Dirty Angel (Section IX)—kaialium

dirty-angel-teaser

Title : Dirty Angel (Section IX)
Author : kaialium
Cast : Oh Sehun, Oh Hyena, EXO
Genre : Angst, Thriller, Dark Romance, Marriage-life
Rating : 17+
Length : Multichapter

Section I | Section II | Section III | Section IV | Section V | Section VI | Section VII | Section VIII

More Story

Naugthy Maniac (Kai) — Life&Death (Baekhyun) — Afire Love (Chanyeol) — Soldier (Chanyeol)

Bold Italic : Flashback

“Dia lucu sekali!”

Mina dan Naeun berteriak gemas melihat bayi laki – laki yang berumur beberapa jam di balik kaca yang menutupi tempat khusus bayi yang baru lahir tersebut. Bayi laki – laki itu menggapai – gapai tak tentu dan tersenyum membuat matanya tertelan pipinya yang chubby. Ayahnya hanya menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya dan menyenderkan satu bahunya di jendela kaca yang memisahkan ia dan putranya. “Tuan Park?” seorang suster datang menghampiri Chanyeol membuat Chanyeol menolehkan kepalanya. “Istri anda sudah di pindahkan ke ruangannya.” Chanyeol mengangguk sedikit dan suster itu kembali tersenyum sebelum membalikkan tubuhnya menuju lorong yang di penuhi warga rumah sakit.

“Chanyeol-ah, siapa namanya?” Kai bertanya pada Chanyeol sambil mengelus rambut panjang Mina. Chanyeol hanya mengendikkan bahunya tidak tau. Ia tersenyum melihat bayi laki – lakinya yang tengah menggeliat kecil dalam kotak kacanya dan membuka mulut mungilnya. “Minsu yang akan menamainya.”

“Permisi, Nona Park meminta kehadiran anda semua di kamarnya.” Seorang suster membungkuk hormat sebelum berjalan kembali. Dengan hanya menganggukkan kepala, Suho berdiri dari duduknya masih dengan memakai baju sehabis menjalankan operasinya dan menyuruh semua untuk bergegas. Yunmi yang masih memandangi bayi laki – laki tersebut mengerucutkan bibirnya sebelum melambaikan tangannya pada bayi yang tengah tertidur itu. “Goodbye, Little Chan.”

Hyena melepaskan genggaman tangan Sehun dan beralih menggenggam tangan kakaknya yang terasa dingin. “Ya, Minsu tidak apa – apa. Tidak usah terlihat menyedihkan begitu.”

“Aku hanya takut. Bagaimana jika aku tidak menjadi ayah yang baik? Bagaimana kalau anakku membenci diriku? Bagaimana jika-”

“Park Chanyeol, berhenti berceloteh. Kau akan menjadi ayah yang baik dan anakmu tidak akan membencimu, mengerti?” Hyena menampar kedua sisi wajah Chanyeol untuk membangunkannya dari segala asumsinya yang ia yakin tidak akan terjadi. Chanyeol hanya mengedipkan matanya bodoh di hadapan adik angkatnya tersebut sebelum mengangguk. “Minsu menunggu.” Sehun angkat bicara melihat Chanyeol tidak melangkahkan kakinya sama sekali.

Dengan sigap, Chanyeol menegakkan tubuhnya dan berlari ke kamar rawat Minsu di ikuti Suho dan Naeun yang sudah menunggu di depan pintu. “Hyena-ya, apa kau kesulitan jalan?” Mina melihat cara berjalan Hyena yang terseok – seok akibat besarnya perut hamil nyaris sembilan bulannya. Badan Hyena yang memang kecil juga tidak membantu. Sehun segera berteriak pada seorang perawat untuk mengambilkannya kursi roda.

“Sehun-ah, tidak perlu.” Hyena menatap Sehun yang bahkan tidak menggubris perkataannya, sibuk membuka lipatan kursi roda rumah sakit itu. “Hye, naiklah.” Sehun menatap Hyena yang mendongakkan kepalanya dan menggeleng pelan. “Hye, naik atau aku angkat saja kamu kemanapun kita pergi?” Dengan ragu, Hyena menaikki kursi roda yang berada di sampingnya, mengerucutkan bibirnya dengan perkataan Sehun.

Sehun hanya tersenyum kecil melihat Hyena yang pundung dan mulai mendorong kursi roda itu menuju kamar Minsu.

© Dirty Angel

 

“Cho Kyuhyun!” Seorang perempuan yang hanya menutupi tubuhnya dengan kemeja putih kebesaran berjalan di mansion yang jauh dari hati Kota Seoul tersebut mencari – cari tunangannya. Ia menggebrak seluruh pintu yang ada di mansion tersebut, mengejutkan beberapa pelayan yang bekerja disana. Sampai akhirnya ia berdiri di depan ruang kerjanya. Jantungnya bergemuruh mengetahui tunangannya yang psikopat itu berada di ruangan yang penuh dengan rahasia kotornya itu. “Kyuhyun-ah…”

Pintu itu berdecit kecil memperlihatkan sedikit bagian dari ruangan tersebut. Ia melihat ke arah meja kerjanya, Kyuhyun tidak ada disana. Menghela nafas lega, perempuan itu membuka pintunya dengan lebar dan melenggang masuk, tidak mengetahui sosok laki – laki yang berada di belakangnya. Perempuan itu, Woori, merapihkan meja kerjanya yang berserakan dengan kertas – kertas berceceran. Sosok laki – laki itu menutupi sinar yang masuk dari pintu yang terbuka lebar, membuat Woori menengokkan kepalanya kebelakang dengan kesal sebelum sepasang tangan kekar mencekik rongga pernapasannya.

“Koh Woori, Kau!” Kyuhyun semakin mengencangkkan cekikkannya di leher Woori, membuatnya megap – megap menggapai oksigen yang sanggup masuk ke dalam rongga pernapasannya yang akan hancur. “Kau bilang aku akan mendapatkan 90% kekayaan ayahku ketika dia mati! Tapi apa yang kutemukan? Kau mengambil semuanya!”

