Accident by prllnrhmwt

accident-jimin-ver.jpg

prllnrhmwt present

Accident

Park Jimin [BTS]

Teen

Poster by Ayame Yumi @ Poster Channel

WARNING!!! BAHASA ADA YANG BAKU DAN ADA YANG ENGGA & TYPO BERTERBARAN.

Happy Reading!

(disarankan untuk membaca ff Accident versi Seulgi terlebih dahulu, tapi kalau engga juga ga apa-apa hehe)

 

Pria itu menggerutu kesal. Tak memperdulikan tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnya. Kesabarannya telah dikuras habis oleh sahabat bodohnya itu. Ia berjanji pada dirinya sendiri akan memukul wajah sahabatnya kala dia bertemu dengan pria itu.

Park Jimin. Nama pria itu Park Jimin. Usianya 24 tahun dan sekarang tengah disibukan oleh bermacam-macam tugas kuliah yang membuat otaknya seakan ingin pecah. Dari mulai tugas magang, skripsi yang belum selesai, dan bermacam-macam tugas berat lainnya.

Ingin memprotes, tapi ke siapa? Ke dosen? Yang benar saja! Bisa-bisa dia diberikan nilai F oleh dosen kesayangannya itu.
Ingin menyudahi, tapi tidak mungkin. Gila saja jika dia melakukan hal itu, usahanya untuk menjadi mahasiswa di universitas ini masih tak sebanding dengan tugas-tugasnya sekarang. Tidak juga sih, mungkin perbandingannya hanya 11:12. Tapi tetap saja tidak mungkin dia menyudahi kuliahnya hanya karena tugas itu! Toh itu memang sudah menjadi kewajibannya sebagai mahasiswa ‘kan?

Lagipula dia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Hanya dia satu-satunya harapan orangtuanya untuk melanjutkan Rumah Sakit milik Ayahnya. Sebenarnya dia memiliki seorang adik perempuan yang usianya satu tahun dibawah dirinya. Namanya Park Sooyoung atau yang lebih sering dipanggil Joy—dia sendiri yang meminta dipanggil demikian, katanya biar lebih gampang diingat.

Diusianya yang ke 23 tahun, Joy sudah memiliki tunangan bernama Yook Sungjae, umur pria itu sama dengan Jimin. Mereka bertunangan sekitar dua bulan yang lalu. Dan rencananya akan menikah tahun depan. Menyebalkan memang karena Jimin dilangkahi oleh adik tercintanya, tapi adiknya bahagia maka ia sendiri akan bahagia. Lagipula dia juga tak akan direpotkan lagi oleh Joy, jadi dia baik-baik saja dengan itu. Semoga kau sanggup menghadapi sisi menyebalkannya Sooyoung, Sungjae. Ia selalu mengatakan hal itu pada Sungjae yang hanya dibalas senyuman tipis serta anggukan kecil.

Menyerahkan Joy kepada Sungjae merupakan pilihan terbaik daripada mantan kekasih Joy dulu, Sehun. Ah, Jimin tak ingin mengingat betapa brengseknya pria itu atas apa yang dilakukannya pada Joy.

Tidak seperti Jimin yang memilih untuk menjadi dokter dan meneruskan Rumah Sakit milik keluarga mereka, Joy lebih suka meneruskan butik milik Ibundanya. Ya, selain memiliki Rumah Sakit di kawasan Busan, keluarga Jimin juga memiliki beberapa butik di negeri Ginseng ini dan beberapa di negeri orang.

Joy tidak terlalu mengerti hal-hal tentang kedokteran, dan ia juga memiliki fobia pada darah. Jadi tidak mungkin ‘kan kalau dia menjadi dokter?

Kembali ke Jimin, sekarang pria yang tingginya kurang lebih seratus tujuh puluh lima sentimeter itu telah memasuki mobil sportnya yang berwarna merah terang. Sangat nyentrik hingga perhatian orang-orang tertuju padanya—lagi.

