Dark Love | Stronger | ~ohnajla

ohnajla || romance, drama, marriagelife, family || Teen (17 y.o) || Chaptered ||

Oh Sehun (EXO) || Tzuyu (Twice) || Kim Sowon (Gfriend)

#1 Lucky One

#2 Monster

#3 Artificial Love(r)

#4 Stronger

.

“Sehun! Oh Sehun!”

Langkah Sowon yang bahkan sudah berlari pun tidak bisa menyamai Sehun yang sudah jauh di depan. Ia memakai sepatu berhak tinggi yang sedikit membuatnya kesulitan berjalan. Dia ingin sekali melepas sepatunya tapi dia lebih takut kalau Sehun akan menghilang dari pandangannya lagi. Jujur saja, ini pertama kalinya Sowon pergi ke tempat lain selain kampung halaman Sehun.

Wajahnya makin pucat ketika melihat Sehun langsung masuk ke dalam mobil. Oh? Oh? Tidak. Jangan tinggalkan Sowon sendirian di tempat ini.

“Oh Sehun!!”

Bruum.

Terlambat sudah. Mobil itu sudah merangkak menjauh, melesat secepat kecepatan gelombang cahaya. Lenyap dari pandangan Sowon setelah berbelok di persimpangan.

“Oh Sehun!!!”

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata gadis jangkung itu. Dia takut, benar-benar takut. Sendirian di tempat yang asing untuknya merupakan kengerian tersendiri bagi Sowon. Dompet dan ponselnya ia tinggalkan di dalam tas, sementara tas nya ada di dalam mobil. Hanya kamera yang ia punya, tidak bisa dimakan, tidak bisa untuk menelepon siapa pun. Dalam hati Sowon menyumpah terhadap sikap menyebalkan Oh Sehun ini.

Dug! Bruk!

Seseorang yang tidak Sowon tahu siapa, tak sengaja menyenggol bahunya hingga dia jatuh terduduk. Pantatnya terasa nyeri karena membentur aspal dengan keras, dan yang lebih menyakitkan lagi, telapak tangannya berdarah akibat tergores kerikil tajam.

Sempurna sudah kesialannya hari ini.

Semua ini karena Oh Sehun.

Tanpa peduli di mana dia sekarang, dia pun menumpahkan semua kesedihannya dengan menangis keras-keras. Menarik perhatian banyak orang, sekaligus membuat orang-orang menyebutnya sebagai orang gila yang tersasar ke sana.

Ia terus menangis tanpa henti. Matanya sampai bengkak gara-gara terlalu banyak air mata yang membuncah. Dadanya naik turun, menimbulkan suara isakan patah-patah.

Tiba-tiba seseorang berlutut di hadapannya, mengulurkan sapu tangan bermotif polkadot. Sowon menghentikan isakannya sejenak, mengangkat kepala untuk melihat siapa orang yang mau mendekat pada gadis tak tahu malu sepertinya.

Itu ternyata seorang pria, masih sangat muda dan begitu tampan.

Are you ok?

Sowon salah mengira kalau pria ini orang Korea. Buru-buru gadis itu menyeka wajahnya. Akan tetapi pria tersebut menahan tangannya.

Don’t do it. You will hurt your palm.”

Sowon pun terpaksa mengurungkan niatnya. “Who are you?”

Pria itu tersenyum, ia meraih tangan Sowon yang terluka untuk kemudian dibebat dengan sapu tangan bermotif polkadot yang dibawanya. “I am Ma Haodong. Call me Hao. I’m Chinese. Sorry if my English not good.”

Sowon perlahan mulai tersenyum. “No problem.”

By the way, why do you cry?

Pertanyaan itu kembali membuat Sowon teringat sikap Sehun padanya. Hah … andaikan dia menikah dengan Hao, bukannya Sehun, mungkin nasib Sowon tidak akan terlantar seperti ini. Dia sangat membenci diri sendiri yang dikasihani oleh pria asing macam Hao.

I don’t compel. If you feel not comfortable, you can forget my question,” ujar Hao setelah melihat ekspresi muram Sowon kembali.

Sowon tersenyum tipis. “I’m sorry.”

Hao pun membalasnya dengan senyuman. Kemudian dalam sekejap tampangnya berubah serius. “Do you need some help?”

“No, thanks.”

Tapi Hao tidak percaya begitu saja. “I think you need some help from me. Just tell me what you want.”

