BIG CHANCE – 1: New Student – Kee-Rhopy

BIG CHANCE

BIG CHANCE – 1: New Student – Kee-Rhopy

 

Author: Kee-Rhopy | Cast: Do Kyungsoo, Byun Baekhyun & Song Yoonji | Genre: AU, School Life, Romance, Comedy | Lenght: Chaptered

 

“Bagaimana kalau kau menggunakan kecantikanmu untuk memikatku?”

 

Previous: Prologue

 

“YOONJI-AH, ANYYEONG!!”

 

Suara Baekhyun yang lantang dan memenuhi setiap sudut ruang kelas 2-3 tak bisa begitu saja mengalihkan perhatian semua siswa di kelas itu. Yeah, wajar saja karena Baekhyun memang dikenal sebagai sosok yang suka menghambur-hamburkan suara hanya untuk memanggil seorang Song Yoonji, sang gadis pujaan.

 

Baekhyun mengeluarkan cengiran khasnya. Sadar bahwa suara lantangnya tak membawa dampak apapun bagi seluruh penghuni kelas dan juga orang yang dipanggilnya. Pada akhirnya ia memutuskan untuk melangkahkan kakinya dengan riang menuju tempat Song Yoonji duduk. Sesampainya, tanpa pikir panjang langsung didudukinya kursi kosong di sebelah gadis itu.

 

“Serius sekali. Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan?” tanya Baekhyun sembari menaruh kepala di atas meja dan mengarahkan pandangannya pada Yoonji. Senyumnya merekah karena wajah cantik Yoonji terlihat lebih jelas saat ia memandanginya dalam posisi seperti ini.

 

“Buta, ya?” Yoonji menjawab retorik dengan tetap pada aktivitasnya –menyalin PR matematika Bora.

 

“Mataku tak akan pernah buta jika terus melihatmu.”

 

Lagi. Si Baekhyun ini memang tak pernah absen menggodanya setiap pagi, setiap jam istirahat, setiap pulang sekolah, atau lebih tepat jika dikatakan setiap ada kesempatan. Yeah, sampai-sampai Yoonji bingung cara menghentikannya.

 

“Kurasa kecantikanmu semakin bertambah dari hari ke hari.”

 

“Yeah, aku memang cantik.” Yoonji menjawab seadanya. Tangannya dengan cekatan menyalin angka-angka dari buku Bora tanpa memedulikan Baekhyun yang tersenyum di sebelahnya.

 

“Bagaimana kalau kau menggunakan kecantikanmu untuk memikatku?”

 

“Aku tak tertarik dengan tawaranmu.”

 

“Ayolah, sekali saja masa tak bisa?”

 

“Lagipula kau sudah terpikat tanpa harus kurayu.”

 

“Iya juga, sih. Tapi tetap saja, bisakah kau melakukannya untukku?”

 

Yoonji menutup mata, menarik napas, dan menghembuskannya keras-keras. “Byun Baekhyun,” panggilnya dengan mata yang kini terarah pada Baekhyun.

 

“Hmm?” Baekhyun menjawab dengan mata berbinar. Pemuda itu mengangkat kepala, membalas tatapan tajam Yoonji tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.

 

“PERGI SEKARANG ATAU KUTENDANG KAU!!” teriakan yang cukup bisa mengumpulkan seluruh perhatian penghuni kelas pagi ini.

 

Baekhyun hanya membulatkan mata mendapat semburan kemarahan Yoonji. “Tapi aku–”

 

BUAKH!

 

“AWWWW!!”

 

Yoonji benar-benar menendang Baekhyun hingga Pemuda itu tersungkur ke lantai, tepat saat seluruh siswa tiba-tiba menghampiri meja masing-masing karena kedatangan Guru Kim.

 

“Byun Baekhyun, cepat duduk di kursimu!” perintah Guru Kim saat dilihatnya Baekhyun duduk di lantai.

 

“Baik, Saem.” Baekhyun terpaksa menahan rasa sakit di bagian pinggulnya dan beranjak duduk di kursinya sendiri. Dilihatnya Yoonji yang menyalin PR dengan wajah cemberut. Agak kesal karena gadis itu tak sedikitpun terlihat menyesal atas tindakannya.

