[Series] Devil Of Cruel ( Chapter 10 [D/D] : Don’t Say )Final – By Asih_TA

poster 1a.jpg|Author : Asih_TA||Tittle : Devil of Cruel (Chapter 10D)||Main Cast : Oh Sehun, Park Minhee|||Other Cast : Park Chanyeol, Oh Hye Ji, Kim Jongin, Shin Eun Min, Do Kyungsoo, Kim Dasom||Genre : Angst, Romance, Psycology||Leght : Multichapter||Rated : PG 17|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

Chapter Sebelumnya

Teaser|| Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 ||[Teaser]Chapter 6 || [Full]Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 ||Chapter 9A || Chapter 9B || Chapter 10A || Chapter 10B || Chapter 10C  )

Hembusan angin mengayun-ayun indah ranting-ranting pepohonan di sekitar perkarangan rumah, dedauanan-dedauanan yang telah menguning jatuh dari rantingnya. Beberapa dari pohon tersebut saling dorong-mendorong untuk tetap tegap dari akarnya, begitu kuat terpaan yang terjadi akibat hembusan tiap hembusan yang terjadi siang itu.

Minhee berdiri di perkarang rumah tersebut, gadis itu membiarkan rambutnya terbang terbawa angin. Kepalanya terdongak menatap langit yang gelap, iris coklatnya menangkap segerlap cahaya yang tertinggal di sana. Hatinya mejerit sakit, bahkan langit juga bernasip sama denganya. Tanpa ragu gadis itu memegang dadanya kuat.

“ Jadi inikah akhirnya?”

Ia menekan dadanya kuat hingga ia tidak dapat merasakan sakit itu kembali. Dadanya memuncah, ia seolah kehilangan arahnya. Tanahnya berpijar bukan lagi tempat untuknya dapat berdiri. Bahkan raganya telah terbang terbawa oleh angin, lihatlah bahkan anginpun telah berkhianat kepadanya. Pelepuk mata gadis itu mulai memanas dan perlahan mengeluarkan cairan hangat yang mulai membanjiri pipinya.

***

.

Sehun berdiri di balkon lantai dua miliknya. Matanya menatap punggung Minhee yang berada di bawahnya, gadis itu ingin sendiri saat ini. Begitu percakapan terakhir mereka sebelum Chanyeol dan kakak perempuannya telah meninggalkan kediaman rumah miliknya. sebenarnya ia tidak setuju dengan ajakan Chanyeol yang menyuruh gadisnya untuk pergi. Tidak, Sehun membenci ajakan pria tersebut. Maka, ia menahan Minhee untuk beberapa hari. Matanya perlahan memperhatikan kepala gadis mungilnya tengah mendongak menatap langit. Karena penasaran lelaki berkulit pucat itu juga mendongakkan kepalanya dan tanpa sadar mereka telah melihat langit yang sama. Chanyeol tidak tau apa yang indah dari langit keabuan tersebut, namun sepintas ia dapat mengerti kenapa gadisnya bertingkah seperti itu. Yang pasti Minhee butuh pelampiasan.

“ Tuan seseorang mencoba memberontak masuk ke dalam.” Panik salah seorang pelayan yang menghapiri tuan mereka.

“ Siapa yang datang?” Tanya Sehun.

“ Entahlah Tuan, dia bilang namanya Do Kyungsoo.” Jawab salah seorang pelayan yang lain.

“ Suruh dia masuk.”

“ Baik Tuan.” Kemudian salah seorang pelayan berjalan kebawah dan menyuruh kedua orang yang menahan tubuh mungil Kyungsoo untuk segera melepaskannya atas nama tuan muda mereka. Laki-laki bertubuh lebih pendek tersebut berjalan menaiki anak tangga dan bertanya kepada seorang pelayan yang melintas di hadapannya “ Permisi, apa kau tau dimana Sehun?”

“ Oh anda tamunya Tuan muda, mari saya tunjukan.” Pelayan tersebut menuntun Kyungsoo melewati lorong dan berakhir di depan pintu bercorak coklat, sebuah kamar yang teletak paling pojok. Kemudian pelayan tersebut meninggalkan ia seorang diri di sana, laki-laki bermata bulat itu mulai membuka kenop pintu lalu mendorongnya perlahan. Iris matanya menatap punggung Sehun yang tengah berdiri di balkon kamarnya sembari memperhatikan pemandangan di bawahnya. Sepertinya pria yang memilki tubuh lebih tinggi darinya tersebut menyadari kehadirannya dan Kyungsoo mencoba bersikap sopan dengan menutup kembali pintunya setelah ia masuk.

“ Sehun.”

“ Aku tidak tau semuanya akan berakhir seperti ini.”

“ Apa yang kau bicarakan?”

Sehun perlahan membalikkan tubuhnya untuk dapat menatap lawan bicaranya.

“ Astaga! Ada apa dengan wajahmu?” Kyungsoo begitu terkejut dengan keadaan wajah Sehun yang memiliki luka lembam yang sangat banyak “ Apakah ini karena Chanyeol?” tambahnya.

“ Tunggu, dari mana kau mengetahuinya?” Sehun perlahan mulai mendekat dan menatap tajam pria yang lebih pendek darinya itu. Dan Kyungsoo malah mengangkat bahunya acuh.

“ Yang pastinya bukan aku, mustahil kau tidak mengenal Jongin.”

“ Si keparat itu.” Sehun mengepalkan tangan kanannya kuat. Ia ingin sekali menghajar pria berkulit gelap itu. Namun di sisi lain ia sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan kakak perempuannya dan Chanyeol yang telah bersumpah akan menjaga kakaknya dengan sepenuh hati dan jangan lupakan perkelahian mereka beberapa jam yang lalu.

“Jadi apa yang kau lihat di luar sana?” Kyungsoo kembali bersuara sambil menunjuk ke arah balkon dengan dagunya.

