[ SONGFICTION ] Say Something

  • Tittle fanfic: Say Something [Song Fiction]
  • Author: Riniknik
  • Length: 3.017 word
  • Genre: YAOI , Sad , Drama , Hurt
  • Rating: G
  • Main cast & Additional Cast:  – Oh Sehun                                               – Luhan
  • Disclaimer: Maafkan saya membuat Sehun seperti ini.. Mohon ampuni saya :’) Sehun dan Luhan hanya milik mereka sendiri dan Tuhan YME saya hanya meminjam saja. RCL yaaaa wajib!! Dan please comment nya sangat dibutuhkan~ walaupun Luhan udah gak bareng EXO lagi, aku yakin mereka akan sukses dengan jalan masing masing :’)
  • Author’s note: ini FF dapet inspirasi dari sinetron “Buku Harian Nayla” .. dan oh iya reccomend banget karna ini songfiction sambil dengerin lagu A great big World ft cristina aguilera – Say Something..

05b607c5eabd92653895037698a5b46b “Sehun..”

“Kumohon hyung, ini permintaan terakhirku sebelum aku benar benar akan pergi untuk selamanya.”

“Apa maksudmu?! Lebih baik kita pulang!” Ucap Luhan hyung sambil berdiri dan melangkah mulai menjauh dari tempat kami duduk sekarang. Aku pun segera menyusul nya dan menyamakan langkahku.

“Hyung..K au tidak tahu tentang ku, jika kau tahu, kau mau menerimaku pasti karena mengasihaniku.. itu pasti..” Gumamku dalam hati.

Apa yang sebenarnya terjadi kepada sehun? Apa yang akan Luhan lakukan saat dia akhirnya mengetahui keadaan Sehun?

—————Say Something——————–

-Sehun Pov-

“Hyung~~ ayo antar aku untuk membeli bubble tea sepulang sekolah..” Rayu ku kepada Luhan hyung, orang yang ku sayang.

“Sehun, hyung sibuk, hyung ada tugas” jawab Luhan hyung.

“Hyunggggg” rayu ku dengan aegyo andalanku.

“Kenapa harus dengan hyung? Kau kan memiliki banyak teman?”

“Karna aku hanya ingin pergi bersama orang yang paling ku sayang.” Jawabku polos.

Apakah kalian menyangka jika aku dan Luhan hyung berkencan? Jika ya, kalian salah. Aku memang mencintai seorang hyung bernama Luhan, namun, entah mengapa ia selalu menolakku ketika kuajak untuk berkencan.

“Sehun, hyung mohon jangan terus seperti ini.”

“Maka dari itu, ayo kita berkencan!” ucapku yakin dan lantang.

“Baiklah. Ayo kita ke toko Bubble tea mu itu sepulang sekolah.” Mengalihkan pembicaraan. Tepat seperti dugaanku. Aku hanya dapat menarik nafas dalam dan membuangnya kasar.

“Baiklah. Aku tunggu sepulang sekolah hyung.”

Kami pun kembali ke kelas masing masing karna memang saat itu bel tanda istirahat telah selesai berbunyi.

Say Something Im Giving Up On You

I’ll Be The One If You Want Me To

Anywhere I Would’ve Followed You

Say Something Im Giving Up On You

Sepulang sekolah kami pun bertemu dan tak membuang waktu banyak kami langsung menuju ke sebuah cafe yang berada tak jauh dari sekolah kami. Aku pun langsung segera mengambil tempat dimana kami biasa duduk dan kebetulan tempat itu memang sedang kosong sedangkan Luhan hyung langsung memesan bubble tea. Tak butuh waktu lama, Luhan hyung pun segera menyusulku dan duduk di bangku yang berada di hadapanku.

“Ini bubble tea mu..”

gomawo hyung..” kami pun terdiam untuk waktu yang lama, sibuk dengan fikiran masing masing. Hingga akhirnya aku memulai percakapan. Selalu seperti ini.

“Hyung..”

