Dark Love | Monster | ~ohnajla

ohnajla || romance, drama, marriagelife, family || Teen (17 y.o) || Chaptered ||

Oh Sehun (EXO) || Tzuyu (Twice) || Kim Sowon (Gfriend)

#1 Lucky One

#2 Monster

.

Hari pernikahan Sehun dan Sowon akhirnya berlangsung. Hari yang harusnya menjadi sangat dinanti-nanti justru menjadi hari yang sangat ingin Sehun hindari. Malah Sehun berharap kalau hari ini bertepatan dengan hari kiamat saja, jadi dia bisa mati dengan tenang tanpa harus punya riwayat ‘menikah dengan Kim Sowon’.

Seorang pria yang selama ini Sehun yakini sebagai ayah angkat Sowon, datang sebagai wali dari Kim Sowon. Pria itu menggandeng Sowon saat menyusuri karpet ke altar. Menghampiri Sehun yang sudah berdiri di hadapan pendeta.

Biasanya si mempelai pria akan terkagum-kagum dengan gaun yang dikenakan mempelai wanita, namun Sehun justru sebaliknya. Sangat disayangkan kalau gaun putih terusan dengan bordir berat itu harus dipakai oleh seorang monster. Bukankah gaun itu akan lebih cantik kalau dipakai Tzuyu? Ah … tiba-tiba Sehun memikirkan kabar gadis itu.

Sesampai Sowon di sampingnya, pendeta pun mulai mengucapkan sumpah-sumpah untuk diulangi oleh keduanya. Sowon mengulangi ucapan pendeta dengan lancar, tapi Sehun sedikit gagap. Lalu mereka saling memasangkan cincin. Dari jauh mereka memang sangat romantis, tapi siapa tahu kalau ternyata Sowon sempat memaksakan cincin kekecilan ke ibu jari Sehun dan Sehun yang sengaja memosisikan berlian cincin Sowon terapit di antara jari manis dan jari tengah.

Dan sampailah mereka pada scene terakhir yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang.

“Jangan harap aku jatuh hati padamu meski aku menciummu,” bisik Sehun saat ia menyejajarkan wajahnya dan mendekat pada Sowon.

“Aku akan membunuhmu nanti kalau kau melukai bibirku,” balas Sowon tenang. Sehun mendecih.

“Kalau bukan karena terpaksa aku tidak akan mau berciuman dengan monster.”

Sowon memejam, diikuti oleh Sehun. Suasana di ruang itu terdengar heboh. Entahlah apa yang mereka soraki. Kedua mempelai saling menempelkan bibir mereka, selain hal itu tidak ada lagi yang dilakukan. 30 detik berlalu, keduanya segera menjauhkan wajah.

Sowon sedikit tercengang melihat rona kemerahan di wajah Sehun. Kenapa pria itu tersipu seperti gadis muda yang baru mendapat senyum dari pujaan hatinya? Hah, ternyata dia lupa sesuatu kalau Sehun memang mudah terbawa perasaan saat bersama seorang gadis.

***

Makan malam bersama di ruang makan kediaman Oh, Sehun merasakan ada sesuatu yang aneh pada diri Sowon. Dia tidak tahu sejak kapan Sowon bisa begitu ramah dan feminin pada orangtuanya. Bisa dikatakan sikap seperti itu bukanlah Sowon style. Tapi kalau kepadanya, sikap itu benar-benar tidak pernah ada. Meski dihadapan orangtuanya, Sowon tetap garang seperti biasa. Anehnya Tuan dan Nyonya Oh tidak mempermasalahkan hal itu. Malah pasutri yang menikah 30 tahun lebih awal dari mereka itu terhibur dengan tingkah judes Sowon pada Sehun.

“Malam ini kalian di sini dulu. Besok baru pergi ke Seoul. Sebagai pengantin baru, kalian tentu ingin melakukan honey moon ‘kan?” ujar nyonya Oh yang seketika membuat Sehun terbelalak.

“Aku tidak berencana me-”

“Besok rencananya kami akan honey moon di Jeju,” sahut Sowon tiba-tiba. Tidak peduli bagaimana tanggapan Sehun, Sowon tersenyum begitu meyakinkan pada Tuan dan Nyonya Oh.

“Kami? Kapan kita merencanakannya?”

Sowon menoleh, menepuk-nepuk pipi Sehun dengan tangan kanannya. “Barusan.”

Gadis itu sudah gila, pikir Sehun seketika. Mimpi apa dia semalam sampai-sampai menikah dengan gadis segila ini? Sehun itu masih normal, punya banyak pesona yang bisa menarik siapa pun ke dalam pelukannya –terkecuali pria- dan potensi memiliki istri baik hati nan penurut masih tinggi. Tapi kenapa … kenapa … kenapa dia harus menerima pernikahan ini?!!

