Beautiful Monstar – Part 1 – Babalee

tumblr_kvy5tux8z81qattiuo1_500_large

 

Beautiful Monstar

Kim So Hee | Byun Baekhyun

Marriage Life | Comedy | Friendship | Drama

Pg-17

(Warning flashback dimana-mana)

 

 

Netraku terpaku pada pantulan cermin. Ini aku, Kim So Hee 26 tahun yang akan menikah dengan sahabat terbaiknya Byun Baekhyun, pria bodoh yang memiliki keberuntungan menjadi sorang dokter bersama Do Kyungsoo.

Kenapa harus Baekhyun? Dan pertanyaan itu muncul dimana-mana. Bahkan Byun Wendy- adik tiri Baekhyun- bertanya begitu jelas padaku. Maksudnya, aku berteman dengan tiga orang tampan. Park Chanyeol yang maskulin, Do Kyungsoo yang cerdas, Byun Baekhyun yang usil. Dan kenapa harus pria Byun itu yang ku pilih?

Jawabannya sederhana. Karena Byun Baekhyun terlalu misterius untuk di jangkau.

Kami berteman sejak akhir  SMP sampai sekarang. Aku tahu apapun mengenaik Park Chanyeol dan Do Kyungsoo. Tapi tidak dengan Byun Baekhyun. Dia terlalu sering mengalihkan perhatian setiap orang atau bermain cerdik.

Pintu di ketuk. Byun Wendy masuk dengan gaun merah marun tanpa lengan. Rambutnya di gulung ke atas menampakkan leher jenjangnya. Dilihat dari manapun, tidak ada sedikitpun yang terlihat dia dari keluarga Byun. Hanya saja beberapa sifatnya yang mirip dengan Baekhyun. Usil dan tidak bisa diam. Berbeda sekali dengan Baekboom oppa yang kalem.

Eonni cantik sekali. Aku masih tidak bisa percaya kakakku akan menikah denganmu. Ya tuhan sebenarnya apa yang membuatmu tertarik pada oppaku?” tanya Wendy masih dengan nada tidak percaya. Aku terkekeh pelan lalu memeluknya erat. Dia membalas memelukku lalu ikut duduk disampingku.

“Baekhyun itu tampan. Kau harus mengakui itu.”kataku yang membuat Wendy mendengus tidak percaya. Bahunya bahkan sampai merosot saat dia mengangguk tidak rela.

“Baekhyun oppa memang tampan. Ah eonni mau ku katakan sesuatu? Ini tentang rahasia Baekhyun oppa!” katanya begitu terlihat tertarik. Aku mengangguk setuju. Entah jelas atau tidak tapi aku yakin mataku berbinar. Rahasia Baekhyun? Tentu saja aku mau.

“Kau tahu kan Baekhyun oppa menjadi yang terbodoh di sekolah sampai dia masuk Hagwon untuk masuk universitas?” Tanya Wendy membuatku mengangguk.

Yah aku jelas ingat saat itu jam istirahat dan Baekhyun mengejutkan kami bertiga dengan pengakuannya yang akan ikut Hagwon. Maksudnya pria malas yang lebih senang menggoda guru agar dapat hukuman ikut Hagwon? Baekhyun bodoh dan yah semua orang tahu itu. Dia bahkan menempati rangking 2 dari bawah. Dan hebatnya dia masih selalu terlihat tenang.

Oppa tidak benar-benar bodoh. Itu hanya kamuflase.” Kata Wendy yang membuat aku terdiam. “Dia tidak suka bisnis dan jika ayah tahu kepintaran Baekhyun tentu saja ayah akan mengincar Baekhyun dan memaksa dia untuk masuk perusahaan sama seperti Baekboom oppa. Makanya Baekhyun bersikap bodoh dan lebih senang membuat masalah. Ayah selalu datang ke sekolah meminta agar Baekhyun oppa  tidak di keluarkan. Aku pernah mengikutinya ikut Hagwon dan dia malah tidur. Dan hebatnya dia lulus masuk universitas kedokteran dengan strategi yang bagus.” Aku mengerutkan kening. Strategi?

