DAD vs MOM by noonapark

IMG_20160518_223638.jpg

|| DAD vs MOM ||

by noonapark

previous | OH MY ‘APPA’ |

*

*

***

Di ruang televisi, Chanyeol dan Hoon tengah duduk berdampingan di sofa, Chanyeol fokus pada acara berita di televisi sementara Hoon tengah sibuk menikmati sebungkus snack kentang kesukaannya.

Sembari mengunyah snacknya, Hoon tiba-tiba bersuara. “Ayah..”

“Hm?” Chanyeol menyahut tanpa mengalihkan bola matanya dari layar televisi.

“Apa Ayah menyayangi Ibu?”

Chanyeol diam sejenak, lalu menolehkan wajahnya ke arah Hoon yang masih sibuk mengunyah snack sembari sesekali bocah itu melihat ke arah televisi.

“Tentu saja. Tentu saja Ayah menyayangi Ibu. Kenapa?” Jawab Chanyeol sekaligus bertanya.

Kali ini Hoon menghadapkan wajah ke arah Ayahnya. “Jika Ayah menyayangi Ibu.. Ayah tidak boleh membuat Ibu sedih.”

Chanyeol menelan samar salivanya. Berdeham pelan lalu menanggapi. “I-itu karena Ibumu yang terlalu cemburu!” Chanyeol kembali menghadap televisi sembari melipat kedua tangan di depan dada. Wajahnya cemberut.

Hoon menunduk, sembari merogoh snack dalam bungkus yang Ia pangku, bocah itu bergumam. “Tadi Ibu menangis.”

Chanyeol mengerjap pelan. Ia menurunkan tangannya lalu kembali menatap Hoon, mendengus dan berkata. “Sudah Ayah katakan padamu, Hoon-ie sayang. Itu bukan salah Ayah, oke? Ibumu saja yang terlalu berlebihan menanggapinya!”

Hoon kemudian membalas tatapan Ayahnya. Kali ini Hoon tidak bersuara. Hoon hanya memandang sang Ayah tak mengerti karena Hoon benar-benar tak mengerti apa yang sedang dibicarakan Ayahnya. Niat Hoon hanya ingin memberitahu Ayahnya bahwa tadi dia tak sengaja melihat Ibunya menangis. Hoon tidak tahu apa masalah yang sebenarnya tapi mengapa sang Ayah malah membicarakan sesuatu yang membuat Hoon kini menjadi semakin bingung?

Dan bagi Chanyeol, tatapan diam Hoon yang seperti itu benar-benar memiliki sejuta makna untuknya. Chanyeol mendengus kesal. “Baik! Baik! Ayah akan meminta maaf pada Ibu. Kau senang?”

Kelopak mata Hoon mengerjap pelan. Lalu Hoon menyaksikan Ayahnya yang kini bangkit dari kursi lalu pria itu berjalan cepat menuju dapur. Hoon memandang jejak kepergian Ayahnya dengan tatapan yang masih tak mengerti. Namun perhatiannya kemudian teralih pada televisi yang saat ini mengganti acara menjadi acara anak-anak.

Hoon bersorak kegirangan seraya satu tangannya merogoh snack di dalam bungkus. “Yeay! Porroro!”

Sementara itu di dalam dapur, Eunsoo tengah sibuk memasak untuk menyiapkan makan malam bagi keluarga kecilnya. Saat Eunsoo tengah sibuk mengaduk-aduk masakan di panci penggorengan, Chanyeol yang barusaja datang langsung memeluk pinggangnya dari belakang, meletakkan dagunya di atas pundak Eunsoo lalu berucap. “Sayang.. kau masih marah padaku, hm? Maafkan aku. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi.”

Eunsoo tidak menjawab, namun cara dia mengaduk masakan di dalam panci itu terdengar semakin mengerikan. Chanyeol yang melihat itu bahkan langsung merenggangkan pelukannya, mengangkat dagunya dari pundak Eunsoo dan kembali bersuara dengan nada lebih hati-hati. “Eunsoo-ya.. maafkan aku, heung?”