“ Hanya memperhatikan gerak-gerik gadis itu.” Kyungsoo tau siapa yang di maksud ‘gadis itu’ dan ia tidak terlalu bodoh untuk itu.

“ Apakah kau sedang jatuh cinta?” lelaki bermata bulat itu bertanya sembari memperhatikan foto-foto yang tertata indah di setiap sudut ruangan. “ Aku jatuh cinta? Maksudmu dengan Minhee?” dan Kyungsoo membenarkan.

Well, aku tidak berbohong untuk itu.”

“ Berarti iya bukan?”

“ Apa perlu aku perjelas lagi?”

Kemudian lelaki pendek itu tertawa cukup keras “ Kupikir kau telah memakan dendammu sendiri tuan Oh. Waktu itu kau mendatangiku hanya untuk mencari keberadaan pria brengsek itu namun karena ia tidak bisa di temukan, aku mencari jalan keluar dan aku menyetujuinya.”

Sehun berdecak “ ck, aku langsung menyetujuinya?” koreksinya ulang.

“ Ya aku bisa melihat itu dari matamu, kau sebenarnya sudah menyukai gadis itu sebelum mengenalnya. Tepatnya ketika aku memberikan fotonya padamu, mata tidak bisa berbohong bukan?”

“ Kau benar, mungkin aku terlalu naif untuk hal ini.”

Kyungsoo berjalan mendekati sebuah ranjang besar dan menduduki dirinya di pinggir ranjang tersebut “ Aku mengetahuinya dari Tuan Jim, Apa kau sudah bertemu dengan Hye Ji?”

“ Seperti yang aku katakan, ia datang bersama keparat itu dan membuat kerusuhan.”

“ Sudah kuduga.” Kyungsoo menghela nafasnya “ Jadi apa rencanamu selanjutnya?”

“ Aku akan menikahi Minhee apapun yang terjadi. Aku tidak perduli dengan omong kosong yang melarang pernikahan kami ataupun yang akan terjadi pada kakakku dan pria brengsek itu.”

Woah, woah tenang, apa kau bilang menikah? Kau gila! kalian berempat tidak bisa melakukan itu, lantas apa yang membuatmu begitu ingin menikahi gadis itu?” Kyungsoo berseru dengan sedikit keras.

“ Aku telah menghamilinya.”

Seketika ruangan tersebut menjadi hening. Kyungsoo terdiam dengan perkataan yang baru saja di katakan oleh Sehun, keningnya mengkerut tak beraturan. Ia mulai sadar bahwa ia tidak bermimpi “ Ka-kau telah menyetubuhinya? Aku tidak percaya ini.”

“ Aku akan menikahinya apapun yang terjadi.”

“ Dan membuat anakmu dilecehkan di masyarakat?”

Sehun terdiam dan kedua tangannya terpekal kuat “ Aku tidak perduli!” teriaknya. Ia sudah memikir hal itu sejak tadi, memikirkan bagaimana bisa ia hidup tanpa Minhee. Jawabannya tidak bisa, dia sudah jatuh terlalu dalam. ia begitu mencintai gadis itu.

“ Baiklah kalau itu memang keputusanmu. Aku hanya ingin meluruskan ini, berbicaralah dengan Minhee terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.”

Sehun menghela nafasnya dan berjalan medekati balkon, memperhatikan gadisnya yang masih setia berdiri di sana “ Kau benar, aku harus meyakinkannya.”

“ Sebenarnya tujuanku kemari adalah, ada yang ingin aku katakan padamu.” Sehun menoleh lagi ke arah Kyungsoo “ Katakan.”

“ Mungkin kau tidak akan percaya. Namun yang terjadi selama ini tidak seperti yang ada di pikiranku.”

“ Lalu?”

“ Sehun, sebenarnya Chanyeol dan Minhee bukanlah saudara kandung.”

***

.

Beberapa buku berjajar rapi di dalam sebuah rak merah yang menghiasi ruang kamar. Jongin menyusurinya satu persatu rak miliknya, jari telunjuk tangan kanannya dengan telaten mencari setiap judul buku yang ada hingga menyusuri rak yang paling ujung. Ia sedang mencari kesenangan sendiri untuk mengalihkan pikirannya dari masalah yang tengah terjadi. Jadi laki-laki tan itu mencoba untuk memulai dengan mambaca sebuah buku, pikirnya dapat membuatnya nyaman sejenak.

“ Jong, kau sedang apa?” Seorang wanita berdiri di depan pintu sembari menghampirinya “ Tumben ke sini, tidak biasanya mau membaca buku.”

Jongin sedikit bingung dengan ibunya tersebut, apakah ingin memuji atau malah ingin menyinggung. Namun salahkan sifat akuh lelaki tan itu, bahkan ia hanya menaikkan bahunya acuh “ Sebenarnya aku tidak terlalu suka buku terlebih buku-buku roma seperti ini.”

Nyonya Kim terkikik lucu “ Bagaimana bisa kau menyebut dirimu anak dari ayahmu sendiri, jika membaca itu saja sudah membuatmu ingin belari dan merengek manja padaku.”

“ Eomma!! Kenapa harus mengungkit itu lagi.” Jongin sebal karena ibunya mencerita bagaimana keras ayahnya mendidiknya, ayahnya itu tergolong laki-laki pencita sastra apalagi buku-buku roma yang terkenal sampai pada suatu saat ia ingin Jongin bisa menjadi sepertinya, bisa membaca koleksi buku-buku miliknya sampai tamat namun laki-laki tan itu menolak dengan mentah-mentah. Tentu saja ia tetap anak dari ayahnya tapi untuk hal seperti itu ia nol besar.

“ Waktu itu usiamu 8 tahun dan kau sangat imut.” Puji nyonya Kim namun Jongin memasang wajah sumringahnya “ Ya aku tau tentang itu.”

