Limerence – Teaser

image

 

Limerence

Cast : Sehun and Miju | Genre : Angst, Romance | Rating : PG – 17 | Series

Disc : Terastory © 2016

Summary : “Ketika tidak bisa memiliki, maka kau harus melepaskan.” Tapi, Sehun tidak ingin melepaskan Miju sama sekali.

 

.

.

 

Ketika berumur 5 tahun, Gong Miju adalah gadis paling manis dengan berat badan di atas rata-rata usianya—dengan kata lain—gemuk. Tapi, karena tingkahnya yang baik semua orang di taman kanak-kanak menyukai tokoh heroin kita yang naif.

Lalu, datanglah Oh Sehun, anak laki-laki tampan yang tidak pernah tersenyum dan selalu hadir dengan wajah mendungnya. Karena otaknya yang terlalu jenius untuk anak seusianya, dia berpikir terlalu dewasa hingga menganggap bermain dengan anak-anak sebayanya hanya membuang waktu. Tak memerlukan waktu lama bagi para bocah itu untuk mengasingkan Sehun.

Heroin kita yang naif tentu saja tidak ingin di dalam ceritanya—lebih tepatnya di dalam kotak pasirnya—ada yang bersedih dan diasingkan. Gong Miju kecil memutuskan mendekati Sehun agar menjadi temannya.

“Hai. Aku Gong Miju, siapa namamu?” Miju bertanya sambil mengulurkan tangannya yang gemuk dengan jari-jari mungil.

Sementara, Oh Sehun menatap aneh jemari Miju yang berhasil mengalihkan perhatiannya dari ensiklopedia dunia miliknya. Bacaan yang berat untuk anak 5 tahun. “Apa yang kau lakukan?” kali ini Miju yang menghadiahi Sehun dengan tatapan aneh, “tentu saja mengajakmu berkenalan.”

Sehun mendengus, “tidak perlu, aku tidak tertarik pada timbunan lipid yang kelebihan serotonin sepertimu.”

Tangan Miju berganti menggaruk kepalanya, “li-li apa? Kau bicara apa, sih?”

“Spesimen sepertimu tidak akan mengerti, informasi ini akan kalian serap ketika kalian mulai belajar di bangku sekolah menengah pertama.” Sehun masih sibuk dengan ensiklopedianya, melewatkan ekspresi takjub Miju pada anak lelaki kecil itu.

“Woah….”

Sebuah nada rendah dari timbunan—maksudnya—Gong Miju membuat Sehun tidak tertarik lagi pada bukunya, dia lebih tertarik melihat apa yang membuat gadis kecil di sampingnya menunjukan reaksi yang begitu—unik?

“Apa?” ujar Sehun.

“Mereka benar….” Miju menjawab.

“Apanya yang benar?”

Miju tertawa, “kau an—“ anak perempuan itu menggeleng, “—kau menajubkan!” puas dengan pilihan kata yang lebih baik, Miju kembali tertawa, tapi Sehun tak mengantisipasi ini, dia sudah biasa mendengar orang-orang memanggilnya ‘aneh’, ‘alien’, atau apapun yang membuatnya terkesan buruk.

Namun, anak perempuan ini menatapnya dengan mata besar berbinar, tawanya terlalu riang hingga Sehun takut kotak tertawanya rusak—ya, jika itu memang ada. “Yang benar itu menakjubkan!” koreksinya.

Tawa anak kecil Miju malah semakin geli, “wah, selain tampan kau juga pintar.”

Untuk anak-anak berusia lima tahun, pernyataan itu dikatakan penuh kepolosan dan apa adanya. Tapi, bagi anak yang jeniusnya kelewatan di hadapan Miju ini, pujian tadi tidak sekedar pernyataan biasa. Telinga anak lelaki itu memerah seketika, menjalar pelan-pelan hingga ke wajahnya.

Miju sampai berhenti tertawa karena kekhawatiran yang muncul, ibunya bilang, jika orang sakit atau demam, wajahnya akan memerah, di hadapannya Sehun menunjukan ciri-ciri yang sama. Anak perempuan itu kelihatan bingung, dia menggeser duduknya ke dekat Sehun seraya mengulurkan tangannya ke kening lawan jenisnya itu. “Apa kau sakit? Wajahmu merah?”

Sehun mengedipkan matanya, tiba-tiba bibir yang penuh sarkasme itu lebih suka diam. “Ottokhe?” Miju kecil bergumam. Otaknya berputar keras mengingat apa yang biasanya ibunya lakukan jika Miju sakit, kemudian senyuman merekah di wajah bulat Miju.