 

“Baiklah, anak-anak. Sebelum pelajaran dimulai, Bapak sampaikan bahwa kalian kedatangan teman baru. Masuklah!”

 

Song Yoonji masih sibuk dengan kegiatannya, menyalin PR Bora. Gadis itu tak sadar jika keadaan kelas menjadi sedikit ricuh dengan bisik-bisik yang sebagian besar keluar dari mulut para gadis. Meskipun bisik-bisiknya mulai menghinggapi telinga, ia bersikukuh tetap menyalin PR sampai akhirnya suara itu muncul, membuatnya mendongak dan langsung terperangah di tempat.

 

Anyyeong haseo, Do Kyungsoo imnida.”

 

Yoonji terdiam. Perasaan takut dan gelisah mulai merambati setiap inci tubuhnya. Pemuda itu, bagaimana bisa dia ada di sini?

 

“Baiklah, Do Kyungsoo. Silahkan duduk!”

 

Sadar bahwa tempat di sampingnya kosong, Yoonji kalang kabut menatap sekitar. Sial. Tempat kosong hanya ada di sampingnya. Gadis itu menutup mata sejenak, lalu saat matanya kembali terbuka, sosok itu sudah berjalan ke arahnya, diikuti dengan bisik-bisik kekaguman yang masih kental mengimbangi langkahnya yang pelan.

 

Yoonji tak punya pilihan. Gadis itu menoleh ke arah samping, tepat ke arah Byun Baekhyun yang sedikit menyebalkan. “Ya, Byun Baekhyun!” panggilnya dalam mode berbisik.

 

Baekhyun yang sedari tadi menatap lurus ke depan menoleh. Senyumnya mengembang saat tahu bahwa Yoonji memanggilnya. “Wae?” ucapnya tak kalah berbisik.

 

“Duduk di sini!”

 

Mwo?” Baekhyun membulatkan mulut. Tak percaya dengan apa yang tengah ia dengar.

 

“Duduk di sampingku, bodoh!” Yoonji agak kesal karena Baekhyun tak kunjung mengerti sementara sosok itu sudah semakin dekat. Hanya butuh lima langkah lagi untuk bisa sampai.

 

5 langkah.

 

4 langkah.

 

3 langkah.

 

Yoonji bertindak cepat. Gadis itu menarik kerah baju Baekhyun tanpa peduli pada tatapan-tatapan heran yang tertuju padanya. Sementara Baekhyun yang masih mempertahankan ekspresi tak percayanya, menurut tanpa banyak bicara saat gadis yang diimpikannya selama ini menarik kerah bajunya hanya untuk membuat dirinya duduk di samping gadis itu.

 

Woah, ini kejadian langka. Selama ini Baekhyun selalu bermimpi duduk di sebelah Yoonji, karena setiap meminta persetujuan gadis itu, ia akan mendapat setidaknya satu dampratan dan satu tendangan. Tapi kali ini? Oh, rasanya Baekhyun mau terbang saja!

 

Pemuda bernama Byun Baekhyun itu benar-benar di awang-awang. Ia sampai tak sadar kalau satu kancing seragamnya terlepas akibat ulah Yoonji.

 

 

“Kau benar-benar Yoonji, kan?” Bora bertanya ragu. Matanya lekat menatap sang sahabat yang kini sibuk mengunyah makanan di sampingnya.

 

Yoonji tak menjawab.

 

“Aku tak pernah melihatmu bertindak aneh seperti tadi. Makanya aku agak ragu kalau kau benar-benar dirimu.” Yeah, bisa saja Yoonji yang duduk di sampingnya dan sedang mengunyah makanan ini bukan Yoonji yang ia kenal. Karena setahunya, Yoonji tak akan pernah rela membiarkan Baekhyun yang menyukainya terang-terangan duduk tepat disampingnya. Yoonji yang ia kenal tak akan bertindak aneh seperti menarik kerah baju Baekhyun sampai satu kancing seragam Pemuda Byun itu terlepas, dan itu semua hanya untuk membuat Baekhyun duduk di sampingnya?! What the hell! Padahal anak baru itu terlihat jauh lebih keren dibanding Baekhyun yang suka mencari perhatian. Meskipun sebenarnya mereka berdua sama-sama tampan, sih.

