ALL I ASK [PART VIII] — by Neez

ask-copytt

ALL I ASK

Oh Jaehee / OC || Kim Joonmyun / EXO Suho 

Lee Hana / OC || Baek Jinmi / OC || Kim Jongin / EXO Kai || Kim Jongdae / EXO Chen 

Kim Seolhyun / AOA Seolhyun || Joon / OC || Ji Hyesoo / OC || Zhang Yixing / EXO Lay || Park Chanyeol / EXO Chanyeol || Seo Eunkwang / BTOB Eunkwang || Choi Yeonri / OC

Jung Yunho / TVXQ Yunho || Guru Ahn / Danny Ahn || Guru Han / Han Hyojoo

Alternative Universe, School Life, Family, Slight!Musical, Slight!Angst

PG || Chapters

Teaser || [PART I] || [PART II] || [PART III] || [PART IV] || [Part V] || [PART VI] || [PART VII]

© neez

Beautiful Poster Cr : Ken’s@Art Fantasy thank you Ken Honey ^^

BETA : IMA

”Bagaimana menurutmu?”

   ”Apa?” tanya Joonmyun sambil buru-buru memasukkan ponselnya, tidak sadar bahwa Jongdae mendekatkan tubuhnya ke arahnya dan berbisik. Pikiran Joonmyun sibuk bercabang sejak tadi. Entah mengapa ia merasa Jaehee seolah menghindarinya semenjak kejadian di ruangan kecil di samping panggung.

   Kenapa Jaehee berlari begitu mereka berpapasan tadi? Pikiran positifnya mengatakan, bahwa mungkin Jaehee takut akan ketahuan Jongdae atau orang lain, tetapi entah kenapa perasaan Joonmyun mengatakan, gadis itu menghindarinya karena hal lain.

   Tapi apa?

   ”Para pemeran Juliet, siapa yang akan jadi Juliet?” tanya Jongdae dengan tatapan penasaran padanya, ”Kau kan paling mengerti cerita Shakespeare yang ini, kurasa kau juga bisa memberikan penilaian objektif.”

   Joonmyun bergumam lalu melihat ke arah Guru Han, yang telah selesai berdiskusi dengan Baek Jinmi dan juga Kepala Sekolah Jung, berdiri dan menaiki anak-anak tangga menuju panggung sambil membawa secarik kertas.

   ”Entahlah, mereka hampir semua bagus. Bagaimana menurutmu?” tanya Joonmyun, ia hanya bisa memberikan jawaban aman, kecuali ia ingin Jongdae curiga kepadanya. Akan aneh bukan, jika ia tiba-tiba mengatakan akting Oh Jaehee sangat brilian?

   Jongdae bersandar pada kursinya, menatap panggung lekat-lekat, ”Entahlah, Man, akan bohong jika aku mengatakan kalau Seolhyun cocok untuk peran ini.” Kaget mendengar pernyataan Jongdae barusan, Joonmyun menoleh dan mengerutkan keningnya tidak percaya. ”Menurutku, Oh Jaehee yang pantas jadi Juliet.”

   ”Ke…kenapa kau bisa bilang begitu?”

   Jongdae memutar kedua matanya, ”Tidakkah menurutmu begitu?”

   ”Well, dia yang paling cocok sebagai Juliet memang,” gumam Joonmyun. Berhubung Jongdae juga sudah sependapat dengannya, kenapa tidak sekalian jujur saja? Toh memang benar, mungkin dia terlalu membias, tapi menurut pendapatnya murni, memang hanya Jaehee yang paling menjiawai peran sebagai Juliet.

   Beda dengan Seolhyun.

   ”Terima kasih, semuanya… kalian sudah menyaksikan jalannya audisi tahap kedua untuk pemilihan peran Juliet. Terima kasih juga pada kelima peserta, yang sudah menunjukkan kemampuannya, beri tepuk tangan yang meriah pada kelima peserta,” kata Guru Han dengan mikrofonnya, sambil tersenyum mengarahkan seluruh penonton. ”Kami para juri, sudah memutuskan dua kandidat yang akan maju ke tahap ketiga, atau tahap terakhir dari audisi peran Juliet ini. Dan dua orang yang terpilih tersebut, akan langsung dipasangkan dengan dua orang terpilih dari audisi tahap kedua peran Romeo, yang akan segera dilangsungkan setelah saya mengumumkan siapa dua finalis peran Juliet tersebut.”

   Dan entah dari mana asalnya, tiba-tiba saja sudah banyak dari penonton menyorakkan nama Jaehee bersama-sama.

   ”OH JAEHEE! OH JAEHEE! OH JAEHEE!”

   Jongdae meringis mendengar suara-suara yang di dominasi oleh murid pria tersebut, mulai memekakkan telinga. ”Bagaimana perasaan Seolhyun jika mendengar para penonton mendukung lawannya, ya?”

   ”Seolhyun profesional, dia sudah terbiasa dengan audisi, bukan?” gumam Joonmyun. Mungkin ini yang Jaehee rasakan dulu, setiap hendak mengikuti audisi bersama Seolhyun sebagai saingannya. Dulu, hampir semua penonton meneriakkan nama Kim Seolhyun. Ya pantas saja gadis itu sangat sangat tidak percaya diri. Sementara Seolhyun, Joonmyun yakin gadis itu sudah terbiasa dengan persaingan ketat semacam ini.

   ”Saya akan mengumumkan dua orang kontestan yang lolos ke tahap akhir… yang pertama adalah…” Guru Han membaca kertasnya, kemudian memandang para penonton dengan wajah sumringah, ”Dari Departemen Musical Theatre… Kim Seolhyun!”

   Para penonton bertepuk tangan. Beberapa bahkan sudah bergumam mereka yakin memang Seolhyun akan terpilih, sudah bukan hal yang mengherankan. Joonmyun juga ikut bertepuk tangan. Namun dahinya sedikit basah, tangannya juga tidak bisa diam. Untung saja Jongdae tidak menyadari kegugupannya, atau sahabatnya itu akan curiga.

   ”Oh Jaehee!”

   Dan para penonton kembali bertepuk tangan riuh. Seolah-olah kni mereka bukannya berada di dalam auditorium HHCC, melainkan berada di stadion bola besar, dan menyaksikan pertandingan antara Korea Selatan dengan negara mana pun yang membuat hampir semua orang di dalam sini bangga.

   Kembali Joonmyun meraih ponselnya dan membuka aplikasi KakaoTalk dimana ia dan Jaehee biasa berbincang-bincang, dan mengetikan pesan kembali untuk gadis itu, meski pesan-pesan yang sebelumnya masih belum dibaca.

 

          Aku tahu kau pasti bisa, selamat atas keberhasilanmu. Penampilanmu sempurna.

 

   Tak ada jawaban.

   Kerumunan penonton kembali bersorak-sorak ramai, saat Joonmyun mencari sumber keributan itu, rupanya Jaehee keluar dari dalam kamar ganti, membungkuk, mengucapkan terima kasih, bahkan bersalaman dengan banyak orang yang mengulurkan tangan, sebelum menaiki tangga-tangga menuju tempat Lee Hana dan supirnya duduk. Lee Hana menjerit keras saat Jaehee tiba dan memeluknya erat-erat, begitu pula dengan sang supir.

   Mungkin setelah ini baru ia akan membaca pesannya.

