“Nerd” Monster Vers – @Baby_Boo04

13419214_925350910910669_4939175686453243819_n

NERD

.

@Baby_boo04’s Story line

.

||Oh Sehun, OC and Find Out By Yourself ||

.

R15+

.

|| School life, AU and Romance ||

.

1700 Words

.

|== Monster.Vers ==|

. 

Lucky One.Vers 

***

Drrtt

Suara getar ponsel menghentikan langkah Yumi yang baru saja keluar dari gerbang sekolahnya. Dilihat layar ponselnya itu, terdapat 1 pesan masuk dan terterana nama Mr.Park disana yang membuat Yumi memutar bola matanya malas. Ingin ia mengabaikan notifikasi ini tapi benaknya penasaran akan isi pesan dari laki-laki itu.

Masih melangkahkan kakinya Yumi membuka pesan tersebut dan deretan dari pesan itu membuat ia mengerutkan keningnya, heran.

‘Sweet heart kemarilah ada yang ingin aku tunjukan padamu❤’

Apa maksudnya? digedikan kedua bahunya tidak peduli, Yumi tidak lagi ingin peduli dengan apa yang akan Chanyeol lakukan. Kalian pasti penasaran akan hubungan kedua orang ini bukan, percaya atau tidak dulunya mereka adalah sepasang kekasih. Ya hubungan mereka harus berakhir 2 bulan yang lalu dan yang memutuskan hubungan itu sendiri adalah Chanyeol.

Gadis itu atau siapapun tidak ada yang tahu kenapa Chanyeol memutuskan hubungan mereka, ingin Yumi bertanya kenapa Chanyeol memutuskannya  tapi pria itu malah diam hingga Yumi menyimpulkan bahwa..

Dia tidak mencintaiku lagi.

Semenjak Chanyeol memutuskannya perlahan Yumi menjauh lalu menjadi sosok yang sensitive dan dingin terhadap siapa saja yang berhubungan dengan Chanyeol. Dan pengacakan kelas 1 bulan yang lalu menguntungkan Yumi untuk menjauh dari Chanyeol, ya sekarang Yumi berada di kelas 12-A.

Getaran ponsel kembali menyadarakan Yumi untuk bangun lalu mengubur kenangan lama yang cukup menyakitkan hatinya itu, kerutan samar Yumi tunjukan saat membaca sederet kalimat dari pengirim yang sama.

‘Kau akan menyesal jika tidak datang kemari sayang.’

Dengan terpaksa Yumi melangkah kembali menuju sekolahnya, ya ia tau dimana tempat yang Chanyeol maksud. Dimana lagi kalau bukan di basecamp basket yang sudah bertransformasi menjadi basecamp milik Chanyeol dan kawan-kawannya.

Sebenarnya apa mau laki-laki itu? bukannya ia yang menginginkan untuk berpisah tapi kenapa seminggu terakhir ini dia selalu mencari perhatian darinya? Apa laki-laki itu ingin rujuk kembali? Dan jika iya Chanyeol harus mengubur dalam keinginannya itu.

Akhirnya Yumi telah berada di depan pintu basecamp basket, sejenak Yumi ragu untuk masuk kedalam dan suara rintihan membuat Yumi mengerutkan keningnya heran. Oh apa yang pria jangkung itu lakukan?

Dengan kasar Yumi mendorong daun pintu hitam dihadapapnya itu, ia terbelalak dengan suguhan yang dilihatnya kini.

“Yah! Park Chanyeol, apa yang ku lakukan!?”

Chanyeol menghentikan kegiatannya itu lalu membalikan tubuhnya untuk menatap Yumi, sesegera mungkin pria jangkung itu nenunjukan senyuman terbaiknya. Tapi senyumannya itu memudar seiring Yumi melangkah cepat melewati Chanyeol begitu saja hanya untuk membantu pria yang saat ini tersungkur dibawah.

Yumi menatap tajam Chanyeol “Kau sudah gila huh!?”

Senyuman miring Chanyeol berikan “kenapa kau peduli padanya, sayang?”

Yumi menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar pertanyaan itu, sepertinya Chanyeol benar-benar gila. Dibantu Sehun yang sudah babak belur ini, Yumi bingung sebenarnya kenapa Chanyeol melakukan ini pada Sehun?

