[FREELANCE] FAKE (Chapter 9)

FAKE

Chapter 9

Title : Fake

Author : Showhen karl (Twitter : @showhenk)

Cast : luhan, owen (oc), park chanyeol

Other cast : oh sehun,   byun sera (oc),  byun baekyun

Genre : romance, family, friendship,hurt.

Rating : general

Length : chapter

Disclaimer : all story is mine

CHAPTER 1 CHAPTER 2 CHAPTER 3 CHAPTER 4 CHAPTER 5 CHAPTER 6 CHAPTER 7 CHAPTER 8

 Chapter 9

“sehun…bisakah aku bertanya sesuatu?”

“hmm….apa?”

“apa kau mengenal byunbaekyun?”

Sehun nampak kaget dengan pertanyaan ku.raut mukanya berubah serius.

 

~sehun~

Aku sangat kaget dengan pertanyaan owen. Apa dia mengingat baekyun. Kenapa dia tiba-tiba menyebut nama baekyun.

“apa kau mengingat baekyun?”

“ani….aku hanya penasaran. Karena aku melihat ada memo kecil yang ada  nama byun baekyun dikamar ku. tapi aku tidak pernah melihat orang yang bernama byun baekyun itu sejak kemaren”

“apa isi memonya?”

“tidak ada, hanya nama” aku beralasan.

“dia adalah orang yang harus kau hindari.”

“kenapa begitu?”

“entahlah, aku juga ingin tahu apa yang terjadi antara kau dan dia”

“apa maksud mu?”

“kau tahu, malam sebelum kau kecelakaan itu kau menelpon ku sambil menangis. Dan kau menyebut nama baekyun disela tangis mu itu. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi antara kau dan dia. Tapi yang pasti ada sesuatu yang buruk  terjadi antara kalian berdua” jadi jauhilah dia. Apa kau mengerti?”

“tapi siapa dia?” aku pura-pura tidak tahu karena ingin lebih banyak tahu dari sehun tentang baekyun.

“dia adalah teman kecil chanyeol. Cahenyeol  mengenalkan nya pada kita saat itu. Tapi baekyun bukanlah anak baik-baik”

“lalu, kenapa chanyeol bisa berteman dengan nya?”

“apa kau tidak mendengar penjelasan ku dengan baik? Aku bilang dia adalah teman chanyeol waktu kecil. Dan chanyeol pernah cerita pada  ku jika bakyun berubah saat sudah memasuki senior hight school. Dia menjadi sedikit berandal dan berlanjut hingga memasuki jenjang perkuliahan.Dia orang yang suka huru hara tidak jelas” dan kau juga sangat susah aku ingatkan jika jangan terlalu dekat dengan baekyun, walaupun dia teman kekasih mu”dan kau juga tidak mendengarku agar jangan sering keluar dengan baekyun. Kenapa kau tidak  mendengarkan nya,  hmmm…???

“eooh….apakah dulu aku seperti itu?”  owen malah bertanya balik pada ku.

Aku sungguh lupa jika owen sekarang tidak ingat apa-apa dengan masa lalunya. Aku sungguh bodoh menanyakan hal yang dia tidak tahu sekarang.

“ne…sejak kau mengenal baekyun kau susah aku ingatkan..!!” tapi mungkin karena kau kesepian sering kami tinggal..hihihi..”

“memangnya kau kemana waktu itu?”

“aku waktu itu di paksa appa belajar bisnis di perusahaan yang ada di Indonesia, sedang chanyeol waktu itu harus mengurus perusahaan nya yang ada di jepang….Mianhae uri chinggu, kau pasti sangat kesepian waktu itu sehingga memilih orang yang salah”

“hmmm….”

“jadi, setelah ini kau ingin  kemana?”

“eoh….terserah kau saja. Asal jangan pulang.!Aku sungguh bosan jika selalu tinggal di rumah.”

“ok…tapi sebelum nya kita butuh mengganti pakain. Apa kau tidak gerah dengan baju ini?”

“ya sudah, kita beli saja” kelihatan nya owen benar-benar enggan untuk pulang.

~Owen~

Kami mengangguk sebelum keluar dari salah satu toko.Baru saja kami membeli salah satu pakaian yang di jual di toko itu dan lansung memakainya.Beberapa pramuniaga nya banyak yang mengatakan jika kami sungguh terlihat seperti pasangan manikin dengan pakain ini.aku hanya sedikit terpana dengan pendapat mereka karena aku tidak terlalu yakin dengan argument mereka tentang ku. apakah itu pujian atau hanya basa basi saja. Tapi tidak ku pungkiri jika sehun  memang sangat tampan dengan style nya ini.