“Biasanya jika aku sakit, eomma akan mencium kening Miju supaya sakitnya hilang.” Tanpa permisi, si gadis kecil menarik kepala Sehun sehingga lebih dekat ke wajahnya, dia memberikan kecupan yang lama pada dahi Sehun, membuat anak laki-laki yang menjadi korban ciuman Miju terperangah sesaat.

“A-apa yang kau lakukan?” Sehun buru-buru menjauhkan diri dari Miju.

“Aku mau menyembuhkan sakitmu. Apa masih sakit?” Miju kembali merangsek maju, membuat Sehun bergeser mundur, begitu seterusnya hingga tanpa sadar Sehun jatuh dari pinggiran bangku di susul Miju yang mencoba menolong Sehun tapi malah tertarik ikut oleh bocah itu.

Miju membuka matanya, dia berkedip sesaat, menatap sebuah mata sipit yang tajam di bawahnya yang kelihatan lebih besar dari ukuran biasanya. Kala itu dia sadar, bibir mereka saling bersentuhan. Sehun panik, dia mendorong Miju dari tubuhnya, dan buru-buru bangkit.

“Ka-kau!” tunjuk Sehun.

Kesal Miju hanya menatapnya polos, “Apa kau sudah sembuh?”

Astaga! Sehun kecil buru-buru pergi, dia berlari sekencang-kencangnya dari taman bermain, meninggalkan Gong Miju yang bertanya-tanya apakah dia baru saja melakukan kesalahan?

“Sepertinya dia sudah sembuh, Miju….” Suara Baekhyun di samping Miju membuat gadis kecil kita meloncat kaget. “Baekhyun! Jangan buat aku kaget, dong!” dia mengelus dadanya, tidak tahu kenapa orang dewasa di televisi suka sekali melakukannya jika terkejut, dia hanya bocah yang suka meniru.

“Sehun….” Bukan menanggapi perkataan Miju, Baekhyun malah menunjuk ke arah Oh Sehun menghilang.

“Apa?” kepala gadis kecil itu dimiringkan sedikit.

“Oh Sehun, yang tadi Miju cium itu Oh Sehun.” Lanjut Baekhyun. Anak lelaki itu menarik si gadis kembali ke kotak pasir mereka, melupakan apa yang baru saja terjadi seperti kebanyakan anak-anak, berbanding sekali dengan Oh Sehun yang hingga bertahun-tahun berikutnya tak pernah sedikit pun melupakan kejadian di taman bermain itu.

Saat menginjak usia 7 tahun, Miju dan Oh Sehun bertemu di sekolah yang sama kembali. Oh Sehun si anak pindahan, mendapatkan banyak perhatian, apalagi dari gadis-gadis yang mengaguminya. Tinggalah Gong Miju yang masih bulat seperti saat taman kanak-kanak, dengan hanya bertemankan Baekhyun saja. Betapa kebantingnya kehidupan mereka saudara-saudara.

Gong Miju tak sedikitpun mengingat Sehun kala itu, dia selalu sibuk dengan dunianya sendiri yang dibagi berdua bersama Baekhyun. Sementara Sehun, dia selalu menanti-nanti kesempatan bisa bertemu lagi dengan Miju untuk meminta pertanggungjawaban di masalalu—benar-benar dewasa sekali Oh Sehun!

Memasuki jam istirahat, semua anak mengantri di kantin untuk mendapatkan makan siang, tapi, tidak dengan Miju dan Baekhyun, semua orang juga tahu jika dua sekawan itu akan membawa bekal dan menghabiskannya di kelas, mereka tidak suka ke kantin karena akan kena masalah oleh anak-anak nakal gerombolannya Jongin.

Dan masalah baru muncul ketika Sehun mengetahui kebiasaan itu dari teman-teman barunya—lebih tepatnya anak-anak perempuan yang tiba-tiba mengerubunginya—seketika Sehun dihari pertamanya telah membanting pintu kelas hingga Miju nyaris menjatuhkan kotak bekalnya ke atas celana Baekhyun.

“Gong Miju!”

“Oh Sehun?”

“Err…. Byun Baekhyun?!” keduanya menatap Baekhyun jengah, mereka kompak memutar kedua bola mata mereka.

Fokusnya kembali pada tujuan awal, Gong Miju yang masih berupa timbunan lipid berkilauan di timpa sinar matahari. Cantik sekali. Fokus Oh Sehun! Fokus!

