[Series] Devil Of Cruel ( Chapter 10 [B/D] : Don’t Say )Final – By Asih_TA

Picture1

|Author : Asih_TA||Tittle : Devil of Cruel (Chapter 10B)||Main Cast : Oh Sehun, Park Minhee|||Other Cast : Park Chanyeol, Oh Hye Ji, Kim Jongin, Shin Eun Min, Kim Dasom||Genre : Angst, Romance, Psycology||Leght : Multichapter||Rated : PG 17|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

Chapter Sebelumnya

Teaser|| Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 ||[Teaser]Chapter 6 || [Full]Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 ||Chapter 9A || Chapter 9B || Chapter 10A )

.

.

.

Malam telah tiba Chanyeol masih menggendarai mobilnya membelah kota seoul. ia menepikan mobilnya ke sisi kanan jalan. sambil berdecak sebal, ia segera keluar dengan di susulnya detuman pintu mobil yang cukup keras. Memperhatikan sekitarnya sambil melonggarkan tali dasinya yang hampir membuatnya sesak nafas.

Kaki panjangnya berjalan menyusuri pengunjung cafe yang memang sedikit terbuka, dapat terlihat dengan jelas cafe tersebut tidak sepenuhnya seperti bangunan mewah. Setidaknya itu bukan tujuan Chanyeol untuk menginjakkan kakinya di lantai yang bernuansa soft blue tersebut.

“ Hai Chanyeol, long time no see.” Seru seorang laki-laki yang duduk di di sudut ruangan.

Chanyeol segera menggambil meja yang berada tepat dihadapan pria tersebut “ Hai Jim kau tidak berubah ternyata.”

Lelaki berlengsung pipit itu mengaku dirinya telah dipanggil dengan nama amerikanya “ Ternyata kau masih ingat panggilan masa kecilku.” Lihatlah pada saat seperti inipun Jim masih bisa memberikan senyuman manisnya. Terbanding tebalik dengan keadaan Chanyeol yang masih sangat kacau “ Hei bung aku kesini bukan untuk mendengar ocehanmu.”

“ Baiklah baiklah aku tau apa yang ingin kau bicarakan.” Jim segera merubah raut wajahnya menjadi serius. Sedangkan Chanyeol mendesah kesal “ Kau tau tentang hilangnya adikku bukan jim?”

“ Tentu saja aku tau, kami sudah mencari adikmu sekitar beberapa bulan yang lalu.” Jim menompangkan dagunya sambil berpikir.

“ Dan hasilnya?”

“ Nihil”

Chanyeol sudah menduga ini, Jim akan mengatakannya. Seberapa pun ia berjuang ia tidak akan mendapatkan titik terang, lihatnya kau begitu lemah Chanyeol “ Kau tidak punya pentujuk lain?”

“ Aku punya.”

Seketika rentina mata Chanyeol membesar penuh harap “ Benarkah?” Jim menyeringai sejenak sebelum berkata “ Kau tau bahkan bangkai yang kau simpan baik-baikpun akan tercium juga pada akhirnya.”

“ Jadi?”

“ Ya, aku akan memberitaumu. Kau kenal kim Jongin? Dia adalah laki-laki yang mengaku teman baiknya adikmu, dia juga yang melaporkan bahwa adikmu telah hilang.” Jim berhenti sejenak dan hal itu membuat Chanyeol tidak sabaran “ Katakan Jim cepat.”

“ Hei sabar bung, aku hanya ingin meluruskan ini. Intinya lelaki bernama Kim Jongin itu meneleponku beberapa hari yang lalu.” Kemudian mata lelaki manis itu menyala “ dan dia berkata bahwa ia tau keberadaan Minhee.” Chanyeol mencerna dengan pelan setiap perkataan sahabatnya tersebut, namun hatinya begitu senang akan ini.

“ Siapa tadi namanya?”

“ Kim Jongin.”

“ Berikan alamat rumahnya padaku.”

***

.

