Dark Love | Lucky One | ~ohnajla

ohnajla || romance, drama, marriagelife, family || Teen (17 y.o) || Chaptered ||

Oh Sehun (EXO) || Tzuyu (Twice) || Kim Sowon (Gfriend)

#1 Lucky One

.

Hubungan yang dirajut oleh Sehun dan Tzuyu sudah berlangsung hampir setahun. Diawali di pertemuan yang tidak sengaja, di mana saat itu Sehun tengah menggantikan kawannya sebagai DJ sebuah bar. Bar tersebut milik ibu Tzuyu. Waktu itu Tzuyu datang ke sana untuk mencari ibunya dan tak sengaja melihat Sehun yang sedang berdiri di belakang peralatan DJ menggunakan headphone yang bertengger di lehernya.

Tzuyu terpesona pada Sehun saat itu. Dia tidak ikut menari seperti yang lain, tapi malah mendekati Sehun. Hari itu dia sukses melupakan misi utamanya untuk bertemu sang ibu karena Sehun.

Tzuyu sudah berdiri di samping Sehun, namun Sehun masih fokus terhadap pekerjaannya. Pria itu baru sadar setelah Tzuyu menepuk pundaknya. Sehun terkejut mendapati gadis secantik Tzuyu di sampingnya. Sejak kapan dia di sini?

“Aku menyukaimu! Bolehkah aku tahu siapa namamu?!” pekik gadis itu, berusaha memerangi suara musik agar Sehun bisa mendengarnya.

Pertanyaan tersebut malah membuat Sehun geli sendiri. Entah Tzuyu sadar atau tidak, pertanyaan tadi terdengar seperti seorang gadis agresif yang menyatakan cinta pada orang yang belum pernah dikenalnya. Sehun menyeringai, lalu mengulurkan tangan.

“Tentu saja. Aku tidak menolak pernyataan cinta dari seorang gadis cantik.”

Jawaban Sehun membuat pipi Tzuyu merona. Gadis yang baru menginjak usia 17 tahun itu langsung menyambut uluran tangan Sehun. “Namaku Tzuyu, putri dari pemilik bar ini.”

“Tzuyu? Ah … kau dari China? Aku Oh Sehun.”

Tzuyu mengangguk penuh semangat. “Hm, aku dari China.”

Jabat tangan mereka berakhir. Sehun kembali menghadap peralatan DJ untuk me-remix musik lain. “Kau tidak ikut menari?”

Tzuyu memosisikan dirinya untuk lebih dekat dengan Sehun. “Aku tidak suka.”

“Tidak suka dengan musikku maksudnya?” goda Sehun.

Gadis belia itu cepat-cepat menggeleng. “Bukan itu. Maksudku aku tidak suka menari di sini. Ada banyak orang yang tidak kukenal.”

“Tapi kau bisa ‘kan? Bagaimana kalau menari denganku di sini? Kau sudah mengenalku.”

Tzuyu tidak kuasa menolak permintaan Sehun. Tanpa diminta dua kali ia pun ikut menari seperti yang lain, namun berada di dekat Sehun. Sehun bergumam takjub melihat bagaimana gadis itu menari mengikuti irama musik. Dalam hati ia merasa beruntung bisa mendapat pernyataan cinta dari gadis seperti Tzuyu.

Hari esoknya mereka benar-benar berada di dalam suatu hubungan. Tzuyu bukanlah gadis belia polos yang tidak tahu bagaimana caranya menjalin hubungan. Hubungan ini memang yang pertama untuknya, tapi dari sikapnya pada Sehun tidak begitu. Gadis ini malah tidak segan datang ke apartemen Sehun. Malah ibunya memperbolehkan dia bermalam di apartemen Sehun kapan pun ia mau.

Dan Sehun tidak keberatan dengan semua itu. Pria yang semasa SMA-nya sering dijuluki Prince Player ini malah berterimakasih pada ibu Tzuyu karena telah memberikan kebebasan untuk hubungan mereka. Lagipula Sehun sudah berusia 23, sudah terbilang cukup dewasa melakukan hubungan ini.

“Aku kagum dengan cara menarimu waktu itu. Kau benar-benar berbakat,” ucap Sehun yang diakhiri dengan kecupan manis di leher jenjang Tzuyu. Mereka sedang duduk-duduk di sofa depan LCD TV. Tzuyu bersandar di dadanya sambil memeluk pinggangnya manja, sementara ia sendiri merangkul leher gadis itu.