Oppa menghitung siapa saja yang akan masuk kedokteran di universitar yang diincarnya dan dia menghitung kemampuan setiap orang. Aku lihat Baekhyun begitu teliti. Madding kamarnya dipenuhi dengan pola yang tidak aku mengerti. Dan aku diam-diam melihatnya saat ujian. Dia terlihat begitu tenang bahkan sempat bermain-main. Oppa masuk kedokteran di urutan terakhir. Dan dia melakukannya dengan sengaja. Baekhyun oppa tidak ingin terlihat pintar.”

Lagi-lagi ucapan Wendy membuatku terlempar ke masa lalu. Saat seluruh sekolah gempar karena Baekhyun lulus ujian masuk kedokteran di universitas ternama di Korea. Aku bahkan sempat memukul kepalanya yang tidak beres. Kyungsoo saja harus sakit dulu baru bisa lulus-dia belajar mati-matian- dan Baekhyun malah tenang-tenang saja. Aku pikir ini karena kerja kerasnya mengikuti Hagwon.

“Diam-diam oppa selalu belajar. Ada perpustakaan rahasia di kamarnya. Baekhyun oppa selalu berhasil membuatku penasaran.” Wendy menatap langit-langit ruang pengantin wanita sambil tersenyum. Mungkin membayangkan Baekhyun sedang tersenyum padanya. Aku ikut menatap langit-langit. Yah aku juga merasakan hal yang sama. Pria itu terlalu mudah di lihat, namun sulit untuk di gapai.

“Kalau oppa menyakiti eonni aku akan membunuh oppa tenang saja.” Dan Wendy tersenyum. Meskipun dia adik tiri Baekhyun, dia memiliki senyum yang manis seperti Baekhyun.

 

***

Aku berjalan cepat menuju ruangan dengan lemari kaca menjadi dindingnya. Ada begitu banyak guci, namun hanya satu yang menarik perhatianku. Tubuhku bergetar,lengan ini mencengkram ujung baju begitu kuat. Seketika pandangan menjadi buram di penuhi dengan air mata saat melihat sebuah foto pria yang sedang tersenyum lebar di sana. Kim Suho.

Empat bulan yang lalu dia berjanji akan membawaku pergi dari London ke Korea. Tapi semua itu sudah menjadi abu. Bahkan tidak ada yang mengabariku sama sekali. Katanya kejadiannya tiga bulan lalu. Dan semua orang menyembunyikan fakta ini dariku begitu bagus. Seperti bersandiwara di atas panggung opera dengan aku yang menjadi pemeran utama yang tidak diberi naskah.

Min Soek oppa memegangi bahuku lalu memelukku erat dari balik punggungku. Jantungnya berdegup kencang dan aku bisa merasakanya dengan jelas.

“Kau masih belum bisa mengingat kami, ayah tidak ingin membuat sakitmu jadi semakin parah. Kau bahkan baru sehat setelah satu bulan kematiannya.” Katanya dan itu membuat aku semakin sakit hati.

“Kenapa Suho oppa pergi ketika aku tidak ada disampingnya? Dia pikir dia bisa pergi begitu saja?” tangisku pecah. Buru-buru aku membalikkan tubuhku untuk memeluk Min Soek oppa. Dia membalas pelukanku dan membelai lembut punggungku.

“Kami menunggumu untuk melepaskan abunya.”

 

***

“Suho kecelakaan saat malam akan bertemu dengan Seolhyun. Dia ditabrak oleh truk container yang pengendaranya masih jadi buronan saat ini.” Jelas Min Soek oppa dalam mobil.

Aku masih diam tidak berkomentar apapun. Membiarkannya berbicara sampai selesai.