Minhee memakan jajamyeon nya dengan lahap. Sehun hanya melihat dari jauh sambil mengambil air es yang berada di dalam kulkas. Retina mata hitam pria itu memperhatikan cara makan Minhee yang kekanakan. Di setiap pinggir bibir gadis itu terdapat bekas kuah dari makanan tersebut, ‘benar-benar berantakan’ pikirnya, tanpa sadar Sehun mengulas senyuman yang sangat tipis. Gadis yang hanya bedasarkan alat balas dendam kini berubah menjadi gangguan yang lebih besar dari yang ia bayangkan. Hatinya entahlah mungkin juga jiwanya telah terbawa oleh sosok mungil di hadapannya. Pada akhirnya ada yang dapat menghancurkan pertahanan yang selama ini telah membatasi hati dan logikanya.

Minhee yang sedari tadi makan menghentikan sumpitnya ketika menyadari Sehun menatapnya ke arahnya terus seperti akan menelannya. Dan Sehun, ia segera berhendem kecil sambil mencoba menaruh minuman itu ke dalam kulkas kembali. ‘ Kenapa aku seperti laki-laki yang baru saja jatuh cinta ‘ Umpatnya.

Sambil mencoba bersikap seperti biasa Sehun berjalan dan menggambil tempat duduk tepat di samping kursi panjang milik Minhee “ Apa kau masih marah padaku? “ Sehun kembali membuka topik untuk menghilangkan hening yang menghinggapi suasana ruang tamu.

Minhee masih diam dan melanjutkan makannya yang sempat tertunda. Sehun menatapnya tak percaya “ Kau masih marah padaku.” Minhee tetap tidak mejawab.

“ Tatap aku ketika sedang bicara Park Minhee.” Sehun sedikit menekan perkataan bermaksud untuk membuat gadis itu tidak mengacuhkannya. Namun yang terjadi selanjutnya adalah isakan kecil yang keluar dari bibir mungil Minhee. Sedangkan Sehun yang merasa bersalah ingin menenangkannya namun Minhee menghempaskan tangan Sehun yang akan menyentuhnya.

Sehun menatapnya tidak percaya dan Minhee berlari ke dalam kamar sambil menangis. Tiba-tiba ia menarik rambutnya frustasi ‘ Ada apa dengannya, kenapa begitu sensitif ‘

Dengan menghela nafas panjang Sehun segera membersihkan tempat makan gadis itu dan mencuci tangannya. Ia masuk kedalam kamar dan menemukan gadis itu di dalam selimut sambil masih terisak. Sehun kembali mendesah dan menghampiri gundukan selimut yang masih enggan bicara padanya.

“ Hei kau tak ingin mengatakan sesuatu padaku?” Sehun mencoba bersahabat kali ini. Namun gadis itu masih belum mau menghentikan isakannya.

“ Aku pikir Haewon juga akan membenciku setelah ini.” Mendengar Sehun menyebut nama ‘haewon’ membuat Minhee sedikit menyembulkan kepalanya di antara selimut yang membatasi mereka.

“ Haewon?” Tanya Minhee dengan wajah polosnya.

“ Iya Haewon nama yang ku berikan untuk adik bayi.”

Minhee segera keluar dari pesembunyiannya dan menatap Sehun dengan mata yang berbinar-binar “ Benarkah? “ dan Sehun menganggukan kepalanya pelan “ Aku pikir kau tidak pernah peduli kepada adik bayi.” Seru Minhee dengan kerutan di dahinya.

“ Bagimanapun aku ayahnya.” Sehun mengingatkan.

“ Bukankah itu nama laki-laki?”

“ Itu hanya firasatku saja, jika seandainya anak kita laki-laki maka aku akan memberikan dia nama Oh Haewon dan jika dia perempuan maka aku akan memberikan namanya Oh haewin. Bagaimana kau suka?”

Minhee menunduk malu-malu hingga membuat Sehun dapat melihat semburat merah di kedua pipi chubbynya “ Kau tau Minhee sikapmu itu membuatku bergairah.” Seketika Minhee melotot tajam “ Apa kau tidak bisa aja membicarakan masalah ranjang Oh Sehun!”