Nyonya Kim pastinya tau anak tunggalnya tersebut memilki kepercayaan diri yang sangat tinggi “ Ternyata kau dan ayahmu sama saja.” Serunya.

Jongin berjalan mendekati sang ibu lalu memeluknya “ Ne eomma, karena itulah kau begitu mencintai appa bukan?” nyonya Kim menyesapi aroma tubuh anaknya seraya mengelus surai kelam itu.

Jongin melepaskan pelukkannya ketika merasakan getaran handpone di saku celananya. Matanya menatap layar handpone itu dengan mata yang menyerit, sebuah nomor tanpa nama yang tidak ia kenal tertampang di sana, dengan cepat ia membuka pesan tersebut.

From : +81097xxxxx

Jongin-ah ini aku Park Minhee, maaf tiba-tiba memberimu sebuah pesan seperti ini. Aku diam-diam meminjam handpone milik Sehun, dan aku membutuhkan bantuanmu saat ini. Bisakah kau membantuku?

Lelaki itu senang bukan main ketika nama Park Minhee tertera di sana. Iya teringat akan kelakuannya beberapa hari yang lalu, tepatnya ketika ia telah menghapus nomor Sehun. Namun tampaknya ia tak perduli dan segera membalas pesan dari Minhee, sang pujaan hatinya.

***

.

Minhee memegang kuat sebuah telepon genggam di dadanya. Ia masih berdiri di perkarang rumah milik Sehun. Matanya menatap lurus ke arah bawah dan tatapannya begitu kosong tanpa ada tanda-tanda kehidupan disana. Tubuhnya seperti akan mati rasa ketika udara membiarkan dirinya untuk terlelap oleh dinginnya suhu, namun siapa yang perduli, ia bahkan sudah tidak mementingkan apapun lagi selain Sehun dan adik bayi mereka.

Sudah cukup hanya menghabiskan waktunya, gadis itu kembali membuka handpone yang dia curi diam-diam dari Sehun dan segera menghapus history pesan ia dan Jongin. Tanpa membuat Sehun menaruh curiga, dia segera memasukkan handpone tersebut kedalam saku jaket tipisnya.

Minhee hampir saja berteriak ketika merasakan sebuah lengan yang cukup besar memeluk pinggangnya dari belakang dan mendaratkan sebuah kecupan di tekuk leher bagian belakangnya “ Sudah cukup sabar aku menunggumu didalam, melihatmu dalam keadaan cuaca seperti ini membuatku sedikit bersabar nyonya Oh.”

Minhee tertawa renyah dengan menampakan deratan giginyanya yang putih “ Apa kau merindukanku?” Sehun membalasnya dengan sebuah gumaman kecil ketika hidungnya mencium rambut kesukaannya tersebut.

“ Minhee ayo kita menikah.”

“ Benarkah? Apa kau yakin?”

Sehun menyeritkan dahinya dan menjauhkan tubuhnya “ Minhee tatap aku.” Laki-laki berkulit pucat itu membalikkan tubuh gadisnya “ Aku tau semuanya, kau tidak bisa berbohong kepadaku.”

“ Apa maksudmu?”

“ Kau dan kakakmu bukan saudara kandung.”

Kemudian mata gadis itu membulat “ Ka-kau –“

“ Dengar Minhee, aku tidak akan membiarkan dirimu menghilang dari pandanganku hanya kerena ini. Kita bisa menyelsaikannya, karena sekarang kau tidak akan bisa membodohiku karena aku sudah mengetahui keluargamu.” Sehun mencium kening gadisnya sekilas dan menatap mata bening itu lama. Minhee, entahlah ia tidak mengerti harus melakukan apa saat ini. Ia menatap wajah Sehun dengan sayu tanpa ada isyarat ia setuju dengan pria tersebut.

“ Sehun, ini tidaklah mudah seperti yang kau katakan.” Sehun menyerit tidak suka “ Apa maksudmu?”

“ Mengeluarkan salah satu anggota keluarga bukanlah hal yang mudah.” Minhee menatap bola mata Sehun dengan nada yang begitu lemah “ Eomma begitu menyayangi Oppa, akan sangat jahat jika kita hanya menyerah pada ego kita Oh Sehun.”

“ Apa kau tidak kasihan dengan kakakmu?” Tambahnya lirih. Sehun menahan deruan nafasnya yang berat lalu mengepalkan kedua tangannya “ Kau benar! Bagaimana dengan adik bayi, apa kau tidak kasihan padanya?” Kini wajah Sehun menahan emosi, ia tidak suka ini dan sangat membenci suasana ini “ Kau dan adik bayi adalah tanggung jawabku Park Minhee, bukankah kau telah menyetujuinya.”

“ Tapi kau juga membohongi Oh Sehun, jangan lupakan itu!”

“ Aku tidak perduli!”

Minhee yang merasakan kesal langsung melayangkan sebuah pukulan di dada Sehun dengan bruntal “ Kau! Kau jahat Oh Sehun! Kenapa kau membuat hidupku jungkir balik seperti ini! Katakan kenapa, aku lelah dengan dirimu dan menyerah untuk tetap mencintaimu, kenapa?!”

Sehun segera memeluk tubuh bergetar Minhee, bahunya basah karena air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata gadisnya “ Aku juga tidak tau kenapa, tapi aku merasa sangat senang setidaknya Tuhan telah menghadirkan seseorang untukku.”

Kemudian laki-laki itu tersenyum seraya mengelus surai milik Minhee “ Bahkan aku telah menyebut nama Tuhan kembali setelah merasa hidupku begitu kelam.” Gumamnya lirih.

***

.

Sepeninggalan kediaman rumah milik Oh Sehun, Kyungsoo telah tiba di flatnya. Ia membuka pintu kamar dan segera mengganti bajunya, ia benar-benar lelah dan butuh istirahat. Kantong matanya telah menghitam sejek beberapa malam yang lalu. Nanum ia tidak perduli, apapun yang terjadi pada tubuhnya ia sudah benar-benar malas jika hanya sekedar mandi. Dengan langkah berat pria mungil itu berjalan mendekati kasurnya lalu menjatuhkan tubuhnya dengan tidak elit.