“Itu pertama kalinya untukku.”

“Aku tidak percaya,” balas Sehun sambil tertawa. “Kau seperti sudah sering melakukannya.”

“Kalau bukan karenamu aku tidak akan melakukannya.”

“Oh ya? Jadi itu karenaku? Ah … aku tersanjung.”

Tzuyu tersenyum. Memandang wajah Sehun dari bawah. “Oppa….”

“Hm?”

“Kapan kau akan menciumku?”

Sehun terkejut. Mencium? Ya ampun, agresif sekali gadis ini. Baru juga dua hari mereka berkencan. Bukankah biasanya sepasang kekasih akan berciuman saat usia pacaran mereka sebulan lebih? Apa Tzuyu tidak mengenal kata waktu?

“Kau benar-benar tidak sabaran,” jawab Sehun sambil terkekeh.

“Apa aku salah memintanya lebih awal?”

Pria itu menggeleng. “Tentu saja tidak. Kalau kau ingin memintanya sekarang, akan kuturuti. Kemarilah.”

Dan begitulah perjalanan hubungan mereka. Sehun dapat merasakan kehidupan masa mudanya lagi berkat Tzuyu. Sampai satu tahun ke depan Sehun belum mau mengenalkan Tzuyu pada kedua orangtuanya. Tapi di hari itu, Sehun sengaja mengajak Tzuyu datang ke kampung halamannya karena orangtua Sehun meminta Sehun untuk datang.

Tapi bukan hal menyenangkan yang Sehun dapat. Melainkan keputusan sepihak dari orangtuanya untuk menjodohkan Sehun dengan gadis pilihan mereka. Dan orang itu, bukanlah gadis yang diharapkan Sehun.

“Kenapa harus Sowon? Apa tidak ada gadis lain di pikiraneomma dan abeoji?”

Sehun menatap kedua orangtuanya bergantian. Ketiganya memilih berbicara di loteng, agar tidak terdengar oleh Tzuyu dan Sowon. Sehun benar-benar tidak menyangka mereka akan menikahkannya dengan Kim Sowon segera.

“Sowon itu gadis baik. Daripada dengan gadis yang kau bawa itu, abeoji lebih setuju kalau kau dengan Sowon.”

“Tapi kenapa harus Sowon? Apa abeoji lupa kalau dulu hubunganku dengannya sangat buruk?”

Sehun eomma yang sejak tadi hanya duduk mendengarkan di sofa, akhirnya angkat bicara. “Itu dulu. Sekarang kalian sudah sama-sama dewasa dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Lagipula Sowon sudah setuju dengan pernikahan ini.”

Sehun mengacak rambutnya frustasi. Dia benci dengan kelemahannya yang tidak bisa menolak permintaan kedua orangtua. Karena sejak usianya menginjak 20 dia sudah berjanji untuk menuruti semua keinginan mereka. Tapi kenapa dari semua permintaan harus ini yang dia terima?

“Aku datang ke sini untuk mengenalkan Tzuyu pada kalian. Apa kalian tidak bisa melihat Tzuyu dulu? Dia bahkan lebih cantik dan muda dari Sowon.”

“Apa kau pikir dengan punya istri cantik itu hidupmu akan mudah?” seru Sehun eomma tiba-tiba.

“Tentu saja. Memiliki istri cantik adalah dambaan setiap orang,” balas Sehun dengan entengnya. Tuan dan Nyonya Oh menghela napas.

“Sowon itu setahun lebih muda darimu, kau menyebutnya tidak muda lagi hanya karena usia gadis China itu.” Kali ini Tuan Oh menyahut.

Eomma … Abeoji … aku akan turuti keinginan kalian, asalkan tidak dengan Sowon. Kalian bebas menikahkanku dengan siapa saja asal bukan gadis garang itu. Seperti anak-anak dari rekan kerja ayah, si Nayeon, Jihyo, Sana, atau minimal Yerin, itu tidak masalah untukku. Tapi Sowon?”

Abeoji tidak mau mempermalukan nama baik EL Companyhanya gara-gara menikahkanmu dengan mereka. Sekarang kau boleh memilih, menikah dengan Sowon atau berhenti jadi bagian keluarga ini.”

