[Freelance] The One and Only One

IMG_20160610_132344

Title : The One & Only One

Writer : Melladdict

Cast : Park Yoona (B)

Lee Min Ho (A)

Yoon Eun Hye (O)

Choi Siwon (B)

Bae Seohyun (A)

Oh Sehun (A)

Kim Heechul (AB)

Genre : Romance

Rating : General

Lenght : Multichapter

Disclaimer : Semua ini murni pemikiran author. Dan all cast semuanya hanya ditentukan oleh golongan darah mereka masing2. Terimakasih ^.^

 

 

Mendung.

Dan lagi lagi mendung.

Begitu nyaman tapi untuk saat ini tidak nyaman bagiku. Karena aku lupa membawa jas hujan abu abuku yg selalu terbawa oleh vespa bututku ini. Tapi entah kenapa aku bisa sampai lupa membawanya padahal accuweather mengatakan terjadi 75% hujan disertai petir. Gawat

Buru buru kuparkir di tengah tengah antara sepeda motor yg lain dan mengambil karcis parkir yg sudah ditulis nomor pelatnya. Untung sekitar sini ternyata dekat dengan toko buku favoritku. Simple aja semua penulis sangat mencintai toko buku entah untuk mencari ide entah mengisi luang dengan “menambah” kosakatanya atau bisa survey apakah bukunya akan Best seller di toko buku tersebut. Terutama aku yg kumanfaatkan toko buku untuk berteduh dari derasnya hujan yg tidak lama akan turun dengan deras. Toko buku ini classic. Di lantai pertama kau akan menemukan sekaligus memanjakan matamu dengan lukisan bertemakan vintage dan juga era tempo dulu sebelum dan sesudah dijajah negara Eropa dan Jepang. Kau akan menemukan berjuta juta buku dengan berpuluh puluh ribu jenis di lantai. Namun ada sebuah spanduk horizontal yg mengisi sudut tempat toko buku itu. Ku dekati sambil penasaran apa yg di promosikan kali ini. Karena terakhir disini banyak spanduk horizontal yg mempromosikan buku2 untuk tes2 SBMPTN dan juga tes CPNS.

 

Segera miliki novel Sastra Klasik

“The One & Only One”

Dengan pengarang Keera Huang

LIMITED EDITION !!!

 

Keera Huang??

Tanpa pikir panjang kakiku menaiki tangga dengan 25 anak tangga secepat kilat. Dan benar saja, banyak remaja2 yg masih memakai seragam sekolah mengantre kasir sambil membawa buku itu. Dan tak jauh, disana terdapat tumpukan buku yg berwarna biru langit yg begitu memikat mata. Dengan penuh perjuangan sambil berdesak desakan diantara remaja2 ini akhirnya aku bisa mengambil buku itu. Oke cukup lega karena uang di ATM masih ada untuk bisa membeli buku ini. Yg cukup menarik covernya hanya bertuliskan “The One & Only One” tanpa ada hiasan apa pun layaknya buku novel seperti biasanya. Sambil mencari tempat duduk karena tujuan awalku memang “berlindung” aku sangat tertarik membacanya sekarang.

 

Halaman pertama adalah 2 foto awan. Yg satu menunjukkan di pagi atau siang dan yg satu menunjukkan di malam hari. Menariknya, kedua awan itu memiliki bentuk yg sama dan di ambil dari waktu yg berbeda juga dan tempat yg berbeda pula. Awannya berbentuk seseorang seperti perempuan dengan tangan kirinya meraih ke atas. Dan yg diraih awan berbentuk seperti kuda terbang yg juga terbang ke atas menuju suatu titik yg sangat cerah. Bedanya di pagi hari titik yg terang itu juga awan namun begitu terang dan yg di malam hari awan yg menyerupai kuda terbang itu menuju ke bintang yg sangat bersinar diantara lainnya. Cukup menarik karena diambil dari 2 negara yg berbeda. Yg pagi berada di Ghoangzhou yg malam berada di Manado. Halaman kedua adalah penjelasan dari kedua foto tersebut.

 

Suatu hari ada seorang putri dengan baju putihnya yg indah dan memiliki mahkota kecil berkilauan di kepala mungilnya. Rambutnya hitam dan berkilauan jika terkena silau matahari. Suatu hari dia bertemu seekor pegasus dengan badan tegap dan sedikit kurus namun tidak menjadikannya buruk. Dia memiliki sebuah mahkota indah bak raja dan matanya sungguh memikat hati. Sang Putri ingin memilikinya sehingga di belai2 dengan lembut rambut sang pegasus itu hingga sang pegasus juga menyukai belaiannya. Namun, pegasus ternyata ingin terbang menuju sang bintang yg berkilauan nan jauh disana. Keinginan pegasus itu membuat sang putri patah hati. Dan pegasus juga mengetahui sang putri ingin menjadikannya pengawal setianya. Tetapi sejak dulu sang pegasus ingin menuju dan mendapatkan sang bintang yg indah berkilau di langit malam itu.

