Y . O . L . O (You Only Love Once) #19 – by sasarahni

Y . O . L . O

11903816_1068047136546274_3386709659149155147_n

You Only Love Once!

“Hidup ini hanya sekali, Matipun sekali, dan Cinta juga hanya sekali”

Chapter 19

 You only love once, apakah kau mau menjadi cinta pertama dan terakhir untukku Park Chanyeol?”

Kim Ja Young

Penulis : @sasarahni (Sarah Irani) 20th

Sarahirani26@wordpress.com


Preview: * Teaser * Chapter1Chapter2 * Chapter3 * Chapter4 * Chapter5 * Chapter6Chapter7 * Chapter8 * Chapter9aChapter9b * Chapter10 * Chapter11 * Chapter12 * Chapter13 * Chapter14 * Chapter15 * Chapter16 * Chapter17 * Chapter18 * Now:Chapter19 *

MAIN CAST

Park Chanyeol & Kim Ja Young (YOU)

Byun Baekhyun & Kim Je Young (YOU)

OC: Kim Jongin, Lay, Xi Luhan (EXO)

Ny.Kim Lily, Ny.Park Yoora, Jung Serra dll…

Drama, Romance, Hurt, Marriage life, Friendship, AU, Family, Complication, and other…

RATING : PG-17 LENGHT : Chaptered

Soundefek :
Kim Na Young – My Heart Speaks (Ost Uncontrollably Fond)
.

.

cropped-11898902_1069182166432771_91784061556000028_n11.jpg

Episode 19 Y.O.L.O♥

 

POV AUTHOR

Menjelang siang, saat waktu jam makan siang tiba dan hari ini adalah terhitung hari terakhir Ja Young akan meninggalkan Busan City. Sebelum Ja Young benar-benar pergi, Nyonya Park mengajak Ja Young serta putra satu-satu nya yang lain dan tidak bukan yaitu, Park Chanyeol. Awalnya Chanyeol sendiri tidak tahu kenapa dan kemana Ibu nya akan membawa mereka pergi bersama? Ini adalah hal yang paling jarang terjadi dikehidupan Chanyeol maupun Ibunya. Bahkan Nyonya Park jarang sekali mengajak Chanyeol untuk jalan bersamanya, ingat! jarang dan sangat mustahil bukan? Hidupnya cukup sibuk hanya untuk sekedar mengajak putra buah hatinya berjalan bersama-sama dengannya.

Berbicara tentang kehidupan Chanyeol, akhirnya Ja Young sedikit mengetahui tentangnya. Wanita itu mengetahui jika sang Ayah dari Ayah Chanyeol yang seharusnya mencari uang untuk keperluan istri dan anak nya pun tidak ada. Bahkan tidak terlihat sama sekali foto-foto mereka bersama sang Ayah. Meskipun Ja Young belum jelas mengetahui apa dibalik semua kepergian sang Ayah?? Chanyeol tidak pernah bercerita tentang kehidupan Ayah nya, bahkan Chanyeol sendiri jarang sekali menceritakan kehidupannya. Itu membuat Ja Young sedikit khawatir akan keadaan Chanyeol yang selalu terlihat baik-baik saja. Chanyeol selalu mengkhawatirkan wanita ini, tetapi apa wanita ini justru tidak pernah sedikitpun tahu tentang Chanyeol. Menyedihkan bukan? Tetapi Ja Young percaya bahwa Chanyeol memang pria yang tangguh untuk hidupnya sendiri.

Hari ini Ja Young terlihat cantik dengan balutan baju panjang berwarna putih terlihat sedikit besar ditubuhnya, dengan bawahan rok berwana berwarna hijau tua kotak-kotak yang pas ditubuhnya. Rok itu sangat cantik dipasangkan dengan tas hitam slempang kecil dan rambut panjang hitam legam Ja Young yang terurai sangat cantik. Ja Young jarang sekali terlihat begitu anggun dimata Chanyeol dan sekarang, lihatlah betapa kagumnya Chanyeol melihat wanita nya mengenakan pakaian yang disesuaikan dengan motif yang dikenakan Chanyeol saat ini. Chanyeol terlihat lebih tampan dengan pakaian casual baju putih dan jas santai berwarna sepadan dengan baju yang dikenakan dan celana bahan berwarna kuning yang sesuai dengan postur tinggi kaki nya. Mereka terlihat serasi. Sedangkan Nyonya Park lebih terlihat ke-Ibuan dengan pakaian tertutup begitu rapi, dan terlihat santai. Mereka bertiga sekarang terlihat berjalan bersama-sama mendatangkan salah satu mall terbesar di Busan City.

“Tidak ku sangka Eomma memberikan pakaian yang cukup menarik perhatianku, eoh?” Bisik Chanyeol pada Ja Young sambil mengukir senyuman dengan smirk yang mempesona. Ja Young yang terlihat jalan disamping Chanyeol hanya terus merundukkan kepalanya, ia merasa malu dan memikirkan apa dirinya pantas berjalan bersama Nyonya Park dan juga Chanyeol saat ini. Sejak tadi Ja Young hanya diam, berjalan mengikuti kearah Nyonya Park berjalan, berada disamping Chanyeol, dan terus terdiam membisu. Chanyeol juga baru mengeluarkan suaranya. Saat diperjalanan kearah mall, Chanyeol hanya mengagumi cantiknya Kim Ja Young hari ini.

“Karena kita belum sempat sarapan dirumah, jadi kita akan makan terlebih dahulu. Ja Young mau makan apa hari ini?” Nyonya Park menatap Ja Young yang tepat berada dibelakangnya berjalan. Sontak membuat Ja Young mengedipkan mata dan menatapnya lurus.

“A-aku ikut saja,” Ja Young menyimpulkan senyuman tulusnya. Tatapannya terasa lemah, cara bicaranya terdengar gugup. Bagaimana dengan hatinya saat ini?

“Bagaimana kalau hari ini kita makan disana?” Tunjuk Chanyeol pada sebuah tempat makan yang terlihat tidak jauh dari langkah kakinya sekarang. Terlihat sepi dan classic. “Disana.” Chanyeol kembali menunjuk lalu tersenyum manis pada Ibunya.

“Apa tidak terlalu sepi?” Nyonya Park memandang restaurant itu.

“Eomma, aku tidak suka tempat makan yang ramai. Itu sangat mengganggu.” Keluh Chanyeol.. “Cukup berada diresto KoreanFood saja, setiap hari melihat banyak pelanggan dan tidak disini.” Chanyeol terus bergumam pada Ibunya sedangkan Ja Young hanya mendengarkannya. Chanyeol selalu terlihat seperti ini bukan? Menyebalkan.

“Bukankah jika tempat resto terlihat sepi itu tandanya makanannya tidak terlalu enak?” Nyonya Park bertanya.

“Tidak juga, kajja!” Dengan pergerakan secepat mungkin Chanyeol menggenggam satu tangan Ja Young dan juga menggenggam satu tangan Ibunya. Menariknya bersama-sama. Dalam hatinya, dimana pun tempatnya asalkan ada dua wanita yang disayanginya sekarang tidak jadi masalah. Ja Young dan Nyonya Park refleks melihat satu tangannya yang digenggam erat oleh Chanyeol. Nyonya Park merasa kehadiran Ja Young begitu berpengaruh pada tingkah laku Chanyeol sekarang. Selama satu bulan dan hampir dua bulan Chanyeol tidak tersenyum sebahagia sekarang. Nyonya Park merasa bahagia melihat putranya sekarang.

“Selamat datang Tuan dan Nyonya, pesan untuk makan berapa orang?” Tanya pelayan resto menyambut kehadiran Chanyeol, Nyonya Park, dan Ja Young.

“Untuk tiga orang, saya ingin tempatnya hanya ada meja bundar dan tiga bangku. Apa bisa?” Chanyeol melihat kearah tempat yang berada disatu tempat, sedikit romantis. Diujung dekat kaca resto.

“Baik, tunggu sebentar Tuan” Pelayan itu pun menyiapkan meja dan bangku untuk disediakan. “Disini Tuan, silahkan..” Setelah selesai menyiapkan tempat makan, pelayan itu memberikan menu makan. Mereka bertiga pun duduk dibangku yang disediakan.

“Saya pesan tiga menu makanan favorite di resto ini, dan tiga minuman hangat dan dingin.” Chanyeol tidak sama sekali melihat menu makanan yang sudah diletakan dimeja oleh sang pelayan, ia hanya menatap pelayan itu sambil berbicara.

“Chanyeol?”

“Nde?”

“Ah– minuman hangatnya satu saja hot coffee, minuman dinginnya air mineral saja.” Kata Chanyeol kembali kepada pelayan resto.

“Chanyeol?”

“Wae? Apa Eomma mau menambahkan?”

Nyonya Park menatap Chanyeol yang seenak nya saja memesan tanpa menanyakan dua orang wanita disekelilingnya yang menatapnya bingung?

“Sudah itu saja” Chanyeol pun tersenyum pada pelayan itu. Kemudian pelayan itu mengeti, lalu pergi untuk menyiapkan menu makanan yang Chanyeol pesan.

“Eomma harus menjaga pola makan, jangan terlalu sering makan-makanan yang tidak penting. Buah-buahan lebih baik untuk dimakan dan minum air mineral saja cukup.” Chanyeol tahu pasti Ibu nya masih bingung dengannya. Karena, sangat terlihat sejak tadi memesan Ibunya memanggil namanya terus-menerus dan Chanyeol hanya tersenyum ramah padanya.

“Kau ini, huh. Eomma mengerti. Tapi kenapa kau memesan menu makanan yang tidak kita tahu apa menu favorite diresto ini.” Nyonya Park menatap Chanyeol malas. Putranya ini benar-benar menyebalkan.

Sedangkan Ja Young hanya tersenyum kecil melihat Chanyeol dan Nyonya Park ber-adu pendapat. Ia Seperti melihat dirinya dan juga Chanyeol yang selalu saja tidak sejalan, meskipun terkadang itu membuat jengkel. Karena Chanyeol selalu saja semau nya, dan sekarang Ja Young melihat itu semua. Bahwa kenyataannya Chanyeol memang seperti itu. Lihat saja sekarang wajah Nyonya Park begitu terlihat jengkel dengan putranya ini.

“Eomma, kau terlihat cantik hari ini” Rayu Chanyeol sambil mengedipkan satu matanya pada Ibunya dan Ibunya hanya tersenyum kecut melihat itu lalu menepuk bahu kanan Chanyeol yang terjangkau oleh tangannya. Nyonya Park berfikir apa putranya sedang mencoba merayu nya? Ish, Chanyeol memang pria menyebalkan sejak dulu.

Puk!

“Kau juga terlihat tampan hari ini, tidak seperti hari-hari kemarin” Ledek Nyonya Park dengan wajah selucu mungkin. Karena memang dihari-hari sebelumnya Chanyeol terlihat kusut dan tidak berselera untuk berpakaian rapi. Apapun yang dikenakannya terlihat tidak menarik. Dan Ibunya menyadari itu hingga sempat menegur putra nya untuk berpakaian serapi mungkin meskipun hanya dirumah saja.

“Pakaian apapun yang aku pakai akan selalu terlihat bagus ditubuhku” Chanyeol mendengus kesal. Karena ia tahu kemana arah pembicaraan Ibunya.

“Benarkah? Eum??” Nyonya Park Yoora semakin menatap putranya dengan memincingkan kedua matanya.

“Eum, benarkan Ja Young-ah?” Tanya Chanyeol sambil menatap wanita yang sedari tadi hanya menyimak saja. Kim Ja Young, wanita itu langsung tersenyum tidak tahu apa yang harus ia katakan. Dan pada akhirnya Ja Young mengeluarkan suaranya.

“Eoh, tidak juga” Ja Young menatap Chanyeol bingung.

“Aissh,” Desah Chanyeol.

“Tapi kau selalu terlihat tampan disaat berpakaian seperti ini” Tambah Ja Young dengan seulas senyuman indahnya. Nyonya Park hanya tertawa kecil melihat reaksi putra nya yang tersenyum bangga.