“Enam bulan yang lalu kau kecelakaan hebat. Ayah dan Ibu membawamu ke London, katanya pengobatan di sana bagus untuk gagar otak sepertimu. Lagipula ada nenekmu kan di sana. Tadinya setelah acara kencan Suho dan Seolhyun, besoknya kami akan berangkat untuk mengunjungimu. Kata ibu kau masih belum bisa mengingat siapapun. Dan ibu tidak ingin memaksa apapun yang terjadi. Rahasia kematian Suho sengaja di sembunyikan agar kau tidak merasa terguncang. Ini semua demi dirimu So Hee, tolong mengerti.” Satu tangan Min Soek oppa turun untuk menggenggam jemariku. Mencoba untuk menenangkanku, mungkin. Tapi aku sama sekali tidak marah padanya atau siapapun. Mereka benar, ini semua demi diriku. Yang perlu di salahkan adalah aku sendiri karena terlibat kecelakaan hingga membuatku melupakan setiap orang dan melewatkan kematian kakakku sendiri.

“Aku merindukan So Hee yang cerewet, So Hee yang manja, So Hee yang selalu marah-marah.” Mobil berhenti di lampu merah. Aku merasakan tatapan sendu dari Min Soek oppa yang membuatku mau tidak mau ikut menatapnya. Senyumnya benar-benar tulus. Dia benar-benar bersikap dewasa seperti sebagai mana seorang kakak seharusnya. Aku ikut tersenyum. “Katakan pada So Hee untuk segera kembali. Aku ingin So Hee yang dulu. Bukan yang terus diam seperti ini.”

 

***

Wendy masih di ruang pengantin wanita. Kita bergosip tentang Baekhyun yang suka ngompol atau memakai pampers saat sakit, Baekhyun yang suka manstrubasi sampai habis tissue di kamar, Baekhyun pernah patah hati sampai membuat miniature rumah dari korek api karena mogok melakukan segala aktifitas selama tiga hari. Sampai suara pintu di ketuk. Chanyeol dan Kyungsoo masuk sambil berseri-seri. Mereka sedang menggodaku sekarang.

“Ow lihat pengantin wanita yang sangat cantik. Lihat kau terlihat anggun sekarang. ah aku sampai ingin menggantikan Baekhyun.” Goda Chanyeol sambil merangkul pundakku.

“Dan membuat tunanganmu membunuhku? Kau akan menduda diusia muda.” Aku dan Wendy saling ber highfive lalu tertawa keras.

“Tapi serius kau cantik. Tidak kau memang jadi lebih anggun setelah pulang dari London. Apa yang membuatmu jadi seperti ini? Kau kepikiran Baekhyun terus selama di London?” kali ini Kyungsoo yang menggodaku. Dia bahkan tertawa begitu puas.

Yah selama di London siapa yang memenuhi emailku dengan berita tentang Chanyeol dan Baekhyun. Terutama Baekhyun. Kyungsoo lebih banyak mengirimiku foto Baekhyun yang sedang berkencan atau bermesraan dengan wanita.

“Diam kau bodoh! Kau yang selama ini memanasiku. Kau pikir aku kompor? Wah hampir saja aku membawa samurai dari London untuk memenggal lehermu.” Aku melotot tajam pada Kyungsoo. Tiba-tiba kedua pria itu belutut di hadapanku seperti seorang kesatria dari zaman Joseon lalu menyimpan salah satu lengannya di atas lutut sambil menundukkan kepalanya.

“Aku pantas mati yang mulia.”

Mereka tidak berubah. Aku tertawa begitu terbahak sambil mengusap sudut mataku yang sedikit berair. Biasanya ada tiga bersama Baekhyun. Tapi pria itu tidak boleh menemuiku sampai upacara pernikahan dilaksanakan.

Membayangkan Baekhyun memakai tuxedo membuatku tersenyum sendiri. Pernah beberapa kali aku melihat Baekhyun memakai kemeja rapih dengan potongan rambut yang kadang di spike kadang dengan poni. Keduanya membuat dia tampan. Tapi penampilan itu tidak pernah bertahan lama. Pria itu selalu merusak penampilan rapihnya sendiri menjadi urak-urakan.

“Jadi kau benar-benar sedang hamil anak Baekhyun?” tanya Kyungsoo yang membuatku membulatkan mata tidak percaya. Maksudnya demi tuhan ada Wendy di sini dan gadis itu terlalu berani. Aku hanya takut nanti atau sekarang dia akan melabrak Baekhyun dan memukulnya di depan semua orang.