Tuan Oh langsung menggaet tangan istrinya untuk turun dari tempat itu. Tidak peduli Sehun terus memanggilnya, dia hanya ingin Sehun berpikir sedikit lebih dewasa untuk masalah ini.

“Kau hanya main-main dengan ucapanmu ‘kan?” cemas istrinya. Tuan Oh tetap bungkam hingga mereka sampai di hadapan kedua gadis berbeda usia yang entah sedang membicarakan apa di sana. Yang pasti kedua gadis itu langsung diam saat mereka datang.

“Malam ini kalian boleh menginap di sini. Kau, gadis yang datang dengan Sehun, kau bisa berbagi tempat dengan Sowon. Sudah tidak ada ruangan lagi untuk tamu.”

Tzuyu hanya mengangguk. Nada bicara Tuan Oh yang dingin membuat nyalinya ciut. Tidak menyangka kalau kepala keluarga Oh itu sangat berbeda dengan kepribadian Sehun yang cenderung ramah.

Sehun datang tak lama kemudian dengan wajah masam. Dia tidak mengatakan apa pun. Hanya melirik Tzuyu sekilas, lalu makan dengan kecepatan setingkat di bawah biasanya.

***

Malamnya, Tzuyu dengan berani menyelinap ke dalam kamar Sehun. Orangtua Sehun dan Sowon sudah tidur, karena waktu telah menunjukkan tengah malam lebih. Tzuyu yang tidak bisa tidur diam-diam masuk ke kamar Sehun setelah mendapat pesan singkat dari pria itu. Benar saja, Sehun juga belum tidur.

Sehun mengunci pintu setelah Tzuyu berada di ruangannya.

“Semua orang sudah tidur ‘kan?”

Tzuyu mengangguk. “Sowon juga sudah tidur.”

Sehun menghampiri Tzuyu yang kini duduk di atas ranjangnya, dan mengambil tempat duduk di hadapan gadis itu. “Dia mengatakan sesuatu padamu?”

“Eum. Dia mengatakan sesuatu.”

“Apa itu?” Sehun bergerak mendekat, agar bisa mendengar suara Tzuyu lebih jelas. Untuk kali ini Sehun tidak tergoda dengan pesona muda dari gadis itu, dia lebih tertarik dengan apa yang Sowon katakan pada kekasihnya ini.

“Kau kekasihnya Sehun?” tanya Sowon tiba-tiba, sepeninggal Sehun dan orangtuanya. Gadis itu memperhatikan Tzuyu dengan wajah dinginnya.

“Ya. Namaku Tzuyu,” jawab Tzuyu dengan senyum canggung.

“Oh, kau dari China? Pantas saja Sehun menyukaimu.”

Tzuyu mengernyit. “Maksudnya?”

Sowon menggeleng. “Lupakan. Sudah berapa lama kau dengannya?”

“Eung … setahun?”

Tzuyu bisa melihat ekspresi terkejut Sowon. Tapi itu tidak bertahan lama, ekspresi dinginnya kembali lagi.

“Oh … lumayan juga. Ternyata pria sepertinya bisa mempertahankan hubungan selama itu.”

“Apa maksudnya? Apa eonni pernah menjadi kekasihnya?”

Sowon menyeringai penuh makna sarkastis. Tzuyu cukup ngeri dengan itu.

“Bodoh sekali gadis yang mau menjadi kekasihnya. Kau harus sedikit bersyukur. Kalau kau tidak secantik ini, tidak memiliki badan sebagus ini, Sehun tidak akan berlama-lama bersamamu. Akan kuberitahu, kau ini adalah gadis nomor 100 yang masuk dalam jebakannya.”

Tepat saat Tzuyu akan membalas ucapan Sowon, Tuan dan Nyonya Oh datang. Tzuyu terpaksa menelan keinginannya untuk memaki gadis tersebut. Tak habis pikir, bagaimana bisa Sowon tahu sejauh itu tentang Sehun. Apalagi kata-kata Sowon barusan sangat meyakinkan. Tzuyu baru menyadari kalau dia belum sepenuhnya memahami tentang Sehun.

Sehun mengatupkan rahangnya menahan geram. Kim Sowon, tidak bisakah dia tidak menceritakan semua itu di hadapan Tzuyu? Hah, berubah apanya, Kim Sowon tetaplah gadis berjiwa monster yang sangat membahayakan nyawa siapa pun di dekatnya.

