[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 13)

The Best For Someone Who I Love Poster

Title                       : The Best for Someone Who I Love 2 (Part 13)

Author                  : @YoMollayo

Cast                       : Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol, Byun Baekhyun, EXO members

Genre                   : Romance, Friendship

Rating                   : PG-13/PG-17

Length                  : Chapter

Disclaimer           : All of the stories belong to God but written by me

Poster by             : Wuu

Previous              : Part 1 , Part 2 , Part 3 , Part 4, Part 5, Part 6, Part 7, Part 8 , Part 9, Part 10, Part 11, Part 12

—AUTHOR POV—

 

Hari ketiga di Busan Mega Hotel, 10pm

“Eunsung-ah beristirahatlah, kau pasti lelah.” Chanyeol mengusap rambut Eunsung lembut.

“Ne. Gomawo untuk hari ini.” Eunsung terkekeh.

“Ne. Annyeong.” Chanyeol segera berjalan menuju kamar yang berada tepat disebelah kamar Eunsung lalu segera masuk kedalamnya.

Eunsung merebahkan dirinya di kasur empuk hotel mewah ini. Tubuhnya sangat lelah karena seharian ini menghabiskan waktu bersama Chanyeol.

“Ah lelah sekali…. tapi sangat menyenangkan.” Eunsung menatap langit-langit kamarnya.

Eunsung berdiri dari tempat tidurnya lalu mencari sesuatu yang bisa diminum. Dia menyadari hanya ada air putih yang terletak dimeja kamarnya. Tanpa berpikir panjang yeoja ini segera keluar dari kamarnya sambil membawa tas kecil yang tadi dibawanya.

“Eunsung-ah?” seorang namja melambaikan tangannya dari pintu masuk hotel ini.

“Luhan gege?” Eunsung tersenyum melihat sunbae nya dan juga seseorang yang ada disebelah sunbaenya.

“Kau mau kemana?” tanya Luhan melihat Eunsung membawa tas kecil.

“Ah hahaha aku hanya ingin ke minimarket membeli jus.” kekeh Eunsung.

“Ah kenapa tidak memesan layanan kamar saja?” Luhan bingung.

“Kau tau kan Ge kalau itu sangat mahal dan aku juga lebih suka jus yang ada di minimarket.” Kekeh Eunsung.

“Baiklah kalau begitu. Aku akan kembali ke kamar ku hari ini lelah sekali. Kajja Baekji-ya.” Luhan menatap Baekhyun disebelahnya.

“Aku juga ingin ke minimarket. Aku ingin makan ice-cream hyung.” balas Baekhyun.

“Huh? Pesan layanan kamar saja itu gratis karena sudah di cover oleh perusahaan.” balas Luhan bingung.

“Ah selain itu ada beberapa barang yang ingin kubeli.” balas Baekhyun santai.

“Ah arraseo kalau begitu aku kembali ke kamarku dulu. Annyeong Baekji, Eunsung-ah.” Luhan segera berjalan menuju lift.

Baekhyun dan Eunsung saling melempar pandangan satu sama lain.

“Kajja.” Baekhyun tersenyum kecil kepada Eunsung.

“Ne.” balas Eunsung kikuk.

*****

Haeundae Beach Minimarket

“Jus apa yang ingin kau beli?” tanya Baekhyun melihat jus kemasan yang ada di hadapannya.

“Yang ini.” Eunsung menunjuk sebuah jus jeruk dan Baekhyun langsung mengambilnya dari dalam lemari es.

Baekhyun berjalan menuju bagian ice cream lalu mengambil sebuah ice tube, Binggrae Pop Top. Namja ini segera menuju meja kasir dan membayarnya.

“Silahkan.” Baekhyun memberikan sebuah jus jeruk untuk Eunsung yang sedang duduk di atas kursi tinggi minimarket ini.

“Gomawo.” balas Eunsung ramah.

Eunsung dan Baekhyun sama-sama menikmati minuman mereka. Suasana sangat awkward di antara mereka berdua apalagi semenjak pertemuan terakhir.

“Bagaimana harimu?” Baekhyun memulai pembicaraan.

“Eo? Ah hari ini menyenangkan.” Kekeh Eunsung kikuk.

“Oh ya? Apa saja yang kaulakukan?” tanya Baekhyun.

“Ah aku melakukan snorkeling, diving juga beberapa permainan air.” Eunsung tersenyum.