“Kyuh.. A- aku b- bis-”

“Perempuan jalang!” Kyuhyun semakin menekan rongga pernapasan Woori, paru – paru perempuan itu terasa akan pecah, menginginkan oksigen untuk mengisinya. Pupil mata Woori tergulung kebelakang sebelum matanya tertutup sempurna, jantungnya kian melambat, nafasnya semakin samar, dan tangannya yang meronta terkulai lemas. Kyuhyun melepaskan tangannya, melihat mayat tunangannya dengan leher merah yang mulai berganti warna menjadi ungu kebiruan. Ia mendecih dan bergegas keluar dari ruangan itu.

“Siapkan pembakaran!” Ia berteriak pada salah satu pelayan yang hanya dapat mengangguk ketakutan sebelum berlari untuk menyiapkan pembakaran. Kyuhyun menuruni tangga menuju ruang tamu, berpapasan dengan kepala pelayan mansion itu. “Ketua Pelayan, bakar tubuh Woori dan kubur tulangnya. Jangan sampai ada yang tau.”

Ia berlalu dan menaiki mobil BMW barunya, membanting pintu itu ketika menutupnya. Kakinya menginjak gas hingga mentok berlalu dari tempat ia membunuh tunangannya sendiri.

‘Aku akan mendapatkan Hyena dengan tanganku sendiri.’

© Dirty Angel

 

“Chanho-ya!”

Bayi laki – laki itu mengedipkan matanya berulang – ulang mendapati banyak orang yang sedang melihatnya seperti dia adalah artefak di museum. Chanho yang tengah memandangi paman dan tantenya yang berkumpul itu tersenyum girang membuat orang – orang berteriak gemas.

“Ya, Park Chanyeol! Dia sangat lucu!” Yunmi menyikut perut Chanyeol membuat sang empunya mengaduh tertahan dengan kekuatan perempuan itu, yang ia dapatkan hanya tatapan iba dari Luhan.
Minsu hanya tertawa melihat Chanyeol yang memegangi perutnya sakit.

Chanho kecil kembali menggeliat di pangkuan ibunya dan mengucek matanya dengan kepalan tangannya yang kecil sembari menguap, membuat Minsu menepuk pantatnya lembut, mencoba menenangkan bayi kecilnya. Chanyeol berdiri di sebelah Minsu menatap putranya itu dengan senyuman kecil menghiasi bibirnya sebelum mencium puncak kepala perempuan yang sudah membawakannya kebahagiaan.

Hyena tersenyum melihat Chanho yang tertidur dengan tenang di pelukkan Minsu, dan Chanyeol yang terus membelai rambut Minsu dengan lembut. Tangannya bergerak naik mengelus perutnya yang kian membuncit, ia berharap setelah anaknya lahir, ia dan Sehun dapat hidup dengan tenang. Tanpa gangguan kakak kandungnya yang psikopat itu.

Seorang suster mengetuk pintu ruang rawat dan membungkukkan tubuhnya. “Permisi Tuan Park, saya harus membawa anak anda ke ruangan bayi sekarang.” Kedua tangannya terulur, menunggu Minsu untuk memberikan bayi laki – laki yang tertidur itu. “Chan, aku tidak mau melepaskannya.” Minsu merengek pada Chanyeol yang hanya tersenyum dan mengelus rahang gadis itu dengan ibu jarinya. “Besok ia akan kembali ke dalam pelukanmu lagi, biarkan suster mengambilnya, hm?”

Dengan berat hati, Minsu menyerahkan bayi itu ke tangan suster yang mendekapnya dengan professional dan memasukkannya ke dalam kotak kaca bayi sebelum membungkuk untuk keluar dari ruangan itu. “Apakah kau sudah mendaftarkan nama anakmu?” Sehun bertanya pada Chanyeol. Chanyeol mengangguk menanggapi pertanyaan sahabatnya. “Ya, Park Chanho.”

Keheningan yang melanda ruangan itu dapat di nikmati. Tidak ada kecanggungan sama sekali. Mereka hanya menikmati keheningan tanpa ada gangguan lainnya. Tapi, tidak ada keheningan yang bertahan lama di dunia ini.

Ponsel Kris bergetar di sakunya, ia menatap sms yang masuk ke dalam nomornya dengan dahi mengernyit. Sahabatnya melihat air muka Kris yang berubah ketika membuka sms tersebut. “Aku.”

Ponsel Xiumin bergetar. “Datang.”

Ponsel Luhan berdenting. “Bagai.”

Ponsel Lay bergetar. “Hades.”

Ponsel Suho bergetar. “Membawa.”

Ponsel Baekhyun bergetar. “Kesengsaraan.”

Ponsel Chen berdenting. “Tanpa.”

Ponsel Chanyeol bergetar. “Batas.”

Ponsel D.O bergetar. “Dalam.”
Ponsel Tao berdenting. “Hidup.”

Ponsel Kai bergetar. “Kalian.”

Ponsel Sehun bergetar. Dengan ragu, ia membuka sms tersebut. “Semua.”

“Aku datang bagai Hades membawa kesengsaraan tanpa batas dalam hidup kalian semua.”

Hyena hanya membelalakkan matanya, napasnya memburu. Ujung matanya menangkap sebuah sosok manusia berdiri di balik pintu. Darahnya berlari dingin meninggalkan jemarinya yang terkulai lemas di pangkuannya. Kepalanya perlahan memutar ke arah pintu tersebut. Suaranya tercekat di tenggorokkannya melihat sosok yang kini tengah menyeringai di balik pintu yang membatasi mereka. Cho Kyuhyun.

“S- Sehun.” Jemarinya yang lemas dan dingin menarik ujung kemeja Sehun pelan membuat laki – laki itu menengokkan kepalanya dengan cepat ke arah istrinya yang tengah menatap sosok di balik pintu dengan ketakutan yang tergambar jelas di seluruh wajahnya. Mata pria itu beralih menatap sosok yang sama dengan Hyena, mendapati Cho Kyuhyun tengah tersenyum mengerikan dan menghilang dari pandangannya. “KEPARAT!”

