I Love You Like This [II] – Sohwadreamer

i-love-you-like-this

I LOVE YOU LIKE THIS [ II ]

“ This Is Us”

Before:

I : Daddy = Mommy

CAST :

EXO’s Oh Sehun – Oh Sehun

OC’s – Oh An Hee

SEVENTEEN’s Vernon – Oh Hansol

APRIL’s Jinsol – Oh Jinsol

|| LENGHT : Chapter || GENRE : Romance, Marriage Life, Family, Angst, Fluff ||  AUTHOR : Sohwadreamer

҉Sohwadreamer  ҉

“Anak-anak! Cepat turun!”

Sehun berteriak memanggil anak-anaknya agar segera berkumpul ke ruang makan. Sudah waktunya makan malam, dan seperti biasa mereka akan makan bersama. Yang pasti istri Sehun, An Hee akan turut makan bersama mereka. Hal yang agak langka bagi mereka.

“Makanan sudah siap ya?” Hansol sudah hadir di ruang makan. Dia tampak segar karena sudah mandi sore. Untung Oh Hansol bukan anak yang jorok.

“Ya, Oh Hansol mana adikmu?” Tanya Sehun sambil sibuk menata makanan pada meja makan.

“Oh si Jinsol-”

“Aku disini!!!” Heboh Jinsol. Sehun terlonjak mendengar Jinsol. Anak itu memang periang.. Bahkan kelewat periang sepertinya.

“Ayo kita duduk.” Ajak Sehun dan mereka duduk di meja makan. “Sekarang mari kita tunggu eomma kalian.”

Hansol dan Jinsol mentap Sehun dengan tatapan yang berbeda walaupun sama-sama terkaget. Hansol menatap Sehun dengan kesal sedangkan Jinsol dengan senangnya.

“Huh, buat apa pulang.” Kata Hansol dengan sangat pelan. Tapi Jinsol dapat mendengarnya.

“Serius appa? Wah senangnya..” Jinsol menanggapi Sehun yang sepertinya menunggu tanggapan anaknya. Suara Jinsol agak bergetar, takut appa nya akan sedih mendengar apa yang dikatakan oppa nya tadi.

“Hansol bagaimana dengan mu?” Sehun menatap hansol dengan wajah berharap.

“Ya.. Haha senang.” Sahut Hansol dengan tawa yang di paksakan. Bagaimanapun, membuat Sehun sedih adalah hal terakhir buat Hansol.

Ting..Tong..

“Aku yang buka!!” Seru Jinsol sambil berlari menuju pintu depan. “EOMMA!!” Ternyata memang Anhee yang berada di depan pintu.

“Berisik sekali kau ini!” Anhee agak mengomel mendengar suara cempreng Jinsol yang memanggilnya. Jinsol menatapnya sedih. “Baiklah.. Bisa bantu bawa koper eomma?” Tanya Anhee dengan lembut sembari mengusap rambut Jinsol.

“Tentu!” Seru Jinsol.

Setelah Anhee beberes dan mandi, dia bergabung dengan mereka semua di ruang makan. “Hansol, eomma merindukanmu.” Anhee langsung memeluk Hansol, lalu menyuruh Jinsol untuk pindah duduk jadi di depan Hansol.

“Hm.” Hansol hanya berdeham.

“Eomma bawakan banyak oleh-oleh untukmu sayang.” Anhee mengusap rambut Hansol dengan lembut. Tatapannya sangat menggambarkan kerinduan yang besar untuk Hansol putra sulungnya.

“Hm.” Lagi-lagi hanya berdeham.

“Eomma, kalau Jinsol bagaimana?!” Jinsol mencoba menarik perhatian eommanya yang sedang terfokus oleh Hansol.

“Ck.. Pasti ada. Tenanglah sedikit. Kau itu perempuan.” Anhee menegur Jinsol yang mulai berteriak lagi. “Seharusnya kau tidak boleh berisik seperti itu. Kapan kau berubah? Kau sudah mulai dewasa.” Tambah Anhee, membuat anak perempuannya menunduk dan mengerucutkan mulutnya. Hansol menatap eomma nya tidak percaya.

“Sudahlah! Ayo kita makan saja.” Sehun yang membaca suasana ingin mencairkan suasana.