   Tak lama setelah memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku, ia melihat Seolhyun dengan wajah muram, meski tersenyum saat beberapa orang menyalaminya ketika ia melewati kursi-kursi untuk menuju tempatnya duduk, bersama Joonmyun dan Jongdae.

   ”Hai,” sapa Jongdae begitu Seolhyun sudah duduk disamping Joonmyun, dua bangku setelah Jongdae. ”Bagaimana?”

   Seolhyun memijat pelipisnya, ”Entahlah, Jongdae-ya… baru kali ini, audisi kali ini benar-benar berat bagiku.”

   ”Berat kenapa?” tanya Joonmyun penasaran.

   Seolhyun mengangkat bahu, ”Aku tidak pernah memperhitungkan Oh Jaehee sebagai seorang saingan berat untukku di audisi ini. Dan… entahlah, aktingnya membuatku gugup. Selama ini kemana saja dia bersembunyi?”

   ”Kaget ya?” tanya Jongdae bersimpati.

   Seolhyun melipat tangannya di depan dada dan menyilangkan kakinya. ”Sangat kaget, seharusnya aku mempersiapkan diriku lebih matang lagi.”

   ”Kau tidak mengira akan ada saingan yang berat?” tanya Joonmyun tidak percaya dengan apa yang Seolhyun katakan barusan. Yang benar saja, apa Seolhyun sudah merasa dia adalah aktris papan atas?

   Seolhyun menghela napas dalam-dalam dan meluruskan duduknya kembali. ”Aku hanya kecewa pada diriku sendiri, karena aku menganggap bahwa diriku sudah sangat mampu memerankan Juliet, padahal…” Seolhyun kini menenggelamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya. ”Aku terlalu percaya diri, aku tidak yakin aku akan bisa menjadi Juliet… aku mengacaukan audisiku sendiri karena kepercayaan diriku yang terlalu tinggi.”

   Joonmyun dan Jongdae saling lirik, mau tak mau ikut merasa kasihan. Tapi, apa yang harus mereka katakan untuk menghibur Seolhyun?

   ”Seolhyunaaaa~”

   Joonmyun, begitu juga dengan Jongdae dan Seolhyun mendongak. Rupanya Jongin datang dengan wajah ceria, meski rambut sedikit masih basah, bisa ditebak karena ia habis mandi setelah berlatih. Jongin membawa tas olahraganya, dan ia memandang berkeliling dengan penuh semangat.

   ”Darimana saja kau?” tanya Jongdae.

   ”Uhh, Guru Pyo menahan kami semua, lama sekali! Tsk, aku baru bisa kabur belakangan…” keluh Jongin sambil mengacak rambut setengah keringnya, ia meletakkan tasnya di lantai, dan mengambil tempat duduk di samping Seolhyun yang entah mengapa menurut Jongin diam saja hari ini. ”Hai, bagaimana audisimu, Cantik?”

   ”Yeah, begitulah…” jawab Seolhyun datar.

   ”Dia masuk ke tahap final, kan? Kata Jihae di depan tadi Seolhyun lolos ke tahap final, iya kan?” Jongin menoleh kepada Joonmyun dan Jongdae, karena nampaknya Seolhyun enggan bicara, dan malah bersandar sambil memejamkan matanya. Jongdae dan Joonmyun mengangguk mengiyakan pertanyaan Jongin. ”Assa! Tak perlu diragukan lagi aktingmu pasti luar biasa, Seolhyun-ah… lalu, siapa saingannya di final?”

   Joonmyun langsung diam.

   ”Oh Jaehee, Jongin-ah.” Jawab Jongdae sambil melirik Joonmyun.

   ”What?!” seru Jongin tidak percaya. Ia bahkan nyaris berdiri dan menendang tasnya. Beberapa orang yang duduk disekitar mereka malah terang-terangan menatap Jongin dengan tidak suka, karena terlalu berisik. ”Yang benar saja?!”

   ”Wae?” tanya Jongdae heran.

   ”Memang dia bisa berakting?” tanya Jongin sangsi, kembali menguasai diri dan duduk sambil merapikan tasnya di bawah.

   Joonmyun mendengus, ”Entahlah, kau tanyakan saja pada Guru Han dan Kepala Sekolah Jung, mereka jurinya. Jika menurutmu dia tidak bisa akting, mungkin saja Guru Han dan Kepala Sekolah Jung salah.”

   Baik Jongdae maupun Jongin menatap Joonmyun dengan bingung.

   ”Apa? Aku benar, bukan?” gumam Joonmyun. ”Kalau memang dia tidak bisa akting, kenapa Guru Han dan Kepala Sekolah Jung memilihnya?”

   Seolhyun menyahuti, ”Dia benar, Jongin-ah. Kepala Sekolah Jung dan Guru Han bukan juri sembarangan, bukan?”

   Jongin berdecak, ”Iya memang… memang mereka bukan bukan juri sembarangan. Tapi, aku tidak pernah tahu gadis itu bisa akting, eoh? Memang dia pernah bermain di drama musikal sebelumnya, Seolhyun-ah?”

   ”Tentu saja pernah, Kim Jongin.” Sahut Seolhyun tanpa membuka matanya. ”Kau saja yang tidak pernah melihatnya.” Dan Jongin terdiam. Ia melirik Joonmyun yang menatap lurus ke panggung dengan gelisah.

   ”Menurutmu? Aktingnya bagus?” tanya Jongin, tidak dapat menghentikan rasa ingin tahunya pada Joonmyun.

   “Kenapa bertanya padaku?” tanya Joonmyun heran.

   ”Kau kan kenal dengannya, bukan?”

   Jongdae menyela, ”Tunggu, tunggu… Joonmyun kenal dengan Oh Jaehee?!” kaget.

   Bahkan Seolhyun kini membuka kedua matanya, ia menatap Jongin penasaran kemudian beralih memandang Joonmyun yang menghela napas dalam-dalam sambil melirik Jongin dengan cukup tajam. Yang ditatap kini menggigit bibirnya, seolah-olah malu karena telah keceplosan membeberkan rahasia.

   “Tentu saja tidak kenal betulan! Wa…waktu itu… err, Joonmyun tidak tahu gadis itu bernama Oh Jaehee, dan menanyakan perihal menu yang enak dikafe padanya.” Gumam Jongin menjelaskan dengan secara tidak terperinci mengenai pertemuan Joonmyun dengan Jaehee. Seolhyun mengangguk-angguk, sementara Jongdae justru mengangkat alisnya tinggi-tinggi. Jongin tahu, ia tidak pandai berbohong—dan Jongdae tahu itu.

   Tapi biarlah…

   ”Akting Oh Jaehee bagus,” ujar Joonmyun sambil melipat kedua tangannya. ”Jika jujur ingin kutambahkan… err, belum ada yang sesuai menjadi Juliet selain dia. Maafkan aku, Seolhyun-ah.” Tandas Joonmyun sambil menunduk menatap kedua tangannya di pangkuan.

   Baik Jongdae, Seolhyun, dan Jongin tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan. Belum sempat Seolhyun mengutarakan sesuatu, Baek Jinmi sudah menghampirinya kembali, dan memintanya untuk kembali bersiap di samping panggung. Seolhyun berdiri, tidak mengatakan apa pun pada Joonmyun, Jongdae, dan Jongin, melewati Jongin begitu saja dengan langkah gontai.

   Jongin buru-buru pindah mengambil tempat Seolhyun, memukul pelan bahu Joonmyun. ”Ya! Kau itu apa-apaan? Kenapa kau mengecilkan semangatnya?!”