Mereka bertiga pun berbincang-bincang hingga waktu makan siang tiba. Ja Young, Chanyeol, dan Nyonya Park pun memakan hidangan yang telah disiapkan. Semuanya terlihat enak dan nikmat untuk dimakan. Ja Young hanya bisa menahan semua rasa bahagianya saat ini, entah apa yang ia rasakan sekarang? Rasanya terlalu bahagia hingga Ja Young tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Chanyeol terlihat sangat tampan dan Ja Young sangat mengagumi itu. Chanyeol juga terlihat begitu bahagia, bahkan rasanya Ja Young tidak pernah menyangka jika Tuhan mempertemukannya dengan Chanyeol. Nyonya Park terlihat begitu sangat menyayangi putra pertama dan terakhirnya. Meskipun jarang ada untuk Chanyeol tapi, mereka terlihat akrab dan Ja Young bahagia melihat itu.

“Habiskan makananmu Ja Young,” Kata Chanyeol sambil memakan makannya tanpa melirik Ja Young disana. Karena memang Ja Young sedari tadi sibuk merangkai pikirannya saat ini, dan itu membuat Chanyeol tidak tahu apa yang sedang dipikirkan gadisnya ini.

“Ya..” Jawab Ja Young dengan sebuah ketulusan mendalam. Rasanya ingin sekali memeluk tubuh Chanyeol karena Ja Young merasa begitu sangat menyayangi pria ini. Memeluk Chanyeol? Kenapa Ja Young sekarang memikirkan hal yang tidak-tidak.

“Hari ini Eomma ingin membelikan kau dan Ja Young pakaian” Nyonya Park berbicara kepada kedua manusia yang sedari tadi disisinya.

“Untuk apa? Eomma, Pakaian ku masih sangat bagus dan–“

“Kali ini saja Eomma ingin kau menuruti keinginan Eomma, tak apa kan Ja Young?” Nyonya Park menatap Ja Young yang masih menyantap sisa makanannya yang tinggal sedikit lagi ia habiskan.

“Tapi, Nyonya Park pakaianku juga masih bisa di–“

“Yasudah Eomma tidak akan memaksa” Nyonya Park terlihat pasrah dan Ja Young yang melihat itu pun jadi merasa tidak enak. Sedangkan Chanyeol hanya memandang Ibunya dan juga Ja Young.

“Ok! Deal, kita berbelanja hari ini. Eomma senang?” Chanyeol tiba-tiba membelai pipi Ibunya dan tersenyum manis.

“Apapun yang Eomma berikan pada kalian, tidak akan kalian tolak?” Tanya Nyonya Park sambil memandang dengan seulas senyuman tercantiknya.

“Ja Young?” Panggil Nyonya Park.

“Eoh, y-ya aku akan menerimanya..” Ja Young pun menyetujuinya.

“Oke, kajja.” Nyonya Park pun berdiri dari bangkunya dan langsung memanggil pelayan resto lalu membayar semua pesanan makanan yang sudah termakan habis.

Chanyeol dan Ja Young pun akhirnya mengikuti kemana arah Nyonya park berjalan. Dari keluar resto hingga sekarang.

“Ibu mu terlihat bahagia sekali..” Ja Young tersenyum tulus pada Chanyeol yang berjalan disampingnya.

“Ja Young-ah tetaplah berada disampingku, saranghae..” Bisik Chanyeol sambil menatap sendu kedua mata Ja Young sambil berjalan bersama. Ja Young yang medengar kata-kata itupun terlihat langsung merundukkan kepalanya karena bingung, kenapa respon Chanyeol jadi seperti ini? Membingungkan.

“Ah– kita kesana!” Nyonya Park mendatangi sebuah collection busana pria dan wanita. Belum sempat Ja Young membalas pembicaraan Chanyeol tadi dan sekarang sudah harus memilih pakaian wanita dengan motif apapun yang Ja Young sukai, semua busana ditempat ini terlihat cantik dan sangat indah. Tidak banyak yang Ja Young pilih. Hanya satu dress berwarna biru tua dan switter hangat berwana putih. Nyonya Park membelikan Ja Young empat buah sebuah dress yang terlihat sederhana dan cocok untuk Ja Young kenakan. Sedangkan Chanyeol hanya memilih satu kemeja berwarna hitam.

Ja Young berhenti disalah satu pakaian pria. Melihat satu jas pria berwarna coklat. Ja Young memandang jas itu, tiba-tiba Chanyeol datang..

“Sedang apa? Kenapa berhenti memilih?” Chanyeol mendekati Ja Young dengan cepat Chanyeol sudah berada dekat dengan Ja Young sekarang. Ja Young melangkah mundur saat Chanyeol terus menatapnya.

“Aku? Ah, hanya berfikir jika jas ini cocok untukmu hihi” Ja Young menunjuk jas coklat tersebut.

“Jinjah?” Chanyeol langsung mengambil jas itu.

“Eum..” Ja young mengangguk yakin.

Chanyeol melepas jas putihnya dan menggantikannya dengan jas coklat yang ampik ditubuhnya. Jas itu sedikit panjang dan hangat.

“Bagaimana?”

“Sangat bagus! Kau tampan sekali.” Ja Young mengepal seluruh jarinya lalu mengangkat satu jempolnya. Ia tersenyum cantik sedikit tertawa manatap Chanyeol.

“Aku memang terlahir tampan sejak kecil” Jawab Chanyeol sambil melepas jas itu dan memberikan kepada orang yang sedari tadi mengikutinya. Ja Young sudah terbiasa mendengar kata-kata itu.

“Aku ambil satu jas ini” Kata Chanyeol pada orang itu.

Hingga dua jam penuh berbelanja, akhirnya mereka pun sudah mendapatkan pakaiannya masing-masing dan membawa belanjaannya masing-masing. Tapi karena tidak ingin melihat kedua wanita yang Chanyeol sayangi lelah, akhirnya ..

“Eomma beli apa saja? Kenapa belanjaanya jadi sebanyak ini?” Keluh Chanyeol sambil membawa seluruh barang belanjaan.

“Haha sudah dibawa saja,” Nyonya Park tertawa kecil.

“Sini biar aku bantu Chanyeol-ah”  Ja Young meraih satu tote bag tapi nihil untuk ia raih. Chanyeol menolaknya.

“Tidak perlu, kau jalan saja bersama Eomma biar aku yang membawa ini semua” Chanyeol menunjuk Ibunya yang sedang berjalan didepannya dengan menggunakan dagunya.

“Biar sini aku–“

“Ja Young..” Panggil Nyonya Park lembut.

“Nde?”

“Ayo kemari nak..” Nyonya Park tersenyum hangat lalu akhirnya Ja Young menghampirinya. Chanyeol juga ikut berjalan dibelakangnya.

Nyonya Park meraih satu tangan Ja Young kemudian mereka memasuki sebuah toko perhiasan. Ja Young hanya diam sekilas melihat satu tangan Nyonya Park yang menggenggam erat diseisi satu tangan kanannya. Ja Young tersenyum melihat itu. Chanyeol pun yang melihat reaksi Ja Young hanya menatap bahagia.

“Pilihlah satu perhiasan untukmu” Kata Nyonya Park yang membuyarkan semua lamunan Ja Young.

“Eoh?? Ani..” Ja Young menggeleng cepat. Tersadar akan kata-kata Nyonya Park barusan.

“Kau tadi sudah janji akan menerima apapun yang saya berikan bukan?”

“Ta-tapi ti-tidak dengan ini, pakaian tadi juga sudah cukup. Aku hanya–“

“Pilihlah Ja Young..” Kata Chanyeol lembut dengan menatap bersamaan dua wanita itu.

Ja Young pasrah, ia ingin sekali menolak. Tapi memang benar Ja Young sudah berjanji akan menerima apapun yang Nyonya Park belikan untuknya saat ini. Ja Young terdiam, tidak tahu harus bagaimana? Ja Young tidak ingin keluarga Chanyeol beranggapan bahwa dirinya begitu rendah dan menginginkan segala macam yang berlebihan. Ja Young berfikir untuk tetap menolak.

“Maaf Nyonya Park.. aku tidak bisa” Lemah Ja Young.

“Baiklah kalau begitu biar Eomma yang memilih”

Akhirnya Nyonya Park memilih sebuah cincin putih dengan motif bunga didepan cincin tersebut, terlihat seperti bunga matahari.. “Saya ingin melihat cincin ini,” Kata Nyonya Park kembali pada salah satu pelayan toko perhiasan tersebut.

“Ulurkan dan buka tanganmu Ja Young..”

“Nde..”

“Cantik!” Kata Nyonya Park saat melihat cincin itu sudah dipasangkan dijari tengah sebelah kanan Ja Young.

original_sterling-silver-daisy-ring

“Berapa harganya?” Tanya Nyonya Park pada pemilik toko perhiasan.

“1 juta won Nyonya..”

“Saya beli cincin ini.”

♣ Y . O . L . O ♣

Pukul 3 sore..

Ja Young, Chanyeol dan Nyonya Park mengakhiri jalan-jalan mereka bersama. Sekarang Ja Young sudah duduk dibangku mobil dengan Chanyeol yang berada disisi bangku pengemudi. Chanyeol sengaja menyuruh salah satu supir untuk membawa mobilnya untuk ia pakai. Karena Chanyeol yakin jika Ibunya akan pergi memakai mobil yang membawa mereka bertiga tadi kearah mall, entah kemana Ibunya pergi dan meneninggalkan Ja Young dan Chanyeol sekarang.

Ja Young membuka kaca mobil bagian pintu miliknya, mengulurkan satu tangannya untuk keluar dari kaca mobil hitam milik Chanyeol. Ja Young tersenyum sesekali menutup matanya lalu menghirup udara sore hari ini. Sore hari ini terasa begitu sejuk, setitik kenangan di Kota Busan bersama keluarga Chanyeol. Rambut panjang milik Ja Young bertebrangan karena angin yang masuk kedalam mobil begitu kencang..

“Chanyeol..” Panggil Ja Young lembut tanpa menatap Chanyeol yang berada di sampingnya. Sedang mengemudi.

“Eum..?” Chanyeol akhirnya mendengar suara wanita yang sedari tadi ia lihat begitu bahagia. Chanyeol sengaja tidak berbicara karena Chanyeol ingin Ja Young lebih dulu mengutarakan perasaannya saat ini, padanya.

“Apa kau bahagia selama ini?” Ja Young mulai menatap Chanyeol dengan setitik perasaan rasa ingin tahu. Chanyeol yang sedari tadi menunggu untuk Ja Young mengutarakan perasaannya pun justru tidak sama sekali terbayangkan jika Ja Young justru bertanya tentang kebahagiaannya..

“Apa? Kau bicara apa?” Chanyeol tetap menatap jalanan sesekali menatap kaca spion mobil kanan dan kiri. Ja Young tetap manatapnya. Menatap pria yang dicintainya.

“Apa kau bahagia selama ini?” Ja Young mengulang kalimat yang sama seperti tadi.

“Oh, entahlah. Aku tidak pernah menghitung kebahagianku dan kesedihanku. Tapi sepertinya hidupku biasa-biasa saja selama ini..” Chanyeol akhirnya menatap Ja Young yang masih menatapnya dalam saat berbicara.. hanya sekilas saja dan Chanyeol melihat tatapan Ja Young melemah.. “Waeyo?” Chanyeol bertanya untuk apa Ja Young menanyakan hal ini.

“Anio, hanya ingin tahu saja.” Ja Young mengukir senyumannya.

“Jika kau bersamaku, aku akan lebih bahagia Ja Young-ah” Chanyeol kembali asal berbicara dan membuat Ja Young menepuk bahu Chanyeol seketika.

Puk!

“Benarkah?” Satu alis Ja Young terangkat lalu menatap Chanyeol tidak percaya.

“Aissh, kau sama seperti Eomma selalu menepukku tanpa aku sadari. Aku hanya memastikan saja haha” Chanyeol terkekeh akan leluconnya dan membuat Ja Young jengkel. Ternyata Chanyeol hanya bercanda pada ucappannya barusan.

Tidak ada balasan lagi dari Ja Young. Akhirnya Ja Young kembali memilih untuk menatap keluar kaca lalu mengangkatkan satu tangan kanannya, ia melihat sebuah cincin putih dijari tengahnya. Cincin yang baru saja dibelikan oleh Ibu Chanyeol. Ja Young memandang cincin tesebut. Sangat cantik dipakainya, benar kata Ibu Chanyeol cincin ini sangat cantik ditangan Ja Young bahkan ukurannya tidak longgar sedikitpun dan pas dijari tengahnya. Setelah memandang cincin itu beberapa detik kemudian tiba-tiba Ja Young berkata sesuatu hal yang tidak terduga kembali tanpa menatap Chanyeol disisinya..

