Beautiful Monstar – Part 3 – Babalee

COiZTqzUkAAeYTb

                Beautiful Monstar

Kim So Hee | Byun Baekhyun

Marriage Life | Comedy | Friendship | Drama

Pg-17

1 | 2 | 3

Babalee22.wordpress.com

 

 

 

Berjanjilah pada ayah, kau akan menjaga perusahaan sebagai mana ayah menjaganya. – Kim Jung Dong.

                Seketika aku menghempaskan punggung pada sandaran kursi. Menutup mata lalu mendongak. Kepalaku terasa berat dengan beban berkas-berkas sialan yang entah mulai kapan sudah menumpuk. Belum lagi, ucapan ayah sebelum aku mengamit lengannya di acara pernikahan kemarin masih terngiang. Apa dia juga berbicara seperti itu pada Minseok oppa? Menjaga seperti apa yang dimaksud? Jangan sampai bangkrut, begitu?

K&JD Group adalah salah satu perusahaan hebat di Korea yang berhasil mensponsori banyak hal. Dan terasa janggal jika berita kematian Suho oppa tidak menggemparkan masyarakat. Atau  tentang kecelakaanku hanya tertulis beberapa di blog info dan mengatakan murni kecelakaan. Jadi kemana media besar yang haus akan setiap kejadian?

Sebenarnya ingatanku belum pulih semua. Mengenai saat kecelakaan itu, aku tidak ingat. Apa yang sebelumnya terjadi sebelum kecelakaan? Minseok oppa bilang aku sedang mengunjungi rumah rekanku di Busan lalu karena mengantuk aku menabrak mobil yang sedang berjalan berlawanan arah di terowongan yang sepi? Kalau begitu bukankah aku yang salah? Apa ayah sedang mencoba melindungiku dari jeratan hukum? Lalu bagaimana dengan pengemudi itu? Apa dia masih hidup atau sudah meninggal?

Lamunanku seketika terhenti ketika seorang tiba-tiba masuk ke ruanganku lalu menyapa singkat. Lengkungan senyum terbentuk lebar ketika melihat sosok itu. Kim Ji Suk, ayah Jongin. Dia memasukkan kedua tangannya di dalam saku lalu. Bibirnya tersenyum manis padaku. Teduh dan menyenangkan. Rasanya seperti memiliki ayah tiri yang baik hati.

“Ada apa dengan So Hee kita?”

“Ayah.”

Paman Sukjin mengerutkan kening. “Bukan ayah, aku pamanmu kenapa bandel sekali So Hee kita ini?” katanya pura-pura marah dan aku terkekeh. Kami selalu berdebat mengenai panggilan. Aku suka memanggilnya ayah dari pada paman. Tapi dia selalu melarangku dengan alasan, nanti Jongin marah. Karena memang pernah suatu hari Jongin tidak mau berbicara denganku karena takut ayahnya akan benar-benar mengangkat Kim So Hee yang tengik menjadi anaknya.

“Jongin benar-benar tidak suka memiliki noona. Katanya merepotkan. Dia akan merajut padaku sepanjang hari agar tidak mengangkatmu sebagai anak.” Katanya dan sukses membuatku terkekeh lagi.

“Kalau begitu aku akan merajut sepanjang hari agar bisa diangkat sebagai anak.”

Paman menatapku horror. Seperti membayangkan terror yang tiada habisnya. Kim Jongin dan Kim So Hee punya satu sifat yang sama. Selalu memaksa. Dan itu tentu saja menyebalkan. “Tidak, ah kau mau membuatku mati mudakan?”

Aku tertawa. Paman menepuk pundaknya seolah dia benar-benar setres akan menghadapi aku. Tapi setelah melihat tawaku, paman tersenyum.

“Baiklah apa kau siap dengan rapat hari ini? Kau sudah mempersiapkan semuanya?” tanyanya dan aku mengangguk serius. Rapat kali ini bukan main-main.