Dengan cepat Sehun berlari keluar ruangan mengikuti Cho Kyuhyun yang belum terlalu jauh darinya. Chanyeol yang melihat orang yang Sehun kejar, ikut berlari di belakang Sehun. Dengan tidak peduli, Kyuhyun mendorong orang – orang yang berlalu lalang di lorong rumah sakit. Baik itu pengunjung, suster, dokter maupun pasien. Sehun dan Chanyeol mengikuti laki – laki itu dengan cepat tidak ingin kehilangan jejak orang yang menghantui hidup mereka selama berbulan – bulan itu.

Kyuhyun berbelok, menuju lorong VIP. Beberapa penjaga berusaha menghalaunya tapi dengan sigap ia menendang mereka memasuki lorong VIP, Sehun dan Chanyeol tidak jauh di belakang mengikutinya masuk ke lorong VIP. Ketika mereka berbelok kiri di lorong VIP, Kyuhyun telah hilang. Lorong buntu dengan jendela yang terbuka lebar yang menandai Kyuhyun berhasil lolos melewatinya. Secarik kertas terdampar di lorong itu, dan Sehun meraihnya membuka lipatan kertas tersebut.

‘Gadis kecilmu tidak dalam keadaan baik – baik saja, Tuan Oh. -Cho Kyuhyun.’

“Hyena.” Wajah Sehun memucat, Chanyeol yang berada di sebelahnya tengah terengah merobek kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah di sebelahnya. “Sehun-ah. Aku akan memindahkan Minsu ke sektor VVIP. Aku akan ke lobby, kau duluan saja ke Hyena.” Sehun hanya mengangguk dan kembali berlari ke ruang rawat Minsu. Saat ia akan membuka pintu ruang rawat Minsu, Suho sudah mendobrak pintu itu dari dalam. “Oh Sehun! Panggil suster sekarang! Yah! Hyena pingsan! Cepatlah!”

Dengan sigap, Sehun berlari dan memanggil beberapa suster untuk menyiapkan ruang rawat VVIP dan untuk melakukan pemeriksaan. Sehun hanya dapat melihat Hyena yang terkapar lemas di kasur yang tengah di dorong ke ruangan VVIP dan Suho yang berlari untuk memeriksa keadaan Hyena. Semua ini terjadi karena Cho Kyuhyun. ‘Bajingan itu harus membayarnya.’

© Dirty Angel

 

Sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah yang terlantar. Sosok dibalik kemudi itu keluar dan menutup pintu mobilnya dengan bantingan. Cho Kyuhyun tengah memandangi rumah yang dijadikan tempat pembunuhan pertamanya itu dengan ekspresi yang tidak dapat di baca. Ia membuka pagar hitam karatan rumah itu, membiarkan kakinya melangkahi daun – daun yang sudah kering dan terjatuh untuk di injak kakinya.

Badannya berputar melihat teras dan halaman rumahnya. Bibirnya tertarik keatas membentuk sebuah senyuman tulus yang sudah tidak terlihat sejak bertahun – tahun yang lalu.

“Mama!”

Seorang wanita di umur awal empat puluhannya mendongakkan kepalanya melihat anak laki – lakinya tengah berlari dari dalam rumah membawa sebuah plastik berisi biji – bijian. “Hyunjong-ah, apa ini?”

“Mama, ini biji bunga mawar! Hari ini kelas Hyunjong pergi ke taman mawar di Seoul Grand Park! Dan seorang petani yang baik hati memberikanku biji bunga mawar ini!” Hyunjong ynag masih berumur sembilan tahun itu tersenyum dan menyodorkan plastik itu ke tangan mamanya. “Katanya, ini bisa langsung di tanam! Karena bijinya sudah di stra- eung…”

“Stratifikasi.” Wanita itu tersenyum melihat anak laki – lakinya. Hyunjong pun menganggukkan kepalanya semangat. “Mama, aku mau menanamnya!”

Kyuhyun tersenyum mengingat ia sangat menyukai bunga mawar hingga meminta mamanya untuk menanamkan bunga mawar untuknya. Matanya beralih ke arah sekuntum mawar merah yang tengah merekah di masa kejayaannya, bersinar terang di antara teman – temannya yang sudah membusuk. Kyuhyun memalingkan pandangannya dan bergerak membuka pintu rumah yang berdecit keras akibat engselnya yang sudah karatan. Ruang tamu yang berdebu itu menggelitik indra penciumannya. Ia menatap sebuah foto yang terpajang di dinding.

“Hyunjong! Ayo kita berfoto!” Papanya menarik lengan kecil Hyunjong yang hanya bersembunyi di balik lemari besar itu. Hyunjong hanya dapat mengikuti perkataan papanya dan tersenyum ke arah kamera dalam pangkuan papanya, menggenggam jemari mungil adik perempuannya yang tersenyum girang di pangkuan mamanya.

Tangannya yang sudah besar dan berurat itu terjulur menggapai bingkai foto yang tergantung di dinding. Dengan pelan ia meniup debu – debu yang bersinggah di permukaannya, menyibakkan partikel – partikel kecilnya dengan tangannya. Ia menyematkan bingkai foto itu di bawah ketiaknya, membawanya pergi lebih dalam ke dalam rumah bersamanya. Ruang keluarga yang luas itu terasa suram dan dingin. Ia masih ingat bagaimana setiap hari minggu pagi, tawa yang hangat dan lembut memenuhi indra pendengarannya ketika ia menuruni tangga.

“Selamat pagi, Hyunjong-ah.” Mamanya mencium pipi kanan milik Hyunjong yang masih setengah terbangun dan baru saja menuruni tangga untuk mencari segelas air putih. “Pagi, Mama.” Hyunjong tersenyum kecil menanggapi mamanya. “Selamat pagi, Hyun-ah.” Papanya berlalu darinya dan menempelkan bibirnya di pipi kiri Hyunjong. Rambut – rambut muka sesudah cukurnya menggelitik pipi Hyunjong membuatnya tertawa kecil. Mamanya kembali ke ruang tamu dari dapur mengambilkan segelas air putih untuk Hyunjong yang berumur sebelas tahun itu. “Oppa!” seketika lengan kecil milik adiknya yang berumur tiga tahun itu melingkar di pinggang Hyunjong membuatnya melangkah ke belakang sedikit dan tersenyum melihat tingkah adik kecilnya. “Pagi, Hyena-ya.”

