[Freelance] Isn’t Love Story – Heroes? #3

FIX

Title: Isn’t Love Story – Heroes?

Writen By: Vartstory

Main Character:

Kim Jongin | Jung Jihyun | Park Hyunji | Oh Sehun

Supporting Character:

Yook Sungjae | Park Soo Young/ Joy | Yoon Hyena | Jackson Wang | Do Kyungsoo | Kang Ahra

Genre:

Romance | Friendship | School

Leght:

Chaptered

CHAPTER 1 CHAPTER 2 CHAPTER 3 CHAPTER 4 CHAPTER 5 CHAPTER 6 

“Yang ini untuk membayar bus saat nanti pulang, sisa 3000 won. Ini cukup atau tidak ya?” Jihyun menatap uang yang saat ini dipegangnya sambil berharap jika uang sakunya cukup untuk membeli makanan di kantin. Dan hal itu membuat Jihyun tidak menatap jalanan yang ada dihadapannya. Berjalan menunduk dan hanya memperhatikan uang yang ada di tangan, sudah pasti Jihyun akan menabrak sesuatu. Dan untungnya sesuatu yang ditabrak Jihyun itu bukanlah dinding, pot bunga atau semacamnya melainkan seorang pria.

“Ah maaf, aku tidak memperhatikan jalan.” Jihyun membungkukkan tubuhnya pada pria yang ditabraknya.

“Kau lagi.” Sahut pria itu, yang suaranya seperti pernah di dengar oleh Jihyun.

Jihyun yang bingung dengan ucapan pria itu langsung meluruskan tubuhnya dan menatap pria yang ditabraknya, “Kau? Ah maksudku sunbaenim. Maafkan aku, aku tidak memperhatikan jalan.” Jihyun lagi-lagi membungkukkan tubuhnya karena pria yang ditabraknya ada Kai yang tidak lain adalah pria yang kemarin menolongnya.

“Lain kali perhatikanlah jalan di depanmu, kalau tidak ada aku kau pasti sudah menabrak dinding dengan mulus.” Kai menunjuk dinding yang berada di belakangnya. Tadi saat Kai sedang berjalan menuju Kantin, Kai melihat seorang gadis yang mirip dengan gadis polos yang tempo hari ditemuinya. Ternyata benar gadis itu adalah Jihyun, Jihyun berjalan menunduk tanpa memperhatikan jika beberapa meter di depannya sebuah dinding. Kai tertawa kecil lalu berjalan dengan cepat menuju kearah Jihyun dan berhenti tepat di depannya.

Jihyun yang malu lagi-lagi kembali membungkukkan badannya, “Ah sekali lagi aku minta maaf sunbae. Terima kasih karena sudah menolongku.” Jihyun menegakkan tubuhnya lalu dengan cepat berjalan meninggalkan Kai. Itu karena ucapan Sungjae tadi.

“Sebenarnya Kai sunbae tidak terlalu berbahaya hanya saja jika kau sudah berurusan dengan Kai sunbae otomatis kau juga akan berurusan dengan Sehun sunbae.”

Sungguh Jihyun tidak ingin hari-harinya selama di Empire menjadi tidak menyenangkan hanya karena insiden tabrakannya dengan Kai. Memang sih sepertinya Kai tidak berbahaya tapi Jihyun tetap tidak ingin jika harus berurusan dengan Kai karena itu artinya dia kemungkinan juga akan berurusan dengan Sehun.

Jihyun langsung menduduki kursi yang berada di hadapan Sungjae dan menyenderkan punggungnya, “Kau kenapa lama sekali? Apa kau menyalin semua catatan yang ada di buku ku?”

Jihyun menggelengkan kepalanya, “Tidak, aku lama karena tadi aku tidak sengaja menabrak Kai sunbae. Ah tidak bukannya menabrak tapi dia menolongku.”

Merasa seperti ada yang salah dengan pendengarannya, Sungjae memajukan duduknya agar lebih mendekat dengan Jihyun. “Apa kau bilang? Kau menabrak Kai sunbae? Tapi Kai sunbae menolongmu? Aku tidak salah dengar kan?” tanya Sungjae meyakinkan perkataan Jihyun tadi.