Karena kekosongan tempat menjadi alasan tugas bertumpuk dan dana yang terhambat. Beberapa buruh pekerja kemari demo karena gaji yang didapat tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Minseok oppa bahkan sempat dilempari telur dan terigu saat keluar dari mobil beberapa minggu yang lalu. Belum lagi dengan proyek besar yang jelas membutuhkan dana luar biasa.. Aku menghela nafas. Sejujurnya ini rapat pertama sejak kembalinya aku dari London.

 

***

Aku dan Baekhyun berpapasan di jalan. Dia berjalan begitu serius dengan segala berkas ditangannya. Ji Hyun berjalan di sampingnya-jaraknya sangat dekat- sambil menjelaskan mungkin apa yang tidak dimengerti Baekhyun atau tentang perusahaan ini. Entahlah. Tapi Sekertarisku- Lee Min Jung- tidak begitu banyak berbicara. Dia hanya mengatakan bahwa Kim Jin Hyuk akan menjual resort di Jeju milik Suho oppa sebagai pemasukan dana perusahaan. Dan aku tidak bisa membiarkan ini.

Baekhyun mendongakkan kepalanya padaku lalu tersenyum. Satu tangannya terangkat menyapa melalui gerak tubuh. Aku mendelik. Seperti gadis remaja yang terbakar cemburu lalu berjalan cepat terlebih dahulu masuk ke lift. Baekhyun ikut menyusul dengan sedikit berlari.

“Aku tidak yakin kau akan siap dengan rapat hari ini. So Hee kita sepertinya harus banyak istirahat. Aku takut kau pucat nanti lalu pingsan. Jika benar sampai seperti itu, aku akan berpura-pura tidak mengenalmu. Memalukan sekali pingsan saat rapat.” Katanya saat berdiri di sampingku. Dia menatap ke depan percaya diri sambil tersenyum.

“Aku tidak selemah itu. kau pikir rapat ini lari marathon yang akan menghabiskan banyak tenaga? Ternyata payah sekali tuan Byun ini. Apa kau tidak pernah ikut rapat sebelumnya? Apa sebagai Dokter tidak pernah ada rapat begitu?” kataku dan dia menatapku lalu mencubit hidungku menariknya lalu menggoyang-goyangkan ke kanan dan kiri.

“Sombong sekali So Hee kita ini. Aku benar-benar akan meninggalkanmu jika pingsan nanti.”

Aku berbalik menatapnya tajam, “Dan jika kau gagap saat rapat nanti. Akan kupotong badanmu menjadi 14 bagian seperti mumi pertama dan membuang penismu pada ikan agar kau tidak bisa hidup lagi karena aku bukan isis-istri Oisiris, mumi pertama- yang punya kekuatan magic.”

Pintu lift terbuka dan buru-buru aku keluar bersama sekertaris Min Jung. Terdengar Baekhyun terkekeh dan berjalan pelan di belakangku. Tidak ada interaksi lagi diantara kami. Rapat akan dimulai beberapa menit lagi dengan Kim Jin Hyuk sebagai pemimpin sekaligus penanggung jawab mengenai penjualan resort. Katanya, ayah sudah setuju dan menunjuknya sebagai penanggung jawabnya. Demi Tuhan, tega sekali ayah.

Dia di sana, tersenyum pada orang-orangnya dan sesekali berbincang. Paman Jin Hyuk baru pulang dari Jepang dua hari sebelum pernikahanku. Dia ayah Jongdae sekaligus anak ke tiga dari kakek. Pertama Ayah, kedua paman Sukjin dan ketiga paman Jin Hyuk. Semua orang masuk ke dalam ruang rapat begitu juga aku dan Baekhyun. Minseok oppa hadir dan kali ini tatapannya begitu dingin dan serius.

Meja ruang rapat berbentuk huruf U dengan sebuah layar proyokter besar berhadapan langsung dengan meja Presdir. Kim Minseok oppa menjadi presdir pengganti semenjak kematian ayah. Beberapa orang masuk mulai duduk dan berkutat dengan pulpen dan layar kecil di depan mereka. Paman Jin Hyuk berdiri di depan mimbar siap menjelaskan mengenai kerja sama dan akuisisi dana untuk proyek pengambilalihan saham Lordenim Cosmetik.