“ Oh ayolah aku mengiginkanmu.” Sehun mendesah frustasi. Ia segera mendorong tubuh kecil Minhee untuk mengukungnya di bawah tubuhnya “ Kau tau aku terlalu gila jika kau terus berputar di pikiranku.” Minhee hendak protes namun sedetik kemudian laki-laki itu telah menciumnya dengan lembut namun menunutut. Bahkan Minhee tidak bisa menyeimbangkan ciuman milik Sehun. Lelaki itu tidak ingin Minhee mengendalikan permainan mereka. Lidah Sehun beralih ke leher jenjang milik Minhee, bermain di sekitar area sensitif tersebut dan meninggalkan beberapa bekas kissmark di sana, hingga membuat Minhee memekik kecil. Tidak sampai di sana kini tangan kanan Sehun menyelusup masuk ke dalam kaos yang sedang di gunakan Minhee. Suara deringan handpone yang berada di meja nakas menyadarkan Minhee dari dunia yang telah di pijakinya.

“ Se ~ sehun.” Minhee mencoba menyadarkan laki-laki yang berada diatas tubuhnya, namun Sehun seolah tuli “ Se-sehun ad-ada panggi-lan.” Minhee lebih mengeraskan suara namun hasilnya tetap nihil. Hingga kemudian…

“ Akhhh Sialan kenapa kau mengigit bahuku.” Teriak Sehun kesakitan sedangkan mata Minhee sudah berkaca-kaca. Oh tidak Sehun membentaknya lagi kali ini. Sebenarnya Sehun tau handponenya berdering tadi namun dia seolah tuli.

“ Maafkan aku.” Ia hendak mencium kening Minhee namun gadis itu segera memalingkan wajahnya hingga bibirnya mengenai pelipis kanan Minhee.

Karena tidak mau memperparah keadaan Sehun turun dari ranjangnya dan merapikan pakaiannya. Minhee masih terisak dan kembali memendamkan tubuh di balik selimut. Sehun menghela nafasnya “ Aku akan kembali ke kantor sebentar, mungkin aku akan pulang besok pagi. Akan ada pelayan baru yang akan menyiapkan makanan untukmu.” Sehun kembali mendekati Minhee dan mencium pipi gadis itu walaupun ia tau bibirnya terhalangi oleh kain yang memisahkan mereka.

“ Aku pergi.” Ujarnya seraya berjalan meninggalkan Minhee yang masih tetap bertahan pada posisinya.

***

.

Waktu menunjukkan pukul 20.00, Chanyeol tetap menjalankan mobilnya di antara kelap-kelipnya kota pada malam itu. Dengan di tuntun dengan sebuah kertas yang bertuliskan alamat lengkap pria yang mengaku teman dekat adiknya. Pikirannya terbagi dua yaitu Minhee dan Hye Ji. Ia takut Hye Ji menangis di sana dan ia juga takut tidak segera menemukan adiknya.

Masih dengan keadaan yang sama, mobil itu masih membawa tubuh jangkung pria itu memasuki perumahan yang cukup ramai. Matanya menyusuri setiap nomor dari masing-masing rumah yang bederetan rapi. Hingga matanya berhenti tepat ketika No 304 yang menjadi tujuannya. Lelaki jangkung itu langsung membanting strinya ke arah sisi kanan jalan.

Chanyeol segera keluar dari mobil dan menutupnya dengan sedikit kencang. Ia memperhatikan setiap jengkal rumah itu, tergambar sekali bahwa rumah itu memiliki design yang cukup bagus. Terlihat jelas bahwa keluarga Jongin keluarga yang cukup kaya. Chanyeol berhenti di depan pintu bercorak putih susu dan menekan tombol yang berada tepat di sampingnya.

Tak lama kemudian seorang laki-laki menyembul dari balik pintu hingga menampakkan seluruh tubuhnya. Seorang laki-laki berkulit tan dengan hidung yang tidak terlalu mancung “ Apa kau Kim Jongin?”

“ Iya saya sendiri, maaf anda siapa?”

“ Saya Park Chanyeol kakak dari Park Minhee.”

“ Jadi kau kakaknya Minhee.” Jongin terlihat tidak senang dengan sosok laki-laki jangkung tersebut. Sedangkan Chanyeol menyeritkan dahinya “ Apa maksudmu?”

Bukk. . .

Bukannya menjawab alih-alih Jongin malah meninju pipi kiri lelaki yang lebih tinggi darinya tersebut “ Apa kau tau apa yang telah terjadi oleh adikmu Chanyeol-ssi.” Kilatan mata Jongin dapat menusuk tubuh Chanyeol dengan kasat mata.