“Kenapa kau memilihku Chanyeol-ah, kenapa harus kau orang pertama yang aku cintai? Kenapa harus aku yang memilih? Kenapa–“

“Hei..? Gwencahanayeo?? Ugh?” Sanggah Chanyeol cepat. Chanyeol mendengarkan setiap kata-kata yang Ja Young keluarkan barusan. Terdengar jelas ditelinganya meskipun sedikit lemah suara itu. Sulit untuk Chanyeol menatap wanita yang sedang merundukkan kepalanya saat ini karena ia sedang mengemudi dan akhirnya Chanyeol memilih untuk menghentikan mobilnya diujung jalan. Seketika Chanyeol langsung meraih wajah Ja Young dengan satu tangannya dan terasa ada setetes air mata dipipi Ja Young.

“Kau menangis? Hei.. bukankah aku pernah mengatakan. Aku tidak suka melihat–“

Dengan pergerakan cepat Ja Young langsung memeluk tubuh Chanyeol perlahan dan erat. Ja Young merundukkan kepalanya dibagian bahu Chanyeol. Menahan tangisannya yang terasa sesak disana. Chanyeol semakin tidak mengerti apa yang membuat gadis ini menangis?? Kenapa tiba-tiba Ja Young menjadi selemah ini? Apa ini tangisan kebahagiannya atau bukan? Chanyeol terdiam membisu sesaat Ja Young mengeluarkan isi hatinya.. pelukan Ja Young semakin erat diseisi tubuh Chanyeol..

“Kenapa harus kau yang aku cintai. Kenapa orang sepertimu yang harus aku pilih. Sekarang aku sulit untuk tidak bisa bersamamu. Aku.. menyayangimu.. Chanyeol-ah.. aku sungguh, sungguh tidak bisa lari dari setiap kebaikkan yang sudah kau berikan padaku hikss..”

Ja Young tidak mengerti dengan perasaan yang sudah ia miliki saat ini. Tapi keyakinan Ja Young pada hatinya untuk Chanyeol sudah bebar-benar ia rasakan. Kata-kata penuturan Ja Young tadi bukanlah sebuah pertanyaan untuk Chanyeol jawab, melainkan Ja Young hanya menjelaskan bahwa hanya Chanyeol lah orang pertama yang ia cintai sampai sejauh ini..

Sebuah perasaan Ja Young saat ini adalah..

Rasa ingin mencintai lebih.

Rasa ingin memiliki lebih.

Rasa ingin bersamanya.

Rasa ingin mengetahui semua hal kesukaan bahkan ketidaksukaan Chanyeol..

Hanya Chanyeol..

Ya, hanya dia..

Park Chanyeol.

“Kim Ja Young..” Suara lembut Chanyeol terdengar memanggil, Chanyeol perlahan menggerakan kedua tangannya. Menarik kedua bahu Ja Young untuk melepaskan pelukkannya terhadap Chanyeol saat ini. Ja Young melepas erat kedua tangannya ditubuh Chanyeol. Ia  terus merundukkan kepalanya, menutup bibirnya rapat-rapat agar sesaknya tidak terdengar. Chanyeol meraih dagu Ja Young untuk menegakkan kepala wanita itu lalu berkata..

“Apa karena Eomma kau seperti ini padaku?” Chanyeol langsung menuju pertanyaan yang entah kenapa Chanyeol yakin pada wanita yang sudah hampir 7 bulan mengenalnya sudah lebih dari tahu apa yang wanita ini pikirkan. Kenapa tiba-tiba wanita ini menangis, itu pasti karena Ibunya yang membuatnya merasa seperti ini padanya sekarang.Ja Young seperti takut kehilangan Chanyeol sekarang! Ja Young wanita yang memang terlihat kuat tetapi jika seperti ini Chanyeol hanya bisa memperhatikannya sedikit demi sedikit tetesan air mata itu turun membasahi pipi Ja Young..

“Lihat aku.. Kim Ja Young..” Chanyeol menyuruh Ja Young menatapnya. Menatap kedua bola mata hitam lekat miliknya. Chanyeol merasa tubuh Ja Young terasa kaku. Tidak berani menatapnya. Terus merundukkan kepalanya. Chanyeol tidak suka melihat wanitanya menangis dan Ja Young mengerti itu. Sangat mengerti. Perlahan kedua manik mata Ja Young melihatnya bahkan menatapnya lurus. Kedua tangannya tergenggam erat..

“Apa kau mencintaiku?” Tanya Chanyeol untuk meyakinkan perasaan Ja Young saat ini.

“Ya..” Jawab Ja Young sendu. Tatapan keduanya sangat terasa saling ingin memiliki.

“Apa kau benar-benar yakin mencintaiku? Kim Ja Young…” Chanyeol kembali meyakinkan hati maupun perasaan wanita yang selama ini ragu.

Ragu dalam arti, tidak mengerti apa yang selama ini wanitanya rasakan terhadapnya. Wanita ini selalu memberikan kasih sayangnya tapi tidak pernah yakin untuk memilikinya bahkan mencintainya. Sulit bagi Ja Young untuk menerima kehadiran Chanyeol didalam lubuk hatinya karena status sosial yang cukup berbeda dari dirinya. Sulit bagi Ja Young menerima Chanyeol sebagai seseorang yang sama dengannya. Dan pada akhirnya Ja Young selalu ragu untuk menerima kehadiran Chanyeol dihidupnya, didalam lubuk hatinya. Bahwa kenyataannya cinta itu tidak bisa ia lepaskan sekarang. Terus menariknya hingga sulit ia lepaskan.

Ja Young terdiam cukup lama, lalu ia teringat kejadian dimana ia melepaskan cinta dari sahabatnya masa lalu. Dan lebih memilih pria yang ada dihadapannya saat ini. Pria yang menatapnya penuh arti dengan sabar menunggu jawaban darinya. Ja Young menghapus air matanya, manatap kedua bola mata Chanyeol yakin lalu berkata..

“Aku mencintaimu, dan aku yakin aku bisa mengatasi semua hal buruk jika aku sudah bersamamu. Aku hanya ingin berada disampingmu Chanyeol-ah..”

“Kim Ja Young..?”

You only love once, apakah kau mau menjadi cinta pertama dan terakhir untukku Park Chanyeol?”

“Jawablah..”

“Kenapa diam Chanyeol..”

Senyuman cantik itu terukir sesaat Ja Young mendekatkan tubuhnya, mengalungkan kedua tangannya dileher Chanyeol, sedikit memiringkan kepalanya lalu mempertemukan bibirnya dengan bibir tebal milik Chanyeol. Ja Young mengecupnya, menekan bibir Chanyeol. Perlahan menutup kedua matanya..

Entah perasaan apa yang dirasakan Ja Young saat ini. Ja Young hanya mengikuti kata hatinya saat ini. Nalurinya saat ini. Ja Young sangat mencintai Chanyeol sekarang. Sangat ingin menjadi milik Chanyeol seorang. Perasaannya sudah sangat jelas, bahkan sekarang Ja Young sudah bisa sepenuhnya memiliki hati dan diri Chanyeol seutuhnya ketika ia menginginkannya.. Hanya untuknya..

Ja Young terus menutup kedua matanya, selang dua menit ia mengecup bahkan menekan bibir Chanyeol dengan lembut. Hampir kehabisan untuk bernafas. Chanyeol menahan hasratnya untuk lebih mendominankan permainan Ja Young saat ini, untuk tetap memberikan akses pada Ja Young sepenuhnya. Chanyeol benar-benar merasa di angan, wanita yang sebelumnya sulit ia dapati dan sekarang dengan sendirinya wanita ini sangat ingin memilikinya. Mungkin keyakinan Chanyeol benar, bahwa hanya Ibunya lah yang bisa menenangkan dan memenangkan perasaan wanita ini. Chanyeol merasa ketakutan Ja Young sudah tidak sama sekali ada, terbukti dengan perlakuan Ja Young saat ini padanya. Chanyeol menutup kedua matanya merasakan setiap kecupan yang diberikan Ja Young dipermukaan bibirnya..

Kedua tangan Ja Young mulai terlepas dari leher Chanyeol kemudian Ja Young melepas pautan bibirnya, membuka kedua matanya perlahan. Sedikit malu untuk menatap kembali wajah Chanyeol sekarang. Rasanya Chanyeol hanya menikmati pergerakan bibir Ja Young diatas bibirnya. Chanyeol tersenyum kecil lalu mengatakan..

Good kisser girl, I like your lips.” Chanyeol tersenyum bangga menatap wanitanya dengan smirk andalannya.. “Aku akan menjawabnya sekarang. Kita tuntaskan ini semua.” Kata Chanyeol kembali masih dengan memasang smirk andalannya.

Ja Young hanya terdiam malu bahkan tidak mengerti apa yang barusan ia lakukan pada Chanyeol. Ja Young menelan saliva nya kasar, apa ia baru saja membuat Chanyeol berhasrat?

Ah! Bodoh. Haruskah Ja Young melakukan hal sebodoh dan semesum itu. Bahkan Chanyeol tidak sama sekali membalas ciuman darinya. Chanyeol menyalakan mobilnya kembali lalu melajukan mobil dengan sangat cepat. Ja Young tidak tahu kemana mobil ini akan membawanya. Ja Young sibuk dengan dirinya yang tidak bisa menahan semua hatinya ketika sudah didekat Chanyeol.

♣ Y . O . L . O ♣

Kembali pada pasangan Baekhyun dan Je Young yang sedang berjalan-jalan bersama-sama dihari terakhir mereka di Busan City. Setelah keluar dari appartement Baekhyun dan Je Young..

“Baekhyun-ah, kita akan pergi kemana?” Je Young bertanya pada Baekhyun yang sedang membeli sebuah minuman dingin untuknya dan juga untuk Je Young.

“Nanti kau juga akan tahu” Baekhyun memesan dua minuman disebuah caffe. Bukan caffe sepertinya sebuah restaurant besar.

“Ish, Oppa. Kenapa harus menunggu malam hari untuk sampai ketempat itu. Kau tahu pesawat kita jam berapa nanti. Ugh?” Je Young mendesah sedih. Karena Baekhyun sedari tadi hanya membuang-buang waktu kesana-kemari untuk menunggu malam hari tiba. Baekhyun sedari tadi mengajak Je Young pergi membeli oleh-oleh untuk Ibunya dan juga Ibu Byun, Baekhyun mengajak Je Young mengitar-ngitari kesana-sini disekitarnya begitu banyak orang-orang yang berbelanja bahkan mencicipi makanan dan minuman. Je Young terlihat senang dan bahagia sejak bersama Baekhyun tadi pagi hingga menjelang sore. Tapi sekarang Je Young terlihat kesal dan lelah karena Baekhyun bilang padanya bahwa Baekhyun akan mengajak Je Young kesuatu tempat yang paling indah jika malam hari tiba.

“Ini, minumanmu princess Byun” Baekhyun tersenyum manis dihadapan wanita yang terlihat memanyunkan bibirnya sejak tadi saat Baekhyun memesan sebuah minuman. Je Young menerimanya dan langsung meminum jus strawberry yang Baekhyun pesan untuknya. Jus kesukaan Je Young.

“Terimakasih Baekhyun-ah”

“Eum..” Baekhyun meraih rambut Je Young yang terlihat sedikit berantak lalu ia rapikan.

“Enakkah?”

“Eum” Je Young mengangguk cepat lalu tersenyum cantik.

“Mau beli apa lagi kita?” Kata Baekhyun santai sambil melihat kearah luar caffe tempat berdirinya dan juga Je Young saat ini. Musik berlantun didalam caffe. New Empire – A Little Braver.

“Oppa, aku lelah. Apa Oppa tidak lelah?” Je Young memanyunkan kembali bibirnya dengan wajah sendunya dan membuat Baekhyun tertawa kecil melihat itu. Baekhyun meraih pinggang Je Young dan berkata..

“Kau terlihat begitu senang tadi jadi aku kira kau baik-baik saja hehe” Kata Baekhyun dengan kekehannya. Baekhyun membawa Je Young untuk duduk disebuah tempat kosong disana.

“Duduklah,” Kata Baekhyun lalu tersenyum lembut.

“Oppa kenapa kita ketempat yang tidak ada siapapun disini. Caffe apa ini? Apa ini benar-benar sebuah caffe?” Je Young melihat ruangan yang cukup santai jika dilihat dari kasat mata. Baekhyun membawa Je Young kesebuah ruangan yang hanya ada mereka berdua.

images (3)

“Caffe ini menyediakan fasilitas untuk bersantai ria~” Penjelasan Baekhyun terdengar semakin membuat Je Young bingung?

