Dirty Angel (Section X) — KAIALIUM

dirty-angel-teaser

Title : Dirty Angel (Section X)
Author : kaialium
Cast : Oh Sehun, Oh Hyena, EXO
Genre : Angst, Thriller, Dark Romance, Marriage-life
Rating : 17+
Length : Multichapter

Section I | Section II | Section III | Section IV | Section V | Section VI | Section VII | Section VIII | Section IX

More Story

Naugthy Maniac (Kai) — Life&Death (Baekhyun) — Afire Love (Chanyeol) — Soldier (Chanyeol)[Coming Soon]

“Hyena-ya, Oppa datang menjengukmu. Oppa baik bukan?”

Kyuhyun menyeringai melihat badan adiknya yang bergetar dan tertawa puas ketika Hyena akhirnya berhasil meneriakan nama suaminya.

Kyuhyun segera menutup mulut Hyena dengan telapak tangannya yang lebar. Air mata yang mengalir dari mata adiknya jatuh menodai tangannya, membuat Kyuhyun tersenyum puas melihat adiknya kembali menangis akibat perbuatannya. “Ssst, Hyena. Oppa ingin memberikanmu sebuah berita.”

TV yang menyala menjadi suara latar belakang keheningan mereka yang menegangkan. Nafas memburu yang keluar dari organ pernapasan Hyena membuat Kyuhyun semakin merasa senang. Ruang rawat yang gelap itu di selimuti hawa dingin dan suara yang dihasilkan elektrokardiograf semakin kencang dan tidak tertentu seperti detak jantung Hyena. Jarinya yang di jepit oleh pulse oxymeter terasa kaku dan berat.

“Di temukan seorang entrepeneur muda bernama Koh Woori di bunuh di rumahnya, di duga sang pelaku adalah ketua pelayan rumah itu sendiri bernama Jin SongIl. Jin SongIl di temukan tengah membakar jasad Koh Woori di halaman belakang rumah yang terletak di area Gwaknasan.”

Manik mata Hyena bergetar mendengar sang reporter berbicara. Koh Woori, tunangan kakaknya di temukan terbunuh di bakar dan kakaknya malah semakin tersenyum lebar mendengarnya? Kyuhyun yang mendengar jelas berita itu menundukkan kepalanya sejenak. Tetapi kemudian, bahunya bergetar hebat dan suara tawa yang menyeramkan lolos dari kedua belah bibirnya. Saking puas dan kerasnya ia tertawa, air mata muncul di ujung matanya.

“Kau tau? Oppa membunuhnya. Perempuan sepertinya tidak bisa di biarkan hidup!”

Kyuhyun melangkah mundur, melepaskan mulut Hyena yang ia bekap terlalu keras. Berkacak pinggang, matanya menatap pintu yang menghubungkan kamar Hyena dan balkon yang menunjukan indahnya kota Seoul pada malam hari. Hyena mengumpulkan oksigennya kembali dan mencoba menetralkan detak jantungnya yang sempat menggila sebelum menatap punggung kakaknya yang membelakanginya.

“Kenapa?”

Kyuhyun menghela nafas. Separuh dirinya tersentak kaget mendengar suara adiknya yang setelah 10 tahun tidak ia dengar. “Ia mencuri segalanya dariku.” Ia menatap Hyena yang terlihat kaget saat dirinya membalikkan tubuhnya secara tiba – tiba. Hyena berusaha untuk tidak takut ketika menatap balik kakaknya. “Apa yang ia curi?”

“Diriku.” Kyuhyun menjawab. Bibirnya mengukir sebuah senyum yang sudah tidak ia lihat sejak Hyena berumur 4 tahun. Senyuman tulus yang hanya di miliki oleh seorang Cho Hyunjong. Kyuhyun berjalan mendekati ranjang Hyena dan duduk di tepi ranjang itu. Kedua tangannya menggenggam satu tangan Hyena dengan lembut mencoba membuat adiknya tidak takut. “Hye, sebelum kesadaranku hilang, dengarkan aku. Berhati – hatilah, bahkan dari serangkai sahabat yang setia ada satu yang berkhianat.”

Hyena membulatkan matanya pada Kyuhyun. ‘Berkhianat?’

Tiba – tiba, manik mata coklat hangat milik Kyuhyun menjadi gelap dan suram. Bulu kuduknya berdiri merasakan perubahan genggaman yang awalnya lembut menjadi mencengkram mengancam. Kyuhyun berdiri dan menghempaskan tangan Hyena dari genggamannya. Suara – suara di telinganya kembali berbicara dan menyembunyikan akal sehatnya.

“Wahai Malaikat kiriman Michael. Hades merindukan setan terbaiknya di sisinya. Dengan itu, ia harus kembali ke dunia bawah.”

“Dunia sang mati…” Hyena berbisik pelan memahami jelas kalimat kata – katanya. Kyuhyun segera berlari menerjang pintu yang menghubungkan kamar dan balkon membuat suara kaca yang pecah terdengar sangat nyaring dan keras hingga mencapai telinga Sehun yang berada di kamar rawat Minsu yang berada di ujung lorong lain yang berlawanan dengan Hyena.

Sehun membulatkan matanya mendengar suara kaca pecah tersebut, kepalanya menoleh pelan. Otaknya tidak dapat berfungsi dengan cepat akibat perasaannya yang kalut. “Hye… Hyena!”

Kakinya berproses lebih cepat dibandingkan dengan tangannya. Ia berlari menuju kamar Hyena dan membanting buka pintu itu. Matanya memandang Hyena yang tengah terduduk, jemarinya meremas selimut yang dipakai menutupi dadanya, matanya kosong, tetapi raut wajahnya terlihat takut dan kebingungan. Sehun menolehkan kepalanya melihat pintu kaca yang telah menjadi serpihan – serpihan kaca kecil. Angin yang berhembus masuk membawa hawa dingin yang membuat badan Hyena semakin menggigil.

“Na-ya, aku disini sayang.” Sehun mendekati tubuh Hyena dan merangkul pundak gadis itu. Muka Hyena tersembunyi di dada Sehun yang menguarkan hawa hangat dan rasa terlindungi. Sehun menaik turunkan tangannya dengan ritme tetap di punggung Hyena, mencoba membuat gadisnya yang bergetar itu tenang. Bibirnya mencium puncak kepala Hyena dan membisikkan kata – kata manis di puncak kepalanya.

“Aku bersamamu, sayang.”

“Aku akan selalu disini.”

“Aku mencintaimu, sayang.”

Kata – kata manis yang Sehun utarakan tetap saja berakhir nihil. Hyena kerap memikirkan kata – kata kakaknya. Sehun adalah setan yang dimaksud Kyuhyun, dunia bawah adalah dunia bagi yang mati. Sehun harus mati…

“Hye?”

Hyena tersadar dari lamunannya, mata Sehun mencurahkan rasa khawatir yang mendalam. Suara yang menggila dari elektrokardiografnya mereda dan kembali normal. Sehun tersenyum lemah melihat Hyena yang sedari tadi hanya diam. “Istirahatlah, aku bersamamu.” Sehun mencoba beranjak dari kasur Hyena dan menuju sofa yang tidak jauh dari sana sebelum jemari Hyena menncengrkram ujung kemejanya. “Sehun-a, temani aku, hm? Disini?”

Sehun menjilat bibir bawahnya pelan, matanya menatap manik mata Hyena yang berharap padanya. Ia menganggukkan kepalanya, dan menyelinap masuk ke dalam selimut dan melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu. Tangan Hyena membelai lembut rahang Sehun dan menaruh sebuah kecupan di bawah dagunya. Sehun tersenyum dan menutup matanya, hidung menghirup aroma yang terkuar dari rambut Hyena yang tergerai panjang dan lurus.

“Selamat malam, Hye.”

© Dirty Angel

“Cho.”

Kyuhyun membalikkan tubuhnya menghadap laki – laki berbalut jas dan kemeja mahal yang terlihat sangat elegan menempel tepat di bentuk badannya. Bangunan yang tidak terpakai yang terletak di sisi kota Seoul itu menampakan pemandangan indah kota Seoul yang di terangi lampu malam berbagai warna. Kyuhyun menendang debu yang tergumpul di bawah sol sepatunya, matanya menatap mata laki – laki di depannya.

“Any news?” Kyuhyun bertanya padanya. Angin malam berhembus, masuk melewati bingkai kaca yang bahkan tidak di pasangi kaca di bangunan itu. Angin membelai rambut pirang milik laki – laki di hadapan Kyuhyun, membuat satu tangannya beralih membenarkan rambutnya dengan pelan. “Aku mendengar Suho berbicara dengan dokter kandungan Hyena.”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya melihat atap – atap bangunan itu yang sudah berlubang, menyajikan pemandangan indah bintang – bintang gemerlap yang menghiasi langit angkasa yang gelap. Mengubah warna gelap langit yang mencekam menjadi sebuah keajaiban. “Hyena akan melahirkan besok.” Laki – laki itu kembali berucap. Kyuhyun menghela nafasnya. Semakin cepat, semakin baik, batinnya dalam hati.

“Baiklah. Jam?”

“Operasinya akan dilaksanakan pada jam 10 pagi. Kita tidak bisa memastikan durasi operasi Hyena, karena ini adalah kehamilan pertamanya.” Laki – laki itu berkata gusar. Ia ingin semua ini cepat berakhir dan ia akan bebas terbang ke belahan dunia yang lain dan hidup tenang. Kyuhyun terdiam. Dengan badan Hyena yang mungil dan rentan jatuh sakit saat mereka kecil, durasi bersalin Hyena bisa memakan waktu 15 sampai 20 jam, atau bahkan lebih.

“Aku akan memberimu pesan besok. Kembalilah ke rumah sakit sebelum mereka curiga.”

Laki – laki berambut pirang itu membungkuk pada Kyuhyun dan berjalan menuju mobil SUV nya yang terparkir asal di depan gedung terlantar itu. Kyuhyun memperhatikan mobil itu menggerung dan bannya berdecit keras ketika berputar kembali menuju rumah sakit tempat Hyena tengah terbaring.

Eomma, Appa. Mulai besok, kalian bisa menjaga Hyena di atas sana untukku. Aku akan menjalankan hukumanku.”

© Dirty Angel

“Tuan Oh, anda harus sudah memutuskan keputusanmu sekarang. Operasi akan dimulai dalam 4 jam. Kami tidak bisa bersiap jika anda tidak memberikan kami jawaban.”