Kemudian kedua tangannya ia lipatkan di belakang kepalanya sembari  memandang langit kamarnya yang berwarna biru. Tiba-tiba bayangan wajah Sehun muncul di benaknya, bagaimana bisa laki-laki seperti Sehun bisa begitu mencintai seseorang sampai ingin mati.

“ Aku tidak akan membiarkan apapun yang dapat menghancurkan pernikahan kami, walaupun aku pastikan si – Park itu juga akan bertanggung jawab.”

Kyungsoo masih tergiang ucapan pria itu setelah ia mengatakan status Minhee dan Chanyeol. Tentunya Kyungsoo tau maksud dari perkataan sahabatnya tersebut, dia ingin kakaknya bahagia begitu pula Minhee.

***

.

Sehun mengayun-ayunkan tanganya ketika bergandeng tangan dengan Minhee. Mereka sedang mejelajahi tempat yang di sukai oleh Minhee yaitu sungai Han, ini merupakan saran dari gadis itu ketika dirinya sedang di landa masalah. Sehun melirik gadisnya sejenak untuk memastikan bahwa ia tidak merasa sedih lagi seperti yang terjadi beberapa jam yang lalu. Dan lelaki itu mendapatkannya, Minhee terlihat bahagia.

Mereka terlihat seperti anak kecil yang baru saja berpacaran, Sehun tidak melepaskan genggamannya dan Minhee terlihat bahagia bisa berada di sebelah Sehun. Gadis itu bahkan bergantung manja di lengan berisi Sehun dan Sehun membalasnya dengan mengacak-acak rambut kesukaannya. Minhee kesal bukan main.

Minhee berlari mengejar Sehun yang lebih dulu menghindar dari kekesalan gadis itu “ Ya!! Oh Sehun kemari kau.”

Mereka bermain kerja-kejaran di pinggiran sungai Han tanpa memperdulikan beberapa orang yang berlalu lalang. Sampai pada akhirnya Minhee berhenti dan mengatur nafasnya yang terputus-putus dan di bantu sedikit dengan membungkukan tubuhnya 90 derajat sambil bertumpu pada lututnya “ Sehun aku tidak kuat lagi.”

Sehun menyeringai di buatnya “ Salahkan kaki pendekmu.”

“ Apa katamu!”

“ Kaki pendekmu sayang.” Ucap lelaki itu halus.

“ Ya! Kau tau aku memilki jiwa seorang pelari, jangan menghinaku.” Ucap Minhee bangga sedangkan Sehun tertawa cukup keras “ Aku tidak percaya itu, kau bahkan tidak bisa mengalahkan kedominasianku terhadapmu ketika kita di ranjang nyonya Oh.”

See! Kau seorang maniak Tuan Oh.”

“ Apa itu sebuah pujian?”

Ketika Minhee akan menyerang Sehun kembali namun lelaki itu terlebih dahulu menangkap kedua tangan sang gadis hingga mereka dapat merasakan detak jantung masing-masing. Sehun tidak mengindahkan hal tersebut malah memeluk gadisnya kuat.

“ Kyaa. .”

Minhee berteriak keras ketika Sehun menjatuh tubuh mereka di rerumputan. Tubuh besar lelaki itu yang pertama terjatuh hingga terdengar bunyi yang cukup kuat, tentu saja ia tidak ingin membiarkan tubuh gadisnya terluka sedikit pun. Tidak hanya berhenti disana. Lelaki berkulit pucat itu kembali melakukan aksinya dengan menguling-gulingkan tubuh mereka di rerumputan yang memilki tanah yang tidak terlalu miring. Hingga mereka berhenti di dataran rendah, Kemudian mereka tertawa lepas bersama.

Minhee tidak merasakan sakit apapun di tubuhnya karena lengan Sehun yang dapat memeluk tubuhnya kuat. Sehun melepaskan tubuh Minhee yang berada di atasnya. Bukannya malah menyingkir dari tubuh Sehun, gadis itu malah meletakan kepalanya ke dada pria itu dan menatap sungai Han yang berada tidak jauh dari mereka.

“ Kau senang?”

Minhee manganggukan kepalanya “ Setidaknya kita dapat bersenang-senang setelah banyak masalah yang datang bukan?”

“ Minhee.” Bukannya menjawab Sehun malah memanggil dengan nada rendahnya dan Minhee hanya mengangkat kepalanya menatap pria di bawahnya tanpa berniat berdiri.

“ Berjanjilah padaku untuk tidak meninggalkanku.”

Gadis itu terdiam “ Sehun.”

“ Berjanjilah Park Minhee.”

“ Iya Sehun.” Kemudian gadis itu mendaratkan sebuah ciuman kepada bibir tipis Sehun dan tentu saja Sehun membalasnya dengan senang hati.

***

.

Sebuah ruangan menjadi sangat hening. Seorang wanita paru baya tengah terisak penuh dengan mengambil beberapa tissue. Chanyeol hanya terdiam dengan matanya menatap penuh sang ibu sedangkan Hye Ji sedang menonton film kesukaannya sambil memeluk boneka kelincinya.

Chanyeol menarik rambutnya kencang. Ia bingung ketika semuanya tidak seperti yang ia harapkan apalagi sekarang berurusan dengan CEO berdarah dingin seperti Oh Sehun, itu bukanlah hal yang mudah.

Perlahan pria jangkung itu berjalan mendekati sang ibu “ Maafkan aku eomma.” Chanyeol menenangkan tubuh sang ibu yang tengah terisak.

“ Aku tidak percaya, anakku sedang menggandung yeollie hikss. .hikss . .” Isak nyonya Park.