Eunsoo tetap diam seribu bahasa. Sebenarnya Eunsoo masih kesal. Ini karena kejadian tadi siang. Ya, tadi siang. Chanyeol mengajak Eunsoo dan Hoon untuk menghadiri acara reunian yang di adakan oleh teman-teman SMA Chanyeol di sebuah restoran. Dan hal yang membuat Eunsoo berang adalah ketika Chanyeol dengan semangat menceritakan pada Eunsoo bahwa saat SMA dulu ada teman sekelas Chanyeol yang menyukai Chanyeol, namanya Kim Yejin. Chanyeol bahkan menceritakan bahwa mereka pernah menjalin hubungan selama beberapa bulan, lalu hubungan mereka kandas karena Chanyeol mulai merasa ada ketidakcocokan diantara mereka. Chanyeol juga bercerita bahwa setelah putus, Yejin mengaku bahwa wanita itu masih menyukai Chanyeol.

Setelah bercerita seperti itu, Chanyeol meminta Eunsoo untuk menunggu selagi Chanyeol akan menemui Yejin, lalu pria itu mengatakan bahwa dia akan memperkenalkan Yejin pada Eunsoo. Tanpa menunggu persetujuan dari Eunsoo, Chanyeol pergi meninggalkan Eunsoo dan Hoon di pojok meja, Chanyeol bertanya pada teman-teman SMAnya dimana Yejin berada? Setelah sibuk mencari selama beberapa saat, Yejin yang baru datang langsung menyerukan nama Chanyeol begitupun dengan Chanyeol yang langsung menyerukan nama Yejin. Yejin kemudian berlari kecil lalu memeluk Chanyeol erat-erat, dan Chanyeol membalas pelukan Yejin. Yejin bahkan mengajak Chanyeol foto berdua dan dengan santainya wanita itu merangkul pinggang Chanyeol sementara Chanyeol merangkul pundak Yejin. Saat mengambil foto berdua, senyuman mereka sangat cerah. Setelah itu Chanyeol bahkan langsung berlari menghampiri Eunsoo dan menunjukkan hasil foto yang Ia ambil bersama Yejin.

Lalu apa yang harus Eunsoo lakukan sebagai istri Chanyeol jika sudah seperti itu? Eunsoo tidak bisa berkata apa-apa lagi. Untung saja Hoon sedang tidur saat kejadian itu, jadi Eunsoo memiliki alasan untuk mengajak Chanyeol pulang dan mengakhiri acara reuni yang membosankan itu. Sesampainya mereka di rumah, Eunsoo tidak bisa menahannya lagi. Lalu terjadilah pertengkaran kecil dan… yeah… beginilah akhirnya.

“Eunsoo-ya..” Chanyeol memanggil nama wanita itu dengan nada penuh penyesalan sembari menusuk-nusuk lengan atas Eunsoo menggunakan jari telunjuknya, membuat Eunsoo lekas mematikan kompor lalu wanita itu berbalik, menghadapkan tubuhnya pada Chanyeol hingga senyuman Chanyeol kini langsung mengembang. “Kau sudah tidak marah lagi padaku?” Tanya Chanyeol.

Eunsoo mendengus pelan. “Janji kau tidak akan melakukan yang seperti itu lagi?” Tanya Eunsoo.

Chanyeol mengangguk mantab. “Eum! Aku janji.”

“Kau seharusnya bersyukur karena Hoon sedang tidur tadi.” Omel Eunsoo. “Jika Hoon melihat itu.. Ck!” Eunsoo menatap Chanyeol teramat kesal. “Yang jelas kau benar-benar keterlaluan.”

“Maafkan aku, hm?” Chanyeol menangkup wajah Eunsoo dengan kedua tangannya. “Apa tadi kau menangis?”

“Benar. Aku menangis frustasi karena bingung mengapa suamiku tidak mudah peka dengan hal-hal seperti itu.” Jawab Eunsoo. “Kau sudah mempunyai anak dan istri, kau seharusnya bisa menjaga sikapmu apalagi di depan umum seperti tadi. Kau membuatku marah sekaligus malu karena kau terlihat lebih peduli pada mantan kekasihmu daripada istri dan anakmu sendiri!”