“Benarkah?  Oppaku sudah berani melakukan itu. sepertinya dia sudah tidak tahan.” Wendy menyipitkan matanya sambil tersenyum misterius. Mulutku hampir saja jatuh jika Chanyeol tidak mengangkatnya naik. Tidak tahan?

 

***

Pesta ulang tahun –yang sudah lewat dua bulan tiga bulan- dan perayaan kembalinya Kim So Hee setelah hilang dari Korea Selatan selama enam bulan. Pesta kecil-kecilan yang hanya di hadiri oleh Do Kyungsoo, Park Chanyeol dan kekasihnya- Ahn Dae Ha- Byun Baekhyun –yang tadinya mau mengajak kekasihnya tapi di larang keras olehku- dan aku sendiri.

Kami hanya memesan kamar hotel, membuat pesta Barbaque di tepi pantai. Ombak tepi pantai tidak begitu besar. Hanya saja anginnya cukup untuk menerbangkan rok Daeha yang membuat Kyungsoo sesekali menegagk air liurnya sendiri susah payah. Aku melihatnya dengan jelas. Dan Kyungsoo adalah pria yang sangat kaku pada wanita.

Baekhyun duduk sendiri di bibir pantai. Satu tangannya memegang botol soju entah sudah yang keberapa. Dia sedang merajuk karena tidak boleh membawa kekasihnya kemari-padahal Chanyeol boleh-. Aku ikut duduk disampingnya lalu menegak sisa soju dalam botol. Ini ide Kyungsoo yang membeli sepuluh botol soju untuk membuat salah seorang dari kami mabuk dan melakukan hal konyol-sebenarnya tergetnya adalah Baekhyun-. Tapi sampai botol ke lima pria ini masih cukup sadar.

“Ya ampun Baekhyun kita marah?” kataku yang membuat pria itu hanya mendelik. Aku mengehela nafas panjang lalu menyandarkan kepalaku pada pundaknya. Dia diam saja. “Aku sedang berulang tahun dan temanku marah. Menyebalkan lebih baik kita pulang saja ke Seoul.”

“Kau yang menyebalkan ada apa denganmu. Kenapa kau begitu jahat padaku?” kata Baekhyun dan suaranya terdengar sedikit meracau. Dia mulai mabuk rupanya.

“Memangnya apa yang ku lakukan padamu?”

“Kau meminta maaf saat aku menyatakan perasaanku padamu dan sekarang kau melarangku berhubungan dengan wanita lain. Ada apa denganmu? Sebenarnya apa yang kau mau?” katanya dan aku tersenyum. Baekhyun sudah mulai mabuk rupanya.

Aku mengeratkan peganganku pada lengannya, mengambil satu botol soju yang masih penuh lalu meneguknya sampai habis. Baekhyun menatapku tidak suka. Dia segera mengambil botol yang sudah habis itu lalu membuangnya sembarangan.

“Kau bisa mabuk bodoh.”

“Siapa peduli. Aku mau mabuk di hari ulangtahunku.” Aku mengambil lagi botol soju lalu meneguknya sampai habis. Baekhyun diam saja seingatku lalu kami tertawa terbahak-bahakn padahal tidak ada yang lucu. Selanjutnya aku tidak ingat apa-apa lagi.

 

***

 

Seingatku, aku dan Baekhyun masih duduk berdua di bibir pantai sampai tengah malam. Tapi yang ada sekarang kami malah berbagi tempat tidur dengan kemeja ku yang sudah lari kemana dan kaos Baekhyun yang hilang kemana. Kami saling bertatapan tapi tidak berteriak. Baekhyun yang terlihat sangat panik. Apalagi mengingat dia bertelanjang dada dan hanya memakai kolor hitam selutut dengan garis-garis putih vertical.

“Apa yang kau lakukan padaku?” dan seharusnya itu dialogku yang malah diambil oleh Baekhyun. Pria itu menutupi dada bidangnya dengan bantal dan aku hanya mendelik.

“Seharusnya aku yang tanya. Kau tidak lihat aku hanya memakai tank top dan celana pendek ini? Siapa yang seharusnya di salahkan? Kau mabuk semalam.”