Dan Jimin sama sekali tidak memperdulikan hal itu. Di kampusnya, hal seperti ini bukanlah hal yang jarang. Setiap hari, saat Jimin memasukan mobilnya ke dalam kawasan kampus, semua mata tertuju padanya—apalagi para mahasiswi jomblo.

Ya, Park Jimin merupakan idola di kampusnya. Semua mengaguminya, bukan hanya karena wajahnya yang tampan seperti seorang pangeran—ya itu merupakan nilai plus dari Park Jimin—mereka juga mengagumi Jimin karena otaknya yang encer dan sering berpartisipasi dalam acara kampus. Seperti tahun lalu, Jimin mewakili kampusnya untuk mengikuti lomba dance. Dan berkat itu, kampus Jimin menerima piala juara 1.

Selain itu Jimin juga terlahir dari keluarga yang mapan. Keluarga Ayahnya adalah pemilik Rumah Sakit di kawasan Busan dan Mokpo, Ibunya memiliki butik yang sudah tersebar diberbagai negara.

Sempurna? Tidak. Salah besar jika kalian menganggap Park Jimin sempurna. Lalu, apa kekurangannya?

Park Jimin kurang tinggi. Dia kurang tinggi untuk ukuran laki-laki.

Selain itu Jimin juga merupakan pria yang dingin, layaknya es. Ia selalu mengacuhkan para fangirl-fangirlnya. Sama sekali tak pernah menggubris mereka, bahkan tak pernah membalas sapaan mereka. Mengesalkan memang bagi para penggenmar Jimin, tapi jika sudah cinta ya mau bagaimana lagi?

Dan hal itu membuat pria-pria di kampusnya tak menyukai Jimin. Jadi kuralat kata-kata semua orang menyukai Jimin. Kebanyakan dari mereka tak menyukai Jimin karena menurut mereka Jimin terlalu sok dalam segala hal. Well, padahal sebenarnya mereka hanya iri pada Jimin apalagi gebetan mereka tak suka balik pada mereka karena gebetannya mengejar-ngejar Jimin. Miris.

Alasan kenapa Jimin sedari tadi menggerutu sebenarnya simpel. Bukan masalah besar seperti rumahnya terkena kebakaran atau adik kesayangannya ketahuan hamil diluar nikah. Oh tentu saja bukan. Jangan sampai ada kejadian seperti itu. Jimin tak sanggup membayangkannya.

Jadi, sekitar dua jam yang lalu atau tepatnya pukul 1 siang, Jimin mengantarkan Ibunda tercintanya ke bandara Incheon. Perjalanan dari Nowon-gu ke bandara Incheon tidaklah sebentar. Meski tidak terbilang sangat lama, tapi itu cukup melelahkan.
Lalu, apa yang membuat Jimin kesal?

Dua hari belakangan kuliah Jimin diliburkan untuk alasan apa Jimin tidak tahu karena saat diberitahu dia sama sekali tidak memperhatikan, yang ia tangkap hanya kata-kata “Libur 2 minggu”. Jimin senang bukan main, akhirnya dia terbebas dari tugas-tugas yang diberikan oleh dosen kesayangannya. Dan itu adalah hal yang sangat jarang ia dapatkan. Maka dari itu, hari ini Jimin memutuskan untuk reuni dengan teman-teman SMAnya—yang sebenarnya sudah direncakan dari kapan tahu namun baru dapat terlaksana sekarang, maklum mereka semua disibukan oleh kegiatan masing-masing.

Nah rencananya, Jimin akan pergi ke tempat acara reuni itu pukul 3. Namun seperti yang dibilang tadi, ia harus mengantar Ibunya ke bandara. Jadilah ia telat beberapa menit. Sebelum itu dia juga sudah meminta maaf pada teman-temannya kalau nanti dia akan telat.

Tak sampai disitu saja, setelah mengantar Ibunya, niatnya Jimin akan langsung pergi ke tempat reuni. Dan secara tiba-tiba dia mendapat telepon dari adiknya yang meminta untuk mengantarkan ke salah satu tempat yang ada di daerah Nowon-gu.

