Ahjussi, Are You Pedofil? #1st – By Asih_TA

poster 4 copy.jpg|Author : Asih_TA|

|Tittle : Ahjussi, Are You Pedofil? ( Chapter I )|

|Main Cast : Jung Hye Ji, Park Chanyeol|

|Genre : Romance, Comedy, School life|

|Leght  : Multichapter|

|Rated  : PG 17|

|Contact Author IG : @asih_ta97|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

.

Chapter Sebelumnya

( Teaser )

.

.

Suara gemercak hujan menghiasi nyanyian di pagi hari yang sunyi. Setiap tetesan air yang jatuh kebumi memberikan ketenangan tersendiri bagi setiap orang memilki ketetarikan dirinya terhadap hujan. Seperti halnya seorang fanatik yang beridiri diantara ratusan hujan yang menjatuhkan tangisan awan yang tak dapat terbendung. Lebih tepatnya seorang gadis yang memiliki kuncir rambut di kepalanya, sedikit mengoyang-goyangkan kepalanya kekanan dan kekiri dengan sesering mungkin. Mendongakkan kepalanya sejenak dan membiarkan tetes tiap tetes hujan yang membasahi setiap jengkal wajah manisnya.

Seperti saat-saat sebelumnya gadis itu akan menunggu hujan tiba dan bermain bersamanya. Hal tak bisa terelakan ketika musim hujan akan menghampiri perumahannya. Dengan perasaan bahagia ia melompat-lompat kecil dan berteriak senang layaknya anak berusia sekolah dasar, hingga suara teriakan yang mengitrupsinya.

“ Hye Ji-ah ini sudah jam 7 lebih saatnya bersiap-siap.” Seorang wanita paruh baya berdecak pinggang di ambang pintu depan rumah kediaman milik keluarga Jung.

Gadis yang bernama lengkap Jung Hye Ji itu lantas membalikkan tubuhnya dengan cengiran yang tertampang indah di wajahnya. Lalu tanpa harus memabi buta dengan kurang ajarnya gadis yang telah mewarnai warna rambutnya dengan coklat terang itu langsung melesatkan tubuhnya di dalam rumah tanpa mengetahui tatapan membunuh dari seorang laki-laki yang berdiri yang tak jauh darinya sembari membawa kotak makanan miliknya.

“ Ya! Kau telah membasahi rumah kita, dasar kau ini.” Laki-laki dengan wajah imut itu mengalungkan tangan kanannya untuk memberi pelajaran kepada Hye Ji yang telah berteriak kesakitan ketika lehernya terjepit dengan kuatnya.

“ E-eomma Oppa ingin membunuhku.”

“ Adikku yang manis, kenapa kau hobi sekali mengadu.”

Nyonya Jung yang masih berdiri di ambang pintu memperhatikan kedua anaknya sambil menggeleng pelan “ Sudah jangan mengganggu adikmu lagi Baekhyun-ah.”

Laki-laki yang bernama Baekhyun itu segera melepaskan tangannya dan menatap adiknya dengan sebal “ Kau ini segera bersiap-siap sebelum  terlambat lagi dan mendapat hukuman dari Kim songsaenim.”

Ck, tau apa kau.”

“ Tentu saja aku tau adik kecil, kau kemarin habis membersihkan seluruh kamar mandi termasuk kamar mandi yang dikhususkan untuk pria dan kau memekik keras karena melihat Minseok tengah buang air kecil.”

Tiba-tiba semurat merah menghiasi keudua pipi putih Hye ji “ Da-dari mana kau mengetahuinya, Ya! Ap-apa kau membuntutiku!!” Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya “ ckck, tentu saja aku mengetahuinya dari Minseok.”

“ Anak itu, akan ku cincang dia.”

“ Ngomong-ngomong.” Baekhyun berjalan mendekati sang adik dan mendekatkan wajahnya “ Apa kau sudah melihatnya?”

“ Me-melihat apa?!” Gugup Hye Ji hingga semurat merah itu menjalar hingga ke kedua telinganya.