“Bersantai ria?” Pikir Je Young.

Tiba-tiba Baekhyun membuka jaket yang ia kenakan, topi dan juga kacamatanya yang sedari tadi ia pakai lalu ia letakkan dimeja. Baekhyun sering ketempat ini jika ada sebuah proyek berbisnisnya dan caffe ini selalu menjadi incarannya untuk bersantai dengan rekan bisnis ayahnya. Baekhyun sempat beberapa kali mendatangi kota Busan dan karena itu pula Baekhyun dengan mudahnya memesan hotel, mobil pribadi, dan juga fasilitas lainnya di kota Busan.

“Kemarilah, bukankah kau lelah princess Byun..” Candanya kembali, Baekhyun menyuruh Je Young yang masih berdiri ditempatnya. Karena melihat ruangan yang serba putih bahkan ada sebuah soffa panjang lurus kedepan yang Baekhyun duduki dengan kedua kaki yang ia luruskan. Soffa itu juga berwarna putih. Begitu nyaman jika terlihat. Je Young pun akhirnya duduk disalah satu soffa kecil tidak dekat dengan Baekhyun yang sedang terlihat bersantai disoffa itu.

“Princess kenapa duduk disana? Kemarilah..” Baekhyun mengulurkan satu tangannya masih sambil duduk santai disoffa itu. Je Young menggeleng pelan.

“Oppa terlihat nyaman, biar aku disini saja. Ini sudah cukup hihi” Je Young terkekeh pelan lalu meletakan minumannya dimeja kaca didepan soffa nya.

“Permisi Tuan, pesanan anda datang.” Seorang pelayan menghampiri Baekhyun dan Je Young diruang itu. Baekhyun tersenyum ramah padanya begitu juga Je Young.

“Dua pizza ukuran besar, dan soft drink ukuran besar. Apa ada lagi yang ingin anda pesan?”

“Tidak, terimakasih” Baekhyun masih tersenyum ramah padanya.

“Baik, jika anda ingin memesan sesuatu bisa langsung telfon disana Tuan. Kalau gitu saya permisi”

“Ya..”

Pelayan itu sudah meletakan pesanan Baekhyun dimeja dekat Je Young duduk lalu pergi meninggalakan mereka berdua kembali. Baekhyun berdiri dari soffa itu lalu menuangkan botol soft drink kedalam gelas yang tersedia. Menuangkan sedikit minuman itu..

“Kau menyewa ruang ini Baekhyun-ah?” Tanya Je Young sambil menerjapkan kedua matanya setelah melihat pintu tertutup karena pelayan yang barusan telah menutup rapat pintu panjang berwarna putih tersebut. Baekhyun mengabiskan minumannya lalu memakan sedikit potongan pizza keju itu.

“Aku pernah ketempat ini sebelumnya bersama Appa, dan aku kira kau butuh tempat yang nyaman untuk beristirahat. Sudah lama aku tidak ketempat ini jadi aku harap kau menyukainya..” Baekhyun mengambil tisu untuk membersihkan jari-jarinya sesaat memakan potongan pizza. Kemudian Baekhyun mengambil tisu kembali lalu mengambil potongan pizza kembali. Berjalan kearah Je Young yang masih duduk manis disana.

“Kau pasti lapar, ayo makan” Baekhyun berjongkok didepan Je Young duduk lalu memberikan potongan pizza itu. Je Young tersenyum manis padanya, kedua tangan Je Young bergerak meraih pipi Baekhyun tidak meraih pizza yang sudah Baekhyun berikan ditangannya. Melainkan Je Young membelai pipi Baekhyun yang halus dan ada sedikit keringat dibagian keningnya. Karena pasti Baekhyun juga lelah sehabis kesana kemari membawa barang belanjaan yang sudah disimpan didalam bagasi mobil.

“Terimakasih Oppa, kau selalu membuatku terpesona akan tingkah dan kejutanmu” Je Young membentuk matanya seperti bulan sabit. Merapikan sedikit rambut blonde milik Baekhyun.

“Sama-sama princess”

“Oppa aku tidak mau kau memanggilku princess, tidak biasanya kau memanggilku seperti itu.”

“…” Baekhyun hanya mengangkat bahunya acuh. Ia sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba ia memanggil wanita kesayangannya itu dengan embel-embel “Princess”?

Je Young tersenyum manis lalu mengecup pipi Baekhyun dan berbisik ditelinga Baekhyun. Sedikit membungkukkan tubuhnya lalu mengatakan..

“Youngie, aku lebih suka kau memanggilku Youngie..” Bisik Je Young lalu mengucup pipi Baekhyun kembali. Baekhyun yang merasa aneh pada tingkah gadisnya pun membuat dirinya tersenyum miring. Begitu manja dan Baekhyun menyukai hal-hal yang jarang sekali Je Young lakukan padanya. Seperti saat ini.

“Pegang ini” Baekhyun menyuruh Je Young memegang potongan pizza yang dilapisi tisu dengan cepat Je Young mengambilnya lalu sesaat kedua tangan Baekhyun meraih bagian belakang lutut dan juga tubuh Je Young.

“Oppa? Apa yang kau lakukan??” Baekhyun mengangat tubuh mungil Je Young dengan cepat membawanya tertidur disoffa yang Baekhyun duduki sebelumnya. Detak jantung Je Young berdetak tidak menentu. Baekhyun masih tersenyum penuh arti. Je Young menelan saliva nya kasar. Baekhyun kembali mengangkat tubuh mungil itu lalu Baekhyun duduk terlebih dahulu meluruskan kedua kakinya dan bersandar dengan nyaman. Tubuh mungil itu ia letakan tepat disampingnya bersandar. Hingga sekarang posisi Je Young berada dekat dengan tubuh Baekhyun, sangat dekat dan hampir tidak ada jarak.

“Apa nyaman?” Baekhyun bertanya pada gadis mungil itu yang masih terdiam atas perlakuan darinya. Dress yang dikenakannya membuat sedikit bergerak hingga paha putihnya terlihat jelas. Je Young bergerak risih didekat Baekhyun. Hingga pada akhirnya Je Young menggelang pelan mengartikan bahwa posisinya tidak nyaman.

“Luruskan kakimu Youngie..” Baekhyun melihat pergerakan kaki Je Young didekat kakinya yang sudah Baekhyun luruskan.

Akhirnya Je Young menurut dan meluruskan kedua kakinya perlahan sambil menarik dress mungil yang pas ditubuhnya. Potongan pizza itu ia letakan dibagian tubuh Baekhyun yang bergerak sedikit dan seketika membuat Je Young kembali gelisah karena satu tangan Baekhyun sekarang meraih pinggangnya. Lebih mengapit tubuh mungil gadisnya.

“Jangan bergerak dan makan pizza mu,” Perintah Baekhyun.

“Suapi” Je Young dengan manjanya bebisik seperti itu.

“Gerrue..” Baekhyun pun mengambil potongan pizza lalu memberikan tepat didepan mulut Je Young. Sampai habis termakan.

“Oppa, aku haus” Manja Je Young kembali.

“Duduk saja, aku akan mengambil jus mu”

“Ok!” Je Young kembali tersenyum.

Baekhyun beranjak dari soffa lalu mengambil jus kesukaan Je Young dimeja, berjalan kembali kearah Je Young.

“Bersandarlah kembali, seperti tadi Oppa..” Kata  Je Young sambil menepuk soffa itu. Je Young menagmbil jus strawberry ditangan Baekhyun. Baekhyun pun bersandar kembali dengan nyaman dan meluruskan kedua kakinya. Seketika Je Young meletakan kepalanya diseisi dada bidang Baekhyun sambil meminum jus miliknya. Je Young tersenyum malu disana. Baekhyun yang tidak bisa melibat wajah gadisnya sekarang pun hanya tersenyum tampan. Je Young memang begitu manja padanya dan pada siapapun orang yang dekat dengannya. Jadi Baekhyun sadar bahwa kelakuan Je Young terhadapnya hanya semata-mata Je Young ingin bermanja didalam dirinya dan Baekhyun pun hanya ingin setiap gadisnya bermanja, hanya pada dirinya dan untuk dirinya. Baekhyun meraih pucuk kepala Je Young lalu menciumnya disana.

“Saranghae Baekhyun-ah..”

“Nado saranghae Youngie..”

“Baekhyun apa pernah kau seperti ini dengan wanita lain? Sebelum bertemu denganku?”

“Tidak, tidak pernah”

“Tidak pernah kau sedekat ini dengan wanita?”

“Eum, hanya kau. Hanya kau yang boleh bermanja dipelukkanku. Dan hanya kau wanita yang akan menjadi istriku dimasa depan~”

“Ish, Oppa. Aku masih tidak becus untuk menjadi istri seorang Tuan Muda pembisnis handal sepertimu” Desas Je Young tapi terdengar lembut.

“Siapa bilang?”

“Aku”

“…” Baekhyun terdiam menerjapkan kedua matanya, menatap wajah Je Young yang mencoba mengangkat kepalanya untuk menatap Baekhyun saat ini.

“Baek, apa aku terlau manja? Apa aku seperti anak kecil?” Je Young menatap lurus kedua mata Baekhyun. Tatapannya terlihat sendu.

“…” Baekhyun tetap diam menatap manik mata yang terlihat ingin mendengar jawaban darinya. Manik mata yang selalu Baekhyun sukai.

“Aku..” Je Young menundukkan kepalanya perlahan, mencoba mengalihkan tatapan Baekhyun padanya.. “Memang menyusahkan Oppa, aku tidak pernah berfikir kedepan. Bagaimana hubunganku dengan Oppa. Tapi, aku hanya ingin Oppa. Hanya kau Baekhyun, seseorang yang selalu kuinginkan berada bersamaku, disampingku..”

Perlahan Bekhyun meraih wajah Je Young dengan kedua tangannya lalu sedikit memajukan kepalanya dan meraih bibir Je Young. Mengecupnya pelan. Baekhyun tidak menjawab semua pertanyaan Je Young, wanita yang baru saja mengutarakan perasaannya terhadapnya melainkan Baekhyun justru ingin sekali mengecup bibir mungil wanitanya yang sedari tadi berbicara selembut mungkin,

“Bolehkah aku merasakannya?” Tanya Baekhyun berbisik. Seketika detak jantung Je Young memompa begitu cepat, ia menerjapkan kedua matanya terus menerus karena perlakuan Baekhyun yang tiba-tiba mengecup bibirnya itu membuatnya terdiam, pipi itu bersimpu merah, gadis itu terdiam cukup lama lalu perlahan mengangguk pelan sebagai jawaban bahwa ia memperbolehkannya. Baekhyun tersenyum kecil lalu kembali meraih bibir mungil Je Young. Pertama Baekhun meletakan kedua tangannya diseisi leher Je Young.

Baekhyun tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya. Baekhyun hanya berniat mengecup bibir mungil milik gadisnya dan tidak lebih. Baekhyun pria yang selalu menjaga dan menahan aura hasrat kelelakinya demi gadis yang ia cintai. Karena Je Young begitu polos dan pemalu. Baekhyun tidak ingin membuat gadisnya berfikiran bahwa Baekhyun mencintainya karena tubuh atau kecantikannya. Tapi, Baekhyun mencintai seluruh kepribadian dari gadisnya. Semua kepribadian baik ataupun buruk Kim Je Young. Hampir kehabisan nafas karena Baekhyun terus menekan bibirnya, mengecup bahkan melumati bibir Je Young. Je Young yang masih memegang erat jus strawberry miliknya pun hanya merasakan tububnya yang sukses membeku sesaat karena ciuman Baekhyun yang terasa lembut dan juga membuatnya melayang.

Ini adalah pertama kalinya Baekhyun menyentuhnya sejauh ini selama berpacaran dengannya, ya.. selama hampir satu tahun. Ini adalah ciuman terdalamnya.

Perlahan Baekhyun meraih gelas jus strawberry milik Je Young dengan cepat Baekhyun menjatuhkannya dari atas soffa itu. Je Young yang masih dalam mode menahan nafas dan begerak sesuai apa yang ia rasakan pun tidak menghiraukan jus kesukkannya yang sudah Baekhyun jatuhkan. Baekhyun membawa tubuh Je Young sampai berada dibawah tubuhnya sekarang tanpa melepas ciuman yang sudah menggebu-gebu. Baekhyun meraih pinggang Je Young membelainya bahkan membelai punggung Je Young yang terbalut oleh dress.