“hmm?” Jawab Luhan Hyung sembari menyeruput bubble tea miliknya.

“Kenapa kau tidak pernah mau berkencan denganku?” kulihat ekspresi Luhan hyung yang memasang muka bosan.

“Sehun, bukankah kita sudah pernah bahas ini semua?”

“tapi kenapa hyung tidak pernah memberi alasan yang jelas?”

“Hyung mohon..”

“hyung.. kumohon..”

“Sehun, hyung sayang padamu dan…” belum sempat Luhan hyung menyelesaikan alasannya, aku pun segera memotongnya. Sudah di luar kepala ku semua alasan itu.

“Kau menyayangiku dan kan takut kehilanganku kan?! Itu kan alasan yang akan kau katakan lagi hyung? Selalu sama! Aku hafal itu hyung! Sangat hafal!” bentakku.

Dia… Luhan hyung, dia adalah cinta pertamaku dan mungkin akan menjadi yang terakhir. Dan jika bisa permintaan ku mungkin untuk yang terakhir kalinya nanti adalah agar aku bisa bersamanya.

 

And I Feeling So Small

It Was Over My Head

I Know Knothing At All

Lihat? Dia kini hanya diam. Aku lelah dengan sikap Luhan hyung yang selalu saja seperti ini. Sebenarnya, aku sangat ingin memberitahunya tentang semua yang sebenarnya ku alami dan bagaimana keadaanku sekarang. Tetapi aku tidak ingin jika Luhan hyung nantinya akan mengasihaniku. Aku benci dikasihani oleh siapapun itu.

Mungkin saat ini aku terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang memohon sebuah permen lolipop yang harganya tak seberapa kepada orangtuanya. Tapi inilah aku, aku memang masih dapat di katakan seorang anak kecil di usiaku yang sekarang belum genap 17 tahun ini. Aku pun masih belum mengerti apa itu arti sebenarnya cinta. Jika dalam sebuah fase pertumbuhan seorang manusia, aku hanyalah bayi. Bayi yang baru saja mulai belajar untuk merangkak dan terjatuh untuk beribu ribu kali hingga akhirnya dapat berhasil dan memulai kembali untuk belajar berjalan dan kembali terjatuh untuk beribu ribu kali hingga dapat berjalan sempurna dan lalu berlari. Namun dibalik itu semua selalu ada yang membantu. Dan jika aku tidak terjatuh dan tidak berani dalam mengambil langkah, aku tidak akan dapat berlari dan menjalani hidup yang sempurna.

And I Will Stumble And Fall

Im Still Learning To Love

Just Starting To Crawl

 

“Sehun..”

“Kumohon hyung, ini permintaan terakhirku sebelum aku benar benar akan pergi untuk selamanya.”

“Apa maksudmu?! Lebih baik kita pulang!” Ucap Luhan hyung sambil berdiri dan melangkah mulai menjauh dari tempat kami duduk sekarang. Aku pun segera menyusul nya dan menyamakan langkahku.

“Hyung.. Kau tidak tahu tentang ku, jika kau tahu, kau mau menerimaku pasti karena mengasihaniku.. itu pasti..” Gumamku dalam hati. Akupun hanya tersenyum pahit memandang sosok Luhan hyung dari belakang yang terus berjalan.

“maafkan aku hyung..” ucapku sangat pelan. Yang mungkin hanya dapat di dengar oleh ku sendiri dan bahkan semut pun mungkin tak dapat mendengarnya.

“baiklah, ini sudah sampai Sehun.” Ucap Luhan hyung yang kemudian menepuk pundakku pelan. Namun, entah kenapa akupun terjatuh, padahal tepukan Luhan hyung tadi benar benar pelan. Apakah aku mulai melemah?

“Sehun?? Kau tidak apa apa?” ucap Luhan hyung yang langsung membantuku.

“maaf hyung terlalu keras mendorongmu.” Lanjutnya .