Chanyeol nyengir. “Aku janji itu terakhir kali, hehe. Aku tidak akan mengulanginya lagi dan akan lebih berhati-hati setelah ini. Kau tenang saja, sayangku.” Kedua tangan Chanyeol kemudian mengelus-elus pipi Eunsoo.

Eunsoo cemberut, lalu memeluk pinggang Chanyeol sembari menggerutu pelan. “Kau itu milikku. Aku tidak akan rela jika ada wanita lain yang menyentuhmu. Jika kau berbuat seperti itu lagi dengan wanita lain, aku tidak mau tidur denganmu.”

Chanyeol melotot, lalu menggeleng cepat. “Tidak! Tidak! Aku tidak akan bisa tidur jika tidak memelukmu.” Chanyeol menahan senyuman. “Kau benar, aku milikmu, jadi.. aku akan menyerahkan diriku sepenuhnya hanya padamu. Hihi!” Chanyeol kemudian mengerucutkan bibirnya, perlahan mendekat ke arah Eunsoo dan wanita itu pun bersiap menyambutnya.

Lalu saat jarak diantara wajah mereka semakin dekat…

“Ibu!”

Eunsoo langsung memundurkan kepalanya, begitupun Chanyeol. Mereka kini menoleh dan mendapati Hoon barusaja tiba tak jauh dari mereka.

Bocah itu menunjukkan bungkus snack yang sudah kosong pada Ibunya. “Aku mau lagi!” Pinta Hoon.

Eunsoo melepaskan tangannya dari pinggang Chanyeol, membuat Chanyeol langsung menatapnya kecewa, lalu Eunsoo menghadapkan tubuhnya pada Hoon dan bertanya. “Sudah habis? Cepat sekali.”

Hoon menunjuk Chanyeol. “Tadi Ayah memakannya.”

Chanyeol langsung menatap Hoon dengan mata melotot. “Apa?!” Serunya. Menyadari Eunsoo yang kini menatapnya dengan wajah datar, Chanyeol cepat-cepat menjelaskan. “Y-ya! Park Hoon. Ayah kan hanya meminta sedikit!” Chanyeol kemudian melirik Eunsoo sembari melanjutkan dengan nada pelan. “Aku hanya memintanya sedikit, Eunsoo. Kau harus percaya padaku.”

Eunsoo mendengus pelan. Ia mengabaikan Chanyeol dan beralih berjalan mendekati Hoon, menuntun Hoon menuju meja makan dan mendudukkan bocah itu di kursi. “Sebaiknya makan nasi saja, hm? Ibu hampir selesai menyiapkan makan malam.”

Hoon tersenyum pada Ibunya sembari mengangguk senang. “Eum! Aku lapar, Ibu.”

“Sabarlah sedikit, anak pintar.”

Chanyeol melihat Eunsoo yang kini mengacak pelan puncak kepala Hoon, wanita itu kemudian mencium pipi gembul Hoon membuat Chanyeol langsung menatapnya dengan tatapan iri. “Jika tadi aku tidak meminta makanan Hoon, Hoon pasti masih menonton televisi sehingga aku dan Eunsoo bisa… aish! Ck!”

***

“Kau yakin teman-teman SMA mu mengajak reuni di tempat ini?” Chanyeol bertanya sesaat setelah Ia dan Eunsoo memasuki pintu masuk di sebuah restoran. Hoon yang berada dalam gendongan Ayahnya hanya diam sembari memperhatikan keadaan restoran yang cukup ramai siang ini.

“Ya, aku yakin ini tempatnya.” Jawab Eunsoo. Ia menghentikan langkah, diikuti Chanyeol yang berada di sampingnya, Eunsoo kemudian mengedarkan pandangannya ke segala arah sembari bergumam pelan. “Dimana mereka? Mengapa aku tidak melihatnya?”

“Kau yakin kita tidak salah tempat?” Tanya Chanyeol memastikan.

Eunsoo menggeleng. “Tidak mungkin kita salah tempat. Di grup chat mereka jelas mengatakan ini tempatnya.”

Chanyeol menatap Eunsoo sembari mendesah pelan. “Kau bilang kau tidak suka acara-acara seperti ini. Tapi mengapa tiba-tiba kau ingin datang sekarang? Kau bahkan tidak tau teman-temanmu berada dimana. Haruskah kita pulang sekarang?”