Baekhyun duduk di sampingku-sebelah kanan-. Di hadapanku ada Jongin yang juga sibuk berkutat dengan kertas dan pulpen entah mencoret-coret apa. Jongdae juga duduk di sebelah kiri terlihat sangat tidak nyaman. Terlihat jelas dari pola nafas yang di keluarkan.

 

***

“Untuk intruksi lebih lanjut bisa dilihat di halaman berikut. Selanjutnya, proposal mengenai pembelian Lordenim Electronik. Beberapa hari yang lalu telah dibahas mengenai negosiasi. Untuk informasi lebih lanjut silanhkan lihat pada halaman berikutnya.” Kata Paman Jin Hyuk dan aku mulai sadar bahwa sudah banyak hal yang aku tinggalkan. Minseok oppa terlihat serius sekali melihat laporan proposal pada tabnya. Sesekali melihat pada paman Ji Suk lalu kembali pada layar di depannya. “K&JD grup sekarang ini memiliki pangsa pasar sebesar 22% dan pangsa Lordenim kosmetik sebanyak 38% bilang digabungkan aka pasar akan menjadi 58%. Sekarang ini Lordenim kosmetik melakukan pengembangan kosmetik terbaru. Apabila kita mengakuisisinya maka akan terjalin kerja sama yang solid dan menjadikan K&JD sebagai perusahaan kosmetik nomor satu. Kita semua tahu permasalahannya sekarang adalah kurangnya dana untuk mengakuisisi. Pada rapat kemarin sudah dibahas mengenai dana yang akan diambil. Bagaimana menurut anda Kim Minseok-ssi?”

Aku menatap Minseok oppa yang menegakkan tubuhnya siap berbicara. Aku pernah melihat oppa tersenyum begitu manis saat merawat seorang anak kecil yang mengalami kecelakaan, berlari di lorong dengan jas putih yang berterbangan bagian bawahnya, atau saat dia terlihat sangat serius di atas meja operasi dengan gunting, jarum dan lainnya. Tapi kini aku merasa prihatin karena pada akhirnya dia terjebak dengan berkas-berkas omong kosong yang membuat lingkaran hitam di bawah matanya makin ketara.

“Aku dan Baekhyun-ssi sudah membicaran mengenai dana 120 milyar won yang harus di dapat selain menjual resosrt di Jeju.” Katanya dan seketika membuat beberapa orang menegakkan tubuhnya, begitu juga aku yang menatap oppa dan Baekhyun tidak percaya. Dua dokter ini? “K&JD Grup mempunya pabrik kimia di Incheon, kita bisa menjual dengan harga 58 Milyar karena sudah satu tahun ini tidak begitu banyak produksi yang banyak menguntungkan. Belum lagi pabrik farmasi di Jeju. Aku rasa kita sudah tidak terlalu tertarik untuk mengembangkan saham dibidang farmasi. Dana penjualan bisa mencai sekitar 42 milyar won. Sisanya 20 milyar won. Selanjutnya bukankah kita punya dana dari hotel di Jeju satu tahun terakhir ini sekitar 10 milyar won. Sisanya, aku rasa sudah berunding dengan tuan Byun Hong Dong yang akan memberikan pinjaman 10 milyar. Hal ini juga sudah aku bicaran dengan Kim Jongin-ssi.”

Jongin mendongan lalu mengangguk kecil. Di depan paman Jin Hyuk terlihat tidak begitu senang. Lagi-lagi aku dikejutkan dengan betapa hebatnya Minseok oppa, Baekhyun dan Jongin.

“Lagi pula bukankah lebih baik kita bekerja sama dengan bright club? Maksudku kita bisa menggunakan penjualan pabrik-pabrik lain untuk kebutuhan yang lain dimasa nanti. Lagi pula direktur bright club sudah pernah menawar dengan harga 125 milyar won. Bukanlah lebih dari target tanpa harus menjual yang lain-lain?” kata salah seorang pembela paman Jin Hyuk. Baru saja aku akan berbicara Baekhyun sudah menyela terlebih dahulu.

