[Freelance] MONSTER (Chapter 1)

CYMERA_20160604_220140

Tittle : MONSTER

Author : stefioh (@stfexol)

Maincast : – Song Haejin (OC)

– Oh Sehun (EXO)

– Yoo Kihyun (MONSTA-X)

Genre : Hurt, Angst, Sadism, Romance & Gore

Rating : PG-17

Lenght : Chapter

Disclaimer : Ff ini saya buat berdasarkan imajinasi saya dan juga terinspirasi dari berbagai ff lain yang pernah saya baca. Jika ada kesamaan nama tokoh oc, atau bahkan alur cerita yang sedikit mirip itu sama sekali tidak ada unsur kesengajaan. Hargailah jerih payah author dengan cara memberi feedback jika kalian membaca suatu karya, karena menulis cerita tidak semudah membaca cerita. Jangan mengkopi atau memplagiat karya orang lain tanpa ijin, jadilah readers yang baikJ

Recomendation Song : Kihyun & Jooheon (MONSTA-X) – Attracted Woman

 

 

MONSTER

 

 

 

Kemarin, mungkin bisa dibilang menjadi hari bersejarah untuk Haejin. Mungkin seluruh universitas juga sulit untuk percaya apa yang terjadi hari lalu. Song Haejin, gadis yang benar benar sungguh biasa saja itu sekarang telah menjadi kekasih seorang Oh Sehun. Sehun si jenius yang murah senyum itu, meskipun ia sangat ramah dengan semua orang tapi ia tidak pernah terlihat memiliki hubungan spesial dengan gadis manapun, ya walaupun banyak yang mendekatinya ngomong-ngomong, tapi Sehun sepertinya tidak memiliki ketertarikan dengan seorang perempuan. Sedikit janggal memang. Bahkan ia juga sedang digosipkan bahwa ia seorang gay.

“apa kau percaya Sehun benar-benar pacaran dengan Haejin?”

“aku melihat sendiri kemarin, Sehun tersenyum menarik tangan Haejin dan menyatakan perasaannya didepan banyak orang. Sulit dipercaya!!”

“wahh!! Apa Haejin pakai pelet?”

Haejin begitu risih mendengar desas desus tentang dirinya. Ia jadi trending topik kampus kali ini. Sebenarnya ia bahkan tak pernah menyangka kalau Sehun menembaknya, membayangkan saja tidak. Walaupun sebenarnya Haejin juga suka dengan Sehun, lagipula siapa yang bisa menolak pesona seorang Oh Sehun? Jenius, ramah, tampan, tinggi, kulit yang seputih susu, anak orang kaya juga mungkin barangkali, tidak ada yang tahu bagaimana status keluarganya ngomong-ngomong, dia begitu penuh tanda tanya.

Kelas Haejin telah selesai hari ini, biasanya ia langsung menuju tempat kerja paruh waktunya, tapi tidak untuk kali ini. Ia sudah ada janji  bertemu Sehun diatap gedung sore ini. Sampai diatap ternyata Sehun sudah menunggunya disana, melambai tangan dengan senyum cerah, seperti biasa.

“Hai..”

“H-hai…” ugh canggung sekali, kalian ini kan pasangan kekasih

“Jangan pikirkan orang lain”

“Itu sangat menggangguku. Mungkin itu hal biasa bagimu, tapi ini pertama kalinya aku dibicarakan banyak orang”

“Aku tahu kau pasti risih. Seharusnya aku katakan secara pribadi saja kemarin”

“Sehun”

“ya?”

“Sebenarnya aku masih tidak mengerti kenapa kau memintaku menjadi kekasihmu, apa kau benar-benar menyukaiku? Ah maksudku, itu terlalu tiba-tiba”

“Sebenarnya tidak tiba-tiba, aku sudah memikirkan ini sejak lama”

“Tapi bahkan kita tidak saling kenal”

“Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi tolong jangan menolak. Sesuai perjanjian kita kencan pertama kita nanti malam”

“Bukan aku menolak, tapi aku harus bekerja”

“Bolos sekali tidak apa-apa kan?”

“Maaf Sehun, aku tidak bisa”

“Ayolah Haejin.. sekali saja”

“Tapi…”

“Haejin….”