“ Maka dari itu aku ingin mengetahui keadaan adikku Kim Jongin sebelum semua ini terlam-“

“ Tidak “ Potong Jongin.

“ Apa maksudmu?”

“ Semuanya sudah terlambat.”

Jantung Chanyeol berdetak tidak karuan, ada rasa khawatir akan apa yang di sampaikan oleh Jongin selanjutnya “ Sekarang aku tau kenapa Sehun berubah.”

“ Sehun?”

“ Adik perempuan yang kau cintai, Oh Sehun. Laki-laki yang memiliki kuasa penuh atas negara ini, laki-laki arogan dengan seluruh kepicikannya. Kau tau kenapa tidak ada lagi yang melanjutkan pencarian Minhee pada hari itu, karena mereka telah di suap oleh Oh Sehun dan satu lagi  Kau tau kenapa dia menculik Minhee? Kau tau kenapa? Karena dia memiliki dendam terhadapmu.” Jongin menyelesaikan ujung kalimatnya dengan penuh penekanan. Chanyeol mengepalkan kedua tangannya di kedua sisi, tidak ia perdulikan lagi cairan pekat yang berada di sudut bibirnya. Sejak awal dia sudah tau hal ini akan terjadi, Sehun tidak pernah menyukainya.

“ Apa aku benar-benar  sudah terlambat?” Ujar Chanyeol dengan helaan nafas.

“ Tidak! Kau belum terlambat membawanya pulang. Bertanggung jawablah Chanyeol-ssi, walau di sudah hancur saat ini kau harus tetap bertanggung jawab.”

“ Aku tidak menjamin setelah ini Minhee juga membenciku.” Ungkap Chanyeol. Laki-laki berkulit tan itu menarik kerah baju Chanyeol secara spontan “ Jangan hanya mengeluh Tuan Park, pergi dan perbaiki semuanya. tidak perduli Minhee akan membencimu nantinya yang terpenting sekarang bawa dia ketempat yang aman.”

Mata pria jangkung itu juga ikut menyala “ Baiklah berikan aku rumah kediaman Oh Sehun dan aku akan menggambil Minhee tepatnya esok hari.”

***

.

Sunyi senyap menghampiri jiwa raga Kyungsoo di antar gemerlap malam. Sudah 2 jam ia menghabiskan waktunya di pinggir sungai han yang hanya di terangi oleh lampu jalan. Matanya sayup-sayup menikmati semilir angin yang berhembus lembut mengenai wajahnya. Dapat pula ia rasakan setiap jengkal dingin yang menghampiri kulit tubuhnya seakan merasuki kilit terdalam miliknya.

Waktu seolah menertawakan keadaan lelaki yang memiliki tubuh kecil tersebut. Hanya ada dia dan beberapa anak-anak remaja yang juga menghabiskan waktu mereka di sini. Mungkin Kyungsoo hanya dalam keadaan tidak baik saat ini, ia selalu mengeluh mengenai pekerjaannya menjadi seorang polisi. Beberapa hari yang lalu ia berhasil memecahkan kasus yang menimpa seorang remaja pelajar yang tewas di gudang sekolah secara tragis, walau sempat lama ia mengerjakan tugas tersebut namun bayangan Park Chanyeol masih berputar di kepalanya. Bayangan Kim Chanyeol yang dulu sekarang telah berubah menjadi Park Chanyeol. Nama yang sama namun berbeda marga, tapi bukan hal itu yang menggangu pikirannya. Ya tidak bisa ia percayai adalah bagaimana bisa Chanyeol bisa pergi tanpa memikirkan keselamatan keluarganya.

Kyungsoo mendesah pelan seolah menarik oksigen lebih rakus. Ia merasakan dunia yang ia pijar seperti akan jatuh.

“ Aku telah berdosa kepada Minhee.” Ujarnya.

“ Gadis yang malang.” Timbalnya lagi.

***

.

