The Misconception of Us Part 2 – Babalee

CYMERA_20160613_152125

 

Percobaan Menyelematkan Diri-Katanya

Byun Baekhyun | Shim Chaesa

Romance | Comedy | Idol Life

Baca pemberitahuan dibawah yaaaa jangan lupaaaa

 

 

Seoul pagi hari tidak seindah dulu. Sekarang ini, terlalu sesak, terlalu berpolusi, terlalu ramai, dan terlalu macet. Chaesa mendongak menatap langit. Satu tangannya di sandarkan pada kaca jendela mobil yang dibirkan terbuka. Jari-jarinya menyangga dagunya. Sejujurnya dia ingin memaki. Sudah setengah jam dia terjebak macet. Dan sebenarnya ada apa di depan sana? Kecelakaan? Rombongan anak TK yang menyerobot tiba-tiba? Atau idol besar yang membuat fansnya berhamburan ke jalan?

Dia hanya sedang tidak ingin terlambat untuk rapat kali ini. Kibum pasti akan ngomel-ngomel dan berbicara ke sana ke mari. Pesannya bahkan sudah memenuhi notifikasi. Hingga satu panggilan membuat Chaesa menarik satu earphone dan memasangnya ditelinga.

“Merindukanku?”

“Sangat! Aku bahkan sampai tidak bisa bernafas membayangkan kau akan terlambat datang kemari.”

                “Oh sayang, kau manis sekali.”

“Trima kasih. Ngomong-ngomong dimana kau? Apa tidak bisa lebih cepat. Rapat akan dimulai dua puluh menit lagi.”

                “Kau berisik sekali seperti kakak tua. Aku sedang mencoba untuk secepatnya datang ke sana jika tidak tumpukan mobil bodoh di depan menghalangiku. Sial! Ada apa dengan Seoul pagi ini? Sebenarnya siapa yang harus di salahkan! Ya! Kau kan kaya buatkan jalan khusus untukku!”

“Aku mau mau saja. Asal kau jadi istriku.”

                “Baiklah, kapan kita menikah?”

“Menarik. Kita lanjutkan obrolan ini dan aku harus pergi menemui ayah. Mertuamu itu benar-benar mengerikan jika sudah marah. Dah, aku mencintaimu.”

Chaesa menutup telfonnya. Mencintaimu dari kotoran mana. Ngomong-ngomong, Profesor Kim- Ayah Kibum- selain pemilik saham terbesar di rumah sakit, dia juga dokter yang sudah terkenal sampai mancanegara. Hebat sekali. Kibum bilang, dia akan seperti itu, hanya saja dia akan jauh lebih keren dari ayahnya. Atau mungkin kata playboy lebih baik dari pada keren.

 

***

Baekhyun menghela nafas sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. Ini masih pagi dan ibunya sudah menghubunginya dengan berita buruk. Baek Boom sakit. Tidak parah. Tapi cukup parah. Yah terserah ibunya sajalah.

Sehun datang lalu merangkul bahu Baekhyun. Satu tangannya memegang apel. Setengah gigitan yang ada di mulut sengaja di keluarkan lalu di sodorkan pada Baekhyun. Ketika pria itu akan mencondongkan kepalanya, Sehun buru-buru memasukkan semua apel ke dalam mulutnya.

“Ya! Kita seperti sepasang gay, hyung!”

“Kau duluan.”

Sehun terkekeh dia lalu melepas rangkulannya dan mulai melemparkan diri pada sofa. Ada beberapa member yang baru bangun tidur di sana. Seperti mata Lay yang terbuka sebelah.  Jongin yang bersujud diatas sofa. Chanyeol mengambil selca dengan ekspresi di buat seperti benar-benar masih mengantuk. Suho, Xiumin, dan D.O membuat sarapan di dapur. Dan hey, siapa yang mandi sepagi ini? Ah Jongdae!

Manajer Lee bilang dia harus mengurus sesuatu makanya tidak menginap di dorm tadi malam. Dan siapa peduli, Sembilan lelaki dewasa-yang masih bocah- tahu diri untuk tidak melakukan hal-hal merugikan. Tidak, semalam mereka hanya menonton film bajakan bersama lalu tidur terkapar di ruang tengah.

Ponsel Baekhyun kembali berdering. Pesan dari ibunya. Dan hei pagi-pagi begini membawa kakaknya ke rumah sakit. Baekhyun menengok jam yang menempel di dinding, oh jam 8 tidak terlalu pagi. Langkahnya cepat menuju dapur.

“Suho hyung, aku harus ke rumah. Hyung ku sakit dan hanya ada eomma di rumah. Aku harus membawanya ke rumah sakit.”

Suho yang sedang membuat secangkir minuman panas menoleh cepat pada Baekhyun. Keningnya mengkerut dan wajahnya seketika khawatir. “Perlu aku antar?”