Aishh, masa kau tidak tau, kau bukan anak sekolah dasar lagi.” Kemudian berbisik pelan “ Apa punyanya lebih be-“

Bukkkk

Setelahnya Hye Ji berlari cepat ke arah anak tangga dan sebelumnya telah menendang tulang kering milik Baekhyun. Rasa sakit yang menjalar indah dan suara merintih kesakitan yang harus di rasakan oleh laki-laki berwajah imut itu “ Ya! Kau adik kurang ajar.” Meringis kesakitan dan mengumpat beberapa kali “ Sial! Tendangannya lumayan juga.”

***

.

Detuman musik sangat keras menemani kesendirian seorang laki-laki yang tengah menikmati kesendiriannya. Hari ini adalah kepindahannya yang ke tiga kalinya semejak perceraian dengan istrinya 2 tahun silam. Laki-laki yang memiliki nama lengkap Park Chanyeol itu bersenandung dengan suara bassnya dengan raut wajah bahagia yang selalu ia tampakkan di manapun. Postur tubuh lelaki itu seperti artis papan atas, memilki tubuh tinggi, kulit yang putih, hidung yang mancung,  wajah yang tampan, suara yang rendah dan berat.

Hari ini ia telah mewarnai warna rambutnya dengan merah menyala. Seperti ala boyband ia ingin terlihat tampan dan memulai mencari pasangan hidupnya. Tidak dapat dipungkiri ia telah menginjak umur 28 tahun dan mencari pasangan adalah kewajibannya.  Tentu saja lelaki itu tidak ingin mati dalam status ‘duda yang meninggal akibat di tinggal pergi istrinya’.

Langkah panjangnya membawanya pergi meninggalkan kamar sejenak dan mematikan musik setelah puas memanjakan diri. Laki-laki itu berjalan mendekati dua buah kotak besar yang berada tidak jauh dari pintu utama rumahnya. Ia dengan sigap mengangkat salah satu kotak tersebut ke dalam kamar dan berniat menyusunnya. Namun baru beberapa langkah laki-laki itu telah tersandung kakinya sendiri hingga membuat tubuhnya tidak mendapat keseimbang yang baik. Kotak besar dari tangannya ikut terjatuh bersamaan dengan tubuh tinggi Chanyeol kemudian menimbulkan suara yang sangat keras secara bergantian.

Aisshh, jinjja.”

Umpat kesakitan dari lelaki itu. Ia berdiri lalu segera memungut satu persatu isi dari kotak tersebut untuk di masukan lagi kedalamnya. Namun baru beberapa buku ia masukkan tiba-tiba gerakkan tangannya terhenti ketika melihat sebuah bingkai foto. Kaca di bingkai foto itu telah retak sedikit akibat keteledoran yang di buat oleh laki-laki itu sendiri, tapi bukan itu yang membuatnya terdiam namun gambar seseorang yang berada di sana.

Seorang wanita dengan senyum manisnya dan dirinya yang merangkul pundak sang wanita, foto itu mereka ambil ketika hari pernikahan mereka yang pertama. Ia memandang foto itu dengan tatapan teduh “ Seharusnya kita telah merelakan untuk saat ini, tapi yang terjadi adalah aku yang semakin merindukanmu sayang.” Kemudian ia mengelus wajah sang wanita tanpa takut terluka dari kaca-kaca yang telah retak “ Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi suami yang kau inginkan sayang, namun aku akan selalu berdoa untuk setiap perjalanan pernikahanmu yang selanjutnya.”

Dia tersenyum dan meletakkan foto tersebut di meja komputer. Deritan pintu sesaat membuatnya tersadar dan membalikkan tubuhnya lalu berdecak sebal “ Kim Jongin sudah berapa kali aku katakan untuk mengetuk pintu terlebih dahulu.”

Seorang laki-laki berkulit tan dengan tinggi sedikit di bawahnya telah berdiri di ambang pintu dan menampakkan cengiran bodohnya. Sahabat lama lelaki jangkung itu bernama Kim Jongin, seorang yang menyandang status CEO di sebuah perusahaan milik ayahnya.