Eunsoo membalas tatapan Chanyeol. “Kita baru saja sampai, mengapa kau sudah mengajakku pulang? Lagipula.. ada satu hal yang membuatku sedikit penasaran.”

“Apa itu?” Tanya Chanyeol disertai kulit kening yang mengerut.

“Aku tidak bermaksud menyombongkan diri. Tapi.. asal kau tahu, saat SMA dulu aku cukup populer di kalangan siswa laki-laki.” Eunsoo tersenyum bangga diakhir kalimat sementara Chanyeol justru mencibirnya. “Aku bahkan pernah menjalin hubungan dengan seorang siswa pindahan yang berasal dari China.”

“Apa?” Chanyeol tersenyum mengejek, mengalihkan wajah ke arah lain sembari bergumam pelan. “Baiklah, aku jadi penasaran dengan pria malang yang berasal dari China itu.”

Eunsoo yang masih bisa mendengar itu langsung menanggapi. “Kau yakin? Kau pasti akan terkejut jika bertemu dengannya.”

Mulut Chanyeol komat kamit; mengejek menirukan omongan istrinya.

“Eunsoo-ya!”

Terdengar seseorang menyerukan nama Eunsoo. Eunsoo dan Chanyeol—bahkan Hoon—langsung menoleh ke asal suara, ke arah seorang lelaki berkulit putih dengan rambut blonde yang barusaja memasuki pintu restoran. Chanyeol memandangi pria itu dengan tatapan bingung, saat pria itu kini berjalan cepat ke arahnya—ke arah Eunsoo lebih tepatnya, karena pria itu akhirnya lewat di hadapan Chanyeol begitu saja dan langsung mendekati Eunsoo, memberikan pelukan untuk Eunsoo membuat mata Chanyeol langsung melebar melihatnya.

“Eunsoo, bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu.” Kata pria itu sembari menepuk-nepuk pundak Eunsoo.

Eunsoo tidak menyangka pria itu akan langsung memeluknya seperti ini. Jadi Eunsoo memaksakan senyuman sembari menjawab. “Ya, kabarku baik.” Eunsoo kemudian melepaskan diri dari pelukan pria itu. “Kau sendiri bagaimana, Luhan? Apa kabarmu baik? Kupikir kau tidak akan datang kemari karena terlalu sibuk di China.”

Pria bernama Luhan itu tersenyum ringan. “Kebetulan aku sedang berlibur di sini. Jadi aku memutuskan untuk bergabung dalam acara ini.”

Eunsoo mengangguk mengerti.

“Oya. Bukankah kau sudah menikah? Apa kau tidak mengajak suamimu untuk datang kemari?”

Chanyeol yang berdiri tak jauh dari Eunsoo langsung menatap Luhan dengan tatapan murka, bagaimana bisa Luhan tidak menyadari keberadaan Chanyeol yang jelas-jelas berdiri di samping Eunsoo saat ini? Lantas Chanyeol kemudian membusungkan dada dan langsung mendempet ke arah Eunsoo, lalu menatap Luhan sembari berdeham keras.

Eunsoo pun langsung merangkul lengan Chanyeol, Ia tersenyum. “Ini suamiku. Dan yang digendong suamiku itu anak kami.”

Hoon menatap Luhan dalam diam seraya satu tangannya memainkan kancing jaket di bagian dadanya. Sementara Chanyeol kini tersenyum miring pada Luhan, merasa bangga. Kemudian Chanyeol mengulurkan jabatan tangannya di hadapan Luhan sembari berkata dengan nada yang tegas. “Park Chanyeol. Aku suaminya Shin Eunsoo.”

Luhan tersenyum, Ia segera membalas jabatan tangan Chanyeol sembari membungkuk singkat. “Astaga, maafkan aku baru menyadari keberadaan Anda.”

Chanyeol hanya mendengus pelan menanggapi perkataan Luhan.

“Kalau begitu.. sebaiknya kita masuk.” Kata Luhan. “Kudengar mereka memesan tempatnya di lantai dua.”

Eunsoo mengangguk. “Hm, ayo.”

Luhan kemudian memimpin langkah menuju tangga di sudut ruangan di susul Eunsoo dan Chanyeol yang berjalan tak jauh di belakangnya.