Kebaikan hati Hao membuat Sowon terharu. Syukurlah masih ada pria sebaik ini yang mau menghawatirkan kondisinya. Pada akhirnya, Sowon pun hanya meminta satu hal dari pria itu.

Can you buy me some food?”

Pria itu berkedip-kedip sebentar. “Food?”

Sowon mengangguk. “I’m hungry. I don’t bring my wallet.”

Hao mengiyakan tanpa pikir panjang. Ia pun membantu Sowon bangkit. Mereka jalan bersisian menuju restoran yang letaknya tidak jauh dari tempat parkir wahana tersebut. Hao benar-benar membelikannya makanan.

Thank you so much, Hao.”

You’re welcome, Jie.”

I have to go home now.”

“Can you go home by yourself?”

Sowon mengangguk mantap. “Don’t worry.”

Okay. Be careful.”

Tanpa Sowon duga, Hao memberikan pelukan perpisahan untuknya. Pelukan itu hangat sekali, hal yang tidak mungkin akan dilakukan Sehun padanya.

Mereka pun berpisah setelah pelukan itu berakhir. Sowon memilih untuk mencari jalan pulangnya sendiri. Meski tidak membawa ponsel dan dompet, bukan berarti nasib Sowon berakhir di sini ‘kan? Selagi kakinya masih bisa digerakkan, selagi perutnya kenyang, otak cerdas gadis itu akan membawa dirinya ke nasib yang lebih baik. Sowon hanya ingin menunjukkan pada Sehun kalau dia bukan gadis yang patut dikasihani.

***

Sehun kembali ke hotel. Pikirannya sudah lelah dan ia hanya ingin tidur sekarang. Tanpa mengganti bajunya, atau setidaknya melepas alas kaki, dia langsung membanting tubuhnya ke atas ranjang. Matanya yang bersinar redup memandang langit-langit kamar hotel dengan kosong.

Betapa indahnya memikirkan masa-masa dulu dengan Tzuyu. Di mana mereka saling memberikan cinta, menatap langit malam bersama, bercanda tawa bersama. Dan karena hal itulah, Sehun tidak pernah menilik kehidupan Tzuyu lebih dalam. Saat itu, asalkan Tzuyu ada di sampingnya, semua hal yang tidak berkaitan dengan mereka akan diabaikan begitu saja.

“Kita sudah hampir satu tahun, tapi aku belum mengenalmu sebaik dia mengenalmu. Meski kita sudah pernah melakukan ‘ini’ ‘itu’ tapi, menurutku itu belum cukup. Seperti kata orangtuamu, Sowon memang lebih baik dariku dalam hal ini.”

Tidak, itu tidak benar. Tidak ada orang yang lebih baik dari Tzuyu. Bahkan gadis-gadis di masa lalunya tidak ada yang sesempurna Tzuyu.

“Dari pertanyaanmu, sepertinya kau tidak pernah mengikuti perkembangan dunia entertain ya? Kami sudah bertunangan sejak dua bulan lalu. Setelah berpacaran selama dua tahun tentunya.”

Rahangnya mengeras. Tapi bagaimana bisa, bagaimana bisa Tzuyu tidak mengatakan itu padanya? Apa yang sebenarnya diincar Tzuyu darinya? Jadi selama ini, apa arti hubungan mereka?

Sehun segera bangkit. Mendekati kopernya, mencari i-pad yang ia bawa. Setelah ketemu, langsung ia nyalakan i-pad itu dan menghubungkannya ke internet. Satu nama ia ketikkan di kolom pencarian Naver. Hanya butuh waktu sekedip mata saja, semua hal yang berhubungan dengan nama itu muncul berderet secara horizontal. Sehun tercengang. Ia benar-benar tidak percaya kalau satu nama yang ditulisnya memiliki sangkutpaut dengan banyak link yang tersedia di browser-nya.

Rumor Kencan Park Chanyeol dan Tzuyu Terungkap!

Agensi Memberikan Klarifikasi Soal Rumor Kencan Tzuyu dengan Park Chanyeol.

Fans Menemukan Cincin Couple di Tangan Park Chanyeol dan Tzuyu

‘Heaven’ yang Ditulis Park Chanyeol Ternyata Menceritakan Tentang Tzuyu?