Perlahan Yumi membantu Sehun berjalan dengan melingkarkan tangannya dipingang laki-laki itu dan itu semua semakin membuat Chanyeol panas terbakar api cemburu. Dengan kasar Chanyeol mencengkram pergelangan tangan kanan Yumi.

“kenapa kau melakukan ini padaku, Lee Yumi?”

Sekilas Yumi mentap pergelangan tangannya yang ditahan Chanyeol lalu membalas tatapan pria jangkung  disampingnya itu.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Kenapa kau melakukan ini padanya, Park Chanyeol?” tanyanya dengan penekanan dan mengedikan dagu pada Sehun.

Chanyeol berdecak mendapat pertanyaan seperti itu, dia merogoh saku celananya lalu membanting beberapa lembar foto ke hadapan Yumi. Isi dari gambar didalam foto tersebut membuat Yumi mengerutkan keningnya. Apa Chanyeol marah karena hal itu?

Dipokuskan kembali irisnya pada Chanyeol, “wuah hebat sekali orang yang mengambil gambar itu,” sejenak Yumi kagum “apa kau marah hanya karena itu?” lanjutnya

Chanyeol terperangah “hanya kau bilang?”

Yumi sempat menelan salivanya kasar “Eo, bukannya kita tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi jadi aku bebas melakukan hal semacam..

Chup

.. ini Kepada orang lain.” Rahang Chayeol hampir saja jatuh melihat adegan reka ulang beberapa detik yang lalu itu,bahkan Sehun yang setengah sadar juga membuka kedua matanya tidak percaya.

“kau yang memutuskan mengakhiri semua kenapa kau yang merasa tersakiti tuan Park?”

Cengkraman yang melingkar kuat di lengan Yumi perlahan melonggar dan kesempatan itu Yumi manfaatkan untuk menarik tangannya dengan kasar tentuya. Dilangkahkan kakinya untuk keluar dari basecamp basket ini dan di ambang pintu Yumi sengaja menghentikan langkahnya.

“penyesalan memang datang terlambat bukan?” tutupnya sebelum benar-benar pergi bersama Sehun menyisakan Chanyeol yang masih diam memantung.

(***)

Sehun diam menyaksikan hal yang pernah dilakukan gadis itu kembali, ya Yumi mengambil kotak P3K yang sempat 3 hari yang lalu gadis itu lakuakan di UKS ini tapi kali ini bedanya gadis itu duduk berdampingan diranjang UKS dengannya.

Dengan kesal Yumi mengeluarkan alat-alat medis untuk megobati luka diwajah Sehun. Awalnya Yumi ingin mengabaikan laki-laki nerd ini yang telah menciumnya dengan sengaja beberapa hari yang lalu, tapi mengetahui bahwa dia adalah korban tidak berdosanya Chanyeol membuat Yumi dengan terpaksa mengobati Sehun.

Tanpa perasan gadis itu menekan cotton but pada luka diwajah Sehun hingga membuatnya meringis mendapat perlakuan pengobatan Yumi yang kasar ini.

Ahk..” Sehun memundurkan wajahnya, tidak kuat lagi dengan pengobatan Yumi. Tatapan garang Yumi berikan lalu ditekan kembali cotton but pada luka di tulang pipi Sehun. “AHK..” ringisan itu kembali lolos dibibir tipis Sehun dan membuat Yumi menghentikan pergerakan tanggannya.

“Yah! kenapa kau lemah Sekali huh?!” setelah mengucapkan kalimat itu Yumi kembali mengobati luka Sehun dan kali ini ia mengobati pinggir bibir pria itu yang sedikit sobek. Helaan nafas kasar yang gadis itu lakukan, “Seharusnya kau melawannya atau paling tidak menghindar bukannya menerima semua pukulannya, Bodoh!! Ah apakah memang kau benar-benar ahk

Yumi menghentikan kalimat yang akan ia ucapkan, oh ini seperti dejavu akan kejadian 3 hari yang lalu itu bedanya kali ini laki-laki nerd dihadapannya hanya memegang pergelangan tangan Yumi dan mendekatkan wajahnya. Waktu seolah berjalan perlahan bagi Yumi saat Sehun menatap kedua iris miliknya itu hingga membuatnnya terdiam.