   ”Kau tadi bertanya soal pendapatku?! Apa aku harus mengatakan Seolhyun yang terbaik, jika dimataku dia tidak? Membohongi Seolhyun justru tidak akan berakibat baik baginya, Jongin-ah.” Joonmyun menjawab sambil membela diri. Sebenarnya ia sedikit merasa bersalah pada Seolhyun dengan berkata begitu terus terang pada gadis itu, tapi sedikit ucapan Seolhyun mengenai ia menganggap remeh Jaehee tadi sangat sangat mengganggunya.

   Jongdae menyahuti, ”Dia benar, Jongin-ah. Sekarang, singkirkan prasangka buruk kita semua mengenai Oh Jaehee berasal dari keluarga Oh. Aku dan Joonmyun melihat penampilannya, dan memang bahkan aku yang tidak mengerti akting sebaik Joonmyun saja, bisa menilai bahwa ia sempurna untuk jadi seorang Juliet.”

   ”Jinjja?” tanya Jongin tidak percaya. Ia tadinya berpikir kalau sahabatnya ini sudah gila karena membela Oh Jaehee, tapi mendadak Kim Jongdae ikut menyatakan pendapatnya mengenai akting gadis itu.

   Seburuk itukah akting Seolhyun?

   ”Sekarang kita akan mulai audisi tahap kedua peran Romeo, kontestan pertama akan maju ke atas panggung…”

*        *        *

”Kalau kau berakting sesempurna tadi setiap mood-mu jelek, seharusnya aku membuat mood-mu jelek saja terus,” ledek Hana saat Jaehee duduk diantaranya dan Joon. ”Jinjja, aku bangga sekali padamu, Oh Jaehee-ku…” rengek Hana sambil memeluk erat-erat sahabatnya itu, hingga Jaehee nyaris tercekik.

   ”Nona Hana, Nona Jaehee sesak napas…” tegur Joon panik, melihat Nona-nya terlihat susah payah melepaskan diri dari pelukan Hana.

   ”Joon, tidakkah kau bangga dengan apa yang Nonamu ini tunjukkan?!” tanya Hana sambil memelototi Joon.

   Buru-buru Joon bertepuk tangan heboh, ”Tentu saja aku sangat bangga pada Nona Jaehee, Nona-ku sangat sempurna! Nona-ku menyaingi Sandra Bullock.” Mungkin satu-satunya aktris keren yang Joon kenal hanyalah Sandra Bullock.

   Jaehee hanya terkekeh. ”Kalian berlebihan.”

   ”Aku tidak berlebihan, benar kan, Joon?” tanya Hana dengan mata bulat melebar penuh ancaman pada sang asisten pribadi, ”Akting Nonamu bagus kan?”

   ”Sangat bagus, Nona Hana! Juara!” Mendadak dua buah jempol muncul di hadapan Jaehee.

   Akhirnya audisi peran Romeo dimulai, kelima pria yang berdiri di depan panggung semua dikenal oleh Jaehee, meski beberapa tidak terlalu kenal dekat. Dan entahlah, bagi Jaehee tak ada satu pun akting mereka yang mendekati hebatnya akting seorang Kim Joonmyun.

   Bae Joohyun.

   Siapa pun gadis itu, ia sangat beruntung karena Joonmyun menciptakan lagu itu untuknya. Hing~ rasanya Jaehee ingin menangisi nasibnya yang menyedihkan karena sudah salah kira bahwa lagu itu diciptakan Joonmyun untuknya.

   Padahal, mana mungkin kan?

   Lagu itu bercerita tentang jatuh cinta pada seorang sahabat kecil. Jelas-jelas Jaehee bukan sahabat kecil Joonmyun! Kenapa juga dia masih terbawa perasaan? Memalukan! Lebih baik kau gali lubang dan menenggelamkan dirimu disana, Oh Jaehee. Bayangkan, apa kata Joonmyun yang memang tulus mengajaknya berteman jika tahu bahwa Jaehee mengharapkan lebih?

   Uh, kenapa juga ia harus memiliki perasaan pada Kim Joonmyun? Merusak suasana saja. Sebaiknya ia mengenyahkan perasaan itu sebelum semuanya menjadi diluar kendali. Lagipula, jika ia membiarkan perasaannya melambung pada Kim Joonmyun, tidak akan ada akhir yang bahagia bukan bagi mereka?

   Cukup teman.

   Tapi, memangnya Jaehee bisa berteman dengan pria itu setelah mengetahui bahwa ia memiliki angan-angan bersamanya? Please, bahkan lagu Joonmyun saja sudah menunjukkan bahwa tidak ada laki-laki dan perempuan yang bisa berteman tanpa ada benih-benih cinta diantara keduanya. Salah sekali selama ini Jaehee berpikir Kim Seolhyun yang memiliki hubungan khusus dengan Joonmyun. Kenyataannya saingannya adalah gadis lain.

   Hah, gadis lain… saingan. Yang benar saja!

   ”Kepalaku pusing lagi,” mendadak Jaehee memijat pelipisnya, Hana dan Joon buru-buru mengipasi gadis itu. Jangan pikirkan hal yang buruk terlebih dahulu, Jaehee-ya, positif dulu, pikirkan hal lain dulu. Membuang napasnya melalui mulut dan berusaha mengosongkan pikirannya, Jaehee bersandar, berpura-pura hendak istirahat sebelum audisi tahap akhir. Untunglah Hana dan Joon sangat kooperatif dan tidak mengganggunya.

   Ah iya, ponselnya. Sambil bersandar, Jaehee merogoh saku rok lipitnya dan mengeluarkan ponselnya. Kedipan lampu notifikasi tak kunjung berhenti sejak ia mau audisi tadi, dan banyak pop up notifikasi juga yang muncul.

   Salah satunya dari Kim Joonmyun.

   Baca? Tidak. Baca? Tidak. Baca? Tidak.

   Biasanya jika sedang tidak ingin membalas pesan… ia tidak akan membuka pesan tersebut hingga ia benar-benar merasa jauh lebih baik. Alih-alih membuka laman chat dengan Joonmyun, Jaehee membuka laman pesan lainnya, dan membalas mereka semua kecuali chat dari pria itu. Lebih baik menjaga hatinya dari sekarang, bukan?

   Sayangnya, istirahatnya tidak berlangsung lama, karena mendadak salah seorang murid dengan rambut cokelat madu, bertubuh super tinggi dengan dua mata besar, dan dua telinga mencuat seperti elf menghampirinya.

   ”Permisi, Oh Jaehee-ssi,”

   Hana memukul-mukul bahu sahabatnya itu agar duduk tegak dan kembali ’sadar’, sebelum pria itu tersenyum maklum dan berkata, ”Maaf mengganggu istirahatmu. Setelah ini akan ada briefing untuk audisi tahap akhir. Kau diminta ke samping panggung sekarang.”

   ”Ne.” Jaehee berdiri setelah mengusap-usap wajahnya, sedikit menepuk pipinya dengan keras agar kembali sadar dari otaknya yang sudah melanglangbuana entah kemana. Hana dan Joon kembali bersemangat, dan suara mereka berdua yang tidak dikecilkan volumenya sama sekali menarik perhatian orang-orang yang kemudian malah ikut bertepuk tangan dan menyorakkan nama Jaehee sekali lagi.