“Mendengarnya bicara begitu, aku baru sadar kalau aku belum mengenalmu lebih jauh, Oppa. Apa benar kau sudah pernah berkencan sebelumnya?”

Netra Sehun bergerak memandangi gadis di hadapannya. Dalam hati, ia sangat menyayangkan pilihan orangtuanya. Lihatlah, Tzuyu memiliki fisik sesempurna bidadari, suaranya lembut menggoda hati, dan tidak ada kesalahan sedikitpun dalam diri gadis itu. Coba bandingkan dengan Sowon. Perbedaan mereka layaknya langit dengan bumi. Dan Sehun sangat benci sikap Sowon di masa lalu.

“Apa itu penting sekarang? Aku sudah melupakan masa lalu. Mau kau gadis keberapa, bukankah sudah sangat jelas kalau aku mencintaimu? Kita hanya perlu meyakinkan orangtuaku.”

Tzuyu menggeleng. “Aku tidak bisa.”

“Tidak, kita pasti bisa,” balas Sehun cepat.

Tzuyu menatap Sehun dengan sendu. Tatapan itu bisa membuat siapa saja ingin memeluknya, termasuk Sehun sekarang. Tapi Sehun tidak melakukannya, dia ingin mendengar dulu apa yang ingin Tzuyu katakan.

“Kita sudah hampir satu tahun, tapi aku belum mengenalmu sebaik dia mengenalmu. Meski kita sudah pernah melakukan ‘ini’ ‘itu’ tapi, menurutku itu belum cukup. Seperti kata orangtuamu, Sowon memang lebih baik dariku dalam hal ini.”

Apa yang ada di pikiran Tzuyu kali ini adalah hal yang sangat tidak diinginkan Sehun. Tidak, Sehun tidak ingin mendengar itu. Harusnya Tzuyu bisa menyadari sendiri, kalau kali ini Sehun tidak main-main. Intinya, Sehun tidak ingin melepas Tzuyu demi gadis monster bernama Kim Sowon itu.

Dia menjatuhkan kepalanya di bahu gadis itu, kemudian memeluk pinggangnya. Tzuyu sedikit memberontak, tapi Sehun tidak melepaskannya sedikit pun.

“Kumohon … jangan tinggalkan aku….”

Tzuyu masih berusaha menjauhkan Sehun dari tubuhnya. Namun yang terjadi justru mereka sama-sama terjatuh dalam keadaan berbaring. Tzuyu tidak tahu apa yang sedang dilakukan Sehun, tapi pria itu hanya diam untuk beberapa detik sebelum kemudian mencium bibirnya lembut.

“Kalau begitu biarkan aku begini sebentar saja, lima menit. Setelah itu kau boleh kembali ke ruanganmu.”

Dan Tzuyu pun membiarkannya.

***

Paginya, Sehun tidak mendapati batang hidung Tzuyu di mana pun. Barang-barangnya juga tidak ada, sepatunya juga begitu. Sehun yakin, Tzuyu pasti sudah pergi pagi-pagi sekali.

Saat akan pergi ke dapur, dia berpapasan dengan Sowon. Kedua-duanya sama-sama berhenti di tempat, memandang satu sama lain dengan jenis tatapan yang sama ‘mengintimidasi’.

“Bagaimana caramu merayu orangtuaku untuk menikah denganku, huh?” tanya Sehun to the point. Dia sudah tidak sabar melontarkan pertanyaan itu pada Sowon. Karena sangat mustahil kalau orangtuanya langsung memutuskan begitu saja.

Sowon melipat kedua tangannya di atas perut. Ia menatap Sehun dengan tatapan angkuh khasnya. “Kenapa aku harus merayu mereka? Hah, kau ini benar-benar menjadi pria narsis sejak para gadis menyatakan cinta padamu. Aku ini, berbeda dengan gadis-gadis itu, Oh Sehun.”

Sehun mengatupkan rahangnya geram. “Orangtuaku tidak mungkin memintamu menikah denganku. Sudah pasti kau yang merayu mereka.”

“Hah, percaya diri sekali. Justru ini karena orangtuamu. Kalau mereka tidak memaksa, mana mau aku denganmu.”