“Bagus sekali. Pantas anak ini tidak berubah.” Kata Anhee sambil melirik Jinsol yang ketakutan. Hansol mulai jengah. “ Kau selalu membelanya Oh Sehun!” Suara Anhee naik 1 oktaf.

“Kau baru pulang!” Sehun mulai menaikkan nadanya. Sekilas dia melihat anaknya Jinsol hampir menangis. Sedangkan Hansol menatap Anhee kesal.

“Memangnya kenapa kalau-”

Kreeett..

Hansol bangkit dari tempat duduk dan menarik tangan Jinsol agar ikut bangkit berdiri. “Kalau pulang untuk bertengkar, pergi saja.” Lalu Hansol langsung pergi membawa Jinsol.

Sehun dan Anhee menatap kepergian kedua anak mereka dengan terkejut.

 ҉Sohwadreamer  ҉

Kedua kakak-beradik itu sampai di sebuah kedai ramen setelah 20 menit berkeliling dengan motor Hansol. Saat ingin turun, Jinsol tidak mau melepas pegangannya pada Hansol.

“Sudah sampai, ayo turun ssaengi.” Ajak Hansol, tapi adiknya itu tetap tidak bergeming. Jinsol tetap pada posisinya.

“Ya! Oh Ji-”

“Mereka bertengkar karena aku ya, oppa?” Akhirnya Jinsol bersuara juga setelah terdiam beberapa saat.

Hansol menghela nafas. “Tidak kok. Tidak begitu.” Untungnya saat itu sedang sepi sehingga Hansol tidak perlu takut orang lain melihat.

“Begitukah?!” Jinsol langsung melepas pelukannya pada kakaknya itu dan langsung turun dari motor. “Ayo! Aku lapar!!” Seru Jinsol dengan riang sambil masuk ke kedai itu meninggalkan Hansol yang masih terduam di motor menatap adiknya tidak percaya.

“Hah, dasar bunglon.”

Di lain tempat..

Anhee dan suaminya, Sehun masih tetap terdiam di meja makan. Setelah kedua anaknya pergi mereka berdua tetap diam tanpa sepatah katapun. Wajah Sehun tampak mengeras karena hal yang sekitar setengah jam tadi terjadi. Sedangkan Anhee tampak gusar, terlihat ada kesedihan di matanya.

“Maafkan aku, Sehun-a..” Kata Anhee pelan. “Aku.. Aku ti-tidak bermak..sud..” Anhee mulai menangis saat melanjutkan kata-katanya. “Benar.. Seharusnya aku tida-” Kata-kata Anhee terputus saat Sehun menghampirinya dan memeluknya.

“Tidak.. Mereka hanya salah mengartikannya Anhee-a.” Sehun menenangkan istrinya yang nampak sangat bersedih itu.

“Kau tau kan mengapa aku begitu?” Anhee menatap Sehun dengan sedih, dia tampak sangat terluka. “Aku..aku hanya kesal saat melihat Jinsol.. Dia sangat mirip de-dengan..” Anhee menghentikan perkataannya melihat Sehun tampak berduka. “Maafkan aku.. Karena mengingatkanmu, Sehun-a.” Anhee memeluk Sehun dengan erat untuk menyalurkan perasaannya.

“Tidak Anhee-a.. Aku yang salah, sayang.” Sehun mulai menangis mengingat semua kejadian yang terjadi jauh sebelum semuanya membaik seperti sekarang.

Dan mereka mulai beranjak untuk istirahat tanpa menyentuh makanan yang sudah Sehun buat tadi.

 ҉Sohwadreamer  ҉

Saat ini kedua saudara itu sedang menunggu ramen yang mereka pesan. Hansol tampak sibuk dengan handphone nya, sedangkan Jinsol sedang mengamati sekitarnya karena tidak sabar menunggu ramen pesanannya.

“Ah! Lama sekali!” Jinsol gemas karena ramennya agak lama.

“Ya! Kita baru 5 menit di sini.. Sabar yaa..” Hansol mengalihkan tatapannya dari handphone nya. “Dasar Oh Jinsol.” Lanjut Hansol sambil mencebikkan mulutnya. Tak lama, dia kembali fokus pada handphone nya.

Padahal kedai saat itu sedang sepi, tapi kenapa ramennya sangat lama. Rupanya sang koki baru datang sambil membawa belanjaannya. Sepertinya bahan makanan itu habis makanya sang koki yang bekerja sendiri harus belanja.