“kau banyak bicara,” Sehun sengaja menjeda ucapannya “Ah, aku tidak bodoh seperti apa yang kau pikirkan hanya saja.. aku tidak mau mengotori tanganku ini untuk orang seperti dia.” Perlahan Sehun memundurkan wajahnya dan melepaskan cengkraman tangannya itu.

Dengan susah payah Yumi menelan salivanya dan dengan susah payah juga ia mengembalikan keberanianya “Ya-yah..” gadis itu bahkan bingung dengan apa yang akan ia bicarakan, bibirnya seolah kaku dan otaknya seolah buntu tidak seperti biasanya. Yumi bahkan menggit bibirnya sebelum mengucapkan apa yang ada dibenaknya.

“Yah! Jika kau tidak ingin aku mengataimu bodoh lagi setidaknya kau jangan pakai kaca mata bodohmu ini lagi.” Dengan kasar Yumi mengeluarkan kaca mata disakunya pada laki-laki nerd depannya itu lalu beranjak dan keluar meninggalkan Sehun yang masih diam.

Sehun terdiam, sejenak ia memperhatikan kaca mata yang nasibnya sama seperti tiga hari yang lalu. Kedua kaca dari kacamata ditangnya itu sudah pecah. Sudut bibir kanannya ia tarik keatas mengingat apa yang baru saja terjadi dengan kacamata dan wajahnnya ini. pria jangkung dan kasar itu yang melakukannya, memukul dengan semaunya tanpa rasa kasihan dan perasaan.

Awalnya Sehun tidak mengetahui kenapa Chanyeol melakukan itu padanya dan kehadiran gadis berambut panjang bergelombang dan manis itu membuat ia tahu alasan kenapa Chanyeol memukulnya.

Entah siapa yang memotret dirinya dengan Yumi yang tengah berciuman tiga hari lalu dan melaporkannya pada Chanyeol, yang Sehun ketahui kenapa Chanyeol memalukan itu karena dia cemburu.

Dipejamkan kedua matanya untuk menghilangkan apa yang terjadi hari ini dan bayangan seorang gadis cerewet yang membatunya tadi membuat ia membuka kedua matanya. Kerutan samar tercetak dikening Sehun sebelum sebuah decakan dan senyum simpul pria itu lakukan.

***

EPILOG

Prang

Suara pecahan gelas yang tidak sengaja pecah akibat terlalu kasar Chanyeol simpan di meja membuat sebagian orang yang duduk di sampingnya menatanap dan menjauhinya. Pria itu kesal dengan apa yang terjadi dengan dirinya hari ini, diambil botol didepannya itu lalu ia teguk isi dari botol itu dengan semaunya bahkan sampai berhamburan keluar.

Ia simpan kembali botol itu pada meja didepannya tanpa melepaskan pegangan erat botol itu, sejenak Chanyeol meruntuki apa yang dia lakukan dua bulan yang lalu pada kekasihnya yang sekarang sudah menjadi mantan kekasihnya itu. Sebuah hubungan yang harmonis harus berakhir akibat Chanyeol meragukan kesetiaan gadisnya itu.

Dia terlalu bodoh untuk mempercayai omongan orang yang mengatakan bahwa Yumi telah berselingkuh darinya. Chanyeol berharap dirinya bisa memutar waktu disaat dia mengatakan ingin berakhir dengan gadisnya sayangnya itu semua hanya sebuah angan-angan akan salah satu kebodohan Chanyeol.

Chanyeol menunduk meruntuki kesalahannya itu bahkan kedua tangannya dia gunakan untuk menarik rambutnya sendiri. Tidak, seharusnya Chanyeol bukan meruntuki kebodohannya ini tapi ia harus menjelaskan semua kebodohannya pada gadisnya itu.

Chanyeol menegakan tubuhnya, kepalanya yang mulai pusng dia abaikan. Kakinya ia langkahkan meskipun dengan tidak seimbang. Ya keinginannya sekarang ini hanya satu, meminta maaf pada Yumi dan meminta gadis itu kembali pada pelukannya.

Beberapa orang yang dilewati oleh laki-laki jangkung itu sempat ia tabrak dan tatapan tajam yang Chanyeol dapatkan dia hiraukan. Yang dia inginkan sekarang adalah bertemu dengan Yumi hanya itu.

