[Freelance] The Crazy Wedding (Prolog)

The Crazy Wedding

Tittle : The Crazy Wedding (Sinopsis)

Author : Hhayati_real

Twitter & Wattpad : @hhayati_real

WordPress : http://hhayatirealfiction.wordpress.com/

No Hp : 085345777921

Poster by : Cho.R ART Design

Main Cast : Sehun, Ulzzang Park Hye Min (OC) a.k.a Eun Ha Won

Other Cast : Member EXO, dll.

Genre : Drama, Romance, Family, Thriller, Crime, Hurt, Life, Love/Hate, Merriage-life.

Rating : PG-17

Disclaimer : Ini semua murni  ide cerita satya sendiri. Terinsiparasi dari kebanyakan cerita yang dibaca dari Wattpad. Don’t be plagiat. Original Story by Author. Author susah-susah bikin imajinasi tentang ini dan membangun mood yang kadang turun. Jadi diharapkan tidak membuat jengah dengan memplagiat hasil karya orang lain.

 

Sinopsis | Prolog | Chapter …

__________________

 

Prolog

 

-Ha Won POV-

Awalnya kabur, tapi lama kelamaan pandanganku semakin jelas. Samar-samar aku dapat melihat ketika sebuah cahaya putih masuk ke dalam mataku setelah sekian lama aku tenggelam didalam kegelapan.

Dimana ini?

Yang kulihat pertama kali adalah langit-langit sebuah kamar yang begitu aku kenali. Pelan-pelan aku mengibaskan pandangan ke sekeliling ruangan. Sebuah ruangan berwarna merah muda dan sekeliling kasurku ada banyak boneka. Bukankah ini kamarku? Astaga. Berarti aku sudah ada dirumah.

“Sshh.” Aku mendesah lirih. Aku tidak tau mengapa kepalaku pening luar biasa dan nafasku terasa sangat berat.

Tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara pintu terbuka, seorang wanita paruh baya membawa sebuah nampan berisi makanan masuk menghampiriku. Mom. Dia adalah Mom-ku.

“Kau sudah bangun?” tanya Mom yang berjalan menghampiri dan duduk disisi ranjangku.

“Hm.. aku haus, Mom,” kataku sambil menatap Mom.

Mom membantuku untuk duduk lalu menyerahkan air minum padaku. Aku menengaknya perlahan, tenggorokanku terasa sangat kering. Aku kembali menatap Mom, menuntut penjelasan dengan kejadian penculikan kemarin. Seolah Mom mengerti, ia menggaruk rahangnya perlahan.

“Mom..”

“Aku tau, tapi ini semua Dad-mu yang melakukannya. Setelah kau sehat, kita akan bicarakan semua. Kau mengerti! Jadi, sekarang lebih baik kau istirahat saja dan ini juga sudah malam. Dan sekarang makanlah!” Perintah Mom dengan tegas.

Aku mendesah kasar sambil menunduk lalu mendongak menatap langsung mata Mom, “Baiklah..” lirihku sambil mengambil piring makanan yang dibawa oleh Mom. Suap demi suapan aku masukan dalam mulutku, mengunyahnya perlahan hingga masuk ke lambungku. Mom masih belum pergi dari kamarku. Ia terus memperhatikanku makan.

Apa ada yang salah denganku?

“Kenapa kau menatapku seperti itu, Mom?” tanyaku pelan sambil meneguk minum.
Mom menggeleng pelan lalu berkata, “Tidak apa-apa. Mom, baru sadar sekarang kau sudah tumbuh desawa. Mengingat waktu kecil kau selalu saja merengek padaku meminta sesuatu.”

“Mom, apaan sih. Aku masih tetap Ha Won yang dulu, anak Mom dan Dad,” kataku pada Mom.

Aku bisa merasakan Mom sedang bersedih, tapi kenapa? Aku melihat matanya mulai berkaca-kaca. “Mom, ada apa? Kenapa kau hendak menangis?”

“Aku hanya merindukanmu, nak. Karena kau sudah selesai makan maka kau harus minum obatmu.” Jawab Mom sembari menyerahkan beberapa pil obat dan segelas air padaku.