Perlahan Je Young mengalungkan kedua tangannya dileher Baekhyun. Baekhyun melepas bibirnya dan mulai turun kearah seisi leher Je Young. Menghirup aroma bayi kesukaan Baekhyun seorang, Je Young sangat menyukai parfum bayi. Dan itu sangat cocok untuk kulitnya. Kedua mata Je Young hanya tertutup rapat tidak sama sekali ia buka saat Baekhyun sudah munciumnya sejak tadi.

Hasrat Baekhyun sudah begitu menggebu-gebu, bahkan Je Young marasakan tubuhnya benat-benar melayang akan sentuhan demi sentuhan Baekhyun saat ini. Sangat perlahan membuatnya terus melayang. Baekhyun sadar akan dirinya yang sudah terlewat batas.

Akhirnya Baekhyun menarik dirinya dan langsung membuka matanya lebar-lebar. Nafasnya memburuh. Kedua matanya menatap Je Young yang tidak bisa diartikan.

“Youngie..” Panggil Baekhyun lembut.

Je Young yang masih menutup kedua matana dan masih mengatur detak jantung maupun nafasnya, ia hanya bisa terdiam. Kedua tangannya melemah dileher Baekhyun dan terlepas secara sempurna. Baekhyun yang manahan tubuhnya sekarang karena posisinya yang berada diatas tubuh Je Young pun melihat wajah merah itu, sangat terlihat begitu polos.

“Bukalah matamu, aku mohon. Mianhae..” Baekhyun menatap wajah gadisnya yang masih menutup kedua matanya. Bibirnya bergertar tak menentu setelah perlakuan Baekhyun tadi pada bibirnya, bahkan tubuhnya merespon takut. Akhirnya Je Young membuka kedua matanya, ia tidak langsung menatap mata Baekhyun melainkan ia mencoba melihat kedua tangannya dan  menggerakan kedua tangannya itu menyentuh dada Baekhyun.

“Oppa.. tubuhku..” Lemah Je Young, kedua matanya begitu lirih. Berkedip-kedip tak menentu.

“Wae? Ada apa dengan tubuhmu Youngie?” Kedua manik mata Baekhyun menatap lurus seisi wajah Je Young dibawah wajahnya. Manik mata indah itu bergetar tak menentu masih tidak dalam menatap balik tatapan Baekhyun saat ini.

“Aku tidak bisa merasakannya, tubuhku terasa lemas..” Je Young mulai menatap manik mata Baekhyun dengan lirih dan bibirnya pun bergetar kecil.

“Maafkan aku, sungguh..” Baekhyun tahu pasti akibat sentuhan yang ia berikan pada gadis lugu seperti Je Young akan membuat gadisnya membeku seketika. Je Young mencoba menggelengkan kepalanya.

“Oppa, jantungku terus berdetak dan sangat cepat. Oppa wajahku pasti memerah” Dengan polosnya Je Young mengatakan hal-hal seperti itu. Je Young memang akan selalu seperti ini disaat bersentuhan dengan Baekhyun.

“…” Baekhyun tersenyum manis.

Je Young pun mengedipkan kedua matanya lalu memanjukan sedikit kepalanya dan meraih kening Baekhyun. Mencoba menciumnya lalu mengatakan.. “Tidak perlu minta maaf, bukankah aku yang mengizinkannya. Oppa, hari akan segera malam. Bukankah Oppa ingin mengajakku ketempat indah malam ini? Eum..” Je Young tersenyum manis lalu membelai pipi Baekhyun memberikan kenyamanan.

Seketika Baekhyun pun mencium kening Je Young dan beranjak dari soffa itu.

“Habiskan makanannya terlebih dahulu, lalu kita akan pergi”

“Baiklah mari kita habiskan. Baekhyun-ah suapi hehe”

♣ Y . O . L . O ♣

POV Kim Ja Young

Pukul 18.00

Malam kembali menyapa..

Entah sejak kapan aku sudah terdiam lama saat kejadian satu jam yang lalu. Chanyeol membawaku entah kemana? Aku tidak mengenal jelas tempat ini. Bahkan aku baru pertama kalinya menginjakkan kakiku di Kota Busan yang begitu luas. Chanyeol terus menarik satu pergelangan tanganku, membawaku pergi bersamanya. Aku sadar jika saat ini perasaanku dan dirinya sudah tidak bisa diartikan satu sama lain. Aku benar-benar mencintai Chanyeol. Sampai berani menyetuhnya terlebih dahulu..

“Eomma..” Panggil Chanyeol pada Nyonya Park yang ternyata sudah berada didepan kedua mataku. Aku langsung merundukan kepalaku. Tanda menghormatinya.

“Chanyeol? Ada apa?” Nyonya Park membulatkan kedua matanya heran karena tiba-tiba saja putra nya datang menemuinya.

Aku baru sadar dimana aku sekarang, ini adalah salah satu perusahaan yang dimiliki Nyonya Park. Bodoh! Kenapa aku baru menyadari hal ini. Chanyeol terus menarik tanganku dan akupun masih malu akan kejadian dimobil tadi. Hingga aku baru sadar dimana aku berada sekarang.

Aku terdiam seribu bahasa setelah sampai tempat tujuan. Ya, dimana Chanyeol sudah membawaku pergi secara tiba-tiba berhenti dan masuk kedalam sebuah perusahaan yang lain dan tidak bukan adalah perusahaan milik Nyonya Park, Ibu dari Chanyeol sendiri. Chanyeol menarik tanganku hingga disini, tempat Nyonya Park dengan para krabat dekat seorang Tuan maupun Nyonya besar. Terlihat sedang santai menikmati sajian dan minuman yang sudah tersedia dimeja besar itu. Aku merunduk dan sedikit menarik ujung rok yang aku kenakan saat ini. Begitu gugup. Apa yang akan Chanyeol lakukan? Aku ingat saat Chanyeol terakhir berkata..

“Aku akan menjawabnya sekarang. Kita tuntaskan ini semua.” Astaga, apa ini yang dimaksud oleh Chanyeol??

“Eomma, Chanyeol ingin bicara serius. Dan ini penting.” Kata Chanyeol dengan tangan yang masih menggenggam satu tanganku. Erat sekali.

“Ya, bicara saja” Jawab Nyonya Park santai dengan tatapan kasih sayang pada putra nya. Sedangkan krabat-krabat Nyonya Park memandang serius Chanyeol dan aku. Aku yang sedari tadi merunduk merasakan hawa disekitarku, karena aku tidak bodoh untuk memandang satu per satu wajah mereka semua. Ah, ini bisa gila. Aku bahkan tidak tahu apa yang akan Chanyeol bicarakan??

“Chanyeol akan menikah bersama Ja Young, secepatnya.”

Apa??? Kata-kata itu tidak terdengar asing bagiku tapi…

Semua tatapan mulai tidak bisa diartikan?? Apa yang sudah Chanyeol katakan membuat mereka semua tidak percaya? Bingung?? Bahkan sekarang mereka semua saling berbisik satu sama lain.

Aku menelan saliva ku kasar, mencoba melepaskan genggaman Chanyeol! Kedua mataku terasa lemah. Aku mohon Chanyeol hentikan semua ini. Aku tidak bisa seperti ini. Aku memandang Chanyeol dengan segenap jiwa dan raga yang tersisa didalam diriku. Tapi  Chanyeol justru mengubris dan tidak perduli dengan tatapanku sekarang. Chanyeol benar-benar tidak main-main dengan ucappannya barusan.

“Apa yang kau katakan Chanyeol?? Eomma tidak mengerti?? Tiba-tiba saja kau datang mengatakan hal–“

“Aku sudah mengatakan ini adalah perkataan yang serius Eomma. Maaf jika Eomma terkejut dengan kalimatku tadi, tapi itu semua benar Eomma..” Kali ini Chanyeol menatapku penuh ketulusan. Tatapan Chanyeol tidak seperti biasanya. Ya, aku sangat melihatnya jelas dimataku. Rasanya aku ingin segera menangis kembali.

“Kau yakin dengan keputusanmu?” Tanya Nyonya Park pada Chanyeol yang sekarang tersenyum pada Ibunya.

“Eomma merestui kami? Ah– maksudku, aku yakin dengan kalimatku tadi. Aku ingin menikahi Ja Young, secepatnya” Chanyeol mengulang kalimatnya kembali.

“Apa ini putra Ny.Park?” Tanya salah satu krabat yang sedang duduk santai disisi kiri sana.

“Ya, benar. Ini putra saya. Dan anak satu-satunya kebanggaan saya” Jawab Nyonya Park dengan senyuman indahnya.

“Apa perempuan itu yang bernama Ja Young?” Tanya kembali salah satu krabat disisi kanan Nyonya Park.

“Dia calon istri putramu?”

“Kenapa putramu tiba-tiba datang dan berkata seperti itu? Apa wanita ini terlalu istimewa?”

“Wanita seperti apa dirinya?”

“Cantik, apa pekerjaannya?”

Semua pertanyaan apapun mereka tanyai pada Nyonya Park maupun Chanyeol. Aku tidak bisa berkata apapun lagi. Sepertinya ini adalah akhir dari segalanya. Mengenal Chanyeol sampai detik ini adalah kebahagian sepenuhnya yang sudah Tuhan berikan, meskipun aku pernah mengatakan bertemu dengan Chanyeol adalah sebuah kesialan yang pernah aku alami. Tapi seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa sosok Chanyeol yang aku inginkan dihidupku, dimasa depanku, dilubuk hatiku. Terimakasih Chanyeol. Dan mungkin saat ini juga aku harus menghilang..

Chanyeol melepas genggaman tangannya padaku. Kemudian ia berjalan selangkah lebih dekat pada Ibunya. Tepat berdiri disamping Ibunya. Aku menghela nafasku, menggingit bibir bawahku, takut, gugup, dan aku ingin sekali meneteskan air mataku saat ini..

“Maaf Eomma, jika kedatangan Chanyeol merusak acara Eomma bersama rekan-rekan dekat pembisnis Eomma..” Chanyeol menatap Ibunya dengan penuh ketulusan sama saat seperti menatap kedua mataku tadi.. “Eomma, Chanyeol sangat menyayangi Eomma, Eomma segalanya bagi Chanyeol. Eomma berjuang untuk kebahagian dan segala kepentingan Chanyeol hingga terus terpenuhi. Saranghae Eomma…” Chanyeol mencium kening Ibunya tidak lama.

Semua rekan-rekan Nyonya Park tersenyum dan bahagia melihat Chanyeol yang begitu penyayang. Tidak bisa diragukan lagi kasih sayangnya sama persis seperti Ibunya. Dan mereka semua yang ada disini sangat dekat dengan Nyonya Park, bahkan mereka semua tahu bahwa Nyonya Park sudah lama ditinggal suaminya dan merawat satu orang putra yang sekarang mereka lihat didepan kedua mata mereka semua. Bahkan putra Nyonya Park sangat tampan dan juga penyayang. Mereka semua hanya mendengar bahwa putra Nyonya Park memang jarang sekali menampakkan dirinya diperusahaan bahkan didepan rekan-rekan pembisnis Ibunya, karena itu salah satu sifat Chanyeol. Yang tidak ingin menjalani kehidupannya sama seperti Ibunya sebagai seorang pembisnis tapi Chanyeol dikuliah kan dengan jurusan manajemen bisnis dan otomatis ia akan melanjutkan perusahaan sang Ibu.

Nyonya Park tersenyum lembut pada Chanyeol, lalu Chanyeol memegang kedua tangan Ibunya dan berkata kembali.. “Eomma aku menyayangimu, dan aku ingin semua pun tahu bahwa Eomma adalah Eomma terhebat yang aku miliki. Eum, jangan menangis aku mohon..” Chanyeol menghapus air mata sang Ibu. Karena Ibunya tiba-tiba meneteskan air matanya. Nyonya Park menangis karena mendengar semua kalimat-kalimat yang sudah Chanyeol utarakan untuknya. Senyuman lebar Chanyeol tebarkan lalu Chanyeol berjalan sedikit kearahku yang sedari tadi hanya memandangnya penuh arti. Aku sungguh jatuh cinta pada pria gila ini, ya Tuhan pria ini sangat sempurna. Chanyeol menunjukan bahwa Ibunya adalah wanita terbatnya didepan semua orang.

