Chan Hee [10 Steps Closer Extra]

chanhee-poster

Ziajung’s Storyline©

Casts: Park Chan Yeol | Choi Seo Ah | Chan Hee

Genre: Romance | Comedy | Family | Marriage Life

10 Steps Closer: Prolog || 1st Step || 2nd Step || 3rd Step || 4th Step || 5th Step

—————————

Park Chan Yeol menghela nafas untuk kesekian kalinya, melihat istrinya asik dengan dunianya sendiri. Sudah hampir satu jam setengah mereka mengitari bagian ‘Baju Anak’ di Golden Departement Store, dan tiga kantong belanja di tangan Chan Yeol ternyata itu tidak cukup untuk Seo Ah. Entah Chan Yeol harus bagaimana, ironinya dia sendiri yang mengusulkan adanya diskon besar-besaran menjelang musim panas ini.

Chan Yeol hanya tidak menyangka kalau antusiasme istrinya bisa sebesar ini.

“Menurutmu, bagaimana dengan yang ini?” tanya Seo Ah sambil menunjukkan baju bayi perempuan berwarna merah muda dengan banyak renda.

Chan Yeol menaikan sebelah alisnya melihat model baju itu. “Tidakkah itu terlalu… berlebihan?” Chan Yeol malah balik bertanya. “Dan kenapa kau selalu memilih baju bayi perempuan?”

“Karena aku yakin kali ini perempuan.” Seo Ah meletakkan kembali baju yang ia pilih dan memilih di rak lain. Chan Yeol mengikuti.

“Kau selalu mengatakan itu.”

Seo Ah mengerucutkan bibirnya, ia berhenti memilih baju. Sambil mengelus perutnya yang buncit, ia pun berkata. “Aku benar-benar yakin kok kali ini perempuan.”

“Bukankah di rumah sudah banyak baju bayi perempuan.”

“Itu sudah ketinggalan fashion!” sahut Seo Ah tidak terima. “Lagipula ini semua didiskon.”

Lagi, Chan Yeol menghela nafas. Harusnya dari awal ia tidak mengatakan kalau Golden Departemen Store mengadakan diskon menjelang musim panas, untuk semua produk. Chan Yeol kira, dengan hamil besarnya itu Seo Ah akan lebih memilih di rumah dan menikmati Frozen Yoghurt. Tapi kemudian Chan Yeol besar, rasa cinta Seo Ah pada diskon jauh lebih besar dari keselamatannya sendiri, bahkan untuk Chan Yeol atau calon anaknya.

Ah… Chan Yeol mengasihani dirinya sendiri.

“Aku akan mengambil yang ini!”

Chan Yeol hampir berteriak melihat Seo Ah berlari kecil sambil membawa dua baju masing-masing berwarna kuning dan merah muda, kalau saja wajah Seo Ah tidak sesenang itu. Rasanya Chan Yeol harus memarahi Seo Ah setelah sampai di rumah nanti, mengingatkan siapa yang setiap malam membangunkannya hanya karena kram di perut dan kakinya. Semenjak Seo Ah hamil, Chan Yeol jadi lebih bawel—melebihi ibu Seo Ah. Dia bahkan menyingkirkan seluruh high heels Seo Ah dan menggantinya dengan sepatu-yang-aman-untuk-ibu-hamil. Chan Yeol baru akan tenang kalau anaknya lahir nanti, dua bulan lagi.

Chan Yeol menyerahkan black card-nya tanpa Seo Ah minta. Seo Ah tidak lagi protes seperti dulu, malah sebenarnya Seo Ah tanpa langsung meminta Chan Yeol yang membayar. Selagi kasir menghitung barang-barang Seo Ah, wanita itu tidak henti-hentinya tersenyum dengan sebelah tangan mengusap perutnya. Chan Yeol ikut tersenyum melihat itu. Tangannya yang bebas meraih satu tangan Seo Ah lainnya, mengusap punggung tangan wanita itu dengan ibu jarinya.

“Kau senang?”

“Iya.” Seo Ah menoleh. “Terima kasih.”

Chan Yeol mengangkat tangan Seo Ah dan mengecupnya singkat.

“Kita harusnya mengajak Chan Hee juga.”