Jimin tentu saja menolak. Yang benar saja, dia sudah terlambat ke acara reuninya karena mengantar sang Bunda dan ia harus terlambat lagi karena adiknya? Tidak. Jimin tidak ingin terkena semprotan pedas dari kakak kelasnya—Min Yoongi. Oh Jimin masih ingat betul saat SMA dia telat beberapa menit lalu disemprot habis-habisan oleh kakak kelasnya itu. Tapi itulah yang membuat mereka menjadi dekat. Aneh ‘kan? Well, memang tak ada yang tahu rencana Tuhan.

Perlu diketahui, adik Jimin itu penuh oleh kelicikan. Dia akan melakukan apa saja agar mendapatkan apa yang dia inginkan—tidak sekejam itu sih, tapi ya anggap saja begitu. Dan Joy tentu saja tahu apa kelemahan Jimin. Jadi Joy mengancam Jimin kalau dia akan bilang pada Ayahnya ternyata Jimin menyetujui perjodohan yang direncanakan dua bulan lalu.

Ya, Jimin memang pernah dijodohkan, tapi tentu saja dia menolak. Namun begitu kedua orang tuanya, apalagi sang Ayah masih sangat berharap Jimin menerima perjodohan tersebut meski sudah dibatalkan.

Kalau Joy sudah mengancam seperti itu, Jimin tidak bida berkata tidak lagi. Jadi dia menuruti.

Setelah mengantar Joy, Jimin pun langsung mengendarai mobilnya ke tempat tujuan.

Dan saat ia sampai di kedai kopi yang menjadi tempat pertemuannya dengan kawan-kawan. Betapa kagetnya ia kalau ternyata kedai itu tutup. Mengesalkan bukan?

Namun ada lagi yang membuatnya kesal setengah mati. Yaitu sahabatnya, Kim Taehyung. Saat Jimin telah mengetahui kalau tempat itu tutup, Taehyung baru memberinya pesan singkat yang berisikan:

From: Alien Kim
Jim, maaf aku lupa memberi tahu. Ternyata coffee shop itu tutup dan acara reuninya pindah tempat. Kau tahu kan Mall yang ada dipusat Nowon-gu? Ya, di situ. Nanti aku akan menunggu di depan tempatnya. Jadi kau keliling saja untuk mencariku. Maaf Jim, aku benar-benar lupa untuk memberitahumu.

Pesan itulah yang membuat Jimin semakin kesal. Yang benar saja Taehyung menyuruh Jimin untuk keliling? Kenapa tidak memberitahu saja letak tempatnya atau menunggu dirinya? Jimin sudah meminta namun sayangnya hanya dibaca.

Entah apa yang ada di dalam kepala sahabatnya itu Jimin tak tahu, yang jelas ia berjanji pada dirinya sendiri saat bertemu dengan Taehyung nanti, ia akan memukul wajah pria itu. Sungguh.
Jimin sempat bingung, bagaimana bisa ada perempuan yang jatuh hati pada laki-laki seperti Taehyung? Memang Jimin akui kalau wajah Taehyung termasuk dalam kategori wajah tampan. Tapi sifatnya benar-benar tak dapat Jimin mengerti.

3 tahun berada di sekolah dan kelas yang sama membuat Jimin sangat dekat dengan Taehyung. Memang diantara temannya yang lain, Jimin paling dekat dengan Taehyung. Namun kadang Jimin tak mengerti dengan sikap Taehyung.

Pernah saat itu, kala ia masih duduk dibangku kelas 11 SMA, saat sedang perpisahan kelas ketika pesta api unggun, Taehyung menatap kayu-kayu bakar dengan tatapan kagum dan sesekali bergumam “waahh” padahal tak ada apapun yang menarik dari kayu tersebut.
Dan saat Jimin bertanya pada Taehyung, pria itu hanya menjawab, “ini keren”.