Chanyeol segera memeluk ibunya “ Tolong maafkan masa laluku eomma. Aku jahat! Aku bukan kakak yang baik untuk Minhee, seharusnya kau tidak mengambilku waktu itu eomma.” Kemudian isakan nyonya Park terhenti dan melepaskan pelukan Chanyeol dan menatap sang anak dalam “ Aku tidak pernah merasa kau anak yang kurang ajar Chanyeol. Kau tetap anakku, sejahat apapun yang telah kau perbuat aku akan selalu memaafkanmu anakku.”

Chanyeol merasakan pelupuk matanya memanas, sepertinya ia tidak bisa menahannya lagi “ Eomma maafkan aku hikss. .” kini lelaki itu terisak penuh di bahu sang Ibu dan nyonya Park juga tidak bisa menahan isakan kembali.

***

.

Pemanas kamar, tempat tidur yang nyaman, ruangan yang harum dan bersih kini membuat dua orang insan yang tengah tidur di atas ranjang itu sedang melakukan aktifitasnya. Minhee yang sibuk membaca novel barunya dan Sehun yang tengah berkutak pada laptopnya. Setelah mereka melakukan perjalanan yang cukup melelahkan pada akhir mereka memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Minhee sedikit melirik pekerjaan sang CEO tersebut dengan dahi yang berkerut tidak mengerti. Terlihat banyaknya diagram-diagram dan tabel –tabel yang membuatnya sudah pusing. Jadi Sehun benar-benar melakukan pekerjaanya, rutuk gadis itu dalam hati.

Mereka menghabiskan waktunya dalam kurung waktu 2 jam. Minhee merenggangkan tubuhnya sejenak dan mengucek matanya yang sudah mengantuk. Ia melirik Sehun yang masih berkonsentrasi pada laptopnya membuat gadis itu kesal, padahal waktu sudah menunjukan pukul 11 malam.

Tanpa rasa malu, gadis itu mulai mencari perhatian dari Oh Sehun. Ia mulai dengan mengguling-gulingkan tubuhnya di sisa kasur sebelah lelaki itu namun yang terjadi adalah Sehun tetap kekeuh terhadap laptopnya.

‘ Laptop keparat ‘ Umpat Minhee dalam hati.

Merasa kalah, gadis itu mencoba lagi dengan mendekatkan dirinya kepada Sehun dan segera melancarkan aksinya dengan cara menusuk-nusukkan jari telunjuknya ke pipi lelaki itu. Namun lagi-lagi Sehun tidak merespon bahkan tidak menolehkan kepalanya untuk hanya sekedar melihatnya.

Akhirnya Minhee pun menyerah dan mejatuhkan dirinya di tempat tidur. Sehun tertawa setan sejak tadi, ia tau gadisnya tengah mencari perhatian darinya. Samar-samar ia mendengar gadisnya tengah merutuk kesal.

“ Apa kau sedang mengumpat?”

“ Jika iya kenapa? Dasar tuan yang tidak peka.”

Sehun menggelengkan kepalanya dan mematikan laptop hitamnya kemudian memindahkannya di meja panjang yang berada di samping ranjang. Ia sedikit merenggangkan dan mulai membaringkan tubuhnya sembari memeluk pinggang Minhee yang tengah membelakanginya.

Minhee yang masih merasa kesal menarik lengan lelaki itu kebelakang hingga lengan lelaki itu tidak memeluknya lagi. Sehun menatapnya tidak percaya “ Jadi masih merajuk ternyata.”

“ Jangan membelakangiku Minhee, cepat berbalik.” Perintahnya. Dengan berat hati gadis itu membalikan tubuhnya dan menatap Sehun nyalang “ Kau mau apa?” Ujarnya galak.

“ Aku hanya ingin memelukmu dengan leluasa.” Ucap Sehun dan kembali memeluk gadisnya. Minhee tersenyum senang, mood yang benar-benar berubah secara drastis.

“ Sehun.”

“ Hmm.”

“ Ayo kita menghabiskan malam ini lebih panjang lagi.”

Tiba-tiba Sehun menatap gadisnya “ Apa maksudmu?”

‘ Menghabiskan malam terakhir kita ‘ Ujar gadis itu dalam hati. Namun ia segera tersenyum lembut, menampakan mata bulan sabit indah miliknya tanpa memikirkan rasa sakit di hatinya “ Tentu saja, apalagi kalau bukan bercinta.”

Sehun mengerjapkan matanya beberapa kali dan Minhee mendengus kesal “ Kemana sifat maniak seorang Oh Sehun.” Cibirnya. Dan sedetik kemudian lelaki itu tertawa renyah “ Aku hanya merasa sedikit terekejut, apa ini sebuah hadiah. Jika memang benar, kenapa kau tidak memulainya terlebih dahulu nyonya Oh.”

Minhee tersenyum dan menarik tekuk leher lelaki itu lalu mendaratkan sebuah ciuman ganas di bibir lelaki tersebut. Sehun juga tidak tinggal diam, ia menunggingkan tubuhnya dan mengurung gadisnya di bawah tubuhnya tanpa melepaskan tautan bibir mereka.

Mereka terus memakan bibir pasangan masing-masing, hingga gadis itu melepaskan tautan bibir mereka dan meraup nafasnya yang telah memendek. Sehun tersenyum dan mendekatkan bibirnya di daur telinga sang gadis “ Aku mencintaimu.”

Kemudian lidah lelaki itu menjilati seluruh leher jejang milik Minhee. Gadis itu tersenyum dan meremas rambut belakang Sehun. Padangan matanya mulai mengabur dan tanpa sadar matanya telah menampung air mata hingga tidak dapat menahannya lagi.

‘ Aku juga mencintaimu Oh Sehun.’

***

.