“Kau harus bertanggung jawab, Gong Miju!” setelah menikmati keindahan Gong Miju versi kepala kecilnya, Oh Sehun bisa kembali fokus pada tujuan awal. Matanya tajam sekali menatap Baekhyun, tapi anak lelaki berusia 7 tahun itu tidak tahu jika tatapan membunuh Sehun ditunjukan padanya, dia masih fokus pada telur gulung dan nasi kepal di kotak bekal Miju yang berhasil dia selamatkan.

Lain dengan Miju yang alisnya sudah berkerut-kerut. Merasa tak ada masalah apa pun pada si bocah baru. “Memangnya salahku apa?” saksikan betapa polosnya bocah itu. Sehun harusnya tahu Miju hanya memiliki kapasitas otak dan masih menggunakannya hanya 2% ketika masih berusia 5 tahun, memori mereka berci—maksudnya—saling menempelkan bibir itu pasti sudah lama terlupakan.

Pada akhirnya, kata-kata yang asal sekaligus sarat akan pornografi tersebut keluar dari bibirnya begitu saja. “Kau sudah memperkosaku! Kau harus bertanggung jawab!”

Suara terperangah penuh keterkejutan hadir di antara mereka, kini tak lagi hanya Sehun, Miju dan Baekhyun yang ada di ruangan, tetapi segerombolan anak yang mengantri di kantin telah berpindah untuk menyaksikan drama kacangan versi anak-anak kelas dua sekolah dasar tersebut.

“Miju! Kau jahat sekali! Ka-kata abeoji jika perbuatan memperkosa itu harus di hukum! Kau harus dilaporkan ke polisi!” seorang bocah dari gerombolan menimpali. Sorakan-sorakan yang berdengung membuat Miju ketakutan dan Sehun memegangi kepala kecilnya yang jenius akibat stress.

Sejak saat itu, mereka semua sepakat menjauhi Miju karena kata-kata kacau Oh Sehun.

Di usia mereka yang ke-10, Sehun resmi masuk ke lingkungan Jongin, entah bagaimana, anak bengal itu berhasil meyakinkan si jenius Oh untuk bermain bersamanya. Kini, bersama, mereka menguasai sekolah. Usut punya usut, telah terjadi kesepakatan antara si jenius Oh dan si bengal Kim Jongin, bahwa dia akan bergabung jika teman-temannya berhenti menindas Gong Miju dan meninggalkan urusan itu kepadanya.

Tidak ada anak-anak yang bersedia bermain dengan Miju karena takut pada Sehun dan Jongin. Malang bagi si gadis kecil yang masih mempertahankan pipi bulatnya, tapi Byun Baekhyun harus pindah ke negara yang jauh karena pekerjaan orang tua. Ada sesuatu yang terlewat dari kisah ini, bahwa tempat Miju dan anak-anak itu bersekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang terkenal di Seoul, jadi tak sedikit anak-anak dengan orang tua mereka yang berstatus borju menyekolahkan anaknya di sana.

Namun, bukan itu masalahnya. Entah hobi, atau Sehun kecil ini pengidap sadisme. Kebiasaannya untuk menganggu hidup Gong Miju—yang menolak bertanggung jawab—adalah menarik rambut gadis itu.

Ketika usia mereka 11 tahun, Sehun menumpahkan air minumnya ke rok Miju dan berteriak pada satu kelas jika Miju yang telah kehilangan 5 kilogram berat badannya—karena frustasi diganggu Sehun—pipis di celana.

Ketika usia mereka sampai pada angka ke-12, perusahaan percetakan ayah Miju mengalami kebangkrutan. Dua kakak Miju yang telah memasuki usia remaja tentu saja sangat depresi karenanya, tapi, Gong Miju hanya menatap rumahnya yang disegel pihak bank dengan mata berseri-seri, apalagi setelah menerima pemberitahuan dari sang ayah jika mereka akan pindah ke Sokcho dan beralih menjadi petani buah persik.

Di tengah rinai hujan setelah berpamitan pada teman-temannya untuk pindah. Gong Miju berteriak di tengah lapangan SD Hanshin penuh riang gembira.

“HAHAHA! AKU BEBAS! SELAMAT TINGGAL OH SEHUN BODOH! WOHOOO!” orang-orang mengatakan jika gadis itu mengalami kegilaan.