“tidak apa apa hyung. Aku tidak apa apa.” Entah kenapa pandanganku pun mulai kabur. Tuhan kumohon jangan sekarang, jangan di depan Luhan hyung..

“Sehun kau kenapa? Kenapa kau begitu pucat? Kau sakit?” ucap Luhan hyung.

“hah? Tidak hyung aku baik baik saja. Maaf hyung aku harus segera masuk, kau cepatlah pulang ini sudah mulai gelap.” Aku pun segera melepas pegangan Luhan hyung dan segera memasuki rumah.

Luhan hyung pun hanya menatapku heran dan setelah cukup lama Luhan hyung berdiri di depan rumahku, dia pun segera mengambil langkah untuk pulang ke rumahnya.

Maafkan aku Luhan hyung. Belum saatnya.

-Sehun Pov End-

Say Something Im Giving Up On You

Im Sorry That I Couldnt Get To You

Anywhere I Would’ve Followed You

Say Something Im Giving Up On You

 

-Luhan Pov-

3 Hari setelah saat aku bertemu dengan Sehun, dia benar benar menghilang. Kemana dia? Kenapa aku merasa merindukannya? Bukankah aku seharusnya senang dia tidak mengikutiku kemanapun

lagi ? Tapi aku menyayangi dan mencintainya. Sudah lebih dari 2 bulan dia menghilang tanpa kabar apapun. Aku merasa kosong dan sepi. Setiap aku menelfon dan mengirimkannya pesan singkat, tak ada satu pun pesan atau telfon dari ku yang dia jawab. Setiap kudatangi rumahnya, selalu sepi dan kosong. Dan teman temannya pun tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Aneh, kenapa dia? Kemana dia? Apa dia sudah kesal dan sudah menyerah terhadapku? Aku menyesal selalu menolaknya. Ayolah Sehun, beri hyung kabar.

Sejujurnya, aku mencintainya, sangat mencintainya. Namun entah mengapa aku takut. Takut saat nanti aku berkencan dengannya dan aku harus kembali ke China untuk melanjutkan sekolahku di sana. Karna sebenarnya aku pindah ke Seoul ini hanya untuk beberapa tahun karna tugas ayahku yang mengharuskan kami pindah kesini. Beruntung aku dapat merasakan hidup di sini semenjak duduk di bangku kelas 2 sekolah menengah pertama dan bertemu dengan Sehun. Dan saat itu pun aku dapat merasakan cinta ku yang pertama kepada lelaki berkulit putih dan jangkung itu. Aku sangat mencintainya sungguh.

“Hei Luhan! Akhir akhir ini aku tidak melihat Sehun di sekitarmu. Kemana dia? Apa kabar tiang satu itu?” tanya Jongdae dengan suaranya yang tinggi itu dan sukses membuyarkan lamunanku.

“Jongdae! Apakah hobi mu itu selalu mengejutkanku?” kesalku padanya.

“hehe kau kan sudah tau itu Luhan. Haha.. bagaimana? Apa kabar Sehun tersayangmu itu?” ledeknya.

“entahlah, dia benar benar menghilang.”

“sudah ku bilang kan. Kau terima sajalah dia. Tapi kau terus saja menolaknya.. akhirnya kau sendiri kan yang susah saat Sehun mulai menyerah?”

“Diam kau. Aku sedang malas membahas ini. Lagi pula kau kan tahu alasannya.”

“kau ini. Sudah tanya teman temannya? Sudah telfon/ sms? Kerumahnya?”

“kau itu bertanya atau meng introgasi ku? Tanpa kau suruh pun akan ku lakukan. Tenang saja.”

“benar? Lalu?”

“iya. Tapi semua itu sia sia, aku tidak dapat kabar tentangnya sedikitpun. Hari ini aku berencana akan ke rumahnya lagi. Dan aku pun akan menyatakan perasaanku.”

“baguslah! Semangat Luhan!! Kau pasti bisa! Aku duluan ya? Aku sudah di tunggu oleh kesayanganku. hehe” pamit Jongdae sembari berlari meninggalkanku. Aku pun langsung berlari semangat untuk segera menuju rumah Sehun.