Kyuhyun tersenyum mengingatnya. Ia berjalan kembali, menaiki tangga menuju lantai dua rumahnya. Ia tersenyum melihat tiga pintu menyapa pandangannya ketika kakinya menginjak lantai dua. Dengan pelan, ia menuju pintu yang berada di tengah, dan memutar kenop pintu dengan perlahan. Kamar itu gelap dan penuh debu. Satu meja rias berada di sudut kamar, dua lemari baju besar menempel di dinding, dan sebuah kasur besar berukuran king size sudah terlihat lapuk masih berdiam diri di tengah kamar itu. Ia berjalan, dan duduk di tepi ranjang itu. Melihat dinding di belakang kasur itu di penuhi coretan memakai krayola. Tangannya meraba sebuah tulisan di dinding, yang membuatnya meneteskan air matanya.

Cho Donghoon ♡ Lee Gajin

Ia berdiri dari duduknya dan beranjak keluar dari kamar kedua orang tuanya. Kepalanya menoleh ke pintu yang berada di sebelah kanan. Sebuah ukiran rapih dan manis menghiasi pintu putih yang sudah mulai menguning itu. Tangannya meraba tulisan itu. CHO HYENA.
Ia menekan pintu itu kebelakang, membuka pintunya perlahan. Darah kering yang sudah menghitam setelah kian tidak di bersihkan bertahun – tahun lamanya menghasilkan bau busuk yang menusuk hidung yang membuat Kyuhyun segera membanting tutup pintu kamar Hyena.

Ia meninggalkan lantai dua tanpa memasuki kamarnya yang berada di sebelah kiri. Berlari ke halaman belakang rumahnya, tidak mengidahkan bau busuk bekas kejahatannya yang pertama dan berhenti ketika ia sudah berada di taman. Terdapat dua buah batu nisan yang kotor. Kyuhyun berjalan pelan mendekatinya, berlutut pada kedua kakinya di hadapan kedua batu nisan tersebut. Air matanya kian turun membanjiri wajahnya.

“Ma, Pa. Hyunjong pulang.”

“Ma, Pa. Maafkan Hyunjong.”

“Ma, Pa. Tolong jaga Hyena diatas sana.”

© Dirty Angel

 

Hyunjong yang berumur dua belas tahun itu terdiam di tempat tidurnya. Matanya menusuk ke arah cutter yang terletak di meja belajarnya. Sebuah suara berbicara tepat ditelinganya, menyapu gendang telinganya, menggelitik indra pendegarannya.

“Ambil benda itu.”

Tangannya seperti di kontrol oleh kekuatan luar, terjulur mengambil benda tajam yang terongggok di mejanya dan mengangkatnya. Memperhatikan sisinya yang sangat tajam dengan seksama.

“Letakkan ujungnya di lengan dalammu… Tariklah sebuah garis dengan ujungnya.”

Suara itu kembali berbicara dan mengontrol dirinya. Tangannya yang memegang cutter tersebut bergerak memposisikan ujungnya yang tajam pada lengannya di bagian dalam. Tangannya bergerak mundur, membawa cutter itu tergeser seperti sebuah garis panjang. Titik – titik merah dari darahnya berjatuhan membasahi lantai kamarnya yang berwarna putih.

“Bagus sekali… Rasanya enak bukan?”

Hyunjong mengangguk perlahan mendengar perkataan suara misterius yang berada di telinganya. Rasanya tidak sakit. Rasanya enak untuk menyakiti dirinya sendiri.

“Setiap orang tua-mu memihak adikmu, bikinlah garis baru.”

Hyunjong kembali mengangguk. Tiba – tiba, pintu kamarnya terbuka memperlihatkan Mamanya yang tengah membawa nampan berisi makan siangnya. Mamanya menatap anak laki – lakinya itu sebelum menyadari lengannya yang berdarah dan cutter yang berada di tangannya. “HYUNJONG!”

Seperti terbangun, Hyunjong menatap mamanya dengan mata membulat. Lengannya tiba – tiba terasa sakit dan ia melempar cutter itu jauh dari pandangannya. “Ma…”

© Dirty Angel

“Tuan Cho, anak laki – laki anda sepertinya menderita gangguan mental.” Seorang psikiatri berjalan setelah sesinya bersama Hyunjong yang masih berada dalam ruangan terapinya. Tuan Cho mendekatkan tubuhnya ke arah sang psikiatri dan wajahnya jelas menunjukan rasa kekhawatiran. “Hyunjong mengalam skizoafektif. Skizoafektik adalah penyakit mental yang tidak diketahui penyebabnya, tetapi sesuai dengan empat model konseptual yang telah dikembangkan, skizoafektif yang dimiliki Hyunjong adalah tipe gangguan mood.”

“Bagaimana anda tau anak saya mengidap penyakit itu?” Mama Hyunjong berkata. Sang psikiatri hanya dapat menghela nafas mengingat sesinya bersama Hyunjong tadi.

 

© Dirty Angel

 

“Selamat pagi, Hyunjong. Aku disini untuk mendengarkanmu.” Dokter yang bergelar spesialis kejiwaan itu tersenyum dan duduk di hadapan anak laki – laki yang tengah mencengkram sebuah boneka kelinci putih. “Itu bukan aku.” Hyunjong bergumam kecil. Matanya ketakutan dan tidak menatap dokter di depannya. “Huh?”

“A- ada suara. Suara perempuan. Halus sekali. Dia berbisik di telingaku.”

Dokter itu mencatat sebuah kata di kertasnya. Halusinasi auditorik*, tulisnya. Dokter itu kembali tersenyum melihat Hyunjong. “Apa yang perempuan itu bisikan padamu?”

Hyunjong mengalihkan pandangannya sebentar sebelum menatap Dokter itu dengan mata ketakutan yang besar. Seperti memintanya tolong untuk mengusir perempuan yang berbisik di telinganya. “Dia menyuruhku untuk melukai diriku dengan cutter. Katanya, jika orang tuaku kembali memihak adikku, aku harus membuat garis baru di lenganku.”

Dokter itu beralih membulatkan matanya. Tangannya kembali menulis catatan di kertasnya. Over-valued ideas*. “Apakah kamu melakukannya?”