“Aku tidak tahu kau sudah mendengar ini atau belum.” Baekhyun mulai berbicara dan yang membuatku tidak percaya adalah, nada suara dan gesture tubuhnya tenang sekali. “Tapi baru satu tahun lalu mengubah namanya dari Tae Joo grup menjadi bright club. Perubahan yang dilakukan secara rahasia karena masalah penipuan yang terjadi di China hingga membuat Tae Joo Grup digugat dan mengalami kebangkrutan. Setelah satu tahun menutup bisnis, mereka kembali dengan nama baru seolah mereka berasal dari orang-orang yang baru bergabung dengan bisnis. Dana yang mereka miliki memang cukup besar karena enam bulan yang lalu mereka menjalin kerja sama dengan pihak pertambangan dan mulai kembali menjerambah bisnis ke beberapa tempat kecuali China. Aku khawatir apa yang terjadi dengan beberapa perusahaan China yang bekerja sama dengan mereka tidak akan terjadi lagi pada K&JD grup. Tidak ada yang bisa menjamin.” Baekhyun menutup dengan menatap paman Jin Hyuk tajam. Dia terlampau serius untuk seorang Byun Baekhyun yang ku kenal. Paman Jin Hyuk menggeram di atas mimbar podium. Aku menunduk. Apa sekarang aku sudah benar-benar menjadi domba sekarang?

“Aku setuju. Lagipula untuk apa menyimpan hal-hal yang sudah tidak begitu berguna. Bukankah kita akan mendapat keuntungan ketika sudah bekerja sama dengan Lordenim grup?” kali ini Paman Sukjin menanggapi. Aku tersenyum saat dia menatapku seolah mengerti.

“Aku dengar, Jongin kenal dengan orang-orang yang berniat membeli pabrik? Aku rasa akan lebih baik jika kau yang mengurus kerja sama ini.” Kata Minseok oppa sebelum menutup rapat hari ini.

 

***

 

Mom, dan ayah yang terlebih dahulu memiliki ide mengenai resosrt di Jeju. Awalnya akan di simpan di Thailand, tapi Mom tidak ingin pergi jauh dari Korea. Mom mendesain setiap tempat bersama Suho oppa. Katanya mereka sama-sama punya imajinasi yang baik dan terbukti ketika selesai. Resost mewah dan elegan. Biasanya kami semua akan liburan ke sana untuk beristirahat sejenak. Jadi bagaimana mungkin Minseok oppa juga akan setuju jika tempat itu dijual.

Rapat sudah selesai beberapa menit lalu dan aku masih dibuat tidak mengerti dengan segalanya. Bahkan berita mengenai penjualan resosrt baru ku ketahui hari ini. Dulu biasanya aku yang mengurus perusahaan bersama Suho oppa. Tapi semenjak kecelakaan itu, aku tidak pernah diijinkan kembali ke perusahaan apapun alasannya. Bahkan untuk berkunjungpun dilarang. Seperti semua orang sudah bekerja sama menutupinya dariku. Apa yang sebenarnya ayah inginkan? Kenapa Minseok oppa tidak pernah mengatakan apapun? Baekhyun juga? Apa mereka akan menjadi penghianat dalam waktu dekat ini?

Langkah kaki terdengar menampilkan sosok Byun Baekhyun yang datang dengan senyum merekah di bibirnya. Aku memberenggut. Tidak sopan datang keruangan direktur utama tanpa mengetuk pintu dulu.

Lihat senyumnya. Dia seperti baru saja memenangkan lotre.

“Lihat aku bahkan tidak gagap sedikitpun.”

“Dan aku tidak pingsang sama sekali.”

Baekhyun tertawa. Dia mengambil kursi di hadapanku lalu duduk. Menyangga kepalanya dengan kedua tangannya. Matanya menelisik setiap benda yang ada di meja. Setelah itu tertuju padaku.