Seorang perawat membungkukkan badannya sopan pada Sehun yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan tengah mengelus rambut Hyena yang masih tertidur dengan lembut. Sehun memperhatikan Hyena dengan cermat. Apakah Hyena siap menahan rasa sakitnya nanti? Apakah ia harus menjalankan melahirkan normal atau sesar? Sehun gusar akan kemungkinan yang membuatnya takut. Badan Hyena mungil dan rapuh. Ia sering jatuh sakit. “Jika ia melakukannya dengan normal… Apakah ia akan baik – baik saja?”

“Dokter Yun sudah menjelaskannya pada anda. Jika Nyonya Oh melaksanakan proses normal dengan anestesi regional kami akan lebih cepat mendeteksi efek samping atau kesalahan yang mungkin akan terjadi. Jika Nyonya Oh memilih untuk melakukan jalur sesar… akan susah mendeteksinya karena Nyonya Oh pernah berkata untuk melakukan bius total.”

Sehun menundukan kepalanya. Hyena masih tertidur dan ia tidak tega untuk membangunkan gadisnya itu. Hyena yang menjalankannya, dia yang harus memberi keputusan. Akhirnya, Sehun membangunkan Hyena dengan pelan dan berusaha membuat gadis itu tidak marah akibat di bangunkan. “Hye, bangunlah.”

Gadis itu hanya menggeliat sebelum kembali tertidur. Sehun tersenyum melihatnya dan berusaha menahan dirinya untuk tidak mencubit pipi gadis itu. “Hye, kau harus memilih. Normal atau sesar, hm?”

Hyena mengedipkan matanya berkali – kali, ia menatap Sehun dengan ekspresi yang tidak dapat dibaca. “Normal?” Hyena berkata dengan ragu. Ia ingin cepat berjalan – jalan dan jika ia melakukan operasi sesar akan butuh waktu lama untuknya bisa kembali beraktivitas seperti biasanya akibat bekas luka yang akan ada. Sehun menganggukan kepalanya dan mengelus rambut gadis itu.

“Baiklah. Terima kasih, Tuan dan Nyonya Oh.”

Sang perawat membungkukkan badannya hormat dan berbalik menuju pintu. Sekali lagi, Hyena dan Sehun diselimuti keheningan yang tenang.

© Dirty Angel

Sehun berjalan keluar dari kamar rawat Hyena. Ia tersenyum melihat barisan sekuriti yang ia sewa hanya untuk menjaga pintu Hyena dan beberapa orang lagi berada di balkon kamar. Kaca yang pecah sudah di perbaiki dan pihak rumah sakit meminta maaf atas kelalaian dalam menjaga keselamatan di lorong VVIP.

Teman – temannya yang lain tengah bersantai di rumah mereka masing – masing dan akan ke rumah sakit saat Hyena akan di operasi. Chanyeol sedang berada di kamar Minsu yang hanya berbeda lorong dengan Hyena. Ponselnya berdering lemah di saku celananya, dengan tidak melihat ID sang penelpon ia mendekatkan alat elektronik itu ke telinganya.

Suara baritone yang ia benci menusuk gendang telinganya. Genggamannya pada ponselnya menguat, dan nafasnya memburu marah. “Selamat pagi, Oh Sehun.”

“Apa maumu, Cho Hyunjong?”

“Ah tidak usah marah begitu. Aku hanya ingin bertemu denganmu.” Kyuhyun terkekeh membuat Sehun semakin kesal. “Aku tidak punya urusan denganmu. Pergi, dan biarkan kami hidup tenang!”

Kyuhyun semakin tertawa seperti orang gila. Ia mendengar Kyuhyun menetralkan nafasnya dan menghela nafas panjang. “Aku akan. Tapi, temui aku dulu.” Sehun menatap ponselnya tidak percaya mendengar perkataan Kyuhyun. Tidak mungkin Kyuhyun ingin menemuinya secara baik – baik bukan?

“Baikalah, dimana?”

“Aku akan mengirimkan lokasinya padamu.”

Sehun mendengar bunyi bip yang membuat ia sadar bahwa Kyuhyun telah memutuskan sambungan dan menunggu lokasi Kyuhyun dengan geram. Ponselnya kembali menyala, Kyuhyun memberikannta sebuah pesan dengan lokasinya sekarang. Sebuah bangunan terlantar di tepi kota Seoul. Sebuah pesan tertulis di bawah lokasi yang ia kirimkan.

Datang sendiri, tanpa polisi, bawalah senjata. Mungkin ini adalah hari terakhirmu bernafas.

Sial! Sehun menggeram. Ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia harus menemui Kyuhyun sekarang jika ia akan menemani Hyena saat operasi nanti. Jamnya menunjukan pukul 09.45 pagi. Ia berjalan menuju kamar Hyena dan memutar kenob pintu sebelum sebuah pesan kembali memasuki ponselnya.

Jam 11 Malam. Aku menunggumu, Oh Sehun.

Sehun hanya memutar matanya malas. Ia beranjak memasuki kamar Hyena dan melihat gadsinya itu sudah kembali terlelap lagi. Badannya lemas dan terlihat sangat rapuh. Perut Hyena yang membuncit mengalihkan pandangannya dari wajah Hyena yang bersinar. Ia mendekati tubuh Hyena dan mengangkat gaun tidur Hyena pelan, menampilkan perut yang berisi anaknya yang akan lahir ke dunia beberapa jam lagi.

Tangannya mengelus perut gadisnya dengan lembut. Ia mendekatkan kepalanya, dan menutup mata. Bibirnya mengecup puncak perut Hyena dengan lembut. Berbisik, “Jagoan kecil Appa, tolong jaga Eomma untuk Appa, hm?”

Sehun tersenyum ketika tendangan kecil dari dalam sana mengenai tangannya. Ia menurunkan gaun tidur Hyena dan memperhatikan wajah gadsi itu. “Hyena-ya, aku mencintaimu.”

Ia mengecup kening gadis itu dengan lembut.

“Jika aku tidak ada… Jaga anakku untukku, hm?”

Sehun beralih mengecup ujung hidung Hyena yang mancung.

“Hyena-ya, hiduplah yang lama.”

Sehun mengecup kedua pipi Hyena yang menjadi tembam akibat anak mereka.

“Chanyeol-hyung, akan menjagamu jika aku tidak ada.”

Terakhir, Sehun mencium bibir merah gadis itu dan melumatnya lembut. Ia menarik wajahnya menjauh dari gadis itu dan tersenyum ketika melihat Hyena masih terlelap.

“Maafkan aku, Hyena-ya.”

© Dirty Angel

Hyena terbangun mendapati Chanyeol berada di sebelahnya memperhatikan gadis itu tidur. “Hey.” Hyena tersenyum menyapa kakak angkatnya yang tersenyum kembali. Chanyeol menggenggam tangan Hyena dan mengecup punggung tangannya. “Kau siap?”

Hyena hanya mengangguk. Ia mengedarkan pandangannya, mendapati suaminya tidak ada sama sekali. “Dimana Sehun?”

Chanyeol mengendikkan bahunya tidak tau. Sedari tadi Chanyeol tidak keluar dari kamar rawat Minsu dan hanya memperhatikan Minsu bermain dengan bayinya. Ia tidak bertemu dengan Sehun sama sekali hari ini. Ia hanya berjalan ke kamar rawat Hyena ketika Minsu memberi taunya bahwa sebentar lagi jam 10. Hyena hanya merengut kesal sebelum rasa sakit ringan menyerang bagian bawah tubuhnya.

“Hye? Kau kenapa?” Dengan panik Chanyeol mencoba menenangkan Hyena yang meringkuk di tempat tidurnya menahan rasa sakit. Tidak terlintas di otaknya untuk menekan tombol biru yang ada di dinding dekat tempat tidur. Nafas Hyena yang awalnya tercekat kembali normal dan Hyena hanya tersenyum pada Chanyeol yang khawatir. Tidak selang lima menit, rasa sakit itu kembali membuat gadis itu mengerang dan Chanyeol membanting tangannya ke tombol biru. Memanggil perawat dan dokter.

Dokter Yun dengan cepat berdiri di samping Hyena, seorang perawat menyibak selimut yang menutupi tubuh Hyena. Jejak lendir yang bercampur darah jelas terlihat keluar dari bagian bawah gadis itu. Dokter Yun segera memberikan petunjuk untuk beberapa perawat mendorong kasur Hyena menuju ruang operasi.

Chanyeol hanya dapat melongo melihat kejadian yang berada di depannya. Dokter Yun menghampiri Chanyeol yang memandangi kasur Hyena di dorong oleh beberapa perawat yang berlari dan sekuriti yang berada di depan pintu Hyena mengikuti Hyena untuk menjaga keselamatannya mencapai ruang operasi. “Tuan Park, kontraksinya sudah dimulai. Tolong panggil Tuan Oh secepatnya.”

Dokter Yun menepuk pundak Chanyeol singkat dan berlari mengikuti perawat yang membawa Hyena. Chanyeol pun memancing ponselnya keluar dari saku celananya dan menekan speed dial memanggil Sehun. Ia tidak tinggal diam menunggu Sehun mengangkat panggilannya, ia menyuruh perawat yang bertugas untuk membawakan kursi roda dan membawa Minsu dan bayinya untuk menunggu di depan ruang operasi.

Dering demi dering memasuki rongga telinga Chanyeol tetapi suara Sehun tidak terdengar. Chanyeol mematikan panggilan dan berusaha menelponnya kembali. Ia berlari ke arah lift dan menekan tombol lantai lobby dengan terburu – buru.

Ini Oh Sehun, saat ini saya sedang sibuk dan tidak bisa mengangkat panggilan anda. Tolong tinggalkan pesan setelah bunyi ‘bip’.

“Oh Sehun bajingan angkat ponselmu sekarang!” Chanyeol berteriak, kedua pintu lift membuka dan Chanyeol segera berlari ke lobby utama mencari Sehun. Saat berlari, ia merasa menabrak seseorang dan ia segera membungkukkan badannya. Ia kembali berlari dan menuju kafetaria yang berada di ujung.

Karena tergesa – gesa, ia tidak melihat seorang pasangan suami istri di depannya dan menabrak mereka membuat ponselnya terlepas dari genggamannya. “Yeol!” suami yang berada di depannya memanggil Chanyeol yang meraba lantai mencari ponselnya. Chanyeol menengadahkan kepalanya melihat pasangan di depannya. Kai dan Mina. “Jongin-ah, Hyena akan melahirkan dan aku tidak bisa menemukan Sehun! Panggil yang lain dan tunggu di depan ruang operasi.”

Chanyeol segera berlari meninggalkan Kai dan Mina. Kai segera memencet tombol di ponselnya memanggil Kris untuk bertemu di depan ruang operasi. Chanyeol mengedarkan pandangannya ke seluruh kafetaria. Sehun tidak ada berada disana. Seorang perawat melihat Chanyeol yang terlihat panik dan bingung. Perawat itu menghampiri Chanyeol dan menegurnya. “Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”

Chanyeol menghadap perawat itu dengan gelisah. “Dokter Oh. Kau melihatnya?”