“Iya tadi saat sedang berjalan aku tidak memperhatikan jalan dan nyaris saja aku menabrak dinding tapi untung Kai sunbae langsung berdiri di hadapanku dan membiarkan aku menabrak dirinya bukan dinding.” Sahut Jihyun, sebenarnya Jihyun merasa aneh. Untuk apa tadi Kai menolongnya? Kenapa juga Kai tidak membiarkannya menabrak dinding, toh hanya dinding yang Jihyun tabrak, tidak akan membuatnya sampai hilang ingatan kan?

Mendengar penjelasan Jihyun, Sungjae menaikkan sebelah alisnya, “Kai sunbae menolongmu? Benarkah?” Sungjae seperti tidak percaya dengan ucapan Jihyun, karena Kai memang tidak pernah terlihat menolong siapapun. Jangankan untuk menolong orang, menganggap jika disekilingnya terdapat banyak manusianya saja sepertinya tidak. Karena Kai benar-benar seperti seorang introvert, teman yang dia miliki hanyalah Kyungsoo dan Jackson sedangkan yang lain mungkin di mata Kai hanyalah makhluk gaib yang sama sekali tidak terlihat di matanya.

Jihyun menganggukkan kepalanya lalu melihat makanan yang berjejer di salah satu sisi kantin, “Iya, sudahlah jangan membicarakannya. Aku lapar. Sungjae apa disini ada makanan yang dibawah 3000 won?” Jihyun mengedarkan pandangannya menuju jejeran makanan yang diatur seperti buffet.

Mendengar pertanyaan Jihyun bukannya menjawab, Sungjae justru menertawainya, “Sudahlah jangan memikirkan uang, makanlah sesukamu, aku yang traktir. Anggap saja sebagai perayaan karena kau sudah satu sekolah denganku.”

Jihyung menggelengkan kepalanya tidak setuju, “Eiii seharusnya aku yang mentraktirmu, yang mendapatkan beasiswa itu kan aku.”

Sungjae menarik tangan Jihyun dan membawanya untuk mengambil nampan dan menyerahkan nampannya pada Jihyun, “Sudahlah sana pesan makanan yang kau suka, aku akan marah jika kau menolaknya.”

Dengan terpaksa Jihyun mengambil nampan yang di serahkan Sungjae, Jihyun cukup kaget dengan harga makanan yang dijual dua kali lipat dari harga makanan di sekolah lamanya. Bahkan beberapa makanan yang ada tidak pernah Jihyun makan sebelumnya, Jihyun hanya pernah melihatnya saat menonton saluran memasak di televisi. Sepertinya mulai besok Jihyun harus terus membawa bekal jika tidak ingin uang sakunya habis. Lagipula Jihyun tidak yakin jika perutnya akan cocok dengan makanan seperti ini.

Jihyun mengambil beberapa kimbab dan juga omurice, karena selebihnya terdapat makanan yang Jihyun tidak tahu apa namanya dan bagaimana rasanya. Saat sedang menyantap makanannya, pandangan Jihyun terpaku pada pria yang tidak lain adalah Kai yang kini sedang berjalan ke arah kantin. Bahkan saat Kai memasuki area kantin, perhatian semua murid terutama murid perempuan tidak lagi kearah makanan yang sedang disantap melainkan kearah Kai.

“Dia sudah seperti seorang idol.” Jihyun menatap Kai takjub, memang dari segi penampilan Kai cukup tampan belum lagi dari perkataan Sungjae tadi, Kai adalah anak dari pemilik Empire. Jihyun sangat tahu bagaimana Empire Group itu, Empire Group adalah grup perusahaan yang sangat berpengaruh di Korea. Empire Group adalah perusahaan yang bergelut di berbagai macam bidang seperti pendidikan, perhotelan, industri dan selain itu Empire juga memiliki hak milik terhadap pusat perbelanjaan terbesar di Korea. Dan bisa dibilang Empire menyumbang cukup besar untuk pemasukan Republik Korea.