Setelah selesai meminum obat, Mom menyuruhku kembali tidur. Aku hanya diam dan menuruti perkataannya. Terlalu banyak pertanyaan yang berkecambuk dalam benakku. Dari insiden kemarin hingga sikap Mom yang aku rasa aneh. Sudahlah, lebih baik aku tanyakan besok saja. Aku pun memejamkan mataku beralih pada dunia mimpi.

****

Neetttttt

Bunyi keras alaram digital tepat pukul 7 pagi. Dengan sepenuh tenaga aku bangkit dari alam tidurku yang begitu nyenyak. Rasa pusing menghilang berganti dengan kantuk menyergapi tubuhku. Tapi, logika menentangku.

Dengan malas aku terduduk di tepi ranjang, masih mengumpulkan sisa kesadaran aku menghela napas panjang. Aku menatap kosong kearah luar jendela. Sinar matahari masuk diantara celah-celah tirai.

Perlahan aku bangkit dan berjalan kearah kamar mandi. Seperti biasa melakukan ritual pagi selama aku hidup. Astaga. Aku lupa, bukankah semua peralatan mandiku dibawa saat itu. Lalu sekarang? Tunggu..

Dengan cepat aku berbalik, mataku menulusuri setiap sudut ruang kamar ini. Kemungkinan besar koper juga sudah ada disini. Dan.. Binggo! Disudut kanan dekat lemari hias. Hell, yeah… aku harus kembali berurusan dengan koper dan mengeluarkan isinya terlebih perlengkapan mandiku.

This!

Setelah menemukannya aku bergegas kembali dan mandi dengan tenang sebelum ketenangan itu dihancurkan seseorang.

****

“EUN HA WON…” teriak seseorang dari luar kamar.

Suara itu lagi. Oh ya, tadi sudah sempat aku bilang bukan sebelum mandi dan inilah orangnya. Orang yang selalu mengusik ketenanganku. Siapa lagi kalau bukan Byun Baek Hyun.

Byun Baek Hyun. Ya itu adalah namanya. Orang terdekatnya memanggil dia dengan Baekhyun tapi tidak denganku aku sering memanggilnya Baek. Bukan karena wajahnya seperti bebek..hihi Itu karena aku terlalu malas memanggilnya terlalu panjang dan alhasil itu lah aku menyebutnya.

Kalian bertanya siapa dia dan apa hubungannya denganku?

Dia adalah sahabat sekaligus kakak sepupu yang paling dekat denganku. Karena perbedaan umur yang lumayan jauh denganku membuat kami cepat akrab. Dia sudah aku anggap seperti kakakku sendiri. Dan bertanya siapa dia sebenarnya dia pria berumur 26 tahun. Seorang pengusaha muda yang menjabat sebagai CEO dari B3 Group. Karir yang menjulang di usia muda namun kisah cintanya sangat tragis dan memilukan. Banyak rintangan yang dia hadapi untuk meraih cintanya.

“APA BAEK?” jawabku sambil berteriak.

BRAKKK

Pintu kamarku terbuka. Disana ada Baekhyun yang tengah berdiri sambil mengacak pinggangnya. Terlihat jelas wajahnya memerah menahan marah. Siaga satu!

Derap langkahnya terdengar jelas menghampiriku. Saat ini entah kenapa nyaliku menciut seketika melihat wajah Baek. Aku menelan ludah dengan susah payah. Dia semakin dekat dan tangannya mengangkat keatas seakan hendak..

“HAHHAHHAA….”

Menamparku…

“Kenapa kau? Kau kira aku hendak menamparmu?” tanyanya sambil tertawa lalu tangannya turun mengelus puncak kepalaku.

Sial! Kena tipu…

“Kau…”

Belum sempat aku bicara dia sudah memotongnya dan menimpaliku kembali, “Kau itu lucu sekali. Dan aku peringkatkan sekali lagi, panggil aku oppa. Umur kita berbeda dan aku lebih tua darimu,” katanya seakan tak terima.

Aku terkekeh geli mendengar penuturannya, “Rupanya kau baru menyadarinya ya bahwa kau itu sudah tua..”

“Shit! Dasar kau… sudahlah, aku tidak mau tau kau harus memanggilku oppa dan sebaiknya kita cepat turun. Sarapan sudah siap,” ujarnya sambil mengumpat.

Huh~~

“Iya.. Iya..” jawabku seraya mengekor pada Baek.