And I Will Swallow My Pride

Sesampainya di rumah Sehun, aku pun langsung bertemu dengan seseorang yang sedang berada di halaman mengurus taman kecilnya,  beliau tak lain adalah ibu dari Sehun dan memang benar kami memang sudah sangat dekat, beliau sudah seperti ibu bagiku.

Annyeong haseyo , eommonim”

“Luhan? Apa kabar nak?” sambut  beliau dengan sangat ramah padaku.

“aku baik baik saja eomonim, bagaimana dengan anda?”

“aku baik baik saja. Ada apa Luhan? Kemana saja kau? Kenapa jarang berkunjung kemari?” jawabnya tersenyum ramah. Senyum yang sangat mirip dengan Sehun.

“Luhan ada saja eommonim. Hanya saja, kau tahu kan bagaimana tugas di tingkat akhir. Hehe.. begini eommonim,  apa Sehun ada? Aku ingin bertemu dengannya.”

“Sehun? Ah.. benar kau tidak mengetahuinya.” Tiba tiba raut wajah beliau berubah drastis menjadi… sedih mungkin? Ada apa ini?

“mengetahui? Apa yang harus kuketahuin eommonim?” ucapku sedikit panik. Bagaimana tidak panik jika seseorang yang sedang kau tanya tentang orang yang kau sayang bertingkah seperti itu. Apa terjadi sesuatu pada Sehun?

“tunggu sebentar akan ku ambilkan sesuatu untukmu.” Beliau pun masuk untuk mengambil sesuatu. Tak perlu waktu lama aku menunggu, beliau kembali dengan membawa sepucuk surat bersamanya.

“sebenarnya saat kau dan sehun kembali dari sekolah saat itu, kondisi Sehun sudah sangat lemah dan seharusnya dia sedang istirahat total saat itu, namun dia memaksa untuk bersekolah layaknya kalian yang sehat. Semua orang tidak permah mengetahui kondisi Sehun yang sebenarnya. Ia benci jika nantinya akan ada orang yang mengasihaninya.” Apa ini? Apa maksudnya? Aku benar benar terkejut. Apa maksud dari semua cerita ini?

“kau pasti terkejut. Aku hanya dapat memberi tahu mu sampai disini. Itu semua permintaan terakhir Sehun. Maaf aku tidak memberitahu mu dari awal. Ini datanglah ke tempat ini dan bukalah surat ini di depan Sehun dan baca di depan Sehun. Itu permintaan dari Sehun.” Lanjut beliau.

“pe.. permintaan terakhir? Maksud eommonim? Kau bercanda kan?” ucapku yang tak dapat menahan penasaranku.

“maaf luhan, aku hanya dapat memberi informasi tadi. Itu pesan Sehun.”

Aku tak perduli lagi dengan eomma Sehun dan segera berlari, pikiranku kini hanya tertuju kepada alamat yang di berikan oleh Sehun eomma tadi.

Youre The One That I Love

 

 

Sesampainya di alamat yang tertera di kertas tadi, aku semakin takut dan khawatir. Rumah Duka? Apa ini? Apa maksud ini? Apa Sehun bekerja disini? Aku melihat seorang pria paruh baya dengan pakaian penjaga melekat di tubuhnya.

chogiyo ahjussi. Apakah benar alamat ini disini?” tanyaku sembari menunjukan kertas tadi.

“benar sekali, kau teman dari pemuda tampan ini? Sepertinya dia anak yang baik. Banyak sekali teman yang mengunjungi nya. Mereka pun terlihat cantik dan tampan seperti anda.”

“benar sekali saya temannya ahjussi, terima kasih. Apakah anda bisa menunjukan dimana Sehun berada?”