Bisikan Jihyun yang terdengar jelas oleh Sungjae membuat Sungjae sedikit tertawa, “Dia adalah idol sekolah kita. Jika Korea mempunyai Super Junior, EXO, CN Blue dan lainnya, Empire mempunya Kai, Sehun, dan serta teman-temannya.” Jihyun mengamini ucapan Sungjae, memang Kai memenuhi semua kriteria sebagai idola sekolah. Bahkan walau jarang mengumbar senyum sekalipun, semua murid wanita tetap setia mengelu-elukannya.

Tidak berselang lama, muncul Sehun dan teman-temannya memasuki area kantin. Dan lagi semua perhatian orang beralih kearahnya tak terkecuali Jihyun yang kini menatap Sehun yang sedang berjalan kearahnya, hal itu membuat Jihyun langsung mengalihkan pandangannya dan melanjutkan menyantap makanannya.

“Yook Sungjae, kau seorang playboy juga ternyata. Malang sekali nasib sepupuku.” ucapan Sehun membuat Jihyun menghentikan aktifitasnya menyantap makan siangnya.

Sungjae menatap Sehun malas, Sungjae memang tidak takut pada Sehun seperti murid lainnya. Hal itu bukan karena Soo Young adalah kekasihnya, bukan sama sekali. Sungjae mempunyai alasan sendiri, menurutnya semua perlakuan Sehun hanyalah perlarian untuknya. “Jaga bicaramu. Dia sahabatku.”

Bukannya berhenti Sehun malah makin menjadi, “Eissh sudahlah mengaku saja, kau berkencan dengannya dan menduakan sepupuku kan? Kalau tidak, tidak mungkin saat ini kau makan siang berdua dengan wanita ini.”

Jihyun yang mendengar hal itu berfikir jika Sehun adalah orang yang sinting. Bagaimana Sehun bisa mengatakan jika Jihyun berkencan dengan Sungjae hanya karena melihat dirinya makan siang berdua dengan Sungjae. Lihatlah, bahkan disini bukan hanya Sungjae saja yang makan siang berdua dengan lawan jenisnya. Apa semua orang yang makan siang bersama sudah pasti berkencan? Jihyun yang akhirnya geram dengan ucapan Sehun berniat untuk menyanggah ucapannya namun seseorang telah lebih dulu mendahuluinya.

“Bisakah dalam sehari saja kau tidak mengganggu orang lain?” Orang itu tidak lain adalah Kai yang entah sejak kapan kini sudah berdiri di samping Sehun. Jihyun memperhatikan Kai yang kini tengah menatap Sehun tajam.

“Tuan Kim bisakah kau tidak mencampuri urusanku? Ini urusanku dengannya karena sudah berselingkuh disaat sepupuku tidak ada disini.”

Kai tertawa sinis, “Sejak kapan kau menjadi begitu perhatian dengan Soo Young?”

Belum sempat Sehun membalas ucapan Kai, orang yang sedari tadi mereka bicarakan akhirnya muncul. Soo Young yang dikirimi pesan oleh seseorang jika Sehun sepupunya yang sangat menyebalkan itu sedang mengganggu kekasihnya dan mengatakan jika kekasihnya itu berselingkuh.

“Yaaa Oh Sehun apa yang kau lakukan pada kekasihku? Kenapa kau selalu mencari gara-gara terus huh? Kalau saja kau bukan sepupuku, mungkin aku sudah membayar orang untuk menculikmu dan menenggelamkanmu di sungai Han.” Soo Young terus menerus memaki Sehun tanpa membiarkan Sehun berbicara, Sehun yang jengah akhirnya membekap mulut Soo Young dengan tangannya.

Sehun merangkul Soo Young dan mengarahkan pandangan Soo Young kepada Jihyun dan juga Sungjae “Hei calm down sist. Kau seharusnya berterima kasih, lihatlah kekasihmu sedang berselingkuh dibelakangmu.”

Soo Young melepaskan rangkulan Sehun dengan kasar, walaupun Sehun adalah kakak sepupunya tapi jika keadaannya sedang seperti ini, jangan harap Soo Young akan bersikap hormat dan berbicara formal pada Sehun. “Berselingkuh kepalamu, kau ini kalau tidak tahu apapun lebih baik kau diam.”