“Maafkan aku.. Aku akan buat dengan cepat.” Kata koki itu sembari menghilang menuju dapur untuk memasak.

“Oppa, aku pernah bertemu koki itu..” Jinsol menyahut sambil terus melihat kearah dapur kedai itu.

“Hah?” Hansol tampak tidak mengerti maksud Jinsol.

“Iya! Itu kan kak Saeyeong.. Kelas 3-3.” Kata Jinsol sambil masih terus melihat kearah dapur kedai itu.

“HAH?!” Hansol tersadar.

Flashback.

Saeyeong kembali duduk tegak dan memandang Hansol tepat di matanya. Yang di tatap malah terlihat salah tingkah. Tentu saja kau akan malu kalau di tatap seperti itu pada orang yang kau suka kan?

 

Saeyeong mulai berdiri dan mengangkat bukunya, lalu.. Langsung pindah kesebelah Somi yang duduk di paling pojok belakang karena tinggi. Semua orang di kelas itu tampak tidak percaya pada apa yang mereka lihat. Termasuk Hansol.

“Ya! Kenapa kau pindah?” Teriak Hansol pada Saeyeong. Seketika kelas menjadi gaduh.

“Cieee.. Hansol… Saeyeong~~”

“Kalian pacaran yaa..”

“Wuuuuu….”

Hansol tampak salah tingkah. Sedangkan Saeyeong menatap Hansol seperti ingin membunuhnya. Toh, sekolah ini membebaskan muridnya memilih tempat duduk sendiri.

“Apa kau tidak mandi?” Tanya Saeyeong pada Hansol yang membuat sekelas menatapnya tidak percaya. “Kau sangat BAU!” Lanjut Saeyeong sambil menekankan kata bau.

“Hahahah… Dia bau!”

“Dia gila! Hansol suamiku..”

“Saeyeong.. JJANG!!”

“Kau bilang aku bau?!” Hansol meninggikan suaranya tidak percaya. Saeyeong nya.. Belum sih. Tapi tetap saja keterlaluan. Wah, Saeyeong memang tukang bully sepertinya.

“Memang!” Jawab Saeyeong tak kalah tinggi. Tak lama kelas menjadi hening karena Saeyeong dan Hansol tampak akan saling membunuh.

Hansol membelalakkan matanya tak percaya. Lalu melangkah dengan perlahan kearah Saeyeong. “Benar-benar..” Kata Hansol saat berdiri tepat di depan Saeyeong.

“M-mau a-apa kau?” Saeyeong tampak tidak nyaman mengingat Hansol sangat dekat padanya. Ini kali pertama baginya seperti ini dengan lawan jenis. Tentu saja karena saeyeong tidak mau bergaul dengan lawan jenis.

“Aku mau ini..”

CUPP..

Semua mata di kelas tampak akan keluar mengingat suasana yang di ciptakan oleh Hansol. Sepertinya dia sudah gila karena mencium Saeyeong seperti itu di kelas. Yah, Hansol pasti sudah gila saat ini. Dia mungkin boleh menyukai Saeyeong, tapi ini bahaya sekali.

PLAK!

Semuanya kembali kaget karena Saeyeong melayangkan tangannya ke wajah Hansol yang sudah merebut ciuman pertamanya. Saeyeong menatap Hansol seperti ingin membunuh anak itu. Yah, Hansol kau sudah gila ya!

“Dasar kurang ajar..” Desis Saeyeong lalu keluar dari kelas.

Flashback end.

“Kau yakin Jinsol-a?” Tanya Hansol setelah tersadar dari lamunannya. Bertemu dengan Saeyeong setelah kejadian gila di sekolah tadi. Ah, Hansol tak sanggup untuk bertemu dengan Saeyeong saat ini. Hansol panik sekali. “Sepertinya kita pulang saja Jinsol-a..” Hansol langsung mengajak adiknya untuk pulang karena tidak ingin bertemu Saeyeong.

“Oppa! Kita belu-”

“Maafkan aku.. Aku membawakan pesanan anda.” Suara dari belakang Hansol membuatnya terkejut sampai matanya seperti akan keluar. Itu suara koki kedai ini. Suara Saeyeong, gadis yang tadi Hansol cium di sekolah. Hansol panik. Makanya, jangan asal cium lain kali.