“Tidak-tidak usah hyung, tidak apa-apa aku bisa naik taksi.”

“Kita punya jadwal jam sebelas kau ingat? Kau akan ke dorm dulu atau langsung ke tempat?”

Baekhyun terdiam sebentar lalu, “Sepertinya aku akan pulang dulu ke dorm. Aku berangkat dulu hyung.” Katanya sebelum mencomot sehelai roti bakar di tangan D.O.

“Baek! Kau mau kemana?” kali ini Jongdae yang bertanya, dia baru saja mencuci rambutnya. Tapi masih jauh keren dirinya.

“Aku akan mengantar hyungku ke rumah sakit.”

Hyung, kau sudah meminta izin? Kau sudah di peringati untuk meminta izin dulu sebelum membuat masalah.” Sehun terkikik sambil berihighfive dengan Kai yang masih setengah sadar. Pria hitam itu kembali bersujud, melanjutkan tidurnya yang tertunda.

“Aku akan mematahkan lehermu saat kembali nanti anak manis. Aku pergi dulu!”

 

***

Sial! Sudah telat sepuluh menit. Dan yakin dirinya masih bisa masuk rapat? Langkah Chaesa berhenti saat di depan pintu besar. Ada Ki Bum di sana. Dia tersenyum lalu melambaikan tangannya pada gadis itu.

“Kenapa tidak masuk?” Tanya Chaesa dengan nafas yang tersenggal. Dia tidak tahu tapi rasanya benar-benar melelahkan. Berlarian sejauh ini. Mana harus menggunakan sepatu tinggi. Salah dirinya sendiri, oke.

“Aku sudah, aku hanya izin keluar sebentar saat menerima pesan darimu.”

“Apa aku boleh masuk?”

“Maaf sayang, ini kali ketiga kau terlambat. Dan sepertinya sudah saatnya kau harus di hukum.”

Chaesa menyipitkan matanya tidak suka. “Siapa bilang begitu?”

“Ayahku. Dia bilang,” Kibum menegakkan tubuhnya dan memperbaiki suaranya setegas mungkin seperti ayahnya lalu menatap Chaesa begitu dingin-tapi serius itu gagal- “Katakan pada Chaesa, dia tidak bisa ikut rapat hari. Bocah itu selalu saja terlambat. Dan bilang, untuk tiga hari ke depan simpan dia di UGD. Begitu katanya. Kalau begitu aku masuk dulu ya sayang.”

Chaesa mengeraskan rahangnya. Dia hampir saja melempar tasnya jika tidak ingat ada beberapa orang yang berlalu-lalang di sekitar sini. Apa terlambat sepuluh menit tidak bisa ditolerir? Dan ini hanya tiga kali ya ampun. Ketika dia punya perusahaan nanti, dia akan membiarkan siapapun terlambat dan tidak akan memberikan hukuman. Jahat sekali Prof Kim itu. Chaesa membalikkan tubuhnya menatap pintu. Dia mencebik membayangkan wajah Prof Kim dan Kibum sekalian lalu berbalik dan berjalan pergi. Sial! UGD bukan tempat yang menyenangkan.

 

***

Baekhyun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedikit tinggi. Di belakangnya ada kakaknya Baek Boom sedang dalam pelukan ibunya. Pria itu terkulai lemas dengan keringat dingin mengalir di sekitar dahi. Tubuhnya panas dan sesekali mual. Kalau sudah muntah ibu akan siap mengadahkan kedua tangannya untuk menampungnya.

Hyung, kenapa kau sakit di saat aku sedang sibuk dan semua orang pergi? Jae Hee noona sedang ke Jepangkan bersama ayah?” kata Baekhyun mencoba memecah keheningan. Tiba-tiba dia merasakan pantatnya sedikit di tending dari belakang. “Wah kekuatanmu saat masih sakit tetap ada ternyata ya.”

“Siapa juga yang mau sakit. Ayah dan Jae Hee pergi untuk mengantikan rapatku. Bukan kebetulan saat mereka sedang sibuk. Aku yang menyuruh mereka.”

Baekhyun mengangguk sebentar, “Ah! Apa kita melupakan Baek Hee? Ya ampun bodoh sekali. Aku juga tidak melihat Lim ajhuma tadi. Apa kita harus kembali lagi?”

“Tidak usah. Baek Hee ikut ibunya. Dia tidak bisa lepas dari keringat ibunya sekalipun.”

“Jadi Baek Hee tidak menyukai ayahnya dan lebih menyukai ibunya?”