“ Kau ingin ikut bersamaku malam ini?” laki-laki tan itu berujar dengan menaikkan sebelah alisnya.

“ Kau saja, aku tidak akan pernah mengijakkan kakiku di tempat itu.”

“ Oh ayolah, kapan lagi kita bisa bersenang-senang.”

“ Seharusnya itu yang ku ucapkan kepadamu. Kapan kau akan berhenti bermain-main dengan perempuan.”

“ Apa kau sedang menceramahiku?”

Chanyeol mengangkat kedua bahunya acuh dan kembali kepada tugasnya yang sempat tertunda tanpa memperdulikan Jongin yang masih berusaha membujuknya.

“ Kau tau wanita di sana sangat bisa memuaskanmu, oh ayolah Chanyeol.”

“ Sudah kukatakan tidak Kim Jongin bodoh.”

“ Ya! Apa kau bilang.”

“ Bodoh, apa kurang jelas.”

“ Ya! Kau – “ Setelahnya sebuah bantal terlempar begitu saja dan mengenai si kepala merah “ Rasakan itu haha.”

***

.

Hannyoung High School adalah sekolah ternama di  Gangdong – Gu, Seoul. Sekolah elit dengan berisikan anak-anak dari kalangan orang tua yang ber-uang. Tidak hanya itu anak-anak yang memiliki IQ terbaiklah yang dapat bersekolah di sini, seperti saat ini Hye Ji telah di panggil oleh Lee songsaenim di kantornya dan gadis itu mendapat kabar yang mengejutkan bahwa ia telah menerima beasiswa kembali. Batapa senang hati gadis itu, ia bahkan mengucapkan banyak terimakasih kepada Kim songsaenim sebelum akhirnya kembali berjalan sebelum memasuki kelas pertamanya.

Ia berjalan dengan bahagia sembari bersenandung ria namun sebelum mencapai kelasnya yang berada paling ujung, gadis itu sempat menyipitkan matanya dengan memperhatikan seorang laki-laki yang berdiri di antara para gadis-gadis di sekolahnya, siapa lagi kalau bukan Kim Minseok. Seorang yang terlahir sempurna bak malaikat dan keberuntungan lainya selain polos. Laki-laki itu yang telah membuat ia harus menendang tulang kering sang kakak tadi pagi.

Minseok yang menyadari tatapan Hye Ji segera berjalan meninggalkan gadis-gadis yang telah menatapnya kecewa dan kini terganti dengan menatap Hye Ji dengan tatapan tidak suka.

“ Hye Ji-ah kau ingin masuk kelas, ayo sama-sama.”

Bukkk

Bukannnya menjawab gadis itu malah menendang tulang kering milik Minseok. lelaki manis itu menjerit kesakitan “ Ya! kenapa kau memukul kakiku.”

“ Kenapa kau menceritakan masalah kita kemarin kepada Baekhyun oppa.”

Minseok terlihat berfikir sesaat sebelum akhirnya tersadar “ Oh itu, aku sedang melihat dia berada di butik milik ibuku kemarin dan dia bertanya kepadaku apa saja yang kau lakukan di sekolah, kemudian aku menjawabnya. Memangnya kenapa?”

Gadis itu menatapnya garang “ Kau tau setelah kau mengatakan itu, aku ditanya yang tidak-tidak padanya. Mana mungkin aku melihat pu-!” Kemudian ia langsung menutup mulutnya dan memukul pelan kepalanya.

“ Melihat apa?”

“ Sudahlah aku kembali ke kelas.” Ia berlalu untuk menutupi rasa malunya, hampir saja ia kelepasan dan akan menghancurkan dirinya di hadapan gadis-gadis yang menatap mereka. Minseok berjalan mendekati Hye Ji, mensejajarkan tubuh mereka sembari melangkah bersama “ Hei Hye Ji-ah apa kau punya waktu malam ini?”

“ Tidak.” Ucap gadis itu ketus.

Ish, kenapa galak sekali. Aku cuma ingin mengajakmu makan malam.”

Hye Ji mengentikan langkahnya, menatap nyalang lelaki di sampingnya “ Kau sedang merayuku Tuan Kim?”