Sehun ingin sekali memukul wajah angkuh gadis itu. Tapi ia sadar, kalau memukul perempuan justru menjatuhkan harga dirinya sendiri. Ia pun hanya bisa menggeram sambil berusaha meredakan amarahnya.

“Lalu kenapa kau menerima permintaan mereka? Kau sendiri tidak suka padaku ‘kan? Atau … kau malah suka padaku jadi kau terima keinginan mereka?”

Sowon tidak marah atau sejenisnya. Gadis itu masih dengan aksen angkuhnya, tersenyum tipis merendahkan. “Kurasa dengan menikah denganmu, aku akan memiliki banyak kesempatan untuk membunuhmu diam-diam.”

Pria itu bergidik ngeri. Bukankah dia sudah bilang kalau Sowon itu gadis berjiwa monster? Ya ini, maksud dari kata-katanya itu. Sowon itu gadis berdarah dingin.

“Kau sudah sangat gila.”

Sowon tersenyum lalu berjalan melewati Sehun. “Kekasih tersayangmu sudah check out pagi tadi. Syukurlah kalau dia memilih putus denganmu.”

Sehun menoleh, terkejut. “Kau yang memaksanya untuk meninggalkanku ‘kan?!”

Pertanyaan itu hanya dijawab dengan gendikkan bahu. Sowon dengan santainya melenggang menuju pintu depan, berniat mencari udara segar di luar. Menyisakan Sehun yang cemas memikirkan nasibnya sendiri.

Aku tidak mau menikah dengan monster!

 

.

.

TBC

30 responses to “Dark Love | Lucky One | ~ohnajla

  1. Masa lalu sehun sama sowon knapa ya???smpe2 mrk gak akur gitu….n di sini sehun yg tkut sama sowon….apa mmg sehun tulus sama tzuyu????

  2. series ini #lucky one kan?
    tp knp ceritanya nyesek gini…..jangan sampai sehun putus sama tzuyu

  3. Jadi ceritanya Sehun itu dulu playboy. Terus sempet punya masalah sama Sowon. Sehun beneran tulus nggak sih sama Tzuyu?? Tapi kasihan juga sama Tzuyu, dia kayaknya jadi pihak yang tersakiti karena nggak tau apapu. Cuman aku juga agak kesel sih sama Sowon, dia itu sampe ngomong gitu sama Tzuyu, udahlah, masa lalu yaa berlalu aja -_- . Aku tunggu kelanjutannya, yaa😀

  4. Sowon pasti manis2 di dpn ortu Sehun, tapi kok bisa sampe punyankepribadian kayak gitu?
    Tzuyu kok ngilang? Duuuh….
    Penasaran kelanjutannya nih authornim

  5. Pingback: Dark Love | Monster | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Emang sowon jahatt bgt ya?? Sampek sehun gg mau mau bgt nikah sama sowon??? Monsternya kayak gmn? Psikopatkah??? Ahhh aku penasarannn 🙏🙏🙏🙏

  7. Apa dulunya mereka dulu sahabat dan memiliki cinta tak terbalas sehingga mereka musuhan ?? Ah penasaran hubungan sowon dan sehun di masa lalu ??
    Aku jadi dukung pasangan sowon×sehun haha🙂

  8. Oh malang sekali jadi Sehun. Aku salpok sama judulnya. Kukira diawal udah bener-bener Dark banget gitu. Ternyata ga terlalu.
    Tapi aku mikir Sowon jahat bener sama Tzuyu ish

  9. Pingback: Dark Love | Artificial Love(r) | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Jadi ini maincast ceweknya tzuyu apa sowon ya ka? Yg di covernya sowon kan?
    Waaa penasaran ah, ceritanya perjodohan nih. Gatau kenapa suka aja baca ff ff perjodohan gini hihii

  11. Pingback: Dark Love | Stronger | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Pingback: Dark Love | They Never Know | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. Pingback: Dark Love | Heaven | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. Pingback: Dark Love | One & Only | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  15. cinta segitiga antara yang saling suka sama yang saling di paksakan kah ? ato ini hanya jebakan (?)

  16. Pingback: Dark Love | White Noise | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  17. Pingback: Dark Love | Cloud 9 | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  18. belum terlalu paham soalnya baru awal dan belum tahu masa lalu mereka. jadi, belum bisa nentuin mihak sama siapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s