“Jinjja! Pasti sangat menyenangkan sekali.” Baekhyun tersenyum senang.

“Ne, aku senang sekali. Lihat kulitku semakin gelap karena terbakar matahari seharian.”

Baekhyun hanya terkekeh menatap Eunsung.

“Bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan hari ini?” tanya Eunsung sambil meminum jus nya.

“Tadi pagi aku mulai memikirkan pekerjaanku lalu disore hari aku ikut dengan Luhan-hyung untuk bertemu teman-teman sekolah menengah atas nya.”

“Bagaimana? Apakah sunbae-sunbae ku menyenangkan?”

“Ne mereka sangat ramah dan jago membuat lelucon. Ngomong-ngomong kenapa kau tidak ikut?” tanya Baekhyun.

“Luhan-gege memang memberitahuku dan Chanyeol tapi kami sudah terlanjur memiliki janji hari ini.”

“Ah arraseo.” Baekhyun tersenyum kecil.

“Siapa saja sunbae yang kau temui? Pasti teman baik Luhan-hyung bukan? Apa mereka mengatakan sesuatu tentang ku atau Chanyeol? Mereka masih tinggal di Busan?” Eunsung bertanya tidak henti.

“Ya! Tanyakan satu-satu.” cibir Baekhyun. Eunsung hanya terkekeh.

“Ne, mereka semua teman baik Luhan-hyung di SMA dulu, Kris-hyung—”

“Mwo? Kris-sunbae datang? Bukannya dia di Kanda?” Eunsung membelalakkan matanya.

“Tidak, saat ini dia ada di China karena itu Luhan-hyung memintanya agar datang ke Busan untuk bertemu.”

“Ah arraseo.”

“Minseok-hyung, Tao-hyung dan Jongin juga datang.” lanjut Baekhyun.

“Ah Jongin-hoobae.” Eunsung mengangguk.

“Saat kumpul tadi mereka membicarakanmu Eunsung-ah.” Kekeh Baekhyun.

DEG! Jantung Eunsung berdetak.

“Mwo?” Apa yang mereka katakan? Apa mereka mengatakan hal buruk tentangku?” Eunsung khawatir.

“Mereka membicarakan mu dan Chanyeol. Luhan-hyung bilang kau masih dekat dengan Chanyeol sampai saat ini. Mereka juga bercerita dulu ada beberapa namja yang ingin mendekatimu tetapi mereka mundur karena Chanyeol selalu ada di dekatmu. Bahkan Jongin bilang jika cukup banyak teman-temannya yang mengenalmu.” kekeh Baekhyun.

“Huh sunbae-sunbae itu seenaknya saja membicarakanku.” cibir Eunsung.

“Aku tidak menyangka jika kau sangat popular di SMA dulu.” Kekeh Baekhyun.

“Aniyo aku tidak popular. Mereka mengenaliku karena aku dekat dengan Chanyeol. Di SMA dulu, Chanyeol sangat popular karena dia selalu juara umum dan banyak memenangkan lomba seni.” Eunsung melirik Baekhyun.

Baekhyun tersenyum lirih melihat Eunsung yang tidak bersemangat.

“Namja-namja tersebut ingin mendekatimu karena sifat periang, ramah dan hangat yang kau miliki bukan karena kau popular.”

Jantung Eunsung berdetak lebih cepat mendengar kalimat yang keluar dari bibir tipis Baekhyun.

“Seperti itulah yang Jongin dan Kris-hyung katakan.” Senyum tipis mengembang di wajah Baekhyun.

“Kau masih tetap sama ya tidak punya kepercayaan diri yang kuat. Semangatlah! Seorang arsitek itu harus memiliki kepercayaan diri untuk bisa mengeluarkan ide yang cemerlang.”

Mata Baekhyun membentuk garis melengkung. Namja ini menunjukkan deretan gigi putih yang semakin membuat senyumnya menawan. Oh tidak hal inilah yang paling Eunsung benci. DAG! DIG! DUG! Kapan terakhir Eunsung melihat ekspresi wajah itu? Wajah Baekhyun yang tertawa selalu terlihat innocent seperti anak kecil. Mata nya yang hanya segaris, bibir nya yang semakin menipis. Ah ini benar-benar membuat Eunsung gila!

