Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird

d5991f38a049f66c6488ecc247e52b03

| Title : Hug In Baby Carrier | Author : bluelu bird | Cast : Kim/Oh Sang Eun, Oh Sehun, Oh Sang Hun, etc | Genre : Romance, Marriage life, Family, Comedy ( failed ) | Rating : PG 13| Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day | Triple Rain | Time To Have A Baby! | Is She Pregnant? | The Dad-To-be | You and Me Plus Him | New Start, New Obstacle (Part I) | New Start, New Obstacle (Part II) | Secret With Daddy! | First CandleGentleman’s Breakfast | Mission! Follow Mom (1) Airport And Plane | Hug In Baby Carrier

Personal blog :http://www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please.

Enjoy reading~

.

“Hoho, dia ingin dipeluk lebih erat!”

.

.

Sehun berjalan ringan dengan Sang hun di genggamannya. Keduanya riang karena fakta mereka berdua belum gagal dalam misi mereka-belum ketahuan oleh Sang eun. Mata Sehun yang tadinya terlihat riang kini terkesiap saat melihat sosok wanita yang dikenalnya tengah berbincang ramah dengan receptionist hotel. Tingkahnya kembali waspada. Ia mengecek ke arah Sang hun.

Jika dia melihat anak kecil laki-laki dan ayahnya, dia bisa langsung mengira itu kami.

Sehun berpikir sejenak, lalu ide konyol muncul di pikirannya. Ia berjalan cepat ke luar hotel, membuat Sang hun mengikutinya dengan kebingungan.

Soldier, kau akan bersembunyi di balik mantel appa. Mengerti?” Sang hun anya terdiam, mengangguk kecil. Pasrah dan setuju dengan apapun yang akan dilakukan ayahnya.

Sehun membuka mantel tebal dan panjangnya. Ia meminta petugas hotel membelikan baby carrier tertipis dan ternyaman -uga cukup besar yang kira-kira cukup untuk Sang hun-yang ada secepat mungkin, memberikan jumlah uang yang cukup banyak. Petugas hotel yang merupakan laki-laki yang maish terlihat muda itu terlihat bingung, tapi akhirnya menuruti Sehun.

Saat iia kembali dengan baik hatinya Sehun memberikan sisa uangnya pada si petugas hotel. Ia mengabaikan wajah menganga petugas hotel karena uang sisanya cukup banyak. Sehun sibuk memasang baby carrier di tubuhnya bersama Sang hun di dalamnya. Entah bagaimana tubuh Sang hun muat ke dalamnya, tapi kepalanya sedikit menyembul di balik leher mantel Sehun yang sudah ditutup hingga atas. Jadilah Sehun terus memegangi kerah mantelnay, menutupnya hingga atas.

Mantelnya terlihat mengembang, tentu, tapi tidak terlihat terlalu aneh karena syukurlah mantel Sehun memang didesign oversized.

Sehun berjalan dengan santai ke arah receptionist. Berjalan seolah tidak ada beban di pundaknya-yang sebenarnya ada, beban Sang hun.

Appa!” Sehun melirik sekilas ke bawah, ke dalam mantelnya.

“Apa masih lama?”

“Sebentar lagi.” Tanpa sadar karena terlalu sibuk melirik Sang hun pria itu menyenggol seseorang. Matanya membulat saat menyadari siapa yang disenggolnya dengan segra ia menaikkan tangannya, menggenggam bagian mantelnya semakin tinggi, semakin menutupi wajahnya.

Dari semua orang kenapa dia. Stay calm, Oh Sehun.

“Maaf,” gumam Sehun dengan suara yang dibuat-buat, lalu segera berlalu ke arah salah satu receptionist yang kosong tanpa menunggu tanggapan Sang eun. Wanita itu sedang menatapnya dengan sebelah alis terangkat, lalu hanya mengangguk sekilas pada akhirnya.

“Tak apa,” gumam Sang eun pada dirinya sendiri. Well, Sehun sudah berlalu dan tak bisa mendengarnya meskipun ia ingin mengatakannya pada Sehun, atau lebih tepatnya ke pria dengan badan menggembung ke depan yang baru saja menyenggolnya tanpa sengaja.

“Halo, tuan. Ada yang bisa saya bantu?” tanya wanita receptionist di hadapan Sehun ramah sambil tersenyum manis.

“Ya, aku sudah membooking kamar atas nama… ugh..” Sehun meraih cepat handphonenya, menuliskan sesuatu di sana, lalu menyodorkannya pada si receptionist untuk dibaca.

OH SEHUN

“Tentu, tuan Oh-“

“Tolong cepat!” Potong Sehun cepat, membuat si receptionist sedikit terkesiap. Tapi ia hanya tertegun sebentar sebelum kembali ke sosok ramahnya. Well, ia harus melayani Sehun dengan baik setelah mengetahui bahwa Sehun adalah Sehun, ya CEO muda dengan keluarga bahagianya. Ia tak ingin dipecat hanya karena complain dari seorang Oh Sehun. Meskipun pria itu bersikap aneh.