Baek Boom mendelik ingin menyikut perut adiknya itu, andai saja dia kuat, “Bukan begitu, ada kalanya seorang anak lebih dekat dengan salah satu orang tuanya. Kau tidak bisa memaksa dia harus dekat dengan ke duanya. Ah bagaimana ini, kau tidak akan mengeri, maka menikahlah dan punya anak.”

“Kasian hyungku. Sudah di tinggal tidak di cintai. Aku tahu hidup ini memang perih. Sangat.” Baekhyun berlagak seolah di baru saja akan mengeluarkan air matanya. Namun seketika dia merasakan seseorang menjambak rambutnya dari belakang hingga membuatnya berteriak tidak karuan.

“Oh YA! Byun Baek Boom. Kau ingin kita mati?!”

Ibu melerai. Sentuhan hangatnya mencoba menarik Baek Boom kembali dalam pelukannya. “Kalian sudah tua dan masih bertengkar. Ya ampun aku tidak percaya. Baek, jangan buat masalah.”

“Baek yang mana, bu?” Tanya Baekhyun. Dia masih tetap fokus menyetir sambil tersenyum lebar. Rasanya sudah lama sekali tidak menggoda kakaknya. Ini semua karena mereka semakin tua. Kesibukan yang semakin bertambah dan waktu bersama semakin berkurang.

Teringat masa lalu saat mereka bertengkar sampai saling melempar pakaian dari dalam lemari ke luar rumah. Padahal di luar sedang hujan. Saat ibu pulang kerja dia marah besar lalu menyuruh Baekhyun dan Baekboom membereskan semua bersama. Mulai dari memungutnya sampai menyimpan rapih lagi di dalam lemari.

“Kita sampai ibu, aku yang memapah hyung. Ibu bawa mobil ke parkiran. Ibu sudah tua oke, tidak usah memaksa.”

Ibu Baekhyun kemudian turun lalu duduk di bagian kemudi. Baekhyun-tanpa alat penyamaran apapun- mencoba membopong Baekboom keluar.

Dari pihak rumah sakit beberapa perawat datang melihat keadaan Baekboom lalu membawa kursi roda. Mendudukkannya di sana lalu mendorongnya masuk. Baekhyun mengikuti di sampingnya. Kakaknya ini di bawa ke UGD terlebih dahulu. Seorang dokter wanita berlari menghampiri. Matanya membulat seketika. Diam-diam Baekhyun tersenyum.

“Oppa? Ada apa dengan oppa?” tanyanya. Namun Baekboom tidak menjawab. Dia hanya menatap dokter wanita itu sambil berkerut. Setelah sampai di tepi kasur, pria itu dinaikkan untuk ditidurkan.

“Apa yang oppa rasakan?”

“Demam naik turun, ada mual dan muntah, dan kepalaku rasanya pening sekali.”

“Biar aku periksa dulu.”

 

***

 

Chaesa hampir saja akan menaiki lift ketika pintu terbuka menampakkan wajah seorang Byun Baekhyun. Buru-buru gadis itu mengalihkan langkahnya pada tangga darurat. Lagi pula dia akan turun ke lantai satu kan, hanya menuruni tiga lantai tidak akan membuat kakinya patah-pikirnya.

Namun Bukan Baekhyun jika tidak keras kepala, pria itu berlari ikut masuk melalui tangga darurat seperti Chaesa. Langkahnya lebar-lebar memblock gadis di depannya. Langkah ke duanya terhenti mau tidak mau. Chaesa mendengus keras, sengaja agar pria di depannya paham benar bahwa dia sedang tidak ingin berbicara dalam bahasa apapun atau mengatakan apapun.

“Lucu sekali, kau bahkan ingat betul hyungku, tapi kau melupakanku. Apa yang terjadi dengan otakmu. Kebodohan tib-tiba?” Tanya Baekhyun sambil melipat ke dua tangannya di depan dada. Matanya menatap tajam-tapi masih jenaka- Chaesa. Gadis itu hanya terus mendelik mengalihkan tatapannya. Kemanapun, asal bukan pria di depannya.

“Apa yang kau mau Baek?”

“Kau yang bermain bersamaku selama ini. Apa kau masih menyukai hyungku? Ya, dia sudah punya anak dan istri. Aku masih lajang ngomong-ngomong.”

Chaesa tertawa sinis. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku jas putih. Rambutnya tergerai panjang tanpa hiasan apapun. “Omong kosong apa ini. Tidak usah berbelit Baek, aku sibuk. Oke? Kau mau membahas lima hutang darikukan? Baiklah katakan saja apa yang kau inginkan.”

Ada banyak sekali yang Baekhyun inginkan pada Chesa. Terlebih waktu. Dia ingin bersama gadis itu lebih lama. Melakukan hal bersama. Tapi karena dia seorang idol tentu tidak akan semuda itu. Mungkin ini kesempatan bagus untuknya karena bisa berbicara empat mata di tangga darurat. Setidaknya hanya cctv yang bisa mengambil gambarnya. Dan pihak rumah sakit bukan salah satu oknum yang suka mengumbar hal-hal bersifat gossip yang bisa mengusik kehidupan idol. Semoga saja.