Debaran jantung Eunsung tidak mau berhenti. Kenapa? Apa dia merasa terlalu senang? Takut? Gelisah? Sakit? atau yang terburuk adalah “Cinta?”. Jika itu cinta, apakah itu artinya cinta Eunsung untuk Baekhyun tetap sama seperti dulu? GILA!

Baekhyun hanya diam menatap hal yang dilakukan Eunsung. Yeoja itu, dia entah apa yang dia pikirkan. Telapak tangan kanan mungil Eunsung menyentuh wajah Baekhyun, meraba jidat, alis, mata, pipi dan bibir namja itu dengan lembut.

Eunsung tersentak menyadari perbuatan bodoh yang dilakukannya tanpa sadar. Mata yeoja ini semakin membulat, tubuh mungilnya bergetar hebar, jantungnya berdetak tidak karuan.

“Mi… mian mian.” Eunsung berdiri dari tempat duduknya lalu segera mengambil tas kecilnya dan berlari keluar minimarket.

Baekhyun berlari mengikuti Eunsung. Namja ini sengaja tidak mendahului yeoja itu.

“Eunsung-ah! Eunsung-ah!” teriak Baekhyun sambil berjalan cepat.

Lelah karena berlari tiba-tiba Eunsung memilih untuk berjalan cepat. Nafasnya terengah-engah. Yeoja ini juga payah dalam olahraga.

“Jangan mengikutiku! Pergi sana!” teriak Eunsung, sesekali yeoja ini menghadap kebelakang untuk melihat Baekhyun. Pipi yeoja ini merah padam begitu mata mereka bertemu.

“Siapa yang mengikutimu?” tanya Baekhyun datar.

“Kau! Jangan berjalan dibelakangku.” Eunsung tetap berjalan cepat. Malu bercampur kesal, begitulah perasaanya saat ini.

“Kita kan mengingap di hotel yang sama. Ini memang jalan untuk ke hotel tersebut.” kekeh Baekhyun.

Eunsung semakin mempercepat langkahnya. Yeoja ini benar-benar kesal jika harus berdebat dengan Baekhyun pasti dia akan kalah. Diam adalah yang terbaik.

“WAAAA!” Eunsung menjerit melihat Baekhyun dihadapannya. Namja tersebut tersenyum sambil membentangkan kedua tangannya.

“Tada!” Baekhyun tertawa senang. Kali ini bibirnya berbentuk persegi panjang.

“Mwo? Mwo? Mwoya?!” teriak Eunsung sebal sekaligus malu mengingat hal yang baru saja dilakukannya.

“Wae? Kenapa kau berteriak seperti itu?” kekeh Baekhyun.

“Ah sudahlah.” Eunsung kembali berjalan cepat melewati Baekhyun.

“Ya! Cha Eunsung! Apa yang kaulakukan tadi? Kau ingin menyentuhku? Anak polos yang tampan ini?” teriak Baekhyun. Beberapa orang yang ada di jalan mengarahkan wajahnya ke Baekhyun.

Jantung Eunsung rasanya ingin copot. Seluruh wajahnya merah padam. ‘Anak gila ini, apa yang dikatakannya?’ batin Eunsung.

“Setelah meraba tubuhku seenakmu sekarang kau meninggalkanku? Keterlaluan sekali!” teriak Baekhyun menjadi-jadi.

Eunsung berhenti berjalan. Perasaan malu menyelimuti dirinya. ‘Dasar anak gila!’ Eunsung memaki Baekhyun dalam hatinya.

“Ah tega sekali kau menyakiti aku yang polos ini. Aku tau jika aku hanya bonekamu. Baiklah aku harap kau bahagia dengan namja lain disana…” Baekhyun tidak berteriak tetapi suara lirihnya dapat didengar oleh seluruh orang yang sedang berjalan saat itu.

Eunsung membalikkan badannya menatap Baekhyun yang jaraknya kira-kira hanya 20 meter darinya. Beberapa orang berbisik-bisik sambil menatap Eunsung. Yeoja ini tidak tahan lagi lalu mendekati Baekhyun.

“Hey bodoh! Apa yang kau katakan?” Eunsung menatap tajam Baekhyun.

“Kau memang selalu menganggapku namja bodoh tetapi aku ini tulus mencintaimu.” balas Baekhyun lirih membuat semakin banyak orang berbisik dan menatap sinis kearah Eunsung.

Eunsung sadar dengan apa yang terjadi disekelilingnya.