“Aku tahu jika dia berselingkuh makannya aku berbicara, kau tadi tidak melihat bagaimana kekasihmu berinteraksi dengan gadis ini. Mereka terlihat mesra.”

“Seharusnya kau gunakan otakmu sebelum berbicara, lihatlah seragam yang gadis ini pakai, dia anak baru. Kalau memang mereka berinteraksi dengan akrab itu artinya mereka sudah saling mengenal.” Kai yang tidak tahan dengan tingkah Sehun akhirnya mengeluarkan makiannya.

Sedangkan Sungjae yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara, “Dia sahabatku, dan hari ini adalah hari pertamanya bersekolah disini. Dia juga satu kelas denganku dan Soo Young selain itu guru Han mempercayakanku untuk membantunya untuk beradaptasi pada lingkungan dan pada pelajaran selama seminggu ini.”

“Kau sudah dengar kan? Sungjaeku tidak berselingkuh, jadi jangan mengarang cerita yang tidak-tidak. Ah aku tahu, kau melakukan ini karena iri padaku kan? Aku sudah memiliki Sungjae dan kau tidak memiliki siapapun, bahkan tidak ada satupun gadis yang dekat denganmu. Kau terus menerus dekat Jackson, apa kalian berdua gay??” Soo Young mengeluarkan ekspresi shock yang dibuat-buat.

Mendengar ucapan Soo Young membuat beberapa murid yang mendengarnya saling berbisik, salah satu teman Sehun yang sepertinya namanya tadi disebutkan Soo Young terlihat tidak terima dan langsung menyeret Sehun untuk berjalan menjauh. Sedangkan Sehun hanya memberontak dan memaki sepupunya itu.

“Dasar bodoh.” Umpat Soo Young saat mendengar makian yang dilontarkan sepupunya itu.

Sungjae yang mendengarnya langsung mencubit pipi kekasihnya itu, “Dia itu sepupumu dan lebih tua darimu. Bersikaplah sopan sedikit.”

“Iya aku akan sedikiiitttt lebih sopan kepadanya. Eumm dan, Kai aku tidak tahu apa maksudmu sebenarnya membela kekasihku tapi terima kasih.” ujar Soo Young lalu menarik tangan Sungjae dan berjalan dengan cepat meninggalkan kantin, dan sepertinya Jihyun terlupakan oleh mereka berdua. Secara tidak langsung sepasang kekasih itu sudah meninggalkan Kai dan Jihyun berdua dengan suasana canggung.

“Jangan kaget dengan kejadian tadi, nanti kau akan terbiasa melihat tontonan seperti tadi setiap harinya.” Kai mengakhiri ucapannya dengan senyuman lalu berjalan meninggalkan Jihyun yang kini sudah kehilangan selera makannya belum lagi ucapan Kai soal dirinya yang akan terbiasa dengan keadaan tadi. Atau Jihyun bisa menyimpulkan jika dirinya harus terbiasa melihat Sehun mengganggu orang lain. Tapi biarlah, yang terpenting Sehun tidak memasukkan dirinya sebagai deretan orang yang akan diganggunya. Karena Jihyun ingin melanjutkan sekolah disini dengan tenang, tanpa gangguan apapun dan dari siapapun.

Di sisi lain Oh Sehun terlihat masih kesal dengan ucapan sepupunya, Park Soo Young yang menuduhnya adalah seorang gay. Demi kerang ajaib, Sehun bahkan sangat tidak menyukai jika ada pria yang melakukan skinship padanya walaupun hanya sebuah pelukan sekalipun. Tapi pikiran Sehun segera teralihkan saat mengingat jika tadi Kai tiba-tiba datang untuk membela Sungjae. Setahunya saat dirinya membuat keributan dan menganggu orang lain, Kai sama sekali tidak pernah tertarik untuk ikut campur. Bahkan Kai terkesan tidak peduli dengan apa yang dirinya lakukan dan dengan apa yang terjadi pada ‘korban’nya. Dan baginya hal tadi adalah hal langka, karena saat terakhir kali Sehun menganggu Sungjae dengan mengatakan ‘jika dirinya memacari Soo Young karena harta yang dimiliki Soo Young’, Kai yang berada di tempat kejadian sama sekali tidak bergeming.