 

Hening. Yoonji tetap ta berniat menjawab. Gadis itu malah mengambil snack dan memasukkannya ke dalam mulut, mengunyahnya berulang-ulang.

 

“Apa kau tahu wajah anak baru itu saat kau menarik Baekhyun untuk duduk bersamamu? Ckck, dia terlihat kaget sekali.” Bora kembali berkomentar tanpa memperhatikan perubahan wajah Yoonji.

 

Ya, Yoonji berhenti mengunyah sejenak. Namun kembali mengunyah setelah menghela napas agak panjang.

 

“Kau tahu ekspresi kagetnya tadi? Woah, mengagumkan sekali menurutku. Sepertinya aku suka Do Kyungsoo itu. Terlihat keren karena tak banyak bicara.”

 

Yoonji lagi-lagi menghentikan kunyahannya. Tentu saja tak disadari oleh Yoon Bora.

 

“Seharusnya kau biarkan saja dia duduk di dekatmu agar aku bisa leluasa memperhatikan punggungnya. Lumayan kan, bisa mengusir rasa bosan saat pelajaran.” Bora menerawang. Ya, seandainya Yoonji tak menarik Byun Baekhyun untuk duduk di sampingnya, maka ia bisa dengan leluasa memandangi punggung Kyungsoo karena tempat duduknya persis berada di belakang kursi sebelah Yoonji yang sebelumnya dibiarkan kosong.

 

Yoonji kini tak memiliki selera makan lagi.

 

“Oh ya, sebenarnya kenapa kau menarik Baekhyun waktu itu? Kau terlihat seolah-olah tak tahan jika duduk di dekat Kyungsoo. Apa jangan-jangan kau mengenalnya?” tatapan Bora tertuju pada sosok Yoonji yang menatap lurus.

 

Yoonji menarik napas dalam, lalu membuangnya keras-keras. “Bisa tidak, kau tak usah membahasnya lagi?”

 

“Maksudmu Do Kyungsoo?” Bora bertanya dengan kening bertaut.

 

Yoonji mengangguk. “Aku tak suka duduk dengan orang asing. Lebih baik duduk dengan orang yang sudah kukenal meskipun dia menyebalkan,” tambahnya dengan tampang cemberut.

 

Bora mau tak mau mengangguk. Melihat ekspresi Yoonji yang terlihat kesal membuatnya mengambil satu kesimpulan final. Mungkinkah Yoonji mengalami datang bulan? Tak biasanya temannya itu bersikap aneh seperti hari ini.

 

“Aku duluan. Sudah kenyang.” Yoonji beranjak berdiri setelah mengatakannya. Setelahnya, tanpa memedulikan tampang Bora yang keheranan setengah mati, gadis itu berjalan menjauh dari keramaian kantin. Tak dipedulikannya panggilan beberapa pemuda yang dengan sengaja mengemis perhatiannya.

 

Heol, dia benar-benar datang bulan.” Bora yang sejak tadi mengikuti sosok Yoonji lewat tatapan memilih berhenti dan kembali pada aktivitasnya. Menikmati makanan kantin yang belum habis.

 

 

“Perkenalkan, aku Byun Baekhyun, sahabat semua orang kecuali Yoonji,” kata Baekhyun dengan senyum lebar dan sebuah uluran tangan. 5 menit lagi bel masuk berbunyi dan secara kebetulan ia melihat Kyungsoo, si anak baru, duduk sendirian di tempatnya. Baekhyun yang dasarnya memang tak suka diam akhirnya memilih untuk memperkenalkan diri pada Do Kyungsoo ini.

 

Kyungsoo tak bergeming. Tetap diam dengan tatapan lurus ke arah depan. Pemuda itu sepertinya tak punya minat sama sekali untuk meladeni orang aneh di sampingnya.

 

Melihat uluran tangannya sia-sia, Baekhyun segera menarik tangannya dan beralih menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Ah, sepertinya kau memang tipe orang yang sedikit langka.” Baekhyun berspekulasi sendiri. “Ya, tidak apa-apa sih. Hanya saja, pastikan untuk memikirkanku saat sedang dalam masalah. Aku akan membantumu sebisaku karena aku, Byun Baekhyun, sahabat semua orang kecuali Yoonji.”