“Tidak bisa. Aku harus mengatakan satu persatu.”

Chaesa mendelik, “Kenapa kau itu berlebit sekali. Senang sekali membuat orang susah.”

“Ku anggap itu pujian.”

“Ayolah Baek, cepat. Waktuku tidak banyak.”

“Baiklah-baiklah. Pertama, yang aku inginkan darimu. Jangan tak acuhkanku. Baik itu saat kita bertatap muka atau saat aku menghubungi lewat media. Terutama telfon dan sms. Kau harus balas meskipun kau sedang buang air besar atau mandi, aku tidak peduli. Dan ini berlaku selamanya.”

Dan rahang Chaesa hampir saja jatuh tidak buru-buru sadar. Keparat Byun ini masih saja sama, menyebalkan. Pemaksa. Bagaimana bisa dia membawa ponselnya kemana-mana bahkan saat buang air besar?! Gila atau bagaimana Byun Baekhyun ini. Saat mandi? Bagaimana tiba-tiba jika pria itu membuat panggilan video saat ternyata Chaesa sedang telanjang? Wah pintar sekali bocah ini.

“Bagaimana jika aku tidak mau?”

“Kau akan terus berhutang padaku. Hutangmu akan terus tetap lima jika kau tidak menurut. Dan aku rasa tidak apa membuat masalah bersamamu  di sini?” Balas Baekhyun santai. Dia menggendikkan bahunya acuh tak acuh sambil senarik senyum licik pada bibirnya.

Chaesa mual, sumpah. Pria itu berlagak sok keren lagi.

“Baiklah. Selanjutnya apa?”

“Tidak ada, biar aku memikirkannya lagi.”

“Ayolah Baek, aku tahu ada banyak hal yang ingin kau lakukan katakan saja. Kau mau berkencan denganku? Makan malam bersama? Menghabiskan akhir pecan, hanya kau dan aku?” Tanya Chaesa berbinar. Tiba-tiba saja gadis itu berubah menjadi perayu ulung. Kakinya mendekat satu langkah pada Baekhyun. Pria itu tiba-tiba saja gugup, namun segera dia bisa mengatasi dirinya sendiri.

“Ide bagus. Tapi aku tidak ingin menggunakan sisa hutangmu untuk hal yang tidak penting.” Baekhyun bertaka setenang mungkin membuat Chaesa kembali naik pitam. Gadis itu kembali memundurkan langkahnya sambil melipat kedua tangannya. Bibirnya mengerucut nafasnya dadanya naik turun dengan cepat. Baekhyun lagi-lagi tertawa.

“Terserah.”

Chaesa melangkahkan kakinya untuk menjauh. Beberapa orang pasti sedang membutuhkannya dan alangkah lebih bagusnya kalau Kibum sudah selesai rapat dan mengajaknya duduk memojok sambil meminum cola. Tapi sayangnya, belum ada tanda-tanda kehidupan dari Kibum.

Baekhyun menarik lengannya. Gadis itu memutar setengah tubuhnya menatap pria itu tidak suka. Cengkramannya tidak terlalu kuat, tapi kenapa dia tidak mencoba untuk menepisnya?

“Aku merindukanmu. Dan aku serius soal itu. Kamar kakakku ada di lantai enam kamar nomor 701 C. Tidak apa kau tidak peduli padaku. Kakakku harus cepat sembuh, dokter.” Nada suara Baekhyun tidak seperti seorang yang sedang memohon. Sangat datar dan tenang. Hebat sekali. Hal itu lagi-lagi membuat Chaesa kebingungan sendiri. Jadi sebenarnya apa yang diinginkan pria itu.

Tanpa perpisahan Baekhyun melangkahkan kakinya turun lalu keluar melalui pintu darurat di lantai tiga. Mungkin dia akan turun menggunakan lift atau dia memang sedang memiliki urusan. Ah masa bodo! Chaesa memukul kepalanya sendiri lalu berjalan cepat menuruni tangga. Dia tidak mau ikut-ikutan seperti Baekhyun. Tidak bertemu wajah itu untuk kesekian kalinya. Cukup saja untuk hari ini. Apalagi mengingat setiap ucapan pria itu yang selalu sukses membuat darahnya naik dengan cepat. Lama kelamaan dia bisa terserang darah tinggi di usia dini.

 

***

 

Chaesa merasakan musim dingin yang sangat dingin. Tubuhnya sedikit menggigil sambil berjalan. Beberapa anak sudah berhamburan lari mencoba masuk ke kelas. Dan masih belum ada tanda-tanda Baekhyun. Sebenarnya kemana pria itu.