Waktu menunjukan pukul 4 pagi. Minhee membuka matanya yang masih mengantuk, ia melihat Sehun sekilas yang tengah tertidur dengan pulas. Tubuh mereka tanpa sehelai benangpun masih menempel erat, gadis itu melepaskan lengan Sehun dengan pelan agar sang pemilik lengan tersebut tidak terbangun dan mempergokinya tengah bangun di pagi buta.

Minhee menurunkan tubuhnya dari tempat tidur dan berjalan mendekati kamar mandi. Gadis itu sedikit membersikan tubuhnya dengan cara mengambil handuk kecil dan membasahinya kemudian membersihkan semua tubuhnya. Ia lebih memilih cara itu dari pada harus benar-benar mandi dan membangun Sehun nantinya.

Ketika acara membersihkan tubuhnya telah selesai, gadis itu keluar dari kamar mandi lalu kembali membuka lemari bajunya dan mengambil sebuah baju dress pendek bewarna pink soft. Ia segera memakainya dan tubuhnya terlihat sangat anggun ketika memakainya di tambah lagi sebuah sepatu flat putih yang menghiasi kaki mungilnya.

Minhee berjalan mendekati tas hitamnya dan menyimpan beberapa uang disana. Ia menghela nafasnya dan berjalan mendekati seorang laki-laki yang masih tertidur lelap di ranjangnya.

Tangan ringkihnya mengelus surai pekat Sehun seraya mendaratkan sebuah ciuman hangat “ Sehun aku akan pergi, jaga dirimu. Jika memang kita di takdirkan bersama aku akan kembali padamu.” Ucapnya berbisik. Sehun hanya menggeliat kecil tanpa terbangun sedikitpun. Sebuah kertas kecil ia letakan di meja panjang yang tak jauh darinya.

Minhee tersenyum dan matanya mulai berkaca-kaca namun ia segera menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan isakan. Dengan berat hati gadis itu mulai berjalan meninggalkan tubuh Sehun di kamar itu sendiri, namun sebelum tangannya menutup pintu tersebut, iris coklatnya menatap tubuh itu dalam tatapan sedu.

‘ Sehun-ah Saranghaeyo’

***

.

Minhee berdiri di belakang kediaman rumah milik Oh Sehun. Tentu saja ia telah mengendap untuk dapat keluar dari rumah tersebut. Ia memilih untuk memanjat sebuah tangga yang mengubungkan dirinya dari pembatas pagar yang tidak terlalu tinggi tersebut. Dapat dilihatnya sorang laki-laki tengah menunggu kedatangannya.

Seorang laki-laki yang memilki kulit yang sedikit lebih gelap darinya, Kim Jongin tengah menunggunya dan Minhee menghampirinya “ Jongin kau membawa mobil?”

“ Tentu saja, agar perlarianmu lebih cepat dan Sehun tidak menaruh curiga.”

“ Kapan penerbangan kita?”

“ Kita akan terbang pukul 8 pagi ini.”

“ Baiklah terima kasih Jongin-ah.”

Jongin tersenyum dan membukan pintu mobil untuk Minhee dan gadis itu menurut.lelaki itu tersenyum penuh kemenangan dan berjalan ke arah sisi berlawanan mobil lalu memasukkan tubuhnya juga.

Lelaki berkulit tan itu mulai menjalankan mobilnya dan perlahan-lahan meninggalkan kediaman rumah yang pernah mengisi kehidupan Park Minhee. Gadis itu hanya menatap rumah itu dari spion mobil dan mencoba untuk tidak terisak kembali.

***

.

Cahaya matahari pagi menghampiri di sela-sela fentilasi kamar yang menghampiri seorang laki-laki yang masih tertidur dengan lelapnya. Suara bersik dari luar yang menadakan sudah banyak orang yang beraktifitas kembali. Lelaki tanpa sehelai benang itu pun mulai terusik apalagi ketika matahari pagi menyapa mengelihatannya.

Waktu menunjukan pukul 07.10. Sehun mencoba kembali ke alam sadarnya. Ia sedikit meregangkan tubuhnya dan menolehkan kepalanya di sebelah ranjangnya dan begitu tekejut tidak menemukan gadisnya.

“ Minhee, sayang kau dimana?” Sehun memanggil dengan suara serak. Merasa tidak ada sahutan, ia berjalan ke dalam kamar mandi namun tidak menemukan sosok gadisnya di manapun. Tiba-tiba ia merasa kalut.

Dengan hati yang cemas, lelaki itu mengecek semua ruang kamarnya namun nihil Minhee tidak di manapun, ia hendak mengambil handponenya yang berada di meja panjang. Namun sebelum tangan itu  sampai, ia mengurungkan niatnya ketika melihat sebuah kertas yang telah di lipat yang terletak di sebelah handpone. Laki-laki itu bingung dan segera membukanya.

             Sehun-ah hari ini aku akan pergi jauh dari Korea. Maaf tidak bicara terlebih dahulu padamu. Sekarang aku ingin menenangkan diriku terlebih dahulu. Jangan mencariku, jika semua masalah kita terselesaikan aku akan datang pada waktunya.

“ Penghianat.”

            Aku akan menetap di sebuah desa terpecil di london selama 3 tahun sambil menunggu adik bayi kita lahir. Maaf tapi cobalah untuk tetap berbahagia. Aku menyayangimu Oh Sehun, ayah dari anakku.

Park Minhee                       

“ Kau berhkianat.”

Sehun meremukan kertas tersebut dan melemparnya asal. Hatinya terasa pedih dan sakit. Gadis itu telah berjanji padanya tapi apa ini ia mengikarinya. Lelaki itu tidak tinggal diam ia  memakai bajunya dan menyuruh supirnya untuk segera bersiap-siap.

‘ Aku tidak akan membiarkan Park Minhee ‘

***

.

Sehun berlari dengan nafasnya yang pendek. Dirinya telah berada di bandara 5 menit yang lalu, hatinya benar-benar tidak tenang ketika melihat layar komputer besar yang menuliskan sebuah pesawat dengan tujuan ke london akan terbang jam 8 pagi ini.