“tentu saja. Mari saya antar.” Aku pun di antar menuju ke sebuah ruangan penuh dengan lemari kaca yang di dalamnya terdapat toples toples berisi abu hasil kremasi orang orang yang sudah pergi meninggalkan dunia untuk selamanya terlebih dahulu.

“Disini.. ini abu dari tuan Oh Sehun. Saya pamit terlebih dahulu.” Izinnya dan meninggalkanku.

Apa ini? Dia menunjukkan sebuah lemari kaca dengan diisi beberapa toples abu hasi kremasi, dan diantaranya bertuliskan OH SEHUN. Aku terkejut. Jadi selama ini? Tuhan apa ini mimpi?

Aku pun meyakinkan ku dengan menampar pipiku sendiri agar terbangun dari mimpi buruk ini. Namun ternnyata itu percuma, ini bukanlah mimpi. Kupastikan lagi lemari tersebut, ternyata benar di sana tertulis “Rest In Peace OH SEHUN , April 12. 16 years old” dan terdapat sebuah foto Sehun dengan senyum andalannya. Senyum manis tanpa dosa dan terlihat sangat innocent.

And Im Saying Goodbye….

 

Lalu akupun teringat dengan surat yang diberikan Sehun eomma. Beliau mengatakan bahwa aku harus membaca surat ini di depan orang yang kusayangi dan kucintai ini. Oh Sehun..

Aku pun segera membuka surat tersebut dan membacanya.

Hyung!!~~~~~~~ anyyeong! Hehe maaf kan aku. Aku harus lebih dulu pergi. Aku harus pergi selamanya ke tempat yang kuyakini lebih baik dari pada di sisi Hyung. Aku harus pergi terlebih dahulu mendahului hyung. Hehe..

Hyung! Aku serius tau hyung tentang permintaan terakhir ku itu. Kau kira aku bercanda kan? Kau ini kenapa bodoh sekali? Kenapa aku bisa mencintai orang bodoh sepertimu hyung? Aneh kan? Dan mengapa kau tidak menyadari mengapa tingkah ku aneh akhir akhir ini? Aku membencimu hyung! Eh tidak tidak! Aku mencintaimu! Sangat mencintaimu! M E N C I N T A I M U! Sangat! Aku yakin itu! Sangat yakiiinnn! Hehehe.. ^^

Maaf ya hyung aku tidak memberitahumu tentang penyakitku ini. Ini rahasia. Aku takut hyung mau menerimaku sebagai kekasihmu karena kau kasihan padaku. Hyung tahu kan aku paling benci di kasihani.

Hmm.. mungkin saat hyung membaca surat ku ini, hyung sudah tidak bisa lagi melihat Sehun, karna Sehun sudah tidak ada lagi di sisi hyung untuk selamanya. Jadi Sehun selamat dari omelan hyung itu karna sudah menyembunyikan hal ini dan menyuruh eomma untuk tidak memberitahukan mu. Dan aku juga berpesan kepada eomma jika nanti teman teman ku datang ke pemakamanku dan pada akhirnya mengetahui semua, sehun dengan sangat memohon agar mereka tetap menjaga rahasia Sehun hingga akhir. Biar hyung yang datang ke rumah dan mendapatkan surat ini..maaf ya hyung hehe..

Kali ini sehun akan jujur. Hyung… sebenarnya Sehun menderita Ataxia dan sudah sebulan terakhir Sehun hanya bisa berbaring di kasur. Pegal sih hyung, tapi mau bagaimana lagi? Sehun sudah tidak bisa apa apa lagi sekarang.karena Ataxia ini semakin parah. Semoga hyung dapat membaca tulisan Sehun yang hancur ini. Semoga tidak terlalu hancur

 Ingat tidak hyung saat terakhir di depan rumahku ? saat hyung menepuk pundak ku pelan dan aku terjatuh? Itu bukan karena mu Hyung.. Itu karna penyakit ini. Jadi tenang saja hyung bukan salahmu kok hehe..

