[1] Note on the Desk: Note on the Desk

Note on the Desk

Note on the Desk: Note on the Desk

by awackywallflower ft. Key

Jeon Jungkook, Jung Jaehyun, BTS & OC || Friendship, Family, School Life, Romance || Series

Ini sudah kali kelima Summer menguap padahal pelajaran matematika baru saja berlangsung selama lima belas menit sedangkan ia harus menahan bokongnya selama kurang lebih satu jam lagi untuk bebas dari pelajaran ini.

Summer mendengus halus. Ia tidak pernah menyukai ide mengambil pelajaran matematika lanjutan tapi ayahnya selalu berhasil merayunya dan lihatlah apa yang ayahnya lakukan terhadap putri semata wayangnya? Ayahnya berhasil membuat putri semata wayangnya mati kebosanan dan jika menguap bisa membuat orang mati maka dapat dipastikan Summer sudah tidak bernyawa dari awal tahun lalu.

Guru Kang masih asyik berceloteh di depan kelas ketika Summer memainkan pulpen yang ada di tangannya dengan tangan yang lain menyangga pipinya. Summer sudah bertekad untuk tidak tertidur lagi, ia tidak ingin mendapat bangku paling belakang di kelas berikutnya―kelas kesenian yang selalu menjadi kesukaannya.

Kedua bola matanya yang besar bergulir menyusuri torehan tinta yang berada di atas mejanya. Ada gambar tiga anak beruang pada sisi kiri mejanya―Summer tidak yakin bahwa itu anak beruang tapi melihat ukurannya yang mungil kemungkinannya jadi lebih besar―, di sebelahnya terdapat beberapa ID SNS, di sebelahnya lagi terdapat pesan-pesan penuh cinta dan juga pesan patah hati sampai pada sisi satunya kedua bola mata itu terhenti.

I wanna die.

Kalimat itu yang tertangkap iris gelap miliknya. Di sekitar kalimat itu terdapat beberapa kalimat tanggapan seperti:

Don’t.

Just die, you, coward.

Please, don’t give up on life. There’s always a rainbow after rain.

Mati saja sana! Dunia tidak membutuhkan seorang pecundang sepertimu.

Ujung pulpennya ia ketuk-ketukkan di atas meja dengan tatapan yang masih terpancang pada tulisan-tulisan tersebut. Pikirannya kembali ke lima tahun silam dimana satu-satunya hal yang diinginkan Summer yang tengah beranjak remaja adalah mati. Ia masih ingat rasanya setahun penuh dengan tangis tanpa seberkas senyum yang menghias di kehidupannya dan yang membuatnya lebih buruk ialah ketika ketukan palu itu menggema seantero ruangan. Setelahnya, entah tak terhitung berapa kali Summer mencoba melakukan bunuh diri tapi selalu berhasil digagalkan oleh ayahnya sampai pada akhirnya ia masih hidup hingga detik ini.

Ujung jari manisnya meraba tulisan yang tintanya sudah memudar―sama halnya dengan tinta pada kalimat-kalimat tanggapan di sekelilingnya―tanda bahwa tulisan itu sudah cukup lama berada di sana. Mungkin saja si pemilik tulisan itu sudah berada di surga saat ini atau sedang melakukan percobaan bunuh diri untuk kesekian kalinya seperti yang dilakukan Summer lima tahun silam tapi tidak menutup kemungkinan bahwa si pemilik tulisan sudah menemukan bahagianya. Namun, tidak menutup kemungkinan juga kalau si pemilik tulisan masih bernapas dengan keinginan yang terkatung-katung seperti dirinya.

Summer menempelkan ujung pulpennya pada permukaan meja―tidak jauh dari kalimat tanggapan-tanggapan yang lain. Ia terdiam untuk beberapa saat. Sebagian dari dirinya ingin memberikan semangat seperti dua tanggapan yang lain layaknya ayahnya yang selalu menguatkannya sampai saat ini. Sebagian dari dirinya yang lain ingin mencaci karena sadar bahwa bunuh diri adalah tindakan paling pengecut di dunia ini. Namun, sebagian besar dari dirinya menyadari bahwa ia masih menginginkan hal tersebut.

Kemudian tangan itu bergerak, memindahkan tinta hitam dari dalam pulpennya ke atas meja, membentuk sebuah kalimat.

Still alive? Let’s die together, then.

