[Prolog] When I See You – Irnacho

PicsArt_06-28-09.47.51

“Mulai hari ini, kau akan belajar melepas pergi.”

***

Awan gelap tampak menggayut di langit ketika satu persatu pelayat mulai meninggalkan pemakaman. Menyisakan seorang pria yang masih tenggelam dalam kesedihan serta penyesalannya. Pria itu hanya mengangguk singkat tanpa kata menerima ucapan duka dari para pelayat, beberapa hanya menepuk pundaknya, berharap bisa memberikan sedikit kekuatan.

Kris memang tampak tegar, namun di balik kaca mata hitamnya dia menyembunyikan air matanya. Pria itu menangis dalam penyesalan dan kepedihan yang amat sangat. Bagaimana dia menjalani harinya setelah ini? Tanpa orang terkasihnya berada di sampingnya. Jika bisa, ingin sekali Kris berteriak sekarang, menggali tanah yang masih basah itu jika perlu untuk membawa kembali raga sang wanita ke dalam pelukan. Tapi logikanya melarang semua itu.

Masih segar di ingatannya ketika pertengkaran itu terjadi yang membuat Alice memutuskan untuk pergi dalam keadaan marah. Perempuan itu membawa mobilnya dalam kecepatan tinggi hingga terjadilah kecelakaan tersebut. Jika saja saat itu Kris tidak egois, jika saja saat itu dirinya mau sedikit saja mengalah dan tidak memikirkan egonya, jika saja hari itu Kris menahan Alice untuk tidak pergi mungkin kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi. Atau setidaknya biarkan Kris ikut dalam kecelakaan yang menimpa perempuannya hingga Alice tidak perlu merasakan sakit seorang diri. Sehingga dia tidak perlu pergi dan meninggalkan Kris didunia ini sendirian. Tapi apa dayanya, sebesar apapun rasa penyesalannya semua itu tidak akan pernah bisa membawa tunangannya kembali ke sisinya.

Suara gemuruh di langit menandakan jika sebentar lagi akan turun hujan. Kris mendongak, menatap langit yang hampir menghitam karena awan gelap tak kunjung pergi. Tatapannya kembali pada nisan yang tertulis nama perempuannya disana.

“Kau pasti kedinginan disana.” Bisiknya lirih.

Untuk beberapa saat Kris menatap nisan itu sebelum akhirnya memutuskan untuk berbalik pergi. Membawa serta rasa sesak dihatinya. Detik berikutnya hujan turun mengguyur tanah pemakaman.

***

Bunyi tetesan cairan infuse serta alat pendeteksi jantung seolah menjadi musik tersendiri di ruang ICU yang sunyi itu. Sepasang suami istri paruh baya terlihat menempati kursi tunggu di samping ranjang pasien. Menemani serta menunggu putri semata wayang mereka bangun pasca operasi.

“Setelah ini aku harap Taeri bisa hidup normal seperti gadis-gadis pada umumnya. Dia sudah terlalu lama menderita selama ini.” Kalimat yang penuh harapan terdengar dari doa seorang Ibu.

“Tentu, sayang. Tuhan telah berbaik hati memberikannya kesempatan untuk hidup lebih panjang. Disaat kita telah pasrah pada nasib, keajaiban itu datang. Nyatanya memang tidak pernah ada yang tahu rencana Tuhan.”

sebuah cerita yang terinspirasi dari salah satu cerita penulis favorite aku baru2 ini. judulnya menghitung hujan, punya mbak Shanty Agatha. mungkin yg mau baca bisa di cari di mesin pencari internet, udah banyak yg ngeshare pdf nya. ceritanya bagus, ga boong. etapi tergantung selera sih ya😀

lanjut ga lanjut tergantung tingginya respon. sebenernya aku suka bingung nih, respon dikit emang karena cerita yg membosankan, tulisan ga bagus atau karena cast nya yg kurang diminati ya? hahaa klo pun emang karena pemilihan tokohnya aku ga akan ngerubah, karena aku nulis sesuai feel. dan aku cinta kris :p

ngomong2 minal aidzin wal faidzin… mumpung masih suasana lebaran. mohon maaf lahir batin :))

be regards,

Ms. Wu.

14 responses to “[Prolog] When I See You – Irnacho

  1. Hehe bagus si ka ceritanya, tp kalo buat Kris ama Taeri jujur ga dapet feel, soalnya Kris bukan bias gue ka wkwk maapkeun😀
    Tp bebas si terserah kaka aja yg punya ide, tetep ndukung ko… Smangadd!!

  2. Bagus bagus ka..
    Kalo buat tokohnya,meskipun Kris bukan bias-ku tp aku tetep dapet feel aja waktu bacanya.
    Ceritanya bagus kok,alurnya sepertinya menarik. Ditunggu lanjutannya ya ka

  3. pertama, suka kutipannya, “Mulai hari ini, kau akan belajar melepas pergi.” T.T
    kedua, ngerasa janggal sama kata ‘menggayut’, itu typo ato enggak? menggayut sama menggelayut sama bukan?
    ketiga, aku belom pernah baca cerita menghitung hujan seh, baru hari ini denger malahan. tp aku boleh nebak ga? abis baca prolog aku langsung mikir, keknya yg cewek di rumah sakit dapet donor jantung deh dari alice. hehee.
    semangat author buat nulis lanjutannya.

  4. wah aku suka kok kak sama nih ffnya kakak, lama juga aku ngak baca ffnya kak setelah sekian lama, terakhir aku baca yang genrenya ada actionnya itu loh kak hehe lupa judul aku kak, ditunggu kelanjutannya yah kak, aku juga suka kok kak sama castnya apa lagi kris😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s