Cahaya matahari pagi memasuki ruangan melalui lubang-lubang fentilasi kamar, mengintip malu-malu kedalam kamar yang berisikan dua insan yang sedang berpelukan. Dimana terdapat sepasang kaum adam dan hawa. Bagai angin lalu suara gemercak air dan nyanyian buruk tak mereka hiraukan. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, namun keduanya belum mau memasuki alam sadar sampai seketika sebuah panggilan menyahut dari luar ruangan “ Nyonya Tuan makanan sudah siap.”

Minhee yang pertama kali terusik mencoba membukakan matanya secara perlahan dan seketika rentina matanya menangkap wajah tegas laki-laki yang tidur di sampingnya. Jangan lupakan tubuh mereka yang saling berpelukkan “ Se-sehun kau sudah pulang?”

Kini giliran Sehun yang terusik hingga sedikit membukakan matanya namun berselang beberapa detik ia kembali menutupnya dan memeluk Minhee semakin dalam “ Biarkan kita seperti untuk beberapa menit. Aku baru saja pulang pukul 7 tadi pagi dan aku benar-benar lelah sekarang.” Sehun berujar pelan dengan suaranya yang serak.

“ Maafkan aku.” Cicit Minhee pelan.

“ Tak apa aku hanya kau tetap disini.”

“ Tapi Sehun bagaimana kalau makanannya sudah dingin?”

“ Kita bisa menyuruh bibi membuatkannya ulang.” Minhee yang mendengar itu langsung memukul pelan lengan Sehun “ Selain mesum kau selalu bersikap memaksa dan berlaku seenaknya.”

Sehun tidak memperdulikan hal tersebut dan semakin menarik Minhee kedalam pelukannya “ Jangan berdebat dengan ku pagi ini girl, kau tau cukup tadi malam kau merajuk padaku.”

“ A-apa aku? Aku tidak merajuk padamu.”

“ Katakan itu pada seseorang yang menangis setelah mengigit bahuku.” Ujar Sehun kesal “ Dan kau menghancurkan sesi percintaan kita.” Tambahnya.

“ Kenapa hal itu yang selalu ada di otakmu Oh Sehun.”

“ Karena itu yang selalu terbayang oleh otakku.”

Minhee mendorong tubuh Sehun yang sedang membungkus tubuhnya dan Wajahnya sudah seperti kepiting rebus, sedangkan Sehun hanya memandang polos tanpa tersirat rasa bersalah disana “ Apa kau termasuk daftar keturunan iblis Tuan Oh?”

“ Aku rasa kau salah, tidak ada iblis setampanku.” Minhee berdecak sebal sambil memutar malas kedua bola matanya “ Percaya diri sekali.” Sehun bermaksud menyudahi perdebatan tidak penting mereka dengan kembali tidur hingga siang menyapa namun sebuah bunyi yang berasal dari perut Minhee membuat Sehun menatapnya kembali dengan bola mata yang melotot “ Seharusnya kau tidak meninggalkan sarapan pagimu.”

“ Bukankah kau menyuruh untuk tidur seharian?” protes Minhee tak terima. Sehun segera bangun dari tempat tidurnya “ Baiklah kita harus makan, setelah ini kau harus terus berada di sampingku.”

“ Kenapa aku harus terus bersamamu.”

“ Sebagai tindakkan merajuk yang kau lakukan tadi malam maka kau harus rela melakukannya.”

“ Aku tidak mau.”

“ Jika kau tidak mau maka aku akan memakanmu malam ini.”

“ Sehun!” Bentak Minhee dengan pipi yang di gembungkan. Tanpa perduli umpatnya di berikan oleh Minhee, Sehun menarik tangan gadis dan menuntutnya ke ruang meja makan milik mereka.

Tepatnya di lantai satu telah terlihat meja yang cukup besar dengan tersaji berbegai aneka makanan yang sangat nikmat. Mata bulat Minhee berbinar-binar sambil menautkan kedua jemarinya, sedangkan Sehun kembali menuntun gadis itu untuk duduk di depannya.

Tanpa pikir panjang Minhee segera menggambil beberapa potong dangin dan memakannya langsung tanpa memperdulikan apakah Sehun sudah memulai makannya. Melihat tingkah lucu Minhee membuat Sehun mengulum seyumnya “ Makan pelan-pelan.” Ujarnya sedikit tegas.