“Apa kalian sudah membooking tiket pesawat?”

Sowon kembali memokuskan pandangannya pada sang mertua. Kembali memamerkan senyum malaikatnya. “Tentu saja, Eommeonim. Aku punya seorang teman yang bekerja di jasa pemesanan tiket pesawat. Dia yang menawariku tiket ke Jeju lebih dulu. Jadi, mau tak mau aku menerimanya, lagipula saat itu aku memikirkan Sehun. Jadi kupikir akan menyenangkan kalau kami honey moon di Jeju.”

Nyonya Oh memberi dua jempol pada Sowon, lalu Tuan Oh mengangguk setuju. Sementara Sehun, hanya bisa pasrah dengan ucapan-ucapan aneh yang keluar dari bibir Sowon. Memangnya ada orang yang mau berteman dengan monster sepertimu?

Makan malam yang penuh kehangatan itu akhirnya berakhir. Sowon mencalonkan dirinya sendiri untuk mencuci piring bekas makan semua orang. Sehun malah berniat untuk segera masuk ke kamar dan tidur. Akan tetapi Tuan dan Nyonya Oh menegurnya, dan memaksa untuk membantu Sowon mencuci peralatan makan. Awalnya Sehun menolak, dan beralasan sudah mengantuk. Tapi Nyonya Oh memang dari sananya sudah keras kepala, setelah diancam beberapa kali, Sehun akhirnya mau menurut.

Sowon menyeringai ketika mendapati Sehun sudah berdiri di sebelahnya dengan tampang cemberut. Ia membilas piring berbusa di tangannya dengan air yang mengalir dari kran, kemudian piring basah itu ia serahkan pada Sehun.

Sehun mengernyit. “Kenapa kau berikan padaku?”

“Lalu kau mau apa di sini? Jadi patung hiasan?” tanya Sowon balik. Hal itu sukses membuat Sehun geram, hingga ia pun terpaksa meraih piring itu dan mengeringkannya dengan kain.

Seringaian kembali terlihat di wajah cantik Sowon.

Sehun melakukan hal itu sambil bersungut-sungut. Sesekali dia bergumam, gumaman yang tidak jelas tapi sangat lucu di telinga Sowon. Terkadang Sowon mengomel kalau Sehun tidak melakukan tugas dengan benar, dan karena itu pula Sehun makin terlihat seperti anak kecil yang dipaksa ibunya membantu pekerjaan rumah tangga, bibirnya mengerucut.

“Argh! Kulitku layu!” pekik Sehun yang reflek membuat Sowon menoleh. Pria itu meremas-remas tangannya sendiri yang bagian kulit jarinya mengeriput, efek dari memegang piring yang basah terus-menerus. Bukan malah prihatin, Sowon malah tertawa sarkastis. Dia melempari wajah Sehun dengan kain yang tadi dipakai untuk mengeringkan piring basah sebelum melenggang pergi.

“Sialan!”

.

Hari Sehun bersama monster tidak berhenti sampai di situ.

Sebelum tidur Sehun memutuskan untuk berendam sejenak di bathtub. Namanya juga berendam, itu berarti dia tidak memakai sehelai baju pun. Sialnya, Sehun lupa mengunci pintu kamar mandi. Karena dia tidak ingat kalau di rumah itu ada ‘anggota baru’ yang datang. Untuk itu Sehun tidak peduli apakah dia sudah mengunci pintu kamar mandi atau belum.

Bertepatan dengan itu, Sowon harus menjalankan rutinitasnya sebelum tidur, yaitu membersihkan make up, menyikat gigi dan mencuci kaki. Ia tidak peduli Sehun ada di mana sekarang. Melihat kamar mandi yang tenang-tenang saja, Sowon dengan enteng langsung masuk ke dalamnya.

Sehun yang mendengar suara pintu dibuka dan ditutup reflek menoleh.

DEG!

Yaa!!

Buru-buru pria itu menarik tirai pemisah kamar mandi. Menutup bagian atas badannya dan hanya menyisakan kepalanya yang menyembul.

Sowon hanya diam di tempat, dengan ekspresi angkuh yang begitu menyebalkan bagi Sehun.

“K-kau! Kenapa di sini?!”

Sowon dengan santai berjalan mendekati wastafel. Sialnya, lokasi wastafel ada tepat di samping bathtub yang digunakan Sehun. Tapi masih beruntung dipisah dengan tirai. Jadi Sehun hanya perlu menutup dirinya.