Oh ya, kita belum berkenalan lebih lengkap bukan..ahhaha. Baiklah.. Baiklah… Mari perkenalkan namaku Eun.Ha.Won. Orang-orang di sekitarku memanggilku Ha Won, bahkan ada yang hanya memanggilku Won. Saat ini aku baru menginjak usia 20 tahun. Aku salah satu mahasiswa di salah satu Universitas terbaik di Seoul.

Yup, aku adalah anak dari Eun pemilik perusahaan terbesar di Seoul. Walaupun begitu orang tuaku tidak pernah memanjakan-ku dengan harta yang berlimpah, aku anak bungsu dari 3 bersaudara. Anak yang pertama bernama Eun Jae Hyun, lalu yang kedua Eun Ji Sung. Mereka berdua sangat menyayangiku karena hanya aku perempuan diantara mereka berdua.

Mengenai tentang diriku sendiri?

Aku hanya seorang gadis yang ingin kebebasan. Maka dari itu aku kabur ke pulau Jeju selama libur semester, tapi apa dikata perintah yang Mulia Eun sudah dititahkan pada pengawal-pengawal itu dan akhirnya aku terdampar disini..

Bentuk fisik?

Jangan ditanya.. -_- Biar badan aku terbilang mungil tapi aku cantik dan kulitku putih kok.

Sifat ?

Aku baik, pinter dan perhatian, hanya saja… Kalau mood-ku lagi buruk, jangan pernah mengangguku sama sekali. Biarkan aku menyendiri. Jadi jangan ngerusak mood-ku. Tapi satu hal yang selalu bisa bikin aku kalah yaitu aku gak tega lihat Mom nangis. Aku berasa jadi anak durhaka kalau buat Mom nangis.

Dan disinilah aku sekarang, makan bersama Mom, Dad, anak satu manusia bawel. Siapa lagi kalau bukan Bebek. Upss! Baekhyun Oppa..hehhee

****

-Sehun POV-

Sial! Ini sudah jam 7.30 dan itu artinya 30 menit dari sekarang meeting sama klien. Aish!! Hampir telat. Oh God! Ini semua gara-gara Mom. Coba aja Mama gak nyuruh aku ke rumah dan ngebahas masalah… yeah, perjodohan konyol itu, ini semua gak bakalan terjadi dan yang pasti aku tidak akan lembur dirumah untuk menyelesaikan berkas meeting pagi ini.

“Ah Tuhan. Apa tidak bisa waktu kau undur dulu.” Gumamku kesal sambil berjalan kearah kamar mandi.

****

Ya, disinilah aku sekarang dengan keterburu-buruan masuk kedalam kantorku sendiri sambil menenteng tas beberapa file yang sudah aku siapkan malam tadi. samar-samar aku dapat mendengar para karyawan wanita tengah membicarakanku.

Pak bos tiap hari makin tampan, ya..

Aduh, tingginya itu loh… bikin pengen punya pacar kayak dia..

Wajah bikin aku gemes tau gak..

Makin cinta deh sama Pak Bos..

Contohnya seperti itu. Terkadang aku terkikik geli mendengar pujian-pujian para karyawan wanita dikantor. Namun ya, mau bagaimana lagi kenyataannya seperti itu..hahha

Ting!

Pintu lift khusus CEO terbuka dan aku langsung bergegas masuk kedalam. Aku hampir lupa dengan deadline time untuk meeting pagi ini.

****

Setelah meeting itu selesai. Kini aku berhenti sejenak, memikirkan perkataan Mama tadi malam. Apa pikiran Mom sedang buruk ya. Kenapa seperti meragukan pesonaku saja untuk mendapatkan seorang wanita. Begini-begini juga banyak yang melirik.

Siapa wanita yang dimaksud Mama? Apa yang Mom lihat dari wanita itu? Jujur saja, aku masih belum bisa melupakan dia sepenuhnya. Setelah penghianatan itu, aku benar-benar menutup hatiku untuk orang lain.

Bagaimana menurut kalian jika kekasih kita ternyata berselingkuh dengan sahabat kita sendiri? Aku merasa seperti orang yang paling bodoh untuk mengetahui paling akhir perselingkuhan itu.

Persahabatan? Percintaan? Aku tak tertarik sama sekali, luka yang aku rasakan masih belum terobati. Jadi lebih baik aku memfokuskan diri pada pekerjaanku saja.