“ Ini sangat enak.”

“ Iya aku tau sekarang makan sayurnya.” Sehun tau Minhee tidak terlalu suka sayur makanya ia langsung menyodornya ke dalam piring gadis itu “ Tapi Sehun . .”

“ Aku tidak perduli kau harus makan banyak sayur bukan hanya daging.” Dengan malas-malasan gadis itu mengaitkan sayur tersebut diantara sumpitnya dan langsung memakannya tanpa protes kembali “ Kau tau aku sangat suka jika kau menurut seperti ini, entahlah aku benar-benar merasa menjadi seperti seorang suami.”

Seketika Minhee tersadar akan ucapan yang baru saja di ucapkan oleh Sehun “ Sehun aku ingin bertanya.”

“ Katakan saja.” Ujar Sehun santai kemudian mengambil segelas air dan meminumnya.

“ Apa kau punya rencana untuk menikahiku?”

Blurr. .

Sehun sedikit menyemburkan air yang berada di mulutnya dan menatap Minhee dengan bola mata yang membulat.

~ TBC ~

( Harap membaca author note )

Follow my IG : @asih_ta97 (nanti di followback kok)

Apa kabar semua saya kembali dengan sambungan cerita doc. Haha mian kurang panjang atau kurang memuaskan. Tenang aja bulan ini akan menjadi kebahagiaan para pembaca doc karena bulan ini aku akan update total.

La ~ la~ la~ #sambilnyanyi.

Satu lagi chapter 6 nya nggak ku protek lagi jadi kalian bisa baca dengan leluasa tanpa harus minta dari aku lagi tapi tunggu dulu chapter akhir bakal di password, jadi bersiap-siap oke.

Kira-kira apa yang akan di jawab Oh Sehun ya dan ada yang tau nggak ini apa yang akan terjadi di chapter selanjutnya. Puncak konfliknya ada di sana haha #ketawajahat.

Thanks atas perhatiannya bila saya ada salah mohon di maafkan.

Annyeong🙂

125 responses to “[Series] Devil Of Cruel ( Chapter 10 [B/D] : Don’t Say )Final – By Asih_TA

  1. oh ya ampun ya ampun akhirnya dilanjut juga setelah penantian panjang menanti kelanjutannya🙂
    sehun so sweet, tapi minhee makin sensitif hahaa…
    maaf baru komet ka baru tau he ‘)
    fighting

  2. oouugghh, ga sabar nunggu little Oh>< wkwkwkwkwkwk Oh Haewon apa Oh Haewin niih ntar?? akakak
    apa jawabannya Sehun???? apa??? apa??? iya in aja deh.. hahahak

  3. udh lama ga baca” diblog ini hehe .. tuh kan akhirnya sehun jatuh juga kedlm pesona minhee .. oh yaa sehun nikahin minhee aja udh jgn egois atas balas dendam hunnn

  4. nikah nikah nikaaaaahhh haha duh beneran gak rela kalo sehun harus di pisahin sama minhee aku udh sukaaa liat mereka

  5. huraaa… hayo ditanya minhee kapan kmu nikahin dia..
    jan cuma mikirin “itu” doang.. masak status minhee cuma sebatas itu?
    hahahaaa… gk sabaran deh pingin lanjut, ijin lanjut ya kak

    keepwriting^^

  6. apa-apaan chanyeol tu ya..! dsni q lbih sebel sma dy yg seenakx ninggalin kluarga n kksihx, blm lg prmintaan aborsi. ckck.. pas bgt jongin mkulin dy! >.< *KebawaEmosi* Sehun emg sudh mulai brubh y… Ah ga rela ql smpe Chan dtg n ngmbil Minhee!! titik! ok ckup mrah2nya wkwkwk😛

  7. ini rumit banget jadi chanyeol itu dulunya temenan ama kyungsoo gitu? terus jongin kynya masih ngebet banget pengen sama minhee padahal kan dia udh bagus kalo sama sehun ,nanti gimana ya kalo chanyeol mau ngambil minhee dari sehun? reaksi sehun gimana? pdhl kan minhee bukan adik kandung nya chanyeol sehun mau gimana coba? trus kakanya sehun itu gimana nasibnya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s