Jimin menghela napas panjang dan sesekali menggeleng kala mengingat tingkap laku sahabatnya yang satu itu. Sekarang Jimin berharap wanita bernama Juhyeon yang telah dinikahi oleh Taehyung dapat tahan dengan sikap Taehyung yang kadang tak dapat dipahami.

Jimin mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera sampai ke tempat itu karena dia ingin segera memukul wajah Taehyung. Tangannya sudah gatal, sedari tadi bahkan ia sudah memukul-mukul setir mobilnya.

Jimin tidak terlalu peduli kalau ia menyetir mobilnya dengan sangat cepat, toh saat ini juga tak ada polisi yang berjaga-jaga dan juga jalanan sedang sangat sepi, jadi menurutnya tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun sayangnya saat mendekati lampu lalu lintas Jimin tak menyadari kalau sedang ada gadis yang menyebrang. Jimin baru menyadari saat gadis itu berteriak kencang—kebetulan kaca mobilnya saat itu dibuka.

Jimin pun menghentikan mobilnya secara cepat hingga terdengar bunyi decitan yang cukup keras. Jimin membuka kedua matanya, melihat keadaan sekitar. Syukurlah dirinya tidak kenapa-kenapa.
Jimin menyandarkan tubuhnya ke jok mobil sejenak. Ia memegang dadanya yang naik turun karena detak jantungnya yang tak normal. Jimin berusaha menstabilkan dirinya.

24 tahun hidup di dunia ini, baru pertama kalinya Jimin mengalami—hampir—kecelakaan lalu lintas. Gila. Jimin tidak lagi-lagi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sesepi apapun jalannya. Ia kapok, sungguh.

Saat napasnya kembali normal, Jimin memajukan tubuhnya lalu mengeluarkan kepalanya ke luar kaca mobil untuk melihatgadis yang hampir ia tabrak tadi. Dapat dia tebak kalau gadis itu masih sedikit kebingungan. Saat gadis itu hendak melihat ke arahnya, Jimin berteriak.

“Kalau mau ditabrak itu minggir mbak! Bukannya diem aja sambil teriak gitu! Untung saya cepet-cepet ngerem tadi, kalau mbak beneran ketabrak ‘kan saya juga yang repot. Mbak kebanyakan nonton sinetron kayaknya. Sudahlah, cepat jalan. Lampu sudah hijau tuh nanti keburu merah lagi!”

Saat itulah kedua mata hazel milik gadis tersebut bersibobrok dengan mata onyx Jimin. Dan saat itu juga entah karena apa Jimin merasakan tubuhnya membeku seketika.

Lama keduanya terdiam, larut dalam pikiran masing-masing akhirnya Jimin sadar dari lamunannya. Ia pun berteriak lagi, “WOY! MBAK INI DENGER GA SIH?!” Dan gadis itupun berjalan cepat ke arah pinggir bersama rombongan pejalan kaki lain, tepatnya ke arah halte bus.

Baru saja Jimin hendak menjalankan kendaraan roda empatnya itu tiba-tiba lampu lalu lintas telah berubah menjadi merah dan dengan terpaksa Jimin menghentikan mobil sportnya lagi.

“Ck, sial.”

Dan Jimin pun merutuk yang entah untuk ke berapa kalinya pada hari ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

end?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

no;)

.

.

.

.

.

 

Epilog

“Joy, aku ke toilet bentar. Kamu duluan aja, kesian yang lain kayanya udah nungguin lama.” Seulgi berkata pada gadis yang beberapa senti lebih tinggi daripada dirinya, Joy.

“Bukan kayanya lagi, tapi emang udah nunggu lama, kak Seul. Ya udah aku duluan, tapi masih ingat kan ruangan kita nomor berapa?” Joy hanya ingin memastikan. Meski beberapa tahun terakhir mereka jarang bertemu, Joy yakin kalau sifat pelupa Seulgi masih melekat pada diri gadis itu.

“Tentu saja! Nomor 213 kan? Kalau kamu takut SMSin aja hehe,” Seulgi memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi. Sementara Joy hanya berdecak seraya mencibir kecil. Iapun berjalan meninggalkan Seulgi.