“Hmm..” Hansol membalikkan badannya dan menghadap Saeyeong. Dapat dilihat betapa kagetnya gadis itu bertemu dengan Hansol di tempat kerjanya. “Hai..” Hansol berusaha menyapa Saeyeong, tapi suaranya tampak gugup.

“Benarkan ini Saeyeong eonni!!” Jinsol bersuara dengan riangnya.

“Duduk.” Saeyeong bersuara dengan nada yang dingin. Seketika Hansol langsung menurutinya dengan sambil tertunduk, seperti ketahuan berbuat salah. Hey, mana Hansol yang nakal itu.

“Oppa, kita tak jadi pulang?” Jinsol berusara dengan polosnya.

Hansol memberi kode pada adiknya agar segera duduk. Untungnya Jinsol mengerti maksud oppa nya itu, dia langsung duduk dengan wajah yang agak bingung.

“Ini pesanan kalian.” Kata saeyeong sambil menaruh pesanan kakak-beradik itu lalu langsung pergi meninggalkan mereka.

‘apa dia marah?’ pikir Hansol. Hei, Saeyeong tidak marah. Lagipula dia tidak dekat dengan Hansol, jadi buat apa berlama-lama. Apalagi mengingat masih ada pesanan. Hansol terlalu percaya diri.

Sedangkan Saeyeong,

Di dapur dia memegangi wajahnya yang sepertinya panas setelah bertemu Hansol. “Aku sudah gila!” Saeyeong memukul kepalanya sendiri lalu mengaduh. “Yak! Jun Saeyeong! Itu hanya ciuman!” Rutuknya pada dirinya sendiri dengan gemas.

“Tapi.. Itu ciuman pertamaku..” Saeyeong memegangi bibirnya yang tadi dicium Hansol saat sekolah.

“Aku sudah gila!” Tanpa sepengetahuan mereka mengucapkan kalimat itu bersamaan, dengan wajah yang merah sekali.

 ҉Sohwadreamer  ҉

15 responses to “I Love You Like This [II] – Sohwadreamer

  1. OMGGG apa sih sehun end isri marah marah aja
    Itu jinsol bukan anak kandungnya atau aps sih? Kok eommanya ga suka sama dia?

    Ciee kan hansol aku suka sama karakternya hansol kadang bandel tapi kalo didepan saeyoeong jadi jaim gitu wkwk

    Ditunggu next chap ya
    Hwaiting ^^

  2. Itu Jinsol bukan anak kandung Anhee atau gimana??kok Anhee sinis banget sama Anhee. Kasian juga liat Hansol dan Jinsol yg kurang kasih sayang ibu (sepertinya) kenapa Sehun yg engga kerja?kenapa istrinya yg kerja?

    Yaampun couple Hansol – Saeyeong lucu sekali,semoga di chapter selanjutnya ada confirmed hubungan mereka,hahahahaha.

    Keep writing and Fighting kak. Ditunggu chapter selanjutnya,jangan lama2 ya kak.hehehe

  3. Apa sehun dulu prnah nikah ato jinsol itu anak siapanya sehun????penasaran sehun kok jdi ayah rumah tangga sih???

  4. Haha d sini kbalikannya .apa dlu sehun punya istri udah meninggal dan menikah lgi ea. Kdua anya beda ibu ea.knp anhee pilih kasih. makin penasaran kedepan nya d tunggu next chapter nya fighting

  5. Fantasi : pulang kerja bakalan ada acara loveydovey
    Fakta : an hee eomma marah2 ke jinsol tp perhatian ke hansol, ujungnya pd berantem x_x
    Mereka kenapa??? Muka jinsol mirip siapa?? Sampe an hee kesel liatnya? Masalalu siapa?? T_T bingung euyy

  6. ini ceritanya gimana ya aku kok belum ngeh -_-
    itu si jinsol bukan anaknya sehun apa gimana
    huuuf pengen ngerasain punya kakak cowo
    bikin gemes deh ciee hansol sama saeyoung

  7. Gak sabar sama kelanjutannya ceritanya 😂
    Sebenernya jinsol bukan anak sehun ya? Kok anhee reaksinya begitu yaa? 😯

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s