Tok…Tok… Tok…

Aku mengerutkan keningku sesaat. Bukankah jadwalku kosong setelah meeting? Siapa yang bertamu?

“Masuk!”

“Sorry Mr. di luar ada Mrs. Oh datang ingin menemui anda,” ujar Kim memberitahu Mama dating ke kantor.

“Suruh Mama masuk!”

Tidak biasanya Mama datang ke kantor pasti mau membahas yang kemarin malam lagi. Tidak mungkin Mama punya pembahasan yang lain selain itu.

“Hai, nak..” sapa Mama. Aku benar-benar mencium sesuatu yang aneh dari anda bicara Mama.

“Ada Ma? Tidak biasanya Mama datang ke kantorku.”

“Kau ini.. Mama hanya merindukanmu..hihi,” ujar Mama sambil nyengir kuda.

Aku menatap Mama serius tak berapa lama Mama akhirnya menunjukkan wajah seriusnya padaku. Kini aku menghela napas panjan.

“Kau sudah tau bukan maksud Mama datang kesini.”

“Ma, bari aku waktu paling tidak seminggu untuk memikirkan rencana mama itu. Aku tidak bisa langsung menerimanya begitu saja. Bahkan aku tidak tau siapa nama calonku itu sendiri.” Baru kali ini ucapanku terdengar panjang didepan Mama. Lihat saja wajahnya seperti tak percaya dengan ucapanku barusan.

“Akhirnya.. Mama piker kamu cumin bisa kalimat pendek tapi sekarang Mama percaya kamu bisa cerewet juga ya..hahha,” Mama malah tertawa sekarang. Mama ini aneh tau tidak sekarang.

“Ma, jangan kebanyakan ketawa nanti dikira..”

Mama melotot padaku, “Kira apa? Gila maksud kamu? Astaga. Kenapa Tuhan mempercayakan aku anak sepertimu…”

“Tapi aku gantengkan, Ma.”

“Ganteng-ganteng tapi single. Mana ada yang begitu seharusnya kamu sudah punya pasangan.”

Jlepp!!

Perkataan Mama benar-benar tertancam di uluh hatiku. Bagaimana bisa Mama mengejek aku tak punya pasangan. Huh!

“Terus, Mama mau apa?”

“Mama mau kamu menyetujui perjodohan itu.”

“Kalau aku menolak, bagaimana?”

“Tidak ada penolakan sama sekali. Kalau kamu ngelawan Mama, lihat saja nanti palingan Papa kamu yang bertindak. Selagi Mama memintamu secara baik-baik, jadi lakukan saja.”

“Aku belum siap. Tapi… aku mau mengenal calon dari Mama itu.”

“Kamu tidak bohongkan?”

“Hem..”

“Syukurlah!!! Kalau begitu lusa nanti kita makan malam dirumahnya ya. Kamu kosongin jadwal malam itu. Kamu ngerti!”

“Kenapa jadi lusa? Kenapa gak minggu depan saja sih Ma?”

“Mama gak mau tau, pokoknya lusa. TITIK.” Ujar mama penuh penekanan.

“Ya ya ya.. terserah Mama saja, percuma aku melawan.” Sahutku lagi.

“Makasih ya sayangnya Mama. Nanti Mama kirimin alamatnya. Mama pergi dulu, Bye sayang.”

Setelah pemberitahuan itu Mama langsung pergi. Ya seperti itulah Mama selalu penuh kejutan dan kejutannya kadang membuat orang lain kesal. Tapi mau bagaimana pun dia tetap Mamaku, orang yang melahirkan dan menyayangiku.

****

Author POV

“What!!” pekik Ha Won pada Mom.“Jangan bercanda deh, Mom. Aku baru kuliah semester 4. Mom malah bercanda seperti ini. Nggak Lucu tau,” lanjutnya masih dengan wajah kesal.

Siapa yang tidak kesal setelah insiden penculikan yang didalangi Dad-nya sendiri dan sekarang malah dapat kabar rencana perjodohan ini. Perjodohan? Sekarang sudah zaman modern gitu, sudah era globalisasi, masa iya masih ada yang namanya perjodohan.