Joy berdiri sejenak di depan ruangan nomor 213. Terdengar suara yang amat sangat berisik dari dalam sana.

Joy jadi ragu untuk masuk ke dalam ruangan itu. Pasalnya, ruangan nomor 213 yang ada di depannya ini sangat berisik. Joy curiga kalau Irene salah memberitahu nomor ruangannya.

Dan tiba-tiba Joy teringat Seulgi tadi Seulgi mengatakan, “Tadi saat aku telponan sama Irene, di sana suaranya kayak berisik banget jadi kukira kamu udah ada di sana. Tapi malah nungguin aku, mungkin Yeri yang udah sampai.”

Setahu Joy, kedua sahabatnya yang—kalau ruangannya tidak salah—sedang menunggu di dalam, Irene dan Wendy, bukanlah tipe orang yang suka kebisingan. Dua tahun lalu saat mereka reuni di tempat ini juga, Irene dan Wendy lebih memilih untuk mengobrol atau makan dan minum sambil memperhatikan dirinya, Seulgi dan Yeri yang sedang bernyanyi sambil menari tidak jelas.

Ya, meskipun ujung-ujungnya mereka ikutan juga.

Joy berpikir, alau hanya ada Irene, Wendy dan Yeri di dalam ruangan itu pasti tidak akan seberisik ini. Ini jauh lebih berisik daripada saat mereka reuni beberapa tahun lalu. Dan samar-samar Joy mendengar suara laki-laki. Oh, Irene pasti salah memberikan nomor ruangan padanya.

Joy hendak berbalik meninggalkan pintu berwarna putih tulang di depannya sebelum ia ingat kalau tadi dia juga sempat bertanya pada resepsionis. Dan jawabannya benar, ruangan 213 dipesan oleh Irene Bae—ah maksudnya Irene Kim.

Jadi dengan pelan Joy memutar kenop pintu itu. Dan saat Joy sudah berada di dalam, tiba-tiba saja seisi ruangan itu menjadi diam dan sunyi. Mata Joy membelalak kaget saat menemui objek yang tak asing lagi baginya.

“Loh?! Kak Jimin?!!” Pekiknya.

Jimin yang tadinya sedang duduk sambil membaca menu makananpun menolehkan kepalanya dan reaksinya tak jauh berbeda dengan Joy.

Di dalam ruangan itu tidak hanya ada kedua sahabatnya, tapi juga ada 5 laki-laki yang setahu Joy adalah kawan-kawannya sang kakak, Jimin. Joy tahu karena 5 orang itu sering main ke rumah Joy kala libur sekolah.

Di antara pria-pria itu, ada Kim Taehyung dan Min Yoongi yang merupakan suami dari sahabatnya, Irene dan Wendy.

“Kakak ngapain disini?! Itu 5 orang ga jelas juga ngapain disini?! Ini kan tempat reuni aku sama yang lain, terus kalian kenapa ada disini?!” Tanya Joy.

“Jim, adikmu daridulu emang ga berubah ya. Mulutnya masih aja asal ngejeplak.” Sahut salah satu teman Jimin yang kalah Joy tidak salah ingat namanya adalah Hoseok.

“Diam ya! Aku ga ngomong sama kamu!”

“Jadi jelasin sekarang kenapa kakak dan 5 orang itu ada di sini?” Tanya Joy sekali lagi. Suasana di dalam ruangan tiba-tiba menjadi sunyi. Lebih sunyi dari yang tadi. Sekarang Jimin sudah seperti pria yang tertangkap basah sedang selingkuh oleh pacarnya.

Tak lama kemudian terdengar suara kekehan dari mulut Jimin. Membuat Joy semakin kesal dibuatnya.

“Harusnya kakak yang nanya gitu! Kalau tadi tau kita satu tujuan, muka Taehyung pasti baik-baik aja sekarang.” Joy menolehkan nya ke Taehyung. Memang terdapat luka dibawah bibirnya.