•••

Summer berjalan menyusuri lorong menuju kelas kesenian. Sebuah hembusan napas  lolos begitu saja dari celah bibirnya ketika orang-orang melewatinya. Mereka saling bercerita, tertawa bahkan saling mengejek satu sama lain. Beberapa dari mereka membentuk kelompok pertemanan dengan banyak anggota di dalamnya tapi ada juga yang hanya terdiri dari dua orang saja dan Summer rasa hanya dirinya yang seorang diri di sekolah ini. Hembusan napas lolos dari mulutnya, lagi.

Summer tentu tidak bisa menyalahkan siapa pun di sini. Ia sendiri yang memilih untuk hidup tanpa intervensi orang lain. Bahkan ia memilih sekolah dengan sistem moving class untuk menghindari kontak dengan orang yang itu-itu saja. Namun, Summer tidak bisa memungkiri bahwa terkadang ia merindukan eksistensi orang lain dalam kehidupannya.

Summer melangkahkan kakinya memasuki ruangan. Umpatan kembali ia dengungkan dalam hati ketika menyadari ia menghabiskan waktu terlalu lama untuk melamun di sepanjang jalan sehingga tidak banyak pilihan bangku strategis yang tersisa untuknya.

Summer sudah menghempaskan tubuhnya pada bangku paling belakang dekat dengan jendela, peralatan tulis serta bukunya juga telah ia letakkan di atas meja. Ia baru saja akan menikmati birunya langit sembari menunggu guru Nam memasuki kelas namun sayang sekali hal tersebut terhalang oleh suara yang tiba-tiba menyapa telinganya.

“Permisi, tapi kau tidak bisa duduk di sini.”

Summer menoleh, kepalanya mendongak membalas tatapan tajam yang sekarang menghunusnya. “Ya?” jawab Summer masih tidak mengerti dengan situasi yang tengah dihadapinya.

Gadis bersurai sewarna mahoni itu mendengus. Tangannya ia lipat di depan dada. “Kau tuli ya? Kubilang kalau kau tidak bisa duduk di bangku ini.”

Summer menaikkan satu alisnya, ”Karena?”

Bibir mungil gadis itu mencebik. “Karena bangku ini milik Jungkook!”

“Dan kau adalah?”

Dahi gadis di hadapan Summer mengerut. “Kau tidak tahu siapa aku?!” pekiknya tak percaya.

Summer menengadahkan kedua tangannya dengan kedua alisnya yang terangkat. “Setahuku kau bukan Jungkook jadi kurasa kau sama tak memiliki haknya denganku.”

Gadis di hadapan Summer sudah siap meledak kalau saja sosok yang tengah diperdebatkan tidak muncul di antara mereka. “Oppa! Lihat kelakuan penggemar amatirmu ini. Ia bahkan tidak mau pergi dari bangkumu.” Adu gadis itu kepada Jungkook dengan suara yang dibuat lembut dan manja berbeda sekali ketika ia berbicara dengan Summer.

Jungkook menatap Summer dengan tatapan datar tanpa emosi. Summer membalas tatapan Jungkook dengan minat yang sama. “Aku tidak bilang kalau aku tidak mau pindah dari bangkumu,” ucap Summer lalu mengubah pandangnya ke arah gadis yang kini tengah bergelayut manja pada lengan Jungkook, “Aku hanya memberitahu kekasihmu kalau ia tidak memiliki hak sama halnya denganku,” lanjut Summer yang langsung menggiring langkahnya menjauhi bangku Jungkook.

Tepat ketika Summer menghempaskan tubuhnya pada bangku kosong satu-satunya yang tersisa, guru Nam masuk ke kelas dengan membawa berlembar-lembar karton ukuran A3.

“Tsk, menggambar.” Keluh sebuah suara.

Summer menoleh ke sumber suara yang ternyata hanya terletak di sebelahnya. Seorang gadis dengan rambut diikat ekor kuda itu masih mengeluh ketika Summer mengawasinya. “Lalu kenapa kau mengambil kelas ini jika tidak suka?” sela Summer yang berhasil menghentikan keluhan gadis tersebut.

Gadis itu menoleh ke arah Summer. Alis tebalnya menyatu dengan bibir yang manyun beberapa senti. “As if I have a choice. Maksudku, aku menyukai bernyanyi dan bermain alat musik, menari juga bukan masalah bagiku tapi menggambar? Meh, big nah.” Jawabnya dengan memutar bola matanya jenaka.

Memang di sekolah Summer yang sekarang mengikuti kelas seni berarti setuju untuk mengikuti tiga kelas sekaligus, yaitu kelas seni musik, seni tari dan seni rupa. Setiap murid memilih dua yang paling diminati tapi bukan berarti satu yang tersisa diperbolehkan untuk mendapat nilai jelek. Setidaknya mereka harus mendapatkan C+ pada kelas seni yang paling tidak diminati.