“Silahkan tuan. Ini kunci kamarnya,” ujar receptionist ramah sambil menyodorkan sebuah kartu pass.

“Terima kasih,” ujar Sehun masih dengan suara buatannya. Saat itu pula senyum receptionist muncul hanya untuk lenyap seketika. Wanita di hadapannya itu sedikit maju ke depan, memastikan sesuatu.

“Apa anakmu tak apa, tuan?” Sehun terkesiap mendengarnya, melirik sekilas ke arah Sang hun yang sedang tertidur dan kepalanya sedikit menyembul dari balik mantel Sehun.

Sehun melirik sekilas ke arah Sang eun. Istrinya yang berdiri dengan sedikit jarak di sebelahnya itu menatapnya dalam diam. Menyadarinya Sehun segera memalingkan wajah, tertawa getir.

“Haha, tentu. Tidak usah khawatir,” ujar Sehun getir sambil mendorong pelan kepala Sang hun ke dalam. Menyembunyikan kepalanya.

“Kenapa kau menyimpannya di dalam mantelmu?” Tanya si receptionist terdengar tak yakin. Menanyakannya saja aneh. Menyimpan anak di dalam mantel. Kedengarannya juga aneh.

“Haha, dia kedinginan.”

“Oh, kami bisa memberikan selimut hangat-“

“Tidak perlu. Permisi.” Sehun berjalan secepat mungkin, menghiraukan tatapan heran orang-orang di belakangnya.

Appa!” Sehun meringis mendengar rengekan Sang hun. Kebiasaan anaknya itu sama dengan ibunya, suka merengen jika sedang mengantuk.

Sehun menoleh cepat ke belakang. Orang-orang di meja receptionist masih menatapnya heran, penasaran. Terutama mendengar rengekan adari dalam jas Sehun.

Dan Sehun yang berniat menghilangkan tatapan aneh itu malah membuat semuanya bertambah aneh.

Pria itu melemparkan jempolnya ke mereka.

“Hoho, dia ingin dipeluk lebih erat!” Ujar Sehun keras dengan suara yang dibuat-buat. Setelahnya pria itu segera berjalan cepat ke kamar hotelnya.

“Aku pernah bertemu dengannya, tapi dia begitu cool waktu itu. Suaranya juga berbeda,” gumam receptionist yang tadi membantu Sehun pada temannya.

“Mungkin kau salah orang,” balas temannya.

Di sisi lain Sang eun menopang wajahnya dengan sebelah tangan, memikirkan tingkah aneh pria di sampingnya tadi. Lalu tawa kecil keluar dari bibirnya.

“Benar-benar konyol.”

***

“Oh! Selamat!” Ujar Sehun keras setelah pintu kamarnya tertutup rapat. Kali ini dengan suara aslinya.

Anehnya Sang hun tidak terbangun oleh suara keras ayahnya.

Sehun tersenyum senang, duduk di pinggir kasur. Pria itu melepaskan mantel oversizednya, melemparkannya sembarangan. Meninggalkan kaos putihnya dan baby carrier dengan Sang hun yang sedang tertidur di dalamnya.

Sehun berusaha melepaskan baby carrier. Berniat memindahkan Sang hun untuk tidur di kasur. Tak bisa dipungkiri, pundaknya mulai pegal.

Appa!” rengek Sang hun merasakan Sehun yang berusaha melepaskan baby carriernya.

Appa akan memindahkanmu ke kasur,” ujar Sehun lembut dan pelan.

“Tidak mau,” gumam Sang hun dengan suara seraknya.

“Sebentar.”

“Jangan dilepas!” Rengek Sang hun lagi. Anak itu merentangkan tangannya, melingkarkannya di tubuh Sehun. Tertidur dalam baby carriernya dengan posisi memeluk Sehun.

“Jadi appa harus terus membawamu di baby carrier ini?” 

Nihil. Sang hun sudah kembali terlelap dalam tidurnya. Sehun menghela nafasnya panjang, merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dan itu sama sekali tidak nyaman. Tidak dengan beban di dadanya. Beban dalam artian lugas. Berat badan seorang Oh Sang Hun.

“Seharusnya aku tidak pernah membawanya di baby carrier, huh..”

***

Halo! Ini terusannya yang kemarin. Lagi, harusnya ini lanjutan Mission! Follow Mom tapi karena hari ini pergi, gak bisa nulis panjang-panjang (gak nyaman nulis di hp)

Maaf banyak kekurangan

Thanks for reading

Personal blog : http://www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Regards,

bluelu bird

54 responses to “Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. Yeheet diupdate~~ makin hari makin ngegemesin lha ini ffnya😂😂 kapan sama gimana ya ntar ketauan sama sangeunnya.. keep writing deh~ fighting fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s