“Ya ya baiklah”

3 bulan berlalu, dan semuanya telah kembali seperti semula, gosip tentang Sehun dan Haejin sudah reda. Mereka terlihat seperti pasangan kekasih pada umumnya, sudah banyak waktu yang mereka lewatkan bersama, canda tawa. Kini Haejin tahu alasan kenapa Sehun tiba-tiba menyatakan cintanya. Sikap Sehun yang begitu lembut dan perhatian pada Haejin membuat Haejin merasa nyaman.

Song Haejin, memang bukan gadis istimewa, bukan dari keluarga kaya raya atau konglongmerat barangkali yang tinggal diapartemen bintang lima atau rumah mewah. Ia hanya gadis yatim piatu, yang tinggal dengan bibinya yang bisa dibilang sedikit kejam padanya. Pasalnya bibinya itu kerap kali bersikap kasar, dan bahkan tak segan memukul. Jika saja Haejin sudah punya uang cukup untuk menghidupi dirinya sendiri mungkin ia sudah pergi dari rumah terkutuk itu, sayang sekali ia hanya bisa bekerja paruh waktu, untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja masih kurang apalagi untuk membayar sewa rumah. Untung saja Haejin mempunyai otak yang pintar jadi ia tidak harus dipusingkan dengan uang kuliah yang tidak murah.

Haejin berjalan menyusuri trotoar menuju tempat kerja paruh waktunya sore ini, disebuah kafe. Senyumnya seakan tak mau lepas dari bibirnya, senyum-senyum sendiri dipinggir jalan, jika dibayangkan sedikit mengerikan juga, bisa dibilang orang gila. Tentu saja Haejin mempunyai lasan kenapa ia jadi seperti oarang gila sekarang ini. Semalam, Sehun baru saja menciumnya. First kiss Haejin. Astaga… jika mengingatnya pipi Haejin jadi panas. Bagaimana Sehun memeluknya, memegang pipinya, dan mencium bibirnya lembut. Rasanya ingin terbang saja.

“Ada orang gila baru ya disini”

Apa? Kenapa orang ini ada disini?

“Sehun? Kenapa kau disini?”

“Apa itu penting? Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau senyum sendiri disini? Lagi cari perhatian ya” kenapa pria ini berpikiran seperti itu

“Maksudmu? Mana mungkin aku seperti itu”

“Lalu?”

“Aku hanya sedang senang saja”

“Benarkah? Apa yang membuatmu senang?” kenapa Sehun jadi cerewet seperti ini sih, membuat Haejin susah saja. Apa yang harus Haejin katakan

“Kau tidak perlu tahu”

Tidak ada jawaban lagi dari Sehun, dia hanya menatap Haejin datar, apa dia marah? Jika iya, itu bukan gaya Sehun sama sekali

“Sehun, aku harus pergi bekerja”

“Ya pergilah”

“Kau marah?”

Tiba-tiba saha Sehun tersenyum sangat lebar, wah mengerikan sekali.

“Tentu saja.. tidak. Karena aku tahu apa yang membuatmu senang”

Mendengar perkataan Sehun, Haejin juga ikut tersenyum, lebih lebar dari Sehun, lebih mengerikan lagi.

“Aku pergi”

“Mau kuantar?”

“Tidak, kau pasti sibuk”

“Memang, skipsi membuatku gila”

“akan kudoakan agar kau tidak gila”

“Iya terimakasih doanya, pergilah”

Haejin melenggang pergi dengan senyum merekah, lebih lebar dari sebelumnya, Sehun memang paling bisa menghibur hatinya.

Sampai dikafe Haejin disambut oleh teman satu profesinya, Yoo Kihyun.

“Bahagia sekali hari ini”
“Tentu saja, kau tahu kenapa”

“Tidak. Banyak pelangggan hari ini, kita harus bekerja bukan curhat”

“Menyebalkan”

“Cepatlah ganti pakaianmu” ucap Kihyun sambil tertawa, Kihyun suka sekali menggoda Haejin ngomong-ngomong.

Mereka memang dekat sekali sejak 3 tahun terakhir, mereka pertama kali dipertemukan ditempat kerja paruh waktu pertama mereka dulu, supermarket. Banyak kesamaan diantara mereka menjadikan mereka bisa mengerti perasaan satu sama lain, saling membantu dan saling memberi semangat. Itu alasan mengapa mereka begitu akrab, bahkan Haejin sudah menganggap Kihyun sebagai kakaknya sendiri.