“Kau tidak bertanya untuk apa aku kemari?”

“Aku lebih ingin bertanya sejak kapan kau ikut campur masalah perusahaan bersama Minseok oppa?” kataku masih menatapnya tajam. Baekhyun mengangguk terlihat berfikir sejenak. Dia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Matanya menatapku santai.

“Sejak kita memutuskan untuk menikah, Minseok dan ayah mertua menyuruhku ikut bergabung mengurus perusahaan. Sebenarnya hyung bisa melakukannya sendiri. Hanya saja ayah mertua bilang dia kewalahan. Ini semua karena mulut gosip Wendy yang mengompori ayah tentang kebodohanku yang sebenarnya hanya kamuflase. Akhirnya aku setuju dan mulai mempelajari bisnis.” Katanya lalu sedikit memutar-mutar kursinya, “Ah padahal aku sudah berjuang sekuat tenaga untuk tidak terlibat dalam bisnis apapun. Menyebalkan sekali.”

“Kenapa kau tidak mengatakan padaku?”

Baekhyun kembali menatapku sebelum mendesah pelan. Matanya terlihat serius. “Aku tidak ingin berperang denganmu, dan aku tidak sedang membual. Jadi dengarkan dan tolong tidak membantah.”

Aku mengangguk.

“Kecelakaanmu, kematian Suho hyung, ayahmu jelas tahu betapa tertekannya kau. Jadi dia membawamu ke London untuk pengobatan terbaik dan jauh dari hirup pikuk Korea. Juga karena kau terlalu keras kepala. Katanya dia takut ketika kau sedikit pulih kau akan lari ke perusahaan. Bukankah ayah mertua mempercayakan perusahaan pada Suho hyung dan kau. Dia ingin kau sembuh total lalu kembali ke perusahaan bersama Suho hyung. Tapi karena kecelakaan yang menimpanya, ayah mertua sengaja membuatmu lebih lama di London. Dia takut kau terguncang dan kesehatanmu semakin memburuk. Jelas sekali bukan dia sangat mencintaimu?” katanya lalu menghela nafas sebentar. Yah, terlalu mencintaiku bahkan tidak pernah mengatakan apapun padaku. “Karena ayah mertua mendapat banyak guncangan, kesehatannya menurun, kau tau penyakit jantungnya semakin parah. Minseok hyung khawatir dan mau tidak mau dia ikut membantu ayah mertua di perusahaan. Semua orang sangat kerepotan. Lalu kau kembali ke Korea dan ayah mertua sudah menyiapkan semuanya. Minseok hyung terpaksa menghentikan pekerjaannya sebagai dokter dan akan menjadi presdir di perusahaan. Dia membutuhkanmu sebagai Direktur utama, yah walaupun kau memang sudah menjadi Direktur utama sekarang. Makanya ayah mertua mengatakan kepada setiap orang agar tidak mengatakan banyak hal mengenai perusahaan padamu agar kau bisa kembali pulih dan ambisius seperti dulu.” Baekhyun tersenyum.

Aku terdiam. Sebenarnya ingin marah tapi apa yang dikatakan Baekhyun benar adanya. Aku kenal betul dengan Minseok oppa. Apalagi saat-saat dimana dia benar-benar ingin menjadi dokter dan lari dari perusahaan. Dan sekarang, karena Suho oppa pergi, sebagai anak tertua harus bertanggung jawab. Karena itu aku harus membantunya.

“Sejak kapan kau mengerti bisnis?”

Baekhyun tersenyum bangga, “Aku menonton banyak drama dan itu sangat membantu. Kau juga boleh menggunakan caraku.”

Aku mendelik. Konyol sekali jawabannya.

“Dan karena kau belum pulih benar, aku yang jadi korban membantu Minseok hyung. Maka dari itu cepat sembuh dan hajar semua orang.”

Aku mengernyit. Apa maksud Baekhyun dengan hajar?