   Sekarang pendukungmu banyak, kau harus semangat, Oh Jaehee! batin Jaehee sambil tersenyum kecil dan malu, lalu berlari mengikuti pria yang kalau tidak salah bernama Park Chanyeol itu menuju kamar ganti disamping panggung. Disana, Jaehee mendapati Seolhyun yang duduk sambil membaca naskahnya, mendongak saat menyadari kehadirannya di dalam ruangan tersebut.

   Alih-alih mengalihkan pandang, Kim Seolhyun tersenyum kepadanya.

   ”Halo, Jaehee-ssi.”

   Jaehee membungkuk, mengambil tempat duduk di sisi Seolhyun dengan canggung. Canggung karena mereka memang tidak begitu saling mengenal sebelumnya, dan canggung karena kini mereka saling memperebutkan peran utama. Terakhir, meski Jaehee enggan mengakuinya, ia juga merasa canggung karena gadis ini salah satu teman baik Joonmyun. Atau simpel saja, melihat Seolhyun malah membuat Jaehee jadi semakin mengingat Joonmyun.

   ”Jalhaesseoyo, Oh Jaehee-ssi.”

   Jaehee yang tadinya hendak menenggelamkan diri dalam naskahnya jadi menoleh dan mendapati dua mata Seolhyun melengkung membentuk bulan sabit, dan bibirnya tersenyum. ”Aktingmu sangat bagus.”

   ”Kamsahamnida, Seolhyun-ssi.” Jaehee membungkuk kikuk di bangkunya. ”Aktingmu selalu menawan.” Balasnya.

   Seolhyun terkekeh dan menggeleng, ”Aniyo, aku merasa aku tidak terlalu baik dalam aktingku kali ini.”

   ”Ah jinjja? Waeyo?” tanya Jaehee polos.

   Kim Seolhyun mengangkat bahunya, ”Entahlah, mungkin karena sejujurnya aku tidak terlalu menyukai naskahnya. Jangan tersinggung, naskah ini memang terpilih karena saranmu, tapi menurutku disitulah kelemahan terbesarku. Aku sepertinya tidak begitu pandai memainkan karakter yang tidak begitu kusukai.”

   ”Ah, keurae?” Jaehee mengangguk-angguk. ”Kenapa kau tidak suka cerita Romeo & Juliet?”

   ”Hmm, mungkin karena terlalu sedih menurutku.” Kekeh Seolhyun. ”Omong-omong, aku sangat kecewa.”

   ”Waeyo?”

   ”Kenapa kau baru muncul sekarang?” tanyanya dengan nada main-main. ”Kenapa menyembunyikan bakatmu selama ini, Jaehee-ssi?”

   Wajah Jaehee kontan memerah. Dia? Dipuji oleh seorang Kim Seolhyun? Jaehee pasti kini tengah bermimpi. Ini Kim Seolhyun lho yang memujinya, bukan orang biasa yang mengomentari akting tanpa memiliki bakat yang jelas.

   Kim Seolhyun, yang selalu menjadi pemeran utama dalam setiap drama musikal yang ditampilkan di sekolah, dimana selama ini Jaehee terlalu takut untuk mencoba peruntungan dan menjajal kemampuannya dalam bidang akting meski Hana selalu mengatakan bahwa aktingnya sangat brilian.

   ”Ah, sepertinya tidak… aku pun sepertimu, Seolhyun-ssi, mungkin karena aku menyukai cerita Romeo & Juliet ini jadi aku sedikit bisa menghayati peranku.” Dan karena Kim Joonmyun sebetulnya. Bayangkan kalau tadi di audisi tahap kedua, ia mendapatkan tes ketika Juliet tengah jatuh cinta sementara perasaannya masih tidak menentu seperti ini.

   ”Ah keurae?” tanya Seolhyun.

   Jaehee menganggukkan kepalanya.

   ”Hmm, yah bagaimana pun yang terbaik untuk kita berdua. Hwaiting,” Seolhyun memberi semangat. ”Ah iya,” Seolhyun menoleh lagi, membuat Jaehee balik menatapnya dengan ingin tahu. ”Saking baiknya aktingmu, sampai teman-temanku mengatakan bahwa aktingmu lebih baik daripada aktingku, lho.”

   ”Mwo?” terkejut, Jaehee yakin ekspresi wajahnya kini sama sekali tidak enak dilihat.

   Seolhyun mengangguk, mengalihkan pandangannya dari Jaehee dan menatap naskahnya dengan senyuman kecil.

   Temannya? Siapa? Joonmyun…?

 

*        *        *

”Kenapa dia tidak membalas pesanku?” gumam Joonmyun sambil sekali lagi mengecek ponselnya, dan tidak menyadari suaranya terdengar oleh Jongdae.

   ”Nugu?”

   Joonmyun mendongak dan tersenyum tidak enak, ”Seolhyun.” Bohongnya.

   ”Oh, mungkin dia sedang berlatih. Jangan terlalu dipikirkan soal tadi, Joonmyun-ah, Seolhyun bukan gadis yang menyimpan dendam.”

   Tapi, memang bukan Seolhyun yang ia hubungi. Joonmyun mengembalikan ponselnya kembali ke dalam saku celana sekolahnya dan mengganti posisi duduk yang lebih nyaman lagi. Audisi kedua pemilihan Romeo sudah selesai, dan Guru Han telah mengumumkan siapa saja yang terpilih menjadi finalis peran Romeo.

   Kim Minseok dan seorang lagi berasal dari tingkat pertama–Lee Taeyong, yang sangat membuat murid-murid yang menonton sedikit terkejut dengan pilihan para juri, meskipun memang aktingnya cukup baik. Sejauh ini, Joonmyun masih belum melihat siapa kandidat terbaik yang cocok mendampingi Jaehee sebagai Juliet di panggung. Namun pilihannya lebih berat kepada Kim Minseok, yang memang memiliki jam terbang jauh lebih banyak dibandingkan si anak tingkat pertama. Dan Kim Minseok juga tadi sudah sempat berakting dengan Jaehee di tahap pertama. Walaupun tidak menunjukkan chemistry yang hebat, Joonmyun harus mengakui bahwa jika dibandingkan dengan si anak tingkat pertama, Jaehee jauh lebih memiliki chemistry dengan Kim Minseok.

   ”Aigoo… andai kau ikut audisi.” Gumam Jongdae.

   Jongin berdecak, ”Untung dia tidak ikut audisi, coba lihat siapa calon lawan mainnya? Kau mau Sekyung Imo ngamuk?”

   ”Benar juga,” gumam Jongdae mengiyakan. ”Tapi… sumpah, sayang sekali. Ini tahun terakhir kita di sekolah, dan kau masih juga memendam semua bakatmu.” Jongdae menepuk lengan Joonmyun.

   ”Tenang masih ada beberapa pertunjukan nanti, yang penting tidak bermain bersama si Oh Jaehee itu, kau masih bisa tampil, aku akan membantumu membuat alasan ke Sekyung Imo.” Jongin bersemangat menyemangati Joonmyun juga.

   Benar, ini tahun terakhir ia bersekolah di Hanlim. Dimana lagi ia bisa menunjukkan bakatnya jika bukan di sekolah? Kuliah nanti, seratus persen yakin ibu dan ayahnya akan menguliahkannya di jurusan bisnis bukan? Jika pada akhirnya ia juga akan kuliah di jurusan bisnis, untuk apa ia menuruti semua keinginan ibunya sekarang?