“Hahaha apa yang kau katakan Baekhyun-ah. Kajja!” Eunsung tesenyum paksa lalu menggenggam tangan Baekhyun agar berjalan bersamanya.

“Jeosonghamnida dia mengalami gangguan kejiwaan. Jeosonghaeyeo.” Eunsung sedikit membungkukkan badannya kepada orang-orang yang berbisik dan sinis menatapnya. Inilah satu-satunya cara untuk menjaga citra dirinya.

“Ne, aku memang gila karenamu.” Baekhyun tersenyum menatap Eunsung.

Orang-orang kembali berbisik dan menatap sinis Eunsung. Yeoja ini memilih untuk berlari jauh dari tempat ini daripada harus menghadapinya.

Hah hah hah hah hah nafas Eunsung terengah-engah setelah berlari cukup jauh. Yeoja ini menatap sekelilingnya. Sial! Tanpa sadar dia berlari berlawan arah dari hotel. Ugh tubuh yeoja ini sudah cukup remuk karena olahraga dan permainan air yang dilakukannya seharian ini ditambah lagi berlari, ah jinjja! Rasanya badan Eunsung sudah hampir terbelah dua.

“Kau mau kemana?” Baekhyun bingung melihat Eunsung yang seperti kehabisan nafas.

Eunsung melepaskan tangan Baekhyun dari genggamanya. Kobaran api keluar dari tubuh yeoja ini.

“YA! INI SEMUA KARENAMU KAU TAHU! YA!! JINJJA! APA-APAAN YANG KAU KATAKAN DI DEPAN BANYAK ORANG TADI! ARGGHH!” Eunsung memukul-mukul Baekhyun dengan membabi butanya.

“APPO! APPO!” teriak Baekhyun melindungi wajah tampannya dengan kedua tangannya sebagai perisai.

Tidak peduli dengan apa yang dikatakan Baekhyun, pukulan Eunsung semakin membabi buta. Lelah dengan apa yang dilakukan Eunsung, Baekhyun segera menahan kedua tangan Eunsung dengan kedua tangannya. Eunsung menatap Baekhyun sinis, sekuat mungkin yeoja ini berusaha melepaskan tangannya dari Baekhyun tetapi hasilnya nihil.

“Eunsung-ah tenanglah.” Baekhyun menatap mata Eunsung.

“Bagaimana aku bisa tenang? Kau membuatku benar-benar malu!” teriak Eunsung sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Baekhyun.

“Astaga aku kau cukup kuat untuk seorang yeoja. Hmm kenapa aku bisa menyukai mu?” kekeh Baekhyun.

“Kau bukan apa-apa aku pernah mengalami hal yang lebih buruk.” cibir Eunsung.

“Ne?” Baekhyun tidak mengerti.

“Sudahlah lupakan. Lepaskan aku.” gertak Eunsung kesal.

“Wae?”

“Bukankah sudah kukatakan? Kau membuatku benar-benar merasa malu!” Eunsung meninggikan nada bicaranya.

“Kenapa kau malu? Apa karena semua yang kukatakan itu benar?” kekeh Baekhyun.

“Mwo?! Ya! Itu tidak benar! Ak A A Aku tidak bermaksud ‘menyentuh’ mu.” Wajah Eunsung kembali merah padam.

“Hah? Kau memang menyentuhku kan? Kau menyentuh jidat, mata, pipi dan juga bibi—”

“Ya! Sudahlah cukup. Ne! Aku melakukannya.” potong Eunsung sebal.

“Hmm kenapa kau melakukannya? Apa tujuanmu?” Baekhyun menyipitkan matanya kearah Eunsung seolah-orang menginterograsi yeoja itu.

Eunsung hanya bisa memalingkan wajah merah padamnya. Udara di sekitarnya terasa benar-benar panas. Sulit sekali untuk bernafas. Yeoja ini mengutuki dirinya dalam hati atas perbuatan bodoh yang dilakukannya.

Baekhyun tersenyum penuh kemenangan melihat reaksi Eunsung.

“Baiklah sebagai bayaran karena sudah menyentuh wajahku yang berharga ini kau harus menemani aku ke Haeundae Market sekarang.”

“Mwo?” Eunsung tersentak mendengar apa yang dikatakan Baekhyun.

“Membayar apa huh? Kau benar-benar gila!” lanjut Eunsung.