Terdengar langkah cepat di belakangnya. Lalu sebuah rangkulan tiba-tiba membebani sebelah pundaknya. Baekhyun tertawa kecil sambil menatap Chaesa. Tidak sadar bahwa tubuhnya bisa saja membuat mereka berdua jatuh. Gadis yang dirangkulnya ini tidak sekuat Hercules. Matanya menyipit dan benar-benar tidak tahu diri. Tidak ada kata maaf atau basa basi sedikit. Dia hanya terus tersenyum sampai mereka sampai di teras sekolah dan Chaesa membuang lengan Baekhyun dari pundaknya.

Mata gadis itu menyalak seperti anjing yang belum terlatih. Baekhyun yang ditatap hanya tersenyum manis. Lebih seperti anak musang yang akan diterkam tapi mencoba terlihat manis agar anjing hutan tidak memakannya.

“Ini musim dingin, Baek.” Kata Chaesa dan Baekhyun mengangguk mantap.

“Kau mau lihat salju pertama bersamaku? Kalau begitu kita tidak boleh berpisah.”

“Aku menunggu di depan rumahmu lima belas menit.”

“Suruh siapa tidak masuk?” Baekhyun membela diri. Lagipula benar, apa salahnya. Ayahnya, ibunya, kakaknya juga sudah tahu betul tentang pertemanan Baekhyun dan Chaesa. Jadi untuk apa gadis itu bersikap so malu? Dia bahkan pernah buang angin di depan Baek Boom yang sedang memakan cemilan.

“Kau tidak akan meminta maaf? Baiklah! Aku marah padamu!”

Dan Chaesa tersadar saat Ki Bum menempelkan sekaleng minuman soda pada pipinya. Kali ini dia yang mengajak pria itu untuk mojok. Benar-benar pojok. Kolong bawah tangga. Sedikit gelap dan sepertinya cocok untuk sedikit berbuat mesum. Lagi pula Ki Bum tampan. Tidak kalah dengan salah satu bintang Korea.

Sepertinya dia salah, seharusnya jadi idol saja. Itu akan jadi pekerjaan yang baik untuk seorang plaboy ulung seperti Kibum. Namun pria itu selalu menolak dengan alasan, akan sulit berkencan dan berganti pasangan saat sudah jadi idol. Dia harus memikirkan perasaan fansnya juga. Tidak bisa bersikap seenaknya. Dan saat itu Chaesa ingin memeluk pria itu.

“Ada apa lagi sekarang?” Tanya Kibum. Dia mulai membuka kaleng minuman lalu meneguknya sedikit. Chaesa hanya terdiam sambil memainkan Colanya. Rasanya benar-benar tidak mood.

“Aku bertemu Baekhyun lagi. Dia ingin aku tak acuh padanya. Kenapa akhir-akhir ini dia seperti hantu saja. Menyebalkan.”

Kibum mengangguk mengerti, Chaesa sudah menceritakan semuanya padanya. Mereka sudah berteman selama enam tahun dan tidak ada yang tidak di ketahui Kibum. Bahkan waktu menstruasi Chaesa saja pria itu hapal. Apalagi tentang Baekhyun.

“Lalu apa masalahnya?  Kau harusnya bersikap ramah pada temanmu. Ya ampun galak sekali, kalau begitu kita jangan berpisah ya. Aku tidak mau kau mengusirku nanti saat kita bertemu lagi.” Kata Kibum.  Dia tidak benar-benar serius dengan ucapannya. “Lagipula dia sudah berteman lama denganmu. Aku juga akan melakukan hal yang sama jika kau begitu. Kita juga sudah berteman lama ingat.”

Chaesa mendengus. Dia juga tidak mengerti. Dia hanya ingin menjauhi Baekhyun dengan banyak alasan masuk akal yang dia buat sendiri. Pria itu tidak punya kesalahan apapun jika diingat. Sudah enam tahun, kalaupun ada seharusnya sudah larut bersama waktu. Tapi kenapa sulit sekali?

“Aku tidak mengerti. Aku, ya tuhan aku benar-benar tidak mengerti dengan diriku sendiri Kibum! Apa yang harus aku lakukan?”

“Mudah, perlakukan saja dia seperti kau memperlakukan aku. Diakan temanmu juga. Tapi jangan dekat-dekat nanti aku cemburu dan jadi monster.” Kibum merubah ekspresi wajahnya jadi mengerikan. Tapi sumpah, wajahnya hanya berubah jadi jelek tidak ada seram-seramnya.

“Tidak bisa, rasanya aku selalu marah jika dekat dengannya. Apa salah?”

