Dark Love | Cloud 9 | ~ohnajla

ohnajla || romance, drama, marriagelife, family || Teen (17 y.o) ||

Chaptered ||

Oh Sehun (EXO) || Tzuyu (Twice) || Kim Sowon (Gfriend)

#1 Lucky One

#2 Monster

#3 Artificial Love(r)

#4 Stronger

#5 They Never Know

#6 Heaven

#7 One & Only

#8 White Noise

#9 Cloud 9 [Final]

.

Hari demi hari Sowon dan Sehun lalui bersama dengan penuh kebahagiaan. Seakan dunia hanya milik mereka berdua. Dinding apartemen menjadi saksi bisu dari kisah mereka yang sudah seperti happy ending ever after dalam dongeng-dongeng. Mereka sudah seperti sepasang pangeran dan putri yang akhirnya bersatu setelah melalui perjalanan panjang.

Tapi yang namanya hidup tidak akan seru kalau tidak ada rintangan yang menghadang.

Sore itu, saat Sehun sedang bersantai begitupula dengan Sowon direngkuhannya, tiba-tiba terdengar bel yang ditekan tak sabaran dari pintu apartemen mereka. Sehun menyumpah, berani-beraninya mengganggu sesi berduaannya dengan Sowon. Entah di suara ke berapa, ia pun bangkit dan bergegas menuju pintu.

“Sabar!”

Cklek!

Grep!

Sehun terpaku.

Sowon yang tidak mendengar apa pun segera beranjak, melihat apa yang terjadi. “Sehun? Siap-”

.

.

Cinta mereka diuji. Tzuyu lah orang yang datang ke apartemen mereka. Dan Tzuyu lah yang memeluk suaminya sekarang.

***

Cklek. Blam!

Sowon dengan malas menyeret kakinya mendekati ranjang di tengah ruangan. Di tangannya terdapat sebuah nampan dari alumunium yang memapah semangkuk bubur dan segelas susu hangat. Semua itu siapa lagi yang membuatnya kalau bukan Sowon sendiri. Ia letakkan nampan itu di nakas sebelah tempat tidur. Kemudian bola matanya bergerak memandang seonggok gadis yang sedang duduk diam seperti patung sambil bersandar di kepala ranjang.

“Makanlah. Setelah itu pulang. Tempat ini bukan tempat yang bisa dijadikan pelarian untuk artis sepertimu.”

Gadis itu masih hidup. Dia memutar bola matanya untuk membalas tatapan Sowon. “Setelah kau menikah dengannya kau jadi sombong.”

Sowon segera berpaling. “Terserah apa katamu. Yang pasti dia sudah melupakanmu. Kalau kau tidak mau pergi dari sini, aku sendiri yang akan menyeretmu keluar.”

Tanpa mau mendengar apa yang akan dikatakan gadis itu, Sowon segera beranjak. Ia menutup pintu kamar tersebut dengan penuh emosi. Segera ia langkahkan kaki ke tempat Sehun berada.

Sejak tadi Sehun tidak beranjak dari balkon kamar mereka. Begitu Tzuyu memeluknya, beberapa detik kemudian ia pun sadar dan mendorong tubuh gadis itu. Kemudian dia berlalu ke tempat ini. Di sinilah Tzuyu tidak akan menjangkaunya.

Tapi Sowon bisa. Gadis itu memeluknya dari belakang, sedikit membuatnya tersentak dan menoleh, takut kalau yang memeluk ternyata Tzuyu. Begitu tahu kalau itu ternyata Sowon, ia mendesah lega.

“Dia tidak mau pulang?”

Sowon menggeleng. “Aku tidak tahu.”

“Aku akan memaksanya sekarang,” ujarnya sembari melepas rangkulan Sowon dari pinggangnya. Sowon hanya membiarkan kemana Sehun pergi. Meski cemas, dia tidak ada keinginan sedikitpun untuk mengikutinya. Karena sekarang giliran dia yang menata emosi di tempat ini.

Tzuyu langsung sumringah ketika melihat Sehun masuk ke ruangan itu. Ia pun memberikan senyum mautnya untuk meluluhkan ekspresi dingin Sehun sekarang. Namun senyumnya tidak berarti apa-apa. Dia tiba-tiba ditarik begitu saja seperti penggembala menarik kambing yang sedang mengamuk, membuka pintu depan, lalu mendorongnya tanpa ampun.

Oppa.”

“Jangan memanggilku seperti itu lagi. Dan jangan kembali lagi ke sini.”