Selanjutnya kami menuju gangnam street. Kami sungguh menikmati berjalan-jalan disini.Dan banyak orang-orang yang memperhatikan kami terutama wanita-wanita yang berpapasan dengan kami.Mereka kelihatan nya sangat mengagumi sehun.Tapi banyak yang menyangka kami adalah pasangan kekasih.Aku hanya tertwa mendengar celotehan mereka.Begitupun sehun.Ia terlihat biasa saja. Mungkin dulu saat dengan owen dia juga sering mendengar hal yang sama dari orang- orang.

Tanpa terasa waktu begitu cepat.Hari bahkan sudah hampir senja dan kami masih asik menikmati minuman kami.Ya, kami kembali mengunjungi salah satu café disini.Karena sedikit lelah.Namun aku sedikit terkejut melihat chanyeol yang memasuki café ini.iya bahkan lansung menuju meja kami.

“yaa….kalian bersenang-senang tanpa ku eoh..!!!” chanyeol lansung saja menghenyakkan diri nya disebelah ku.  dan aku hanya diam saja dengan ocehan chanyeol.

“itu masalah mu yang selalu sibuk dengan kantor mu” sehun membalas ocehan chanyeol sambil menyeruput minuman  nya.

“aku ini orang yang sangat bertanggung jawab. Memang nya kau yang selalu mengkal dari pekerjaan mu. Apa kau tidak kasihan dengan kakak  mu yang harus menghendel pekerjaan mu”

“cih…..sudahlah jangan banyak ocehan” sehun nampak kesal dengan penuturan chanyeol. Dan aku juga baru menyadari jika sehun juga harusnya bekerja hari ini.dan entah kenapa dia mengajak ku berjalan-jalan hari ini. tapi sudahlah tidak perlu ku pikirkan.

Aku kembali menyeruput minuman ku.sementara chanyeol  lansung memnggemgam tangan ku yang tidak kugunakan memegang gelas minuman ku. aku sedikit terkejut dan dengan reflek menarik tangan ku. dan itu membuat chanyeol merungut disampingku. Sementara sehun hanya terkekeh melihatnya.Mungkin dia senang melihat chanyeol kesal.

~chanyeol~

Aku sungguh sedikit kesal dengan owen yang menolak genggeman tangan ku. ditambah lagi  mereka bersenang-senang tanpa ku. aku bahkan sudah terlanjur menjeput kerumahnya. Namun yang kulihat hanya luhan hyung yang juga kesal lantaran owen belum juga pulang sejak tadi pagi pergi dengan sehun. Dan aku lansung saja menuju ketempat mereka yang memang sudah ku Tanya pada sehun.

“kenapa kau menarik tangan mu!!!!” aku memprotes kelakuanya barusan.

“itu sungguh tidak nyaman” ia menjawab seadanya dan meneruskan menikmati minuman nya.

Sungguh itu membuatku bertambah kesal saja. Saat aku akan protes lagi sehun sudah lansung memotongku. Tampaknya dia akan segera pulang. Ia berdiri dan segera pamit pada owen. Owen yang melihat hal itu tampak sedikit panic.

“kau tidak mengantar ku pulang?” owen segera mencegat sehun.

“heey….pangeran mu ada disebelah mu. Dia akan  mengantarkan dengan aman dan tentunya selamat sampai rumah mu” sehun menjawabnya dengan kekehan geli melihat raut wajah owen yang sedikit panic itu.

“tapi…….”

Belum sempat owen melanjutkan kalimatnya aku sudah menyuruh sehun untuk segera pergi. Dan setelah sehun pergi owen hanya diam di tempatnya. Aku sungguh sangat geli melihat wajah nya nampak kesal itu.

“apa kau tidak suka jika kau bersama ku?”

Owen hanya diam saja saat aku bertanya demikian.Sungguh itu sedikit mengganggu ku.kenapa ia tidak menjawab.

“owen, aku bicara pada mu!!!”

“ani….”

“lalu kenapa kau tampak keberatan saat sehun pulang. Apa kau pikir aku tidak akan mau mengantar mu pulang?”

“bukan begitu.. a..aku hanya sedikit canggung dengan mu..!”

Owen menjawabnya sedikit terbata.Dan itu sungguh lucu.Tapi aku berusaha untuk tidak tertawa melihat nya yang sedikit gugup itu.