“Kau juga! Kau mabuk sampai berbotol-botol. Aish sial!” Baekhyun mengacak rambutnya frustasi. “Aku akan bertunangan sebentar lagi. ya ampun!” dia berdiri dan memungut kaosnya aku hanya diam dan tidak peduli selimutku sudah turun. maksudnya, aku masih aman karena tanktop ini. Melihat Baekhyun frustasi adalah kesenangan tersendiri.

“Baek, bagaimana jika aku hamil? Batalkan saja pertunanganmu. Kita menikah bagaimana?” kataku santai dan itu membuat Baekhyun menatapku tajam. Lalu seketika dia berjaan cepat dan duduk di ambang kasur. “Kita, melakukannya?” tanyanya ragu, “Kita benar-benar melakukannya semalam? Kau dan aku?”

Aku mengerutkan kening menatap langit-langit, “Sejujurnya aku tidak begitu ingat, tapi melihat keadaan kita. Aku rasa sudah ada sesuatu yang terjadi.”

Baekhyun kembali terlonjak kali ini sasarannya adalah lemari. Kakinya menendang lemari begitu keras lalu setelah itu mengaduh kesakita. Bodohnya tidak pernah hilang. “Gosh! Apa dosaku ya ampun. Kenapa kau masih bersikap tenang sih? Kau menjebakku ya?”

Aku mendelik tidak suka mendengarnya berkata menjebakknya. “Aku juga tidak sadar. Tapi untuk apa menyesali yang sudah terjadi?”

Baekhyun terlihat semakin gelisah, lalu dua menit kemudian dia duduk ke ambang tempat tidur, tepat di sampingku. Kedua tangannya merengkuh ke dua bahuku lalu berbicara dengan nada paling serius yang pernah ku dengar. “Aku akan menikahimu, oke? Jadi tenang saja.”

 

***

 

“Tadinya aku yang mau membawa So Hee ke kamarnya dan Chanyeol yang akan membawa Baekhyun. Tapi Baekhyun terlihat tidak suka saat aku menyentuh So Hee dan kami membiarkan Baekhyun membawa So Hee.” Jelas Kyungsoo pada Wendy. Gadis keturunan Kanada itu mengangguk mengerti. Wajahnya benar-benar polos dan baru saja pikirannya diracuni oleh seorang Do Kyungsoo.

Gambaran wajah Baekhyun masih teringat jelas di pikiranku. Pria itu sangat lucu. Dan yang lebih lucu lagi adalah kami akan melangsungkan pernikahan beberapa menit lagi.

Beberapa tamu mulai berdatangan masuk ke dalam ruang pengantin wanita. Ada Jongin dan tunangannya- Krystal Jung- lalu Jongdae yang datang sendiri. Dia marah-marah dan berkata akan segera menyusul dengan gadis yang lebih normal dari padaku. Sial!

Aku tidak memiliki teman wanita banyak. Jadi kebanyakan yang datang adalah pria. Minsoek oppa  datang bersama istrinya yang sedang mengandung lima bulan. Pernikahan mereka sudah berlangsung sejak dua tahun lalu, tapi baru dianugrahi seorang anak sekarang. tiba-tiba aku teringat percakapan antara aku dan ayah semalam.

 

***

 

Ini sudah pukul sepuluh malam dan aku masih belum bisa tidur. Setiap wanita mendambakan pernikahannyakan? Akupun begitu. Membayangkan menjadikan Baekhyun sebagai suamiku pasti akan sangat canggung sekali nanti, atau malah sebaliknya? Baekhyun adalah pria yang cukup pintar mencairkan suasana. Aku tersenyum sendiri membayangkan rumah tangga kami nanti.

Ayah duduk sendiri dengan segelas anggur merah di tangannya. Dia tidak mabuk hanya terlihat begitu frustasi. Ayah selalu begitu jika mendapat masalah. Lalu apa ini artinya pernikahanku adalah masalah baginya?

Aku menarik kursi tepat di sampingnya. Ayah melihatku lalu tersenyum. Satu tangannya terangkat untuk membelai rambutnya. Dia benar-benar sudah berubah menjadi tua.