   ”Sebaiknya aku kesana.”

   Jongdae dan Jongin mendongak dengan heran, Joonmyun tiba-tiba berdiri dan meraih ranselnya. Setelah membulatkan tekad. Ia akan menemui Zhang Yixing dan menyatakan bahwa ia bersedia menjadi tim tata musik di musikal ini.

   “Mau kemana dia?”

   ”Mungkin mau menemui Seolhyun.” Jongdae mengangkat bahu. Kemudian ia teringat dengan percakapan Jongin dan Joonmyun tadi, yang masih tetap menggelitik rasa penasarannya. Ia melirik Jongin sekilas sebelum berdeham kecil dan bertanya dengan nada sambil lalu, berusaha menutupi rasa penasarannya mengenai hubungan Joonmyun-Jaehee yang baru ia temukan beberapa jam lalu. ”Oh ya, Jongin… aku tahu kau tadi hanya berusaha menutupi karena kita bicara di depan Seolhyun, tapi… Joonmyun, dia mengenal Oh Jaehee?!”

   Jongin yang bersandar sambil memainkan ponselnya menoleh, dan mengerutkan keningnya lalu mengangkat bahu, ”Ceritanya panjang, aku tidak yakin apakah Joonmyun memperbolehkan aku menceritakannya, karena bisa kau tebak ini adalah aib memalukan jika keluarga besar Kim tahu.”

   ”Ah, tentu saja,” Jongdae mengangguk-angguk, sebelum sebelah tangannya melayang dan menepuk dahi Jongin, ”Lalu kenapa kau tadi bicara keras-keras, Bodoh?”

   Jongin terkekeh dengan wajah tanpa dosa.

   ”Baiklah, aku tidak akan banyak omong, tapi aku penasaran, bagaimana ceritanya mereka bisa saling kenal?”

   ”Kejadiannya bodoh sebenarnya,” Jongin merendahkan suaranya, ”Kau tahu satu hari setelah Joohyun pergi ke Gongju untuk memulai pendidikannya sebagai biksu?” Jongdae menganggukkan kepalanya, Jongin meneruskan, ”Keesokan harinya, Joonmyun stress, jadi kau tahu aku berusaha menghiburnya.”

   Alis Jongdae naik, dan ia melirik sahabatnya itu dengan pandangan curiga. ”Hiburan darimu berupa apa, Kim Jongin?”

   ”Aku mengajaknya bolos.”

   ”Tentu saja, Kim Jongin, apalagi hiburan yang bisa kau berikan pada Joonmyun selain kabur dari jam pelajaran,” Jongdae menggelengkan kepalanya tidak percaya bahwa sahabatnya satu ini bisa benar-benar bodoh dan polos di saat yang bersamaan.

   Jongin mengabaikan sindiran sinis Jongdae yang sudah sering ia dapatkan dan meneruskan ceritanya, ”Lalu saat ia kutinggal beli minuman, rupanya di balkon lantai lima, dia bertemu dengan si Oh Jaehee ini.”

   ”Lalu mereka berkenalan?!” seru Jongdae tidak percaya.

   Jongin mengacungkan telunjuknya dan menggoyangkannya, ”Tidak. Gadis itu sedang sakit, bisa kukatakan dia tengah sakau meski Guru Han berkata ia hanya alergi, entahlah… intinya ia seperti orang sekarat, dan kau tahu Joonmyun. Ia ngotot mau membawa gadis itu ke ruang kesehatan. Dan begitulah…”

   Hanya itu? Batin Jongdae.

   ”Aneh, kan? Aku pun heran…” Jongin mengangkat bahunya, ”Aku masih yakin gadis itu sebenarnya dibawah pengaruh obat, alergi apa yang bisa membuatnya nyaris mati seperti itu coba? Kukatakan pada Joonmyun untuk menceritakan peristiwa itu pada Sekyung Imo, dan membuat keluarga Oh itu…” Jongin memutar ibu jarinya ke bawah, ”Tapi Kim Joonmyun itu memang entah malaikat atau apa, dia malah memarahiku.”

   ”Tapi itu memang bukan perbuatan baik, Kim Jongin! Itu namanya sabotase.”

   Jongin cuek dan mengangkat bahu lagi, ”Kau tahu, cepat atau lambat para Oh itu juga akan melakukan hal yang sama dengan keluarga Joonmyun. Lebih baik menyerang terlebih dahulu, daripada diserang, bukan?”

   ”Teori darimana itu?” gerutu Jongdae. ”Err, apa saat menemukan si gadis Oh itu, Joonmyun sedang menyanyikan lagu ciptaannya?”

   Jongin melirik Jongdae seolah-olah sahabatnya itu tumbuh dua kepala tambahan. ”Kau gila? Gadis mau mati begitu masih dinyanyikan lagu ciptaan Joonmyun? Ini bukan drama, bukan pula sitkom, Kim Jongdae.”

   Berarti kalau begitu, darimana gadis itu tahu lagu How Did I Fall in Love With You?

   ”Tapi…”

   ”Tahap terakhir audisi ketiga, pemilihan peran Romeo dan Juliet, akan segera dimulai, harap teman-teman sekalian yang tengah menonton untuk dapat memberikan perhatiannya. Terima kasih banyak.”

   Jongdae mengembuskan napasnya melalui mulut saat menyaksikan Seolhyun dan Jaehee muncul di atas panggung, begitu pula dengan Kim Minseok dan anak dari tingkat satu yang menjadi kandidat Romeo.

*        *        *

”Sekarang mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk dua pasang kandidat Romeo dan Juliet kita…”

   Mendadak saja suara riuh dari auditorium terdengar begitu memekakkan telinga, dan Joonmyun yang tadinya tengah berbincang dengan Yixing, juga beberapa murid yang kini tengah berada di dalam kamar ganti sisi lain panggung, tempat tata musik, menoleh ke arah panggung, yang hanya memperlihatkan profil samping para kandidat pemeran Romeo dan juga Juliet.

   ”Aww, Oh Jaehee jadi kandidat!”

   ”Aktingnya bagus sekali, kau lihat tidak tadi? Aku pernah menonton drama musikalnya yang pertama dulu, entah kenapa sejak itu dia tidak pernah mau muncul lagi,”

   ”Oh kau benar! Aku ingat drama musikalnya yang pertama, waktu dia masih tingkat pertama kan? Princess and Pauper, benar?”

   ”Dia tertutup Kim Seolhyun.”

   ”Oh, saingannya Kim Seolhyun sekarang, siapa yang sangka dia bisa langsung menyaingi Seolhyun.”

   ”Dia memang menutupi bakatnya selama ini,” tiba-tiba Yixing berkomentar, membuat tim tata musik menoleh pada leader mereka dan mengangguk-angguk sepakat pada Yixing yang melipat kedua tangannya, dan tersenyum dengan penuh kekaguman ke arah panggung.

   Joonmyun tidak tahu harus berkomentar apa, tapi ia hanya mengatupkan kedua tangannya di depan tubuhnya, dan ikut melihat ke arah panggung, berdiri di belakang Yixing.

   ”Kenapa dia selama ini tidak mau ambil peran di musikal, Yixing-ah? Aktingnya bagus sekali, lho,” tanya gadis yang Joonmyun ketahui akan menjadi pengisi soundtrack seperti dirinya juga, bedanya gadis ini akan menyanyikan lagu utama untuk soundtrack.

