[3] Note on the Desk: Friend? Friend!

Note on the Desk

Note on the Desk: Friend? Friend!

by awackywallflower ft. Key

Jeon Jungkook, Jung Jaehyun, BTS & OC || Friendship, Family, School Life, Romance || Series

Previous: [0[1] [2]

What a day, Summer?!

Summer memutar bola matanya jengah sebelum menghempaskan bokongnya pada bangku yang berseberangan dari milik Zoey.

Yeah, what a day.” Summer mengulang ucapan Zoey dengan nada malas.

“Demi Tuhan, Summer, ini musim panas dan kau memakai―” Zoey menunjuk dengan ujung-ujung jarinya sebelum menyeruput soda, “―sweater?” sambungnya setelah cairan hitam itu ia telan membiarkan sensasi dingin menghinggapi lambungnya.

I have no choice,” jawab Summer seraya mencomot sedikit sandwich isi tuna milik Zoey, “Pilihannya hanya aku telanjang seharian atau kepanasan seharian. Nothing in between.”

“Army lagi?” Summer hanya menjawab dengan anggukan. “They really have no joke.”

Indeed.

Genap seminggu setelah undian keramat itu terjadi dan genap seminggu pula rentetan “kejutan” dari para penggemar Jungkook berdatangan silih berganti menyambut Summer. Mulai dari semua buku yang menghilang dari loker, loker yang ditandai huruf X dengan cat merah sampai berbelas ikan segar mengisi lokernya dan tepat hari ketujuh tiba-tiba saja ada air yang mengguyur tubuhnya ketika ia sedang berada di salah satu bilik toilet. Summer tidak masalah jika harus mengenakan seragam yang basah seharian kalau saja kemejanya tidak mencetak pakaian dalamnya dengan jelas.

“Sudah kubilang kan suatu hal yang buruk berpasangan dengan Jungkook. Biar kutebak, kau juga belum membicarakan apapun kan dengannya?”

Summer membuka bungkus rumput laut yang ia beli di minimarket sebelum sampai ke sekolah pagi ini. Zoey hanya memandang tanpa minat ketika gigi Summer yang rapi menjepit lembaran tipis warna hijau itu. Summer menyodorkan rumput lautnya kepada Zoey tapi Zoey langsung menolak dengan mendorong balik bungkusan tersebut ke arah Summer. Summer mengedikkan bahunya.

“Apa yang perlu dibicarakan dengannya? Maksudku, ini hanya soal menggambar, aku bisa saja mengambil fotonya atau menggunakan daya ingatku untuk menggambar wajahnya.” Summer akhirnya buka suara.

“Kau belum membaca broadcast dari guru Nam yang meminta kita menyertakan foto terbaru partner kita. Dan mencari foto terbaru Jungkook? Seperti mencari jarum di tumpukkan jerami.”

Shit. No way!

Yes way!” sahut Zoey cepat. “Akun SNSnya terproteksi jadi kau tidak bisa sembarangan mengambil fotonya. Bahkan aku ragu kalau dia mempunyai foto terbaru. Setidaknya kau harus bertemu dengannya sekali saja, Summer.”

“Andai dia tidak cepat menghilang setelah kelas seni, Zoey. Bahkan aku hampir berpikir kalau ia seorang siluman atau semacamnya.” Ujar Summer dengan memainkan rambutnya yang hari ini ia ikat ekor kuda. “Bagaimana denganmu dan Haneul?”

Zoey meletakkan gelas karton kosong dengan setengah membantingnya di meja. “Lancar seperti yang sudah aku rencanakan!” jawabnya dengan senyum yang merekah. “Aku punya alasan kenapa selalu mengajakmu makan siang di belakang sekolah seminggu ini. Kau tahu kan, Haneul tidak akan suka jika melihatku dekat denganmu sedangkan nilai seni rupaku ada di tangannya.”

Summer menopang dagunya memandang Zoey yang sedang bercerita dengan menggebu-gebu. “Mudah kan? Kau tinggal berhenti dekat-dekat denganku saja.” Seloroh Summer tiba-tiba membuat Zoey menghentikan ocehannya.

