[Freelance] Rapunzel and The 12 Forces (Prolog)

RAT12F [copy]

Tittle : Rapunzel and The 12 Forces

Author/Twitter : Light Bi (@faniaarr12)

Cast : EXO’s Oh Sehun — OC’s Annabeth Jung —Akan bertambah seiring chapter berjalan

Genre : Romance — Sci-Fi — Drama — Hurt/Comfort — Fantasy

Rating : PG-12

Length : Chapter

Disclaimer : Terinspirasi dari dongeng ‘Rapunzel’. Semua cast EXO milik Tuhan, agensi, dan orang tua mereka masing-masing. Kecuali OC. Hope you like this ^^

——

Rapunzel tumbuh terisolasi dari dunia luar dan menjalani kehidupan asosial. Semua itu karena penyihir tak ingin ada orang lain yang tahu keajaiban rambut emas Rapunzel.

——

Wanita itu berjalan menyusuri koridor nan sepi. Ketukan stiletto hitam dengan lantai marmer menjadi satu-satunya pengisi suara dalam keheningan. Surai hitam digelung ke atas, menampilkan leher jenjang putihnya. Dia tak begitu tampak seperti wanita berumur pertengahan empat puluh dengan sneli putih yang membalut tubuh tingginya. Masih tampak muda dan bergairah.

Langkah kedua kaki itu terhenti tepat di depan sebuah pintu. Setelah menekan sebuah tombol, sesuatu berbentuk kotak muncul dari dalam dinding, memberi sang pemilik sebilah pisau berukuran sedang. Wanita itu hendak menggores jari lentiknya, namun terhenti ketika seseorang berseru dari arah lain.

“Profesor Jung!”

Wanita itu—Annabeth Jung menoleh. Tangannya yang menggenggam pisau turun ke bawah. Dia pandang lelaki jangkung yang masih mencoba melangkah lebih dekat. Lelaki itu memberikan seulas senyum tipis seperti biasa, tidak terlalu datar juga tidak terlalu ceria.

“Ada apa, Prof. Oh?”

“Ini serum yang anda minta.” Katanya sembari memberikan sebotol kecil berisi cairan biru pada Anna. Wanita itu mengangguk dengan senang hati menerima benda yang telah dia pesan pada Oh Sehun kemarin. “Baik. kau bisa pergi. Tetap awasi eksperimen 402, kuperhatikan kemampuannya menurun akhir-akhir ini.”

Sehun mengangguk sopan lalu pamit pergi seperti apa yang diperintahkan oleh Anna. Setelah memastikan Sehun menghilang di ujung koridor, dia kembali pada tujuan awalnya. Sedikit goresan dari pisau tajam itu melukai ujung telunjuknya dan keluarkan darah segar. Dia menempelkan telunjuknya yang berdarah pada sensor kunci. Tak butuh waktu lama, pintu terbuka menjadi dua, memberi akses selebar-lebarnya untuk Anna masuk. Setelah pintu pertama tertutup, di depan terdapat satu lagi pintu dengan model yang sama. Pintu itu dilindungi dengan kunci yang sama sekali tak berbeda, darah Anna. Begitu sensor mengenali darahnya, pintu kembali terbuka. Terhitung terdapat empat pintu di sana, namun hanya dua pintu pertama yang memiliki kunci keamanan.

Anna sampai di sebuah ruangan yang cukup luas. Tak ada lagi pintu. Ruangan itu begitu tertutup tanpa ventilasi sekecil apapun. Hening dan terlalu hampa. Adalah pendeskripsian yang tepat untuk menggambarkan ruangan serba putih itu. Terdapat beberapa netscreen menggantung di dinding, mesin-mesin raksasa tampak mencolok, dan kabel-kabel menjuntai terhubung pada sebuah tabung di tengah ruangan.