Hyunjong mengangguk lemas, ia menggulung lengan kemejanya melihatkan sayatan panjang yang sudah mengering. Dokter itu menelan ludahnya menatap sayatan yang ada pada anak laki – laki tersebut. “Mengapa kau melakukannya? Bukankah itu sakit?”

“Tidak. Ketika ‘Tante Seram’ menyuruhku, tanganku seperti bergerak sendiri. Tapi tidak sakit, tetapi setelah ‘Tante Seram’ meninggalkanku, rasa sakitnya ada.”

Dokter itu hanya tersenyum kecil melihat anak yang malang itu. Ia menulis pada catatannya kembali. Delusion of passivity*. “Terima kasih, Hyunjong. Tolong tunggu disini sebentar.”

© Dirty Angel

 

“Cho Hyunjong!” Laki – laki yang sudah beranjak remaja berumur lima belas tahun itu menoleh ke arah seorang laki – laki yang berlari ke arahnya. Laki – laki yang baru saja memanggilnya adalah Kim Heechul, siswa nomor satu di SMPnya. Hyunjong hanya menunggu laki – laki itu sampai dan berjalan mendekatinya dengan langkah yang pelan. “Kenap-”

BRUK.

Hyunjong jatuh ke lantai koridor sekolahnya. Dengan bibirnya yang berdarah akibat pukulan seorang Kim Heechul. Beberapa tarikan nafas kaget dapat terdengar di lorong itu. Siswa – siswa yang lain segera bergerombol untuk melihat keributan yang terjadi. “Yah! Apa masalahmu, Kim!?”

“Kau! Kau masalahku! Lancang sekali kau menyabet peringkat nomor satu di ujian akhir! Itu tempatku!”

Hyunjong memutar matanya kesal akan keangkuhan laki – laki di hadapannya. Mulutnya mendecih, mengeluarkan saliva yang bercampur darah. Ia bangkit berdiri dan menatap Heechul dengan seringaian. “Yah, angkuh sekali kau. Mungkin kau terlalu menyepelekanku dan kalah. Terima saja kenyataan.”

Tanpa peringatan, kepalan tangan Heechul kembali melayang mengenai wajah Hyunjong sekali lagi. Tetapi kali ini Hyunjong hanya mundur sedikit tidak sampai tersungkur ke tanah seperti tadi. “Beraninya kau! Choi Siwon, habisi keparat ini!”

Seorang laki – laki bertubuh besar berotot berjalan dari belakang Heechul dan mulai menendangi Kyuhyun yang jauh lebih kecil darinya. Badan Hyunjong tersungkur jauh dari tempat asalnya, dan tidak peduli dengan tubuh Hyunjong yang sudah meringkuk kesakitan di lantai, tendangan dan pukulan tetap di layangkan ke arah tubuhnya.

“Ambil kerangka besi kursi di belakangmu!”

Hyunjong berusaha mengabaikan suara perempuan di telinganya itu. Ia berusaha menutupi telinganya agar suara perempuan itu tidak masuk ke dalam indra pendengarannya dan mengontrol dirinya, tetapi percuma. Dengan spontan ia sudah menggenggam kaki kerangka kursi itu.

“Bangkit!”

Hyunjong berdiri dengan kerangka besi kursi itu di tangannya. Mukanya sudah penuh dengan baret dan luka yang mengeluarkan darah. Laki – laki bernama Choi Siwon itu melangkah ke belakang dan Heechul pun terkesiap melihat benda berbahaya yang di genggam Hyunjong.

“Hantam dia! Buat dia membayar perlakuannya!”

“Yah… Cho! Letakkan kerangka besi itu!”

Terlambat. Badan Hyunjong sudah lebih dulu bereaksi dan menghantamkan kursi itu berkali – kali ke tubuh Siwon. Siwon pun jatuh meringkuk di lantai mencoba menahan rasa sakit yang melanda tubuhnya akibat hantaman besi itu. Heechul sudah lebih dulu lari dari lokasi akibat rasa takutnya. Tidak peduli dengan leraian orang – orang di sekelilingnya, Hyunjong tetap memukuli Siwon tanpa ampun.

“Panggil guru dan ambulans!”

“Hati – hati, Hyunjong. Jika kau tidak bisa mengendalikan suara itu, kau akan beralih menyakiti orang lain.”

Perkataan Dokter itu masih terngiang di telinganya. Matanya bergetar tidak fokus melihat tangannya yang berlumuran dengan darah Siwon. Ia tengah duduk di kantor polisi menunggu Papanya menjemputnya. Orang tua Siwon tadi datang dan berteriak – teriak memintanya untuk di penjara. Nona Choi berteriak memanggilnya ‘Pembunuh’. Apakah dia benar membunuh Siwon?

Ia menelan ludahnya yang terasa sakit. Ia memindahkan pandangannya pada seorang polisi yang sedang mengerjakan sebuah laporan di mejanya. “Permisi Pak…” Suaranya kecil akibat sudah tidak berbicara selama berjam – jam. Sang polisi menengokkan kepalanya dan menghadap anak laki – laki yang masih berseragam itu dengan perasaan iba.

“Anak yang di kirim ke rumah sakit tadi… Apakah dia meninggal?”

Sang polisi tidak menjawab dan hanya memperhatikan anak laki – laki di hadapannya yang tengah balik memandangnya dengan mata berharap. Polisi itu menggelengkan kepalanya dan tersenyum. “Siswa Choi hanya syok. Akibat pukulan kerangka besi itu ada kerusakan pada saraf di otaknya yang tidak dapat aku mengerti. Yang ku dengar dia hanya akan lumpuh seumur hidupnya.”

Hyunjong hanya menganggukkan kepalanya lemas. Ia menyakiti orang lain. Suara itu mengendalikan tubuhnya, ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri. Tangannya ia kepalkan dan kesal, otaknya berteriak keras dalam kepalanya. ‘Keluar kau Tante Seram!’

“Kau memanggilku?”

Hyunjong terkesiap. Ia menganggukan kepalanya dan api amarahnya kembali tersulut. ‘Mengapa kau menghantuiku?’

“Laki – laki polos dan lugu sepertimu mudah untuk dirasuki.”