“Apa kau ingat gadis yang tadi bersama dengan Sungjae?” Sehun bertanya pada Jackson, salah satu sahabatnya yang tadi namanya disebutkan oleh Soo Young.

Jackson yang sedang melempar-lempar apel, langsung menghentikan kegiatannya, “Anak baru itu? Kenapa memangnya? Kau tertarik dengannya?” Jackson menatap Sehun intens, karena ini pertama kalinya semenjak kejadian beberapa tahun lalu, Sehun kembali bertanya tentang seorang wanita.

Mendengar ucapan Jackson, Sehun hanya tertawa sinis. Tertarik pada anak baru itu? Yang benar saja. Bahkan tidak ada satu pun kriteria gadis yang disukainya ada pada anak baru itu.

“Apa seleraku terlihat serendah itu?” Memang Sehun akui jika Jihyun cukup cantik tapi gadis lugu seperti Jihyun bukanlah tipenya, dari yang Sehun perhatikan tadi, Jihyun adalah gadis penurut dan Sehun tidak menyukai itu karena menurutnya menyukai gadis penurut sama sekali tidak ada tantangannya. Kecuali satu hal, jika Sehun berniat untuk bermain-main mungkin Jihyun sangat cocok untuk menjadi targetnya.

-o-

Pagi ini Jihyun berangkat ke sekolahnya dengan tergesa-gesa, itu semua dikarenakan semalam Jihyun bekerja lembur karena kedai tempatnya bekerja menerima begitu banyak pelanggan. Jihyun benar-benar takut jika datang terlambat, karena itu tentu akan berpengaruh pada status dirinya sebagai murid beasiswa.

“TUNGGU JANGAN TUTUP GERBANGNYA !!!” Jihyun berlari dan berteriak saat melihat penjaga gerbang mulai menutup gerbangnya tapi sepertinya penjaga gerbang sama sekali tidak mengindahkan teriakan Jihyun dan tetap menutup gerbang sekolah.

Begitu sampai di depan gerbang, Jihyun mengatur nafasnya dan mencoba membujuk penjaga gerbang tapi sepertinya usaha Jihyun sia-sia. Tatapan Jihyun teralih pada sebuah mobil sport yang kini sedang melaju kearahnya atau lebih tepatnya melaju masuk ke dalam area sekolah. Kalau Jihyun tidak salah mobil itu adalah mobil Kai. Dan benar ternyata Kai yang berada di balik kemudi, kini Kai tengah membuka kaca mobilnya dan tersenyum kearah Jihyun.

“Butuh bantuan lagi huh?” Mendengar ucapan Kai, Jihyun hanya bisa menunduk malu. Kenapa Kai selalu muncul disaat seperti ini sih?

Kai keluar dari mobilnya dan menarik tangan Jihyun lalu membuka pintu penumpang dan mendorong Jihyun untuk masuk ke dalam mobilnya, “Kau tidak ingin ketinggalan pelajaran dihari keduamu di sini bukan?” Tanya Kai, lalu menutup pintu mobil dan berlari kearah kemudi.

Jarak dari gerbang utama hingga gedung sekolah bisa dibilang tidak terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh, dan selama itu juga Jihyun hanya terdiam dan menundukkan kepalanya. Banyak yang berkecamuk di pikirannya saat ini, mulai dari sikap Kai yang benar-benar baik terhadapnya, ketakutannya pada hal yang akan terjadi kedepannya.

“Sudah empat kali.” ucapan Kai membuat Jihyun menoleh bingung kearahnya namun sesaat kemudian Jihyun menyadari apa yang dimaksud Kai. Sudah empat kali Kai menolong Jihyun yang pertama saat dirinya dikira penguntit oleh petugas keamanan sekolah, kedua saat Jihyun hampir menabrak dinding, ketiga saat Sehun mengganggunya dan Sungjae lalu keempat saat ini.