Sang perawat menganggukkan kepalanya. Ia menunjuk pintu di kiri bangunan utama dan berkata, “Dokter Oh menuju ruang kerjanya. Bangunan di kiri lantai-”

Tidak selesai perawat itu berkata, Chanyeol sudah melesat keluar dari pintu. Ia menerobos dokter – dokter yang berkeliaran keluar dari bangunan kiri itu. Seorang staff melihat Chanyeol dari kejauhan dan memencet tombol lift dan menahannya buka untuk Chanyeol naikki. Chanyeol berterima kasih dengan singkat sebelum pintu tertutup.

Perjalan naik terasa seperti berabad – abad lamanya sampai akhirnya pintu terbuka dan ia melesat lari ke arah sebuah pintu mahogani coklat berplat ‘Oh Sehun’. Ia mencoba memutar kenob pintu tetapi tertahan. Sehun sialan. Ia memiliki kebiasaan untuk mengunci ruang kerjanya. “Yah! Oh Sehun, keparat kau! Buka pintu ini!”

Chanyeol menggedor – gedor ruang kerja Sehun dengan sisi kepalan tangannya. Beberapa dokter yang memiliki ruang kerja disana melihat laki – laki berambut merah itu menggedor pintu ruang kerja kerabat mereka. “Oh Sehun bajingan! Istrimu akan melahirkan bodoh!”

Seorang dokter memberanikan dirinya untuk menahan Chanyeol yang sekali lagi akan menggedor pintu yang malang itu. “Mohon maaf, Tuan. Dokter Oh baru saja meninggalkan bangunan ini lima menit yang lalu.”

Chanyeol menatap dokter di hadapannya tidak percaya. Mulutnya komat – kamit tetapi tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Kemana perginya Oh Sehun?

“Terima kasih.”

Chanyeol berjalan dengan lemas menuju lift. Buliran keringat membanjiri kening dan sisi wajahnya. Chanyeol berjalan keluar dari bangunan itu dan kembali menuju bangunan utama. Ia melihat Kris tengah berdiri di tengah lobby menggunakan jas hitam yang biasa ia kenakan untuk kerja. “Aku tidak bisa menemukan Sehun.”

Kris hanya menggelengkan kepalanya. Ia merangkul pundak Chanyeol dan berjalan menuju lift. “Kalau begitu, gantikan posisinya dan jadilah kakak angkat yang baik.” Chanyeol hanya dapat menganggukkan kepalanya dan menunggu lift mencapai lantai tujuan mereka. Ketika pintu lift terbuka, mereka berjalan menuju lorong ruangan operasi mendapati teman – teman mereka berkumpul disitu. Chanyeol berjalan mendekati Minsu, Minsu hanya tersenyum dan mencoba menenangkan Chanyeol.

Dokter Yun tiba – tiba saja keluar dari ruang operasi. Ia menghadap Chanyeol yang menatapnya penuh harap. “Nyonya Oh sedang berada di fase aktif. Kami sendiri juga terkejut melihat bagaimana ia bisa melewati fase awal dengan cepat. Apakah suaminya disini?”

Yang lain hanya menatap satu sama lain tidak berani menjawab pertanyaan Dokter Yun. Chanyeol berdiri dan mengangkat tangannya. “Aku akan menemaninya. Suaminya tidak ad-”

“Aku disini, Dokter Yun.”

Suara rendah milik Sehun menggema di lorong membuat semua orang menengadahkan kepala mereka melihat laki – laki yang terlihat berantakan itu berjalan dengan cepat mendekati mereka. Chanyeol baru saja akan menerjang Sehun sebelum Kris menahannya. “Masuk dan buktikan bahwa kau adalah suami yang tepat, Oh Sehun.” geram Chanyeol. Sehun hanya memandangi Chanyeol dan menganggukkan kepalanya. Dokter Yun segera menyuruh Sehun untuk mengikutinya.

© Dirty Angel

Sehun mendapati Hyena yang terbaring lemas dan kerap mengerang sakit di atas meja operasi. Dokter Yun mengarahkan Sehun untuk berdiri di sebelah Hyena dan menggenggam tangan Hyena. Hyena tersenyum ketika merasakan hangatnya tubuh Sehun di ruangan yang dingin itu. Keringat membanjiri wajahnya yang terlihat kesakitan.

“Kau bisa melewati ini.” Sehun berkata, satu tangannya ia pakai untuk mengelus puncak kepala Hyena untuk menenangkannya dalam fase aktifnya. Hyena menganggukkan kepalanya lemah, untuk Sehun dan anaknya ia bisa melakukannya. Kontraksi itu datang lagi membuat Hyena mencengkram tangan Sehun hingga pria itu meringis kesakitan.

Dokter Yun tersenyum kecil melihat pasangan di hadapannya. Sehun menenangkan Hyena dengan baik. Sesekali pria itu mengajak istrinya berbincang dan bercanda. Mata keduanya tidak pernah meninggalkan barang sekali. Ia berdoa mereka akan selalu bahagia, baik dalam hidup maupun mati.

5 Jam berlalu dengan kontraksi fase aktif Hyena yang membuat orang – orang merasa tegang dan gugup. Hyena sudah memasuki tahap duanya, dan Dokter Yun tengah memberi tau Hyena untuk beristirahat secukupnya selama istirahat antar kontraksi. Hyena berusaha beristirahat dan berfokus dalam mengeluarkan buah hatinya dari dalam dirinya. Sehun kerap berada bersamanya.

“Sehun-ah.”

Sehun melirik Hyena dengan sayang. Tangannya tetap membelai rambut gadis itu menenangkannya. “Hm?”

“Kau tau? Chanyeol tidak percaya ketika aku mengatakan bahwa aku akan menikahimu.” Hyena tertawa kecil. Ia mengingat bagaimana kakak angkatnya itu tertawa keras dan menganggap itu adalah sebuah lelucon. Sehun tersenyum mendengarnya. “Aku tidak percaya kalau aku menikahimu.”

Hyena tersenyum mendengar perkataan Sehun. Sehun menghela nafasnya. “Hyena-ya, aku minta maaf jika aku tidak pernah memberimu kasih sayang yang kau inginkan.” Hyena menganggukkan kepalanya. Ia tau Sehun merasa bersalah dengan terus – terusan memberikannya uang dan bukan kasih sayang. “Aku janji, buah hati kita akan tumbuh dalam cinta dan kasih sayang.”

Hyena merapihkan rambut Sehun yang berantakan dan menepuk kepala suaminya pelan. “Sehun-ah, terima kasih.”

“Aku yang seharusnya berterima kasih, Hye.”

Senyum Hyena semakin mengembang. “Kau sangat sibuk akhir – akhir ini, Hun-ah.” Sehun kembali menghela nafas. Memang benar ia semakin sibuk dengan dua pekerjaan besarnya. Hyena memperhatikan kantung mata di bawah mata Sehun. “Aku akan mundur dari rumah sakit.” Sehun berkata. Ia telah menimbang – nimbang pilihannya dan sepertinya posisinya sebagai CEO di Oh Corporation sudah menjamin kemakmuran keluarganya tujuh turunan.

Hyena tersenyum mendengarnya. “Saat ia lahir, habiskan waktu bersamanya lebih banyak. Ia memerlukan figur seorang ayah bersamanya.” Hyena menarik kepala Sehun dan memberinya kecupan manis di bibir pria itu. Sehun tersenyum dan mengangguk.

“AH!”

Hyena meraung keras merasakan rasa sakit dan terbakar berkali lipat di bagian bawah tubuhnya. Sehun yang panik segera menggenggam tangan Hyena kembali dan mencium kening Hyena berkali – kali mencoba menenangkannya. Dokter Yun yang sudah bersiap – siap kerap memberi tau Hyena untuk mendorong buah hatinya dan Sehun. Hyena hanya dapat memejamkan matanya keras dan mendorong semampunya walaupun bagian bawahnya seperti di patahkan berkali – kali. “Kulit kepalanya sudah terlihat!”

Sehun mengelus rambut Hyena dan berbisik di telinga gadis itu. “Na-ya, kulit kepalanya sudah terlihat. Mari kita tunjukan dunia yang indah ini, hm?”

Hyena mengangguk pelan dan kembali mendorong. Kali ini, Dokter Yun yang terus memerintah Hyena karena Sehun sibuk memperhatikan tangan Dokter Yun yang menahan paha Hyena untuk terbuka untuk melihat kelahiran anaknya. “Nyonya Oh, anda harus terus mendorong! Kepalanya sudah keluar. Berusahalah mendorong agar bahunya keluar agar seluruh tubuhnya pun ikut!”

Sehun tersenyum ketika melihat kepala anaknya yang masih berlumuran darah itu sekilas. Ia kembali berbisik pada Hyena. “Kau sudah sejauh ini. Jangan menyerah.”

Hyena meraung dan mendorong keras. Sehun terus membisikkinya kata – kata manis dan keadaan anak mereka, dan Dokter Yun selalu memberi taunya untuk kuat. Sampai akhirnya, suara tangisan itu pecah dan Hyena menghela nafas lega. Dokter Yun menyerahkan bayi yang baru saja lahir itu ke tangan seorang perawat untuk di bersihkan mulut dan hidungnya. Sehun berdiri dan melepas tangan Hyena. Tangan pria itu terlihat berubah warna menjadi biru ungu akibat kuatnya Hyena.

Sehun mendekati perawat yang tengah membersihkan bayinya dan menyelimutinya dalam handuk untuk membuatnya tetap hangat. Sang perawat menyodorkan bayi kecil itu pada Sehun dan dengan ragu, Sehun mendekap bayi itu dekat ke dada bidangnya. Hyena tersenyum melihat Sehun yang mendekap bayi mereka.

Dokter Yun tersenyum dan menyuruh Sehun untuk membawa bayi itu mendekati Hyena. “Hyena-ssi, anda bisa melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) selagi kita menunggu untuk mengeluarkan plasenta.”

Hyena mengangguk dan menjulurkan tangannya meminta Sehun untuk menyerahkan putranya. Putra? Ya, Keluarga Oh memiliki penerus seorang putra. Sehun membantu menyibakkan gaun rumah sakit yang Hyena kenakan, dan Hyena mendekatkan mulut putranya mendekati puting payudarangnya. Tetapi, bayi kecil itu tetap diam dan tidak membuka mulut mungilnya.