Gadis itu mengikat rambutnya terlebih dulu dengan model ponytail. Lalu menyalakan kran, membasuh wajah, menyabuni wajah dengan facial wash kemudian membilasnya. Dilanjutkan dengan menggosok gigi.

Sehun memperhatikan semua detail kegiatan itu dengan mulut menganga.

Sowon yang sadar dengan perhatian, langsung menoleh.

Mereka saling menatap.

Sehun buru-buru menggeleng. “Yaa, bisakah kau lebih cepat sedikit? Airnya sudah mulai dingin.”

Hanya tatapan datar saja yang diterima Sehun. Membuat Sehun makin kesal.

“Hei! Kau ini dengar tidak sih?!”

Sowon memasukkan setangkup air ke dalam mulutnya, berkumur sebentar, dan menyemburkannya ke cekungan wastafel. Ia membersihkan sekitar bibirnya yang masih menyisakan busa bekas pasta gigi dengan air.

Lalu tiba-tiba dia menoleh. Sedikit menyentak Sehun.

“Memangnya ini kamar mandimu?” Setelah bicara begitu Sowon langsung hengkang begitu saja.

Sehun mengernyit. Aneh dengan tingkah Sowon yang tidak jauh beda dengan robot. Sudah tidak punya emosi, mengesalkan lagi kata-katanya. Hah, ya sudahlah. Yang penting gadis itu sudah pergi dan sekarang Sehun bisa menyelamatkan kulitnya dari efek keriput.

.

Begitu masuk ke kamar, dia terheran-heran melihat lampu kamarnya padam. Apa sedang ada pemadaman bergilir? Kalau pun iya, kenapa hanya kamarnya saja yang gelap? Atau lampu di kamarnya sedang rusak? Ah, kalau pun lampu utama rusak, lampu tidur pasti akan menyala otomatis. Lalu kenapa?

Sehun menggendikkan bahu tak peduli. Ya sudahlah, mau lampunya bermasalah atau tidak, yang penting dia harus memakai baju tidurnya dulu. Berbekal cahaya bulan yang menelusup dari sela-sela tirai jendela, Sehun akhirnya menemukan satu setel baju tidurnya. Tanpa pikir panjang, langsung ia pakai baju tidur itu. Sudah, ia pun bergegas naik ke tempat tidur.

Bruk!

“Ah … nyamannya….”

Sehun merentangkan kedua tangan, membentuk posisi seperti bintang raksasa. Namun ketika tangan dan kakinya menyentuh sisi lain tempat tidur, ia bisa merasakan sesuatu seperti bukit yang entah sejak kapan tumbuh di sana. Bulu kuduknya meremang ketika memikirkan sesuatu yang mengerikan. Tapi didorong oleh rasa penasarannya yang tinggi, ia pun menepuk-nepuk bukit itu. Makin lama makin keras. Hingga terdengar suara erangan wanita dari sisi tersebut.

“AAAAKH!!!”

Sehun meloncat turun dari ranjang. Buru-buru menyalakan lampu tidur. Cahaya remang-remang membantu penglihatannya makin jelas. Sesuatu di atas tempat tidurnya yang berbalut selimut bergerak pelan, lalu tak lama kemudian selimut itu tersibak. Wajah seorang gadis yang tak asing di matanya menyembul dari selimut tersebut.

“Berisik!”

Sehun mengatupkan rahangnya geram. “Kenapa kau bisa di sini?”

Sowon melindungi matanya dari lampu tidur. “Hei, itu matikan lampunya.”

“Tidak akan. Kenapa aku harus menurut padamu? Lagipula ini kamarku,” tolak Sehun mentah-mentah sambil melipat kedua tangan di dada.

“Di sana tidak ada pemanas ruangan,” balas Sowon enteng sembari membuka laci meja Sehun, mencari penutup mata dan ketemu. Tanpa perlu minta ijin dia langsung memakainya, lalu kembali berbaring.

“Hei hei, itu milikku.”

Sowon bisa menampik tangan Sehun dengan mudah meski kedua matanya tertutup. Sehun meringis pelan, kekuatan Sowon tidak main-main.

“Kalau tidak mau diprotes abeonim dan eommeonim, lebih baik tidurlah.”

Itu kalimat yang tidak pantas untuk Sowon katakan. Ya, karena ini kamar Sehun, bukan kamarnya. Dia berbicara seperti itu seolah Sehunlah yang telah kedapatan masuk ke kamar Sowon. Ergh … kapan Sehun bisa melawan kata-kata gadis monster ini?

“Argh!”

Bruk!

Terpaksa Sehun berbaring di sebelah Sowon. Memunggunginya dengan tampang cemberut.

“Kalau kedinginan pakai selimut.”

“Tidak usah sok perhatian.”