“Siapa semua orang itu?” tanyaku dan Baekhyun seketika terdiam. Dia berdiri dari duduknya, menghampiriku lalu menarik lenganku. Jemari kami saling bertautan saat dia menggenggamnya erat. Aku tersenyum. Tapi masih bertanya-tanya.

“Ayolah, rapat membosankan tadi membuatku kelaparan. Aku datang menghampirimu untuk mengajakmu makan bukan untuk mendongeng.”

 

***

Aku masuk ke rumah sakit ditemani Baekhyun. Hari ini jadwal pemeriksaan kesehatan. Tadinya aku akan pergi sendiri dan bertemu Kyungsoo karena dia bagian jaga dan rasanya menyenangkan bisa saling bercerita setelah sekian lama aku tidak banyak berbicara dengan Kyungsoo. Tapi Baekhyun melarangku dan mengatakan, ‘bagaimana bisa istriku diperiksa dengan pria lain sedangkan suaminya sendiri adalah dokter?’

Dan akhirnya tidak ada waktu untuk aku dan Kyungsoo berkencan seperti dulu. Karena suami yang merepotkan ini terus mengekoriku seperti anak itik.

“Mau dengar penjelasanku atau dari Baekhyun?” tanya Kyungsoo saat kami sudah duduk saling berhadapan. Aku melirik suamiku yang duduk disampingku dan bermain-main dengan stetoskop milik Kyungsoo.

“Lebih baik darimu saja.”

Kyungsoo terkekeh. Sebenarnya Baekhyun sedang merajuk karena aku melarangnya ikut masuk saat pemeriksaan. “Sebenarnya kesehatanmu sudah membaik So Hee. Karena ingatanmu belum seratus persen kembali, kau tidak boleh terlalu banyak pikiran. Aku khawatir terjadi sesuatu yang buruk. Tidak perlu memaksa untuk ingat. Perlahan ingatanmu akan kembali. Rawat saja dirimu baik-baik.” Jelasnya dan aku mengangguk sambil tersenyum. Menatap Baekhyun bangga seolah berkata ‘lihat aku sehatkan’. Dan pria itu tetap bungkam sebelum mendelik.

“Kyungsoo,” aku memanggilnya lembut. Pria itu menatapku sambil tersenyum. “Beberapa hari yang lalu aku ke Busan. Ke rumah sakit saat aku pertama kali dilarikan. Katanya aku dan korban kecelakaan sama-sama di pindahkan ke rumah sakit ini. Dan jika aku tidak salah-berarti benar- kau sedang berjaga waktu itu. kau tahu siapa korban kecelakaan yang sama denganku? Setidaknya berikan informasinya. Aku sudah datang ke resepsionis tapi mereka benar-benar tidak memberikannya padaku.”

Aku tidak tahu kalimat mana yang salah, tapi Kyungsoo terdiam, raut wajahnya berubah tegang. Matanya membulat perlahan. Tapi dia tidak tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

“Entahlah, aku tidak tahu. Saat itu aku hanya peduli padamu. Kau tahu, saat itu fokus semua orang tertuju pada gadis nakal bernama So Hee?” Kyungsoo mencoba untuk bercanda namun gagal. “Kenapa tidak tanya Baekhyun? Barangkali dia tahu?”

“Aku kan pulang duluan saat itu. Dan tidak ada yang memberiku informasi kalau So Hee kecelakaan. Kalian semua menyebalkan.”  Baekhyun menyela sambil memanyunkan bibirnya.

“Aku hanya penasaran, sebenarnya bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi. Dan aku juga ingin tahu, bagaimana keadaannya. Aku hanya khawatir.” Kataku sambil menunduk. Aku mengatakannya sejujur-jujurnya. Jika aku tahu siapa orang itu, ingin aku datang menghampirinya lalu bercengkraman layaknya seorang teman. Tapi seperti sosok misterius. Dia tidak pernah ditemukan.

“Wah Kyungsoo bisa kau nyalakan acnya lebih kencang. Rasanya panas sekali.” Baekhyun berkata seolah benar-benar kegerahan. Dia bahkan mengambil kertas lalu mengibaskannya di depan wajahnya. Kekanakan sekali.

