Dark Love | They Never Know | ~ohnajla

ohnajla || romance, drama, marriagelife, family || Teen (17 y.o) || Chaptered ||

Oh Sehun (EXO) || Tzuyu (Twice) || Kim Sowon (Gfriend)

#1 Lucky One

#2 Monster

#3 Artificial Love(r)

#4 Stronger

#5 They Never Know

.

Sehun dan Sowon sudah saling mengenal sejak mereka masuk SMP. Sehun adalah senior Sowon di SMP, begitu juga ketika di SMA. Mereka bertemu untuk pertama kalinya, saat Sehun datang ke kelas Sowon. Waktu itu, Sehun naksir seorang gadis dari kelas Sowon, namanya adalah Jung Eunha. Eunha sendiri merupakan sahabat Sowon sejak kecil.

Awalnya Sowon tidak begitu peduli dengan Sehun. Dia sering jadi pihak ketiga di antara Eunha dan Sehun. Cukup berguna untuk mengusir nyamuk. Tapi beberapa bulan setelahnya, rasa benci itu tiba-tiba datang.

Sowon melihat dengan mata kepalanya sendiri, Sehun bermain dengan gadis lain di belakang Eunha. Padahal sebelumnya Sowon sudah sangat percaya pada Sehun kalau Sehun akan mencintai Eunha dengan baik. Eunha adalah sosok yang kurang beruntung seperti Sowon, tidak memiliki orangtua sejak kecil, dan diadopsi oleh seorang nenek kaya yang sekarang sudah tiada. Pertama kalinya Sowon melihat Eunha bahagia adalah saat Sehun menyatakan perasaannya pada gadis itu. Eunha benar-benar menjadi gadis paling bahagia di dunia ini setelah mengenal Sehun. Akan sangat rela memberikan apa pun yang Sehun mau.

Tapi apa maksud Sehun? Hah! Sowon sangat tidak percaya ini.

Tanpa harus menunggu waktu yang tepat, Sowon bergegas mendekati mereka. Tidak peduli kalau mereka sedang berciuman panas, Sowon langsung menyiramkan sodanya ke wajah mereka. Sontak Sehun dan gadis entah siapa itu menghentikan ciuman mereka. Kebencian Sowon makin besar saat tahu bahwa salah satu tangan Sehun baru saja menyentuh dada gadis tersebut.

Si gadis antah berantah itu segera pergi meninggalkan mereka. Tersisa Sehun yang menatap bingung Sowon.

“Kau sadar dengan apa yang sudah kau lakukan?”

Kebenciannya membuat Sowon mengesampingkan rasa sopan santun pada Oh Sehun. Ia melempar kaleng soda kosong ke wajah Sehun, membuat Sehun mengaduh kesakitan.

Yaa!”

“Bukan kau yang berhak menanyakan itu padaku, brengsek. Tanyakan itu pada dirimu sendiri.”

Sowon berbalik, berniat untuk pergi dari sana. Namun tangannya ditarik oleh Sehun dan mendorongnya hingga punggungnya terbentur dinding. Kedua tangan Sehun bertumpu di kanan kirinya, meminimalkan kesempatan Sowon untuk kabur.

“Kau tahu apa itu privasi ‘kan? Atau kau sengaja memata-mataiku selama ini?”

Sowon sama sekali tidak gentar. Ia justru membalas tatapan Sehun dengan lebih berani. “Lalu kau sendiri, kau tahu apa itu brengsek ‘kan? Ya, kau pasti tahu itu karena kaulah si brengsek itu.”

Rahang Sehun mengeras. Berani-beraninya anak kelas satu menghinanya seperti itu.

BRAK!

Sowon bergeming. Sedikitpun tak ada ketakutan dalam dirinya. Meski jujur ini pertama kalinya Sowon berurusan dengan lelaki. Tapi demi Eunha, Sowon tidak perlu merasa takut.

“Kau melakukan ini karena Eunha? Hah! SETIA KAWAN sekali, saking setia kawannya sampai-sampai membuatku benar-benar muak.”

“Kau harusnya sadar kalau kau tidak lebih baik dariku,” balas Sowon berani.

Sehun menyeringai. Dipangkasnya jarak wajah di antara mereka, sampai keduanya harus saling berebut oksigen untuk tetap hidup.