“Tentu saja dokter bodoh! Sebenarnya apa yang kau permasalahkan? Katakan baik-baik apa masalahmu. Ini sudah enam tahun seharusnya kau tidak menjadi pendendam. Lalu semuanya sudah selesai. Memangnya enak bertengkar terus dengan temanmu?”

Chaesa mencebik, dia menatap Kibum seperti anak kucing kelaparan, “Tapi kita selalu bertengkar, kau tidak apa-apa.”

“Itu karena aku masih sabar. Jika kau membuat aku marah, aku benar-benar akan mengerikan. Aku belum pernah benar-benar marah padamukan? Dan aku tidak mau marah padamu. Kita sudah bertengkar setiap hari, aku tidak ingin kita bertengkar sungguhan. Dan aku rasa Baekhyun juga begitu. Kalian masih remaja dulu. Pikiran kalian masih diombang ambing kadang dewasa kadang kanak-kanak.”

Chaesa mengerjapkan matanya tidak percaya. Dia menatap Kibum rasanya mau menangis. Pria itu, kenapa bisa begitu bijaksana. Jadi sebenarnya dia yang selama ini kekanak-kanakan?

 

***

Ucapan hanya ucapan, ketika Chaesa keluar dan tidak sengaja bertatap mata dengan Baekhyun. Tiba-tiba ada rasa membara dalam tubuhnya. Dia ingin marah. Meledak seperti bom. Tapi kenapa? Dia bukan seorang pendendam.

***

Yeay!!! cepet posting yaa aku engga tau seneng aja abis baca komen dari kalian hehehehe makasih yaaa pokoknya love you all!!! oh iya ngomong-ngomong ada yang bisa ngasih link dimana aku bisa pesen poster? aku udah cari kemana-mana tapi engga ketemu.

dan sudah add wattpad aku hehehehe aku mau promot terus ah wkwkwkwkwk jangan lupa add id nya babalee

Oh iya, aku kepikiran buat bikin ff lagi yang temanya lebih ke sekolahan tapi konfliknya lebih berat. wkwkwkwk gimana-gimana? Buat main cast bisa di pikir pikir dulu deh udah ada bayangan sih tapi gimana enaknya wkwkwkwk. gimana menurut kalian??

50 responses to “The Misconception of Us Part 2 – Babalee

  1. Huuuuuaa fast update asikkk, masih aneh kenapa chaesa kalau ketemu sama baek suka marah marah.. boleh nih ka ff baru tapi jangan lupa nyelesain ff ini juga, ditunggu deh pokonya.. fighting ka^^

  2. Wah keren ini fanfictionnya, suka banget. Tapi jangan buru2 thor ya jalan ceritanya hihi. Mangatssss ^^
    Ditunggu chapter selanjutnya.

  3. fast update yeyeyeee… aku bingung pas bagian flashback, ntahlah itu bisa dikata flashback atau engga tp intinya itu masa lalu baekchae, klo bisa bagian gitunya tulisannya dimiringin aja supaya ga ngebingungin aku, ntahlah mungkin aku doang yg ngerasa abisnya aku klo baca suka ga teliti wkwkwk. itu saran doang sih enaknya author aja. ditunggu baekchae adegan romantisnya><

  4. yeay fast update eaaaa.. aku padamuhh lah. seneng sama ceritanya seneng juga sma authornya. haha. btw jd chaesa sukanya sma kaka baekhyun ya, aku suka interaksi antar member d sni kya real life aja. gmes sma prshabatan chae-kibum . suka semuanyaa pkoknya elahhhh.. ff baru? oke oke aku sih sneng2 aja. hahaha #fighting yaa

  5. ya aku juga sama pas update… hehhhe… penasaran kenapa chaesa kalo liat baek marah ajja… ada masalah apa di masa lalu mereka? kim bum kamu tuh ga bisa marah sama chaesa… di tunggu ya kak chap selanjutnya…😉

  6. Kyaaaa, semoga seterusnya update cepet hehe..
    Btw Baekhyun sama Chaesa tuh dulunya punya masalah ya?? Sampe segitu bencinya Chaesa ke Baekhyun..
    Buat Baekhyun cemburu dong, Chaesa deket sama Kibum..
    Baekhyun keliatan jelas banget suka sama Chaesa..
    Dan aku semakin suka sama karakter Chaesa..
    Ditunggu next chapternya ^^

  7. Cieeee… Kaka fast updatee..sering sering kek gini ya thor:v

    Jadi,kenapa Chaesa ngeliat Baekhyun aja sampai marah kayak gitu,padahal kalo gue mah ngeliat Baekhyun malah makin cinta *apaansih-_-

    Ditunggu update-annya thorrr~~

  8. Fast update seneng nya, semoga bisa gini terus ya hehehe….
    kocak banget yan persahabatan kibum sama chaesa, aku suka deh….makin pengen tau masa lalu baek sama chaesa kenapa dia bisa sebenci itu sama baek,,
    ditunggu next chap a…
    semangat

  9. Yeee, ini baru cepat, Dan ea masih kurang panjang nih kk.heehe.

    Sebenarnya aku masih bingung apa masalah mereka d mass lalu hingga membuat si chesa gk suka lihat si baek.. tpi suka dengan sikap anemy mereka. Hahhh.
    Ok d tunggu chap slanjutny yg lebih panjang ea kk. He he eeh
    Semangat..