“ A-aku ti-dak-“ Lelaki itu tertawa renyah “ Tentu saja tidak.”

Mata sipit Hye Ji memperhatikan perilaku aneh temannya tersebut “ Mungkin kau butuh sesuatu.”

“ Sesuatu?”

“ Ya mungkin kau butuh pergi sebentar ke uks dan merenungi dirimu kemudian katakan padaku jika kau sudah kembali waras.” Hye Ji hendak berjalan kembali namun sebuah tangan menghentikannya “ Kenapa kau sangat tidak peka.”

“ Peka? Ya! Apa maksudmu?”

“ Ah kau ini, sudahlah.” Lelaki itu kesal dan berjalan kembali mendahului Hye Ji. Tentu saja Hye Ji tanpa berfikir panjang mengikuti minseok tanpa kembali melanjutkan pembicaraan mereka, laki-laki bertubuh agak pendek itu menghentikan langkahnya tiba-tiba dan Hye Ji yang tak melihatnya langsung menabrak tubuh Minseok “ Ya! Kenapa berhenti?”

“ Justru aku yang bertanya, kenapa kau mengikutiku.”

Sebuah jitakan kecil melayang di dahi sang laki-laki, membuatnya meringis sesaat sebelum berteriak “ Kenapa memukulku lagi, kau ingin membunuhku.”

“ Sejak awal aku memang ingin membunuhmu, tapi aku masih sayang kepada keluargaku. Hei Tuan Kim aku tidak mengikutimu, kau lupa kita satu kelas.”

Aissh Jinjja.” Lelaki itu kesal dan berjalan lebih cepat dari Hye Ji. Membuat alis gadis itu mengkerut tak mengerti, seharusnya ia yang kesal saat ini tapi  yang terjadi sebaliknya, malah laki-laki itu yang merasa kesal dan terabaikan “ Aigoo, Apa dia sedang datang bulan.”

***

.

Pagi ini Chanyeol mendatangi kantornya dengan wajah yang berseri-seri. Ia kembali menerima sebuah kasus. Kata Hoo Bin, sang sahabat, pukul 6 pagi tepat telah telah ditemukannya seorang siswi sma yang hanyut di sungai Han. Dari salah satu saksi yang berada di area sekitar mereka sempat melihat seseorang  yang menutupi hampir seluruh wajahnya dengan masker dan jaket itu membawa sebuah karung putih berukuran besar di punggungnya, kejadian itu katanya terjadi pukul tengah malam.

Hong Bin mulai berfikir kembali dan menatap Chanyeol juga bernasip sama dengannya “ Kau punya ide?” Tanya Hong Bin.

“ Aku rasa ini sudah cukup bukti, yang perlu kita lakukan saat ini adalah menanyakan lebih detail identas dari korban tersebut termasuk semua orang yang dekat dengannya.”

“ Lalu?”

“ Kita akan introgasi satu-persatu untuk sekedar meyakinkan apakah ada diantara mereka yang terlibat di tempat kejadian, jika tidak ada? Mungkin ini ada hubungannya dengan kelompok perampok yang sering terjadi di tengah malam dan banyak memakan banyak jiwa.”

Hong Bin terlihat berfikir “ Menyangkut tentang kelompok perampok itu, aku rasa tidak mungkin seorang siswi yang tengah memakai seragam sekolah berada di tengah malam seperti itu.”

Chanyeol menyetujuinya “ Kau benar.”

“ Bagaimana jika kau mengumpulkan mereka terlebih dahulu untuk di mintai keterangan?” Tambanya.

“ Memangnya kau ingin kemana?

“ Aku ada urusan sebentar.”

“ Urusan ya?” Hong Bin menaikan sebelah alisnya.

“ Aissh kau ini, aku akan pergi ke daerah pembangunan hotel yang kita kunjungi kemarin.”

“ Bukannya kasus itu sudah di tutup? Lagi pula kejadiannya sudah 1 bulan yang lalu dan yah baru 3 hari yang lalu kasus itu sudah di tutup.”