Hyunjong menghela nafasnya kesal. Ia baru saja akan kembali berteriak pada suara itu ketika polisi tadi membuka pagar yang mengurungnya selama berjam – jam. Papanya berdiri masih dengan balutan kemeja dan jas yang rapih, tetapi mukanya menunjukan raut wajah khawatir daripada marah. “Papa… Aku membuatnya lumpuh.”

Papanya hanya menganggukan kepalanya pada Hyunjong dan merangkul pundak putranya. Ia berbungkuk terima kasih pada polisi yang berada di sana sebelum menuntun Hyunjong menaiki mobil untuk kembali pulang. “Maafkan aku.”

Papanya hanya tersenyum dengan iba. “Kau akan baik – baik saja.”

© Dirty Angel

 

“Kau Cho Hyunjong?” Seorang perempuan berambut pendek di atas bahu menyapa laki – laki yang tengah merokok di gang dekat SMA nya. Laki – laki itu mengeluarkan asap rokok yang bau itu dari mulutnya dan menganggukan kepalanya. Perempuan itu tersenyum dan menjulurkan tangannya, mengajak Hyunjong yang berumur 18 tahun itu untuk bersalaman. Hyunjong menggapai tangan perempuan itu dan mencengkramnya membuat perempuan di hadapannya mengerang kesakitan. “Maaf.” Hyunjong bergumam kecil.

“Aku Woori. Koh Woori.”

Hyunjong hanya menganggukkan kepalanya dan membuang puntung rokoknya ke tanah dan menginjaknya. Ia berjalan melewati Woori dan berjalan menuju pagar yang bengkok memperlihatkan jalur masuk ke halaman belakang SMA mereka.

“Hey! Kau menderita skozioafektif kan?”

Langkah Kyuhyun terhenti mendengar perkataan Woori. Ia memutar kepalanya menghadap Woori dengan mata yang dingin. “Bagaimana kau tau?”

“Aku punya caraku sendiri.”

Hyunjong memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan memperhatikan perempuan itu dengan seksama. “Apa maumu?”

Woori tersenyum. “Jadilah pacarku, dan aku bisa menyembuhkan skozioafektif-mu.”
“Baiklah.” Hyunjong menganggukan kepalanya tidak peduli. Woori membelalakkan matanya tidak percaya. “Benarkah!?”

“Argh, kau berisik.”

“Oke maaf. Kau mau tau caranya? Bunuh kedua orang tuamu… Bunuh adikmu… Turuti perkataan suara di telingamu. Turuti semua perkataannya dan kau akan bebas.”

Kini giliran Hyunjong yang membelalakkan matany, kaget. “Kau gila-”

“Perempuan itu benar, Hyunjong. Turuti aku dan aku akan menghilang.”

Mendengar suara itu kembali membuat Hyunjong bergidik ngeri. Ia berdiam diri membuat Woori kebingungan akan keheningan yang merasuki aura di antara mereka. “Benarkah?” Hyunjong bertanya dengan keras kepada suara itu. Woori menyeringai mengira Hyunjong telah jatuh ke perangkapnya.

“Ya.”

“Benar sekali, Hyunjong.”

© Dirty Angel

Koridor ruangan VVIP malam itu di selimuti hawa dingin yang mencekam. Pada ruangan bernomor 610 seorang laki – laki menyelinap masuk melalui jendela di ujung koridor dan masuk melalui pintu utama. Pada ujung kaki tempat tidur terdapat nama sang pasien. Park Minsu. Laki – laki itu menyeringai melihat kotak kaca yang berada di sebelah Minsu dan berjalan mendekati bayi laki – laki yang tengah menggeliat akan bangun. Ia membuka penutup kacanya dan menggendong bayi itu ke dalam dekapannya. Bayi itu, Chanho membuka mata mungilnya dan melihat sosok yang ia tidak kenal.

Seperti insting, Chanho segera menangis keras karena ia merasa tidak enak berada di dekapan laki – laki yang ia anggap tidak baik itu. Raungan Chanho membuat Minsu terbangun dan menduduki dirinya di atas tempat tidur dan berusaha menggapai bayinya yang ia pikir masih berada di kotak kaca di sampingnya. Bunyi dentikkan jari membuat kepalanya menoleh pada sosok yang selama ini berada di depannya.

Minsu membelalakkan matanya melihat Chanho berada di dalam pegangan tangan Kyuhyun yang bahkan tidak berusaha menenangkan bayinya. “Kembalikan anakku!” Ia berusaha bangkit dan berdiri untuk mengambilnya dari tangan orang yang pernah menyakitinya itu. Tetapi, rasa sakit di bagian bawah tubuhnya masih terasa sangat sakit, membuat ia terhempas kembali ke kasurnya.

Kyuhyun tertawa melihat raut wajah putus asa Minsu. “Aku tidak akan menyakitinya.” Kyuhyun berjalan mendekati Minsu dengan Chanho yang masih meraung meminta pelukan hangat ibunya. Ketika mereka sudah cukup dekat, Minsu segera merampas Chanho dari tangan Kyuhyun dan matanya berkaca – kaca melihat Kyuhyun yang menyeringai di depannya.

Kyuhyun menunduk menyamai tinggi muka mereka membuat Minsu menahan nafasnya. “Tolong sampaikan surat ini pada Oh Sehun ya, Chanho kecilku.” Tangannya menelusupkan secarik kertas diantara tubuh Minsu dan Chanho. Minsu menatap Kyuhyun dengki. “Dia bukan anakmu.”

Kyuhyun tertawa. Satu tangannya menangkup pipi Minsu dan mengelusnya. “Tentu saja ia anak dari Park Chanyeol.”

Telinga Kyuhyun menangkap suara samar Chanyeol, Sehun, dan Kai yang tengah berbincang dan akan membuka pintu kamar rawat Minsu. “Selamat malam, Minsu sayang.”

Ia menempelkan bibirnya dan Minsu tepat saat Chanyeol membuka pintu. Kecupan itu tidak berlangsung lama sebelum ketiga laki – laki itu mulai berlari menyerang Kyuhyun, dan Kyuhyun dengan cepat melarikan diri melalui pintu utama yang terbuka lebar melenyapkan keberadaannya di balik belokan koridor. Chanyeol menghampiri Minsu yang masih syok. Pelukannya pada Chanho masih kuat seakan saat ia melonggarkannya, Chanho akan hilang.