Oh iya penyakit ini awalnya memang hanya  menunjukkan gejala aku sering jatuh saja. Namun lama kelamaan menyerang pandangan, hingga aku tidak dapat meraih hal hal yang berada di dekatku. Dan pada akhirnya seperti ini. Menyerang seluruh syaraf tubuhku, dan membuatku berakhir di kasur seperti ini. Maaf hyung aku tidak sempat mengucapkan perpisahan terakhir kita hehe..

Hyung!! Kau tahu? Kau tidak pandai dalam ber-acting! Acting mu sangat buruk! Hahaha. Aku tahu kau juga mencintaiku. Sangat mencintaiku. Dan saat ini kau pasti mencariku karna kau akan mengatakan perasaanmu padaku kan hyung? Ketahuan kau hehe.. Maka dari itu saat kau menolakku, aku tidak pernah membencimu. Aku tahu suatu saat kau pasti akan menerimaku walau pada akhirnya kau akan terlambat. Anehny,  setiap kau menolakku, semakin pula aku mencintaimu. Hehe maafkan Sehun ya hyung? Mau kan hyung memaafkan Sehun? Pasti! Kau harus bisa memaafkan Sehun. Haha

Hyung, kuharap lain kali kau lebih jujur terhadap dirimu sendiri dan jangan sampai kau menyesal pada akhirnya hyung. Kalau kau suka ya bilang suka, jangan menyembunyikannya. Itu akan semakin menyakitimu dirimu. Dan, pada akhirnya kau akan menyesalinya saat seseorang itu sudah tidak bisa bersamamu. Entah itu karna dia sudah bersama orang lain atau pergi selamanya sepertiku..

Semoga kau bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku hyung. Kuharap kau bisa mendapatkan kehidupan yang bahagia. Sampai bertemu di kehidupan mendatang hyung.. aku yakin kita akan bertemu. Karena, aku akan selalu memintanya kepada Tuhan. Aku akan selalu mengawasimu dari sini hyung. Ingat jangan membuat ku kecewa dan membuat dirimu sendiri menyesal nantinya!

Sampai bertemu di kehidupan mendatang hyung. Semoga kitamendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sekarang di masa mendatang nanti. Sampai jumpa hyung.. Aku mencintaimu..

-OH SEHUN-

 

Aku menangis sejadinya. Mengapa semua terlambat? Mengapa aku bodoh? Aku menyesal! Sangat menyesal. Tidak dapat mendampingi orang yang kusayangi di sisa akhir hidupnya. Mengapa aku tidak menerimanya dari awal? Semua makian buruk untuk diriku sendiri kini bersarang di kepalaku.

Sehun! Kenapa kau pergi? Apa Tuhan sangat menyayangi mu hingga Beliau mengambil mu dari sisi ku? Apa aku terlalu buruk untuk mu? Jika benar tolong jaga Sehun, Tuhan. Dia sangat nakal. Kumohon jaga dia di sisi Mu. Kutitip dan ku kembalikan orang yang paling kusayangi dan kucintai setelah orang tua ku kepadaMu. Jika di beri kesempatan, kumohon pertemukan kami di masa mendatang. Kumohon..

Aku pun ber-urai air mata penuh penyesalan. Terima kasih Tuhan kau sempat memberikanku kebahagian melalui sosok yang lucu, polos dan mudah bergaul seperti Oh Sehun..

Bersenang senang lah kau disana Sehun. Hyung berjanji akan menjalani hidup seperti apa yang kau minta. Selain itu hyung mohon kau bantu hyung untuk menjalani hidup dan tolong jaga hyung dari atas sana. Terima kasih Sehun, kau sudah menjadi bagian dalam hidup hyung walau hanya sesaat. Suatu saat, entah kapan, kita pasti akan di pertemukan kembali entah bagaimana caranya. Pasti. Aku yakin akan hal itu.

Say Something Im Giving Up On You

And Im Sorry That I Couldnt Get To You

And Anywhere I Would Have Followed You

Say Something Im Giving Up On You

Say Something Im Giving Up On You

Say Something…..