“aku lapar, ayo temani aku makan” aku lansung saja menarik tangan nya dan membawa dia keluar dari café itu.

Dia hanya diam saja dan mengikuti ku tanpa bicara sedikit pun.Sampai saat kami sudah berada disebuah restoran dia masih saja diam didepan ku.apa mungkin dia benar-benar canggung dengan ku. ini sungguh seperti orang yang baru-baru jadian. Aku hanya terkekeh geli memikirkan nya.bahkan dia tidak ikut makan dengan ku.

“kau tidak makan?” aku akhirnya bertanya pada nya yang dari tadi hanya memandangi makanan nya.

“tadi kami sudah makan, jadi sekarang aku kenyang”

“makanlah sedikit, aku sungguh tidak selera jika makan sendiri” aku kembali memintanya memakan sedikit saja makanan nya.

“hmm….” Owen hanya mengiyakan seadanya permintaan ku.

“jadi, apa saja yang kalian lakukan dari tadi pagi?” aku bertanya disela kunyahan ku.

“tidak ada, hanya bermain sketboard dan jalan-jalan”

“lain kali kita bermain sketboard berdua, ok!!”

“ne…” sekali lagi owen hanya menjawab seadanya.

Tapi tidak apa-apalah, setidaknya dia tidak lagi menolak keberadaan ku.setelah selesai makan kami segera pergi dari restoran itu. Aku sengaja tidak lansung membawa owen pulang. Aku ingin sedikit lebih lama lagi dengan owen malam ini. Dan aku membawanya ke daerah sungai han lagi.

Kami berjalan-jalan sambil tetap menggemgam tangan nya.dan kali ini dia tidak lagi menolak genggaman ku. dia hanya menurut saja dan tetap diam diasampingku. Namun saat kami menikmati moment ini banyak orang yang berpapasan dengan kami mengaggumi owen. Ia sungguh terlihat seperti manikin hidup. Entah kenapa dia begitu cantik malam ini.sebenarnya dia selalu terlihat cantik. Tapi mala mini aku merasa berbeda dengan nya.dan aku sedikit lebiih suka yang sekarang. tidak seperti dulu, owen selalu tersenyum ramah pada orang-orang yang mengagguminya. Tapi malam ini dia tampak tidak mengacuhkan omongan orang-orang.

Owen yang sekarang lebih hemat dalam tersenyum.bahkan aku saja belum pernah melihat ia tersenyum lansung sejak pesta di paris. Dan itu membuat aku sedikit tenang karena tidak perlu khawatir dengan orang yang benar-benar menyukai owen.Tapi aku juga sedikit kesal dengan sehun.Ia bisa melihat senyum owen dengan mudah. Ya, mereka memang sahabat dari kecil. Jadi owen akan selalu merasa nyaman dengan nya.

Udara malam semakin dingin, dan owen tampak sudah kedinginan di samping ku. tangan nya yang digenggaman ku sudah teras dingin. Aku segera merangkulnya dan berjalan sedikit cepat kearah mobil. Dia hanya menurut, sepertinya ia tahu aku juga sudah merasa sedikit dingin berada disini.

Setelah kami masuk kedalam mobil, aku tidak lansung membawanya pulang. Jelas dia akan protes dengan kelakuan ku.

“ayo…pulang,, aku sudah lelah..!!”

Aku tidak  menjawabnya dan hanya memperhatikan wajahnya yang mulai sedikit memerah mungkin ia malu dilihat seperti itu. Atau mungkin dia menahan amarahnya karena aku tidak mengiyakan permintaan nya.

“heyy…ayo pulang.!!!” Dia kembali miminta ku untuk segera pulang.

Dan entah kenapa aku sudah tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak mencium owen saat ini. ia begitu sangat cantik dimataku sekarang dan ya, kini bibir ku sudah menempel dibibirnya. Aku membuka mata ku dan melihat matanya yang membulat.Mungkin dia juga sangat terkejut.Tapi dia tidak berusaha melepaskan ciuman ku.hingga akhirnya aku sedikit bertindak lebih dengan melumat bibirnya yang entah kenapa begitu manis kurasakan. Sungguh sensasi yang berbeda dari ciuman yang sering kulakukan dulu padanya.

Jika dulu dia akan lansung membalas ciuman ku, namun sekarang dia hanya diam. Dan itu sungguh membuatku penasaran. Dan entah kenapa aku suka dengan ciuman yang sekarang.aku melihat dia mulai menutup matanya dan menikmati ciuman ku. hingga aku mengakhiri melumat  bibirnya yang begitu manis itu karena kami butuh pasokan oksigen yang memang sudah sangat sedikit akibat ciuman ini.