Hari sudah malam, menunjukan pukul 22.15 kst. Sudah waktunya untuk Haejin pulang kerumah, waktunya bekerja telah usai. Seperti yang Kihyun katakan tadi, pelanggan yang datang hari ini memang lebih banyak dari biasanya, sehingga Haejin juga harus bekerja ekstra.

“Haejin”

“Ya?”
“Apa kau akan langsung pulang?”

“Tentu saja, mau kemana lagi? Aku benar-benar lelah hari ini”

“Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu”

“Katakan saja”

“Tapi tidak disini”

“Kenapa? Apa sangat penting? Mungkin aku tidak akan diberi pintu bibiku karena pulang terlalu malam”

“Baiklah, disini saja”

Kihyun menarik tangan Haejin, menyuruhnya duduk disalah satu kursi dari sekian banyak kursi yang ada dikafe itu. Mereka duduk berhadapan, diantara temaramnya lampu dan sunyinya malam. Hanya ada mereka berdua ditempat itu, pegawai kafe yang lain sudah pulang barangkali berhubung waktu sudah begitu malam. Kihyun menatap Haejin begitu serius, tidak seperti biasanya yang selalu memamerkan senyum manisnya itu, tidak kali ini. Jujur saja suasana seperti ini agak aneh bagi Haejin, perasaanya jadi gelisah.

“Haejin” suaranya sangat lembut, tangan Kihyun bergerak menggenggam tangan Haejin. Tentu saja Haejin sedikit kaget, bingung, tidak mengerti dengan keadaan seperti ini. Haejin tetap diam, ia menunggu apa yang akan dikatakan Kihyun padanya.

“Kau tahu, mengapa aku selalu mengikutimu kemanapun kau pindah kerja paruh waktu? Karena aku ingin selalu bersamamu. Kau tahu mengapa aku ingin selalu ada disaat kau membutuhkan sesuatu? Karena aku ingin menjadi satu-satunya orang yang kau cari saat kau butuh. Aku tahu mungkin aku sedikit berlebihan, aku menyukaimu”

Haejin menatap Kihyun dengan tatapan yang sulit diartikan, ia begitu tidak paham sekarang. Hatinya gelisah, suasana menjadi gerah. Haejin tak mampu berkata apa-apa, saat ini.

“Haejin, aku tahu mungkin ini terlalu tiba-tiba untukmu. Aku tidak akan meminta jawabanmu sekarang, aku hanya ingin mengutarakan perasaanku”

“Kihyun”

“Ya”

“Ini sudah sangat larut, aku harus pulang” ucap Haejin, bangkit dari duduknya. Melangkah pergi bermaksud menghindar dari Kihyun mungkin, karena ia terlalu bingung untuk bersikap seperti apa, taku salah, akan membuat Kihyun kecewa atau bahkan sakit hati.

Lain halnya dengan Kihyun, ia justru menahan tangan Haejin

“Mau kuantar?”

“Tidak, aku bisa pulang sendiri”

“Apa ini membuatmu tidak nyaman?”

“Tidak, bukan begitu. Aku hanya khawatir sudah sangat larut”

Dengan satu tarikan, Kihyun memeluk tubuh kecil Haejin. Seakan menyalurkan perasaanya, Kihyun memeluknya begitu erat. Hal ini membuat Haejin sulit mencerna dengan apa yang terjadi, otaknya memerintah untuk menolak tapi seakan saraf motoriknya menjadi lumpuh.

Diluar sana, ada sepasang mata elang menatap tajam kearah dalam kafe yang dengan lampu temaram itu, meski begitu sesuatu yang terjadi didalam sana terlihat jelas olehnya, Oh Sehun.

 

To Be Continued…..

 

 

 

 

 

 

n/p: Hai readers!! Yang udah baca ceritaku dari awal sampe tbc. Mohon maaf kalo masih banyak typo, alur kecepetan, atau ga sesuai harapan, lagian baru chapter satu ya. Btw ini ff chapter pertama yang aku bikin, jadi masih banyak kekurangan. Biasanya cuma bikin ficlet sama oneshoot doang, soalnya masih kecil nyali bikin chapter karena takut ga bisa nerusin nulis, maklum lah anak sekolahan yang alay ini suka labil, angot-angotan/? Kalo nulis, kadang males bahkan ga pengen sama sekali.

Kritik dan saran sangat dibutuhkan, jangan lupa feedback ya guys.