“Aku akan menikah ayah. Itu berarti aku yang akan menggantikan posisi Suho oppa kan?” tanyaku terus terang. Ayah tersenyum lalu menggeleng pelan.

“Tidak semudah itu So Hee. Ada banyak hal yang harus kau lakukan. Ini alasanku memintamu untuk menikah lebih dulu. Aku rasa Baekhyun adalah pilihan yang tepat. Dia pasti bisa membantumu untuk melanjutkan bisnis ayah. Posisi Suho masih di duduki oleh Minsoek. Biar dia yang bertanggung jawab sampai kau benar-benar mengerti.”

“Lalu pekerjaannya sebagai dokter?”

Ayah menaikkan satu alisnya, menatapku sedikit terjekut dan mencoba sabar, “Di hentikan sejenak. Baekhyun juga akan menghentikan sejenak pekerjaannya. Aku sudah berbicara dengannya. Dan dia setuju,”

“Ayah berbicara dengan Baekhyun tanpa mengatakan apapun padaku?”

“Kau sibuk mengurusi pernikahanmu waktu itu. sudahlah, kau akan mengerti nanti.”

Tidak, aku tidak akan mengerti sampai kapanpun. Apalagi Baekhyun. Pria itu pasti akan sangat apik menyimpan segala hal yang ayah katakan. Dia pasti tidak akan semudah memberikanku sebuah permen loli untuk segala informasi yang dia tahu. Mereka bersekongkol.

Aku menghela nafas pelan. Lagi pula jika terus dibahas aku yang akan marah, besok adalah hari spesial dan tidak boleh ada pertengkaran. Aku menarik diri keluar dari kursi. Ayah masih duduk dan tidak terlihat ingin melanjutkan pembicaraan apapun denganku.

Sebelum sempat aku menaiki tangga aku membalikkan tubuhku menatap punggung ayah, “Kematian Suho oppa itu, bukan kecelakaan biasakan?” Ayah tidak merespon apapun. Membalikkan tubuhnya untuk menatapkupun tidak. Kuputuskan untuk naik dan beristirahat. Besok akan jadi hari yang sangat panjang.

 

***

Seharunya Baekhyun tidak bertemu denganku dulu. Seharusnya dia menunggu sampai aku berjalan menghampirinya dan tersenyum sambil membawa sebuket bunga mawar putih. Tapi yang terjadi adalah dia di hadapanku menghampiriku dengan senyum manis di bibirnya.

Rambutnya di cat hitam, dia memakai tuxedo dengan rapih dan pas. Baekhyun terlihat semakin tampan.

“Sebelum pernikahan ini berlangsung, ada yang ingin aku pastikan.” Kata Baekhyun kelewat serius. Pria itu menatap tepat pada bola mataku lembut, tapi menuntut. “Kau, mencintaiku atau tidak?” tanyanya yang membuat tubuhku seketika menegang. Cinta?

Aku sendiri tahu pasti dengan jawabannya. Tapi bagaimana mengatakannya. Aku hanya mengerjapkan mata beberapa kali sambil memainkan kuku jari. Setiap kata yang akan terucap menyakitkan bagi siapapun.

“Baekhyun..” aku berkata lirih dan terdengar jelas begitu ragu. Tapi belum sempat aku berkata, Baekhyun lebih dulu mendekati tubuhku mengecup bibirku lembut pelan dan manis. Tidak lama setelah itu dia melepaskan tautan itu. Dia menatapku sendu lalu tersenyum begitu lebar. Bodoh.

“Rasa leci. Sebenarnya aku lebih suka strawberry. Lain kali pakai lipbalm rasa strawberry yah. Aku keluar dulu.” Baekhyun berjalan keluar. Dan seketika membuatku panik. Dia tahu jawaban apa yang pasti keluar dari mulutku barusan. Dan apa dia tidak marah? Atau dia sedang menahan amarah dan mencoba untuk pergi? Dia akan pergi meninggalkan aku sendiri? Membiarkan pengantin wanita berjalan tanpa pengantin pria? tidak bisa!

Buru-buru aku berlari menghampiri lengannya. Dia menatapku dengan kening mengkerut.