Hyena menatap Dokter Yun putus asa. Dokter Yun hanya tersenyum dan menyuruhnya untuk bersabar, karena tidak semua bayi mau menyusu setelah baru dilahirkan. Hyena kembali mencoba mendekati mulut mungil bayi itu dan akhirnya, setelah beberapa menit bayi kecil itu membuka mulut mungilnya untuk mengisap puting payudara Hyena membuat Hyena tertawa kecil akibat gemas melihat bayi kecilnya. Sehun? Ia hanya bisa tersenyum.

Dokter Yun membereskan plasenta, dan menginpeksi tubuh bagian bawah Hyena sebelum menutup kaki Hyena dengan perlahan. Ia menyuruh seorang perawat untuk membersihkan Hyena dan perawat lainnya untuk mengambil bayi kecil itu untuk registrasi setelah Hyena selesai menyusui. Sehun mengecup pipi Hyena dan berbisik, “Terima kasih, Cho Hyena.”

© Dirty Angel

Sehun berjalan keluar dari ruang operasi menuju teman – temannya yang masih sabar menunggu. Jam di dinding sudah menunjukan pukul 22.42 malam. Chanyeol yang menyadari keberadaan Sehun berdiri dan melihat Sehun yang terlihat bahagia itu. “Jadi, laki – laki ataukah perempuan?”

Sehun tersenyum dan merangkul pundak Chanyeol. “Yah, mereka akan bermain sepak bola bersama.”

Chanyeol berteriak senang mengetahui putranya, Chanho akan memiliki teman sebaya. Sehun tertawa dan teman – temannya ikut merasa senang mendengar beritanya. Tiba – tiba ponselnya bergetar di saku celananya. Teman – teman Sehun pun permisi untuk beralih ke kafetaria untuk mengambil makan malam. Sedangkan Chanyeol kembali menuju kamar Minsu yang dikembalikan ke kamarnya karena terlalu lelah menunggu.

Sehun berjalan menjauhi lorong dan melihat ponsel di tangannya.

Jam 11 malam, Oh Sehun.

Sial! Sehun lupa akan janjinya untuk menemui Kyuhyun. Sehun segera berlari menuju lift dan melihat jam tangannya. Pukul 22.51. Sial, ia akan telat. Ia tidak peduli dengan penampilannya yang sangat berantakan dan lengket akan keringat. Saat lift membuka Sehun berlari menuju parkiran dan mencari mobilnya sebelum ia masuk dan menginjak pedal.

Beruntung, saat itu sudah mendekati tengah malam dan jalanan kota Seoul bisa di bilang cukup sepi untuk ia terus menginjak pedal gas tanpa harus melambatkan kecepatan mobilnya akibat jalanan Seoul yang biasanya ramai. Tangan kanannya mengambil alih kemudi dan tangan kirinya meraba dashboard mobil. Tangannya menyentuh sebuah benda besi dingin, dan ia mencengkram benda itu di tangannya. Sebuah pistol beretta 92. Pistol militer buatan Italia itu duduk manis di pangkuan Sehun dan Sehun mengemudikan mobilnya menuju tepi kota Seoul.

Sehun memarkirkan mobilnya asal di depan bangunan tua tersebut. Kyuhyun yang tengah menunggunya, menyeringai melihat siluet pria tinggi yang datang tergesa – gesa. Kyuhyun bersiul senang melihat Sehun berdiri di hadapannya. “Oh Sehun.”

“Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun kembali menyeringai. Kemanusiaannya hilang di telang suara – suara yang kerap berbisik padanya.

“Bunuh dia!”

Sehun hanya memperhatikan Kyuhyun dengan sebelah alisnya naik, ia bingung. Ia bilang Kyuhyun akan berbicara dengannya, tetapi pria itu hanya memandanginya dengan mata membunuh. Ah, Kyuhyun memang seorang pembunuh berdarah dingin. “Seorang panda kecil datang padaku pada suatu malam,

Ia mabuk dan rapuh. Aku masih ingat. Butiknya mengalami kemunduran besar akibat sebuah perusahaan raksasa yang ternyata milik sahabatnya sendiri.

Panda itu terlihat tertekan dan dia berkata, aku ingin membunuh serigala itu.

Tidak kusangka, serigala itu adalah istri dari kelinci kecilku.”

Sehun termenung memikirkan kalimat Kyuhyun. Siapa yang ingin membunuhnya? Seekor panda kecil? Butik… Kemunduran… Serigala… Kelinci kecil…

“Kau. Bekerja sama bersama Huang Zi Tao?”

Kyuhyun terkekeh dan menganggukkan kepalanya. Ia menatap Sehun tajam dan seringaian andalannya kembali tertempel di wajahnya. “Kau pikir bagaimana aku tau segala rahasiamu dan temanmu? Bagaimana aku tau cara menculik mereka? Huang adalah sumber informasi utamaku!”

Amarah Sehun mencapai level tertingginya dan ia mengkokang pistol yang berada di genggamannya. Kyuhyun tersenyum melihat wajah Sehun yang memerah karena marah. “Dengan bantuannya, aku bisa membunuh Hyena!”

Sehun semakin geram dan menunjuk moncong pistolnya ke arah kening Kyuhyun. “Kenapa Hyena?”

“Suara itu terus mengusikku untuk membunuhnya. Jika aku membunuh Hyena, suara itu akan pergi!”

Sehun tidak akan membiarkan pria di hadapannya ini mengusik rumah tangganya bersama Hyena kembali. Sehun akan melukainya dan menggeretnya ke kantor polisi. Kyuhyun menyadari aura membunuh Sehun dan ia mengkokang Glock-19 nya dan menempelkan moncongnya ke dada Sehun.

“Tentu saja, aku harus membunuhmu dulu. Kau penghalang antara diriku dan Hyena. Jadi, selamat tinggal, adik ipar.”

Sehun segera memundurkan tubuhnya dan menghindari peluru yang nyaris saja tertancap di jantungnya. Kyuhyun pun memundurkan kepalanya sebelum Sehun sempat menarik pelatuknya. Sibuk dengan pikirannya mengenai keberadaan Hyena yang tengah berada di bangunan yang sama dengan Tao, ia tidak melihat Kyuhyun mengeluarkan sebuha rekorder dan menekan beberapa tombol.

“SEHUN!”

Suara Hyena dari rekorder itu terdengar jelas dan nyata. Fokus Sehun terhadap Kyuhyun pecah. Sehun membalikkan tubuhnya, membelakangi Kyuhyun mencoba mencari asal suara itu. “Hyena!”

Kyuhyun menyeringai senang. Ini terlalu gampang, batinnya. “Jangan pernah membelakangi musuhmu.”

DOR

Sehun mendadak menjadi kaku. Ia memutar tubuhnya perlahan menatap Kyuhyun. Tangan Kyuhyun masih memegang rekorder yang secara terus menerus mengulang teriakan Hyena yang meneriakkan namanya. Ia telah di tipu.

Ia merasakan cairan merah dari dalam tubuhnya meresap keluar menodai kemeja putihnya. Tangannya beralih menuju dada kirinya, dimana jantungnya sudah di tanami peluru oleh Kyuhyun. Hal terakhir yang Sehun lihat adalah bayang – bayang wajah Hyena yang tengah tersenyum riang kepadanya.

© Dirty Angel

Hyena terbangun dengan kaget mendengar ruang rawatnya terbuka dengan kasar. Badannya masih sakit dan kaku sehingga ia tidak bisa duduk dan melihat siapa yang baru saja memasuki kamarnya. Ia menghela nafas ketika melihat Tao yang masih mengenakan jas kerjanya berdiri di samping tempat tidurnya. Hyena tersenyum ke arah Tao yang masih menatapnya dengan wajah dingin. Kedua tangan Tao berada di dalam saku celananya dan Tao menyeringai melihat keadaan Hyena yang tidak bisa melakukan apa – apa itu.

Well, dari awal Hyena memang sudah lemah dan rapuh. Jadi bukan masalah untuknya. Tangan Tao bergerak dengan lambat keluar dari saku celananya membuat Hyena menelan ludahnya tegang. Sebuah pistol Heckler & Kosh USP berasa dalam genggaman tangannya dan moncongnya menempel di pelipisnya.

“Tao? Ada apa ini?”

Tao terkekeh geli melihat wajah Hyena yang jelas sekali menunjukkan rasa takut. “Aku membencimu. Aku membenci Sehun.” Ucapnya dengan nada yang mengeluarkan bisa. Hyena tidak mengerti mengapa Tao sangat membenci dirinya dan Sehun yang jelas sekali masih berteman baik dengannya.

“Ayahku membangun butik itu dengan keringatnya sendiri! Ia menjadi seorang desainer terkenal sampai seekor serigala mengusulkan untuk membuka cabang butik sebagai cabang perusahaannya! Ayahku meninggal karena syok berat saat perusahaan yang ia teruskan ke putranya mengalami kerugian milyaran won!”

Hyena tau bahwa Sehun lah yang mengusulkan untuk membuka cabang butik bagi Oh Corporation, tapi ia tidak tau kalau butik milik keluarga Tao harus mengalami kerugian yang sangat besar akibatnya. Hyena hanya dapat membulatkan matanya dan komat – kamit. Tiba – tiba ia mendengar suara berisik dari luar balkon kamarnya.

Para sekuriti jatoh terkapar di balkonnya dan seorang laki – laki berbadan tinggi masuk membawa siluet pria yang tidak sadarkan diri. Hyena berusaha memperjelas siluet pria yang ada di lengan laki – laki tinggi itu sebelum jantungnya terasa berhenti sesaat melihat wajah pria itu. “SEHUN!”

Ia memperhatikan bagaimana Kyuhyun menghempaskan tubuh Sehun yang tidak sadarkan diri itu ke samping dirinya diatas kasur. Dada Sehun dilumuri darah merah yang terus mengalir deras akibat lukanya tidak ditutupi. “Sehun-ah, sadarlah!” Hyena berusaha memutar tubuhnya menghadap suaminya walaupun dengan rasa sakit dan terbakar yang menerjang tubuhnya.

Mata Sehun sayup – sayup terbuka. Manik matanya menangkap wajah Hyena yang terlihat sangat khawatir, panik, dan ketakutan. Suara Sehun tercekat dan kasar karena rasa sakit yang melanda jantuntnya yang terus mencoba memompa darah. Tangan Sehun bergemetar memcoba menangkup sisi wajah Hyena dan Hyena pun memegang tangan Sehun yang berada di sisi wajahnya. “Hey.”