 

See Ya, stefioh

S@lL4mmzt 4lLay zzzzzzz………… :v

25 responses to “[Freelance] MONSTER (Chapter 1)

  1. maaf kalo terlalu jujur tapi emang alurnya kecepetan sih,,tiba-tiba aja udah berjalan 3 bulan.harusnya agak di kasih penjabaran di awa hubungan mereka seperti apa.

  2. lebih keprolognya sich
    tapi kecepetan dikit alurnya
    sehun terlalu misterius juga sweet but …. penuh tanda tanya
    cemburunya itu akan dilampiaskan seperti apa kehaejin sigadis polos dan baik

  3. wihh keren ko keren *prok *prok *prok sehunnya kaya nya humble banget ya >,< jadi seneng sendiri. aihh itu endingnya bikin penasaran, sehun jangan marah dongg, salah paham doang tuh. tapi ya aku ngrasa nya kecepatan tauu, secne sehun-haejin sedikit sekali. tapi ga papa. aku suka koo. next yaa ditunggu😀

  4. iya alurnya agak kecepatan … tapi bagus kok …
    lanjut thor …
    aku reader baru disini ijin baca ffnya author .. fighting …

  5. Apa di sini sehun jdi si posesif yg gak segan2 nyakitin org2 terutama cowok yg dkt sama haejin????apa bner sehun tulus cinta sama haejin????next part plis….

  6. Cerita tentang monster yg di maksud blm keluar ya
    Tapi kalo di liat chapter depan ada deh
    Alurnya juga cepet jadi berasa ngebut bacanya
    Sejauh ini sudah bagus tapi cerita dari sisi sehun kurang jelas atau memang belum di jelasin…..tiba” bgt gitu….trus alasan pastinya tidak di ketahui

  7. maaf nih klo saya harus jujur, bulan puasa ngga boleh bohong hehe.
    tapi ini alurnya terlalu cepet kaya orang lagi diburu” buatnya.
    tau” udh ada konflik lagi, padahal klo konflik yg awal tadi dibikin aga kisruh bakal seru biar bisa dibuat moment romance mereka, jadi moment sehun haejinnya dapet,
    klo untuk kihyun mnurut aku ada sdikit kejanggalan. bukannya haejin tadi bilang udh anggap kaya kaka sendri yaa. ko nembak haejin ? bukannya seharusnya dia udh tau klo haejin udh punya sehun? secara kan udh 3 bulan pacaran.?
    # maaf klo saya so tau hehe

    tapi untuk idenya keren kooo, ttep suka..
    ditunggu kelanjutannya yaaa fighting !!

  8. Maaf cuma mau blng ajaa akuu setuju sama commentnya tri rahayu hehe mau ngmng cuma udhh di jelasin jadi gitu aja hehe
    Lanjutt chapter 2

  9. Alurnya kecepetan thor.. tapi ceritanya keren kok.. bagus.. bagus..
    lanjutin ff nya ya.. semangat..

  10. alurnya kecepetan thor… tapi keren kok ceritanya.. bagus.. bagus..
    lanjutin ceritanya ya.. semangat

  11. Wah sehun cemburu tuh, bahaya kalo berubah jadi monster(?) keren nih!!!! lanjut kak! Fighting!!!

  12. Author-nim kalo boleh aku bilang, alur ceritanya loncat-loncat dan ya..cepat. Maaf ya, aku cuma bilang apa yg aku temui sepanjang aku baca. Jgn marah, please..
    Ide cerita kamu bagus. Beneran. Keren juga.. Tetap semangat yah!! Chapter 2 nya ditunggu..

  13. kekurangan ff ini ada 2 : pertama alurnya kecepatan, atau emng dicepatin? dan yg kedua part 1nya pendek.. >< Padahal udah penasaran sama sosok monster yg sebenarnya (?)
    kelebihannya , jujur aku suka sama alurnya, apalagi castnya sehun yg imejnya itu emng cocok untuk cerita yg genrenya kekgini.. tapi kalo bisa dibuat greget lagi , kayak pesona oh sehun (?) '-' hohoo oke maaf aja yah kalo aku terlalu berlebihan, aku tunggu nextnya!!^^

  14. aduhh kya nya sehun cmburu tuhh..
    gmn ya nasib haejin..
    d tnggu klanjutan nya..
    klo bsa alur nya jngn kcepetan ya..hhe

  15. alurnya masih kecepetan jdi blm bsa menjabarkan kemisteriusan si sehun scara mnyeluruh. maybe next chap bsa mnjelaskan alasan sehun nembah haejin n jg sisi sifat sehun. smangat yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s