Sembari berjalan, Chanyeol mendekatkan mulutnya pada sisi kepala Eunsoo, dan berbisik. “Apa dia orangnya?”

Eunsoo menoleh ke arah Chanyeol, tersenyum bangga dan menjawab. “Ya, mantan pacarku saat SMA. Dia tampan kan?”

Chanyeol langsung menatap Eunsoo dengan geram. “Jangan genit!” Serunya tertahan.

“Siapa yang genit? Aku tidak genit.” Eunsoo membela diri. “Kau saja yang terlalu cemburu.” Lalu Eunsoo mempercepat langkahnya untuk menyusul Luhan di depan.

Chanyeol langsung menghentikan langkah dan menatap Eunsoo tak percaya. “Eunsoo benar-benar…”

“Paman itu..” Hoon bersuara sembari memandangi Luhan yang barusaja menaiki anak tangga di depan sana. “Paman itu sangat tampan.”

Chanyeol langsung menatap Hoon dengan mata membola. “Ya! Park Hoon. Apa yang barusaja kau katakan? Kau bahkan tidak pernah mengatakan seperti itu pada Ayah. Aku ini Ayahmu! Seharusnya kau mengatakan yang tampan adalah Ayah, bukan pria itu!”

Hoon hanya diam. Ia menggaruk pelan belakang kepalanya karena bingung mengapa tiba-tiba Ayahnya menjadi marah seperti itu padanya. Hoon kemudian menujuk sang Ibu di depan sana yang barusaja menaiki anak tangga menyusul Luhan. “Ibu..”

Chanyeol mengangguk. “Ya, kau benar, Hoon-ie. Kita harus segera menyusul Ibu dan melindungi Ibu dari godaan pria China yang sombong itu.” Lalu Chanyeol bergegas melangkah menyusul Eunsoo di depan sana. “Eunsoo-ya! Tunggu aku!”

***

Ketika Eunsoo keluar dari kamar mandi, Chanyeol yang tengah berbaring di atas tempat tidur langsung menepuk permukaan kasur di sampingnya. Eunsoo yang mengerti pun langsung mendekati tempat tidur dan naik ke atasnya, lalu merebahkan tubuhnya di samping Chanyeol.

“Kau belum tidur?” Tanya Eunsoo.

Bukannya menjawab, Chanyeol malah menghadapkan tubuhnya ke arah Eunsoo untuk kemudian memeluk pinggang wanita itu. “Kau tidak ingin meminta maaf padaku?”

Eunsoo menatap Chanyeol tak mengerti. “Meminta maaf padamu? Memangnya aku telah melakukan kesalahan apa padamu?”

Chanyeol mendengus kesal. “Tentu saja! Tadi siang kau membiarkan pria China itu memelukmu. Kau pikir aku akan melupakan kejadian itu begitu saja?”

Eunsoo mendengus pelan. “Aku tidak menyangka Luhan akan berbuat seperti itu padaku. Lagipula bukan aku yang memintanya untuk memelukku. Jadi mengapa aku harus meminta maaf padamu?”

“Apa?” Chanyeol menatap Eunsoo tak percaya. Ia marah. “Kau benar-benar keterlaluan, Eunsoo. Malam ini aku tidak ingin tidur bersamamu.”

Eunsoo mengangguk. “Baiklah, kalau begitu aku akan tidur di kamar Hoon.”

Eunsoo berniat bangkit tapi Chanyeol malah menarik tubuh Eunsoo ke arahnya, lalu mendekap Eunsoo erat-erat. “Eunsoo-ya..” Chanyeol merengek. “Mengapa kau seperti ini padaku?”

“Memangnya kenapa?” Tanya Eunsoo. “Kau sendiri yang mengatakan bahwa kau tidak ingin tidur bersamaku malam ini.”

Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Eunsoo, lalu menggerutu. “Saat aku mengatakan seperti itu, kau seharusnya memohon padaku agar aku memaafkanmu. Kau benar-benar tidak romantis sekali padaku.”