Air mata Hyena tidak terasa turun membanjiri wajahnya. Beberapa tetes air matanya jatuh mengenai wajah Sehun. Seberapa ibu jari Sehun mencoba menghapus air matanya, tetap saja air mata Hyena dengan deras turun. Hyena menekan keningnya dan kening Sehun bersama. Bibirnya mengecup batang hidung Sehun dengan sayang. Jemari lentiknya mengusap bibir Sehun yang terasa dingin dan Hyena membuka matanya, melihat bibir Sehun yang awalnya berwarna pink cerah berubah menjadi biru karena darah yang tidak melewati kulit bibirnya. Hyena menempelkan bibirnya ke bibir Sehun, berusaha mengirimkan kehangatan tubuhnya yang hidup kepada tubuh dingin Sehun yang sekarat. Hyena melumat bibir Sehun pelan, ciuman mereka terasa asin karena air mata Hyena.

Sehun tau, ia tidak akan selamat. Sebentar lagi, jantungnya akan berhenti memompa darah dan jiwanya akan meninggalkan dunia. Ia berterima kasih pada tuhan, menyadari fakta bahwa putra mereka tidak berada di sana dan terancam terbunuh. Ia berterima kasih karena putranya aman berada di antara perawat – perawat.

Tao mendecih melihat pasangan di hadapannya. Tangannya kembali terangkat dan menekan sisi belakang kepala Hyena yang membelakanginya. Kyuhyun hanya dapat memperhatikan Tao dan kedua pasangan di hadapannya. Tubuh Hyena bergetar takut merasakan moncong pistol itu menekan kepalanya. Tapi, Sehun hanya tersenyum dan mengaitkan jemari mereka bersama menarik Hyena ke dalam pelukannya. Kening mereka bersentuhan, dan Sehun tersenyum. “Dalam hidup dan mati.”

Hyena memandang mata Sehun dengan seksama dan menganggukkan kepalanya kecil. “Dalam hidup dan mati.” Bisiknya. Bunyi desingan peluru dan suara keras tarikan pistol yang melemparkan peluru menggema.

Ruangan itu hening, dengan hanya nafas memburu dari kedua laki – laki bejat itu yang terdengar. Pintu kamar terbuka, seorang perempuan memasuki ruangan itu dan matanya membulat melihat pemandanga di depannya.

Cho Kyuhyun, Tao dengan pistol di tangan, dan dua tubuh mayat yang ia kenal baik yang berlumuran darah.

Naeun menutup mulutnya, air matanya turun akibat melihat kekejaman yang telah terjadi di ruangan itu. “SUHO!”

Suho segera berlari menuju kamar itu membanting lebar pintu itu dan melihat pemandangan yang sama seperti Naeun. 9 orang laki – laki dan 4 orang perempuan menyusul di belakangnya. Chanyeol yang memproses kejadian di hadapannya terlebih dahulu segera menerjang Tao dan meninjunya berulang kali dengan kekuatan yang semakin bertambah setiap pukulan. Kris segera mengamankan Kyuhyun dan Baekhyun segera memanggil 911. Suho mendekati tubuh tidak bernyawa Sehun dan Hyena. Seketika, kakinya lemas dan ia terjatuh di sisi ranjang. Air matanya turun dan isakannya ia tahan menggunakkan telapak tangannya.

Chanyeol yang meninju Tao seperti orang kesetanan segera bangkit dan menendang tubuh tidak sadarkan diri Tao sebelum bangkit berdiri dan mencengkram sprei putih kasur pasien milik Hyena. “Tidak…. Hye… Jangan tinggalkan aku…”

”Hye sadarlah. Ini Chanyeol-Oppa. Aku minta maaf sudah membuatmu menangis waktu itu, Hye. Sadarlah…”

Suho yang kembali dari syoknya berdiri dan menegakkan tubuhnya selayaknya dokter. Ia mengecek detak jantung dan nadi juga nafas kedua sahabatnya itu, tetapi nihil. Dengan di awali helaan nafas bergetar ia membuka mulutnya.

“Waktu kematian…”

Chanyeol membanting tangannya ke dinding. Matanya yang dibanjiri air mata masih menatap tubuh adik angkatnya tidak percaya. “Jangan katakan itu Suho!”

“Pasien Cho Hyena, dan Oh Sehun…”

“BERHENTI SUHO!” Chanyeol meraung semakin keras.

“… Minggu, 17 July 2016. Pukul 01.23 dini hari.”

“TIDAK!” Tubuh Chanyeol terjatuh ke lantai. Ia tidak percaya ini. Ia harus kehilangan anggota keluarganya sekali lagi. Kai dan Mina memghampiri Chanyeol dan mencoba menenangkan pria itu. Seorang polisi datang dan Luhan menunjuk Kyuhyun dan Tao untuk di amankan. Polisi itu meminta Luhan untuk datang ke kantor polisi untuk dimintai pernyataan. Yunmi yang masih terisak menggenggam tangan Luhan dan mengikuti suaminya.

Kris mendekati tubuh kedua sahabatnya itu. Ia kehilangan seorang sahabat baik dan seorang figur adik perempuan hari ini. Ia memperhatikan keadaan tubuh pasangan tersebut yang jemari mereka berkaitan dan saling berpelukkan.

“Mereka bersama dalam hidup dan mati.”

© Dirty Angel

15 July 2034.

“Yah, Sehun-ah!”

Laki – laki tampan dan tinggi bernama Sehun itu menolehkan kepalanya melihat sahabatnya tengah berlari dan melambaikan tangannya. Sehun dengan diam menunggu sahabatnya itu mencapai dirinya. “Yah. Park Sunna ingin bertemu denganmu.”

Sehun memutar matanya malas. Ia melanjutkan berjalan menjauhi sahabatnya yang merangkul pundaknya dan mengeratkan rangkulannya membuat bahu Sehun terasa sakit. “Yah, Park Chanho!”

Chanho hanya tertawa sebelum berjalan bersama Sehun menuju kelas mereka. Sekolah akan selesai beberapa hari lagi, dan para senio seperti Sehun dan Chanho hanya dapat berjalan ke kelas dan berbincang bersama teman – teman mereka. “Kau mau masuk universitas apa?”

Sehun menggelengkan kepalanya tidak tau. Jujur saja, ia tidak punya semangat apapun untuk melakukan apapun. “Yah, jangan begitu.” Chanho memperhatikan Sehun yang murung. Sehun menengadahkan kepalanya menatap Chanho. “Bagaimana dengan kau?”

Chanho mengedipkan matanya berkali – kali dan tersenyum lebar. “Ah, aku akan belajar bisnis! Aku akan mengambil alih bar appa.”

Sehun menganggukkan kepalanya pelan. Ia kembali berjalan bersama Chanho dan memasuki ruang kelas mereka yang sudah sepi akibat para senior yang memilih untuk pulang pada jam pelajaran kelima. Sehun dan Chanho meraih tas sekolah mereka dan berjalan keluar sekolah. Chanho merogoh saku celananya dengan sibuk, dan mengeluarkannya. Sebuah kunci mobil BMW. Mereka berjalan menuju mobil BMW E92 Prior Design milik Chanyeol.

“Antarkan saja aku ke rumah.” Sehun berkata dan menutup matanya. Chanho hanya dapat menuruti perkataan Sehun.

© Dirty Angel

“Oppa!”

Sehun berjalan memasuki rumah besar di kawasan elite Gangnam itu dengan muka lelah dan kaki yang berjalan gontai. Seorang gadis kecil berumur tujuh taun berlari riang ke arahnya dengan kedua tangan terangkat ke atas. Sehun tersenyum melihat gadis kecil itu dan mengangkatnya ke udara. “Selamat siang, Nana.”

Sehun mengecup pipi gadis kecil itu berkali – kali membuat gadis kecil bernama itu terkekeh geli dengan perlakuan Sehun. “Sehun-a, bisa ke ruang kerjaku sebentar?”

Sehun menengadahkan kepalanya menatap pria berumur 43 tahun itu. Di umurnya yang berkepala empat, pria itu masih berdiri tegap dan memilik tubuh yang sangat bagus. Wajahnya juga masih terlihat muda dan tampan. “Ne, Suho-sukbu.”

Sehun menurunkan Nana yang mengerucutkan bibirnya lucu membuat Sehun mencubit pipi Nana gemas. Nana mengalungkan kedua tangannya di paha Sehun mencoba membuat Sehun tidak menuruti perkataan appa-nya. Seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik dan bersinar di umurnya yang ke 41, berjalan menuruni tangga. Bibirnya mengukir sebuah senyuman melihat gadis kecilnya bermanja dengan Sehun.

“Nana-a, lepaskan Sehun. Ia perlu berbicara dengan appa.”

Nana segera melepaskan paha Sehun dan merengek pada ibunya untuk bermain lebih lama dengan Sehun. Sehun hanya tersenyum dan berjalan menaikki tangga sebelum mengucapkan, “Terima kasih, Naeun-sookmo.”

Sehun kembali menaikki tangga, ia berjalan menuju sebuah pintu berwarna hitam yang ia tau tidak boleh dimasuki siapapun kecuali Suho. Dan sekarang ia akan memasuki ruangan itu untuk pertama kalinya. Tangannya memutar kenob pintu dan mendorongnya ke belakang. Hal pertama yang ia lihat adalah sebotol Macallan Fine & Rare Vintage 1926 tersimpan rapih di atas meja kerja sukbu-nya itu.

Suho yang tengah memutar segelas minuman keras itu di jemarinya menghadap Sehun yang baru saja menutup kembali pintu ruang kerjanya. Ia menghela nafas panjang dan membuka salah satu laci di mejanya, menatap barang – barang yang berada di laci tersebut. “Sehun, kau tau kau adalah anak angkatku, bukan?”

Sehun menganggukkan kepalanya. Saat ia berumur 14 tahun, Suho memberi tau bahwa orangtua kandungnya meninggal dalam sebuah kecelakaan. “Aku mengenal orang tuamu. Mereka orang yang baik, sangat baik. Appa-mu adalah orang tergigih dan tersukses yang pernah aku kenal. Ia kuat dan juga berani. Eomma-mu adalah gadis terlembut dan terapuh yang pernah aku temui. Tapi, orang itu membunuhnya.”

Sehun tersentak mendengar perkataan Suho. “Bunuh? Sukbu berkata bahwa appa dan eomma meninggal dalam sebuah kecelakaan!”

Suho menggelengkan kepalanya. “Mereka di bunuh. Oleh kakak kandung eomma-mu dan sahabat kami sendiri.” Sehun tidak ingin percaya. Orang tuanya telah di bunuh oleh orang – orang terdekta mereka sendiri. “S- sukbu. Aku ingin tau nama orang tuaku.”

Sehun menatap Suho yang terdiam. Suho meneguk gelas berisi minuman keras itu kembali dan menjilat bibirnya perlahan. “Oh Sehun dan Cho Hyena.” gumam Suho. Sehun pun semakin terkaget. “Kenapa… nama appa dengaku sama?”