Chan Hee? Chan Yeol mengeryitkan dahinya. Entah kenapa sekarang ia sangat benci nama itu, padahal awalnya ia sangat menyukai nama itu. Nama yang manis seperti Seo Ah, tapi juga memiliki unsur nama Chan Yeol. Ia bahkan menginginkan anak pertamanya bernama ‘Chan Hee’. Tapi tidak lagi setelah insiden di Jeju waktu itu. Bocah sok dewasa yang dengan seenak perut meminta Chan Yeol membahagiakan sekaligus menjaga Seo Ah. Cih! Tanpa disuruh pun Chan Yeol pasti akan melakukannya.

Dan kenapa Seo Ah membawa-bawa nama itu lagi?! Di hadapannya!

“Oh! Tepat sekali!” Seo Ah memekik pelan sambil melihat layar ponselnya. Ia pun menunjukkannya pada Chan Yeol. “Chan Hee menghubungi.”

Chan Yeol baru ingin membanting ponsel Seo Ah, ketika ia mendengar suara nyaring yang sangat bahagia. Apakah Chan—ugh! Chan Yeol benci menyebut namanya—baru saja tersedak sepatu karet? Kenapa suaranya jadi menciut seperti itu?! Kemana suara yang dimirip-miripkan seperti milik Chan Yeol-nya?

“Chan Hee tidak merindukan Eomma?” Seo Ah mengerucutkan bibirnya, berbicara dengan logat seperti anak kecil. EOMMA?!

“Tentu saja Chan Hee merindukan Eomma,” suara nyaring itu membalas. “Tapi Chan Hee senang di sini—ah! Appa!”

Karena penasaran, Chan Yeol melirik ke layar ponsel Seo Ah, dan disambut dengan pekikkan bocah laki-laki berumur empat tahun yang tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya. Chan Yeol seperti melihat sosoknya sendiri di diri bocah itu, hanya saja dalam ukuran jauh lebih kecil dan imut. Hanya mata bocah itu yang lebih mirip Seo Ah.

Appa?! T-Tunggu. Setelah tadi memanggil Seo Ah dengan ‘eomma’, kini ia memanggil Chan Yeol ‘appa’—jadi dia anak mereka? Tapi bukankah anak mereka belum lahir? Dan Chan Hee… bukannya ia sudah delapan belas tahun?!

“Kenapa diam saja?” senggolan siku Seo Ah di pinggang Chan Yeol, menyadarkan pria itu. “Kau tidak merindukan anakmu?”

Anak?! Apalagi ini!

Eomma, aku punya teman baru di sini.” Mengabaikan Chan Yeol yang masih bingung setengah mati, bocah—maksudnya Chan Hee—kembali mengoceh. “Aku memancing bersama hyeong tadi siang.”

“Oh, ya? Siapa?”

SAEM!”

Mata Chan Yeol membulat. Anak sialan itu!

“Ah! Ada Ahjussi juga! Annyeong!”

Chan Yeol merebut ponsel Seo Ah dari tangannya. Matanya hampir keluar melihat bocah laki-laki-yang-sangat-mirip-dengannya bersama siswa-delapan-belas-tahun-yang-paling-dibencinya-sejagad-raya tersenyum lebar kepadanya. Tangan Chan Yeol meremas erat-erat ponsel Seo Ah, dan mungkin sebentar lagi akan meretakkan—atau malah meluluhlantakkan ponsel itu.

Sial! Dua Chan Hee yang membuat kepalanya berdenyut karena reaksi yang berbeda.

“Chan Yeol-ssi, kau kenapa sih?!”

Chan Yeol menjauhkan ponsel itu dari jangkauan tangan Seo Ah. Ia masih menatapnya lekat-lekat, berharap satu dari dua orang yang tersenyum lebar itu hancur berkeping-keping karena tatapan mautnya.

“Chan Yeol-ssi!”

“Chan—sajangnim!”

Sajangnim?”

Goyangan pelan di lengan Chan Yeol membuat pijakkannya runtuh. Semua dunianya bergoyang, membawanya kembali ke tempat semestinya—di depan sebuah toko baju anak-anak, di Golden Departement Store yang baru dibuka setahun yang lalu. Chan Yeol melihat sekeliling. Di sebelahnya, Sekretaris Jung menatapnya khawatir, begitu juga rombongan yang turut serta melakukan inspeksi hari ini—yang terdiri dari beberapa dewan direksi dan manajer toko.