Kencan Park Chanyeol dan Tzuyu Tertangkap Kamera

Dan masih banyak lagi judul-judul atikel tentang Chanyeol dan Tzuyu yang membuat hati Sehun makin panas. Harus Sehun akui, selama ini dia tidak pernah update tentang dunia entertain. Bahkan berkencan dengan seorang model saja Sehun tidak tahu. Dulu Tzuyu hanya mengaku sebagai pelajar biasa, yang karena alasan tertentu harus sekolah di rumah. Andai dulu Sehun lebih kritis, dia pasti sudah tahu alasan tertentu yang dimaksud Tzuyu itu.

Ternyata, banyak sekali kebohongan yang dilontarkan Tzuyu dalam hubungan mereka.

Mungkin….

Hanya mungkin….

Tzuyu juga berbohong ketika mengatakan cinta padanya.

Brak!

Napasnya memburu, wajahnya memerah. Apa pedulinya dengan i-pad yang layarnya retak gara-gara ia lempar ke dinding. Apa pedulinya dia kalau pihak hotel meminta ganti rugi karena telah membuat retak dinding kamar hotel mereka. Semua hal lagi-lagi tidak penting untuk Sehun. Karena sekarang hanya satu hal yang ada di pikirannya.

Matilah kau, Tzuyu.

***

Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, Sowon akhirnya sampai di hotel saat hari telah berganti malam. Hanya tersisa penat, tidak sanggup mengangkat kaki lagi sehingga ia terpaksa menyeret kedua kakinya yang pegal. Sialnya di jalan tadi dia kehujanan, kalau tahu begitu seharusnya dia minta dibelikan payung saja oleh Hao.

Pintu kamar hotelnya dan Sehun tidak dikunci. Sowon bisa dengan mudah masuk, tanpa harus mengetuk terlebih dulu. Di dalam tidak ada siapa-siapa, ruangan itu ditinggalkan dalam keadaan gelap.

Mungkin Sehun tidak ke hotel, mungkin saja pria itu sedang mencari hiburan di luar. Memikirkan apa hiburan yang dicari Sehun, Sowon mana peduli. Tubuhnya yang terus menggigil memaksanya untuk segera mandi.

Tepat setelah ia selesai mandi, Sehun masuk ke kamar hotel mereka dalam keadaan yang sama dengannya sebelumnya. Pakaiannya basah, rambutnya basah, tubuhnya menggigil. Namun ada satu hal yang menarik perhatian Sowon.

Darah.

Wajah Sehun berdarah.

Sowon mendadak cemas. Segera dihampirinya Sehun.

“Ada apa dengan wajahmu?”

Hanya tatapan dingin yang Sehun berikan. Tatapan itu seolah menusuk netra Sowon. Meski mata pria itu bengkak, karena dipukul mungkin, Sowon tetap bisa merasakan kalau tatapan itu menghujam dirinya.

“Apa pedulimu.”

Sowon enggan menimpali ucapan Sehun, karena saat ini dia tidak sedang ingin berdebat. Tangannya terangkat, mengusap pelan kulit pipi Sehun yang robek.

“Hal gila apa yang sudah kau lakukan?”

Sehun menepis kasar tangan gadis itu. “Tidak usah sok peduli padaku. Kau mencari tasmu ‘kan? Ini, ambillah.”

Cara Sehun memberikan tas ke Sowon sangat kasar. Sowon sampai terdorong beberapa langkah ke belakang karenanya. Namun Sowon tidak merasa kesal sedikitpun. Dia hanya diam saja bahkan ketika Sehun melewatinya memasuki kamar mandi.

Sembari menunggu Sehun selesai mandi, Sowon berinisiatif memesan makanan cepat saji untuk mereka. Sowon yang tidak terbiasa makan makanan cepat saji, saat ini sengaja memesannya karena mereka berdua tidak mungkin keluar mengingat kondisi Sehun yang seperti itu. Ia juga memesan beberapa minuman seperti dua kaleng bir, beberapa susu kotak, dan vitamin.

Pesanan datang selang beberapa detik setelah Sehun keluar dari kamar mandi. Untuk kali ini saja Sowon berbaik hati menanggung biaya makan dan minum mereka. Dia akan menagihnya nanti kalau kondisi hati Sehun sudah sedikit lebih baik.

Sowon duduk di tepi ranjang sambil membawa makanan dan minuman yang dipesannya. Dibukanya botol vitamin yang, mengeluarkan dua pil sekaligus. Kemudian dia memutar tubuh, menghadap Sehun yang sudah dalam posisi berbaring.