“Omong-omong, aksimu keren juga.” Gadis itu menjulurkan tangannya yang disambut dengan jabat tangan dari Summer,“Zoey.”

“Summer,” Summer memperkenalkan diri.

“Kau tidak takut dengan para Army?”

Alis Summer berkeriyut. “Kukira BTS lebih menakutkan?” sahut Summer setengah ragu.

Zoey berdecak dengan kepalanya yang menggeleng dan telunjuknya yang bergerak ke kanan dan kiri beberapa kali. “Tenot!” Zoey menirukan suara bel yang biasanya ada di sebuah acara kuis yang menandakan jika jawaban salah, “Tidak ada yang salah dengan BTS. Hanya saja penggemarnya memang berisi para gadis gila.” Zoey memutar jari telunjuknya di sisi kepala dengan bola matanya yang dibuat juling.

Summer menahan bibirnya untuk tidak mengeluarkan suara tawa. “Lalu rumor BTS yang hampir membunuh orang itu?”

Tidak banyak yang diketahui Summer tentang BTS. Mengingat ia pindah ke sekolah ini saat menginjak tingkat dua dan saat itu anggota BTS yang tersisa di sekolah ini hanya Jungkook, sedangkan anggota yang lain sudah lulus dan kini beberapa di antara mereka ada yang membuka usaha atau pun melanjutkan pendidikan ke universitas.

Perlu digaris bawahi bahwa Summer tidak memiliki satu pun teman dekat bahkan sampai saat ini ia berada di tingkat tiga. Jadi, kabar tentang BTS hanya diketahuinya dari hasil menguping―ketika ia bosan di kelas sejarah―atau tidak sengaja mendengar para gadis bergosip di toilet―tanpa menyadari bahwa Summer berada di salah satu bilik toilet.

Hasil mencuri dengar dan tanpa-sengaja-mendengar Summer selama setahun ini ialah BTS adalah kelompok lelaki tampan dengan talenta yang luar biasa beranggotakan tujuh orang―Jungkook termasuk di dalamnya. Sempat terdengar kabar BTS terlibat kasus perkelahian yang mengakibatkan salah satu lawannya nyaris tewas namun kabar itu layaknya anai-anai yang tertiup angin, menghilang dengan cepat, tanpa jejak, tanpa seorang pun membahas berita itu lagi seakan hal itu tidak pernah terjadi. Well, walaupun sebenarnya Summer juga tidak tahu apakah kejadian itu benar-benar terjadi atau hanya hasil pengembangan secara hiperbola dari mulut ke mulut.

“Jungkook yang melakukannya,” jawab Zoey dengan suara berbisik. Summer melempar pandangan tak mengerti. “Jadi, bukan BTS yang hampir membunuh orang tapi hanya Jungkook saja,” jelas Zoey.

What?!” pekik Summer tertahan.

Zoey mengangguk. “Tapi beritanya menguap begitu saja. Dan namanya, baik BTS atau pun Jungkook bersih dari tuduhan. Kau tahukan jika ada uang semua pasti bisa dilakukan.” Zoey menggesekkan ibu jari dengan jari telunjuknya. “Lagian, ayah Namjoon kan kepala kepolisian jadi mudah bagi mereka untuk menghilangkan jejak.”

Who the hell is Namjoon?

Kedua bola mata Zoey membelalak jenaka membuat Summer menahan tawa untuk kedua kalinya. “Kau tidak tahu siapa Namjoon?!” pekik Zoey masih dengan suara lirihnya. Summer menggeleng. “Hell! Where have you been, darling? Namjoon adalah ketua di BTS.”

Summer menatap Zoey ragu. “Semacam boss, begitu?”

Zoey menggigit bibir bawahnya dengan alis tebalnya yang bersinggungan. “Kind of tapi bukan tipe ketua yang menyeramkan seperti yang biasa kita tonton di film-film.”

Summer mengangguk-angguk mulai mengerti. “Aku baru pindah ke sekolah ini satu tahun yang lalu jadi tidak banyak yang aku ketahui soal BTS.”

Funfact―” Zoey menggantung kalimatnya. Ia melirik ke arah Jungkook yang berada di balik punggung Summer beberapa detik. Summer hanya memandang Zoey penuh tanya dan dengan sabar menunggunya melanjutkan kalimatnya, “―dia tidak sedingin ini ketika berada di tingkat satu.”

