup pintu kamar hotel tersebut meninggalkan kedua sahabatnya itu dalam keheningan.

 

Kai dan Sehun menatap satu sama lain.

 

“Sekarang kita akan kemana?” Tanya Kai dan di balas gelengan oleh Sehun. Keduanya menghela nafas panjang tidak tahu harus berbuat apa.

 

 

Kembali ke Baekhyun. Saat ini Baekhyun telah berada di luar gedung Hotel dan berjalan menuju pantai. Baekhyun terus melihat laut yang terus menghantarkan ombak ke tepi pantai dan merasakan embusan angin yang menerpa seluruh tubuhnya.

 

Saat ia akan kembali menatap jalan di depannya, ia berhenti berjalan saat melihat seorang wanita yang ia kenal berada di depannya. Wanita itu menatap kakinya yang menuntunnya berjalan entah ke mana. Saat gadis itu mendongakkan wajahnya, melihat jalan yang ada di depannya saat itulah mata mereka bertemu.

 

Wanita itu menghentikan langkahnya saat ia merasa familiar dengan pria tersebut. Detik berikutnya Baekhyun tersenyum kepada wanita tersebut. Dan wanita itu hanya menatap Baekhyun tanpa ekspresi sedikit pun di wajah cantiknya. Wanita itu kembali melangkahkan kakinya dan mengacuhkan pria yang ada di hadapannya itu. Baekhyun yang melihat reaksi gadis itu terdiam dan melunturkan senyuman di wajahnya. Saat wanita itu akan melewatinya, Baekhyun meraih tangan wanita itu dan menariknya kepada dirinya, membuat tubuh wanita itu menabrak tubuhnya, seakan-akan keduanya saat ini seperti berpelukan.

 

Wajah wanita itu saat ini tepat berada di leher Baekhyun. Baekhyun bisa merasakan nafas wanita itu yang sedikit memburu pada dirinya. Baekhyun tersenyum, meletakkan sebelah tangannya pada pinggang ramping gadis itu dan tangan satunya masih memegang erat pergelangan tangan gadis tersebut. Baekhyun memajukan kepalanya lebih dekat ke arah gadis tersebut dan berhenti di depan telinganya. Baekhyun mengecup dan menjilat telinga wanita itu singkat dan setelahnya ia membisikan sesuatu kepada wanita tersebut.

 

“Senang bisa bertemu denganmu lagi Kwon Yuri.”

 

TBC

 

Hallo, bagaimana dengan Chapter 5 kali ini? Apakah seru? Menegangkan? Menarik? Membosankan? Atau biasa saja? Kalau membosankan beritahu Author ne dan Author akan memperbaharui Chapter selanjutnya untuk lebih menarik lagi. J

 

Readers semua udah tahukan mengapa Kyuhyun bisa selingkuh dengan Hyuna. Sebenarnya sih gak selingkuh, mungkin bisa di bilang tergoda kkk~ Dan untuk dendam Hyuna dan Yuri akan di jelaskan di Chapter selanjutnya.  

 

Dan di Chapter selanjutnya akan ada Cast baru yang pastinya berhubungan dengan Baekhyun dan Yuri. Ada yang tahu siapa Cast barunya? Ada yang tahu? Author beri clu deh ya, Cast-nya adalah wanita. Dan dia adalah seorang member Girl Band terkenal asal korea. Bagaimana? Ada yang sudah bisa menebak?

 

Hhahahaha.. Dari pada pusing mikirin siapa Cast barunya lebih baik di tunggu aja ok Chapter selanjutnya. Terakhir, jangan lupa feedback-nya setelah membaca. Kalau gitu sampai jumpa. Annyeong^^

 

 

_Rain_Baek999

17 responses to “[Freelance] This Is Crazy! (Chapter 5)

  1. pertemuan yuri-baekhyun bikin greget muehehe😀

    perselingkuhan kyuhyun-hyuna emangsemuanya bukan salah kyuhyun, tapi kalo tentang kerja sama sih emang bener itu kesalahan kyuhyun .. secara dia gk bilang ke perusahaan yuri

    ohhh baekhyun bener-bener tertarik sama yuri wkwk .. tapi siapa sih cewek yg gangguin pikiran baekhyun -_-

    eciee baekyun-yuri ketemuan di pantai aduhh baekhyun langsung tancap gas gitu meluk yuri + bisikan menggoda buat yuri😀

    huaaa di tunggu nextpartnya eonni🙂

  2. Oke… Salken thor. Gw reader baru ! sebenernya gak baru2 amat soalnya gw suka jadi pembaca gelap… wkkk
    Tapi sekarang gak lagi . Jujur itu baik, gw udah dapet hidayah~ wkkk
    Mengenai tulisan lu udah bagus kok thor… Gw ampe penasaran. Itu Baekki saoloh… lu nistakan sebegitu Kreseknya… haha~ tapi gw suka, jujur pas baca part dia ama Yuri. Dapet kok feelnya… jantung gw deg2 manggil nama Ceye gak jelas~ Well, abaikan…
    Gw bakal komen panjang. Karena gw ngerti betapa susahnya buat nulis… Semangat Thor… Next yang cepet wokeh ? Hwaiting !!!

  3. menarik bgt, dtunggu klnjutanny
    apkh kyu akn brdiam dri ?? apkh dia akn mmbls yul
    dan bgaimna klnjtn hub yul sma baek

  4. halo aku readers baru disini, salam kenal, seneng bisa ketemu ff yui lainnya >..< sukaaa sam sifat baek oppa yg playboy, penasaran deh …. api cerita nya kurang muncul klimaks nya, semangat eonni🙂

  5. AkU rasa mantan baekhyun ITU adiknya Yuri.. Dan cast baru Itu taeyeon eonnie, ok abaikan pemikiran Ku ini author-nim
    .

    Aku memperhatikan ffmu Dari judul yg sebelumnya, penggambaran, bahasa dan cerita ff INI sudah jauh lebih baik… Terus ditingkatkan ^^

  6. hadehh… smpe panas dingin bacanya.
    keren kk, baekhyun bisa bgt buat yuri nge fly, hot bgt and i like it😍😘❤
    semangat buat chap slnjutnya, jgn lma2 ya kk… fighting ok😉👍

  7. Chapter berikutnya ada nc nya donk! Kekeke
    T kn baek ketemu lg ama yuri sekalian aja ada nc nya d hotel jeju atau minimal ciuman panad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s