“Ini ulah kakakmu, puas?” Ujar Taehyung seolah tahu isi kepala Joy. Joy hanya nyengir tanpa dosa lalu melangkahkan kakinya dan menghempaskan tubuhnya di sofa, tepat di sebelah Irene.

“Oh iya, kenapa kamu baru sampai? Bukannya kakak nganter kamu udah dari jam berapa tau ya?”

“Bukannya tadi aku udah bilang? Aku nunggu Seulgi, teman aku karena takut dia nyasar. Sekarang coba jelasin.”

“Oke oke, jadi tadi kakak rencananya juga pengen reuni sama mereka. Terus kakak udah sampe di tempat yang dibilang dan ternyata tempatnya tutup. Terus si Taehyung ternyata lupa bilangin ke kakak dan begitulah. Kalau tadi Taehyung ga lupa bilangin pasti kita bareng ke sininya.” Jelas Jimin.

“Ya abis gimana lagi, Irene kan abis dari Jepang 3 minggu dan baru pulang kemarin dan aku juga sibuk. Kerjaan numpuk di perusahaan dan sekarang sebenarnya juga masih banyak urusan tapi aku serahin ke sekertaris, di rumah ga ada waktu buat lovey-dovey ya gimana mau kayak gitu kalau akunya lembur? Jadi ya di sini deh lovey-doveynya. Ya ga, sayang? Lagipula tadi Yoongi juga kelamaan bilangnya.” Celoteh Taehyung.

“Harusnya kau yang sadar diri!” Sahut Yoongi.

“Apasih Tae, jijik ah.”

“Joy, kamu ga tau tadi gimana mereka berdua pas cuma ada aku dan Yoongi. Sampe aku pengen muntah liatnya saking lebaynya.” Ungkap Wendy. Joy hanya terkekeh.

“Wendy!” Sahut Irene. Ia malu.

“Aku sih ga masalah ya ada mereka di sini. Cuma ga tau deh kak Seulgi nanti gimana. Oh ya Yeri belum sampe?” ucap Joy. Gadis yang memiliki porsi tubuh paling bagus diantara dua wanita lain itu menyeruput segelas coca cola.

“Belum, masih di jalan. Dia sekalian sama Jungkook.” Jawab
Wendy.

Dan saat itu juga Joy berpikir kalau dunia itu sempit.

“Seulgi mana?” kali ini Irene yang berbicara. Ia sengaja membesarkan suaranya karena pria-pria di sebelah mereka sudah mulai melanjutkan aksinya lagi.

“Lagi ke toilet.”

Tak lama setelahnya pintu bercat putih itu terbuka. Menampilkan seorang gadis bertubuh cukup mungil dan langsing yang memakai pakaian dari atas hingga bawah berwarna hitam. “Seulgi!” Irene berteriak dan langsung menghampiri Seulgi dan memeluk. Oh rasanya dia sangat rindu pada gadis itu.

“Ih apasih Rene, lebay banget.” Cibir Seulgi sambil melepas pelukan Irene. Meski di dalam hatinya ia juga sangat rindu pada sahabatnya itu, ah bukan Irene saja, Seulgi juga sangat rindu pada Wendy, Yeri. Joy? Oh tadi mereka sudah sempat kangen-kangenan.

Seulgi mengedarkan pandangannya ke seisi ruangan. Ia sedikit bingung kenapa ada banyak sekali pria di ruangan itu? Dari 6 pria itu ia hanya mengenal Taehyung dan Yoongi, itupun karena mereka adalah suami Irene dan Wendy.

“Rene, kok banyak orang gini sih?”

“Ya nanti aku-”

“Tunggu…” Suara pria yang entah kenapa terasa familiar ditelinganya. Seulgi menolehkan kepalanya dan-

“KAMU?!” Pekik dua manusia itu-Seulgi dan Jimin- secara bersamaan.

“Huh?”