What? No! Teman tidak melakukan hal jahat seperti itu. Aku tahu kau akan di-bully habis-habisan oleh penggemar gila mereka dan aku tidak akan membiarkan kau melaluinya seorang diri, Summer.”

What’s friend?” Kalimat Summer berhasil membuat semangat Zoey yang berkobar tiba-tiba padam. Summer bisa merasakannya dari sikap yang Zoey berikan, air muka Zoey berubah lesu. Summer mengelus tengkuknya. “Don’t get me wrong, Zoey but―”

“Kau tidak ingin berteman denganku?”

Summer langsung menggerak-gerakkan tangannya. “Bukan seperti itu maksudku hanya saja―” Summer mengelus tengkuknya sekali lagi, “hanya saja aku sudah lama tidak memiliki teman lagipula aku tidak mau kau ikut terseret masalahku dengan Haneul. Jadi, sebaiknya kau pikirkan lagi.” Summer melemparkan senyum canggungnya yang penuh keraguan. Zoey mungkin akan menyetujui untuk menjauhinya lantaran perlakuan Haneul dan penggemar Jungkook lain yang mungkin membahayakan bagi dirinya jika ia dekat-dekat dengan Summer. Hanya saja, di dalam benaknya yang paling dalam Summer mengharapakan kalau Zoey akan tetap mau berteman dengannya.

 “Chillax. Aku sudah cukup dewasa untuk bisa melawan balik mereka, Summer. Lagipula, kau gadis normal kedua setelah aku di sekolah ini. Kau itu spesies langka, satu berbanding sejuta yang tidak mendewakan Jungkook bagaimana bisa aku melepasmu begitu saja?”

Summer langsung tergelak mendengar pernyataan Zoey barusan. “Kau mau memuji atau mencela, ha?!”

Both!” Lidah Zoey yang terjulur mengarah pada Summer, membuat Summer melakukan serangan balik dengan mendorong dahi Zoey dengan jari telunjuknya. Membuat tawa mereka mengembang sekali lagi. “So, friend?

Summer mengubah tawanya menjadi sebuah senyuman. Rasanya sudah lama sekali Summer tidak tersenyum setulus ini. “Friend.

Bersamaan dengan ucapan Summer, bel sekolah berbunyi menandakan habisnya jam istirahat siang mereka. Zoey bangkit berdiri, ditepuk-tepuknya bagian belakang roknya. “Sebelum ke kelas kau harus mengganti sweater-mu dulu. Aku ada seragam cadangan di loker, kau bisa memakainya.”

Aw, you’re so sweet. Andai kau seorang pria, aku pasti sudah menjadikanmu kekasih daripada teman.” Goda Summer dengan mencolek dagu Zoey.

Zoey menepis tangan Summer. “Glad I’m not,” balas Zoey yang membuat Summer tergelak lagi. “Kelas apa setelah ini?” Zoey melangkah memasuki gedung sekolah diikuti Summer dari belakang.

Summer menjawab setelah langkahnya berhasil menyamai langkah Zoey. “Math.

Zoey menjulurkan lidahnya keluar bersamaan dengan suara muntah yang dibuat-buat. “Aku tidak menyangka kau mengambil kelas matematika. Ma-te-ma-ti-ka?! Mendengarnya saja langsung membuat kepalaku pusing dan perutku mual.”

Summer tidak bisa memberikan tanggapan lain selain mengedikkan bahunya. “Aku juga tak menyangka aku bisa bertahan dua semester di kelas matematika lanjutan.”

•••

Summer bukannya tidak bersyukur Zoey mau meminjamkan seragam untuknya hanya saja Summer tidak menyangka seragam Zoey berbeda satu ukuran dengannya.

Ugh, bagaimana bisa anak itu bernapas dengan baju sekecil ini?

Summer bergerak tak nyaman di bangkunya. Sudah tidak bisa dihitung berapa kali tangannya menarik-narik ujung seragamnya agar tidak memperlihatkan punggungnya.

“Ada yang bisa kubantu nona Han?”

Tubuh Summer langsung menegang. Semua mata kini memandang ke arahnya. “Y-ya guru Kang?”