“Wah kau pikir kau bisa melakukannya seenakmu? Kau pikir wajahku ini barang gratis yang bisa kau sentuh sesukamu? Baiklah jika kau tidak membayar aku akan menceritakan ini ke Luhan-hyung dan teman-teman SMA nya yang merupakan senior-mu.”

‘MWO? Jika sunbae tahu mau ditaruh dimana mukaku?! YA! Aku benar-benar gila!’ batin Eunsung.

“Jangan menatapku seperti itu. Cepat berikan jawabanmu.” Baekhyun menatap datar Eunsung.

“Baiklah aku akan menemanimu. Kau puas?!” bentak Eunsung, Baekhyun tersenyum penuh kemenangan.

“Ngomong-ngomong apa yang ingin kau lakukan di Haeundae Market? Ini sudah hampir larut malam.”

“Aku ingin makan Korean street food, sudah lama sekali sejak terakhir aku memakanya. Luhan-hyung bilang street food di sana sangat enak.” Baekhyun tersenyum.

‘Mwo? Hanya street food? Kenapa tidak besok saja?’ gumam Eunsung menatap Baekhyun bingung.

“Wae? Kenapa kau berekspresi seperti itu? Baiklah aku akan mentraktirmu tteokbokki. Kau senang?”

“Ya! Jangan gila Baekhyun-ah! Aku sudah bekerja dan memiliki cukup uang untuk membeli tteokbokki.” Eunsung menatap Baekhyun sebal.

“Seharusnya kau bersyukur aku mentraktirmu.”

“Ah….. tapi Baekhyun-ah kau tau kan seharian ini aku melakukan banyak kegiatan? Tubuhku benar-benar remuk sekali. Aku sudah tidak sanggup lagi berjalan. Jadi bagaimana jika—”

“Aku memintamu untuk menemaniku kan? Kau tidak harus berjalan kaki.” Baekhyun tersenyum menyeringai.

“Hah? Apa maksudmu?” Eunsung menatap Baekhyun tidak mengerti.

*****

“Baekhyun-ah orang-orang menatap kita. Turunkan aku.” Eunsung berbisik di dekat telinga Baekhyun.

“Eunsung-ah eratkan tanganmu di pundakku atau kau akan jatuh.” balas Baekhyun lembut.

“Baekhyun-ah orang-orang dijalan tadi semakin sinis menatapku pasti mereka pasti berfikir aku memaksamu melakukan ini.” balas Eunsung berbisik-bisik.

“Mereka berpikir seperti itu karena kau tidak memeluk pundakku. Bersikaplah biasa saja maka mereka tidak akan menatapmu seperti itu.” kekeh Baekhyun.

Eunsung tersenyum kecil. Meskipun ragu tetapi yeoja ini mengaitkan kedua tangannya dipundak Baekhyun. Yeoja ini menatap pemandangan disekelilingnya, tidak ada yang istimewa ataupun hebat hanya jalan yang di penuhi dengan bangunan dan lampu yang menerangi. Mereka tidak bisa melihat laut atau merasakan udara laut dari jalan ini. Perlahan-lahan Eunsung menyandarkan kepalanya ke pundak Baekhyun. Tidak peduli dengan apa yang dilihatnya tetapi hal seperti ini membuat Eunsung merasa…….. bahagia? Saat itu juga muncul satu kalimat dibenak yeoja ini.

“Bisakah ini terjadi setiap hari?”

Bibir tipis Baekhyun mengembang mendengar kalimat yang diucapkan yeoja itu. Dia tahu pasti Eunsung sedang memikirkan suatu hal dan tanpa sadar mengucapkannya. Sama seperti saat Eunsung menyentuh wajahnya. Tidak dapat dipungkiri jika Eunsung sedang memikirkan dirinya saat itu. Hal itu cukup membuat perasaan Baekhyun tenang.

“Aku juga menginginkannya setiap hari.” balas Baekhyun lembut.

“Ne?” Eunsung membelalakkan matanya. Pipinya kembali merah padam menyadari suatu hal.

Baekhyun tidak membalas dan hanya tersenyum.

Sepanjang jalan mereka berdua hanya diam. Sampai di kedai pinggir jalan, Baekhyun menurunkan Eunsung dengan lembut, menawarkan berbagai jenis jajanan jalan Korea. Kedua orang ini makan dengan lahapnya sambil bernostalgia mengenai kehidupan saat menjadi mahasiswa, mencela satu sama lain, berbagi lelucon dan tawa.

