[Freelance] Learning to Love: nightmare

learning to love-nightmare

By : Vi

Cast : Park Chanyeol (EXO), Lee Yeonhee (OC)

Genre : Marriage Life, AU, Romance

Length : Ficlet

Rating : PG-15

Disclaimer : I own the plot and the stories. This story is purely mine, I created it myself from my own wild imagination. Cast besides OC(s) belongs to God and their relatives. I might have posted this story on another blog. Last but not least, please don’t be plagiators and siders! Thank you for your concern.

WARNING FOR TYPOS!

Originally was posted on here

.

.

.

.

.

.

.

Yeonhee terhenyak dari tidurnya kala mimpi buruk kembali menguasai alam bawah sadarnya. Ia terduduk berusaha menetralkan pikirannya. Belakangan ini Yeonhee sering terbangun karena mimpi buruk dan mimpinya selalu dengan alur cerita yang sama.

Manusia di samping Yeonhee menggeliat saat merasakan kasurnya bergoyang saat Yeonhee terbangun tadi. Sudah dua minggu ini Yeonhee selalu bangun tengah malam dengan keadaan seperti itu. Chanyeol hafal betul dengan tingkah istrinya jika sudah begini. Ia membalikkan badannya lalu duduk, mensejajarkan posisinya dengan gadis itu. Dilihatnya gadis itu sedang bergetar hebat.

“Sayang, apa mimpi itu datang lagi?” Chanyeol langsung  merengkuh Yeonhee ke dalam pelukannya, berusaha meneangkan istrinya. Yeonhee hanya mengangguk.

“Sebenarnya apa isi mimpi burukmu itu, hm?” Jujur saja, selama dua minggu ini hampir setiap malam terbangun karena mimpi buruk, tapi Yeonhee tidak pernah mau menceritakan apa isi mimpinya itu pada Chanyeol.

Tidak ada jawaban tertangkap pendengaran Chanyeol, tergantikan dengan isakan yang lolos dari bibir mungil Yeonhee. Tubuhnya bergetar semakin hebat seiring dengan isakan yang keluar dan bulir air mata yang jatuh mengalir di permukaan pipinya.

“Hey, Yeon-ah, ada apa, hm?” Yeonhee mengangkat kepalanya, mempertemukan mata mereka dalam peraduan.

“Chan, jangan tinggalkan aku.”

Alis Chanyeol bertautan, dahinya mengernyit, bingung dengan ucapan istirnya. Apa istrinya ini sedang mengigau?

Hey, apa yang kau bicarakan? Mana mungkin aku meninggalkanmu? Kita sudah pernah bicara mengenai hal ini.” Yeonhee kembali terisak, air matanya turun membasahi setiap jengkal pipi mulusnya. Sementara Chanyeol kembali memeluk istrinya sambil mengusap-usap kepala Yeonhee.

Ssst… Yeon-ah, aku di sini. Tenangkan dirimu, eoh? Ceritakan padaku apa isi mimpimu itu.” Yeonhee semakin mengeratkan pelukannya terhadap pria itu, tapi tangisannya mulai mereda.

“Aku bermimpi kalau….kalau kau meninggal, Chan. Aku takut, sangat takut. Tiap malam aku terbangun untuk memastikan apa kau benar-benar masih ada di sisiku. Entah kenapa mimpi kali ini terasa begitu nyata. Aku takut Chan.” Hati Chanyeol mencelos mendengar penjelasan dari Yeonhee. Yeonhee yan masih berada dalam dekapan Chanyeol semakin menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik suaminya.

Tangan Chanyeol menyentuh kedua bahu Yeonhee memberikan ruang antara pelukan mereka. Yeonhee hanya menunduk, menyembunyikan kedua mata merhanya yang sembab di balik kaus putih polos milik Chanyeol.

“Park Yeonhee, tatap aku.” Tangan Chanyeol memegang dagu gadis itu, mengangkat kepalanya agar ia bisa melihat manik hazel milik Yeonhee. Lalu kedua tangannya menangkup wajah istrinya dan kedua ibu jarinya asik bermain di pipi mulus Yeonhee, mengusap semua bulir-bulir bening yang masih menghiasi wajah cantik istrinya.

“Bukankah aku sudah pernah berjanji untuk tidak meninggalkanmu? Dan aku, Park Chanyeol, sampai kapan pun, tidak akan melepas janjiku itu. Kau mengerti?” Biarlah hening menjadi jawaban untuk pertanyaan seorang Park Chanyeol.

Tiba-tiba Yeonhee merasakan bibir lembut milik Chanyeol sudah melumat miliknya, hanya lumatan lembut dan singkat, tidak lebih.

“Sekarang tidurlah. Pikirkan hal-hal yang membuatmu bahagia.” Chanyeol merebahkan dirinya dan Yeonhee mengikuti suaminya. Tangan Chanyeol menjadi bantalan kepala Yeonhee, sedangkan tangan satunya sudah melingkar erat di pinggang ramping istrinya. Yeonhee merapatkan tubuhnya, mengeratkan tangannya pada pinggang Chanyeol, membiarkan kehangatan tubuh Chanyeol menguasainya. Chanyeol mendaratkan kecupan di kening Yeonhee dan menyandarkan kepalanya di atas kepala milik gadisnya.

“Aku mencintaimu Park Chanyeol.” Ucap Yeonhee sebelum kembali terlelap dalam alam mimpinya. Kurva tipis terbentuk di bibir Chanyeol mendengar suara samar Yeonhee, yang lebih terdengar seperti bisikan.

“Mimpilah yang indah, Yeon-ah. Aku juga mencintaimu.” Sepasang suami istri itu pun terlelap, hanyut dalam alam mimpi masing-masing. Tidak ada mimpi buruk, hanya malam tenang yang menemani tidur mereka. Keheningan malam menjadi lagu pengantar tidur mereka. Menyadari bahwa ini hanyalah satu malam dari segelintir malam yang akan menghiasi setiap lelap tidur mereka.

 

 

A/N:

Ada yang nunggu FF ini? Ga ada jg gpp :v ada ya bersyukur. Btw, aku ganti pen name dari avatar jd Vi hehe, for certain reasons I’ve decided to changed it. Buat yang pengen langsung baca part selanjutnya, udah dipost semua di sini. Sekian dan terima kasih.

 

Best regards,

 

Vi

7 responses to “[Freelance] Learning to Love: nightmare

  1. Aduhh si Yeonhee mimpinya serem amat ya, aturan tiap mau tidur bikin ritual kecup kening sama dengerin Chanyeol bilang ‘Aku mencintaimu’ baru deh ga mimpi buruk lagi wkwk
    Itu lohh romantisnya yg bikin ngilerrr😀

  2. aduh bang sweet amat sih..
    chanyeol disini sweet banget ya.. biasanya rada stres + mesum tpi disini sweet banget.. jadi ngiri sama yeonhee😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s