Perlahan Chanyeol menarik satu tanganku dan satu tangannya lagi masih menggenggam erat tangan Ibunya. Chanyeol berdiri ditengah-tengah antara aku dan Nyonya Park yang saling bertatapan. Jangan lupakan semua orang yang memandang kearah Chanyeol seorang. Chanyeol mempertemukan satu tanganku dengan satu tangan Nyonya Park. Aku ragu untuk menyambutnya tapi kedua tangan Chanyeol sudah mempersatukan tanganku dengan Nyonya Park.

Aku sungguh tidak mengerti dengan semua ini? Aku memandang kedua tangan Chanyeol dan satu tangan Nyonya Park. Apa yang akan dilakukan Chanyeol kembali..?

“Chanyeol-ah?” Lirihku sambil menatap dalam kedua matanya.

Nyonya Park masih meneteskan air matanya dan Chanyeol menghapus air mata itu lagi. “Uljima Eomma..” Chanyeol mengukir senyumannya lalu berkata kembali..

“Ya, Eomma perkenalkan wanita ini adalah calon istriku, calon menantu Eomma. Dia bernama Kim Ja Young, cantik bukan nama dan wajahnya?” Chanyeol bercanda ria ditengah kesunyian menyapa, dan semua nya ikut terbawa suasana diruangan sedikit terbuka ini. Kata-kata Chanyeol membuat Ibunya menahan tangisnya saat ini.. “Tapi kecantikan Eomma tetap yang nomor satu bagiku.” Tambah Chanyeol dan mereka semua tertawa kecil akan lelucon Chanyeol saat ini. Chanyeol kembali melanjutkan penuturannya..

“Kim Ja Young adalah wanita sederhana, Chanyeol mengenal keluarga Ja Young. Keluarganya sangat baik. Ja Young seseorang yang penyayang tapi terkadang suka sekali cerewet padaku. Eomma, Chanyeol mencintainya. Mencintai segala kelebihan dan kekurangan Kim Ja Young, dan Eomma bisa tanyakan langsung pada Ja Young maukah Ja Young menikah dengan putra Eomma, putra kebanggaan Eomma yang selalu wanita ini takuti dan selalu saja dia hindari..”

Chanyeol menatapku dan aku pun menatapnya kembali. Tatapan kami saling bertemu. Tuhan, bagaimana bisa Chanyeol berbicara dengan santai nya tentang diriku dihadapan semua orang yang terus memandanginya penuh arti. Kali ini aku tidak bisa menahan air mataku, bibirku bergetar hebat dan ya, air mataku menetes..

“Hei, kenapa menangis? Eum? Kenapa kalian jadi melankonis seperti ini? Apa semua ucappanku salah atau meyakiti Eomma dan kau, Ja Young-ah??” Chanyeol sesekali menatap Ibunya dan juga aku. Ia terus bergurau. Terus tersenyum hangat padaku dan juga Ibunya. Chanyeol apa ini dirimu yang sebenarnya? Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan dan kulakukan sekarang saat ini..

“Kau terlalu banyak bicara putraku,” Kata Nyonya Park lembut.

“Kalian terlihat begitu akrab,” Kata salah satu rekan Nyonya Park.

“Bagaimana mereka berdua tidak menangis, Chanyeol kau begitu hebat”

“Putra kebanggaan, ah terlihat harmonis sekali”

“Apapun pekerjaan dan kehidupan sang wanita atau calon istrimu pastinya wanita ini adalah wanita istimewa, dia menangis karena bahagia melihatmu dan mendengar penuturanmu barusan Tuan Muda  Park..”

“Nyonya Park, sepertinya kami semua ingin sekali melihat bagaimana putramu menikah dengan wanita pilihannya..”

Semua ucappan melayang dari mulut rekan-rekan pembisnis Nyonya Park. Aku hanya menunduk dan sesekali tersenyum. Mereka benar, aku begitu bahagia sampai-sampai air mataku turut andil saat ini. Rasanya aku ingin cepat-cepat pulang dan bercerita banyak pada Ibu ku. Bagaimana Chanyeol terus memperlakukanku dengan baik disini.

“Apa Eomma akan merestui pernikahanku dengan Ja Young?” Tanya Chanyeol meyakinkan.

“Eomma tidak tahu hari ini hari apa? Apa ini hari kebahagian? Or white day? Haha Eomma menerima banyak cinta dan kasih sayang hari ini..”

“Jadi?” Tanya Chanyeol dengan kedua mata yang berkedip-kedip. Aku tetap diam tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutku, hanya saja aku terus memanggil Chanyeol didalam lubuk hatiku.

“Eomma merestui kalian. Eomma ingin sekali melihatmu bahagia Chanyeol. Jika memang Ja Young adalah wanita yang kamu cintai. Menikah adalah jalan terindah yang Tuhan berikan. Dan apa kau sudah menerima Chanyeol sebagai suamimu? Eomma sangat mengharapkan kebahagian Ja Young-ah.” Nyonya Park tersenyum lembut akan ucappannya. Semua rekan-rekan disana sini berteriak dan mengucapkan kata..

“Terima..”

Aku menghapus air mataku, ini sungguh kebahagianku. Chanyeol begitu nekat akan hal ini. Aku mengira ini adalah akhir dari segalanya bersama Chanyeol tapi Chanyeol  justru merubah segalanya. Aku sangat percaya akan namanya cinta sejati itu ada dan nyata. Dan sekarang aku merasakannya. Chanyeol adalah cinta sejatiku. Cinta pertamaku hingga sejauh ini dan cinta terakhir yang ingin aku miliki dihidupku.

“Aku menerima Chanyeol sebagai calon suamiku. Aku pun sama, ingin sekali mendapatkan kebahagian seperti apa yang sudah Nyonya Park katakan. Aku akan mencoba untuk membuat Chanyeol bahagia ketika bersamaku seperti Chanyeol bahagia ketika bersama Ibunya. Aku bukan wanita sempurna, tapi kenapa Nyonya Park dan Chanyeol sangat baik padaku. Eum, terimakasih untuk semuanya. Aku berharap selalu ada doa terbaik untukku dan Chanyeol. Karena aku pun sangat mencintai pria ini, putra dari Nyonya Park Yoora. Park Chanyeol, pria yang hangat dan sangat baik padaku meskipun aku merasa takut dan ragu untuk memilikinya. Tapi, pada akhirnya rasa itu pun hilang.” Aku menatap Chanyeol lalu tersenyum hangat padanya dan melanjutkan penuturanku tanpa keraguan sedikitpun..

“Chanyeol terimakasih, aku mencintaimu…”

Chanyeol tersenyum lebar, mungkin ini adalah kalimat yang jarang sekali aku ucapkan dan sekarang dengan keberanian ku mengatakan kalimat itu didepan banyak orang. Chanyeol menarik pinggangku dan dan pinggang Nyonya Park bersamaan. Chanyeol memeluk tubuhku dan juga Ibunya.

“Terimakasih Eomma,” Bisiknya, Chanyeol sangat berterimakasih pada Ibunya yang sudah merestui hubungan ini. Tanpa harus memandang siapa pun orang yang Chanyeol cintai dan akan nikahi dihidupnya dan karena rasa sayang Nyonya Park juga begitu besar dan membiarkan anaknya yang memilih keputusannya sendiri.

“Dan kau Kim Ja Young terimakasih, I love you too” Bisik Chanyeol ditelingaku. Aku hanya tersenyum manis padanya. Tidak lama setelah itu Chanyeol melepas pelukkannya dan semua orang turut bahagia melihat adegan kebahagian barusan yang mereka lihat didepan kedua mata mereka semua.

Singkat cerita di Kota Busan tentangku yang mengejar sebuah cinta pertama dan terakhir untuk hidupku. Aku sungguh menyayangi Chanyeol hingga susah untuk melepaskannya, apa aku terlalu egois? Tapi hanya kali ini saja aku sungguh berharap bahwa Chanyeol adalah cinta abadiku. Seorang Chanyeol sudah membuat hidupku istimewa, jika terlihat Chanyeol selalu menjagaku dan memberiku banyak cinta.

Malam ini aku akan kembali ketempat asalku, rumah dimana aku dibesarkan dengan keluargaku. Aku sudah mendapatkan Chanyeol kembali bahkan sebuah pernikahan akan dilaksanakan. Aku tidak pernah berharap lebih pada saat ingin menemui pria yang ku cintai ini, cukup dengan Chanyeol memberiku penjelasan kenapa selama waktu hampir 3 bulan dia menghilang begitu saja. Dan ternyata Tuhan berkata lain, aku justru mendapatkan lebih kebahagian dibalik semua usahaku untuk menemui pria ini. Park Chanyeol, apakah Tuhan benar-benar mentakdirkan kita untuk bersama? Bersama selamanya? Aku berharap itu semua…

♣ Y . O . L . O ♣

POV Kim Je Young

Sesudah makan bersama Baekhyun ditempat entahlah aku sendiri masih tidak mengerti kenapa Baekhyun selalu memiliki sejuta cara untuk menjatuhkan hatiku lebih dalam. Aku melakukan sesuatu yang lebih pada hubunganku dengannya, menciumnya dan memberikan kesempatan untuk Baekhyun menyentuh cintanya.

Tepat pukul 18.00 menjelang waktu malam. Sebelum kembali kerumah aku diajak Baekhyun melihat Namsan Tower. Cukup indah sampai saat ini aku memandangnya bersama Baekhyun yang masih setia berada bersamaku.

“Lantas saja, kau mengulur waktu hanya untuk ketempat ini harus menunggu malam tiba. Baek, apa kau sudah merancang semua ini?” Tanyaku sambil melihat Baekhyun yang asik sendiri dengan ponsel miliknya.

“Tidak, aku lebih punya alasan ketempat ini. Nanti kau akan tahu Nona Kim hihi” Baekhyun tersenyum kecil sambil membelai pucuk rambutku lembut.

“Apa itu? Hadiah untukku? Kejutankah? Tapi, aku sudah senang kau mengajak ku ketempat ini Baek, sungguh..” Kataku dengan manis. Aku memang bahagia jika sudah berada bersama namjachingu ku satu ini, Baekhyun selalu tahu cara membahagiakanku.Dia pria yang sangat romantis dan hangat.

“Youngie? Gwenchana??” Baekhyun melihat wajahku dengan mata berkedip-kedip. Aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba Baekhyun mengkhawatikanku??

“Waeyo? Aku baik-baik saja.” Kataku menatapnya balik dengan wajah yang masih tidak mengerti kenapa?

“Wajahmu tiba-tiba memerah Youngie,” Baekhyun langsung menggenggam kedua tanganku. “Dinginkah? Je Young benarkah kau baik-baik saja? Wajahmu merah sayang?” Baekhyun merasakan suhu tubuhku yang cukup hangat. Meraih wajahku dengan kedua tangannya. Masih menatapku panik.

“Eoh?? Benarkah, apa merah sekali? Apa terlihat sekali Oppa??” Tiba-tiba aku menutup kedua mataku. Aku malu untuk saat ini aku benar-benar masih dalam mode mengingat semua kejadian sebelum saat aku datang ketempat ini. Aku menggigit bibir bawahku lalu menggelengakan kepalaku tidak menentu. Aku meraih tubuh Baekhyun dan memeluknya erat. Apa yang sudah aku pikirkan saat ini? Ish bodoh..

“Baekhyun-ah..”

“Ya..?”

“Aku tidak apa-apa, hanya sedikit kedinginan. Bisakah kau memelukku sekarang?” Lemahku, tidak tahu apa yang sekarang aku rasakan saat ini. Hanya saja aku ingin selalu berada didalam pelukkannya Tuhan. Baekhyun seseorang yang baik dan aku sangat mencintai dirinya. Apa perasaanku terlalu khawatir akan Baekhyun meninggalkanku jika nantinya Baekhyun meninggalkanku tiba-tiba? Masih bisakah aku menerima seseorang yang seperti Baekhyun menerima segala kekuranganku Tuhan. Baekhyun tersenyum didalam pelukkanku, lalu dengan sayangnya Baekhyun memeluk tubuh mungilku. Erat dan penuh kehangatan.

“Aku suka sekali” Bisik Baekhyun pelan.

“Suka? Suka apa?” Tanyaku lembut.

“Kau manja seperti ini. Aku suka..” Baekhyun mengeratkan pelukkannya.