Dia berhasil keluar dari ruangan bising itu dan suguhan lorong panjang dihadapannya membuat kepalanya semakin berat, dia menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berjalan kembali. Dedepannya dia melihat dua orang berpakain gelap melangkah cepat menghampirinya dan

Bruk

Dua orang itu dengan sengaja menabrak Chanyeol hingga membuat pria jangkung itu limbung dan terjatuh, setengah sadar Chanyeol mendengar omongan dari dua orang yang menabraknya itu.

“Bukannya dia orangnya?”

Salah satu dari pria berpakaian gelap dan berbadan tegap itu merogoh sakunya mengambil selembar foto lalu menunjukannya pada temannya.

“sepertinya benar dia orangnya.”

Seringaian dan satu kalimat  “ayo cepat kita habisi dia.” Menjadi penutup percakapan mereka.

Tanpa kasihan dan perasaan mereka meluncurkan bogem mentah pada wajah dan perut Chanyeol, setengah tersadar pria jangkung itu kesakitan. oh apa salahnya mendapatkan perlakuan seperti ini, beberapa kali Chanyeol berusaha untuk bangkit dan melawakan mereka tapi ia tdak bisa. Semua kekuatanya tidak mampu ia keluarkan akibat kepalannya terlalu berat bahkan untuk membuka kedua matanya saja dia tidak mampu, sangking pusingnya kepalanya itu.

Chanyeol pasrah dengan nasibnya ini, mungkin sebentar lagi dia akan merengangkan nyawa oh Chanyeol tidak peduli lagi.

“Stop.”

Sebuah intruksi dari suara berat menghentikan kegiatan dua orang yang tengah memukul Chanyeol. Dua orang itu mendapati seorang laki-laki bertubuh tinggi,berparas tampan tapi dingin menghampiri mereka, dengan santai laki-laki itu mendekat lalu dengan cepat mereka menunduk memberi salam.

“kerja bagus.” Pujinya itu hingga membuat mereka menunduk berterimakasih tak lama dua orang itu menegakan kembali kepala mereka untuk menatap bosnya seolah bertanya ‘apa yang harus mereka lakukan’ gedikan dagu menjadi jawaban. Mereka pergi meninggalkan bos dan orang yang sudah tidak berdaya dibawah.

Seringaian laki-laki tampan itu tunjukan, ya meski ada beberapa bekas luka di tulang pipi dan sudut bibirnya tapi itu semua tidak mengurangi kadar ketampan laki-laki itu.

owh, kau mengerikan.” Ucap salah seorang teman laki-laki itu, “kenapa kau tidak balas saja pukulan dia saja saat disekolah huh?”

Sejenak laki-laki itu diam dan memperhatikan wajah Chanyeol yang sudah sama bahkan lebih babak belur dengan dirinya, “Sudah aku katakan Kai-a, aku tidak mau mengotori tanganku untuk orang seperti dia.” Jawabnya dingin.

Kai mengidik ngeri “Kau benar-benar mengerikan, Oh Sehun.”

Tatapan tajam dan senyuman dingin pria itu suguhkan “Ini aku yang sebenarnya, Kim Kai.” Dan Kai  yang menyaksikan itu hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya.

FIN

Note: Yeah akhirnya! Mian kalo ini tidak memuaskan dan tidak sesuai harapan :3 kalo mau ada lanjutannya tergantung respon kalian juga ya raeder~ You give me your I give you mine. semua komentar kalian aku baca kok tapi maafkan gak bisa semuanya aku balas :3 Terimakasih ~

Jan Lupa mampir ke..

MaBoo!

Bonus Pict

Regards

 @Baby_Boo04

***

57 responses to ““Nerd” Monster Vers – @Baby_Boo04

  1. ayo lanjut kak…
    gk sabar nungguin cerita mereka selanjutnya🙂
    ditunggu moment sehun-yumi di skolah….

  2. bener kan si sehun nih “menyembunyikan” sifat aslinya dari orang lain.. yg tau ya cuma kai.. eum lanjutin aja seriesnya.. kan yumi belum tau aslinya sehun kyk apa.. penasaran juga ntar yumi bakalan gmn, tetep baik ke sehun ato malah jauhin sehun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s