   Yixing terkekeh, ”Anak itu pemalu sekali,” sahutnya. ”Aku bersyukur dia mau ikut audisi untuk Romeo & Juliet ini, kukira seperti biasanya ia akan ambil aman dan mencari peran-peran yang tersisa saja.”

   Gadis itu menoleh ke arah Joonmyun yang berdiri di belakang Yixing. Mungkin ia bisa merasakan kecanggungan Joonmyun, dan dengan baik hati ia membungkukkan kepalanya, ”Maaf ya, Joonmyun-ssi, kami tidak bermaksud membuatmu tidak nyaman.”

   ”Ah, ah… aniyo, sama sekali tidak.” Terkejut dengan respon gadis itu, Joonmyun mengibaskan kedua tangannya dan tersenyum tidak enak. Bimbang, antara haruskah ia jujur bahwa ia juga terkesan dengan akting gadis yang rasanya kini seperti tengah menghindarinya, atau tetap dengan sikap pura-pura tak acuh.

   Yixing menoleh ke belakang dan kedua matanya melebar, ”Ah astaga! Aku sampai lupa… kau dan Jaehee…”

   ”Aniyo, aniyo, gwenchana…” Joonmyun buru-buru menggelengkan kepalanya dan melempar senyum, perutnya terasa tidak enak. Jujur ia tadi sedikit senang karena mendengar namanya dan nama Jaehee diucapkan dalam satu kalimat, namun ternyata—seperti yang sudah bisa ia duga harusnya, bahwa orang-orang pastilah menganggap dirinya memiliki sikap anti kepada Oh Jaehee.

   Yixing tersenyum dan menepuk bahu Joonmyun, ”Sayang sekali, Jaehee adalah gadis yang baik, dan dia sangat berbakat, Joonmyun-ah,” ujarnya dengan nada menyesal.

   Ya, aku tahu dia gadis baik yang sangat berbakat.

   ”Andai kau mengenalnya,” gumam Yixing sambil tersenyum dan mengalihkan pandangannya ke panggung lagi.

   ”Kau tahu dia aktris berbakat, benar kan? Zhang Yixing, ayo mengaku!” mendadak si gadis yang tadi meminta maaf pada Joonmyun menepuk bahu Yixing dengan wajah berbinar-binar, ”Ayolah, aku tahu kau dan Oh Jaehee itu dekat, kenapa kau menyembunyikan bakatnya?”

   Yixing mengelus bahunya yang dipukul sambil tertawa, “Dia memang tidak pernah berani, Solar, bahkan sekalipun Hana yang memintanya, dia tetap menolak untuk ikut berbagai casting, walaupun aku sudah meyakinkannya bahwa aktingnya bagus. Ah, aku berharap dia yang terpilih, masih harus satu tahap seleksi lagi.”

   ”Kau pun pandai berakting, kenapa tidak ikut yang satu ini? Kau mungkin bisa jadi pasangan Jaehee.”

   Yixing menggelengkan kepalanya, ”Aku tidak tahu dia akan ikut dalam audisi ini. Biasanya dia tidak pernah mau, jadi aku tidak ingin ikut juga… kupikir karena pemeran utamanya akan Seolhyun lagi, Seolhyun lagi…”

   ”Ah sayang sekali, kalian kan sangat serasi.” Solar mengedip-ngedipkan matanya, kentara sekali mencoba menggoda Yixing. Yixing hanya tertawa malu dan menggelengkan kepalanya saja, tanpa benar-benar menjawab pertanyaan Solar.

   Dan disanalah, Joonmyun hanya bisa berdiri terpaku, tanpa bisa benar-benar berkomentar, bertanya, atau bahkan berekspresi tanpa mengundang perhatian orang lain. Semua yang ada di ruangan ini tahu benar bagaimana sejarah permusuhan keluarga Oh dan keluarga Kim.

   ”Aku harus menciptakan lagu untuk Jaehee jika dia benar-benar terpilih menjadi Juliet, jinjja!” gumam Yixing. ”Oh ini audisi tahap terakhir, dengan siapa Jaehee akan dipasangkan? Ya, Jimin-ah, dengan siapa Jaehee dipasangkan?”

   Jimin yang berdiri paling dekat dengan panggung terkikik, dan menjawab, ”Kim Minseok, sepertinya Guru Han dan Kepala Sekolah Jung menyukai chemistry mereka di audisi tahap awal tadi.”

   ”Ah,” Yixing mengangguk-anggukan kepalanya lagi.

   ”Yixing cemburu~”

   Yixing tertawa dan menepuk bahu orang yang meledeknya lagi. Dan Joonmyun merasa tiba-tiba ia seperti diabaikan begitu saja. Tapi ia tahu benar, orang-orang ini yang memang sudah mengenal Yixing sejak Yixing di dapuk sebagai music director, yang mungkin juga rekan-rekan Zhang Yixing di projek-projeknya terdahulu. Dan yang kedua, tentu saja mereka takkan pernah mau mengikutsertakannya berbincang dengan Oh Jaehee sebagai topik utama bukan?

   Joonmyun berusaha mengabaikan rasa-rasa tidak enak yang mendadak melanda hatinya mendengarkan bahwa banyak orang disini, sepertinya cukup mengenal Jaehee dengan baik. Bahkan jauh lebih baik dari dirinya, dan memilih melihat ke arah panggung karena audisi tahap akhir sudah dimulai.

   Benar, Jaehee dipasangkan oleh Kim Minseok, keduanya akan memeragakan adegan penutup, dimana Romeo meminum racun, dan Juliet menghunuskan pedang pada tubuhnya sendiri menyusul kepergian Romeo dari dunia ini.

   Beruntung bagi Joonmyun, orang-orang disekitarnya kini juga tengah serius menatap ke arah panggung, sehingga ia bisa dengan leluasa ikut memperhatikan Jaehee. Untuk audisi tahap akhir ini, Kepala Sekolah Jung meminta tim tata lighting untuk mematikan seluruh cahaya, dan hanya satu lampu sorot yang dinyalakan ke arah panggung, sementara tim tata musik diminta untuk tidak memainkan lagu apa pun, karena Kepala Sekolah Jung benar-benar ingin mendengarkan dan menyaksikan akting para kandidat secara seksama.

   Dan jujur saja, cara ini sangat-sangat efektif karena heningnya auditorium, ditambah cahaya yang hanya menyorot pada dua orang yang tengah berdiri di panggung membuat semua orang berkonsentrasi pada mereka.

   ”Semoga dia tidak gugup,”

   Joonmyun bisa mendengar Yixing bergumam di depannya, dan entah kenapa ia mulai jengkel jika apa yang ada di dalam hatinya, justru dapat disuarakan dengan lantang oleh Zhang Yixing ini. Ya, ya, ya, dia mengenal Jaehee, tetapi… tidak perlu seperti tengah pamer di depannya, bukan? Menyebalkan…

   Tepuk tangan terdengar riuh saat lampu dimatikan dan Jaehee serta Minseok muncul di atas panggung, Yixing dan rekan-rekannya yang lain ikut bertepuk tangan. Mereka bisa mendengar siulan nyaring dan teriakan Lee Hana yang memimpin massa untuk mendukung Jaehee. Setelah itu, Jaehee dan Minseok di atas panggung membungkuk dan mundur ke belakang.

   Meski hanya dari samping, Joonmyun bisa melihat dengan cukup jelas saat Kim Minseok membantu Jaehee berbaring di atas tempat pembaring jenazah, karena Jaehee akan memerankan Juliet yang dikira Romeo telah meninggal dunia.