Tzuyu langsung menahannya ketika akan menutup pintu. “Oppa, ada apa denganmu?”

“Sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu!!”

“Apa kau sudah termakan hasutan gadis jalang itu? Apa dia yang membuatmu menjadi begini padaku?”

Sehun menyeringai. “Apa katamu? Kau sebut Sowon apa? Gadis jalang? Hah! Apa kau tidak pernah bercermin? Kau bahkan jauh lebih buruk dari gadis jalang. Berhentilah melakukan hal bodoh ini!”

Tepat saat Tzuyu lengah Sehun pun membanting pintu. Sukses sudah dia mengusir gadis itu dari huniannya. Punggungnya ia sandarkan di daun pintu. Tak sengaja dia mendapati Sowon yang berdiri tak jauh darinya. Gadis itu sedang menatapnya dengan mimik yang sulit diartikan. Ia pun menghela napas, lalu mendekat. Diraihnya kedua tangan gadis itu dan digenggamnya erat.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?”

Sowon menghela napas. “Tidak. Aku hanya merasa aneh.”

“Kenapa?” tanya Sehun sembari menelusupkan jari-jarinya ke tiap helai rambut hitam Sowon. Mengusapnya dengan irama lembut seperti waltz.

“Aku baru sadar kalau sekarang kau berubah.”

Sehun diam mendengarkan.

“Kenapa kau begitu membelaku? Dia Tzuyu ‘kan? Dulu kau akan memilih yang paling cantik dari yang lain.”

Pria itu menarik Sowon dalam pelukannya. “Gadis bodoh. Apa kau sudah lupa status kita sekarang? Apa menurutmu aku masih akan begitu kalau sudah menikah? Kau benar-benar tidak pernah berpikiran baik tentangku.”

“Tapi kau memang seperti itu.”

“Hish … Mulai detik ini aku sudah berubah.”

Sowon balas memeluk. “Kalau begitu berjanjilah. Janji kau tidak akan melirik gadis mana pun selain aku.”

“Baik, aku berjanji. Kalau aku melanggar janjiku, kau boleh melakukan apa pun padaku. Dibunuh juga silahkan.”

Aniya, aku tidak akan melakukan itu.”

Sehun pun tersenyum.

***

Kehidupan mereka tidak terguncang setelah kedatangan Tzuyu waktu itu. Justru malah Tzuyu yang terpuruk. Dia sudah tidak bisa menarik perhatian Sehun lagi, padahal dia sedang membutuhkan pria itu. Beberapa waktu lalu dia memergoki Chanyeol sedang bersama gadis lain di sebuah hotel. Itu bukan pertama kalinya bagi Tzuyu, dulu dia juga sering memergoki Chanyeol dengan gadis-gadis lain, tapi Chanyeol selalu mengelak dengan mengatakan bahwa mereka hanya berteman saja. Chanyeol pun sebenarnya sudah tahu hubungannya dengan Sehun saat pemotretan di Jeju dulu. Kalau Tzuyu boleh memilih, dia akan lebih memilih bersama Sehun daripada Chanyeol.

Keterpurukan Tzuyu mulai menjadi saat media mulai mencium keretakan hubungan asmaranya dengan Chanyeol. Kini matanya hanya bisa terpaku melihat serentetan kalimat di sebuah artikel online.

Seorang teman dari netter yang bekerja di hotel XXX mengatakan bahwa Chanyeol datang hari itu bersama seorang gadis berinisial S dalam keadaan mabuk berat. Tapi tak lama setelah itu, Tzuyu, model cantik asal Tiongkok yang diketahui sebagai tunangan Chanyeol, datang bersama manajer tunangannya. OP tidak tahu apa yang terjadi, namun tak lama kemudian Tzuyu berlari keluar dari hotel. Diduga model cantik itu berhasil memergoki perselingkuhan tunangannya.

PRAK!

Tablet mahal pemberian Chanyeol itu luluh lantak di lantai setelah dilempar keras membentur dinding. Chanyeol sialan. Tidak bisakah pria itu lebih menutup diri dari media? Tzuyu sudah muak. Janji-janji manis Chanyeol sudah tidak berarti lagi. Pria itu sudah menghancurkan image mereka berdua.

Tiba-tiba Tzuyu merasakan sesuatu dalam tubuhnya yang memaksa untuk keluar dari mulut. Cepat-cepat dia pergi ke kamar mandi, menuju wastafel, memuntahkan sesuatu yang mengocok perutnya. Tapi tidak ada apa pun yang keluar. Ia pun segera menyalakan kran begitu mendengar langkah kaki mendekat.