 

 

END 

 

 

“Ya ampun ketemu mas ganteng itu lagi. Udahlah ya, kalau emang jodoh ga bakal lari kemana-mana.” – Seulgi.

“Mimpi apa coba ketemu mbak korban sinetron itu lagi? Untung cakep. Ah engga! Biasa aja ah, tapi lumayan lah.” – Jimin.

“Oh jadi Jimin yang tadi Seulgi maksud. Ah padahal mah biasa aja, cakepan Taehyung hehe.” – Irene.

“Ini kenapa?” – Joy, Wendy, – Joy, Wendy, – Joy, Wendy, Yoongi, Hoseok, Namjoon, Seokjin.

 

_____

 

hello guys, i’m back! :3  yap aku balik dgn ff accident versi cowoknya dan cowoknya adalah jimin bts :v and pairing diatas kebanyakan btsXrevel, fyi aja aku lg mabok btsvelvet gatau knp :”) mereka kya lucu aja gitu klo dipasangin, TAPI AKU GA DELUSI2 BANGET KO! (bohong) tp jujur aja aku sempet bingung buat pairingnya seulgi siapa, and berhubung aku lg demen2nya sama seulmin jadilah seulgiXjimin :3 tp klo boleh jujur aku itu ngeship seulgi sama jimin, chanyeol dan sehun!😄 trs sama jg kya wenwen dan irene, aku ngeshipp mereka sama siapa aja :’v

oiya untuk bbrp waktu kdepan (dan gtau smpai kpn) aku gabakal post ff chaptered bcs aku blm selesai ngerjainnya/? :’) aku emg sengaja mau nyelesain biar ga gantung kya ffku yg lainnya :”) jd nikmatin aja dlu ya ff2 oneshot gaje punyaku :”) oiya sekedar informasi, disini perbedaan umur wenseulrene sama joyri itu 2 tahun, cuma joyri itu anak aksel xd jadi gitudeh pokonya ehehe dan disini member rv&bts ga saling kenal ya, kenal sih cuma ga deket bngt gitu cuma tau nama aja, trs mereka jg ga satu skolah jadi yabegitu deh:)))

terakhir, maafin klo ada typo dan kta2 yg gadimengerti. aku bikin di hape soalnya dan ga disave jd bnyk bngt yg diulang2 gt:”))))))))))) OKE DITUNGGU KOMENNYA YAH!

6 responses to “Accident by prllnrhmwt

  1. Sebelumnya aku udah tinggalin jejak di versi Seulgi pake uname LynMad. Sekarang udah ganti jadi Light Bi /ga ada yang tanya/ /dibuang ke amazon/ /jadi cacing besar alaska/ :v

    Dari awal Taehyung disebut-sebut udah nebak kalo Irene jadi bininya xD dan ternyata bener xD dan yoongi sama wendy xD dan yang bikin ketawa itu si Joy yang nyleweng sendiri xD yang lain pake member bts, dia sama sungjae xD tapi emang mau gimana-gimana juga Joy cocoknya sama sungjae /bhaqs/ :v

    Awalnya sih pas Seulgi ver. Aku kira pairingnya sama member exo. Ternyata bts xD btw.. Aku secara kebetulan udah pernah liat posternya di poster channel xD haha.. Jadi sebelum ff nya dipublish udah ketahuan siapa cowoknya xD ternyata internet tak selebar kolor ceye /eh/ daun kelor kamsudnya :v
    Nice ff😀 ditunggu karyanya yang lain yaa😀

    • ih ternyata udh ketauan:( yaahh lain kali aku klo bikin yg kya gini lg nyari posternya bakal ditempat yg jrg dikunjungi deh(?) /apasih/ joy emang paling cocok sama sungjae deh, udh klop bngt sama mereka berdua ahayy btw ini tadinya jg mau dibikin chanseul aja, cuma diversi seulgi ciri2nya itu jimin bngt ya jd akhirnya si chimchim yg jd pasangannya /gananya sih/
      btw lagi thanks banget udh mau nyempetin komentar di ff absurd ini T^T♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s