Chan Yeol mendesah sambil memijit keningnya. “Tidak apa-apa.”

“Apa Anda butuh air?”

“Tidak per—“ Chan Yeol berhenti begitu melihat name tag yang menggantung di dada seorang manajer toko. Ia menyodorkan sebotol air mineral pada Chan Yeol, tapi bukan itu yang membuat Chan Yeol mengerutkan hidung sampai-sampai urat dahinya menonjol. Tidak nama itu lagi!

“Kang Chan Hee?”

“Ya?” Manajer Kang menatap Chan Yeol. “Ah, iya, perkenalkan, saya Kang Chan Hee. Manajer Pe—“

“Kenapa namamu Kang Chan Hee?”

“Maaf?”

Sajangnim.”

Chan Yeol mengibaskan tangannya lalu mengambil air mineral itu. Ia meneguk air itu banyak-banyak, berharap bisa menghilangkan delusinya tadi. Dan lebih bagus kalau bisa menghilangkan rasa bencinya dengan nama ‘Kang Chan Hee’.

Ah… bahkan dipikirkan saja sudah membuat Chan Yeol meninju tembok!

Chan Yeol tidak pernah sekesal ini pada apapun, bahkan sebuah nama. Nama yang sekilas hampir mirip dengan miliknya, sekarang jauh lebih mengganggu dari angka-angka ganjil di laporan keuangan. Chan Yeol pun ingat, kalau ia ingin menamai anak atau peliharaannya dengan nama itu jika punya nanti. Tapi sekarang, kepalanya selalu berdenyut jika menyebutkan nama itu di otaknya, karena wajah sok dewasa bocah delapan belas tahun itu selalu ikut muncul.

“Ayo kita lanjutkan.” Chan Yeol kembali melangkah. Namun ia berhenti ketika baru dua langkah. “Dan Kau. Ganti namamu.”

“Ya?”

“Suruh seluruh pegawai bernama Chan Hee di sini mengganti namanya.”

Sajangnim, tapi….”

Sekertaris Jung tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Chan Yeol sudah melangkah dengan kaki panjangnya itu, meninggalkan sejuta tanda tanya di kepala banyak orang yang mendengar ucapannya tadi.

 

-END-


 

*ini maksudnya end buat extra-nya kok

Entah kenapa, tiba-tiba kepikiran, trus gaje HAHAHAHAHA *maafkeun

*lagi males edit poster hehe

Regards: Ziajung (vanillajune.wordpress.com)

42 responses to “Chan Hee [10 Steps Closer Extra]

  1. hahaha jujur aja lucu banget sama sikapmya chanyeol yang suruh ngerubah yang punya nama chan hee, emang bikin nama mudah apa, haahah

  2. Chanyeol segitu bencinya sama yg namanya chanhee…smpe2 anak sndiri digituin…mmg chanyeol wktu kasih nama anaknya gak inget kli ya klo ada chan hee versi 18taon yg suka sama seoah…😀😀😀😀

  3. Lucu deh saat semua orang di dunia berubah namanya jadi chanhee disitulah emosi chanyeol akan meledak 😂😂😂

  4. Ini spoiler kah?? kalo ia berarti ff nya happy ending ya hihi..
    seneng baca Seo Ah Chanyeol akur, plus Seo Ah lagi hamil yeaaayy..
    Chanyeol benci banget sama Chan Hee, karyawannya aja sampe disuruh ganti nama hahaha,,
    tapi yang manggil Seo Ah eomma itu siapa??
    di tunggu next chaper 10 Steps Closer nya ^^

  5. Awalnya bingung ehh malahan ujung2nya dibikin ngakak wkwk cuman ‘delusi’ sihh tapi efeknya parah banget ampe Chanyeol kesel gitu, konyolnya lagi yang punya namanya ‘ChanHee’ harus diganti ckck

  6. Hahaha lucu bngttt. Cuma gara gara nama chan hee dimana dulu coi seo ah pernah di tembak ama diaa. Ya ampunn chanyeoll…. ditunggu part selanjutnya

  7. aku kira ini step ke 6, eh ternyata hanya extra chap ttg chan hee.
    saking bencinya sm nama chanhee chanyeol smpe melamun mikirin masa depan hahaha.
    jadi penasaran sm visualnya chanhee kyk gimana sih.
    ditunggu chap 6 nya yaa. semangatttt

  8. hahahahaaaa…. Chanyeol jdi puyeng gra” nma Chan Hee…

    awalnya aku kira ini special part. Chan Hee murid Seo Ah… tpi bkan toh….gpp ttep kocak..hehehe…

    ksihan dong jika sluruh pkerja brnama chan hee gnti nma… apa yg diblanh orng tua mereka nanti..?? hahahahaaa…

    next chap. thor..