“Jika sampai lima kali aku menolongmu, mungkin kita berjodoh.” ucap Kai dengan entengnya, sedangkan Jihyun hanya melongo mendengar gurauan Kai.

Kai terkekeh melihat raut wajah Jihyun, “Aku bercanda.” Lanjutnya, sejujurnya sejak awal bertemu dengan Jihyun, Kai merasa ada yang aneh padanya. Saat berhadapan dengan Jihyun entah mengapa Kai selalu ingin tersenyum, kepolosannya, tatapan matanya, itu semua bagai magnet yang membuatnya terus tersenyum. Mungkin untuk sebagian orang hal itu adalah hal biasa tapi tidak untuk Kai, Kai bukanlah tipikal pria yang mudah mengumbar senyumnya pada siapapun termasuk pada gadis tercantik sekalipun tapi sepertinya hal itu tidak berlaku jika dia berhadapan dengan Jihyun.

Setelah keluar dari mobil Kai, Jihyun membungkukkan tubuhnya dan mengucapkan terima kasih lalu pergi meninggalkan Kai. Sedangkan Kai bukannya masuk ke dalam kelasnya malah berjalan mengikuti Jihyun dari belakang, Kai sendiri tidak tahu kenapa dirinya memilih untuk mengikuti Jihyun menuju kelasnya padahal kelas Jihyun berlawanan arah dengan kelasnya.

Kai memperhatikan Jihyun yang masuk ke kelasnya, tapi Jihyun hanya berdiri dan menundukkan kepalanya, “Lima.” gumam Kai lalu berjalan menghampiri Jihyun yang kini sedang dihujam oleh tatapan tajam Guru Lim, Guru yang terkenal dengan kedisplinannya dan tidak akan membiarkan satu pun muridnya datang terlambat ketika dirinya sedang mengajar.

“Selamat pagi Guru Lim, aku hanya ingin meminta maaf karena telah membuat muridmu datang terlambat.” Kai membungkukkan tubuhnya dan tersenyum kearah Guru Lim. Sedangkan Guru Lim menatap Kai sinis, karena siapapun sudah tahu jika Kai tidak pernah takut pada guru manapun. Sebenarnya bukan hanya Kai yang seperti itu tapi juga Sehun dan Jackson. Tapi tidak dengan Kyungsoo si anak emas yang selalu dielukan oleh semua guru di Empire karena Kyungsoo tidak pernah membangkang dan selalu menaati peraturan sekolah.

Kedatangan Kai yang tiba-tiba bukan hanya mengagetkan Jihyun tapi juga seisi kelas Jihyun tak terkecuali Sungjae dan Soo Young yang kini sedang beradu pandang.

“Apa yang kau lakukan hingga membuat Nona Jung terlambat?” Guru Lim kini menatap Jihyun dengan penuh intimidasi sedangkan Kai mendorong mundur Jihyun agar dirinya bisa berdiri berhadapan dengan Guru Lim. Dengan maksud agar Guru Lim tidak melemparkan tatapan intimdasinya pada Jihyun.

“Sepertinya bukan urusanmu untuk tahu apa yang aku lakukan pada muridmu Guru Lim.” Kai tersenyum miring. “Masuklah.” Kai lagi-lagi mendorong Jihyun untuk masuk ke kelasnya, sedangkan Guru Lim hanya bisa memendam amarahnya dan kembali ke mejanya tanpa bisa melakukan apapun. Lagipula guru mana yang berani pada seorang pewaris tahta dari Empire grup sekaligus pewaris dari Empire School.

Sedangkan Jihyun yang kini sedang berada di bangkunya menatap keluar jendela dan menemukan Kai sedang mengangkat kelima jarinya sembari menggumamkan kata “Lima.” Jihyun hanya menghela nafas saat menyadari jika pertemuannya dengan Kai pasti saat dirinya sedang berada di dalam masalah. Dan sepertinya saat jam istirahat nanti, Jihyun harus menjelaskan semuanya kepada Sungjae dan Soo Young yang sedari tadi menatapnya seolah olah bertanya apa-yang-kau-dan-Kai-lakukan?