“Siapa yang becanda sih, Ha Won,” jawab Mom terkikik geli. Lucu rasanya melihat wajah anak bungsunya shock seperti ini. “Mom kan cuma memberitahu kamu aja, yak an Dad?” lanjut Mom dengan santainya. Sekarang Mom seperti mengajak suaminya berkerja sama untuk meyakinkan Ha Won.

Ha Won menatap Mom dan Dad secara bergantian. Kerutan yang ada di keningnya berlipat saking kesalnya, “Maksud Mom Cuma itu apa?”

“Dad tidak mau tau, alasan apapun itu yang ingin kamu lontarkan tidak akan mengubah keputusan Dad,” Dad mulai menampakkkan sifat otoriternya setelah Ha Won menolah keputusan Dad yang ingin menjodohkanku dengan anak temannya.

Ha Won mendesah pasrah dengan keadaan, “Terserah aja deh, percumakan kalau melawan selalu Dad dan Mom juga yang menang.”

“Keputusan Dad sama Mom udah fix, Ha Won.” kata Dad. “Jadi jangan berbuat ulah, kau mengerti!”

Gila! Mimpi apaan coba kemarin, kenapa tau-tau dapat berita kayak gini, keluh Ha Won dalam hati. Dipejamkannya matanya. Pikirannya menerawang jauh. Tak lama kemudian dibukanya kedua matanya dan perlahan menghembuskan napasnya dengan keras.

“Oke,” kata Ha Won akhirnya, membuat kedua orang tuanya tersenyum. “Aku akan menuruti permintaan kalian untuk menerima perjodohan ini. Tapi jika aku dan orang itu tidak merasa cocok maka kami boleh membatalkannya,” lanjutnya lagi walau dengan berat hati.

“Dan lusa malam kamu gak boleh kemana-mana, keluarga temen Dad akan makan malam disini dan berkenalan denganmu. Jadi kamu siap-siap ya,” kata Mom sambil tersenyum menggoda, membuat Ha Won memutar kedua bola matanya. Dia hanya diam lalu menganggukkan kepalanya, terlalu lelah untuk berdebat dengan kedua orang tuanya.

****

“Hun, kata aunty itu beneran ya? Katanya kau mau dijodohkan?” tanya seorang pria yang masuk kedalam ruangan Sehun tanpa permisi.

“Apaan sih In, gak usah banyak tanya.” Jawab Sehun pada pria yang dipanggil In. Kim Jong In sepupu sekali atau istilah lain dari anak adik Papa-nya, dia juga menjabat sebagai Menejer keuangan di perusahaannya.

“Yah, ngambek nih? Gimana orangnya cantik gak?” tanyanya penasaran.

“Namanya aja gak tau, apalagi wajahnya. Dodol banget sih!” sahut Sehun kesal.

“Enak aja ngatain orang. Boleh gak lusa nanti aku ikut?” kata Jong In sambil melirik Sehun yang ternganga mendengar kata terakhirnya.

Ikut?

“Untuk apa?”

“Cuma pengen tau aja, gadis seperti apa yang bakalan di jodohin denganmu.” Katanya lagi sambil nyengir kuda.

“Nggak boleh. Lebih baik sekarang kau kembali bekerja. Bukankah deadline bulanan besok sudah jatuh tempo?”

“Aisshh!! Baiklah BOS, aku kembali kerja sekarang. Nanti kalau merried, undangannya jangan lupa..hahaha.”

Setelah mengejek Sehun, Jong In pergi dari ruangan itu. Sehun menyenderkan kepalanya di kursi. Pikirannya benar-benar kacau. Ia masih menerka-nerka seperti apa sosok gadis yang dijodohkan padanya.

****

Dua hari kemudian Ha Won mendapati ada dua orang lain di rumahnya selain kedua orang tuanya sendiri dan tanpa di perkenalkan pun dirinya sudah tau bahwa mereka adalah orang tua dari laki-laki yang akan dijodohkan dengannya nanti.

“Hallo sayang, ini pasti yang namanya Ha Won ya?” tanya wanita cantik itu.

“I..Iya.. Aunty…” jawab Ha Won tergagap yang menggundang gelak tawa semua orang disana.

“Santai aja sayang. Aunty gak akan makan kamu kok, jadi gak usah gugup gitu.”

“Iih, Mom apaan sih.” Elak Ha Won.

“Yang dikatakan Mom kamu benar sayang.”