“Kau mual lagi?”

Gadis itu mengangguk lemah. “Kepalaku juga pusing.”

Orang yang ternyata ibu kandung Tzuyu itu pun masuk menghampiri putrinya. “Mau ibu antar ke dokter?”

.

.

Dokter menyerahkan selembaran hasil pemeriksaan pada Tzuyu dan ibunya setelah mereka bertiga duduk mengelilingi meja yang terdapat papan nama bertuliskan Byun Baek Hyun di atasnya. Dokter Byun menghempaskan punggungnya pada bantalan kursi.

“Nona Chou positif hamil.”

Pernyataan itu sukses membuat Tzuyu membelalak. Ia menatap Dokter Byun tak percaya. “Dokter hanya bercanda ‘kan? Tidak mungkin saya hamil.”

Dokter Byun menghela napas. Dia sudah tahu kalau reaksi Tzuyu akan seperti ini.

Sementara Nyonya Chou tampak begitu tenang. Dikantonginya selembaran itu ke dalam tas. “Dokter tidak bercanda, hasil pemeriksaannya memang positif.”

“Tapi Ibu, aku hanya melakukannya sekali dengan Chanyeol, bagaimana bisa secepat itu?!”

“Lalu bagaimana dengan Sehun? Kau sudah pernah melakukan itu denganya?”

“Tidak! Jangan bawa-bawa Sehun, dia tidak pernah melakukannya padaku.”

Nyonya Chou segera bangkit. “Terima kasih atas pemeriksaannya, dokter. Saya permisi.”

Dokter Byun hanya mengangguk. Diperhatikannya ibu dan anak itu sampai keluar dari ruangannya. Begitu hanya tersisa dia seorang di ruangan ini, ia pun meraih ponsel, menekan tombol hijau di kontak seseorang.

Eoh? wae?” suara berat namun rendah yang familiar di telinganya akhirnya terdengar. Baekhyun pun menegakkan punggungnya.

“Kau mau dengar kabar tentang mantan kekasihmu?”

“Gadis China itu maksudmu? Ani ani, aku tidak mau mendengarnya.”

“Oh ayolah. Kau pasti akan terkejut. Meski kalian sudah putus, setidaknya kau harus tahu kabar ini.”

Seseorang yang ternyata Oh Sehun itu hanya bisa mendengus gusar di seberang sana. “Baiklah. cepat katakan.”

“Dia positif hamil.”

“Sehun-a? kau masih di sana?”

Eoh. Aku hanya terlalu terkejut.”

Baekhyun tersenyum, meraih kabel telepon rumah sakit dan memainkannya. “Sudah kubilang ‘kan. Kalau dulu kau mendengar teman baikmu ini, kau tidak akan terjebak olehnya.”

“Bisakah kau tidak mengungkit masa lalu?”

“Aku tidak bisa, bodoh. Kau harus tahu kalau kau ini bodoh.”

“Ya ya ya, aku sudah tahu itu.”

“Hm. Bagaimana kabar Sowon?”

“Dia baik-baik saja. Wae? kau tidak boleh merindukannya.”

Ruangan itu mendadak ramai oleh suara tawa Baekhyun. Pria itu kembali menghempaskan punggungnya, lalu memutar kursi 180 derajat penuh. Sinar matahari sore masuk ke dalam ruangannya dengan mudah melalui dinding kaca di hadapannya. Karena silau, ia pun memejam.

“Jahatnya kau ini. Aku hanya mau tahu kabar cinta pertamaku.”

“Hentikan, jangan menyebutnya seperti itu lagi, atau kubunuh kau.”

Arasseo. Kau ini ternyata ganas sekali ya, hahaha. Sowon membuatmu berubah banyak.”

“Kalau sudah tidak ada yang mau kaubicarakan lagi, lebih baik matikan sambungannya.”

“Oke. Sampai nanti.”

Klik.

Pria itu pun membuka matanya. Dilihatnya ufuk barat yang mulai menampakkan bias jingga. Hm … hari ini akan segera berakhir.

***

“Sehun-a, hari ini kau mau makan malam dengan apa?”

Sehun yang baru saja menyelesaikan tugas pertamanya sebagai direktur pendatang baru di perusahaan ayahnya, segera bangkit dan mendekati gadisnya yang tengah melihat-lihat kondisi kulkas. Ia memeluk tubuh ramping gadis itu dari belakang, yang sudah pasti membuat gadis itu terkejut.