Chanyeol mengangkat bahunya acuh “ Ya kau benar tapi aku melihat garis polisi masih ada disana, dan aku berbaik hati untuk mengambilnya.

“ Baiklah, terserah padamu saja.”

***

.

Baekhyun tengah menyiram bunga yang berada di belakang halaman rumahnya. Sambil bersenandung ria, lelaki berwajah imut itu mulai bernyanyi dengan merdunya. Beberapa tanaman telah tumbuh dengan baik di sana, tidak di ragukan lagi Baekhyun memiliki tangan yang mampu membuat seluruh tanaman dapat berkembang dengan baik dan subur.

Manik lelaki itu melihat nyonya Jung tengah memetik beberapa bunga di dalam sebuah keranjang “ Eomma kau sedang apa?”

Nyonya Jung tersenyum manis dan memperhatikan wajah anak laki-lakinya “ Eomma akan ke makam ayahmu nak, kau mau ikut?”

Kepala lelaki itu tertunduk lesu “ Aku tidak yakin akan kuat melihat makam ayah, eomma.”

Perlahan nyonya Jung mendekati sang anak, memberikan elusan lembut di surai kelam milik Baekhyun “ Jangan begitu sayang, walau kita tau ayahmu telah meninggalkan kita namun jangan lupa kasih sayang yang telah dia berikan kepadamu dan juga Hye Ji.”

“ Eomma hikss. .” Baekhyun terisak pelan dan memeluk ibunya dengan kuat seolah-olah ia telah mencoba tegar untuk saat ini.

***

.

Jalanan yang sepi membuat Hye Ji awalnya berniat untuk segera kembali ke rumahnya setelah menyelesaikan sekolahnya, namun ada rasa penasaran yang merayap di hatinya. Ia telah berdiri di sebuah bangunan yang menjulang tinggi bagaikan bangunan pencakar langit. Manik matanya memperhatikan sekitar secara diam-diam kemudian selangkah demi selangkah ia melangkahkan kakinya dengan hati-hati.

Sebuah bangunan hotel yang baru setengah jadi itu menjadi tujuan gadis itu untuk melaksanakan kegiatan gilanya dan di temukannya sepanjang garis bewarna kuning dengan tulisan hitam yang berisikan ‘Police Line Do not Cross’ itu masih melekat di sana tepatnya di dasar lantai. Ia masih mengingat kronologi kejadian 1 bulan yang lalu tepatnya ketika sang ayah harus merasakan maut di lantai semen yang keras. Kepala gadis itu terdongak keatas dan melihat banyaknya tingkatan pada hotel yang masih dalam tahap di berhentikan untuk sementara.

Langkah kecilnya mulai mendekati garis kuning tersebut dan sedikit menundukan kepalanya untuk dapat masuk dari gulungan kuning yang melingkari tempat kejadian perkara. Masih terlihat sebuah coretan berwarna putih yang menunjukan posisi ayahnya saat kejadian tersebut telah terjadi, tanpa sadar pelupuk mata gadis itu telah memanas, ia hendak menanggis namun sebuah suara menyadarkannya.

“ Hei apa yang kau lakukan adik kecil?”

Suara yang berat dan rendah memasuki indra pendengarannya, suara yang berasal dari belakang tubuhnya. Nafas gadis itu tersedak dan membalikkan tubuhnya. Matanya tersentak ketika melihat seorang laki-laki dengan rambut merah menyala, wajahnya tampan dan tingginya yang bisa di katakan tidak standar.

“ Apa kau tidak bisa membaca garis itu adik kecil? Mungkin saja aku akan segera menyeretmu ke kantor polisi dan memasukkan kedalam penjara.”

Gadis itu terdiam dan menatapnya tidak suka “ Ck, menyebalkan.”

Hye Ji mengeluarkan dirinya dari dalam tempat tersebut dan menatap nyalang lawan biacaranya “ Jadi kau seorang polisi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya acuh “ Seperti yang kau lihat?”

“ Tapi penampilan seperti anak boy band, apa benar kau  seorang polisi?”

“ Menurutmu?” lelaki tinggi menyilangkan kedua tangannya di dada.