  10. Masalah masa lalu mereka belum ketahuan ya disini. Penasaran apa yang buat chaesa marah. Padahal dia nya juga bingung kenapa harus marah. Dan aku setuju sama omongannya kibum!
    Buat authornya makasih bgt ya. Udah di post part 2 nya. Tetap semangat!!

  11. Kenapa chaesa marah sama baekhyun klo baekhyun ga salah? Bingung. Flashback please
    Lanjuttt
    Masih ada typo. Diperbaiki lagi thor

  12. Yeay.. akhirnya yang ditunggu muncul juga hehehe
    Dan seperti biasa, aku selalu suka sama cerita fanficnya, apalagi pas bagian exo member pada bangun tidur😀 lucu kayanya kalau liat langsung hehe #mau
    Ok deh pokoknya ditunggu next chapternya author ^^

  13. Hehe baekhyun gentar banget ngganguin chaesa. Sebenernya gak ngerti juga sih chaesa kenapa ya bisa marah sm baekhyun. Semoga dichap depan ada jawabannya hehe

  14. Emang apa yg udah Baek lakukan ke Chaesa sampe menatp Baek aja dy pe gen marah. Pdhal kalo aku natap Baek jadi senyum2 sndri pengen peluk haha *mimpi*
    Serius, aku penasaran dan bener2 penasaran.
    Di tunggu kelanjutannya authornim, selamat menulis 😊😊

  15. cepet ya update nya suka suka suka
    aku pikir chaesa dan ki bum beneraa sepasang kekasih atau emang iya ya
    jangan galak” mulu ama baekhyun chaesa nanti kamu jatuh cinta
    biarpun tengil dan nyebelin tapi malah lucu

    bukannya disini juga bisa bikin poster ya
    next kalo ada cerita baru lagi couple ini aja ya

  16. Knp chaesaa marah sama baekhyun? Kenapa kalau dia ngeliat baekhyun atau papasan diaa bawaannya pengen marah?? Kasih tauu kakk huhu wkwkwk dann chaesa sama kibum itu teman kan ya ? Hehe makasihh lanjutt ya thorr

  17. sebenernya ada apa sih Baekhyun sama Chaesa dulu. kenapa Chaesa kalo liat Baekhyun bawaan’nya marah” terus.
    apa Baekhyun’nya punya salah sama Chaesa ?
    auuuhhh makin penasaran aja sma ceritanya >-<
    Semangat terus buat author ^^

  18. Sebenernya mereka kenapa sih dulu,, kok bisa chaesa marah gt sm baekhyun?? Penasaran >,< cepet di posting yaaaa Author?? Ditunggu nih hihihi
    Ff barunya juga ditunggu,,, boleh kasih saran? Gimana main castnya suho atau d.o hehe

  19. Chaesa knp sih? Kayanya pingin marah ke Baekhyun. Emang apa yg bikin marah? Di tonjok aja sekalian, eh jangan deng, ntar skandal hahaha….
    Kalo kakak mau bikin ff lagi sih gpp, gk ada salahnya. di tunggu hehe…buat next chapter atau mungkin ff baru

  20. Wahhhh fast post nigh seneng y…iyah emang knp tiap ktmu baekhyun ko marah2 trz..jgn2 chaesa punya perasaan yg lbh atw msh mrh sama 6 taun yg lalu..hehehehe..lucu bgt sich dia klo udh berantem ma kibum…ttp semangat yach and d tunggu next chap y

  21. yeaay fast update, sebenernya baekhyun sm chaesa punya masalah apaan sih?._. ditunggu next chap nya ya thor..buat main cast ff barunya aku sih pgnnya baekhyun lg wkwk klo ga chanyeol tpi terserah author sih hehe

  22. baekhyun sebenernya suka yah sama chaesa? cemburu lagi sama hyung nya…
    penasaran sama kesalahan baekhyun sampe chaesa marah gitu.