“Bagaimana kalau makan malam dengan cintamu?”

“Aku serius, Oh Sehun.”

Sehun tersenyum. “Aku juga, sayang.”

Yaa.”

Yaa? hei, aku lebih tua darimu meski hanya setahun.”

Sowon hanya mengerucutkan bibirnya. Ia pun kembali berpaling pada isi kulkas di hadapan mereka.

“Apa sebaiknya kita makan di luar saja?”

Sehun menggeleng cepat. “No no no. Aku maunya makanan buatanmu.”

“Kalau begitu cepat katakan,” ketus Sowon yang sudah mulai pegal berdiri.

“Hm … bagaimana dengan sushi?”

Andwae! Aku tidak suka sushi di malam hari.”

“Kau ‘kan tanya padaku. Kau ini bagaimana sih?”

“Tapi tidak sushi juga,” ujar Sowon gemas sambil menarik pipi Sehun.

Sehun mengaduh, tapi tak lama setelahnya tertawa. Ia mengeratkan pelukannya, sampai membuat Sowon sesak sendiri.

“Terserah kau saja kalau begitu, sayang.”

Sowon sedikit merinding mendengar suara rendah pria itu yang sangat dekat sekali dari telinganya. “Kalau begitu bisakah kau lepaskan aku?”

“Tentu. Aku akan menunggumu dengan sabar.”

Setelah satu kecupan, Sehun pun melepas pelukannya dan berlalu ke sofa depan LED TV. Ia memilih untuk menonton acara yang sedang disiarkan di benda itu sembari menunggu kekasihnya selesai memasak.

Yaa, siapa suruh kau hanya duduk saja di sana?”

Mendengar itu reflek Sehun menoleh. Sekaligus menunjukkan seringaian mautnya. “Lalu aku harus bagaimana?”

“Bantu aku,” balas Sowon cuek sembari membawa semua bahan yang diperlukan ke meja dapur.

“Aku akan bantu, tapi beri aku aegyo.”

“Dalam mimpimu.”

Sehun tidak menyerah. “Kalau begitu aku tidak akan bantu.”

“Ya sudah, tidak usah makan.”

“Aish. Ayolah Sowon-a….”

Gadis itu lebih memilih untuk cuek daripada harus menanggapi godaan Sehun. Matahari sudah kembali ke peraduannya, hari mulai gelap. Kalau dia tidak segera masak sekarang, mereka akan terlambat makan malam. Dan makan malam yang terlambat itu buruk untuk kesehatan.

“Baiklah, aku akan membantumu secara sukarela untuk hari ini.” Sehun akhirnya bangkit dari singgasananya, dan menghampiri Sowon setelah mematikan televisi.

Dia langsung disodori sebaskom daging segar yang baru dibuka dari plastiknya. Tanpa perlu mendengar perintah, dia sudah tahu kalau Sowon menyuruhnya untuk mencuci daging itu.

“Yang bersih, usahakan sampai bau amisnya hilang.”

Ne, Ma-nim.”

Candaan Sehun berhasil membuat Sowon tertawa. “Itu baru Oh Sehun yang kukenal.”

Pria itu tersenyum. “Benarkah? Kalau begitu aku akan terus seperti itu. Agar kau bisa mengenaliku.”

.

.

Makan malam sudah tertata rapi di meja makan. Meski mereka tahu bahwa hanya ada mereka berdua saja yang makan, tapi menu yang disuguhkan tidak apa adanya. Mereka membuat makan malam yang spesial untuk hari ini. Sekaligus merayakan hari pertama Sehun kerja.

“Sup rumput laut ini untukmu,” ujar Sowon sembari menggeser satu-satunya mangkuk berisi sup rumput laut ke hadapan Sehun. Diikuti dengan sendok berbahan alumunium.

Sehun menerima sendok dari tangan Sowon dengan seulas senyum di wajahnya. “Kau sengaja membuatnya untukku?”

Sowon mengangguk. “Selamat untuk hari pertamamu kerja.”

Pria itu meletakkan sendok tersebut di dekat mangkuk, ia gunakan tangan kanannya untuk mengusap pipi Sowon. Sowon sendiri hanya menatapnya dengan pandangan bingung.

“Terima kasih banyak, sayang.”

Dada Sowon membuncah seketika. Kalimat yang sebenarnya terdengar biasa itu anehnya jadi spesial jika Sehun yang mengucapkannya. Entahlah, ada suatu perasaan senang ketika mendengar kalimat itu. Suatu perasaan yang anehnya sangat sulit untuk dideskripsikan dengan berbagai bahasa di dunia ini.