“Astaga kalian mesra sekali. Aku benar-benar iri hohoho.” Ahjuma pemilik kedai tertawa senang sambil membuat kimbab.

Baekhyun dan Eunsung yang duduk didepannya hanya terkekeh kikuk.

“Ini sebagai bonus. Aku berikan kalian kimbab gratis.” Ahjuma tersebut memberikan seporsi kimbab untuk Baekhyun dan Eunsung. Mereka berdua mengucapkan limpah terima kasih atas kebaikan ahjuma tersebut.

“Nona, apa yang kau suka dari namjachingumu?” tanya ahjumma.

Eunsung hampir saja tersendak mendengar kalimat tersebut. Yeoja ini terkekeh kikuk kepada ahjuma pemilik kedai. Eunsung memalingkan wajahnya ke kanan berharap Baekhyun akan membantunya menjawab pertanyaan ahjuma tersebut.

Baekhyun menatap Eunsung hangat. Ini pertama kalinya Baekhyun mendengar ada orang yang bertanya seperti itu dan dia ingin mengetahui jawabannya. Bahkan saat berkencan dulu pertanyaan seperti ini tidak pernah terpikir di benaknya.

Eunsung menghela nafasnya melihat tatapan Baekhyun untuknya. Ah, hari ini ada apa dengan dirinya?

“Aku menyukai tatapannya.” Eunsung membalas tatapan hangat Baekhyun lalu memalingkan perhatiannya kepada Ahjuma pemilik kedai.

Baekhyun tersenyum sambil melanjutkan makan kimbab bersikap seolah-olah tidak mendengar.

“Ada apa dengan tatapannya?” tanya ahjuma semakin penasaran.

“Tatapannya membuatku…..” Eunsung menahan ucapannya.

Sesekali Baekhyun melirik Eunsung, penasaran dengan hal yang akan dikatakan yeoja tersebut.

“Ingin menciumnya.” lanjut Eunsung.

Cough! Cough! Cough! Baekhyun tersentak. Kimbab yang dimakannya rasanya tersangkut di tenggorokannya.

Eunsung tertawa terbahak-bahak melihat Baekhyun. Ahjuma hanya diam saja tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi diantara pasangan tersebut.

“Kau kaget? Hahahaha.” ledek Eunsung. Tawa Eunsung semakin meledak melihat wajah bingung Baekhyun.

“Wah kalian benar-benar romantis.” Ahjuma pemilik kedai.

“Namjachingu mu sampai terkejut seperti itu.” Kekeh ahjuma.

“Ani ahjuma dia bukan na—” kekeh Eunsung.

“Eunsung-ah kajja ini sudah larut malam.” Potong Baekhyun.

“Eh?” Eunsung mengerutkan jidatnya.

“Kamsahahamnida ahjuma. Jinjja mashita.” Baekhyun membungkukkan badannya lalu menatap tajam Eunsung.

“Naiklah ke pundakku.” Baekhyun membalikkan lalu merendahkan badannya.

“Tidak usah Baekhyun-ah aku sudah tidak lelah.” Eunsung menjadi kikuk.

“Geure…. Kajja!” Baekhyun menarik tangan Eunsung lalu segera pergi.

“Kamshamida ahjuma.” Teriak Eunsung yang dibalas senyum oleh ahjuma pemilik kedai.

Sepanjang jalan Baekhyun dan Eunsung hanya diam, tidak ada yang memulai percakapan. Meskipun Baekhyun menggenggam tangan Eunsung tetapi yeoja itu berjalan di belakang Baekhyun.

“Baekhyun-ah kau marah?” Eunsung memulai percakapan. Dia tidak mengerti dengan sikap Baekhyun.

Baekhyun tetap berjalan bersikap seolah tidak mendengar apapun.

“Baekhyun-ah jangan mengacuhkanku” Eunsung menaikkan nada suaranya merasa risih dengan perbuatan Baekhyun.

Baekhyun menghentikan langkahnya. Namja ini menghembuskan nafasnya lalu membalikkan badannya.

“Aku….. kecewa.” Baekhyun menundukkan kepalanya.

“Aku merasa sangat senang sampai tersendak, mendengar apa yang kau katakan tetapi kemudian kau tertawa dan bersikap seolah-olah itu hanya lelucon. Ne, memang benar itu hanya lelucon tapi entah mengapa membuatku kecewa….” Baekhyun menatap mata Eunsung lalu tersenyum.