 

-THE END-

Selesaaaiiiiiiiii maafkan aku yang telah menyiksa sehun.. buat yang gak tau ATAXIA itu apa.. oke author jelasin. ATAXIA atau nama lainnya itu adalah SPINOCEREBELLAR  DEGENERATION itu adalah sebuah penyakit yang menyerang otak kecil dan tulang belakang yang menyebabkan gangguan pada syaraf motorik ( ituloh syaraf” yang mengendalikan gerak tubuh kita menurut perintah otak kita.) penderita akan kehilangan kendali akan syaraf” motoriknya secara bertahap dan semakin lama kondisi fisiknya akan semakin parah. Dimulai dari penderita merasa lunglai(lemas) saat berjalan, lalu sering terjatuh, tidak bisa mengambil barang dalam jarak dekat, penderita ingin bergerak, berbicara, tetapi tidak bisa melakukannya. Tetapi penderita penyakit ini tidak kehilangan kecerdasannya dan dapat mengerti keadaannya ini. Penyakit ini tidak disebabkan oleh virus, tetapi penyakit ini dapat menyerang siapapun tidak pandang bulu. Maka penyakit ini benar benar sangat berbahaya.penyakit ATAXIA ini sendiri sanga langka. Sampai saat ini belum ada 1 pasien yang menderita ATAXIA ini dinyatakan sembuh, penyakit ini tidak bisa di sembuhkan dan belum ada obatnya.

Kalau kalian masih penasaran gimana penyakit itu nyerang, kalian bisa cari 1 film atau drama indonesia (author lupa itu sinetron atau film) “Buku Harian Nayla”. Memang itu film rohani bagi pemeluk agam Kristen. Tapi author bukan kristen masih nonton kok hehe. soalnya banyak sisi kemanusiaanya juga kok. Yang main itu Chelsea Olivia sama Glen Allinskie. Kalo gak salah drama, tapi itu gak sampe ep 20 kalo gak salah. Author terinspirasi dari situ.. hehe..

Oke maaf kebanyakan cerita.. jadi langsung COMMENT ya.. jangan jadi SIDER nanti di marahin Sehun haha.. makasih udah sempet bacaaaaa~~

6 responses to “[ SONGFICTION ] Say Something

  1. Perpisahan karena kematian emang yg paling tragis, aku bukan HunHan stand jadi gak terlalu gimana feelnya (tapi tetep aja sedih)
    But over all, ini ff yg bagus.
    Suratnya gak kepanjangan tuh authornim? Aku ngebayangin Sehun yg nulisnya udah sulit dan harus nulis surat sepanjang itu. Kayaknya bisa sampe 5 lembar deh *abaikan*

    Aku pemeluk agama Kristen dan suka banget sama sinetron Buku Harian Nayla, bener2 menginspirasi 😊

    • suratnya panjang banget yak? mungkin dia ditulisin kali ya? apa nulisnya lamaaaa banget.. ayo jangan jangan dia nulis nya pas dia masih seger(?) nakal sih sehun(?) hehe

      kalo aku sih lebih suka yg versi jepang nya udah nonton belom? gak beda jauh sih tp sama serunya lok haha ‘-‘)v

      makasih ya udah bacaaa🙂

  2. Rest in peace,Sehun. Bias abal-abal kuh. *DicekikFansSehun* wkk bwt luhan syukurin loh… *OMG* nagis aj sna Lu, kamu trll polos brpkir takut akn prpisahan. Tu kan, u mlah hrs nerima kenyataan bhwa Sehun pergi dluan sblm wktumu tiba- Yah bner, q jg prnh nnton drama BHN it thor, mkax ga asing dg istilah Ataxia hehe.. Ntung aj diksih pnjlsn ap it ataxia, pdhl diawl2 mikir keras bwt ingt pxkit apa it, hihi, yg diingt mlh pasien Dissosiative Identity Disorder n Analgesia, Amnesia dan Anemia jg Thor *hahah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s