“Benarkah? Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk menjadi lebih baik darimu? Apa aku harus setia dengan temanmu itu? Atau … kau sebenarnya iri karena aku lebih memilihnya daripada dirimu?”

Plak!

Tamparan keras itu berhasil membuat kepala Sehun menoleh ke kanan. Tidak berhenti sampai di situ, Sowon juga mendorong tubuh Sehun hingga pria itu terjerembab. Sowon melangkah mendekat, tanpa basa-basi menginjak tangan Sehun yang tertumpu di permukaan tanah. Sehun mengernyit kesakitan. Sementara di hadapannya, Sowon berdiri dengan kedua tangan terlipat di atas perut.

“Kalau sampai terjadi sesuatu pada Eunha, aku tidak akan biarkan kau hidup dengan tenang, Oh Sehun. Dan satu lagi, lebih baik amankan tanganmu ini, kau tidak akan tahu kapan aku akan memotongnya.”

Sowon pergi setelah mendorong dada Sehun dengan kakinya. Langkahnya begitu tenang, seolah ia tidak melakukan apa pun sebelumnya. Sementara Sehun sendiri masih dalam posisi terduduk sambil mengelus punggung tangannya yang lecet.

Esok harinya, ada berita yang sangat mengejutkan Sowon. Eunha bunuh diri. Peristiwa itu terjadi tadi malam. Eunha menenggelamkan dirinya di sungai Han, dan jasadnya baru ditemukan pagi ini. Kejadian bunuh diri itu sepertinya sudah direncanakan oleh Eunha. Terbukti dengan adanya secarik surat yang terselip di loker Sowon. Surat itu ditulis oleh Eunha.

Sowon-a, ini aku Eunha.

Maafkan aku karena aku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padamu.

Aku mau berterima kasih, kau sudah ada di sisiku sampai detik ini. Aku bersyukur memilikimu, sahabatku. Sampaikan salamku pada ayah ibu angkatmu ya. Aku ingin ada seseorang yang mengingatku, kuharap kalian bertiga melakukannya.

Sowon-a, hari itu, aku tidak sengaja melihatmu dengan Sehun oppa. Awalnya aku kesal melihatmu begitu dekat dengannya, kupikir kau sudah menghianatiku. Ternyata aku salah besar, maafkan aku yang sudah menuduhmu tidak-tidak. Setelah melihatmu dengannya, aku langsung pergi. Lalu tiba-tiba aku bertemu seorang gadis yang sedang bicara dengan temannya, aku mendengar langsung dari mulutnya kalau kau mengganggu ciuman mereka berdua. Kemudian aku kembali lagi untuk melihatmu dan Sehun oppa. Disitulah aku baru sadar kalau aku telah salah paham padamu. Sungguh, maafkan aku, Sowon-a.

Sowon-a, berjanjilah padaku. Jangan pernah melukai Sehun oppa lagi karenaku. Kumohon, meskipun kau membencinya kau tidak boleh melakukannya. Aku punya firasat baik terhadap nasib kalian berdua di masa depan, kuharap firasatku benar.

Hanya itu saja yang ingin kuungkapkan. Oh ya, ada satu hal lagi.

Kuharap kau bahagia tanpaku, aku mencintaimu, chingu-ya..

Sampai jumpa.

-Eunha-

Surat itu basah ketika Sowon melipatnya kembali. Buru-buru ia menyeka air matanya, ia takut Eunha marah, karena selama ini Eunha selalu mengajarkannya untuk tidak menangisi apa pun yang sudah berlalu. Tapi air mata itu tidak mau berhenti mengalir. Sowon terjatuh di depan lokernya, menangis sekeras-kerasnya, meramaikan koridor yang lengang.

***

Kematian Eunha, membuat hati Sowon makin beku. Tak ada niatan untuk mencari teman lagi, Sowon mendadak muak pada semua orang, termasuk urusan laki-laki. Di dunia ini hanya ayah dan ibu angkatnya saja yang ia percayai, selain itu, semua orang sama saja.

Meski Eunha sudah berpesan padanya untuk tidak melukai Sehun lagi, Sowon malah semakin gatal ingin melakukannya. Hanya saja tidak ia lakukan secara langsung. Sowon melayangkan aksi balas dendamnya dengan cara yang lebih mengerikan. Yaitu, mendekati orangtua Sehun.