Sehun menarik kertas yang berada di antara Chanho dan Minsu. “Chanyeol-ah, ini.” Chanyeol yang masih menenangkan Minsu menoleh dan mengambil kertas itu dari tangannya. Ia membuka lipatan kertasnya dan membacanya dengan keras.

“I give Death gift, and Death keeps it.”

© Dirty Angel

Hyena yang terbangun dari pingsannya yang cukup lama, duduk di atas tempat tidurnya. Ia bermain dengan ponsel Sehun yang di tinggalkan pemiliknya di atas nakas. Kamar rawat Hyena yang besar terasa sepi karena Sehun pergi untuk membeli makan malam bersama Chanyeol dan Kai. Ia menghela nafasnya bosan dan mengerucutkan bibirnya. “Baby, dimana papa-mu?” Ia mengelus perutnya yang membuncit dan tersenyum ketika sebuah tendangan kecil mengenai tangannya yang berada di perutnya.

Suara decitan pintu yang terbuka membuat senyum Hyena merekah dan mengedarkan pandangannya. “Sehun-ah…”

Tapi, yang ia dapatkan bukan Sehun suaminya. Orang yang baru saja masuk itu berjalan dan berhenti tepat di kaki tempat tidur Hyena. Bulu kuduknya berdiri melihat orang di depannya, matanya berkaca – kaca, suaranya yang akan berteriak minta tolong tercekat di tenggorokkannya. Tangannya bergemetar.

“Hyena-ya, Oppa datang menjengukmu. Oppa baik bukan?”

Kyuhyun menyeringai melihat badan adiknya yang bergetar dan tertawa puas ketika Hyena akhirnya berhasil meneriakan nama suaminya.

© Dirty Angel

 


HALLO, SAYA KAIALIUM.

Di sini saya mau menjawab seluruh pertanyaan yang banyak readers tinggalkan di comment Dirty Angel atau Naughty Maniac. Mungkin banyak yang protes,

“Kok updatenya empat bulan sekali?”
“Lama banget updatenya, jadi lupa.”
“Kok makin dikit isi chapternya?”
“Kok Section VIII ga serame yang sebelumnya?”

Pertama, saya mau bilang sama kalian kalau Section VIII update telat karena kelalaian saya juga udah ngilangin draft yang isinya garis besar tiap section sampai selesai. Saya harus muter otak lagi mikirin garis besarnya karena itu ide 2015.
Kedua, Maaf kalau kalian jadi lupa sama section sebelumnya. Tapi, saya bakal usaha buat update lebih cepat.
Ketiga, Saya sadar kalo Section VIII isinya emang jauh lebih sedikit dari yang sebelumnya. Saya cuman update sedikit karena kalau saya panjangin nanti keluar dari garis besar yang sebenarnya dan membahayakan keberadaan Section IX.
Keempat, Memang Section VIII juga saya rasa tidak punya emosi. Saya juga kesal terhadap hasilnya, tapi kalau saya tulis ulang kasian yang sudah menunggu dari Januari. Terpaksa harus saya post.

Saya juga minta support semuanya, saya sedang mengerjakan tulisan saya yang Insya Allah akan dijadikan buku. Judulnya ‘MELEWATI MATA’. Ketika buku itu keluar akan saya beri tau kembali.

Section IX berisi 4.318 kata hanya beda sedikit dibandingkan dengan Section I yang berisi 4.448 kata. Saya minta kalian tinggalkan komentar saja disini, ini hasil kerja keras saya sama yeolppu yang muter otak nyari plot lagi karena plot asli ilang karena laptop sama HP sama – sama ke reset. Semoga Section IX bisa lebih jelas dan menarik bagi kalian.

INFO PENTING
SAYA MEMUTUSKAN UNTUK MEMBERI PASSWORD PADA EPISODE TERAKHIR FF SAYA. JADI UNTUK READERS DIRTY ANGEL SIAP – SIAP DI SECTION X AKAN SAYA KENAKAN PASSWORD. SAYA TIDAK MINTA ANDA COMMENT UNTUK MENDAPATKANNYA, ANDA HANYA CUKUP MINTA KE SAYA LEWAT MEDIA SOSIAL. MEDIA SOSIAL BISA DILIHAT KE Royaume Du Désespoir
BISA TANYA KE KAIALIUM / YEOLPPU.

162 responses to “Dirty Angel (Section IX)—kaialium

  1. Wuihhh uda mpe section IX. Disini dijabarin gimana masa lalu kyuhyun dulu.jadi dia uda ngidap itu dari kecil. Penasaran apa yg bakal dilakuin kyuhun ke hyena….

  2. #bowing anyeoonngg salam kenal, mmh ak bukan reader baru sih, ak baca ff ini d section” awal tp stelah itu ak ktinggalan jejak, sampe ak lupa apa ak comment d chap sblm.a apa ngga mianhae #deepbowing
    Judul ff ini sama maincast.a Ohsee bikin melekat aja, maka.a wktu liat d recent update ak penasarn langsung pngn baca dan ternya udh section ix aj, daeeebbaakk
    Euuhh boleh ngga ak bejek bejek kyu hyun?! Sumpah yaa ngeri bgt rasa.a kalo ada kaka macam bgitu, naudzubillah dehh
    Kesian hyena, stelah perjalan hdup.a yg ngga mudah skrg msh harus jumpa lg sama kaka kurang ajar.a itu, terlalu emang c kyu hyun
    Oiya nama anak chanyeol.a lucu, “chanho” n_n
    Setelah ktemu gt hyena ngga di apa”in kaaann? Kan kesian lg hamil gede, lagian sehun knpa ngga ninggalin org buat nunggu hyena siihh aahh kan bikin baper deehh
    Wuuaahh penasaran deh sumpah sama next chap.a, dtunggu deh buat plot selanjut.a anyeoonng ( ˆ⌣ˆ​​​​ )

  3. Kyu cuma mau bunuh adiknya doang supaya suara itu hilang tapi knp dia bunuh cweknya krna harta ?
    Masih banyak yg harus diperjelas buat chapter berikutnya dan harus aku akui memang feel chapter ini krng ngena.