Ha Won menunduk menyembunyikan semburat merah dipipinya. Berhadapan dengan orang tua calon tunangannya.

“Oh ya, Namanya Oh Sehun. Dan maaf ya calon tunangan itu kamu datangnya telat.”

“Hah! I..Iya.. gak apa-apa kok, Aunty.”

“Memangnya kemana?”

Belum sempat Aunty menjawab tiba-tiba terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah.

“Mungkin itu dia,” kata Aunty.

“Dia siapa? Jae Hyun oppa atau Ji Sung oppa?” tanya Ha Won.

“Kamu ini. Mereka berdua lagi ngurusin bisnis Dad di Amerika sama London. Yang kami maksud calon tunangan kamu.”

“Selamat malam semuanya.”

****

Setelah berbincang-bincang di ruang tamu cukup lama. Orang tua mereka berdua pun menyuruh Sehun dan ha Won untuk mengobrol berdua di gazebo halaman belakang rumah Ha Won.

Dan disinilah mereka berdua sekarang. Saling berhadapan dan berdiam diri dengan pemikiran mereka masing-masing. Sampai kemudian Sehun mencairkan suasana.

“Huh! Jadi bagaimana sekarang?” tanya Sehun dengan santai.

“Mana aku tau. Aku pusing memikirkan ini semua. Aku masih kuliah belum selesai masa sudah nikah apalagi karena perjodohan gila ini.” Kata Ha Won membuat Sehun terperangah mendengarnya.

“Benar,” kata Sehun sambil berdiri lalu menyandarkan punggungnya ke pagar gazebo.

“Kamu bukan tipe saya,” lanjutnya.

Ha Won melongo mendengar perkataan pria didepannya ini. “Memangnya kamu pikir, kamu itu tipe aku. Hell no!! Jangan mimpi!!! Aku mau kamu nolak acara perjodohan ini.”

“Ya ya ya… siapa juga yang mau di jodohin sama perempuan kayak kamu. Manja!”

Setelah mengatakan itu Sehun berlari masuk ke dalam rumah menghampiri sang Mama. Sementara Ha Won malongo sesaat namun ia segera mengejar Sehun masuk ke rumah.

“Nah ini dia pasangannya. Ada yang ingin kami beritahukan.” Kata Dad sambil menatap Ha Won dan Sehun bergantian.

“Memangnya ada apa, Dad?” tanya Ha Won bingung.

“Begini sayang, kamu sama Sehun minggu depan bakalan tunangan dan acaranya udah di handle sama Mama dan Mom kamu. Jadi kamu sama Sehun tinggal terima beres aja.”

“Tapi..”

“Iya, Ma. Sehun sama Ha Won udah setuju kok.”

Ha Won menatap Sehun horror. Bagaimana tidak bukankah dia bilang tadi bahwa dia bukan tipe perempuan yang dia inginkan, lalu sekarang kenapa dia mengiakannya.

“Baiklah kalau begitu. Kita ketemu lagi minggu depan ya sayang.” Kata Mama pada Ha Won.

Ha Won masih diam tak percaya dan hanya mengangguk mengiakan jawaban Mama Sehun. Sedangkan Sehun melirik kearah Ha Won yang terdiam dengan jawaban yang ia berikan tadi. kedua sudut bibirnya terangkat melihat wajah Ha Won yang kusut. Menggemaskan, pikirnya.

 

5 responses to “[Freelance] The Crazy Wedding (Prolog)

  1. Kyknya aku uda prnah baca di blog sebelah…tpi lupa udah komen apa lom😯😯😯 anehnya kok sehun tiba2 setuju ya??

  2. Aku udah pernah baca diblog sebelah, dan pertnyaan nya masih sama.
    Kok bisa Sehun tiba2 setuju? Kayaknya ada hal besar yg bakalan terjadi dan aku masih menunggu kelanjutannya.

  3. Ini dia yang aku cari dari tadi siang. Aku kesana-kezini menyambangi setiapp blog untuk mencari sang pujaan hati#apalah#. Nggak mau berbasa-basi aku udah cari2 ff member exo yg genrenya married, karena stokku udah menipis. Dan akhirnya nemu prolog ini, walaupun masih prolog aku bakal nunggu chapternya dirilis sama author. Keep writing ya thor, tak tunggu kelanjutaan ffmu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s