Rencana Sowon adalah membuat hidup Sehun jadi tidak seindah dulu lagi. Dengan mendekati orangtuanya, Sowon akan mendapat kesempatan masuk ke kehidupan Sehun dengan mudah. Lagi pula Sowon sangat lihai mengambil hati orang dewasa.

Di sanalah awal bagaimana Sowon bisa sangat dipercaya oleh orangtua Sehun. Bahkan mereka sendiri yang meminta Sowon untuk menyadarkan Sehun dari tingkah playboy-nya. Intinya, Sowon memang sudah diberi kebebasan untuk melakukan apa saja pada Sehun.

Dan Sehun sangat membenci itu. Semenjak Sowon datang ke kehidupannya, kebebasan Sehun benar-benar dibatasi. Tapi hanya sampai mereka lulus SMA saja, karena setelah itu Sehun memilih tinggal di apartemen sendiri.

“Jadi … semua ini karena Eunha?”

Sowon menyikat habis bir-nya yang masih sisa setengah. “Kau pikir karena siapa lagi dia bunuh diri?”

Sehun tersenyum kecut. “Lalu kenapa kau mau menikah denganku?”

Mata Sowon berkaca-kaca. Untuk kali ini saja, dia ingin sekali mengeluarkan semua beban yang ada di dadanya. Sowon tetaplah seorang manusia biasa, yang diberi kesempatan untuk mengeluarkan air mata.

“Aku ingin membunuhmu … tapi aku tidak sanggup.”

Kepalanya tertunduk. Diam-diam menggigit bibirnya yang bergetar. “Aku benar-benar membencimu, Oh Sehun. Aku sangat membencimu! Kau membuatku kehilangan Eunha. Betapa brengseknya dirimu ini.”

Sehun tidak berniat mengucapkan apa pun. Kali ini dia memilih untuk mendengarkan apa yang selama ini dipendam Sowon darinya. Dia ingin tahu, ya, dia ingin tahu tentang perasaan Sowon. Mungkin dengan begini, mereka akan berdamai setelah sekian lama.

“Eunha … berterimakasihlah padanya. Kalau bukan karenanya aku tidak akan membiarkanmu tetap hidup. Kau sangat tidak pantas untuk hidup setelah membuat temanku melakukan itu. Kau … harus berterima kasih padanya, Oh Sehun. Kau harus melakukannya.”

“Suatu hari Eunha datang ke mimpiku. Dia tidak bahagia, karena aku tidak menuruti keinginannya untuk tidak melukaimu. Lalu aku pun bertanya padanya, apa yang harus kulakukan agar ia bahagia. Dan jawabannya … dia ingin aku menikah denganmu.”

Sehun menghela napas, diraihnya remote dan ditekannya tombol off. Layar LED TV itu pun berubah menjadi hitam

“Hanya karena Eunha?” tanya Sehun kemudian.

Sowon mengangguk lemah. “Semua ini demi Eunha. Aku bersyukur dia akhirnya menemuiku dengan bahagia.”

Lagi-lagi Sehun menghela napas. “Jadi … pernikahan ini sama sekali tidak berlandaskan cinta? Hanya karena Eunha?”

Sowon menarik selembar tisu di atas nakas untuk membersihkan wajahnya. Setelah itu ia mengambil dua pil vitamin serta sekotak susu yang kemudian diulurkan pada Sehun. Sehun menoleh dengan ekspresi penuh tanda tanya.

“Minumlah vitamin ini.”

“Kenapa kau sangat peduli padaku sekarang?”

Gadis itu menggendikkan bahu tak tahu. “Aku hanya tidak mau kau jatuh sakit saja.”

Dua pil vitamin dan kotak susu itu berpindah ke tangan Sehun. Ia memasukkan dua pil vitamin itu dalam sekali telan, dibantu oleh cairan susu.

“Kalau kau sakit, aku yang akan susah. Ayah ibumu pasti akan bertanya padaku.”

Sehun meletakkan kotak susu di nakas dekatnya. Kembali ditatapnya Kim Sowon. “Kau memang gadis yang sangat unik.”

“Aku tidak ingin mendengar itu dari mulutmu, Oh Sehun,” ujar Sowon sembari membereskan bekas makan mereka. Kepalanya mendadak pening, dia ingin tidur segera.

Sowon langsung berbaring setelah bekas makan mereka sudah dibersihkan. Ada perasaan lega setelah ia mendaratkan kepalanya di permukaan bantal, ugh, mungkin efek dari kehujanan tadi dia jadi merasa pusing seperti ini.