“Maaf.” Kataku lirih yang langsung di jawab dengan kekehan palsunya.

“Aku tidak akan meninggalkanmu, tenang saja.”

 

***

 

aw aw aw aku bawa ff baru dengan genre yang beda dan yah gimana ini? apa ngebosenin atau tanda tanya dimana mana? hehehe komentarnya tolong masukkannya. aku butuh masukan buat ini. dan rencannya bakal di posting di watpad untuk selanjutnya, promosi? sedikit sih hehehe maksudnya biar disini aku fokus aja sama The Misconception of us begitu.

watpad: babaleeee

82 responses to “Beautiful Monstar – Part 1 – Babalee

  1. wahhh kayaanyaa aku bakaalan buka wattpad yang udah lama berkarat deh, wakakaka ini ceritaya menarik makin penasaran deh. ihh aku jadi kasian sama baekhyun jadinya. semangat^^

  2. Pingback: Beautiful Monstar -Part 2- Babalee | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. penasaran bangetttt.. tapi sebenernya soo hee itu gak cinta dong sama baekhyun??? dan jujur aku sebenernya lebih terbiasa klo cast cewe nya chaesa hehe but its okay itu gamasalah kok🙂 aku baca dulu next nya ya^^ fighting

  4. Sohee baekhyun absurd bgt yaa. Sohee kenapa gak bolehin baekhyun bawa pacarnyanya yaa? Padahal yg lain boleh bawa. Apa masih ada rasa terpendam. Dan anehnya kenapa baekhyun mengiyakan aja ya ajakan nikahnya sohee. Padahal kan belum tentu mereka melakukan itu.

  5. Ini menarik.. banget. Biasanya si cewek yang cinta duluan dan ini sepertinya tidak…
    aawww..misterinya nampak banget dari awal-awal..so hee bilang baekhyun terlalu misterius padahala sendirinya iya. hmmm
    apalagi ttg kematian si oppa. Penasaran.banget… semangattt nulisnya bee🙂 i love your stories ♥♥♥♥♥♥

  6. Hai , new readers disini
    Ini cerita udah banyak misteri nya ya diawal, mulai masa lalunya ke-4 sekawan, kematian, pernikahan , but sejauh ini sih bagus ya keaknya ceritanya gabakal ngebosenin gitu , macem pandora nih , tiap part keak bakal ada kejutannya sendiri
    So , izin baca next 😊

  7. Pingback: Beautiful Monstar – Part 3 – Babalee | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Aku bacanya tuh gimana gitu… ceritanya bagus bingit, apalagi castnya Baekhyun Oppa,

    itu Oppa suka ya ama So Hee ??

  9. Lah aku baru tau udh smpe chptr 3-.- ga ngeh hehe maaf kak
    Oya agak bingung dikit sih pas flashback. Soalnya ga isi tanda gtu hehhe

  10. ceritanya mrnarik thorr
    cum mau memberi saran, kalo flashback diisin tanda ya eon biar keliatan:’D

  11. Ternyata baekhyun udah gak cinta sama so hee kah? Ji hyun sama baekhyun yg sekarang jadi curiga aku -_- aku mampir ke blog kamu yaaaa?

  12. Bagus sih ceritanya..
    Tp agak bingung sm alurnya ko agak g nyambung ya…
    G tau nya banyak flasback ya haha
    Cm kasih saran aja sih, sebaiknya klo bisa coba di kasih tanda tulisan *falsback* sebelum ceritanya, biar para readers paham mana cerita yg terjadi sekarang dan mana flasbacknya..
    Ok itu aja maaf ya bukan bermaksud buat ngajarin cm kasih saran aja loh ya hehee
    Next

  13. Ih sumpah demi apa aku baru baca ff baek sekeren ini alur ceritanya❤ aku readers baru btw dsni hehe, izin baca loh yaa.
    Dan ini agak berbelit gitu sih, tapi aku tetep tertarik bacanya kok! Penasaran sama sohee cinta sama si baek apa engga?
    Ih pokoknya aku mau baca ff ini yaa wkwk😂 semangat terus buat authornya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s