Eunsung hanya bisa diam sadar akan perbuatan bodoh yang dilakukannya.

“Mianhae……” Eunsung menggigit bibir bawahnya.

“Sudahlah jangan menatapku seperti itu. Ini bukanlah hal yang besar.” Baekhyun tersenyum kecil.

“Aku akan berjuang agar lelucon yang kau katakan bisa menjadi kenyataan. Tunggulah.” Baekhyun menunjukkan deretan gigi putihnya, matanya semakin menyipit. Telapak tangan kanan namja ini memegang kepala Eunsung lalu mengacak-acak rambut yeoja itu lembut.

“Baekhyun-ah. Berhentilah.” Eunsung menepis tangan Baekhyun.

“Bagaimana aku bisa berhenti memperjuangkan orang yang membohongi dirinya sendiri?” balas Baekhyun.

“Cukup. Aku tidak akan menyakiti Chanyeol lagi.” Eunsung meninggikan suaranya.

“Bagaimana bisa kau berpikir untuk tidak menyakiti orang lain saat kau masih menyakiti dirimu sendiri?” Baekhyun tersenyum kecil lalu berjalan meninggalkan Eunsung.

Eunsung menatap punggung Baekhyun yang semakin menjauh darinya. Yeoja ini kemudian berjalan mengikuti Baekhyun untuk kembali ke hotel.

‘Maafkan aku Baekhyun-ah, tadi itu adalah kenyataan yang aku buat menjadi lelucon.’

Eunsung berjalan menuju kamarnya. Dari koridor Eunsung melihat seseorang berdiri di depan pintu kamarnya, yeoja ini segera melangkahkan kakinya cepat.

“Mwo?” tanya Eunsung bingung menatap namja itu.

“Hey bodoh darimana saja kau?!” Namja ini menaikkan nada suaranya.

Eunsung hanya diam dia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya.

“Lihat ice cream ini sudah mencair. Aku sudah menunggu mu lama sekali disini. Kau tidak mengangkat handphone mu.” balas namja ini sebal.

“Ah mian, aku tidak membawa ponsel. Kau membelikan ku ice cream?”

“Ne, aku pikir pasti enak sekali makan ice cream di malam yang cukup panas ini.” Chanyeol tersenyum singkat.

“Chanyeolie gomawo.” Eunsung mengambil ice cream dari tangan namja itu.

“Hey, Kenapa kau tidak meminta kunci cadangan atau mendobrak pintuku? Kau tidak takut kalau terjadi suatu hal yang buruk denganku didalam kamar?” Eunsung terkekeh. Baru kali ini Chanyeol bisa bersikap tenang jika dia tidak memberi kabar.

“Itu tidak mungkin terjadi bodoh. Aku melihatmu berjalan bersama seseorang.” balas Chanyeol santai.

Suasana disekitar Chanyeol dan Eunsung mendadak menjadi awkward. Rasanya percuma saja menyembunyikannya dari Chanyeol, entah bagaimana caranya dia bisa tahu apa yang dilakukan Eunsung. Eunsung yakin jika Chanyeol mungkin melihatnya berjalan bersama Baekhyun saat keluar dari minimarket.

“Sudahlah kali ini kau benar-benar harus beristirahat. Besok Luhan-gege mengajak kita untuk menikmati waktu bersama.” Chanyeol memulai pembicaraan.

“Aku akan istirahat sekarang. Jaljayo Eunsung-ah.” Chanyeol mengacak-acak rambut Eunsung lembut lalu segera masuk kedalam kamar yang letaknya persis disebelah kamar Eunsung.

“Ne…” balas Eunsung singkat.

Eunsung membuka pintu kamarnya, berjalan lunglai dan segera menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk hotel mewah ini. Tubuhnya benar-benar remuk.

“Argghhh aku malas membersihkan wajah!” teriak Eunsung kesal. Mascara, Liptint, sisa bb cream semua masih menempel di wajahnya.

“Urggghhh.” teriak Eunsung menjadi-jadi.

Yeoja ini menatap langit-langit kamarnya berusaha mengumpulkan semua energi yang masih tersisa.

‘Bagaimana bisa kau berpikir untuk tidak menyakiti orang lain saat kau masih menyakiti dirimu sendiri?’