Dan ketika jam istirahat tiba, Soo Young langsung memberondong Jihyun dengan beberapa pertanyaan. Lagipula siapa juga yang tidak heboh saat melihat seorang Kim Jongin menolong seseorang apalagi orang itu adalah anak baru.

“Apa yang kau dan Kai lakukan tadi? Kenapa kalian bisa datang berdua?” tanya Soo Young sedangkan Sungjae hanya mengamati dan mendengar apa yang akan Jihyun ucapkan, toh pertanyaan yang ingin dia ajukan sudah terlebih dahulu diajukan oleh kekasihnya.

“Tadi aku datang terlambat saat gerbang utama sudah ditutup, dan Kai sunbae menolongku sehingga aku bisa masuk ke dalam. Dan soal dia tadi tiba-tiba datang ke kelas, aku sendiri tidak tahu. Karena setelah mengucapkan terima kasih, aku langsung meninggalkan Kai sunbae.”

“Bertahun-tahun aku mengenal Kai, baru kali ini dia bersikap baik terhadap orang lain. Apalagi dengan seorang wanita.” Soo Young mensedekapkan tangannya dan terus mengeluarkan spekulasi-spekulasi yang bersarang di otaknya.

Sungjae merangkul Soo Young yang masih bingung dengan sikap Kai, “Mungkin Kai sunbae menolong Jihyun karena iba, jangan berpikiran yang tidak-tidak. Sudahlah lebih baik kita ke kantin, kalian berdua pasti lapar kan?”

Jihyun mengikutin Sungjae dan Soo Young untuk makan ke kantin, kali ini Jihyun membawa bekal makan siangnya sendiri. Jihyun tidak mau menghabiskan uangnya untuk membeli makanan di Empire dan juga tidak mau kalau Sungjae sampai membayarkan makannya lagi.

Selama perjalanan di koridor hingga ke kantin, Jihyun merasa jika banyak siswa/i yang kini memperhatikannya dan itu sungguh membuatnya risih. Padahal kemarin saat Jihyun masih memakai seragam lamanya tidak banyak yang memperhatikannya, sekarang saat dia sudah memakai seragam Empire pemberian Soo Young kemarin, semakin lebih banyak yang memperhatikannya. Mungkin karena bekal makan siangku

-o-

“Ku dengar tadi Kai sunbae menolong anak baru yang terlambat datang.”

Sehun yang sedang mengambil barang di lokernya tidak sengaja mendengar percakapan dua orang gadis yang berada tidak jauh darinya. Karena percakapan kedua gadis tersebut berhubungan dengan Kai, Sehun langsung menghampirinya untuk mendapatkan info yang lebih jelas.

“Apa maksud ucapanmu? Jelaskan dengan detail.” Sehun mencengkram lengan salah satu gadis tersebut, yang membuat gadis tersebut cukup ketakutan.

“Tadi anak baru di kelasku datang terlambat dan Guru Lim hampir menghukumnya tapi tiba-tiba Kai sunbae datang dan mengatakan jika Kai sunbae yang membuat anak baru itu terlambat.”

Mendengar ucapan gadis itu, Sehun melepas cengkramannya dan membiarkan gadis tersebut pergi. Sehun menarik sudut bibirnya. Ini akan menjadi permainan yang menyenangkan, Kim Jongin.

Di sisi lain Jihyun yang sedang melahap bekalnya, terpaksa harus ditinggal sendirian oleh Sungjae dan Soo Young karena Sungjae yang tiba-tiba dipanggil ke ruang guru dan Soo Young yang harus melakukan siaran radionya.

Jihyun berhenti melahap makanannya saat menyadari jika ada seseorang yang duduk tepat di hadapannya, yang Jihyun tahu orang itu bukanlah Sungjae karena dari aroma parfume yang digunakannya jelas sekali berbeda dengan parfume yang biasa dipakai Sungjae. Dan saat Jihyun menegakkan kepalanya, Jihyun melihat dengan jelas siapa orang yang kini duduk dihadapannya. Orang itu, Oh Sehun.