Aku hanya tersenyum didalam pelukkannya. Mendengar bisikan Baekhyun membuatku menutup mata. Aku mengingat 1 tahun lalu hubunganku dengan Baekhyun tidak semanis dan tidak semanja ini. Tidak juga sebaik ini. Aku mengerti siapa diriku dan Baekhyun, kita sangat berbeda sehingga semua wanita ingin sekali menjadi sepertiku. Aku merasa takut memilikinya, aku merasa iba memilikinya, aku merasa kurang pantas memilikinya dan aku pun merasakan sakit jika disaat bersamanya. Ya… itu semua benar, hubunganku 1 tahun lalu seperti itu tapi sekarang semua itu sudah tidak terasa bahkan aku sudah benar-benar terlena akan rasa sayang dan cinta yang sudah Baekhyun berikan untukku dan hanya padaku.

Aku membuka mataku perlahan melepas pelukkanku lalu merundukan kepalaku. Air mataku berlinang dikedua mataku, bibirku bergetar, kedua tanganku bergetar, apa yang aku rasakan ini??

“Youngie? Hei..?” Baekhyun merasakan kedua tanganku. Menggenggam cukup erat disana. “Wae? Ah? Waeyo Je..?” Baekhyun mengangkat sedikit kepalaku lalu menatap kedua mataku. Aku tidak tahu apa yang aku rasakan ini?? Aku menggelengkan kepalaku pelan. Aku ingin mengatakan bahwa aku tidak apa-apa. Baekhyun meraih kedua pipiku. Aku tidak bisa berkata apapun. Rasanya bibirku keluh.

“Kim Je Young? Katakan sesuatu?” Kedua mata Baekhyun menatap lirih. Tidak beraturan. Tidak mengerti. Sangat Panik.

Melihat itu aku tersenyum lembut padanya.

Dengan kesadaran penuh aku berkata..

“Aku mencintaimu Oppa, a-aku mencintamu Baek, a-a-aku mencintaimu Byun Baekhyun.. aaa.. aku mencintamu. Hiks..” Aku menenteskan air mataku tanpa sadar aku menangis didepannya. Aku tidak mengerti dengan perasaanku sekarang. Tubuhku bergemetar hebat. Apa karena aku mengingat kejadian satu tahun yang lalu? Aku begitu takut kehilangan Baekhyun sekarang. Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah benar-benar mencintainya sepenuh jiwa..

Baekhyun terdiam cukup lama menatapku. Memandang wajahku hingga reaksi tubuhku yang bergemetar hebat. Aku menahan tangisanku dihadapannya sekarang. Baekhyun masih menatapku. Lalu aku melihat ada sedikit tetesan air mata yang keluar dari kedua bola matanya. Lalu detik berikutnya Baekhyun memeluk tubuhku erat. Sangat erat. Bahkan Baekhyun berulangkali mencium pucuk kepalaku dan membelai punggungku.

“Terimakasih Je Young-ah, kau wanitaku. Kau seseorang yang berharga untukku. Aku janji, tidak akan ada seorang pun yang menyakitimu kembali. Kau bertahan padaku, aku tahu itu adalah pilihan tersulit untukmu. Aku mengerti. Aku janji, akan menjagamu seperti aku menjaga kedua orang tua ku. Ataupun seperti Ibu mu yang selalu ada untukmu. Meskipun aku sibuk dengan kehidupanku, kau tetap menjadi seseorang yang aku bayangkan kelak menjadi wanitaku seutuhnya. Seutuhnya Kim Je Young. Aku lebih mencintaimu. Aku sangat mencintaimu Kim Je Young, Youngie…”

Kata-kata panjang yang Baekhyun tuturkan padaku membuatku tenang. Tuhan, aku berharap janji Baekhyun padaku disaat kembali nanti aku tidak akan merasakan ketakutan itu kembali.

“Kejutan untukmu, lihatlah kearah atas sayang..” Baekhyun berbisik.

DOOR!! DUAR!! DUAR!!

Sebuah kembang api yang menyala diatas sana, aku tersenyum malu melihat banyaknya kembang api yang menyala dan terlihat sangat romantis. Baekhyun selalu memberiku kejutan, menyenangkan sekali memiliki seseorang yang mencintaiku sampai rela melakukan ini semua. Ya, meskipun aku tahu ini hal yang mudah untuk Baekhyun lakukan. Tapi aku wanita yang selalu berterimakasih untuk setiap kenangan indah yang sudah Baekhyun goreskan untukku..

“Aku tahu kau akan bilang terimakasih padaku.. hihi”

“Ya.. terimakasih. Aku bahagia sekali..”

♣ Y . O . L . O ♣

Kim Ja Young dan Chanyeol sudah berada dimana pesawat akan terbang malam ini Ja Young akan kembali ketempat asalnya. Menunggu Baekhyun dan adiknya sampai ditempat ini. Chanyeol mengatar Ja Young hingga sampai Chanyeol melihat kepulangan Ja Young nanti. Mereka terlihat duduk berdampingan.

“Apa yang kau lakukan tadi itu sangat, sangat, membuatku cukup terdiam dan takut Park Chanyeol..” Tatap Ja Young pada Chanyeol. Ja Young lebih dulu berbicara padanya setelah kejadian tadi.

“Aku memang awalnya tidak percaya jika nantinya akan menjadi seperti ini..” Jawab Chanyeol tanpa menatap Ja Young yang masih menatapnya disamping kanannya duduk. Chanyeol terlihat menyilangkan kedua tangannya bersandar dengan tenang. Ja Young masih memakai pakaian pemberian dari Nyonya Park. Masih terlihat cantik meskipun kedua matanya terlihat sedikit bengkak karena Ja Young wanita yang jarang sekali menangis dan hari ini ia begitu banyak mengeluarkan air mata sepanjang perjalanan menuju bandara.

“Aku sudah mengikatmu sebagai calon istriku..” Chanyeol mengeluarkan suaranya kembali.. “Kau tenang saja semuanya akan baik-baik saja, seperti saat ini. Percayalah.” Tiba-tiba satu tangan Chanyeol membelai pucuk kepala Ja Young dan menatapnya sambil tersenyum lembut..

“Apa aku bisa memegang janjimu itu?” Tanya Ja Young dengan mata yang berkedip tak menentu. Sedikit memiringkan kepalanya dan masih setia menatapnya.. “Apa benar akan baik-baik saja?” Lemah Ja Young terdengar.

Chanyeol membelai rambut Ja Young kembali lalu tangan itu membelai pipi hingga mata, hidung, berakhir dibibir Ja Young. Chanyeol menatap wanita yang duduk disampingnya saat ini. Tatapan Chanyeol sungguh lemah. Chanyeol merasakan debaran dihatinya. Chanyeol benar-benar jatuh cinta pada wanita ini. Kecantikannya yang biasa-biasa saja tetapi Ja Young memiliki sesuatu yang entah Chanyeol sangat sukai dari dirinya. Kepribadian Kim Ja Young hingga wajahnya membuat Chanyeol begitu mengaguminya setiap saat. Chanyeol menelan saliva nya kasar masih menatap wanitanya dengan intens.

“Chanyeol-ah..?” Panggil Ja Young pelan.

Chanyeol langsung membuyarkan lamunannya. Wajahnya tidak lagi menatap Ja Young. Ia masih merasakan hatinya yang berdebar. Mengatur semua perasaan yang tersisa saat ini..

“Apa yang akan kau lakukan jika sudah lulus kuliah?” Chanyeol tiba-tiba bertanya hal yang diluar dugaan Ja Young. Padahal sebelumnya Ja Young bertanya apa benar semua nya akan tetap baik-baik saja?? Tapi Chanyeol justru mengalihkan pembicaraan.

“Aku ingin bekerja disebuah perusahaan dimana yang layak untukku berkerja nanti. Aku ingin menjadi sekertaris. Dan aku ingin membuka usaha yang nantinya untuk mencukupi kebutuhan keluargaku dimasa depan. Aku ingin hidup lebih bahagia dari sebelumnya” Jawab santai Ja Young tanpa melihat Chanyeol yang sekarang menatapnya penuh arti.

“Tetaplah bersamaku..” Kata Chanyeol singkat.

“Nde..??” Ja Young mengedipkan kedua matanya. Menatap pria ini kembali.

“Teruskan saja apapun yang kau inginkan. Tapi tetaplah bersamaku, mengerti?” Chanyeol menatap balik dengan kata-kata super membuat Ja Young terdiam seribu bahasa. Chanyeol tersenyum kecil padanya.. “Tunggulah sebentar saja, hingga aku benar-benar layak menjadi masa depanmu. Aku sudah memperkenalkan seseorang yang berarti untuk hidupku pada Ibuku dan itu kau, Kim Ja Young. Aku tidak ingin yang lain dan sebelum Ibuku menjodohkanku dengan wanita lain atau siapapun dia, aku akan tetap hanya untukmu dan tetap memilihmu. Aku benar-benar jatuh cinta padamu…” Chanyeol tersenyum sambil memandangi wanitanya yang masih diam seribu bahasa. Perkataan Chanyeol kali ini sangat romantis. Bahkan kata-kata itu terdengar seperti alunan sebuah musik bagi Ja Young..

Baekhyun dan Je Young datang bersamaan. Melihat Chanyeol dan Ja Young duduk berdampingan disana. Dan langsung menemui mereka berdua.

“Eonni..” Je Young teriak dan seketika Ja Young tersadar dengan suara adiknya. Ja Young tersenyum padanya lalu adiknya langsung memeluknya sekejap.

“Eonni apa bail-baik saja? Eonni menyebalkan tidak ada kabar sama sekali setelah kemarin malam aku mencoba menghubungimu.” Gerutu adiknya dan Chanyeol yang duduk disamping Ja Young langsung berdiri tegap dari kursinya karena merasa tidak enak. Terakhir kali dan pertama kalinya Je Young menemui Chanyeol dirumahnya, ia terlihat begitu angkuh dan dingin.

“Maafkan Eonni.. kau dari mana saja? Pasti jalan-jalan, bawaanmu dan Baekhyun banyak sekali?” Tanya Ja Young yang memperhatikan barang bawaan pasangan keka ini.

“Hehe Baekhyun sering sekali ke Busan dan banyak sekali tempat yang kita datangi dan membeli sedikit oleh-oleh untuk keluarga disana hihi” Je Young terkekeh kecil.

“Kau menemani Ja Young seharian Chanyeol-ah?” Tanya Baekhyun terdengar dingin.

“Ya, dia bersamaku. Hai, Je Young-ah?” Sapa Chanyeol.

“Apa Oppa sudah kembali? Chanyeol Oppa..?”

“Maafkan aku Je, maaf sudah membuatmu takut pada saat–“

“Oppa, tidak usah dibahas. Aku tahu Oppa tidak sungguh-sungguh.”

“Kau wanita baik, maafkan Oppa”

“Je Young sudah memaafkan Oppa hihi”

“Maaf karena apa?” Ja Young tidak mengerti arah pembicaraan mereka?

“Tidak apa-apa Eonni, kajja waktu kita hampir tiba” Je Young tersenyum lembut.

“Kalian hati-hatilah..” Chanyeol tersenyum ramah.

“Eoh?? Kau tidak ikut dengan kami?” Baekhyun menepuk bahu Chanyeol seketika saat Chanyeol mengatakan hal tersebut.

“Tidak Baek, tapi aku akan kembali nanti..”

“Chanyeol Oppa..?”

“Apa terjadi sesuatu pada–“

“Tidak. Tidak terjadi apa-apa. Aku janji akan kembali nantinya. Tapi tidak sekarang. Ada sesuatu hal yang harus aku kerjakan di Busan.”

“Sampai berapa lama?”

“Tidak pasti Baek”

“Eonni..?”

“Ahya?? Ada apa?” Ja Young sedari tadi hanya diam mendengarkan semua pertanyaan dan jawaban Chanyeol barusan. Ia pun tidak bertanya kenapa Chanyeol tidak pulang bersamanya sekarang. Jadi karena ada hal penting. Ja Young mengerti, karena tidak mungkin Chanyeol tiba-tiba kembali sedangkan Ibunya masih membutuhkannya disini.

“Ja Young jagalah kesehatanmu, pastikan kau meminum vitaminmu. Jangan sakit. Jangan lupa makan. Jangan pulang larut malam. Ok!” Chanyeol membelai pucuk kepala Ja Young lembut. Tatapan Chanyeol mencoba tidak lemah dihadapan wanitanya sekarang. Chanyeol ingin sekali kembali bersama wanita yang sudah ia ikat untuk menjadi istrinya kelak tapi, Chanyeol juga tidak bisa meninggalkan Ibunya sendiri mengurus semua perusahaan di Busan.