Suara Baekhyun terlintas dipikiran Eunsung. Yeoja ini menghembuskan nafasnya pasrah. Saat ini dia benar-benar membenci apa yang disebut dengan ‘cinta’. Ini membuatnya benar-benar gila.

Tidak menyerah dengan keadaan, yeoja bertubuh mungil ini mengambil handphonenya lalu menelfon seseorang yang dianggapnya cukup ahli dalam masalah percintaan. Kejadian yang dialaminya kemarin sudah dia ceritakan dengan orang itu, kali ini dia ingin mendengar pendapat orang itu mengenai apa yang dialaminya hari ini.

“Ya! Kim Jihyu kenapa lama sekali mengangkat telfonnya?” tanya Eunsung sebal.

“Ya! Aku sibuk tahu!” balas Jihyu tidak kalah sebal.

“Wae? Bagaimana? Ada yang menarik hari ini?” lanjut Jihyu. Dia tahu jika Eunsung menelfonnya pasti ada sesuatu yang berhubungan dengan Chanyeol dan Baekhyun.

“Aku tidak ingin bercerita hari ini. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan.” Balas Eunsung ragu-ragu.

“Kau ingin bertanya apa?” Jangan soal arsitektur, hari ini aku tidak mood. Pekerjaan dikantorku sudah cukup membuatku muak.” balas Jihyu diseberang.

“Aniyo, bukan soal pekerjaan.” Eunsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Lalu?”

“Hmmm bagaimana jika kau menyukai aniyo mencintai dan dicintai 2 namja?” tanya Eunsung malu, pipinya merah padam.

“Mwo? Dua namja?” Jihyu sedikit berteriak diseberang.

“Eo. Apa yang akan kaulakukan?” tanya Eunsung bingung.

“Tentu aku akan memilih bersama namja kedua.” balas Jihyu santai.

“Hah? Wae?” Eunsung tidak mengerti.

“Bukankah sudah jelas? Karena dia mencintaiku dan aku mencintainya.”

“Hah bagaimana dengan namja pertama? Kau mencintai dia dan dia juga mencintaimu.” Eunsung tidak mengerti.

“Hmmm aku hanya mengikuti quotes Johnny Depp: If you love two people at the same time, choose the second one.”

“Ya! Apa-apaan dia seenaknya mengatakan seperti itu? Dia pikir ini mudah?!” balas Eunsung sebal.

Because if you really love the first one, you wouldn’t have fallen for the second.

Beberapa detik berlalu, tidak ada suara terdengar di antara dua yeoja yang sedang berkomunikasi via telefon ini.

“Eunsung-ah, kau masih disana?”

“Ne….”

“Apa kau bingung?” tanya Jihyu.

“Ne….. aku semakin tidak mengerti.” balas Eunsung.

“Jadi siapa yang pertama dan kedua?” tanya Jihyu.

“Hah?”

**TBC**

Bagaimana? Semoga chingu-deul suka sama chapter ini hehehe J

Komen, Kritik, Saran selalu ditunggu. Kamsahamnida.

12 responses to “[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 13)

  1. pilih baekhyun aja,
    kalo gak mau sama baekhyun, biar dia sama aku aja,,
    hahahha *ngayal

    chap selanjutnya jangan lama” ya, takut lupa lagi
    hehehe

  2. Jeng jeeeng.. siapa yg pertama siapa yg kedua??
    Chanyeol baekhyun chanyeol baekhyun..
    Baekhyun kayaknya ya..
    Tapi chanyeolnya??
    Yasudah kalo eunsung ga sama Bang Chan..
    Bang Chan sama aku aja😛
    Updte secepatnya ya thor jangan lama2😀 penasaran bgt bgt bgt nih sama akhirnya..asli bikin bingung inj eunsung nnti sama siapa..

  3. jadi.. Apakah eunsung akan memilih baekhyun? Kasian chanyeol, kisah cintanya bnar2 menyedihkan.. Aku harap eunsung memperjelas semuanya secepatnya agar chanyeol tak semakin tersakiti..

    next ya..
    keep writing!!

    • Haloo chingu^^ terima kasih banyaaak sudah baca :))
      Aku udah kirim next chapter sampai tamat kok. Tunggu di post ya hehehhe ^^

    • Halloo chingu🙂 terima kasih banyak ya sudah baca ^^
      Di tunggu ya next chapter nya, aku udah kirim sampai tamat kok hehehe

  4. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 14) | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 15/END) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s