“Jangan tidur dulu.”

“Diamlah, aku sedang tidak ingin ribut denganmu,” balas Sehun sembari memunggunginya.

“Kau harus makan dan minum vitamin dulu, kalau tidak kau akan terserang flu besok.”

“Aku bukan anak kecil, urusi saja urusanmu sendiri.”

Sowon tidak cepat menyerah. Segera ia tarik tangan Sehun, sampai pria itu berbalik padanya.  Sehun menatapnya kesal, tapi Sowon tak peduli. Gadis itu mengulurkan dua pil vitamin di tangannya, seolah memberi pilihan pada Sehun, makan dan minum vitamin dulu atau tidurnya akan diganggu.

Sehun yang memang sedang sangat malas membuat keributan dengan Sowon, akhirnya memilih opsi pertama. Pilihannya mengundang senyum puas dari gadis itu. Dia langsung disuguhi oleh sekotak besar ayam krispi. Diikuti dengan dua kotak susu dan dua kaleng bir.

“Kali ini, aku yang bayar. Besok, kau yang akan membayar tanggungan sarapan dan makan siangnya.”

Sehun tidak mengomel atau semacamnya. Dia langsung menyerbu ayam-ayam krispi di kotak itu. Caranya makan menunjukkan kalau dia sudah menahan lapar sejak tadi.

Sehun menghabiskan 8 potong paha ayam, sedangkan Sowon menghabiskan dua potong.

Makan membuat pikiran dan perasaan Sehun lebih baik.

Mereka duduk bersandar pada kepala ranjang, menonton LED TV yang sedang menayangkan drama Korea.

“Bolehkah aku tahu? Kau pergi kemana tadi?”

Pertanyaan Sowon menghancurkan suasana hening di ruang tersebut. Sehun bergeming, masih menyesap bir-nya dengan nikmat.

“Aku hanya cemas karena kau datang dengan wajah seperti itu,” lanjut Sowon cepat. Sebenarnya kalau toh Sehun menganggapnya terlalu peduli, Sowon tidak masalah.

“Aku berniat membunuh Tzuyu dan Chanyeol, tapi gagal.”

Uhuk!” Sowon tersedak mendengar pernyataan itu. Ia menepuk-nepuk dadanya sembari menatap Oh Sehun.

“Membunuh?”

Beda dengan Sowon, Sehun tampak tenang-tenang saja. “Membunuh seorang pembohong itu diperbolehkan bukan?”

Sowon meletakkan kaleng bir-nya di atas nakas. Begitu pula dengan kaleng bir milik Sehun. Ia menarik kuat kerah pria itu, memaksa untuk saling berpandangan.

“Jangan bertingkah konyol, Oh Sehun. Kau bisa dapat masalah besar.”

Sorot gelap yang tidak biasa di mata Sehun makin menyadarkan Sowon kalau ada sesuatu yang mengguncang pria itu sampai merubahnya seperti ini. Bahkan Sehun yang sebelumnya sering ngeri ketika di dekatnya, malah berubah jadi biasa-biasa saja bahkan berani. Apakah Sowon harus melukai Sehun lebih dulu baru Sehun sadar?

“Tzuyu … ataupun kau … aku tidak bisa memercayai kalian berdua lagi.”

Sowon mengernyit. “Apa yang membuatmu tidak bisa memercayaiku?”

“Jangan berpura-pura bodoh, Kim Sowon. Kau ‘kan orang yang menghasut Tzuyu untuk pergi dariku? Kalian berdua sama saja.”

Sowon menghempaskan tubuh Sehun sekuat tenaga. Sehun yang sedikit terkejut hanya menyeringai.

“Aku benci sekali mengakui ini Oh Sehun. Tapi karena kau memaksaku, maka dengarlah!”

“Hei.” Sepeninggal Sehun beserta orangtuanya, tiba-tiba Tzuyu menyikut lengan Sowon. Saat itu Sowon sedang menikmati makanan yang terhidang. Ia langsung menoleh, dengan tampang dingin seperti biasa.

“Kau mengenalku?”

Sowon mengangguk singkat.

“Kalau begitu jangan katakan apa pun. Berpura-puralah kau tidak mengenalku.”

Ada sedikit perasaan kesal dalam diri Sowon. “Jadi Sehun tidak mengenalmu?”

“Ya, dia tidak mengenalku sebagai artis.”