Suho memberanikan diri menatap Sehun. Ia merasa telah menatap mata Oh Sehun yang berada di tahun 2016 yang lalu. “Karena, melihatmu memberikanku perasaan saat aku melihat pria itu lagi.” Suho menarik sebuah kertas yang warnanya sudah mulai menguning. Ia menyodorkannya pada Sehun dan berkata, “Itu surat dari appa-mu. Bacalah.”

Sehun menganggukkan kepalanya pelan dan menggenggam surat itu seperti itu adalah alasan terakhirnya untuk hidup. Suho mengeluarkan kunci mobilnya untuk Sehun. “Kau akan membutuhkannya.”

Sehun segera merampasnya dan berjalan keluar. Ia dengan cepat berjalan menuju kamarnya, tidak menanggapi Nana yang memanggil – manggil namanya. Dengan cepat ia mengunci pintu kamarnya, membanting tas sekolahnya ke lantai, dan dengan gusar melepaskan jas dan dasi sekolahnya. Ia menghempaskan tubuhnya duduk di tempat tidur dan membuka surat tersebut.

Untuk Anakku, saat kau berumur 18 tahun nanti, seluruh kekayaanku akan menjadi milikmu. Aku tidak tau apa mereka akan memberi namamu, tapi aku berharap namaku akan turun padamu. Maafkan appa yang tidak bisa berada bersamamu. Tapi, semua ini harus terjadi karena aku ingin melindungi dirimu dan eomma-mu. Hyena-ya, jika kau membaca ini, artinya aku sudah tidak ada. Maafkan aku tidak menepati janji pernikahan kita untuk bersamamu dalam hidup dan mati. Aku menyayangi kalian berdua, sangat. Oh Sehun.

Sehun membaca surat dari appa-nya yang singkat itu. Air mata bahkan tidak jatuh saat ia membacanya. “Appa, Eomma juga meninggal denganmu, bukan?”

Sehun melipat surat kecil itu dan menaruhnya di dompetnya. Ia akan kembali membacanya berulang – ulang, dan ia yakin orang tuanya mencintainya. Ketukan pada pintunya membuatnya tersentak. Sehun berdiri dan berjalan untuk membuka kunci kamarnya. Naeun tengah berdiri dan memegang sebuah amplop coklat di tangannya. Naeun tersenyum dan memberikan Sehun amplop coklat tersebut sebelum menutup pintu Sehun dengan cepat.

Sehun kembali terduduk di tempat tidurnya dan mengeluarkan sebuah kertas yang masih rapih walaupun sudah terlihat tua. Ia menarik kertas itu keluar dan membacanya.

SURAT WASIAT

Pada hari ini, Sabtu tanggal 16 July 2016 bertempat di Seoul. Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Oh Sehun
Tempat/ Tanggal Lahir : Jungnang district, Seoul / 12 April 1994
Alamat : 606, Teheran-ro, Gangnam-gu, Seoul, Korea Selatan, 135-502

Bersama ini menerangkan hal – hal sebagai berikut :

  1. Bahwa, saya adalah pemilik yang sah atas harta kekayaan di bawah ini :
    1. Sebuah Tanah Hak Milik dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 234/3456 atas nama Oh Sehun yang bertempat di 606, Teheran-ro, Gangnam-gu, Seoul, Korea Selatan, 135-502.
    2. Sebuah Villa Hak Milik dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 345/36579 atas nama Oh Sehun yang terletak di 80, Noyeon-ro, Jeju, Jeju-do 63132, Korea Selatan.
    3. Sebuah kendaraan roda empat merek Koenigsegg CCXR Trevita.
    4. Sebuah perusahaan OH CORPORATION beserta cabang – cabangnya yang terletak di 46, Teheran-ro 87-gil, Gangnam-gu, Seoul, 06164, Korea Selatan.
  2. Bahwa, harta kekayaan saya tersebut sebagaimana dimaksud dalam angka 1 di atas, pada saat ini tidak sedang terlibat dalam sengketa hukum apapun, tidak sedang dijadikan jaminan jenis hutang apapun, dan tidak sedang berada dalam penyitaan pihak Bank dan Instansi manapun.
  3. Bahwa, saya bermaksud untuk menghibah wasiatkan harta kekayaan saya tersebut sebagaimana dimaksud angka 1 di atas kepada Oh Sehun anak kandung saya dan harta saya pada poin 4 kepada Kim Jongin hingga anak saya berumur 18 tahun. Berdasarkan surat wasiat ini, yang nama-nama serta bagiannya masing-masing sebagaimana yang akan saya nyatakan di bawah ini :

Agar melaksanakan wasiat di atas, maka dengan ini saya mengangkat Oh Sehun anak saya sebagai pelaksana surat wasiat ini. Kepadanya saya berikan semua hak dan kekuasaan yang menurut undang-undang diberikan kepada pelaksana wasiat, terutama hak untuk memegang dan mengurus serta menguasai semua harta peninggalan saya, sampai kepadanya diberikan pengesahan dan pembebasan sama sekali.

Demikianlah surat wasiat ini saya buat, dengan disaksikan oleh saksi-saksi yang saya percaya.

Dr. Min Suneo S.pKJ (Direktur Il-Guk Hospital) 
Ryu Hongki, S.H (Pegawai Notaris)

Yang berwasiat                                                                      Notaris

                                          Materai

Oh Sehun                                                                        Ryu Hongki, S.H.

Sehun membelalakkan matanya. Orang tuanya memiliki kekayaan yang sangat besar dan ia tidak tau. Matanya semakin tidak percaya ketika melihat Oh Corporation akan menjadi miliknya dalam hitungan jam hingga ulang tahunnya yang ke-18. Kim Jongin adalah direktur utama Oh Corporation selama 18 tahun ini, yang berarti Kim Jongin adalah sahabat Appa-nya. Sehun merampas ponselnya dan men-speed dial Chanho. Ia mengambil surat wasia, dompet, dan kunci mobil Suho dan segera mengemudi ke tempat Chanho.

© Dirty Angel

“Cho Kyuhyun, Huang Zitao. Atas keputusan hakim, anda dijatuhkan hukuman pidana penjara seumur hidup atas pembunuhan terencana terhadap Cho Donghoon, Lee Gajin, Koh Woori, Oh Sehun, dan Cho Hyena.”

Sidang yang berlangsung 18 tahun lamanya akhirnya selesai. Dengan 18 tahun yang lama, Park Chanyeol mengumpulkan bukti – bukti busuk yang telah di lakukan oleh Kyuhyun dan Tao. Chanyeol berdiri dari duduknya dan memperhatikan Kyuhyun dan Tao yang kedua tangannya di borgol dengan memakai jumpsuit oranye. Di dada mereka tersemat nomor kriminal mereka.

Park Chanyeol berjalan kepada para hakim dan membungkukkan badannya hormat. Hakim utama tersenyum padanya dan membungkuk kembali. “Yang Mulia Hakim, saya ingin berbicara dengan Cho Kyuhyun dengan singkat.” Sang hakim dengan senang hati memerintah Chanyeol untuk mengikutinya. Chanyeol melepaskan kancing pada jasnya dan berjalan menuju Kyuhyun yang tengah duduk dan dengan tangan yang terborgol dan terkait di atas meja yang memisahkan Kyuhyun dan Chanyeol.

“Park.”

Chanyeol duduk di kursinya. Ia memperhatikan sekelilingnya, polisi – polisi mengelilingi mereka berwanti – wanti agar Kyuhyun tidak menerkam Chanyeol. “Bagaimana dengan penyakitmu?”

Kyuhyun tersenyum. Ia menghela nafasnya lega dan menatap Chanyeol. “Hilang. Setelah Hyena meninggal, suara itu hilang.” Chanyeol menatap Kyuhyun keras. Bagaimanapun, laki – laki di hadapan Chanyeol tetaplah kakak kandung Hyena. “Kau tidak merasa bersalah?”

Kyuhyun terkekeh lemah. “Pidana seumur hidup bukanlah hukumanku. Hukumanku adalah hidup di belakang jeruji besi selama sisa hidupku dan berusaha menikmati hidupku tanpa Hyena dan kedua orang tuaku. Bahkan para polisi menaruh bingkai foto keluarga kami di dindingku.”

Chanyeol menaikkan sebelah alisnya. “Bukankah kau senang Hyena sudah tidak ada?”

“Suara itu senang, tapi aku tidak.”

Chanyeol menghela nafasnya berat. Ia memandang Kyuhyun yang tengah bermain dengan jari – jarinya. “Kau pantas mendapatkannya. Teruslah hidup dalam penyesalan.”

Kyuhyun tersenyum, matanya memandang Chanyeol sekali lagi. “Terima kasih sudah menjadi kakak yang baik ketika aku tidak bisa, Park.” Chanyeol dengan canggung menganggukkan kepalanya. “Peringatan pemakaman Hyena dan Sehun 2 hari lagi. Tolong sampaikan salam dariku untuk Hyena dan maaf untuk Sehun.”

Chanyeol mengangukkan kepalanya singkat. Ia berdiri dari duduknya dan membalikkan tubuhnya. “Selamat tinggal, Cho Kyuhyun.”

“Hyunjong.”

Chanyeol menghentikan langkahnya seketika. Ia memutar kepalanya melihat Kyuhyun di balik bahunya. “Panggil aku Hyunjong. Itu namaku. Cho Hyunjong.”

© Dirty Angel

“Yah! Oh Sehun! Apakah ini benar rumah orang tua aslimu!?”

Chanho berbisik dengan keras ketika Sehun dengan paksa membuka pagar dari sebuah rumah yang besar di Gangnam itu. Sehun hanya menganggukkan kepalanya dan menyelinap masuk ke dalam pekarangan rumah itu. “Yah! Kita bisa di tangkap!”

Sehun membalikkan tubuhnya tiba – tiba membuat Chanho terdiam seperti patung. “Diam dan ikuti aku, Park. Ini rumahku, tertera di surat wasiat itu.”

Chanho hanya dapat menganggukkan kepalanya. Ia memperhatikan halaman depan rumah itu yang ditanami tumbuhan – tumbuhan yang indah dan rumputnya tidak ditumbuhi tumbuhan liar. Teras rumah itu tidak berdebu dan cat putih rumah itu terlihat masih baru. Seperti ada yang mengurusi rumah itu. Sehun tidak ambil pusing dan mencoba membuka pintu rumah itu. Betapa terkejutnya Sehun mendapati pintu itu tidak terkunci. Dengan pelan, Sehun mendorong pintu itu menimbulkan bunyi berdecit. “Sehun-a, kita pulang saja, eoh? Bagaimana jika ada pembunuh!”