 

Bukan hal tabu jika kalimat Baekhyun barusan terdengar aneh. Pemuda itu memang mencap dirinya sebagai sahabat semua orang kecuali Yoonji. Karena ia tak mau menjadi hanya sekedar sahabat bagi Yoonji. Ya, sudah menjadi rahasia umum kalau Baekhyun berharap bisa menjalin hubungan asmara dengan Yoonji, si primadona sekolah yang cantiknya minta ampun.

 

Kyungsoo tetap diam tak bergeming.

 

“Kalau begitu aku akan duduk tenang di tempat spesialku.” Baekhyun akhirnya menyerah untuk mendekati Kyungsoo, si anak baru yang ternyata suka mengabaikan orang.

 

Baekhyun berbalik dan menarik kursi yang ia anggap keberuntungan. Pemuda itu hampir saja mengembil kesimpulan kalau anak pindahan dari Seoul yang bernama Do Kyungsoo itu tak akan pernah berbicara dengannya sebelum sebuah suara terdengar.

 

“Benarkah kau akan membantuku?”

 

Waktu seakan berhenti sejenak. Baekhyun dibuat terkejut karena Kyungsoo bersuara. “Y –Ya, tentu saja,” jawabnya kaku.

 

Kyungsoo akhirnya menoleh, menghancurkan anggapan Baekhyun kalau pemuda ini selamanya tak akan pernah memandangnya. “Apa di sekolah ini ada yang namanya Song Hana?”

 

Dahi Baekhyun mengernyit. “Song Hana?”

 

Kyungsoo mengangguk.

 

“Song Hana, Song Hana, Song Hana.” Baekhyun sibuk berpikir dengan mulut yang tak henti meracau.

 

Kyungsoo menatap sosok aneh itu harap-harap cemas. Tujuannya pindah ke kota ini hanya untuk menemukan gadis itu. Gadis bernama Song Hana, yang berhasil mendominasi pikirannya untuk berbagai alasan.

 

“AHA!” Baekhyun berseru dengan wajah sumringah. “Sepertinya aku tahu satu Song Hana di sekolah ini.”

 

“Bisa kau beritahu bagaimana caraku menemuinya?” jantung Kyungsoo berdetak cepat saat mendengarnya. Pemuda itu bahkan terdengar sangat hati-hati dengan ucapannya.

 

Baekhyun tampak berpikir. “Kau bisa menemuinya kapan saja sih. Dia ada di kelas 2-1. Orangnya penyendiri dan … dia sejenis kutu buku. Kau bisa menemuinya besok, sebelum bel masuk sekolah. Biasanya dia sering mengunjungi perpustakaan sebelum bel masuk. Yah, kau tahulah, anak sejenis dia tidak suka keramaian.”

 

Apa yang dikatakan Baekhyun memang terdengar biasa. Namun tidak bagi Kyungsoo. Pemuda itu tertegun, matanya bahkan berkaca-kaca mendengar kalimat demi kalimat yang Baekhyun ucapkan.

 

Song Hana.

 

Kyungsoo akan segera melihatnya. Ya, ia akan segera melihat gadis itu.

 

“Tapi, kau punya urusan apa dengan Song Hana?” Baekhyun bertanya penasaran.

 

“Tidak apa-apa.”

 

Baekhyun kembali ke ekspresinya yang semula. Seperti yang ia duga, si Do Kyungsoo ini memang tak tersentuh.

 

KRINGGG…!!

 

Bel masuk berbunyi. Baekhyun tak lagi memasang ekspresi aneh akibat sikap Do Kyungsoo. Wajahnya sumringah. Bagaimana tidak? Sebentar lagi Yoonji datang dan akan duduk di sampingnya. Oh, membahagiakan sekali.

 

Senyum Baekhyun semakin tak terbendung melihat sosok Yoonji mulai terlihat dari jendela kelas. Pemuda itu mencondongkan tubuh mendekati Kyungsoo. “Lihat, dia Yoonji. Gadis yang setengah mati kusukai. Memang sih, banyak yang mengincarnya karena dia cantik sekali. Tapi perlu kau ketahui kalau aku menyukainya bukan hanya karena dia cantik. Aku menyukainya karena dia punya sesuatu yang tak dimiliki orang lain.”