Tapi, mereka tidak tahu, jika yang menjadi gila karena perpisahan itu adalah, Oh Sehun sendiri.

“Aku akan menemukanmu lagi, Gong Miju….”

 

TBC? Or End?

Maaf, begitu banyak ide dan saya tidak bisa menolak yang ini. Selamat membaca, dan doakan saya supaya bisa meneruskan yang ini dan yang lainnya ^^ *deepbow mohon jangan bunuh saya ya hehehe…

 

 

47 responses to “Limerence – Teaser

  1. Hahahahaha,gokil banget. Miju yang polos diganggu sama sehun yang so’ dewasa kek gitu. Bahasanya keren saolohh. Semoga lanjutan-nya cepet diupdate dan makin menarik. Ditunggu❤

  2. Jgn end di sini dong, kakak penulis. Kamu gak bisa nolak ide ini, dan saya jg gak bisa nolak cerita ini 😂

  3. TBC authornim, TBC yaa
    Aku bener2 menunggu kelanjutannya
    Authornim harus tanggu jawab pkoknya, udah “memeperkosa” perasaan hatiku *copas kata2 Sehun* haha

  4. agak anehh sii tapi lucu hahhha…
    next ceritain mereka udah dewasa yah?? sehun gak bisa ngelepasin miju gitu..

  5. hahahhaaa… oh sehun. kejeniusanmi terlewat btas mngatakan miju telah memperkosamu…

    Yey.. Miju bebas.. aku kok jdi ikutan gila..ahahahahahahaaa…

    next. chap. thor…

  6. Wkkkkkkk :’v ini baru comedy sukses poll warbyazah :’v next dong thor janga end dulu 😐😐😐 suka banget aku karakter sehun yang kaya gitu 😂😂😂 keren ceritanya😆😆

  7. Hahahaha…. benar benarr benaarrr menghibur sangaat lh author….. ceritanya lucu gitu…sehunnya konyol bgt… smntra si Miju polos bgt!! hohoo ayolah thor jgn stop please… lnjutin ide critanya y.. FIGHTING!!

  8. Hahaha polos bngt miju. Hahaha kyknya sehun panas dingin deh sampek minta tanggung jawab gitu, pake bilang diperkosa segala lagi. Masih kecil tau, wkwkwk 😆😆. Pasti nanti gedenya miju cantik deh nggk gendutan ☺

  9. Sumpah demi apa teaser nya aja udah bikin ngakak wkwk😂 lucu banget sih si sehun ampe segitunya amat sama si miju wkwk! Lanjut thor lanjutin pokoknyaaaa! Semangaaaattt!

  10. Aslii ini cerita keren beuddd *alay wkwk
    Cie cie ciee yg otaknya udah dewasa sebelom waktunya mah dah beda pemikirannya, yg atu mikir biar cepet sembuh ehh yg atunya lg malah mikir yg ngga2, mana pipinya langsung merahh *colekSehun
    Hihh Miju emang aneh, orangtuanya brangkrut, kakaknya frustasi, ehh dia sempet2nya bahagia mikirin. Udah g bareng lagi ama Sehun wkwk mungkin tar bakal ketemu lg ditambah romansa yg masing2nya udah agak gede/dewasa
    Hihiii tentu lanjuttt ka!!!!

  11. anak 5 taun mulutnya udh kek emak2 itu sehun :”v cieeee yg udh cintah dr jaman bocah :”v nda usah pake bully2 an hun deketin baik2 dr pd ntar lu malah balik dibenci :3 chapter 1 nya ditunggu :3 seru bgt ini :3

  12. Asli suka bgt sm jalan ceritanya meskipun ini cuma teaser😄
    Sehun kliatanya jahat yah tp gatau deh hatinya gimana ke miju hahaha

    Pkoknya ditunggu bgt chapt 1nya eonn^0^

  13. moga mereka berdua bisa ketemu lagi dimasa depan, misalnya ketika SMA mungkin….
    aq harap sehun dan miju bisa bahagia🙂
    sehun sebenernya udh mulai suka kan sama miju yg begitu polos,hahaha…🙂
    gimana kalau genrenya fluff, biar gk ada nyesek”nya gitu….