Sehun tidak memperdulikan perkataan Chanho dan berjalan lebih jauh menuju rumah itu. Ia memperhatikan furnitur – furnitur yang terlihat sangat mahal itu tertata rapih dan rumah itu tidak berdebu. Bersih dan rapih. Matanya menangkap sebuah bingkai foto raksasa di dinding berawarna putih itu. Foto pernikahan orang tuanya. Seorang mempelai laki – laki dengan balutan jas putihnya dan di dalam dekapannya ada seorang pengantin perempuan yang terlihat sangat muda. Keduanya tersenyum ke arahnya dan ia melihatnya, kemiripan dirinya dengan mempelai laki – laki itu. Sebuah ukiran di sudut bingkai foto itu menangkap matanya.

Oh Sehun – Cho Hyena

Chanho mendekati Sehun yang melihat bingkai foto itu. Chanho sering kali melihat foto – foto Appa-nya dengan laki – laki dan perempuan itu. Bahkan ia pernah melihat foto saat perempuan itu berumur 19 tahun. “Itu… orang tuamu?”

Sehun menganggukkan kepalanya. Aku pulang.

Chanho mengenali perempuan di foto itu seketika. “Sehun-a.”

Eoh?”

“Perempuan itu… adik angkat appa-ku.” Sehun memalingkan wajah dan menatap Chanho tidak percaya. Chanho menganggukkan kepalanya dan bersumpah untuk hidupnya. Sebuah derap kaki menyapa indra pendengaran mereka. Chanho dan Sehun segera melirik sebuah siluet pria yang muncul dari kegelapan rumah itu.

“Ah, lihatlah. Keponakanku akhirnya pulang.”

Laki – laki paruh baya yang berbalut jas kerja Armani itu menyeringai melihat Sehun. Sehun langsung mengenali pria yang berada di hadapannya. Ia sering muncul di majalah – majalah ternama karena kesuksesannya menangani dua perusahaan Kim Hotel dan Oh Corporation. “Kim Jongin?”

Kai menganggukkan kepalanya. Chanho pun mengenali pria itu. “Jongin-sukbu?”

Kai menakol kepala Chanho dan membentak anak remaja itu. “Sudah berapa kali aku menyuruhmu memanggilku hyung! Sukbu membuatku terdengar tua!”

Chanho meringis merasakan kepalanya berdenyut sakit. “Tapi, kau memang tua-” Sebuah jitakan kembali melayang dan mendarat mulus di kepala Chanho. Membuat Chanho dengan kesal berteriak sakit. Kai hanya memandang putra Chanyeol itu kesal sebelum beralih melihat Sehun yang menyeringai melihat Chanho kesakitan. “Kau, Oh Sehun. Besok kau berumur 18 tahun. Pergi ke Oh Corporation, temui aku. Aku akan mengajarkanmu cara menguasai perusahaan itu sebagai direktur.”

Kai berjalan keluar dari rumah itu. Sehun hanya melongo melihat kepergian Kai dan Chanho segera memegang kedua pundak Sehun. “YAH! Kau akan menjadi direktur termuda Korea Selatan! Kau akan masuk ke dalam majalah forbes sebagi milliarder dunia! Bahkan kau bisa masuk majalah playboy-”

“OH SEHUN, PARK CHANHO! ANTARKAN AKU PULANG!”

© Dirty Angel

Hari ulang tahun Sehun berlalu dengan remaja berumur 18 tahun itu duduk di ruangan direktur Oh Corporation dan Kai yang mengajari seluruh teknis menjadi direktur. Kemudian, Chanyeol dan Chanho menemani Sehun untuk mengambil seluruh hak warisnya. Dengan singkat, berita tentang kemunculan putra tunggal dan satu – satunya penerus Oh Corporation menyebar seperti api liar. Kemanapun Sehun pergi, wartawan akan ada membuntutinya.

Pagi itu, Chanyeol, Minsu dan Chanho menerobos masuk ke dalam rumah pribadi keluarga Oh yang masih tertidur dengan pulas karena kelelahan akibat aktivitasnya. Sehun mengerang melihat Chanho yang datang begitu pagi hari dan terlihat sangat rapih. Chanho mengenakan jas hitam dan celana kain hitam. “Ada apa?”

Chanho menghela nafas. “Ulang tahunmu sudah lewat Sehun.”

“Lalu?”

Chanho kembali menghela nafasnya. “Ini 17 July.”

“Lalu.”

“Ini peringatan hari kematian orang tuamu, bodoh!”

Sehun segera berdiri dari tidurnya. Dalam waktu 10 menit, remaja itu sudah di baluti baju formal seperti Chanho dan mobil keluarga Chanyeol melesat menuju tempat kedua orang tuanya di makamkan. Dari dalam mobil, ia bisa melihat begitu banyak orang yang telah berkumpul dengan baju serba hitam nan formal.

Sehun membuka pintu mobil Chanyeol dan berjalan mendekati makam kedua orang tuanya yang bersebelahan. Ia tidak mendengarkan perkataan pastor sama sekali, ia hanya menatap lurus ke arah dua makam di hadapannya. Saat pastor mulai membacakan doa, ia menatap lurus ke depan. Matanya membulat melihat sebuah bayang – bayang. Dua bayang – bayang. Orang tuanya. Orang tuanya berpegangan tangan dan tersenyum ke arahnya. Sehun yang kaget hanya bisa memandang kedua orang tuanya. Akhirnya, ia sadar dan membalas senyum kedua orang tuanya dengan anggukkan. Ia melihat kedua bibir orang tuanya terbuka mengucapkan sesuatu. Angin berhembus kencang ke arahnya meniup wajahnya, dan bisikan itu terdengar.

“Hiduplah, Anakku. Kami bersamamu, di setiap langkahmu.”

Ia tersenyum mendengar suara orang tuanya untuk pertama kalinya. Suara rendah dan serak Appa-nya terpadu dengan harmonis dengan suara lembut dan anggun eomma-nya. Peringatan pemakaman kedua orang tuanya itu berlangsung cepat, tidak terasa para tamu sudah menyalami Sehun dan memberikannya pesan untuk tabah dan semangat. Sehun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Ketika seluruh tamu pulang dan hanya tinggal ke sepuluh laki – laki dan istri mereka, teman ayahnya. Sehun berjalan ke arah Chanyeol dan berkata, “Tadi aku melihat mereka.”

Chanyeol terlihat syok, tapi dengan senang ia menganggukkan kepalanya. Kris yang mendengarnya bergidik ngeri. “Yah, Sehun kecil. Mereka tidak bergentayangan kan? Semoga Sehun tidak tau aku pernah mencuri bajunya saat kami kuliah dulu.”

Sehun tertawa mendengar pengakuan Kris. Ia melihat bayangan ayahnya tengah berdiri di belakang Kris dengan muka geram, dan ibunya yang tengah tertawa dan mengusap lengan ayahnya mencoba membuatnya tenang. “Appa berada di belakangmu.” Dengan pelan Kris menolehkan wajahnya ke belakang dan merasakan hawa dingin menyapa wajahnya. Dengan cepat ia bersujud menatap Sehun yang tidak bisa ia lihat. “Maafkan aku! Jangan menggentayangiku!”

Semua orang tertawa melihat kebodohan Kris. Nana yang awalnya berada dalam dekapan Suho berjalan menuju Sehun. “Apakah Sehun-oppa tidak akan tidur bersama Nana lagi?” gadis kecil itu merengek. Air matanya terkumpul di matanya membuatnya berkaca – kaca. Sehun berlutut menyamai tinggi Nana. “Aku akan sering mengunjungimu.” Sehun memeluk Nana, dan Nana memeluk Sehun erat seperti Sehun akan hilang.

© Dirty Angel

Bar yang mengeluarkan suara bass dari speaker raksasa di ujung ruangan membuat orang – orang di dalamnya menari. Malam yang dingin itu mereka hangatkan dengan segelas alkohol dan seorang yang asing. Sehun dan Chanho duduk di salah satu kursi dekat sang bartender. “Cheers, Big shot Directur!”

Sehun dan Chanho bersulang dan meneguk alkohol mereka. Sehun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru bar yang akan di kuasai Chanho ketika sahabatnya itu lulus sarjana nanti. Chanho menepuk pundaknya membuat Sehun menolehkan kepalanya melihat Chanho sudah digandeng oleh seorang gadis berbaju minim dan menariknya menuju lantai dansa yang gemerlap. Ia terkekeh melihat Chanho yang begitu menikmati malamnya. Sehun berdiri dari duduknya, dan ia menyelinap menuju sebuah lorong yang berisikan pria dan wanita yang saling melumat wajah pasangannya.

Ia mendorong pintu besi besar yang menghubungkan bar dan gang di samping bar itu. Menutupnya, Sehun merogoh sebuah alat elektronik di sakunya, e-cigarette. Ia menghirup asap yang dihasilkan benda itu dengan mulutnya da meniupkannya ke langit. Telinganya menangkap suara ketukan sebuah heels dan tanah bersemen di bawahnya. “Kau akan mati.”

Suara yang terdengar merdu di telinga Sehun membuatnya menolehkan kepalannya ke samping mendapati gadis muda yang tengah memandanginya. Gadis itu memakai celana yang di bilang sangat pendek dan sebuah baju crop top berwarna hitam. Rambutnya tergerai bergelombang indah berwarna coklat karamel, lekukan tubuhnya tepat dengan tonjolan di bagian tubuh yang benar. ‘Sialan, dia indah.’

Gadis itu mendekati Sehun dengan langkah pelan menggoda. Ia meraih benda di tangan Sehun itu dan menghirupnya dengan mata yang masih menatap Sehun. Gadis itu meniupkan asapnya ke muka Sehun dan terkekeh. “Tidak baik merokok, Tuan.”

Sehun tertawa. Ia mengambil benda itu lagi dan memasukkannya kedalam sakunya kembali. Gadis itu melangkah membuka pintu besi itu. Sehun menaikkan sebelah alisnya. “Tidak masuk lewat pintu utama?”

“Aku 18 tahun. Bouncer tidak akan mengijinkanku masuk.”

Sehun menyeringai mendengarnya. Ia membukakan pintu besi itu untuk gadis itu. Gadis itu melangkah masuk menuju lorong di ikuti Sehun di sebelahnya. “Terima kasih, Oh Sehun.”

“Kau tau aku?”

Gadis itu tertawa. “Mukamu ada di setiap berita.”

Sehun mengangguk. “Siapa namamu?”

Gadis itu menghadap Sehun dan berhenti ketika mereka sudah berada di area yang cukup penuh dengan orang. “Hyena. Cho Hyena.”

Gadis bernama Hyena itu berjalan menyelinap di antara orang – orang yang berdansa, lenyap dari pandangan Sehun. Sehun terkekeh mendengar nama gadis itu. ‘Sialan, aku harus menemukannya.’