Ada seseorang di dalam sana. Di dalam tabung. Dia memejamkan mata tampak begitu damai. Surai pirangnya menjadi pasangan serasi dengan kulit putihnya, hidung mancung, bibir mungil semerah ceri. Pahatan yang teramat sempurna untuk gadis berumur 20 tahun seperti dirinya. Yeah, Anna hitung tahun ini gadis itu telah berumur 20 tahun.

Anna mendekat bersama segurat senyum yang sangat jarang dia berikan pada orang lain. Tangannya menyentuh kaca tabung, mengamati lebih jelas bagaimana rupa menawan gadis itu. Dalam keheningan yang begitu lama menyeruak, Anna bergumam lirih, “Waktu terlewat tanpa kau sadari…” jari-jarinya mulai mengetuk-ngetuk kaca. Seiring waktu berlalu—seperti yang dia katakan tadi, ingatannya juga telah memudarkan suara kecil gadis itu dulu. Dia tak lagi ingat bagaimana suaranya, bagaimana tawanya.. atau bahkan tangisan kecilnya. Seolah waktu benar-benar menggerus habis semua dari otaknya.

Kemudian dia keluarkan serum yang beberapa saat lalu berpindah ke tangannya. Diapandanginya botol itu sejenak, memutar-mutar dengan gerakan perlahan, dan tersenyum lagi “Bagaimana jika kau bangun, dan memberiku suara dewasamu?” ia menghentikan putarannya pada botol itu, lalu memandang gadis yang masih tertidur di bawahnya.

“Sudah saatnya kau bangun, sayang.”

**

Dia merasakan kekosongan. Semua gelap dan terasa mengerikan. Tak ada apapun, tak ada siapapun. Perasaan takut merambat hingga ubun-ubun, memberi bara panas di sekujur tubuh. Dia seolah merasa berada di neraka, dengan api kasat mata yang menggerogotinya perlahan. Terlalu rumit untuknya mengerti apa yang tengah terjadi, dia hanya anak berumur sebelas tahun yang tak paham apapun. Pikirannya tak dapat menerima semua rasa sakit yang memberinya penderitaan terlalu lama. Dia ingin sekali keluar dari kegelapan ini, lepas dari rasa panas yang menjalar, dan bebas dari rasa takut akan kesendirian.

‘Waktu terlewat tanpa kau sadari…’

Dia tercenung. Kembali mendengar suara wanita yang sama sekali tak asing lagi. Suara wanita yang sering mendayu di telinganya. satu-satunya suara yang menjadi teman kesendiriannya selama ini.

‘Bagaimana jika kau bangun, dan memberiku suara dewasamu?’

Dia ingin sekali melihat wanita itu. ingin sekali melihat wujudnya. Dengan begitu semua akan menjadi semakin nyata, bahwa ada orang lain dalam kegelapan ini. Bahwa dia tidak sendiri.

‘Sudah saatnya kau bangun, sayang.’

Namun sekuat apapun dia berusaha, dia tak kunjung melihat orang lain. Tak kunjung melihat setitik cahaya yang kan menjadi secerca harapannya. Dia rindu ibunya, rindu ayahnya, merindukan padang rumput nan hijau di belakang rumah. Semua rasa rindu itu menumpuk bersama rasa sakit yang ia terima semakin waktu terus berlalu.

Dan dia rasakan sesuatu menyerbu masuk, memaksa tuk menerobos tubuhnya. Gelenyar rasa aneh datang. Begitu panas, lebih panas dari sebelumnya. Ketika dirinya berpikir akan terpanggang karena rasa panas itu, kemudian sensasi dingin menyelimutinya. Terasa nyaman di awal, namun menyakitkan saat sensasi itu tak kunjung menghilang. Dan ketika dirinya kembali berpikir akan membeku karena rasa dingin itu, sesuatu seperti menyedotnya. Jiwanya seakan terangkat dan melayang bagaikan angin yang berhembusan. Terus berulang seperti itu.