Pipi itu bersemu.

Mengundang keinginan yang sangat besar dari Sehun untuk mengecupnya.

Pria itu bangkit, mendorong tubuh ke depan, dan menempatkan bibirnya di permukaan kulit putih wajah kekasihnya.

**

Musim pun berganti.

Semua sudut kota tampak diselimuti oleh butiran-butiran putih yang menggunung. Para pejalan kaki kompak memamerkan mantel hangat masing-masing. Asap kendaraan berlomba-lomba mengepul di udara. Anak-anak dengan riang membuat boneka salju di taman bermain, membalas kekecewaan mereka pada arena seluncur yang tidak bisa dimainkan karena tertimbun salju.

Suhu mencapai 12 derajat celcius. Cukup dingin untuk winter tahun ini.

Namun kota ini masih menyisakan kehangatan.

Salah satunya bagi sejoli ini. Oh Sehun dan istrinya Oh Sowon, yang kini telah berbahagia karena ada individu baru di perut Oh Sowon. Masih berusia 21 hari, alias tiga minggu.

Perut wanita itu masih rata, tapi Sehun selalu mengusap dan menciumnya, seolah Sowon sudah hamil 4 bulan. Terkadang kalau dia bosan, dia iseng bicara dengan perut Sowon. Menggelikan sekali di mata wanita itu.

Beberapa bulan ini banyak sekali kejadian di kehidupan pernikahan mereka. Salah satunya berita tentang Tzuyu. Dimulai dari kehamilan Tzuyu di luar nikah, putusnya Tzuyu dengan Chanyeol, serta terkuaknya hubungan Tzuyu dan Sehun di masa lalu. Media sempat menyorot Sehun dan Sowon terkait rumor hubungan Tzuyu di masa lalu.

“Kau benar-benar tidak melakukannya pada Tzuyu ‘kan?” Waktu itu, setelah mendengar berita soal kehamilan Tzuyu di luar nikah, Sowon langsung mempertanyakan itu pada Sehun.

“Aku tidak pernah melakukannya, Sowon-a. Aku bersumpah!”

“Tapi artikel ini membicarakan tentang hubungan kalian.” Sowon masih tidak percaya. Bahkan dia sampai memperlihatkan artikel terkait pada Sehun.

“Oke, sekarang aku tanya padamu. Kau lebih memercayaiku atau media?”

Ditanya balik seperti itu Sowon hanya diam saja. Lebih tepatnya ia bimbang.

“Sowon-a, sekarang dengarkan baik-baik. Sejak kapan aku berbohong padamu? Kapan kau pernah melihat aku berbohong padamu? Kapan aku membohongimu?”

Gadis itu perlahan menggeleng.

“Ya, aku tidak berbohong padamu, bahkan hal sekecil apa pun. Sekarang apa kau percaya padaku?”

Lagi-lagi gadis itu dirasuki keraguan. Membuat Sehun menghela napas frustasi.

“Apa aku harus membuktikan keseriusanku?”

“Tapi….”

“Oke, aku tidak akan memaksamu untuk percaya padaku. Dengan aku memaksa kau pasti semakin tidak memercayaiku. Kalau kau maunya memercayai media, silahkan. Tapi aku benar-benar serius, aku bersumpah, aku tidak pernah melakukannya.”

Ucapan Sehun terbukti adanya setelah dikonfirmasi bahwa anak yang dikandung Tzuyu adalah murni hubungan gadis itu dengan Chanyeol. Sowon pun meminta maaf pada Sehun soal keraguannya pada pria itu.

Sehun memaafkan dengan mudah, tentu saja karena dia sangat mencintai Sowon. Kekuatan cinta itu selalu lebih unggul dari apa pun di dunia ini. Termasuk kuatnya cinta Sehun pada Sowon. Yang sangat berbeda dari cintanya pada wanita lain di masa lalu.

“Apa sebaiknya kita beli rumah saja? Aku tidak tega melihatmu naik turun dengan kondisi badan dua seperti ini.”

“Naik turun apanya? ‘Kan apartemen ini pakai fasilitas lift, aku akan baik-baik saja.”

Tapi ekspresi Sehun tidak selega itu. “Tapi kalau tiba-tiba lift-nya berhenti? Atau rusak? Ah tidak. aku tidak mau membayangkannya.”