“Chanyeol Oppa, kau juga!” Kesal Je Young pada Chanyeol yang begitu perhatian pada kakaknya.

“Haha ya, terimakasih Je Young-ah. Oppa menyayangimu..”

“Je Young milikku Tuan Park”

“Hei! Aku hanya menyayanginya seperti adik Tuan Byun”

“Haha kalian lucu sekali. Kajja Baek. Ayo Eonni..”

“Eum, baik. Sampai jumpa Chanyeol-ah..”

“Ya, sampai jumpa Ja Young-ah..” Chanyeol tersenyum tulus untuk kepergian Ja Young, ia mengangkat satu tangannya lalu menggerakan tangan itu.. *say good bye*

Ja Young melihat itu, dan tiba-tiba ia melingkarkan kedua tangannya diseisi leher Chanyeol. Kakinya terlihat sedikit jinjit untuk memeluk tubuh pria ini. Baekhyun dan Je Young yang sudah hampir memberikan tiket masuk pun terhenti melihat Ja Young yang tiba-tiba seperti itu..

“Aku akan menuruti semua nasihatmu barusan. Dan janji, untuk tetap bersamamu. Cepatlah kembali. Hubungi aku jika tidak sibuk. Jangan pergi lagi, aku mohon. Jangan lakukan itu padaku. Kalau tidak kau akan mati. Kau mengerti! Kau tahu, Chanyeol-ah aku sangat senang bertemu dengan Ibumu. Aku menyayangimu Tuan Park.. saranghe..”

Ja Young melepas ikatannya lalu mencium kening Chanyeol~

Ja Young tersenyum tulus pada calon suaminya dimasa depan~

Chanyeol pun mencoba mengukir senyuman terbaiknya padahal ia pun sulit untuk jauh dari wanitanya. Semua tentang wanitanya sangat ia ketahui. Ja Young pun akhirnya berjalanmembawa kopernya dan berpisah pada Chanyeol..

“Saranghe Nona Kim, hati-hatilah. Aku akan mengirim pesan setiap sebulan sekali padamu. Dua tahun kemudian aku akan menikahimu.. tunggu dan sabarlah calon istriku.. Park Ja Young..” Chanyeol berbisik didalam hatinya. Tersenyum miris melihat kepergian wanitanya~

Hingga pesawat yang Ja Young tumpangi bersama adiknya dan Baekhyun pun melandas. Chanyeol pun kembali bersama Ibu nya.

.

.

.

To Be Countinue

Hello my readers🙂 aku kembali dengan sejuta kerinduan mendalam😦 ini adalah chapter terpanjang yang pernah aku tulis didunia perfanfic hampir 30 lembar aku nulis chapter ini karena mungkin banyak bgt kerinduan yang sudah kalian tunggu selama hampir dua bulan aku menghilang tanpa balasan😥 sedih tapi mau bagaimana lagi akupun tidak bisa memaksakan penulisan fanfiction ini kalau memang ide bahkan imajinasiku sedang tidak ada dan bermasalah😦 tapi aku seneng kalian masih ingin menunggu ff ini kembali hihi aku sayang bgt sama kalian yang terus berusaha ninggalin jejak dan menyemangati aku sebagai penulis ff ini🙂

Dan untuk sekian kali nya aku ingin kalian menunggu kembali untuk kelanjutannya karena masih dalam tahap penulisan , terimakasih sudah membaca note curhatan aku ini🙂 bye! annyeong! saranghaeyoo my readers😀 muach!

Akhirnya kata-kata You Only Love Once keluar juga yaa hihi tp gimana kelanjutannya ya apa mugkin Chanyeol menghilang kembali? Ah molla~ ditunggu aja ya buat kelanjutan akhir cerita YOLO nya hihi INI CHAPTER BAHAGIA BGT KAYANYA HIHI🙂 SEMOGA KALIAN SUKA MY READERS”)

김미경

(Ny. Park Yoora) 42th

images (4) (2)

(Park Chanyeol) 23th

images (2) (1)

(Kim Ja Young) 22th

images (2)

(Kim Je Young) 2oth

tumblr_inline_nrkk6grrGf1r8x9ve_500

(Byun Baekhyun) 22th

33 responses to “Y . O . L . O (You Only Love Once) #19 – by sasarahni

  1. Huaaaaa… Akhirnya update juga
    Aduh chanyeol 2 tahun lama sekali..
    Yah mungkin dia cari uang buat ja young nanti hehe…
    Haduh rindu banget ama couple satu ini.. Gk bosen2nya baca berulang2..
    Mungkin udah terlanjur suka kali ya.. /abaikan😄
    Thor request happy ending ya/cerewet😂
    Ye.. Maksa😰😰
    Hehe ditunggu next chapnya ya thor😄

    Keepwriting^^

  2. kyaaaa so sweet banget kak aku jadi bapeerr 😂
    aduhh gasabar cepetlahh chanyeol ama ja young nikah trus punya anak wkwk 😄

  3. Wahhhh kerennn bangettt ahir nya chanyeol akan menikahi ja young. Makin penasaran nih kdepannya d tunggu next chapter nya fighting🙋🙋

  4. akhirnyaaaaa updateee kak, aku nungguin
    seneng bngt kakak dtg langsung banyak makasih banyakk
    kak ini kenpa misteri bngt??? chanyeol kenapa? urusan apa? kayanya penting bngt? trs kenapa nyuruh jayoung kaya gitu?
    ditunggu kelanjutannya

  5. Akhirnyaaaa dipost jg,,, btw kok lama bgt chanyeol nikahin ja young? 2 thn?,,
    Aku jg ikut gemeter ya nunggu ibunya chan ngerestuin mreka brdua ya ampun 😅,, aahh tpi klo boleh jujur aku lebih suka baek-je couple, romantisnya ga ketulungan 😍

  6. whuahaha je young nya bener2 polos banget. dan untungnya jayoung di restuin aku kira bakal ada rintangan sebelum di restui semoga cepet ke chap nikah.haha

  7. Huaa,akhirnya update lagi..
    seneng rasanya mereka bahagia,semoga mereka selalu bahagia. Jangan ada sedih2nya lagi thor,hehe. Keep writing and fighting!!

  8. Apa 2 tahun??
    Ahh chanyeol yg bner aja kamu…
    LDR an slama itu yakin??
    Ga ada rindu rindu merananya gitu nanti? Wkwkwkwk…

  9. Aku kangen banget sm ff ini, aku ketinggalan banyak jadi agak lupa, dan kayanya ini ff udh mau end ya ? 😂 ngarep banget ini ff dibikin sampe chanyeol punya baby woaaaaaa, ditunggu nextnya kaa

  10. Chanyeol ada apa sih sebenernya? Kek ada something yang dia rahasiakan dr Jayoung, sebulan sekali sms dan menikah 2 tahun lagi cobaan apa lagi ini yaampun baru bahagia tapi masa ldr-an lagi sih. Baek-Jeyoung mungkin bentar lagi nyusul juga nih:-D

  11. Chanyeol kenapa tidak bersama dengan Ja Young kembali ke Seoul. Apa yang akan is rencanakan. Apa ia akan memberikan kejutan yang sangat besar dan akan membuat Ja Young terharu semoga mereka bahagia dengan pasangannya masing-masing. Cepat-cepat nikah sana. Hahahaha.. Ja Young tidak akan bisa tinggal jauh dari Ja Young.
    Next chapternya. Semangat ya

  12. Moga2 aja hubungan mrk semua lancar…brati chanyeol balik 2 tahun kemudian????apa ortu baek udah setujuin hubungannya dgn jeyoung???

  13. Hua.. pling suka dg chapter ini

    Makin romance aja mreka , yah jgn gt donk thor ksih mereka happy ending +wedding donk..
    Hahahhahaha..

    Kangen author juga .. chup😘😘

    hwaiting thor

  14. yeaaayyy akhirnya ff yg d tunggu f post juga
    aaaah akhirnya chanyeol nglamar ja young juga d depan orang bnyk pula , chanyeol sweet bgt
    akhirnya eomma nya chanyeol ngrestui hubungan mereka
    moga aja hubungan mereka g ada halangan sampai mereka nikah
    y ampun ampun baekhyun hampir aja kebablasan sama je young , hampir aja
    aaah mereka juga makin sosweet

  15. Omma! Aku kena heart attack! chanyeol gentel banget cuy. Haduhhh….kenapa dua couple itu sweet dgn cara mrk huh? Aku jadi berasa jomblo ngenes. Eh, bkn. Aku single.
    Apa si ceye bakal ngilang lagi? Ko ngehubunginya sebulan sekali. Trs dia batin juga suruh nunggu 2 tahun? Mau kemana lagi dia?

  16. OMG…..
    Aku Bca nya sambil snyum,” Ampe di kra orang Gila Ama Adik ku…
    Cerita.x so Sweet Bnget Smpah!!!!
    Akhirnya Stelah sedih” han di chapter Sblum nya Skrang bahagia juga…
    Penantian yg nga sia”

    I’ll be waiting
    Hwaiting

  17. aishhh… semua moment disini sweet semua.. good kisser xD xD aduh aku jadi ikutan memanas pas Chanja dan Baekje couple kisseu.. xD daebak nih kata “you only love once” nya baru terucap di chapter 20😀 buat chanyeol kenapa gak ikut balik ke seoul, duh padahal pingin banget liat banyak adegan kalian berdua😀 buat baekhyun salut dia gentleman banget bener bener ngejaga jeyoung susah tuh dapetin laki laki kayak gitu bener bener ngejaga kehormatannya jeyoung.. keren chapter ini gak sia sia kan nunggu sampek 2 bulan lebih xD keep writing kak hwaiting!! aku menunggu kelanjutan cerita keren kakak😀

    • Entah kenapa kk suka sama komen km:’) thank you so much♥
      Kata-kata “You only love once” adalah kalimat yg terkadang aku sendiri bingung menjelaskan scr pendeknya seperti apa? Tp aku begitu menyukai kalimat itu~
      Dan itu terucap dari bibir sang wanita.. bukan sang pria. Dimana Jayoung mengucapkan kalimat itu berserta arti dari mksd kalimat.. “You only love once..” :’)♥

  18. Hai kakak.
    aku reader bru ..
    huaaa ceritanya bnr” seru kak dan mengharukan.
    cpt ya d lanjut.

  19. Huah akhirnya keluar juga ini chapter,,,aduh harus sabar nunggu kelanjutan ceritanya lagi.Wah chanyeol aku suka sikapnya di chapter ini menonjolkan sipat penyayangnya.penulis?jangan lama lama next chapternya (Rindu melanda)

  20. Annyeong authornim, Aku pembaca lama ff ini dan baru tau kalo ini update lagi, penantian yg cukup panjang sejak 2015 :’D
    Aku izin copas ke word ya thor , aku gk niat plagiat, aku cuma ngopy aja biar bisa aku baca krena kuota nipis hehe, ini fav aku krena ada chanbaek couple❤
    ahhh luvluv ^^
    maap ya baru komen disini abis aku bingung mau komen dimana, aku seneng ternyata udh hampil final ya? atau udh mau final, tapi kok di protect ya? aku mau nanya dimana ya thor?
    sekian ya komentar aku/? aku suka ff ini, penggambaran alur ceritanya slalu bikin penasaran, aku suka ihihih❤
    keep writing and hwaiting juseyo!~

    -regards, Naminda

  21. Ahirnya chanyeol dan ja young ketemu juga dan kau nikah…, ditunggu ya author kelanjutan cerita aku selalu Setia baca tapi baru kali ini tau cara ninggalin jejak hehehe \^o^/

  22. Ahirnya chanyeol dan ja young ketemu juga dan kau nikah…, ditunggu ya author kelanjutan cerita aku selalu Setia baca tapi baru kali ini tau cara ninggalin jejak hehehe \^o^/

  23. wuaaaaaa.. aku penasaran dengan si Chanyeol…
    telat banget bacanyaa…. ru kebaca sekrang… eee tau2 nya dah ampe part terakhir…
    oia giman cara dapatin pw chap 20?

    gomawoo

  24. sweet and sweet deh mereka.
    aku kira chanyeol ikut ja young ke seoul. author boleh minta pw ch 20 nya. aku udah mention ke twitter author.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s