“Tidak baik mengabaikan pria yang sedang berhadapan denganmu.” Sehun menampilkan senyumannya. “Tapi lebih baik kita berkenalan dulu, bukankah aneh jika kita bercengkramah tanpa tau nama masing-masing. Jadi siapa namamu, anak baru?”

Jihyun mengerjapkan matanya, sedikit bingung dengan kedatangan Sehun yang tiba-tiba, “Namaku Jihyun, Jung Jihyun.” Jihyun berbicara dengan nada yang terdengar gugup.

“Jung Jihyun, nama yang bagus. Kau tahu nona Jung, sejak kemarin dan khususnya hari ini kau sungguh menarik perhatianku.” Sehun menarik satu sudut bibirnya dan menatap Jihyun yang terlihat gugup.

Mendengar ucapan yang keluar dari bibir Sehun membuat Jihyun semakin gugup dan hanya bisa menundukkan kepalanya, ucapan Sungjae soal Sehun kemarin terus menerus terngiang di otaknya.

“Bisakah kau menatap orang yang sedang berbicara denganmu.” Ucapan Sehun yang terdengar tegas membuat Jihyun mengangkat kepalanya dan menatap Sehun yang sedang duduk dihadapannya. Sungguh sekarang Jihyun benar-benar berharap jika Sungjae dan Soo Young muncul dan menyelamatkannya dari situasi yang sangat tidak mengenakkan ini.

Namun tiba-tiba Jihyun merasakan seseorang kini duduk tepat disampingnya. Dan orang itu Kai, pria yang sudah lima kali menyelamatkannya di setiap situasi yang tidak mengenakkan.

“Jadi apa yang kau lakukan disini Oh Sehun?” tanya Kai dengan nada yang terdengar sinis.

“Hanya ingin berkenalan, benarkan Jihyun?”

Jihyun…Namanya Jihyun?

Raut wajah Kai berubah, sesaat Sehun mengucapkan nama gadis yang berada di sampingnya, namun Kai dengan segera kembali mengatur raut wajahnya.

“Kau sudah mengetahui namanya dan dia pasti juga tahu siapa namamu, jadi sepertinya sesi perkenalan kalian selesai.” Kai menatap Sehun dengan tajam begitu sebaliknya, wajah Sehun kali ini terlihat mengeras tidak seperti tadi.

Tatapan Kai beralih pada Jihyun yang kini berada di sampingnya, “Dan kau, kembalilah ke kelasmu.” Jihyun menganggukkan kepalanya dan membereskan perlengkapan makannya, lalu pergi meninggalkan Kai dan Sehun yang masih tetap beradu tatapan tajam.

Sepeninggal Jihyun, Kai dan Sehun masih tetap berada di tempat “Apa yang sedang kau rencanakan?”

Sehun menyenderkan tubuhnya pada kursi dan tersenyum miring, “Hanya ingin bermain-main.”

“Jangan melibatkan orang lain.” Kai terlihat mengepalkan tangannya dan sebisa mungkin menahan amarahnya.

Sehun bangkit dari duduknya dan kembali menampilkan senyuman sinisnya, “Kau yang lebih dulu melibatkannya.” Ujarnya lalu pergi meninggalkan Kai yang masih terlihat sangat emosi.

 

10 responses to “[Freelance] Isn’t Love Story – Heroes? #3

  1. gatau harus comment apa, yang penting harus lanjuttt. Aku aja bacanya sampe ngulang beberapa kali sambil ngebayangin hahahaha

  2. Joy sama Sehun sepupuan ternyata…. haha: v
    Kai udah nolongin Jihyun lima kali, motifnya blm kelihatan di chap ni. Sehun sama Kai sengit bgt sih… jdi ngeri sendiri.

  3. Pingback: [Freelance] Isn’t Love Story Chapter 2 – Met The Heirs | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: [Freelance] Isn’t Love Story Chapter 6 – The queen | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: [Freelance] Isn’t Love Story Chapter 4 – Promise | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Pingback: [Freelance] Isn’t Love Story Chapter 5 – Past | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. Pingback: [FREELANCE] Isn’t Love Story Chapter 7 – Dinner | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s