Kaki panjangnya terus berlari dan kepalanya terus mencari-cari tanpa arah. Ia gaduh, bayangan hidupnya tanpa gadis itu terlintas dalam benaknya. Lelaki itu panik bukan main, ia tidak sadar beberapa orang memeperhatikannya dengan tatap bingung.

Namun tubuhnya terhenti ketika matanya memperhatikan seorang gadis yang ia kenal tengah berjalan menuju lift tangga dengan seorang laki-laki di sampingnya.

“ Jo-jongin.” Ucapnya kaku. Ia segera berlari ke arah mereka namun dua orang penjaga menghalangi dirinya untuk kembali mangambil gadisnya.

“ Maaf Tuan tapi anda tidak boleh masuk ke dalam ruang tunggu.” Ujar salah satu dari mereka. Tetapi Sehun tidak memperdulikannya ia berusaha memberontak dengan kekuatan dari dua orang tersebut.

“ PARK MINHEE!”

Sehun berteriak keras hingga membuat semua orang yang berada di sana menatap kearahnya. Minhee yang tengah menaiki lift tangga menolehkan kepalanya ke belakang ketika indra pendengarannya mendengar suara yang sangat ia kenal memanggil namanya.

“ Se-sehun.” Cicitnya dan Jongin juga melihat hal itu segera membalikan tubuhnya dan berdecih tidak suka. Ia segera membalikan tubuh Minhee kembali kearah depan “ Lihat jalanmu, kau tau kita lagi menaiki lift ini Park Minhee.”

“ Ta-tapi Jongin.”

“ PARK MINHEE LIHAT AKU!”

Suara Sehun kembali menggema dan ketika Minhee dan Jongin telah sampai di lantai atas, gadis itu kembali menolehkan kepalanya. Ia tidak sanggup melihat pemandangan ini dan hendak menjalankan kakinya kembali namun sebuah suara kembali mengitrupsinya.

“ PARK MINHEE KAU TELAH BERJANJI PADAKU DAN LIHATLAH SIAPA YANG TELAH BERKHIANAT. APA SEMUANYA BELUM CUKUP JELAS UNTUKMU, AKU MENCINTAIMU PARK MINHEE, KAU DENGAR! AKU MENCINTAIMU PARK MINHEE.”

Tes . . .

Tes . . .

Tes . . .

Sebuah air mata begitu saja meluncur indah di kedua pipinya. Matanya menatap Sehun yang berada jauh darinya, mata mereka bertemu dan Sehun menatapnya dengan wajah yang begitu sengsara.

“ Maafkan aku.” Ujarnya dan segera menarik Jongin kedalam ruang tunggu tanpa menatap lelaki itu kembali dan Sehun menatapnya tidak percaya. Tiba-tiba tubuhnya lemas dan ia mendudukan tubuhnya di dinginnya lantai dengan guratan lelah di wajahnya. Tidak ia hiraukan lagi semua orang menonton sejak tadi menonton mereka.

Kedua orang penjaga tersebut melepaskan gengaman mereka pada Sehun dan hanya menaruh rasa sedih kepala laki-laki yang tengah sengsara tersebut. Sehun mengepalkan kedua tangannya kuat, mencoba menghilangkan rasa sakit di dadanya. Pelupuk matanya mulai memanas dan ia segera menarik rambutnya untuk mengalihkan rasa sakitnya. Tidak, ia tidak pernah menangis seperti ini hanya karena seorang wanita dan ia yakin sejak dulu dia adalah laki-laki yang kuat namun kenyataannya berkata lain.

Sehun begitu mencintai Minhee.

Karena kebahagiaan membutuhkan sebuah pengorbanan. Ketika hatimu mulai yakin akan hadirnya cinta maka kau akan tetap berada di dalam jiwanya.

~ THE END ~

.

With

You’re my Gravity ( Sequel Devil Of Cruel )

.

.

( Mohon untuk membaca author note )

Follow My IG : @asih_ta97

Hallo semua berjumpa lagi dengan author. Gimana setelah baca ini pasti pengennya bacok tidak ya, bacok tidak ya.

Haha gimana masih belum puas? Tenang masih ada squel. Author nggak sejahat itu kok untuk memisahkan mereka. *ehh

Squelnya sekitar 3 chapter dan yang ketiga bakal di protect. Wahahaha *author jahat #langsungkaburbawasehun. Cup-cup sama aku aja Sehun.

Oh iya author mohon dengan sangat untuk memberikan pendapat kalian tentang cerita ini dari awal sampai akhir.

Samapi jumpat di selanjutnya ya

Bye

Author sayang kalian semua ( beri ciuman satu-satu )

134 responses to “[Series] Devil Of Cruel ( Chapter 10 [D/D] : Don’t Say )Final – By Asih_TA

  1. AUTTHOORR WHAAT THE MEAN OF THISS MEAAN(???).. maap thor terlalu baper karena sehun minhee pisah T-T tegaa baat minhee ninggalin sehun masyaawlaa~ semoga di sequel bersatu dahh.. sequelnya ditungguu yaa~~ fighting fighting!

  2. Astaga Minhee? You know what Sehun do it in airport? So sweet, really. What are you doing? Iya, memang dark awal Minhee tersakiti. Tapi benar Sehun. Look! Siapa Yang berkhianat sekarang?
    Sweet lho Sehun, banget😍😂

    Pendapat Cerita ini?

    Crazy!! Cerita by Asih_TA itu gila semuanya. Selalu mendebarkan, bikin penasaran, dan tidak terduga.