“Kalau begitu tidak usah dibayangkan,” ucap Sowon sambil terkekeh. “Aku ini lebih kuat dari yang kau kira, Sehun.”

“Kenapa kau keras kepala sekali? Sekuat-kuatnya kau, masih kuat aku sebagai pria. Lagi pula aku ingin memanjakanmu, kenapa kau selalu mencari alasan untuk menolak?”

Wanita itu memeluk Sehun dengan erat, menyandarkan kepalanya di dada Sehun. “Aku tidak terbiasa bersikap manja pada siapa pun. Bukankah seharusnya kau senang karena aku wanita mandiri?”

“Tentu saja senang. Tapi sesekali bertingkahlah sedikit manja. Terlalu mandiri justru membuatku makin tidak berguna.”

Sowon tertawa. Tawa yang anggun dan sanggup menentramkan hati Sehun. Inilah kenapa Sehun bisa tergila-gila padanya.

“Baiklah. Aku akan mencoba untuk sedikit manja padamu.”

“Kalau begitu mulailah dengan aegyo.”

Shireo!

“Ah wae?”

“Kenapa harus dengan aegyo?” Kepala Sowon pun terangkat untuk berpandangan dengan Sehun.

“Kau tidak pernah melakukannya, aku ‘kan mau tahu.”

“Hish. Dalam mimpimu. Ah sudahlah. Aku mengantuk.”

Sowon pun melepaskan diri dari pelukan Sehun. Dia langsung bangkit, bergegas dengan cepat menuju kamar mereka.

“Kau tidak mengajakku?”

Wanita itu berbalik. “Katakan alasan kenapa aku harus mengajakmu?”

“Aku ‘kan suamimu,” balas Sehun sambil menunjukkan seringaian misteriusnya.

“Lalu?” Sowon pun mencibir, kemudian melanjutkan langkahnya.

“Lalu? Yaa, kau pasti tahu apa maksudku. Jangan pura-pura tidak tahu. Berhenti di situ atau kau tidak akan tidur dengan tenang malam ini.”

“Coba saja kalau berani,” balas Sowon sambil tersenyum ketika dia akan membuka pintu kamar mereka.

“Kau menantangku? Baiklah, aku akan mengganggu tidurmu dengan senang hati Tuan Putri.”

Dan ruangan utama apartemen itu pun hening setelah Sehun berlalu meninggalkannya. –END-

note : ada yang sadar kalau projek Dark Love ini pake subtittle judul lagu EXO di album EX’ACT? Meski isi ceritanya ngga sama kayak lirik lagunya, tapi setidaknya judul sama cerita nyambung :3 Makasih lho ya buat para readers yang mau meramaikan ff gaje ini :v Maunya bikin novel buat diikutkan DKJ, eh malah bablas buat fanfic :3 Yah begitulah author ~ohnajla ini :3 Untuk penggunaan kata/ejaan yang salah, mohon dimaafkan. Pesan author, jangan ngebenci Tzuyu ya karena cerita ini, ini murni karangan bukan reality. Trus juga jangan lupa terus support EXO, Gfriend, sama Twice. Dan terakhir, ‪#‎HappyEXOLday‬ ‪#‎EXOL2ndAnniversary‬ ‪#‎2YearsWithEXOL‬ <3❤

14 responses to “Dark Love | Cloud 9 | ~ohnajla

  1. Bikin after story nyaa dong ka
    Aku ngikutin ff ini dr awal dan suka gak terlalu berbelit belit simple banget tapi ngena dihari wkwk

  2. Zuyu hamil? Ckckck jadi yg jalang itu siapa wkwk
    Aishh aku iri sama sehun dan sowon, mereka begitu serasi dan romantis, dan akhirnya mereka akan segera mempunyai seorang anak😀 gak kebayang nanti wajah anak mereka haha pasti lucu
    Terus zuyu gimana nasibnya? Gak dinikahin chanyeol?

  3. ciaa akhirnya ending juga😀 aku nyadar koo kalo ini judulnya pake list album exo hahaha aku kira bakalan ada badai parah (?) yg melanda marek. ehh trnyata langsung happy ending. suka bnagetttt >,<

  4. Endingnya bagus banget dan aku suka
    Aku udah nyadar kalo judul ffnya pake title lagu di album EX’ACT.
    Last, happy 2nd Anniversary‬ EXO-L too authornim ❤❤

  5. Nice nice nice !
    Jauh lebih keren kalo ff nya lebih detail ~ beberapa scene kadang kayak terlalu singkat, but overall ff nya bagus dan gak menhecewakan 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s