 

“Oh fantasi ya? Hhmmm cukup menarik untuk sastra klasik seperti ini.” ucapku sambil membolak balik buku ini.

“Itu adalah kamu” ucap seorang pria yg berada tepat sampingku. Tapi dia tidak melihatku melainkan tengah membaca buku yg sama. Mungkin dia tengah membaca salah satu kalimat dari buku ini.

“Hey aku berbicara denganmu” ucap pria itu lagi. Dan sejak kapan kita duduknya sedekat ini ??!!!

“Kau… Kenapa kau mendekatiku ??!!!” ucapku gusar sambil bergeser menjauhinya. Tangannya yg putih dan sedikit berotot menggenggam pasti lenganku.

“Kenapa kau pergi? Kau menyingkir dari kenyataan kalo yg kau bawa itu adalah dirimu sendiri ??”

“Maksudmu apa ?? Aku gak paham?? Dan lepaskan tanganku.”

“Oh maaf”

“Sekarang jelaskan aku maksudnya apa kau berkata seperti itu tadi?? Aku adalah buku ini?? Kau pikir aku titisan dari buku ini apa??” ucapku yg setengah sadar dan setengah mengaco.

“Coba kau pikir dengan baik2. Yg kau pegang itu adalah kau.”

“Benar kata orang2. Cewek jaman sekarang gak pernah peka”

Ya ampun kenapa aku bertemu dengan pria aneh di tempat favoriteku 😑😑😑😑

“Sudahlah kau baca lagi halaman kedua dari buku itu. Dan jangan lupa resapi setiap maknanya”

Kubaca kembali halaman kedua.

 

Suatu hari ada seorang putri dengan baju putihnya yg indah dan memiliki mahkota kecil berkilauan di kepala mungilnya. Rambutnya hitam dan berkilauan jika terkena silau matahari. Suatu hari dia bertemu seekor pegasus dengan badan tegap dan sedikit kurus namun tidak menjadikannya buruk. Dia memiliki sebuah mahkota indah bak raja dan matanya sungguh memikat hati. Sang Putri ingin memilikinya sehingga di belai2 dengan lembut rambut sang pegasus itu hingga sang pegasus juga menyukai belaiannya. Namun, pegasus ternyata ingin terbang menuju sang bintang yg berkilauan nan jauh disana. Keinginan pegasus itu membuat sang putri patah hati. Dan pegasus juga mengetahui sang putri ingin menjadikannya pengawal setianya. Tetapi sejak dulu sang pegasus ingin menuju dan mendapatkan sang bintang yg indah berkilau di langit malam itu.

 

Aku menggarukkan kepalaku yg tidak gatal. Aku tidak paham. Eh tunggu putri ?? Pegasus?? Bintang?? Apakah yg dimaksud dia itu..??

Deg

Aku langsung menoleh pria itu dan pikiranku mulai gusar

“Gimana sudah tahu maksud perkataanku?? Kau tahu mungkin hidupmu akan berakhir tragis seperti kisah itu hanya karena keegoisanmu.”

“Siapa kau yg mengatakan semuanya itu kepadaku??”

“Aku?? Anggap saja aku penggemarmu. Jangan kau taruh buku itu kembali. Buku itu adalah dirimu yg akan datang. Jadi kau beli lalu kau baca dengan penuh arti agar kau sadar”

Dia kemudian pergi ke kasir yg sudah mulai sepi dan kemudian dia pergi.

Siapa dia?? Kenapa dia tau?? Tak lama aku beranjak dari dari bangku dan menuju ke kasir. Aku berlari mengejar pria itu tetapi aku kalah cepat darinya. Dia menghilang. Atau aku yg kurang cepat mengejarnya. Syukurlah hujan mulai reda namun masih gerimis. Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil vespa ku disertai memakai helm hitam favoritku. Dan di tengah jalan disertai gerimis tanpa sadar aku menangis. Astaga kenapa diriku saat ini?? Aku berusaha tapi aku lepas kendali dan kini air mataku keluar kembali.

 

Syukurlah. Hari ini adalah hari keberuntunganku. Beberapa minggu menunggu akhirnya aku mendapatkannya. Aku diterima oleh suatu perusahaan yg cukup terkenal. Tentu saja aku mendapatkan pekerjaan sesuai keahlianku. Bagian manajemen IT adalah cita2ku sejak dulu. Syukurlah baru lulus sudah dapat pekerjaan seperti ini. Ah apa aku memberi tahu berita ini kepadanya yaa?? Dengan sigap aku mengambil hapeku yg berada di kasur kemudian aku membuka aplikasi Messenger. Setidaknya aku bisa menghubunginya dengan cara apa pun juga. Karena sudah lama aku sangat menyukainya. Bukan menyukainya lebih tepat nya mencintainya. Ku lihat apa dia on atau tidak. And gotchaa!! Dia on. Hari keberuntunganku memang ada selalu dalam hidupku.