  9. Ternyata cuman mimpi, ya. Ya ampun wkwk. Tapi Chanyeol juga protektif banget sama Seo Ah yang lagi hamil *meski cuman mimpi doang*. Tadi awalnya dikirain udah post chapter 6, ternyata belum, hehe. Aku tunggu yaa kelanjutannya😀

  10. Cemburu tingkat dewa kali yak jadinya gitu wkwk
    Hhh, semoga anak chanyeol ngga dinamain chanhee juga yakk haha

  11. Delusi Chanyeol bener2 lucu.. aku pikir itu beneran klo Seo Ah udah hamil… eh cuma angan2 Chanyeol doank… hihihi…

  12. Nungguin kelanjutannya taunya udah ada extra part 5. Aku sampe bingung pas baju anak-hamil-Chan Hee lol khayalan doang lagian Chanyeol tiati jangan benci sm Chan Hee kan sapa tau ntar perlu/butuh dia wkwkwk Semua yg ada ‘Chan Hee’ ganti nama yaampun segitunya, Yeol. Part selanjutnya ditunggu bgt nget ngettttt

  13. Wah udah end? Gk kerasa
    Kirain masih lanjut lagi 😢
    Gpp deh.. Jujur awalnya tdi aq rada gk mudeng.. Tpi waktu tak baca lagi baru nyantol dah ke otakk..
    Chanyeol cerewetnya kek apa ya?
    Ngakak ngebayanginnya😂😂😂😂

    Keepwrting^^

  14. Awal baca ceritanya kaget kok jadi gini kapan hamilnya
    Ehh ternyata cuman khayalan chanyeol
    Part 6 nya kapan kak..
    Semangat kaka

  15. Seo ah sejak kapan hamilnya?..
    hahaha chanyeol segitunya banget benci sama yg namanya chanhee..

    ngakak bacanya..
    chap6 ditunggu nih kk

  16. itu kirain beneran chanyeol udah punya anak ternyata hanya hayalan chanyeol yg berlebihan karena sebuah nama ”kang chan hee ” lucu pake telur eh banget maksudnya….nexttt

  17. Ternyata cuman khayalan chanyeol aja yaaa 😂 kirain bneran, awalnya nggam ngerti kok tiba” jadi akur ehhhhh ternyata cuma khayalannya chanyeol ajaaa 😂😂😂 segitunya cemburu ama chan hee smpe khyalin masa dpan… Btw cy udh khayal punya anak 😄😄

    Keep writing thor di tunggu chap 6 nyaa

  18. hahaha so poor kang chan hee ..chanyeol jgn kek gtu lah kasian anak org lanjut eonni next chap>♡<

  19. hahaha, ngakak banget. kirain diawal beneran seo ah hamil. ternyata cuma delusinya chanyeol aja
    semua chan hee harus ganti nama, ngakak dah sama pemikirannya chanyeol

  20. Jadi semua itu cuma delusi Chanyeol? 😄 Haha segitunya Chanyeol benci sama nama Chan Hee sampe nyuruh semua karyawan yang bernama Chan Hee ganti nama. Tapi extra chapter ini oke lah. Itung-itung buat selingan.

    Keep writing ^^

  21. Inti cerita di chapter ini hanya delusi chanyeol.Authornya keren.ide ceritanya bagus.ditunggu lanjutanya ya kak
    Semangat

  22. ngakak banget sumpah hahah ..
    jadi itu chanyeol cuma berkhayal aaja apa mimpi doang? wkwk kirain aaku seoah beneran lagi hamil ternyata khayalan chanyeol aja chanyeol saking bencinya sama chanhee sampe segitunya banget ampun wkwj sampe pegawainya disuruh ganti nama yaampun malangnya nasibmu pak manager kang chan hee hahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s