Eunsoo menahan agar tidak tertawa. Melihat Chanyeol yang kini cemberut, Eunsoo akhirnya turut melingkarkan tangannya di pinggang Chanyeol, dan berkata. “Baiklah, aku minta maaf. Aku tahu kau ingin mengatakan bahwa aku adalah milikmu, jadi kau tidak suka jika ada orang lain yang menyentuhku begitu saja. Kau tenang saja, sayang. Mulai sekarang aku akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga diri.”

Chanyeol merasa puas mendengarnya. Ia pun langsung menunjukkan senyuman tertahan. “Aku ingin dicium.”

Eunsoo menutup mata, satu tangannya menarik wajah Chanyeol lalu…

“Ibu?”

Padahal jarak antara bibir mereka tinggal setengah senti saja, tapi Eunsoo terpaksa mundur kembali membuat Chanyeol langsung menghembuskan napas panjang lantaran kecewa. Eunsoo kemudian duduk dan mendapati Hoon tengah berdiri di ambang pintu kamar. “Oh? Hoon-ie?”

Hoon kini menguap sembari berjalan menuju tempat tidur kedua orang tuanya. Setelah itu Hoon naik ke atas tempat tidur, melangkahi tubuh Ayahnya untuk kemudian merebahkan tubuh diantara kedua orang tuanya.

“Aku ingin tidur bersama Ibu.” Jelas Hoon akhirnya.

Eunsoo tersenyum. “Baiklah, malam ini kita akan tidur bersama-sama.”

Setelah memasang selimut hingga batas dada mereka, Eunsoo merebahkan tubuhnya, memposisikan tubuhnya dengan nyaman lalu memeluk tubuh Hoon sembari menepuk pelan tubuh bocah itu.

Chanyeol ikut memeluk Hoon, sembari memandangi puncak kepala Hoon yang berada tak jauh dari dagunya, Chanyeol bergumam pelan. “Park Hoon.. kenapa kau selalu datang disaat yang tidak tepat?”

Hoon samar-samar mendengar itu, Ia yang penasaran pun langsung menoleh ke arah Ayahnya dan bertanya. “Apa?”

Chanyeol menggeleng. “Tidak. Ayah sedang mencari kutu di kepalamu.”

Hoon langsung memeluk Ibunya dan mengadu. “Ibu.. Ayah bilang aku punya kutu.”

Chanyeol melotot menatap Hoon. “Ya! Kapan Ayah mengatakan kau mempunyai kutu? Ayah hanya—“ Chanyeol tidak melanjutkan ucapannya karena Eunsoo tiba-tiba menarik telinganya.

“Sudah, diam. Jangan berisik, ini sudah malam, Chanyeol.” Tegur Eunsoo, menarik tangannya lalu kembali memeluk Hoon.

Chanyeol mendengus pelan. “Hoon-ie, kau sudah pintar mengadu yang tidak-tidak pada Ibumu sekarang. Apa Ibu yang mengajarimu?”

Di depan dada Eunsoo, Hoon menahan tawa. “Ayah jelek.”

Mata Chanyeol membola. “Apa?”

Eunsoo menahan tawa mendengarnya.

“Ayah.. jelek.” Kata Hoon lagi, lalu memeluk Ibunya semakin erat, takut kalau-kalau sang Ayah akan melakukan serangan mendadak padanya.

Dan benar saja, tidak lama kemudian Chanyeol langsung menggelitiki pinggang Hoon membuat gelak tawa Hoon kini pecah memenuhi ruang kamar. “Ya! Kau bilang apa tadi? Ayah jelek? Siapa yang mengajarimu? Apa Ibu yang menyuruhmu mengatakannya?”

“Chanyeol.” Eunsoo menahan tangan Chanyeol hingga pergerakan tangan pria itu kemudian terhenti. Tawa Hoon pun mulai mereda. “Berhenti bermain-main, oke? Ini sudah malam. Dan lagi, kenapa kau terus menuduh bahwa aku telah mengajari Hoon yang tidak-tidak? Seharusnya aku yang menuduhmu seperti itu. Kau tahu? Saat makan di restoran bersama teman-temanku tadi siang, aku mendengar kau berbisik pada Hoon, kau menyuruh Hoon agar mengatakan bahwa Luhan jelek.”