  14. Kyaaa ini lucu, aku kebayang gimana Sehun yang sebenernya suka sama Miju tapi karna bocah jadi dia malah ngegangguin Miju terus hihi..
    aku suka kata2 ini “yang menjadi gila karena perpisahan itu adalah, Oh Sehun sendiri”
    aku tunggu banget chapter 1nya, ga sabar pengen baca gimana mereka dewasanya, Sehun masih ngegodain Miju kah? Baekhyun pulang kah dari Luar Negri? atau Miju jadi kurusan kah??
    di tunggu chapter selanjutnya ^^

  15. Teaser nya aja bagus. Berarti tinggal nunggu chapter 1 nya aja. Tapi kalau dilihat dari teasernya, sehun kayak..kayak apa ya? Pokok nya gitu lah. Ngeri juga tuh anak. Fighting ya. Beneran nunggu..hehe

  16. Pingback: Limerence – 1 | SAY KOREAN FANFICTION·

  17. hahahhaa…. ya ampun si sehun doh anak ini
    masih kecil tapi pinter amat tp pemikirannya dewasa gitu hohow
    wkwkwk baca ff ini bikin ketawa terus bayangin Sehun yg masih anak” bertingkah kegitu
    btw… kak … cerita yg lain kapan dilanjut.. huhu
    semangat ya kak.. semoga cerita ff ini bisa sampe end n galama” heheu
    yo…

  18. demi apa ini?
    sehun pintar kelewat jadi gitu deh, antara seneng atau sedih si miju tuh? fighting buat nextnya

  19. sumpah baca teasernya aja uda bikin ngikik sendiri dikamar..
    apalagi sambil bayangin Sehun si bocah jenius ama miju yg anaknya entah emang sepolos Dan secuek itu ga sengaja ciuaman..
    Ditambah Sehun yg ga terima , sampe ngomong abis diperkosa segala.. kecil2 vocab nya uda sampe situ😀
    bakal ditunggu bngt kelanjutannya ini ^^

  20. Astaga! Aku baru baca teaser nya setelah baca chapter 1. Hahaha
    Semangat author untuk chapter selanjutnya^^ ini seru, aku gak bohong..

  21. Ya ampun ini kereeeeeen pake bangeeeeett, ceritanya ringan, kocak pulak, mereka ini lucu2 bgt sih ya ampuuunn, aku sukaaaaaaa
    Dari td baca ketawa ketiwi terus bawaannya, miju kayanya gemesin bgt deh sm timbunan lipidnya wkwkwkwk
    Sehun kena karmanya miju nih, makin seru aja ceritanya, btw bahasa yg dipake jg bagus, bikin ceritanya makin rame, pokonya aku suka bgt lah❤❤

  22. Pingback: Limerence – 2 | SAY KOREAN FANFICTION·

  23. ngakak bgt kak, Sumveh!! Miju lucu bgt, Ceritanya Sehun itu suka bgt sama Miju? ya tuhan.. Abang Sehun kenapa harus miju? aku aja. hah??

    baru baca ff kkak udh smp prt2 ya? udh suka bgt ma ff kk. harus lanjut sampai ending!

  24. Ide ceritanya keren!!!
    Jadi disini ceritanya si sehun itu anak jenius yang kelewat serius(?) gitu?

    Ya Allah, hun…, Miju masih anak2 lagi, mana mungkin dia ngerti omongan kamu yaang kelewat dewasa itu?!

    Udah ah, lanjut ke chap 1 dan 2🙂

  25. woahhh,, miju saking polosnyaa sampe bikin gemessssss, minta di cubit ihhh🙂 . apalagi pas sehun mukanya merah karna malu, di sangka miju itu sehun lagi sakit padahal mah malu gara-gara miju muji diaa,, ihhh lucu banget sii mrkk

  26. Waah, alurnya menarik !!
    Gemes bener ama Sehun astagaa -_____-
    Dia pasti udah ada rasa suka tuh ama miju. Wkwk, dia kaya gitu cuma buat narik perhatiannya miju.

  27. nyesel ya ff ini udh lama lho ada di inbox email aku,awalnya aku beneran gk tertarik tp liat deh skrg siapa yg gulung2 penasaran sama ff ini(aku aku) sesuai genrenya comedy ff ini dpt bgt kok unsur comedy nya aku gabisa berenti ketawa tiap sehun manggil miju(timbunan lipid)

  28. Teaser
    Annyeong Aku read baru di ff in,lebih tepatnya si dapet ff rekomendasi dr someone,katanya ff in dia suka banget tpi sayangx belum dilanjutin kembali sama authornya,

    wah…. Sehun,itukn kejadian y ga disengaja,tpi kok sampe segitunya ya,kn mereka masih kecil banget waktu itu…….Hah kasian Miju

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s