“Terserah.”

Sehun lagi-lagi cemberut.

.

TBC

28 responses to “Dark Love | Monster | ~ohnajla

  1. Sowon monster bneran? Knp pakek penutup mata segala? 😂😂😂, aku penasaran sma masa lalunya sehun sma sowon knp mereka musuh bebuyutan banget ya?? 😱😱😱, truss ini pemeran utamanya sowon atau tzuyu unie?? Di covernya sih sma sowon tp pas perkenalan cast kok tyuzu dluan unie??? 😅😅

  2. Omona, mereka cocok meskipun di kepalaku aku nggak ngebayangin Sowon beneran. Kekekekekekekekeke, bagus banget oh najja, nggak kependekan juga nggak kepanjangan, inti ceritanya juga nyampek. By the way, aku belum 17

  3. Ah aku lebih setuju dan dukung sowonxsehun dibanding tzuyu haha🙂
    Kayaknya hubungan sowonxsehun lebih unik dan menarik🙂
    Ditunggu next chapnya

  4. Penasaran sama masa lalu mrk ber2….sampe sehun sebuy sowon ntu monster…jrg2 sehun dpt cast yg jinak sama cewek…apa sehun pernah lakuin kesalahan sama sowon…sampe2 sowon sekejam nti sama sehun….penasaran….

  5. Heol, antara rela ga ya Sehun nikah sama Sowon? Aku jadi kek Sehun, kepikiran soal Tzuyu. Kemana ya tuh bocah-agresif-perginya? Oh oh mungkin melanjutkan sekolahnya ato mungkin melanjutkan pengembaraan ‘cinta’nya? *abaikanhh
    Oh iya, Sowon kok gitu? Kek punya dua kepribadian giman gitu. Entahlah, aku ingin percaya dengan sifat baiknya tapi tingkah dinginnya tidak mendukung sama sekali.
    Ato mungkin dia menyembunyikan sesuatu? Ah mungkin saja. Tapi kenapa juga dia kejam banget sama Sehun. Yeah, meskipun kekejamannya buat aku ngakak aja. Jarang banget kan Sehun diperlakukan kejam? Terlebih malah dia yang kejam__- hihi mungkin dunia mulai berubah untuk takdirnya/ga :v
    Ditunggu datangnya mereka lagi dengan kekejaman Sowon ditempat bulan madu hahaha
    #poorSehun/digolok

    Bye

  6. Waahh Sehun fokus nak. Fokus! :v
    Eh aku kok juga kek Sehun sih. Kepikiran soal Tzuyu, yeahh kemana kah dia pergi? Apakah ia pergi untuk pengembaraan ‘cinta’? Mungkin kan ya? Dia masih muda dan masih terlalu naif bukan? Entahlah
    Ey Sehun kok jadi girly gitu? Sok-sok malu-malu gimana gitu. Apalagi dia kek tertindas dengan adanya Sowon disisinya. Heol, sampe segitunya Sehun, nganggep Sowon kejam padanya. Kalo aku sih liat perilaku kejam-menurut Sehun-Sowon tuh pen ketawa aja haha😀 ga biasa aja Sehun menjadi pihak yang tertindas :v
    Well, biasanya aja dia yang ‘menindas’
    Menurutku Sowon ga garang-garang banget, cuma karena dia minim ekspresi dan kata-katanya tajam aja yang keliatan dia kejam.
    Tapi aku merasa Sowon kek menyembunyikan sesuatu gitu. Liat aja, dengan orang lain dia baik tapi dengan Sehun sinis banget. Apa dia punya dendam dengan Sehun sewaktu muda dulu? Bisa jadiii
    Ditunggu lanjutnyaa😀

  7. Pingback: Dark Love | Artificial Love(r) | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Sowon datar banget aduh sama sehun, dia kenapa sih btw. Segitunya sama sehun, apa punya dendam masa lalu sama sehun?
    Mereka kapan baikannya ini????

  9. wah sbnerny ap yg trjdi dmsa lalu smpai mrka sling musuhan gtu y>>?
    dan tzyu kmna?? kok ngilang gtu aja

  10. Pingback: Dark Love | They Never Know | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Pingback: Dark Love | Heaven | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Pingback: Dark Love | One & Only | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. wah wah bener2 perang dunia ini mah sehun sama sowon, tapi bikin senyum2 sendiri lohat kelakuan sepasang suami istri ini

  14. Pingback: Dark Love | White Noise | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  15. Kenapa aku malah suka sowon sama sehun ya di chapt ini,tzuyu kayak terlalu polos tapi juga nakal(?)..hehhehehe

  16. Pingback: Dark Love | Cloud 9 | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s