 

Oh, bisakah orang lain menyadarkan Baekhyun bahwa curahan hatinya pada Kyungsoo tak mendapat respon sama sekali?

 

 

Pagi-pagi sekali Yoonji sudah sampai di sekolah. Ah, tidak. Bukan sekolah tapi salah satu bagian dari sekolah ;perpustakaan. Bukan karena dirinya masuk dalam kategori siswa pintar, siswa rajin atau semacamnya. Namun lebih pada sebuah hobi tersembunyi yang tak diketahui orang lain.

 

Gadis itu hendak melangkahkan kakinya ke dalam ruangan. Namun tiba-tiba terhenti karena Do Kyungsoo muncul dari arah berlawanan. Pemuda itu berjalan menuju pintu keluar yang saat ini tengah ia pijaki.

 

Yoonji merasa udara di sekitarnya menipis. Gadis itu segera berbalik dan berjalan cepat sebelum Kyungsoo mengetahui keberadaannya. Ia tak sadar jika pensilnya terjatuh dan berhasil menyita perhatian Kyungsoo yang kini sudah berada di ambang pintu.

 

“Permisi, hey! Pensilmu jatuh!” Kyungsoo setengah berteriak memanggil si gadis yang semakin mempercepat langkah.

 

Yoonji mendengarnya dengan jelas. Tapi masa bodoh dengan pensilnya! Dalam pikirannya saat ini, bayangan akan berhadapan dengan seorang Do Kyungsoo lebih menyeramkan dibanding kehilangan satu pensil. Maka dengan keyakinan seperti itu, ia semakin mempercepat laju kaki begitu sadar bahwa orang bernama Kyungsoo itu masih berusaha mengejarnya.

 

“Ya, pensilmu jatuh!”

 

Semakin cepat dan semakin cepat. Yoonji bahkan terlihat seperti berlari. Lalu, tikungan yang hanya menyisakan lima langkah lagi terasa bagai surga di matanya. Apapun akan ia lakukan agar tak berhadapan dengan orang bernama Do Kyungsoo itu.

 

Yoonji mempercepat langkah, berharap pemuda itu kehilagan jejaknya di balik tikungan yang sebentar lagi akan ia lewati. Segera ia berbelok secepat kilat. Namun naas, kecepatan yang tak diimbangi dengan kehati-hatian itu malah membuatnya tak sadar, bahwa tikungan yang dianggapnya sebagai surga ternyata berhubungan langsung dengan tangga menuju lantai dua. Dan Yoonji jatuh, berguling-guling melewati dua puluh anak tangga menggunakan tubuhnya, bukan dengan kakinya.

 

KRAKK!

 

Suara itu terdengar tepat saat tubuhnya sudah berhenti di dasar tangga. Rasanya sungguh menyakitkan.

 

Oh, kenapa Yoonji sial sekali, sih? Bagaimana bisa ia terjatuh di tangga dalam keadaan seperti ini? Bagaimana kalau–

 

“Kau baik-baik saja?”

 

Suara Kyungsoo yang disertai dengan sosoknya yang menuruni tangga membuat Yoonji ingin pingsan saja.

 

 

TBC

 

Lohaaa…

Oh ya, aku mengubah lokasinya menjadi Miryang (di part Prologue), karena sesungguhnya aku nggak tahu kalo kota Injoo yang ada di drama Signal itu cuma kota fiksi. Hehehee. Harap maklum.

Terimaskih sudah membaca sampai akhir. Jangan lupa tinggalkan jejak! ^^ Saranghaeee..

 

Kee-Rhopy ^^

39 responses to “BIG CHANCE – 1: New Student – Kee-Rhopy

  1. pas banget baru di post…🙂 Tuh kan pasti yoonji dan hana itu orang yang sama… kalo bkan orang yng sama knapa yoonji harus takut pada dyo setiap kali mereka ketemu… yoonji jatuh? pasti sakit, di tolongin donk sama dyo…😀
    d tunggu next chap…😉

  2. TBC merusak segalanya :v
    yoonji dan hana orang yg sama kah? terus hana yg dimaksud baekhyun siapa?
    oke, ini membuat saya penasaran.
    ditunggu chapt berikutnya ^^

  3. Heol… 20 anak tangga itu menyakitkan.. aku jdi ngerasa punggungku sma ngiluhnya..
    Yoonji dan Hana itu satu manusia yg sma dengan identitas berbeda..
    hahahhaaaaa… baekhyun jdi terbang kekayangan gra” yoonji..
    thor next chap..