   Dan mereka mulai…

   Persis seperti saat Joonmyun melihat Jaehee berakting untuk pertamakalinya.

*        *        *

   Audisi tahap akhir selesai dilaksanakan. Joonmyun menyaksikan banyak orang ikut menangis saat adegan terakhir dimana Kim Minseok dan Jaehee yang menangis tersedu-sedu sebelum berakting untuk menghabisi nyawa mereka sendiri, dan akting Jaehee—Joonmyun merasa ia memang terlalu bias, namun ia meyakini bahwa akting Jaehee benar-benar baik saat memeragakan Juliet yang putus asa saat mendapati Romeo meninggal dalam pelukannya.

   Saat monolog terakhir, Jaehee mengucapkan kata-kata perpisahan dengan memilukan, bahkan Solar yang berdiri disamping Yixing dapat Joonmyun dengar isakan kecilnya, gadis itu memukul lengan Yixing dan bolak-balik berbisik, ”Sedih sekali… Jaehee hebat sekali!”

   Joonmyun tidak bisa melihat Jaehee lagi setelah ia dan Minseok berpamitan dari atas panggung dan menghilang ke ruang tunggu pemain di sisi lain panggung, beberapa saat kemudian Seolhyun dan pasangannya naik dan memeragakan adegan yang sama. Dan kali ini, bukan hanya Joonmyun saja, ia bisa melihat Yixing, Solar, dan rekan-rekan tim tata musik seperti kehilangan ketertarikan untuk menyaksikan terus jalannya audisi.

   Akting keduanya—Seolhyun dan pasangannya, tidak cukup menarik perhatian.

   ”Siapa yang menurutmu akan menang?” Solar bertanya pada Yixing yang memiringkan kepalanya.

   ”Akting Kim Seolhyun jelek disini,”

   Yixing mengangkat bahu, ”Aku mengatakan ini bukan karena aku dan Jaehee kenal dekat, tapi entahlah… akting Seolhyun tidak seperti biasanya.” Yixing menoleh ke belakang, meski ruangan gelap, namun cahaya dari panggung membuat Joonmyun bisa melihat ekspresi Yixing. ”Bagaimana menurutmu, Joonmyun-ah? Seolhyun temanmu, kan?”

   Joonmyun berdeham dan tersenyum, ”Dia memang kurang cocok memerankan peran Juliet ini.”

   ”Temannya saja bilang begitu,” Solar berkata dengan yakin.

   Joonmyun mendesah berat. Meskipun akting Seolhyun kurang baik dibandingkan Jaehee, ia tetap tidak berharap temannya itu mengacaukan audisinya sendiri. Namun, Seolhyun saja sudah beberapa kali lupa dialog.

   ”Dialognya juga salah.” Gumam Joonmyun prihatin.

   ”Salah?” Yixing mengangkat alisnya kaget. ”Tahu darimana kau kalau dialognya salah?”

   Solar bergumam, ”Sepertinya kau hapal ya, Joonmyun-ssi? Tadi aku tidak sengaja mendengarmu ikut mengucapkan dialog-dialog Romeo, kalau tidak salah… geuchi?”

   Joonmyun terkekeh, mengangguk. ”Sastra klasik favoritku, biasa membacanya sejak kecil… dialognya sudah kuhapal diluar kepala.”

   ”Daebak,”

   ”Wah, kalau begitu skor Seolhyun pasti dikurangi.” Komentar Yixing.

   Penonton bertepuk tangan sopan saat Seolhyun dan partnernya menyelesaikan pertunjukan mereka, dan menghilang ke kamar ganti sisi lain panggung. Saat ini, bukan Guru Han lagi yang naik ke atas panggung untuk mengumumkan siapa yang akan terpilih sebagai Romeo dan juga Juliet, melainkan langsung Kepala Sekolah Jung.

   Dengan penuh wibawa, Kepala Sekolah yang terbilang masih sangat muda ini tersenyum pada seluruh penonton, mengangguk sekilas sebelum menyampaikan sepatah dua patah kata mengenai pementasan musim semi, hingga mengerucut pada musikal Romeo & Juliet.

   ”Terima kasih pada dua pasang kandidat. Mr Lee Taeyong dan Mr Kim Minseok, juga Miss Kim Seolhyun dan Miss Oh Jaehee atas kerja kerasnya untuk menampilkan yang terbaik. Apa pun hasilnya, siapa pun yang terpilih, saya ingin kalian tahu kalau saya bangga dengan usaha dan kerja keras kalian.”

   Penonton bertepuk tangan sopan sekali lagi.

   ”Setelah saya, Guru Han, dan Miss Baek Jinmi berdiskusi, menyamakan persepsi kami atas kriteria yang akan kami pilih untuk menjadi Romeo dan Juliet dalam drama musikal musim semi, Romeo & Juliet, maka kami menyatakan bahwa pemeran Romeo adalah…”

   Hening sesaat.

   ”Kim Minseok, chukadeurimnida.”

   Minseok muncul di atas panggung membungkuk dalam-dalam sementara para pendukung Minseok, atau siapa pun yang mendukungnya untuk menjadi Romeo bersorak-sorak berbahagia atas terpilihnya ia sebagai Romeo. Wajah bundar Minseok bercahaya saat Kepala Sekolah Jung menjabat tangannya.

   ”Dan pemeran Juliet adalah…”

   Hening, hampir seisi auditorium seolah menahan napas menantikan sebuah nama yang hampir semua isi kepala mereka teriakkan.

   Kepala Sekolah Jung tersenyum.

   ”Oh Jaehee, chukadeurimnida.”

-Keutt-

Annyeong~

Pertama-tama aku mau ucapkan mohon maaf lahir bathin, selamat berpuasa, maaf telat ngucapinnya karena telat juga post FF-nya. Yang kedua, dua minggu lalu aku KO, dari hari Rabu padahal ff ini udah setengah jalan, tapi kepalaku sakit, badanku sakit nggak ngerti kenapa sampe gak sanggup liat laptop, dan ternyata eng ing eng, itu karena hormon menggelora mau haid -____- norak ya? Minggu depannya, aku akuin aku kedistract banget sama EXO comeback lol, dan pas udah mau hari H-nya aku ngepost, ternyata aku ada panggilan tes untuk kerja di salah satu perusahaan, jadilah ngaret lagi, dan Insya Allah mulai minggu depan aku udah mulai training, jadi mungkin apdet FF-nya gak setiap Kamis lagi, dan mungkin gak rutin seminggu sekali. Tapi, aku janji aku akan usahain sebisa aku untuk apdet /lambailambai

Oiyaaaa, besok Sabtu, 18 Juni 2016 Suho Fan Union INA dan KaosKakiBau.com mau ngadain Nonton Bareng One Way Trip / Glory Day di Grand Indonesia, jam 11.20, fans-fans Suho yuuukkk ikutan kita ketemuan ^^

PS : Part 9 bakal ada berantem-berantem lho :p

sampai ketemu next part bye yeom

neez,

87 responses to “ALL I ASK [PART VIII] — by Neez

  1. Suka bangett.. Makin keren aja nih..
    Sebelumnya jahee yg dibikin cemburu sma jongdae sekarang junmyeon yg cemburu sma yixing hahaha sma lah satu2… Wkwkwk
    Oiya, kangen momen mereka berdua nih, semoga next ada momen mereka lagi yahh..
    Dan ditunggu berantem2nya hihihi

  2. Akhirnya Oh Jaehee yang terpilih buat meranin Juliet tapi sayang Romeonya minseok bukan joonmyeon!! Kangen moment jaehee dan joonmyeon moment?