“Hay”

“Siang”

“Siang juga. Ciee baru on Facebook.”

“Hehe iya.”

“Ada apa nihh??”

“Tuhan sudah memberiku suatu berkah lagi.”

“Apa itu??”

“Aku baru saja mendapat kabar aku diterima pekerjaan dari perusahaan yg ku ajukan CV nya. Aku mendapatkannya!!”

“Oh ya?? Wah selamat yaa. Semoga ini menjadi awal yg baik buat kehidupanmu. Dan semoga ajaa Tuhan selalu memberkati kamu dengan pekerjaan ini.”

“Aminn 😊😊”

“Aminn 😊😊 (2)”

Eun Hyengie tunggu aku. Kujadikan kau milikku selamanya.

 

“Kau tahu, aku menginginkan bintang diatas sana. Yg penuh berkilauan. Sudah lama aku ingin kesana tapi aku takut gagal. Gagal mendapatkannya. Saat ini aku hanya bisa dan terus berusaha agar aku bisa kesana dan mendapatkannya. Kujadikan dia sebagai nomor 1 dalam hidupku dan akan kujadikan sesuatu yg paling berharga dalam hidupku.”

Mendengar itu, sang Putri merasa kebahagiaan nya tengah hilang dan runtuh. Sang pegasus yg aku inginkan dan aku sayangi ternyata lebih fanatik terhadap bintang tersebut. Sang putri hanya berkata “Kejarlah dan dapatkan selagi ada kesempatan.”

“Maafkan aku tuan Putri.”

“Sudahlah, kebahagiaanmu adalah prioritasku.”

“Walau aku bukan prioritasmu” gumam pilu sang Putri.

 

Entah kenapa Keera Huang, penerbit yg aku idolakan mengangkat kisah cerita seperti ini. Aku menyesal merogoh kocek 50 won hanya untuk membeli buku sedih seperti ini. Apalagi kisahnya terinspirasi dari kedua foto awan yg kebetulan sama dan persis di 2 tempat dan waktu yg berbeda. Sembari ku merebahkan tubuhku di ranjang empuk berwarna nude ini aku melihat hujan semakin deras dan sesekali disertai petir yg cukup memekakkan telinga. Ku buka jendela kamarku. Terasa di tubuhku betapa sejuknya angin yg mulai berdesakan masuk ke kamarku. Aku juga bisa merasakan gemercik air hujan yg jatuh ke sana kemari tepat di wajahku. Nyaman nya. Tuhan, apa kau juga bersedih dengan perasaan dan kehidupan cinta ku saat ini sehingga kau menurunkan hujan yg bisa membuatku nyaman kembali?? Maafkan aku Tuhan yg sudah merepotkanmu karena ingin membuat aku bahagia saat ini. Hujan ini seakan aku mengingat wajah seseorang yg membuatku seperti ini. Ku dengar dia sudah mendapat pekerjaan. Syukurlah. Setidaknya dia bahagia dengan kehidupan barunya. Namun apa yg terjadi tak akan merubah apa pun. Seperti pegasus yg menginginkan bintang sampai dia melakukan apa pun untuk mendapatkannya. Dia akan terus seperti itu.

 

Ping Pong!!!

 

Huhh siapa lagi ini. Ternyata BBM dari Seohyun.

“Yoongie kau sibuk eoh ??”

“Tidak. Ada apa memangnya??”

“Kau tau aku barusan habis chattingan bareng Sehun oppa. Ituloh dia temen RP ku dan dia jadi Jackson GOT7 😄😄😄😄😄”

“Wihh 😆😆”

“Tau gak dia banyak yg suka di dunia real. Tapi selama ini hanya aku yg dijadikan tempat curhat sama dia. Karena dia nyaman sama aku .”

Hhmmm dia menyindirku

“Dia dulu juga nyaman berbicara denganku”

Lagi2 dia mengingatkanku pada hal itu.

“Itu kan dulu?? Sekarang??”

“Kalau aja tuh anak handphonenya gak hilang gak bakal gini.”

“Itu berarti kamu gak ditakdirin sama dia yoongie sayang. Lagian sampai kapan kamu terpuruk seperti ini??”

Aku tidak membalasnya dan meletakkan hapeku tepat diatas buku itu. Aku merengkuh dan memeluk guling kesayanganku. Tahan Yoona tahan, Tuhan memberimu kelenjar air mata dan manfaatkan air matamu dengan baik. Semakin lama aku tidak bisa menahannya. Tuhan maafkan aku, aku kembali menangis karena dia.

 

 

To Be Continue

3 responses to “[Freelance] The One and Only One

    • Annyeonghaseyo aku melladdict🙂
      Maaf ya alurnya rada gak jelas ._.
      Nanti di part 2 sama 3 akan di perjelas ne🙂
      Oh ya laki2 siapa yg di maksud akan di jawab oleh part 2
      Nantikan yaa ^^
      Gamsahamnida ^^

  1. Pingback: [FREELANCE] The One & Only One (New Member’s) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s