“ Hei ahjussi aku bertanya padamu.”

“ Siapa yang kau panggil ahjussi?”

Kemudian jari telunjuk gadis itu mengarah pada laki-laki tersebut dan membuat kerutan di dahi lebar miliknya.

“ Ya! Bocah! kau tidak boleh memanggilku dengan semena-semena, aku tidak setua itu.”

“ Siapa yang kau panggil bocah hah?!”

“ Tentu saja dirimu, kau anak kecil yang menggunakan baju sekolah, dengan hanya di bekali nyali mendatangi tempat ini secara diam-diam. Apa kau fikir sifatmu itu tidak kekanakan.”

“ Ya apa katamu?!”

Bukkk

Gadis itu kembali memulai kelakuan anarkisnya dengan cara menendangkan tulang kering sang laki-laki, hingga membuatnya menjerit kesakitan “ Rasakan itu ahjussi tua, kau bahkan terlihat lebih jelek dengan rambut merahmu itu.”

“ Akk- sialan kau, hei bocah kau tidak boleh lari begitu saja. Ya!”

Terlambat, Hye Ji telah berlari dengan kaki seribunya tanpa memperdulikan umpatan yang di berikan laki-laki tinggi tersebut. Gadis itu akan mencatat di kalendernya sebagai hari yang menguntungkan karena sudah ada tiga korban yang menjadi penyiksaan tulang kering mereka.

~ TBC ~

( Mohon untuk membaca Author Note )

Follow My IG : @asih_ta97

Gimana mian ya kurang panjang besok bakal di panjangi deh, hihihi. Untuk saat Cuma sampai sini dulu ya, author usahakan update cepat.

Gimana ceritanya? Masih mau lanjutkan ayo.

Jangan lupa tinggalkan jejak berupa komentar ya

Author sayang kalian semua ( Cium atu-atu )

76 responses to “Ahjussi, Are You Pedofil? #1st – By Asih_TA

  1. Lucu sih ceritanya,penasaran apa alasan hyeji kesana coba?? Nyereminnnnnn…btw pertemuan chanyeol hyeji kurang ngena alias gak dapet feelingnya…mungkin kurang ada penambahan cerita biar bisa dapet feeling atau menggambarkan chanyeol hyeji…itusih menurutku…dari judul bagus,semoga next chapt feelnya ngena dan bagus

  2. Pingback: Ahjussi, Are You Pedofil? #2nd – By Asih_TA | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Keknya afa suatu hal yg tersembunyi nih..ayah hyeji matinya knp di bunuh apa gimana? Apa jatoh? Kkk
    Aku penasaran,trus chanyeol rambutnya merah aku jadi ngebayangin dia di mv monster,,kkkk😆
    Hyeji untung kamu gk nendang permata?? Mereka…cuman tulang kering mah gk papa..kkk #kokAkuJadiGiniEh

  4. Pingback: Ajussi, Are You Pedofil? #3rd – By Asih_TA | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. suka ffnya, jd ngebayangin chanyeol yg rambutnya jd warna merah #Abaikan
    kenapa ayah hyeji bs jd korban disitu jd penasaran….nextttt

  6. Weh macem anak boyband ? Ambigu :v
    Chanyeol sabar ya , mungkin istrimu bukan jodoh mu
    Si baekhyun sama hye ji kok beda marga ya thor ?
    Keren thor , lanjuttt

  7. Pingback: Ahjussi, Are You Pedofil? #4th – By Asih_TA | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: Ahjussi, Are You Pedofil #5th – By Asih_TA | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. hahaha pak polisi ganteng.. lagian yeol aneh” aja.. masak polisi tampilanya ala boy band mana tu rambut d warnai merah lagi..
    yg tua sma yg muda nggak sadar umur woy hahaha.. penasaran sma ajhusi gantengnya.. numpang lanjut baca y thor

  10. Chanyeol jd duda??? Knp bsa ya dy brpisah dgn istrinya,,,,,
    hahaha pdhl blm tua2 amat,,tp Chanyeol udh d pnggil Ahjussi,,,
    fighting!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s