Summer tidak mengerti. Zoey menghela napas lagi, Summer tidak bisa melakukan banyak hal selain melemparkan tatapan penuh maaf untuk Zoey dengan bibirnya yang menyungging senyum menahan tawa.

“Jungkook adalah seorang yang menyenangkan. Ia ramah dan baik. Semua orang menyukainya. Ia juga pintar dan suka berorganisasi. Percaya atau tidak ia sempat menjabat sebagai ketua OSIS. Ia memiliki kekasih bernama Nana. Mereka menjadi pasangan serasi yang begitu diidam-idamkan para murid yang lain. Namun, hubungan mereka kandas ketika naik ke tingkat dua. Semenjak itu Jungkook menjadi dingin kepada semua orang, ia tidak lagi ramah dan menjadi seseorang yang irit bicara,” Zoey memberi jeda untuk ludahnya masuk menyusuri tenggorokan, “Dan dengar-dengar orang yang hampir tewas itu pacar baru Nana.”

Manik Zoey bergulir ke balik punggung Summer sekali lagi. “Aish, dia memandang ke arahku!” Zoey segera mengalihkan pandangnya kepada guru Nam yang tengah menjelaskan sesuatu hal tentang menggambar dan perasaan.

Summer, entah mengapa ia malah memutar kepalanya, membuat maniknya bertemu dengan manik gelap Jungkook. Anehnya tatapan dingin Jungkook dan wajah datarnya sama sekali tidak mengerutkan nyali Summer. Sebaliknya, tatapan Jungkook bagi Summer bak sebuah tulisan SOS yang ia temukan di pulau yang tak berpenghuni, Menunggu untuk diselamatkan.

.to be continued…

Make sure to drop something in comment box after read it. Thank you. xo❤

 

36 responses to “[1] Note on the Desk: Note on the Desk

  1. Kyaa!! Kerenn..
    Itu tulisan” yg ada meja hasil karya(?) nya member BTS kah? Terus yg pengen mati sapa? Jungkook? Ah bikin penasaran.
    Oh iya, tadi masih menemukan nama ‘kaia’ mungkin kelewat blum di edit. Tapi its okay, tdk mengganggu.

    Next part sangat ditunggu.. Semangat ngetiknyaa ^^

    • Wah? Luput dari editan berarti. Karena nama awal tokohnya sebenernya Kaia tapi trus kita rundingan lagi dan memutuskan namanya Summer. Makasih ya koreksinya nanti bakal di edit kalo udah ada waktu.
      Next part maybe besok ya di jam yang sama😉
      Anw, thank you ya udah baca ❤

  2. Aku baru aja comment di prolog nya eh udah muncul chapt 1 xD jungkook ko misterius yaaa (っ˘̩╭╮˘̩)っ bikin greget, jungkook dingin, summer dingin mungkin kayanya mereka jodoh/? ┌(˘⌣˘)ʃ next buat chapt 2nya ditunggu banget ya kaa

  3. Ada typo but udh bgs ko ini crt ma alur y..like this..hehehehe..siapa ya kira2 yg nulis d meja itu..g mw nebak2 dlu..d tunggu labjutan y…

    • Halo, Wulan. Iya, udah aku benerin typonya makasih ya koreksinya. Kayaknya sih udah ga ada typo lagi (kalo ada yang luput mohon maapin. Hehe)
      Dan makasih juga ya Wul udah mau baca dan ninggalin komentar❤

  4. Dua-duanya penuh misteri summer x jungkook ada sisi kelamnya masing” /ngomong apa sih aku/
    Wah ini kok ada bunuh”an segala kak , jadi makin penasaran
    Oh iya , pas si summer nulis di meja yang “still alive ? Let’s die together” berasa baca ff yang creepy” 👻😁

    • Lho? Emang lho. Mereka emang punya sesuatu yang bikin mereka kayak sekarang, Sehun (aku manggil kamu enaknya siapa ya? Masak manggil kamu kayak manggil masa depanku. #digebuk)
      Hahahaha, sambil nyanyi Monster ga tuh nulis creepy creepy-nya?
      Btw, makasih ya udah mau baca. Kirain bakal sepi peminat ffnya. Secara ya castnya bukan boyband tiga huruf (eh, BTS juga boyband tiga huruf sih)

  5. wahhh.. ffnya kren..
    aku udah sempet bca prolog.ya lansung bca chap ini…

    heheheheeee….tnpa summer sdari dia udh banyak ngomong dngan Zoey..
    aku tunggu chap slanjutnya thor..
    SEMANGAT..