Aku memukul lengannya cukup keras sampai dia mengaduh, “Kau ini, bagaimana jika itu wanita?”

“Kalau wanita lebih baik aku yang mengunjunginya.”

“Kau mau mati ditanganku?”

“Mati bersamamu bolehlah.”

Kyungsoo terkekeh. Aku tidak tahu mana yang lucu tapi menyebalkan dia bahagia saat aku sedang bertengkar dengan Baekhyun. Pria Byun ini benar-benar harus dipenggal kepalanya atau dijahit mulutnya.

 

***

 

Perjalanan pulang tidak begitu menyenangkan. Baekhyun tidak banyak bicara dan hanya terus fokus pada kemudinya. Musik klasik mengalun dalam mobil. Sebenarnya aku sedikit mengantuk, tapi ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padanya. Ini semua karena Kyungsoo yang bertanya mengenai Ji Hyun pada Baekhyun.

“Baek, sebenarnya siapa Jung Ji Hyun itu?” tanyaku. Baekhyun sempat memalingkan wajah padaku sedetik lalu kembali fokus pada jalanan.

“Sudah aku katakan padamukan? Dia bekerja di kantor cabang ayah mertua di Jepang. Dan karena aku mengenal baik dia, aku mengambilnya sebagai sekertaris pribadiku tentu dengan izin ayah mertua.”

“Seberapa kenal kau dengannya? Kenapa Kyungsoo juga tahu tentang Ji Hyun? Apa Chanyeol juga tahu?” tanyaku membuat Baekhyun tersenyum.

“Aku tidak ingin kau tahu ini dari orang lain. Jadi biarkan aku mendongeng lagi untukmu.” Baekhyun terdiam sejenak lalu menurunkan volume musik. “Jung Ji hyun dan aku satu universitas dan satu organisasi dulu saat kuliah. Dia menjadi idola saat di kampus. Dia sempat menyatakan perasaannya padaku beberapa kali. Aku terus saja menolak karena aku menyukai orang lain.” Entah kenapa saat Baekhyun mengatakan menyukai orang lain membuat dadaku tercekat. Aku tidak mengerti lagi pula kalau memang dia menyukai orang lain itu urusannya dan masa lalunya. “Aku menyukai gadis yang sekarang jadi istriku. Ji Hyun sempat menyerah sampai akhirnya kami bertemu lagi saat sudah dewasa. Dia terlihat semakin cantik dan lagi-lagi dia mengerjaku. Bagaimanapun hati setiap orang bisa luluh kapan saja. Begitu juga denganku. Kami berkencan dan sampai akhirnya berencana untuk bertunangan. Sampai seorang gadis yang sekarang jadi istriku mengacaukan segalanya.”

Dan jujur aku kesal setengah mati saat Baekhyun mengatakan aku adalah perusak hubungan mereka. Baiklah aku memang begitut tapi apa harus dijelaskan segamblang itu? aku jadi terlihat sebagai gadis murahan perebut kekasih orang. Tapi bukan itu yang menjadi pertanyaannya. Ada hal yang menarik perhatianku dari pada membahas ini hingga berakhir kami bertengkar.

“Kenapa kau menyerah menyukaiku?” Baekhyun terdiam sejenak. Wajahnya tidak dapat terbaca olehku. Apa yang sedang dia rasakan atau apapun. Tapi menit selanjutnya dia berkata.

“Karena kau tidak mencintaiku.”