  4. kayaknya si yoonji sama hana itu orang yang sama deh cuma penampilannya beda sama yang dulu trus dia udh berubah kek gitu deh abis itu urusan kyungsoo sama si song hana itu apa? Jangan jangan si kyungsoo tukang bully ya? Omo! Laki gue tampang polos gitu juga hehehe~
    Sukasuka ceritanya next chapter!

  5. Ceritanya bagus, bahasa yg d pakai juga bagus
    dari prolog dan chap 1 nya sedikit ngasih gambaran masalahnya hehehe
    mungkinkah song yoonji itu hana yg d cari kyungsoo??
    aaaah kepo d tunggu next chap

  6. Hore.. udah dipost. Maaf aku bru baca dan komen.
    Aku yakin 100% klo Yoonji tu kenal sama Kyungsoo. Dia nyampe ketakutan nyampe akhirnya jatuh di tangga.
    Oke, nice story…
    Fighting…!!

  7. 20 anak tangga, malemnya Yoonji mesti pake koyo aja haha 😂 entah kenapa berfikiran kalo Song Hana sama Song Yoonji itu sama orangnya cuma ganti nama aja yeah mungkin semacam trauma jadi akhirnya milih ganti nama haha tapi gak tau ah ditunggu lanjutannya aja hahah 😂

  8. Halllo again lagi,,,dah lama ga main ke karya -Kee…sangat menarik seperti biasanya….
    Kyaaa kayanya ini bakal serru,,hehee btw ku blum baca prolog nya,,,nke nyusul,,apa lg do kyungsoo,,main castnya,,,

  9. “Menuruni anak tangga bukan dengan kakinya”
    Guling-guling dong nurunin anak tangga wah pasti sakit banget tuh si yoonji(hana)
    Keep writing kak✊✊✊✊

  10. Si Baek mulutnya lancip super hihihihi. Yoonji sama Hana orang yang sama ya? Kalo orang yang sama, kok kyungsoo gak kenal? Semangat buat nulis next chapter yaa thor-nim^^

  11. Apakah yonji itu hana , knp kelihatannya takut sama kyungso , knp jg hrs TBC jd baper dach , seru critanya lanjut yach

  12. aku mikirnya yoonji itu hana atau kembarannya Hanna.kalo emang dia hana,kenapa do ga kenal?apa tampilannya beda?

  13. Hana itu siapa? Ko d.o kaya punya penyesalan gitu sama hana, matanya langsung berkaca-kaca pas baekhyun ngasih tau tentang hana? Terus ada masa lalu apa yoonji sama d.o? Ko yoonji ketakutan gitu? Aaaahhh ni ff bikin penasaran huhu 😒😟 ditunggu next chapternyaaaa 😉

  14. byun baekhyun gak nyerah buat dapetin song yojin, penasaran sama siapa song hana? tetep semangat thor

  15. Yaampun tingkah beki-kun bikin ngakak
    Keep writing thor
    Jgn lama” yah kelanjutannya

  16. Wah, padahal tadi habis baca prolog. Dan langsung ketemu part 1 nya. Seneng deh.
    Itu, Si Baekhyun kelakuannya ada-ada aja emang. Si Kyungsoo, pasti karakternya kayak gtu deh di ff. Hana itu Yoonji kan? Hana sama Yoonji itu orang yang sama kan? Tapi kenapa Kyungsoo gak kenal? Apa karena Yoonji tambah cantik ? Uh, penasaran. Lanjut kak, jangan lama-lama.

  17. Ini pasti si yonji itu hana kannnnn
    Tp kok kyung ampe ga kenalin yoonji hmmmm
    Next ditungguu kaaa

  18. yoonji sama hana itu orang yg sma kan? sama2 marganya song.. aku penasaran bgt knp yoonji menghindar dari kyungsoo, dan apa hubungan kyungsoo sama hana itu?
    ff ini bikin penasaran pokoknya, aku tunggu next nya ya🙂

  19. Pingback: BIG CHANCE – 2: Truth Or Dare – Kee-Rhopy | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s