Hanya ada satu pertanyaan yang bergumul di pikirannya.

Kapan ini semua akan berakhir?

**

Sehun memandang datar seorang pria berambut merah dari balik kaca. Pria itu tak melihatnya, tentu saja. Tidak ada satupun dari bahan percobaannya yang melihat bagaimana rupa para peneliti, termasuk Oh Sehun. Dia bersedekap, memperhatikan bagaimana pria itu mencoba bertahan dari berbagai serangan yang dilampirkan padanya. Pria itu dengan sekuat tenaga, tampak sekali berusaha mati-matian keluarkan api dari tangannya. Barang sepercik saja, maka itu akan menyelamatkannya dari ruangan gila itu.

Sehun tahu ini—benar-benar—sebuah penyiksaan. Siapapun tak akan mengelak itu. Tapi bagaimanapun, dia harus mendorong agar kekuatan itu keluar dari tubuh pria berambut merah di sana. Mudahnya, dia diberi nama eksperimen 402.

Setelah ratusan kali mencoba, akhirnya sepercik api muncul dari telapak tangannya. Otomatis Sehun segera menghentikan panah-panah yang keluar dari dinding setelah menekan sebuah tombol. Sehun memerintahkan pada para perawat untuk membawa pria yang beberapa detik lalu baru saja ambruk tak sadarkan diri di atas lantai untuk di bawa ke lab.

Di lab, Sehun menyuntikkan dua botol cairan bewarna merah terang dan tiga botol cairan bening. Ia menunggu hingga merasakan ruangan menjadi panas. Tentu, hawa panas itu berasal dari eksperimen 402. Sehun mengangguk pada dua orang perawat bermasker, memberi tanda agar eksperimen 402 di bawa kembali ke kamarnya.

Sehun keluar dari lab. Dia mengangkat kedua kakinya untuk beranjak menuju ruang kerja miliknya. Setelah sampai, Sehun menghempaskan diri di atas kursi begitu saja. Membiarkan rasa letih untuk lepas dari tubuhnya. Ia menyandar dan pejamkan mata. Ruang kerjanya adalah satu-satunya tempat yang nyaman untuk beristirahat. Tidak ada orang lain. Hanya dia seorang. Sehun tak terlalu suka berada bersama orang lain sebetulnya. Tidak bisa dibilang anti sosial, juga tidak bisa di bilang introvert. Sehun tak seburuk itu dalam bergaul. Hanya saja sedikit tak nyaman.

Karena sendiri lebih baik.

Dia menghembuskan napas panjang. Pikirannya melayang pada sesuatu yang hampir-hampir dia lupakan selama beberapa tahun ini. Sehun menegakkan tubuhnya lalu membuka laci meja. Ada tumpukan map berisi dokumen-dokumen penting di sana, juga sebuah kotak kayu persegi panjang. Tangannya bergerak memungut kotak tersebut dari dalam laci. Kotak kayu yang masih tampak bagus dengan ornamen-ornamen bunga sebagai penghias.

Sehun membuka kotak itu, dan menemukan sebuah sisir berlapis emas. Terukir satu huruf pada gagangnya. Sehun yakin itu adalah inisial nama seseorang.

‘C’

 

Coming Soon..

 

Ini adalah salah satu projek ‘Once Upon A Time’ yang aku buat. Jadi yang belum tahu, projek ini akan berisi ff aku yang dibuat berdasar/terinspirasi dari cerita-cerita dongeng. Sebelumnya aku udah buat versi Romeo and Juliet. Dan sekarang gilirannya Rapunzel //mwahaha// nggak menutup kemungkinan nanti aku bakalan buat yang terispirasi dari sleeping beauty dan beauty and the beast atau kisah dewa-dewi. Nunggu hidayah sama namatin yang ini sih :v

Semoga suka deh😀 jangan lupa RCL yah😉 trims🙂

28 responses to “[Freelance] Rapunzel and The 12 Forces (Prolog)