    • Iya, Rae. Tanpa sadar sebenernya Summer sedang menjalin hubungan pertemanan sama Zoey mungkin karena alam bawah sadarnya yang juga kangen punya temen kali ya.
      Chapter selanjutnya akan di post nanti jam sepuluh juga!
      Terima kasih ya Rae udah baca dan ninggalin jejak❤

  6. Oh kaia itu kelupaan edit ya -abis bca komen diatas- kirain nama lain summer.
    BTS disini bukan boyband ya? kirain boyband wkwkwk ih bingung aku, apa BTS nya boyband yg merangkap anak genk?
    Yasudahlah ditunggu lanjutannya…

    • Waaah, Sukkie, kamu nyampe sini juga?????o_O
      Bukan, di sini BTS bukan boyband cuma nama geng aka karena sering maen bareng gitulah. Kayak kalo di sinetron-sinetron itu. LOL.
      Yasudah, terima kasih ya Sukkie udah ninggalin jejak. Lanjutannya di post nanti jam 10!❤

    • Typo. Kaia seharusnya Summer. Luput dari beta-an tuh. Hehe.
      Awal nama OCnya Kaia tapi terus kesepakatan bersama diganti Summer eh ternyata ada yang luput dari editan.
      Maaf ya. Nanti kalo udah ada waktu pasti diedit kok.
      Terima kasih sudah membaca🙂

  7. Awal baca nya seruuu ,mkin tertarik untuk ngikutin part2 selanjut nya ,krena penasaran jg ,tpi ending part1 nya bikin ketawa.. Pesan sos ?? Lucu kali .
    Next ya eooni

  8. Awal baca nya seruuu ,mkin tertarik untuk ngikutin part2 selanjut nya ,krena penasaran jg ,tpi ending part1 nya bikin ketawa.. Pesan sos ?? Lucu kali,mkin tambah penasaran sama alur cerita nya .
    Next ya eooni

  9. Hehhh ternyata yg ngjakin mati bareng tu sii semmer ,oh ya ka ajeng tdi keknya ada kslahan dehh dibgian>> “What?!” pekik Kaia tertahan. Mungkin hrusnya nama summer ato aq ya g paham, heheh nextnya fighting ya ka

  10. Pingback: [2] Note on the Desk: Beginnings are always Mess | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Jungkook misterius banget, dia bener2 mau bunuh orang waktu itu?? Apa dia patah hati, gara2 di putusin cewenya??
    Kasian Jungkook..
    Aku lanjut baca chapter 2nya dulu ^^

  12. Kookie!!! Masa iya kamu dibilang ngebunuh orang! Nggak bener kan thor? Baby kookie mah mana bisa bunuh”an.. dia kan masih belajar berjalan kekeke~

  13. Yg nulis I wanna die itu Jungkook bkn sih?? Klo iya mana si summer ngajak mati bareng lagi 😂😂
    Itu summer secara ga langsung dia udh berinteraksi dgn zoey kan.. Semoga temenan dah soalnya sendiri itu ga enak.. 😂👍

  14. Pingback: [3] Note on the Desk: Friend? Friend! | SAY KOREAN FANFICTION·

  15. wuaahhh seru ff-nya, baru kali ini baca ff Jungkook yang sifatnya judes & dingin kaya gini. itu sampe bunuh orang segala lagi-_-

  16. Ak penasaran kenapa jungkok tiba2 berubah?apa gra2 patah hati kah?aigoo aku ga punya clue sma sekali endingnya gimana fighting kak nulisnya:)

  17. Mungkinkah Zoey yang nulis di meja? Ato Jungkook? Biasa aja Jungkook kan cowo sukaa banget coretcoret meja, mungkiiin hahhhaaa. Semangat buat terus berkaryaaa

  18. Ini keren kakk^^
    Btw aku sempet ga minat baca ff ini gara2 forewordnya menurut aku kurang menarik.-.
    Terus 3 hari kemudian aku iseng liat, ternyata chapter 1 udah rilis. Yang baca juga banyak. Gara2 kepo akhirnya aku baca juga😄
    Dan ternyata ini bagus banget. Big luv❤

    Aku mau ngebut baca dulu biar ga ketinggalan kakk :v

  19. Pingback: [4] Note on the Desk: Bubble-bubble, Here Comes Trouble | SAY KOREAN FANFICTION·

  20. tulisan ‘i wanna die’ itu ditulis kooki kah kakjeeng? :’) ini mau marathon baca series ini :v

  21. Pingback: [5] Note on the Desk: Lucky-Unlucky | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s