Guru Kang menurunkan sedikit kacamatanya, membiarkan hidungnya yang mancung menyangga kacamata bulatnya. “Aku melihatmu tidak bisa diam. Kau ingin ke toilet? Atau kau sakit?”

Summer langsung menggelengkan kepalanya cepat. “T-tidak guru Kang. Saya baik-baik saja.”

“Apa kau ada kelas setelah ini?”

Summer menghela napasnya pasrah. Pertanyaan itu adalah pertanyaan andalan guru Kang jika ingin menghukum muridnya merapikan ruang kelas setelah pelajaran selesai. Apalagi kelas kesenian sudah selesai minggu ini yang berarti Summer tidak bisa berkelit dari hukuman guru Kang. “T-tidak.”

“Kalau begitu kau yang merapikan kelas setelah pelajaran selesai.”

Summer langsung memasang senyum masam. “Baik,” jawabnya dengan menganggukan kepala menyetujui.

Setelah itu pelajaran berjalan seperti biasa bahkan Summer bisa merasakan atmosfer yang lebih hidup di kelasnya. Mungkin karena mereka tidak perlu cemas jika tiba-tiba guru Kang menyuruh untuk pulang paling terakhir guna membersihkan kelas matematika jadi mereka bisa langsung melesat pulang atau memiliki waktu istirahat lebih lama sebelum kelas berikutnya di mulai.

Summer bertopang dagu, satu tangannya sibuk menyalin rumus-rumus yang ada di papan tulis sedangkan pikirannya tengah melayang ke obrolan yang ia lakukan dengan Zoey siang tadi. Haruskah Summer menuruti ucapan Zoey untuk berbicara empat mata dengan Jungkook? Summer mengetuk-ketukkan ujung pulpennya, membuat pola titik-titik tak beraturan di bukunya.

Sekali kurasa tidak masalah. Bertemu lalu langsung meminta fotonya kemudian pergi. Sounds good, Summer! Ya, benar, aku hanya perlu mendapatkan foto terbarunya.

Bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi, mengembalikan kesadaran Summer pada tempatnya. Tidak seperti yang lain, Summer mengemas bukunya secara perlahan karena rasanya percuma secepat apapun ia mengemas barangnya pada akhirnya ia akan keluar paling terakhir di kelas.

Summer menutup bukunya dengan kedua pipi yang menggembung kesal hinga manik hitamnya menangkap sebuah tulisan yang berada di meja. Balasan dari tulisannya yang sebelumnya. Summer menyingkirkan semua beda yang menghalangi tulisan tersebut. Senyum tipis terpatri di wajahnya.

LOL. No. Bagaimana kalau 50:50? Pilihannya hanya, a) karena kau ingin b) karena kau sangat ingin. Pilih yang mana?

Summer mengeluarkan satu pensil dari tempatnya. Tangannya bergerak lincah di atas meja, mengukir noda baru.

Aku baru saja mendapatkan teman pertamaku setelah dua tahun lamanya jadi aku akan memilih A. Semoga kau tidak kecewa dengan jawabanku dan semoga kita masih bisa bunuh diri bersama-sama? LOL.

.to be continued…

Jadi, inilah tiga part tersampahnya. Part berikutnya udah mendingan kok (Iya, part beikutnya udah kelar dibuat juga). Kritik dan saran sangat diterima🙂

Daaaaan, enaknya part 4 di post kapan ya?

 

 

 

40 responses to “[3] Note on the Desk: Friend? Friend!

  1. Am I first?? yeayyyy^^
    lucu banget persahabatannya Zoey sama Summer. sama2 suka nggosipin orang juga ternyata xD di part ini blm ada interaksi Jungkook-Summer nihh. makin penasarannnn jadinyaa :3

    • Hai, Yoo!😀
      Iya kan tipikal para cewek kalo ngumpul suka gosip. LOL.
      Part berikutnya ada interaksi Jungkook – Summer😉
      Btw, makasih ya udah baca dan ninggalin komentar ❤

  2. Akhir y summer mw tmnan ma zoey…setelah sekian lama…hehheehe…wahhh serem bgt ya army y hihihi..moga d kehidupan nyata g gitu😀😀…chap 4 ASAP donk…

  3. Part 3 nya kurang panjang deh kayaknya haha

    Ini masih zoey summer moment yah? Semoga di part 4 udah ada jungkook summer moment nya, terus ceritanya lebih panjang dari part 3. hihi

    Part 4 di post secepatnya aja thor ^^

  4. Suka sukaa, untung aja summer mau temenan sama zoey, mereka jg lucu wkwk.
    Part 4 di post secepatnya yaa wkwk
    Selalu buat penasaran soalnya ^^
    Semangattt!!!!