  1. Aku lagi suka ama cerita kayak beginian, eh di SKF ternyata ada yg nge post, dan kebetulan juga aku suka rapunzel. Wah, rambut merah? Chanyeol?? Ditunggu kelanjutannya

  2. ceritanya menarik..kebetulan lagi suka juga sama cerita yg berbau fantasy, apalgi ini ada science fiction nya wuaa.. di tunggu kelanjutannya Fighting!!^^

  3. Halo aku reader baru nih dari author Light Bi hehe. Sebenernya ga terlalu paham juga sama ceritanya rapunzel, tapi tertarik banget sama ff ini wkwk. Ngomong2 genre nya itu ada romance juga, apa nanti romance nya antara annabeth sama sehun? Cowo yg jd percobaan yg rambut merah itu pasti chanyeol yaa :v ditunggu banget chapter 1 nya kaak😊

    • Hei kamu xD
      haha.. Syukur deh kalo emang tertarik sama ff absurd ku :v ff paling gak jelas sepanjang jarak Indonesia-Korea :v
      Sehun sih maunya sama aku /digampar/ /ditendang/ /jadi cacing besar alaska/ (?)
      Chanyeol bukan yaaaa? kkkk
      Thanks for read and comment ya ^^

      • Kayaknya langsung apal ama aku :v sebenernya pertama kali aku baca tuh yang ini :v aku biasa nya langganan author/? Tp pas abis baca ini, langsung aja baca yg lainnya. Tertarik banget gatau kenapa :v sama samaa😁

  4. Wah ini kayanya bakal keren banget deh. Kebetulan juga aku suka cerita-cerita dongeng kaya gini, jadi kemungkinan aku bakal baca terus cerita ini. Kamu tau novel the lunar chronicles? Kalau tau, kamu juga terinspirasi dari sana kah?

    Okedeh kalau kaya gitu. Semangat ya~ Ohya, salam kenal juga^^

    • Maygatt xD aku bahkan penggemar novel itu xD Tapi aku belum baca series Cress, padahal udah ada di gramed :” /lah.. Jadi curhat/ /plakk/
      iya, aku terinspirasi dari Luar Chronicles. Project ini pun juga terinspirasi dari situ. Tertarik aja me-remake dongeng-dongeng lama kayak yang Marissa Meyer lakukan😀

      Oke.. Salam kenal kembali ya😀 thanks for read and comment ^^

  5. Hei kamu xD
    haha.. Syukur deh kalo emang tertarik sama ff absurd ku :v ff paling gak jelas sepanjang jarak Indonesia-Korea :v
    Sehun sih maunya sama aku /digampar/ /ditendang/ /jadi cacing besar alaska/ (?)
    Chanyeol bukan yaaaa? kkkk
    Thanks for read and comment ya ^^

  6. tokoh utama sehun sama anabeth jung? tp kok itu yg ngomong sama sehun udh agak tua kayaknya, msh blm paham. ditunggu nextnya,fighting

  7. aq suka ceritanya, serruuu….
    itu yg jadi rapunzel siapa sih kak?
    yg dikurung ditabung itu kah rapunzelnya???? dia ini anak dari prof.jung ya….
    terus tokoh utama pasangan sehun siapa kak? kalau anna gk mungkin kan, umurnya aja udh 40an🙂
    itu si rambut merah yg jadi bahan percobaan chanyoel bukan?
    ditunggu chapter 1nya kak, jangan lama” ya🙂
    semangat ^_^

  8. Wihh suka sama cerita yang kayak gini❤ keren!! Pengen tau lanjutannya kayak apa pls penasaran nih wkwk?? Itu sisirnya ada huruf 'C' pas di bawah tulisan itu ada kalimat 'Coming Soon' :'D jangan jangan C untuk Coming Soon?

  9. Pingback: [FREELANCE] Rapunzel and The 12 Forces #1 | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s