  4. aku kira mereka udah hidup tenang tanpa kyuhyun yang ganggu kehidupan mereka tapi sekarang dia malah balik lagi dan apalagi sasarannya sekarang hyena
    tapi setidaknya sekarang udah tau deh kenapa kyuhyun bisa jadi psikopat gitu
    ditunggu chapter selanjutnya

  5. Waduh chapter ini bikin tegang banget..
    Berarti semua gara2 woori ya?
    Tru woorinya beneran dibakar hidup2 ama kyuhyun? Sadis bener ya..
    Jadi penasaran next chapnya..
    Ditunggu ya thorr😂😂😁😁😁

    Keepwriting^^

    • Hmm ga dibakar hidup” juga, pas udah meninggal dicekek baru dibakar😁 Terimakasi sudah baca! Ditunggu kehadirannya di Section X!💕

  6. Baru nemu ff ini dan langsung sukakk
    Saking greget nya sampe baru sempet comment di part ini..hehehe
    Gak tau lagi mau comment apa yang pasti ini seru banget dan bikin penasaran setiap baca. Pokoknya ditunggu banget chap terakhirnya. Semangatttt yakkk dan maaf baru bisa comment di part ini soalnya penasaran banget sampe lupa comment hehehe..semoga happy ending yaaaa

  7. waahh kayanya aku telat banget nih tau ff sebagus ini huaaa 😥
    coba aja tau dari awal” pasti makin seru soalnya yg ini aja udah seru banget walau baru baca part ini aja tapi udah dapet feel nya… aah ditunggu banget next” chap nya 🙌

  8. Awalnya baca cerita ini nggak ngerty dr part 1-6 tpi pas udah chap 7 dst lumayan ngerty.
    Semangat nulisnnya buat ff ini dan novelnya biar cepet terbit.
    Next…

  9. Akhirnya bisa baca section ini meski harus buka buka dulu section sebelumnya karna udah lupaa 😹😹
    Seneng banget udah diupdate meski nunggunya lama tp terbayar sama alur ceritanya sih 😍😂

  10. Kyuhyun yang bodoh ihh, seriuuuusannn :”
    Masak jadi pacar nya woori trs bunuh ortu ama adeknya bisa sembuh gitu, apa hubungan nya cobak😥
    Kesian anak sehun ama hyena tar kenapa2 gimana thor??? :’
    Oke, aku sabar kok nunggu next nya, biar ga keburu end wkwk, kalo bisa jann end/? Wkwk
    Ditunggu next nya, thor😆

  11. bingung sama alurnya,tapi keren sih

    kyuhyun bunuh woori,mampus dah itu woori wkwkwk

    kenapa sehun ninggal hyena diruang rawat sendiri sihh…??argghh liat kann

  12. Sehun bego ninggalin istrinya sendirian gitu. Ntar kalo istri dan calon anak lu kenapa-napa gimana ogeb??? Lu sendiri yg menderita pasti
    Next yaw😘

    • maklum orang ganteng sibuk ga bisa nungguin istrinya terus dikamar #lho Terimakasi sudah baca! Ditunggu kehadirannya di Section X!💕

  13. Sumpah dari awal ff ini susah ditebak tapi sangat menarik perhatian🙂 aku suka suka banget dan katanya ff ini cuma sampai chapter X ?? Wow author yg konsisten kira” part selanjutnya gimana ya ?? Endingnya pasti seru !! ♡♡

  14. Oh jadi gitu awalnya, ini semua gara2 otak ngeresnya si woori!! Bikin hancur satu keluarga. Good! Yah semoga gak kenapa2 hyera nya, sehun cepet bini lu lagi dijahatin sama kakaknya yg sakit. Next

  15. Pingback: Dirty Angel (Section X) — KAIALIUM | SAY KOREAN FANFICTION·

  16. ohh jadi kyuhyun punya penyakit jiwa
    gara gara woori kyuhyun jadi ngebubuh orang tuanya

    semoga hyena selamat
    gak kenapa napa
    aduhh sehun jagain hyena terus dong

  17. Wah keren bgt, deg degan deh bacanya, baru mau bilang “berharap finalnya di post gak lama2” eh udh ada aja nih, seneng deh thor ^^

  18. ohh uadi gitu ceritanya kenapa kyu hyun ngelakuin kaya gituan. sebenernya.juga gak bisa nyalahin kyuhyun sihh kasiham.juga dianyaaa 😢

  19. ihhh.. aku makin geregetan, makin penasarannnn.. dan makin cinta sama author/? .
    ohh jadi dalang di balik semua ini itu woori? jahat banget diaa, nyuruh kyuhyun ngbunuh org tuanya sendiri?
    d tunggu nextnya yaa kaak

  20. Jd jiwa psikopatnya Kyu berawal dr gangguan mental + otak jahatnya Koh Woori. Kasian sih sebenernya, tp liat dia akhirnya bunuh Woori buat gua mikir kalo jiwa psikopatnya dia udah keterlaluan(?)
    Endingnya lagi² greget thor, si Hyenanya akhirnya ketemu Kyuhyun….

  21. Sampe akhirnya si kyu bener2 gila bgt smpe nyuruh buat bakar si woori :v sadissss, sakit mental nya makin bener2 diluar batas._. Gk ad cara kah buat nyadarin diaa??? Seremm bgt sumpah

  22. HYENA MAU DIAPAIN!???!
    OHH JADI SI KYU ITU KERASUKAN SETAN? HARUSNYA DIA MANGGIL SUHBINGO YANG ADA DI DRAKOR OH MY GHOST BIAR DIUSIR ROH JAHATNYA
    IHHH KASIAN JUGA SAMA KYU TAPI GUE JUGA KASIHAN SAMA HYENA
    SEHUNAAAA, HELP HYUNA JUSEYOOOOOOOOO

  23. Wah makin keren nih ceritanya, aku udh nunggu2 bnget niih ff nya, mkin gereget bcanya, mudahan happy ending deh,

  24. ternyata kyu emang psykopat ya ><
    rasain tuh siwoori udah tau kyu psikopat pake maen maen sama dia
    duh itu sehun ceroboh bgt ninggalin hyena lg hamil sendirian gitu
    aaa gue degdegan sama endingnyaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s