 

 

Author note:

  1. Terima kasih atas komentar kalian, aku baca dan aku balas walaupun lowrespon maafkan aku. Tapi serius aku terharu sama komennya, makasih banget nget nget nget nget. Akkkk gimana yah aku bakal berusaha yang lebih baik lagi buat kalian semuaaaaa
  2. Masalah bisnis diatas aku kopas dan tambahin dan kurangan dapet dari drama. Ada yang paham mengenai bisnis atau ekonomi? Bisa kita saling sharing karena setelah membuat tulisan ini aku jadi penasaran sendiri hehehehe. adakah adakah? aku tunggu di askfm. klik aja gambar askfm nanti bakal keluar id aku hehehee (ada di blog akuhhh)
  3. Gimana sama part ini? Ancurkah?
  4. Kalo mulai part aku posting di blog pribadi enggak apa-apa? Hehehehe. mungkin beberapa minggu aku enggak bakalan bisa posting karena mudik yeay!!!! Kalian mudik Ngga?? aku mudik akhir lebaran hiks T_T
  5. Curhat dikit boleh? Sebenernya kau agak ngedown gara-gara info dating Baekhyun sama Taeyeon (Maaf Baekyeon Shipper) engga tau kenapa aku selalu patah hati, padalah pas tau Krystal sama Kai aku fine-fine aja. Ah engga tau deh. Maafkan pokoknya. Tapi aku bakalan berusaha update lagi tanpa rasa galau. Love youuu kalian. See you next part.
  6. Ngomong-ngomong, kalau aku bisa nyelesein part 4 bakal aku post besok atau nanti malam di babalee22 aka blog daku hehehehe

94 responses to “Beautiful Monstar – Part 3 – Babalee

  1. Bentar dehh, kenapa aku mikirnya korban tabrakan sohee itu suho, kkkkk keren kak! Ditunggu kelanjutannya. Selamat mudikkkkkk

  2. Makin penasaran ama kelanjutannya…

    Tpi kak aku gagal paham/? maksudnya pas rapat bisnis T_T //harapmaklumyakak

  3. baekyeon dating lagi ya?? kok aku baru tau ._. dan kakaaak part ini cukup memuaskan (?) katakata nya udah rapi >< tapitapiii kenapa byk bgt tekateki?? kan jadinya penasaran '-'

  4. Wahh… jadi trnyata baekhyun udh lama suka sama sohee?? Jadi sebenarnya sohee itu suka sama baekhyun atau nggak sih??

    Next nya ditambah lagi dong baekhyun-sohee momentnya…

    Next ya….
    Keep writing

  5. Jadi dulu Baekhyun sempet suka sama So Hee?? Kalo sekarang masih ada rasa suka ke So Hee?? Aku rasa Ji Hyun bakal jadi perusak hubungan Baekhyun sama So Hee deh..
    Di tunggu next chapternya ^^

  6. Kematian Suho, kecelakaan So Hee dn ayahnya masih jadi tanda tanya besar buat aku. Kayaknya semua org tau kecuali So Hee deh, ada yg disembunyikan deh

    Berita kencan Baek, aku rada gak rela juga tapi kasihan kalo di kritik. Aaah tau aaah, ntar aku malah jadi lebih baferrrr😄

    Ditunggu part selanjutnya authornim^^

  7. “Karena kau tidak mencintaiku.”

    Eufffff..peliiiissss baek.. sumpah aku cinta kamuuuuuuuu..
    Maaf, lg excited banget! hiihihi
    Curiga dikit boleh ya… rasa2nya kematian Suho ada hubungannya deh dgn Sohee.. Hmmmmmm makin menarik aja ceritanya, makin tambah penasaran~~~~

  8. owowow…. pas bagian baek bilang “karna kau tak mencntaiku” langsung down gw wkwkw… berasa kaya gua yg jadi sohee wkwkwkw..m lanjut baca ya ^^

  9. Ugghh that “Karena kau tidak mencintaiku.” tho💔 nyesek banget ya maz baek😢
    Oke aku jadi kasian sama si baek, sebenernya ini tuh si sohee gmna sih? Aku ga ngerti sama sekali:( yaudah deh intinya semangat teruuusss buat lanjutannyaaaaa

  10. Omegot! Aku ga ngerti kenapa genre nya ga misteri aja?! Greget ih lama-lama. Aku jadi tukang kepo kek Soohe gini kan….
    Btw, aku kok curiga sama salah satu pamannya Sohee ya~/YouKnowWhatIMean!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s