  3. Ceritanya semakin seru. Ditunggu kelanjutannya ya🙂 Yang berantem-berantem justru paling seru hihihihi

  4. Pingback: ALL I ASK [PART IX] — by Neez | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. ketinggalan huuuhuuu jadi bca dari s i ni dlu biar nyambung.. wkwkw
    knpa junyeon gak ikutan aja si audisi romeo nya…
    jadi ngebayangin xiumin.. nti mlah imutan xiumin dari jaeheee hahaha mian😂
    dan yixing jagn ada perasaan ke jae hee… pokok nya jaehee buat jumyeon. wkwkwkw

  6. kasian liat si joomyeon gak bisa apa2😦
    aduh kalo authornim makin sibuk update bakal lama yaa😦 tapi gpp kok pembaca setia pasti bakal nunggu

  7. Huhhh tuh kan cowok seperfect junmyon aja susah peka atau dia itu jadi cowok terlalu positive thinking? Kenapa dia nggak nyadar kalau si jaehee denger obrolannya ama jongdae.tapi selamat jaehee kamu jadi juliette kalau aja yg jadi romeo junmyon pasti bakal lebih seru dan bakalan ada peperangan modern antara keluarga oh dan kim. Junmyon galau di abaikan oleh jaehee yang sabar ya nak.hahaha

  8. Pingback: ALL I ASK [PART X] — by Neez | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Well akhirnya yg jadi Juliet memanglah Oh Jaehee dan romeo Minseok *bayangin wajag imut Minseok massa-_-*
    dan seolhyun udah percaya diri tapi emang yg lain bilangnya jelek, sampe kesel banget sama seolhyun berasa dia aja yang paling bisa gitu yaa :3
    oke mungkin joonmyeon kurang peka sama jaehee yg denger pembicaraan sama jongdae, tapi ya apa joonmyeon gk bisa apa menerka nerka alasan jaehee yg menghindar gitu sama dia :3

  10. Bisa pas gtu ya bgian yg jahee dpt.. #sukasukaauthor .. hehehehe..
    Slah phamnya kpan selesai ya?? Pingin bgt mrka dekat .. sungguh brharp bgt nasib mrka gak seburuk kisa sebnarnya.. gak mau sad .. hahahaha mian k’neez agak maksa.. hehehe

  11. Pingback: ALL I ASK [PART XI] PG17 — by Neez (PASSWORD INFORMATION) | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. as usual, aku ga begitu suka seolhyun, entah dia jadi member aoa apa di ff2, biasanya sih bagian perusak hubungan prang, trus ekspresinya itu lhoooo bikin greget banget. greget pingin nimpuk maksudnya, hahahahahahahaha, aku jahat banget yak? tapi lho yaaa, selama ini aku baca ff emang dia perannya ga ada yg baik, baik pun ternyata dia dibohongin dan jadi pihak ketiga gitu. di semua ff yg cast member exo sih, wuahaahahahahah

  13. uwaaaaa kenapa ga sama joonmyun aja :((
    semoga ada keajaiban deh hehe
    daaaan sudah tidak menemukan typo lagiiiii~
    it’s perfectooo
    sepertinya konflik baru akan dimulai, hwaiting!
    keep writing kak! ♥

  14. Mungkin Romeo dan Juliet memang ngk cocok sama karekter yg dimainkan sama Seolhyun biasanya
    menurut aku Jongin sama Hana itu sama-sama anti banget ya pasti mereka ttp teguh dg Kim dan Oh padahal Junmyeon sama Jaehee malah ngk masalah lho

  15. waah akhirnya jaehee yg kepilih jadi julietnya,, suka dengan sikap seolhyun yg tidak menganggap jaehee sebagai rival tp teman untuk sama2 berjuang brsama-sama,

  16. Chapter ini bagus seperti biasaaaaaaa 😘😘
    Gatau lagi mau komen apa duh 😫
    Disini Jaehee baperan banget ih 😝 padahal kan belum tentu lagu yang dinyanyiin Joonmyun buat Joohyun, udah ambil kesimpulan sendiri aja 😝 jadi dikit kan momen Jaehee Joonmyunnya 😢
    Dipart ini si Seolhyun baik ya, ini emang sifatnya begitu atau cuma pura pura? Hmm
    Tapi perasaan aku aja apa emang kayaknya kepala sekolah Jung punya rencana lain gitu ya? Abis seneng banget kayaknya sama yang menyangkut Jaehee Joonmyun 😄 jangan jangan mau jodohin lagi wahahaha
    Yaudah lah ditunggu chapter selanjutnya kaaak 😗

  17. Pingback: ALL I ASK [PART XII] — by Neez | SAY KOREAN FANFICTION·

  18. Kirain denger yixing-jaehee deket bisa bikin suho jealous :s ga ketara ahh gaseru wkwkwk
    Btw, blom ada side story nya yixing-jaehee ya eonn? Ya kali kalo emang yixing jd pihak ke 3 gitu…

  19. Pingback: ALL I ASK [PART XIII] — by Neez | SAY KOREAN FANFICTION·

  20. Pingback: ALL I ASK [PART XIV] — by Neez | SAY KOREAN FANFICTION·

  21. Yaaayyyy finally jaehee jadi pemeran juliet ^^
    Tapi romeonya bukan joonmyeon -.-
    Semoga ada keajaiban joonmyeon jadi romeo HAHAHAHA
    Duh ada yg cemburu tuhhh tau kalo yixing deket sama jaehee :3
    Joonmyeon harus gerak cepat(?) ini hahah
    Lanjut ya kak 💞

  22. Nah… akhirnya… stelah mlalui audisi yg pnjang bner *wk* trpilihlah Jaehee…! selamat ya… Aduh sudh mulai ada tanda2 Jaehee bkln mnjauh dr Junmyun ini! terus ksian y Seolhyun_ rada aneh sama cast yg 1 ini_ dia pdhl bukan tokoh yg jahat kan_ tp sukses bikin reader ga suka sama sifatnya dia haha… nah ini yg jahat reader atau authornya yah? hahah peaacce ya author… Minseok… selamat ya_ dan maafkan, krn q lbih jahat lg mw gntiin Minseok dgn Junmyun! ayo bca lnjutannya lg!!😛 Hwaiting!😀

  23. Ciee, junmyeon cmburu sm yixing. Wkw. Btw sp yg bakal berantem dichapt 9 kak?? Kasian bgt ya Junmyeon sm Jaehee, mreka saling suka tp nggk bs trbuka. Mana mamanya Junmyeon galak bgt kek gt:(( smgt nulis trs kak, dtgg karya2 selanjutny^^

  24. Kok joonmyun ga ikut audisi jadi romeo sih >< coba dia audisi mungkin bisa jadi pasangan jaehee dia juga tau banget dialog dan ekspresi apa yg jarus dia lakukan pas meranin romeo.. Aaaaaaa menyia nyiakan bakat TT.TT

  25. ff satu ini emang ga berhenti bikin aku baper. gua ga bisa berlata-kata lagi, ini ff bener-bener bikin gua serasa ikut menyaksikan semua adegan secara langsung,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s