  23. waahhh post nya cepet yeaaayyyy…
    suka sama karakternya baekhyun. mau kaya gimna juga ttep suka karakternya baekhyun #yaiyalahorangbiasnyasendiri -_-

    itu chaesa knpa yaa ko bisa benci banget gitu sama baekhyun, apa karna cembru waktu skandal baekhyun sma member snsd ituu #sotau

    pokonya aku tunggu kelanjutannya smoga cepet lagi hehe

  24. Chaesa aja heran liat dirinya sendiri
    Apalagi kita
    Kok kalo liat baekhyun dia bawaannya emosi trs ya ?
    Hhaha lucuuu

    Waaah
    Kibum bijaksana sekaliiiii
    Pasti dia bener” suka sama chaesa
    Sukaaaa bnget sama kata” yg keluar dr mulut kibum
    Apalagi pas mereka bertengkar
    Bertengkarnya unik

  25. aq yg baca’y erorr ap gmn y kok baca’y agak bingung..
    dstu ad bagian ky flasback ga sih kok agk aneh..
    ah gmn y tp cb dcek dl deh, aq ud ngrasa dr chap 1 kmrn..
    kl ide sm alur uda bagus, pokok’y aq suka baca ini. uda lama ga nemu bacaan bagus soalnya, hehe

  26. Yeah! thanks kak udah upate cepet ^^
    kkkk aku suka persahabatan diantara kim bum sama chaesa,, tapi kadang2 bingung sendiri kyk apa kimbum ini punya perasaan sama chaesa gk?

    sebenernya penasaaran masalah apa sih yg buat chaesa marah sama baekhyun? mereka dulunya itu pacaran tah?

    ahh penasaran~~~
    ditunggu deh kak kelanjutannya….
    Keep Fighting kak!
    Semangat selalu ~~~ ^_^

  27. yesss akhirnya fast update yeayyy demi apapun aku seneng bangettt kak, wkwkwk..
    wah aku sukaaa chap ini, baekhyun-chaesa moment nya buanyaajkk hahahaha dan aku bener2 suka. chaesanya galak, baekhyun nya yg kayak ngejar2 chaesa gitu bikin mereka jadi cuteee bangetttttt >u< ahahah dan demu apapun aku suka sifat mereka berdua, apalgi baekhyun yg ga beda jauh dari aslinya yg semakin bikin aku wow banget sama ff ini.
    kibum itu disini maksudnya key shinee kan ?? hehe ya klo aku tau org nya aku jadi lebih mudah imagining nya wkwkwk.
    penasaran sebenernya apa yg membuat chaesa kek kezel banget gitu sama baekhyun. dan apa kibum gapunya perasaan sama chaesa ?? huhuhu itu pertanyaan yg dari tadi aku pikirin kak

    yes semoga next chap fast update lagi. dan aku seneng lagi weheheheg
    KEEP WRITING AND FIGHTING KAK❤
    btw aku sudah follow akun watpad kaka kok <33

  28. Karena kamu suka baek, chaesa….makanya bawaan nya jutek terus kalo ketemu!!! wkwkwk….apa mereka beneran lebih dari temenan??

  29. Wowowowoowowowowo.,,, cepeeettt postnyaaaa,,, wkwkwkwk siiiipp😉🙂

    Fightingggggg

    Aku kangenn: sbblmmm ff ini di remakee,,, marriage with enemy wkwkwkw

  30. Huaaa akhirnya update juga 😂😂

    Loh, kakaknya punya wattpad? Apa kak Idnya? Babalee itukah?

    Terus, kaka juga mau buat FF school life baru? bingung sama main castnya? Mending si baekki aja kak 😂😂 udah kepincut soalnya 😍😍 wkwkwk.

    Eum, masalah poster sih mending ka ka aaknya ke indo art fanfiction Indonesia. Disana artworkernya udah ahli.

    Ditunggu ya kak ceritanya…

    From,
    Cantikapark61

  31. Wakks aku baru baca prolog langsung ke part 2 masa :’v blm sempat baca 😭😭 bulan puasa makin banyak kerjaan 😂😂 btw ini belum ketahuan ya marahnya chaesa kalo liat baek tu knp? Chaesa aja nga tau dia bisa gitu 😂 aneh 😆😆😆

  32. ini fast update yaakkk??? wkwk
    tpi, aku baru komen skarang. maaf ya kak
    itu sebenernya ada masalah apa sih sama masa lalu Baekhyun Chaesa? ampe Chaesa marah mulu klo ketemu sama Baek-,-
    di tunggu next nya ya kak…

  33. Jadi sebenernya chaesa g pacaran sama anak direktur rumah sakit yg g lain adalah minum. Penasaran sama masa lalu baek chaesa. Pasti ada sesuatu yg bikin sesha benci sama baekhyun…

  34. Chaesa suka sama kakak nya baekhyun. Trus chaesa napa gasuka banget sama baek?? Harusnya kan baek yg marah ama chaesa karna dia suka sama hyungnya. Ah molla molla
    Ditunggu yaw kelanjytannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s