  5. cerita baru yeay dan genrenya sukaaaaa jadi bikin kangen cerita Kaleidoskop. sorry kakak baca ngebut dari prolog komennye borong disini yaaa hehe
    meskipun belum ada interaksi Summer-Jungkook sampe part ini tapi tetep asik interaksinya Zoey sama Summer haha sama-sama spesies langka yang ga memuja Jungkook
    keep writing🙂

    • Halooo!
      Iya, bikin ini karena emang kangen Kaleidoscope! Trus agak bosan juga kalo cast aku exo semua kan soalnya yang Time Capsule juga udah exo jadi aku pake my baby Kookie.
      Part 4 udah publish dan ada interaksi Summer-Jungkook kok😉

  6. kalo Summer tau yg bales note di Jungkook gimana ya?? Jungkook juga ga tau kan kalo itu Summer?? Jungkook masih ga kebagian ngomong kayanya ya, misterius banget..
    semoga next chapter ada part Jungkooknya..
    di tunggu next chapternya ^^

  7. Spesies langka hahahaha..
    Kakak, postnya besok ajah hihihi…
    Mereka jd deket gara2 chat2an di meja…
    Itu jungkook susah amat ya di dekatin, poto diem2 aja..

  8. Aww baru visit kesini langsung baca chapter 3 ya ampun i like this ff yg gbs ditebak cerita selanjutnya semangat yaa lanjutannya wkwk

  9. Part ini cerita nye ,summer temenan sama zoey ohhh gtu ,emg dua sejoli ini cocok kali,oh iya eeoni di tunggu ya part selanjut nya ,
    Part selanjut nya di post mlm kamis lahh eonii ,timbang sii jomblo ini cmn nunggu pria yg tak kunjung dtg ,lbh baik baca ff eooni .

  10. ‘spesies langka’ :v
    kasih momen jungkook-sydney juga dong kak, biar tau karakternya jungkook gimana. Abis dia nggak pernah ada dialognya sih.
    Part selanjutnya terserah mau dipos kapan, besok mungkin? :v

    • Maaf ya tidak bisa mewujudkan keinginanmu karena aku baru ngepost part 4nya sekarang tapi semoga suka sama part 4nya ya karena finally ada interaksi Jungkook dan Summer! Yeay!!❤

  11. Enakknya part4 dipost hari iniiiii oke okee hhhhh ,ehhh udah nyampe part3 kok nga ada perckapan berarti antara si summer ma kookies sii ka ,gemes dehh keknya si kookies tuu misterioussss bingitt yess ,chap4nya jan lama2 ya terserahh dehh kpan yg pnting dilanjutt aja ..nextnya fighting

  12. “Andai kau seorang pria, aku pasti sudah menjadikanmu kekasih daripada teman.”
    Ngakak 😂😂
    Jk aja udh yg jd pacarnya summer
    Baguslah summer udh punya temen yg baek : zoey

  13. Pingback: [4] Note on the Desk: Bubble-bubble, Here Comes Trouble | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. Hiks..hiks… aku telat bca chap. 3 nya.. pas buka ternyata udah chap. 4… yah.. maklum beberapa hari engga megang ponsel #kok curhat..hehehheheee… miahne..

    jdi, smenjak summer stu klompok dengan jungkook, dia dibully..? wah.. daebak.. gimana kalau udh sering ngobrol.? tpi kyaknya engga mungkin… orng jungkooknya cuek..

    lah.. kok Raerin kebanyakan curhat..? mungkin krena baper.. Joaonghamnida Aothor-nim..

    next. chap…

  15. Pingback: [5] Note on the Desk: Lucky-Unlucky | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s