Jawaban Tzuyu yang terlalu santai membuat darah Sowon mendidih seketika. Meski dia sedikit benci Sehun, tapi Sowon tidak suka dengan cara Tzuyu mempermainkan pria itu. “Apa motifmu sebenarnya?”

“Tidak ada. Hanya … dia mudah dimainkan saja.”

“Kau….”

Belum sempat Sowon membalas kata-kata Tzuyu, orangtua Sehun sudah datang. Ditelannya lagi emosinya. Dia tidak boleh menyumpah di hadapan orangtua Sehun.

Mendengar itu, bukannya percaya Sehun justru tertawa. “Jadi siapa diantara kalian yang benar? Kalau kau sudah tahu tentangnya, kenapa kau hanya diam saja seperti robot?!!”

Sepertinya hari ini Sowon harus membuka semua rahasianya, tentang mengapa dia bisa sebegitu jahatnya pada Sehun di masa lalu, tentang Sehun yang menamainya monster, dan alasan mengapa Sowon mau menerima pernikahan ini. Hari ini mungkin akan menjadi hari yang sangat disesalinya.

“Karena aku membencimu!”

.

.

TBC

hao

Ma Hao Dong

29 responses to “Dark Love | Stronger | ~ohnajla

  1. Wawww ga sanka sehunlah yg sebenarnya korban……dan tzuyu ,,sejahat itu ma Sehun.. kacian kacian,,
    – btw,,maincast cewe tu Tzuyu atw Sowon c,ko lebih dominan scene nya Sowon ketimbang Tzuyu,,,,???

  2. Mao ganteng map ganteng, wkwkwkwk
    Aku membencimu itu lawan katanya kan? Aslinya sowon suka sehun kan? Wkwkwkwkwk
    Yailaaaah tyuzu tuh ya bener2 deh, duh sok polos baaanget sih

  3. Tzuyu munafik ternyata, duuuh. Jadi nyesel udah mengira yg gak2 ke Sowon.
    Tapi penasaran juga sama motif Sowon nikah sama Sehun.
    Di tunggu kelanjtnya authornim

  4. Dasar tzuyu iblis -_-
    Sowon cinta kali ama sehun haha malah” bilang benci aja🙂 awas loh nanti nyesel..
    Eh sebenarnya pemeran utamanya siapa tzuyu apa sowon ?? Aku harap sowon haha🙂
    Ditunggu next seriesnya

  5. Wah tzuyu bandit bgt…sehun yg bodoh terlalu buta krn saking cinta sama tzuyu…lalu masa lalu apa yg terjadi antara sehun n sowon???

  6. Pingback: Dark Love | They Never Know | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. Hm hm ternyata tzuyu diem”begitu wkwkwk jahat sekali wkwk sehun ganteng gitu dimainin wkwkwk 😂😂😂 lanjut kak

  8. My Lord
    Apa-apaan ini!? Jadi yang sebenarnya Monster itu Tzuyu kan? Bukan Sowon? Hanya Sehun saja yang bilang Sowo itu Monster. Tapi entalah, tak tau kapan Gumiho akan berubah kebentuk asli, ato memang manusia biasa.

    Jadi yang cast utama cewe siapa? Kalo Sowon, kok namanya kedua? Terus kalo Tzuyu? Jalan apalagi yang ngebuat hati Sehun kembali untuk Tzuyu-meskipun ia masih mencintai Tzuyu.

    Hey, yaang benar saja kalo mau membunuh Chanyeol sama Tzuyu. Lawak ye nih bocah. Sayang nyawa eyy *plakk

  9. Pingback: Dark Love | Heaven | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: Dark Love | One & Only | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. maafkan aku ya sowon, dulu aku memihak sehun ama tzuyu tapi sekarang aku dukung kamu kok, semangat yahhh

  12. wah wah terxta sehun jd korban tyuzu. kasiannjg y. hm g nyangk jg tyuzu pux sft bgt…
    tp knp sowon sgt mmbnci sehun y?

  13. Pingback: Dark Love | White Noise | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. antara kesel juga lucu pas sehun ninggalin sowon. btw part ini agak pendek dari yang lain ya. hm… kukira hao bakal jadi new cast hahaha tampannyaaa

  15. Hahahahhaha tebakan ku lah benar…dasar kecil kecil udah licik…btw kampret ya sehun sampek segitunya sama sowon…dasar…

  16. Pingback: Dark Love | Cloud 9 | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s