Saya kailaium, dan saya pemandumu. Perjalanan panjang sudah kita lakukan. Anda sudah melewati bagian - bagian tergelap dari kota yang nista ini dan saya berdiri di hadapan pagar keluar kota ini. Tolong meninggalkan kota ini dengan tertib dan jangan sampai tertinggal rombongan. Barang siapa yang tinggal disini, akan merasakan betapa seramnya kota ini. Tolong lakukan registrasi ulang jika anda ingin melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya. Saya kaialium, pamit undur diri.

HALO SEMUANYA! 

Terima kasih sebanyak – banyaknya untuk yang udah setia nungguin dari Section I sampai dengan Section X. Saya terharu banget waktu hari Jumat lihat email yang masuk berpuluh – puluh karena comment kalian, dan seneng banget pas liat top post 5 chapter ada semua disana. 

Disini aku rekap semua chapter dari teaser sampai selesai.

Teaser – 24 September 2014

Section I – 26 Oktober 2014 (4.448 words)

Section II – 30 Desember 2014 (2.114 words)

Section III – 17 Januari 2015 (3.085 words)

Section IV – 22 Februari 2015 (1.664 words)

Section V – 25 Mei 2015 (2.067 words)

Section VI – 5 Juni 2015 (2.236 words)

Section VII – 24 Desember 2015 (3.172 words)

Section VIII – 30 April 2016 (3.369 words)

Section IX – 13 Juli 2016 (4.318 words)

Section X – 17 Juli 2016 (8.692 words)

Total : 35. 165 words.

Terima kasih sekali lagi untuk yang udah mau baca! Oh, alamat – alamat yang ada disana itu alamat hotel – hotel besar Korea ya bukan beneran! Baca juga karya aku yang lainnya ya! Sama follow wordpress aku juga di http://www.breathsekai.wordpress.com , barangkali aku bakalan ngepost oneshotnya Sehun-Hyena.

Contoh surat wasiat credit to contohsurat123.

137 responses to “Dirty Angel (Section X) — KAIALIUM

  1. aaaaaaa demi apa ini udah end? rasanya ga percayaaa. kenapa hyena sehun haru mati sih :((((
    sedihh tapi pas mo mati tuh termehek mehek abis bikin netes taunggaa si sehun juga soswit aaf aaaaa :”
    kasian sehun kecil yah dia ditinggal ortunya tapi gapapa deng udah dikasih warisan banyak wkwkkwwk
    Demi apa aku masi ngga percaya Sehun Hyena udah pergiajah. mau lagi dong ada mereka. bikin lagi ya thorr ya yaaa *puppy eyes*
    sumpah ini ga tega banget sama sehun kecil tapi ubtung temen2 appa sama eommanya baik baik duuuhhh Sehun-Hyena fighting lah pokoknyaaa!!!!

  2. Wahhhh kerennn bangettt ..tp knp sad ending.sedih banget waktu baca srhun dan hyenna meninggal.kya hk rela😭😭😭😭
    mengharukan banget😭😭😭😭d tunggu karya terbaru nya fighting🙋🙋🙋

  3. Yaampun aku nangis pas bagian sehun&hyena meninggal 😭
    Yaampun eoteokke aku terbawa suasana 😂
    Yaampun ini FF kok keren banget 😙
    Btw.. terimakasih author udh menciptakan sebuah fanfiction yg alur cerita nya sangat mengesankan..
    Gabisa ngomong apa2 lagi:’) it’s too cool:’)
    Saranghae authornim 🙆🙆🙆

  4. hyenya sehun mati… kenapa gk kyuhyun aja…

    sedih banget liatnya…
    nahan air mata biar gak kwluar ehh taunya keluar juga…

  5. gilaaa,sehun hyena mati masa?? wuaahhh!!! Tapi anaknya sehun, si ‘sehun’ kayak reinkarnasi dari sehun,sama kayak hyena ya (apa coba ini,saya aja bingung)
    yah,pokoknya kerenlah,cuma sangat disayangkan,sehun hyena mati,mereka abadi ya,hidup mati bersama. Wkwkwk

  6. Kenapa Harus hyena sama sehun yang mati? Seharusnya kyuhyun. Aku nangis waktu detik detik sehun sama hyena meninggal, pokoknya suka sama ff ini 😃😊😄😄

  7. Gak nyangka sehun sama hyena mati, tapi mereka tetep bersama dan bahagia di kehidupan yg lainnya. Sehun kecil juga hidup bahagia dan menemukan hyena kecil, apa mereka akan mengulang kisah sehun dan hyena dulu atau memulai cerita baru? Apa ini berakhir?

  8. Ini gila. Malem2 dibuat nangis ama ff ini :’v
    Authooorrr. Kenapa sehun ama hyena mati? Meskipun ada pengganti nya tetep aja beda rasa/? Nangis parah waktu sehun ama hyena mati. Apalagi waktu suho baca “waktu kematian” nangis nya makin jadi dah :v
    Thanks thor, dah temenin perjalanannya wkwk
    Ditunggu kota2 yang lain nya yahh. Fighting

  9. Aaaaaa akutaktauharusngomongapaanini!
    Pertama-tama, selamat untuk kelahiran anak kalian. Tapi kenapa barengan dengan kematian mereka? Kukira mereka akan hidup bahagia tanpa adanya Kyuhyun! Huhh, aku ga bisa nahan air mata T.T sesek banget, perasaan aku ga pegang bawang merah tapi kok mataku panas bener T.T
    Ya ampun, aku tetep ga percaya mati.
    Omegot! Tao? Lelucon macam apa itu, hah? Katanya sahabat kok tega banget sih! Aaa mangkel banget dihati. Tetep ga rela mereka mati secepat itu. Padahal Sehun udah janjiin kebahagiaan dengan Hyena.
    Yeah, iyasih ‘Mencintai hidup dan mati’ perwujudannya itulohh beneran Hidup dan Mati!
    Ooh, aku begitu berduka karena mereka berdua. Untungnya aku ga membaca ff ini malem-malem huhh
    Eh? Sehun versi kecil itu? Wah wah pesonanya benar-benar sama dengan ayahnya dulu. Titisan Sehun! :v
    Wuiihh…aku ga tau kalo Sehun benar-benar sekaya itu!? Heol, aku kira dia cuma punya Oh Corp. ternyata oh ternyata, saat warisan itu jatuh ketangan anaknya, mlongo dah kkk~
    Jadi Suho yang mengasuh Sehun? Kenapa ga Chanyeol? Kan Chanyeol masih(sedikit)berkerabat dengan ibunya(meskipun angkat)!
    Apaan tuh? Jongin menyebalkan bener jadi manusia? Ingat umur Jojong, ingat!
    Jadi, Sehun ketemu denga orang tuanya. Rasakan tuh Kris! Hahaha, habis nangis sesegukan aku langsung ketawa gegara Kris sama Jongin kkk~
    Hah? Sehun ketemu Hyena? Jadi ceritanya kisah ini tak berhenti hanya sama Ayah-Ibu Sehun yang sudah mati itu? Semoga nasib Sehun ga semalang kedua orang tuannya. Amiin.

    Kok pengamannya dibuka, Kak? Aku kaget lo. Padahal masih mau masukin pw, kok diliat malah dah dibebaskan dari pengaman.
    Makasih udah ngasih aku pw, yaa meskipun udah dibuka hihi
    Aku akan menunggu ffnya kakak lagi😀

  10. Best ff bangeddd. Baru pertama kali baca pemain utamanya yg meninggal dan pas cast utama nya meninggal gk langsung end tp masi ada lanjutan crita ttg anaknya, daebakkk njh ff

  11. huaaaa😥 sedihh banget sii, kasian hyena baru aja melahirkan dengan selamat, baru aja mrk seneng karna anaknya udh bisa melihat dunia, ehh abis itu mrk d tembak dan anaknya yang baru lahir langsung jadi yatim piyatu😥 , kasian banget sii kamu nakkk harus d tinggal sama org tua kamu & nama anaknya sama kaya nama ayahnya, sama-sama oh sehun.

    dan yang paling bikin kaget ituu, anaknya oh sehun, suka saka cewe yg kerja di barnya chanyoel? sama kaya sehun & hyena dlu yaaa…

  12. Yampun sedih liat sehun dan hyena metong 😢😢
    Gila ya si sehun kecil jadi org tajir men, mau dong dipacarin 😂😂
    Ini masih ada lanjutannya kan ya??

  13. Di luar dugaan
    Kok mereka mati? Kok mereka matinya so sweet gitu sih lagi pegangan tangan?
    Kok tao jahara sihh sama sehun? Kan bisa di omongin baik baik.
    Kok nama anaknya sama kayak bapaknya, oh sehun. Kok sama sih scene nya hyena sama sehun? Bikin baper :”
    Kok author bikin mereke mati. Hmmmm baperrrr bangetttt ih ya ampunnnn… Trs nanti sehun kecil ama hyena kecil? Bikin sequel!! Wajib!!! Hahaha

  14. Sehun-Hyena meninggal? ini end? waahh padahal aku baru baca kemarin loh udah end aja😦
    diuhh aku nggak baca dari awal chapter jadi bingung sendiri😀
    tapi yaudah lah yg penting Sehun-Hyena bahagia udah bareng” gitu 💞

  15. Astagaa mataku berair bacanya. Walaupun gak kayak ending yg aku kira tapi ini jg keren. Sehun kecilnya jg tumbuh lebih dewasa hahah terus parah bgt ketemu hyena dgn cara yang sama. Astaga. Aku speechless lah. Ini keren bgt. Iloveit lol. Ditunggu karya lainnya ❤

  16. Kereeeeennnnnn aku udah ngikutin ff ini dari awal dan nggak ketebak kalo ternyata tao yang jahat, emang pantes sih masuk penjara dan seumur hidup hahahaha
    Btw itu sehun bisa liat emak bapaknyaa aahhh jadi pengen nangis dan satu lagi ada cho hyena di bar kyak dejavu atau kyak reinkarnasi gitu kereeennn dan setelah sekian lama aku baru buka wp terus baru tau kalo ff ini udah tamat rasanya sakitt aku udah telat 3 bulan kwkwk
    Overall kereennn kak serius, ditunggu karta selanjutnya lagi yaaaa

  17. yah ko ohse hyena matiiii
    itu pasti sehun junior mirip bgt sama sehun kan makanya dinamain sehun
    kalo diliat liat ini posting on going nya lama bgt ya, untung aku baca pas udh ending jd ga mati penasaran haha
    udah 18 thn masih aja gilanya si kyu ga ilang hih
    ada reinkarnasinya hyena jg? ada sequel dong? hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s