Lain halnya dengan Sehun yang masih betah duduk dalam posisi semula. Ia memperhatikan Sowon yang saat ini sedang mencoba untuk tidur persis di sampingnya. Lama dipandangi, Sehun baru sadar bahwa ternyata Sowon tidak sedingin kelihatannya. Jejak-jejak air mata di wajah Sowon membuat gadis itu tampak manusiawi. Sowon tetap tak lebih dari seorang gadis rapuh yang berpura-pura tegar di depan semua orang.

Perlahan namun pasti, diusapnya pipi Sowon menggunakan ibu jarinya. Sentuhan itu membuat Sowon membuka mata, matanya merah sekali.

Mereka tidak saling mengatakan apa pun. Apa yang ingin mereka katakan telah tersampaikan dengan baik hanya dengan melihat mata masing-masing. Sowon kembali terpejam saat Sehun memangkas jarak wajah mereka. Satu kecupan hangat mendarat di dahi gadis itu.

Mereka berdamai.

.

.

TBC

31 responses to “Dark Love | They Never Know | ~ohnajla

  1. sehun agak kmvrt juga yakk wkkwwk parah bangett, ampe bikin eunha bunuh diri gituuu. tuh kan sowon ga jahat jahat amat. feeling aku kayanya sowon juga udah mulai suka sama sehun yakk. nexttt ditunggu yaaa. jadi ga sabar😀

  2. Oww…ternyata gara2 teman sowon…walopun begitu sowon baik bgt…sehun tlg berhenti jdi playboy…tpi kyknya sehun udah kena karma deh skrg secara sehun udab di boongin tzuyu..apa sehun n sowon bkal jtuh cinta bneran??

  3. aku seneng sowon sama sehun kisahnya unik. next chap lebih banyak momen seso yaaa hehehehehe hwaiting and keep writing

  4. sebegitu bad boynha sehun sampe bikin eunha bunuh diri :”v keren lah sowon berani ngelawan sehun. sekali2 lah cowok dikasarin kek gitu :3 we suka gaya lu :3

  5. Kenapa bunuh diriiiii
    Sowon menghindar deh kalo urusan cinta2an, tapi aslinya suka. Eaaaaak
    Jahahahahahahahahahahahah
    Semangat authoooooor!!! Akhirnya ada kejelasan dikiylaaaah

  6. Sehun kok kurang ajar bgt ya sampe ngebikin eunha bunuh diri😶
    Sowon mah dabess laaah💪
    Semoga next chap nya part mereka romance ya kak😆

  7. Udah seru2 tiba2 TBC 😭 di tunggu kelanjutannya deh, tp suka deh ama author ini soalnya updatenya cepet 😄

  8. Ohh my God! Apa yang terjadi dengan mereka? Aku….aku tk bisa mengatakan apapun selain WOW. Mereka berdamai. Akan kah mereka juga akan menyepakati untuk hidup dengan hati yang bersatu? Aku harap. Cie cieee

  9. Jd..sowon maafin sehun gitu..bnr2 hanya karena eunha…aduhh eunha juga segitu y ampe bunuh diri…khan kasian sowon y

  10. Oh jadi gitu hubungan sowon ama sehun ?? Dan mereka menikah karena teman sowon..
    Semoga mereka bisa berdamai dan aku berharap mereka saling mencintai🙂
    Aku suka sehunxsowon haha

    Ditunggu next chapnya

  11. y ampunnn. jdi shun sparah it kah pnyakit playboy na . ckxkxkkxkxkkckxkk
    tpi sneng jga akhir na sowon am sehun baikan…
    smoga in awal dri kbhagian mreka…
    🙌

  12. Pingback: Dark Love | Heaven | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. Terharu sama sikap kesetiakawannya si Sowon, beneran setia. Tapi gak harus juga kali balas dendam dan pengen ngebunuh Sehun. Bener2 bringas deh😄
    Tapi akhu senang akhirnya mereka berdua berdamai, bisa memulai hubungan baik setelah ini kayaknya

  14. Pingback: Dark Love | One & Only | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  15. aahh.. aku paham sekarang, jadi seperti itu antara sehun dan sowon kenapa bisa berantem dan sekarang sayang sayangan

  16. Pingback: Dark Love | White Noise | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  17. Pingback: Dark Love | Cloud 9 | ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s