    Cukup, aku udah ngantuk soalnya😂

    Ditunggu Ya kak Asih_TA kelanjutannya😂

  3. astaga maaf sblum na kaq aku gak bisa comment d stiap chap, krna maklun aj si yal di daerah trpncil..
    tpi smpah gk nyangka akhir na bkal kyk gini..
    omg..
    kirain shun am minhee bkl nikah..
    tapi surprise bgt kaq..
    d tunggu sequel na kaq..
    semangat…

  4. dan akhirnya pun minhee pergi ninggalin sehun, ohh noooo.

    yahh, jadi ini beneran ending yaa?😥 , kasian sehun ngejar minhee sampe segitunya, sampe rela lari-larian, triak-teriakan cuman buat minhee balik sama dia. tapi, itu balasan buat sehun karna udah ngancurin hidup org cuman buat balas dendam doang.
    kak, cara dapetin pwnya gimana yaa??

  5. terharu aku thor, suer ini bener bener keren aku sempet ga aktif baca ff di skf ini jadwanya padat banget soalnya hehe dan akhirnya bisa leluasa ini alhamdulillah dan langsung nyari-nyari ff ini. lanjut thor hehe asik nihh

  6. yah kaka ko sad ending, sehun kasian hiks…
    minhee kenapa kau meninggalkan sehun dn pergi bersama jongin?
    fighting sehun

  7. gak biasa ngebayangin sehun tanpa minhee gimana jadinya. sedih banget lihat sehun sebegitu sengsara di tinggal minhee. asli part ini bikin mewek 😭😭😭😭😭😭😭

  8. Semogaa sequelnya happy ending… jdi ntr aku baca😀 Gatau knp aku gk bsa baca ff yg sad ending… ditunggu sequelnya yg happy ending😀

  9. yaaaaahh…. udh END ya???:'(( aaahh, sad ending😭😭 kasian liat Sehun sengsara ditinggal Minhee gitu. ampe tereak” di bandara, demi Minhee biar balik lagi.. huhuhu pertengahanny seneng”, sweet gitu, akhirnya sad ending gitu… ga nyangka aja daah, kukira mreka ntar bakalan jdi nikah. hidup bareng Little Oh.
    aku harap. sequelny ntar happy ending. ga rela akuu:v ahahaha little Oh ntar lair deeh..di sequelny ya kak?? wkwkwkwk

  10. Aaaaaaaaagh……. Cerita ini membuatku….. #jambakrambutsendiri
    Dear asih… Selamat kau berhasil membolak-balik perut saya… Hiks… Nggak sabar baca sequelnya
    Ditunggu yaaa…..

  11. Sad end jadinya ya kenapa ma jongin sih minhee…sehun kena batunya saat dia ga percaya cinta dia bisa dptin minhee dengan mudah tapi saat dia percaya malah ditinggalin…*nyesek bacanya ditunggu karya yg lain…

  12. Oh ya ampun demi apa ini the end? Astaga hun, lo ditinggalin sama minhee nih ceritanya? Demi apa lagi gue baca beginian ampe jam segini, dan ternyata endingnya bener-bener menguras otak! Daebak! Pokoknya ditunggu sequelnya ya thor! Oh astaga gue ga tega sama si sehun kan jadinya😢 yg sabar ya hun, cerita lo masih ada sequelnya kok! Jgn nangis hun! Lo tuh cowok sexy (?) Wkwk apaan sih, pokoknya keren deh buat ending yg ini! Semangat terus yaaa😘

  13. OH MY GOD!!! tida ingin berkata kasar….author-nim 짱!!! Gabakal nyangka sih ending-nya si Minhee bakal kabur sama Jongin…ditunggu sequel-nya….It will gonna be perfect><

  14. Halo~
    Maafkan saya yang baru meninggalkan komentar di part terakhir. Tapi saya sudah meninggalkan jejak di part-part sebelumnya berupa like. Maaf ya cuman like doang;-;

    Ini air mata hampir mau netes eh taunya tulisan end tiba-tiba muncul. Acidaks. Jadi gak jadi deh nangisnya huhuhu;-; Aku tau sehun gak sejahat itu. Aku tau sehun itu baik;-; arghhhhhh

  15. Duhhh bisa di katakan orang gila, atau mungkin aku udah gila, yah betul memang aku senyum sendiri treak2 dan terakhir nangis huuuuu
    Hanya karna sebuah fanfiction, … jadi terbawa suasana duh sehun ku jangan di buat memserita ya!! Jeball buing~ buing

  16. Hahh wahahahahahahaha aku sudah gila.. wht th hell?? Ni mngejutkan…
    Aku butuh sequelnya.. hiks hiks aku baperr.. minhee tega ninggalin sehunku huhuhuhu

  17. huaaa..😥 kenapa minheenya pergi coba
    yah sekarang sehunnya yg kasian..
    endingnya gk kebaca kirain bakalan happy ending ehh malah sad ending.. mewek dahh

    keepwriting^^

  18. Ya ampun sedih banget liat Sehun kayak gitu.. dan kayaknya keputusan yang Minhee ambil ini kurang tepat kayaknya..
    Tapi berhubung ada sequelnya jadi ya gak kecewa-kecewa amat.. semoga di sequel nanti mereka bisa bersatu..

  19. yaampun author ga enak banget akhirnya aku nangis ga berenti *ciealay
    tapi beneran itu nyesek banget kenapa sih minhee kya gitu jongin juga nyebelin banget aaaaa aku kesel padhal udh ekspetasi chanyeol sama hyeji bahagia begitupun sehun minhee tapi malah kaya gini ahh dasar jojongㅠㅠ *eh
    Tapi ini ff nya kren banget dari awal aja udh kerasa konflik nya suka greget sendiri dan ternyata banyak halhal yg tersembunyi di ceritanya dan aku suka. dan kalo pengen tau aku baca ff ini ngebut banget 3 hari berturut turut abis ngejar banget aku baru nemu ff nya jadi ga ikut perkembangan dari awal banget tapi gapapa tetep seru ko. udh deh curhat nya pokonya aku suka ff ini ,keep writing buat authornya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s