Chanyeol tidak menyangka jika Eunsoo mengetahui hal itu. Ia pun menanggapi. “Memangnya salah jika aku melakukan itu? Lagipula menurutku memang benar, pria China itu memiliki wajah yang jelek. Ewh!”

Eunsoo mencibir Chanyeol. Kemudian Eunsoo menatap Hoon sembari mengelus-elus puncak kepala Hoon. “Ya, baiklah. Paman Luhan dan Ayahmu memang memiliki wajah yang jelek. Dan laki-laki paling tampan di mata Ibu adalah kau, Park Hoon.”

Hoon terkikik geli ketika Eunsoo menggelitiki lehernya.

“Tentu saja Park Hoon tampan. Siapa dulu Ayahnya?!” Celetuk Chanyeol penuh percaya diri.

Eunsoo memilih diam sementara Chanyeol setengah bangkit, pria itu memberikan kecupan hangat di pipi Eunsoo, lalu di pipi Hoon dan kembali merebahkan tubuhnya.

Hoon kemudian berbalik menghadap Chanyeol. “Aku ingin bersama Ayah.” Katanya.

Chanyeol tersenyum bangga. “Ya, kemarilah tampan.” Lalu Chanyeol memeluk Hoon dan Eunsoo bersamaan, sembari memperhatikan mata Hoon yang mulai terlihat sayu. “Selamat malam, sayang.”

Hoon tidak menjawab karena sepertinya Ia mulai sangat mengantuk. Matanya semakin sayu. Tapi tangan mungilnya kemudian bergerak untuk memeluk dada bidang milik Ayahnya, membuat kedua orang tuanya tersenyum melihat itu.

“Selamat malam, Eunsoo.”

“Selamat malam, Chanyeol. Dan selamat malam, Hoon-ie…

_

_

_

_

_

_TheEnd_

123 responses to “DAD vs MOM by noonapark

  1. Ngakak loh 😂😂
    Kelakuaan chanyeol yg begini cocok betul sm komuknya chanyeol wkwk
    Hoon ganggu terus ayahmu yg aneh itu yaaa. Untung ganteng 😂

  2. Wah…keren kak.akhirnya kakak nulis laagi,aku jadi seneng….
    Lanjut ya kak untuk seri lanjut selanjutnya,semangat

  3. ngakak sama park hoon, selalu datang di waktu yang ga tepat pas chansoo lagi mau romantis”an disitu juga dia selalu datang 😂 keluarga bahagia emang💜
    keep writing ya kak ima!

  4. Halo aku reader baru gak baru juga sih cuma baru comment hehehe :v

    Keluarga chanyeol manis banget sama romantis walaupun romantisnya berbeda dari keluarga yg lain 😊
    Duh si hoonie datengnya selalu di waktu yg gak tepat, orang tuanya lagi romantis romantisan dia dateng wkwk

  5. ya ampun, asli ngakak banget ak bacanya. apalagi pas msalah kutu itu. LLLLOL!!😀. ini keluarga yg paling abstrack deh kyaknya. HAHAHA😀

  6. uuwwaaa… liat update tanya kak ima lagi… kak kangen kakak nulis lagi… kangen jg chansoo family… ama baby hoonie… di tunggu kelanjutanya ia kak…

  7. hanya chanyeol yg biaa jadi bapak paling tidak bisa diam ya ckck bapak yg kekanakan/? tp lucu wkwkwk
    suka bgt baca series jeluarga ini, hoon yg manis

  8. Aku bisa bayangin chanyeol yg asli dan yang digambarin disini wkwk absurd totally absurd daddy tapi lucuuuu
    Suka deh pokoknya hehehe

  9. Tuhh kan mereka so sweet 😍😍 dasar chanyeol gak peka , masak main pelukan sm mantan pas reuni. Di dpn anak istri pula , pantesan eunsoo ngambek 😏😏 tp giliran eunsoo yg dipeluk mantannya dia cemburu, wkwkwk
    Dasar Park Chanyeol ,suka merengek pula 😂😂😂

  10. Chanyeol lucu banget sih….
    Hoon kau terbaik nak 😂😂 ganggu orang tuamu terus nakk 😂😂😂 kerenn kakkk… Aduuhh ketagihan beneran ini aku baca tulisan kaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s