Aku tidak segera menjauhkan wajah ku dari wajah nya.sungguh dia sangat cantik dengan wajah nya yang merona merah ini. dia tampak mengalihkan pandangan nya dari tatapan mata ku. namun aku segera menangkup wajahnya agar dia memandang ku. dan itu membuat wajahnya semakin memerah. Aku sungguh suka melihatnya seperti ini.hingga akhirnya aku kembali mengecup bibirnya singkat dan memeluknya.

“saranghae…..nomu saranghae” aku mengucapkan kalimat itu saat memeluknya. Dan tidak ada jawaban darinya. Aku tidak akan memaksanya untuk menjawab perasaan ku sekarang.

Hingga aku melepas pelukan dan segera menjalankan mobil ku ke rumah nya.ya, kurasa dia benar-benar sudah lelah hari ini. dan dalam perjalan pulang aku hanya bisa tersenyum melihat wajah owen yang selalu memerah itu. Mungkin dia masih sedikit malu dengan apa yang kami lakukan tadi.

~luhan~

Aku melihat owen yang baru saja pulang diantar chanyeol dari jendela ruang kerja ku. dan aku segera menyusulnya ke pintu depan. Namun saat aku sudah berada didepan nya terlihat wajahnya yang sedikit memerah.Entah kenapa aku lansung merasa cemas.Apa dia sakit, kemana saja mereka membawa adik ku hingga membuatnya seperti ini. aku segera saja mengulurkan tangan ku pada wajahnya.

“ada apa dengan wajah mu? Apa kau sakit, hmm?”

“aku tidak apa-apa ge”

“lalu kenapa wajah mu memerah, apa kau demam karena terlalu lama diluar!!”

“bukan ge, sudahlah jangan berlebihan.”aku baik-baik saja!!” owen melepaskan tangan ku dari pipinya.

“gege, tadi aku coba bertanya pada sehun tentang baekyun. Dan dia bilang owen memang agak dekat dengan baekyun sejak mereka sibuk mengurus bisnis mereka”

“maksud mu?”

“ge, bisakah kita bicarakan ini di tempat lain? Kurasa didepan pintu ini sedikit tidak nyaman..!!”

“hahahhhaha…..ya,ya….ayo kekamar mu. Kau pasti juga sudah lelah” aku baru menyadari jika  kami masih didepan pintu.

Kami segera menuju kamar owen. Sementara dia sedang membersihkan diri dan berganti pakaian aku duduk saja diatas ranjang nya.dan setelah dia selesai, dia lansung naik ke ranjang nya tepat di depan ku dan mulai menceritakan informasi yang ia dapat dari sehun.

“ge, aku rasa hanya baekyun yang tahu alasan kenapa owen memilih untuk pergi”

“maksudmu?”

“entahlah, aku hanya merasa begitu. Dan lagi sehun yang  sahabat nya saja tidak tahu alasan owen mengakhiri hidupnya, dan lagi owen tidak meninggalkan satupun jejak yang bisa menuntun kita untuk mencari tahu alasan tindakan nya itu”

“dan hanya baekyun satu-satunya yang bisa mengungkap alasan itu, itukah yang kau maksud?” aku mengerti dengan apa yang owen bicarakan tapi entah kenapa hati ku sedikit menolak untuk mengakui jika memang seperti itu adanya.

“itu hanya menurut ku ge.  dan kenapa kita tidak menemui baekyun?”

“tidak…kau tidak akan menemui baekyun. Aku tidak akan mengizinkan mu bertemu dengan nya”

“kenapa begitu?”

“pokoknya tidak owen!!” entah kenapa aku merasa jika owen dan baekyun bertemu akan sangat bahaya. Dan itu sangat mengganggu ku.

Owen nampak sedikit tidak setuju dengan pernyataan ku, namun saat dia akan memprotes ku aku segera menyuruhnya tidur.

“sudahlah…sekarang sudah larut, kau tidurlah..”

“tapi ge….”

“kita bicarakan lagi ini besok. Sekarang tidurlah. Ok” aku segera mengecup keningnya dan segera turun dari ranjangnya. Menariknya agar segera merebahkan badan nya dan merapikan selimutnya.Setelah itu aku segera keluar dari kamarnya.

~owen~

Seburuk apakah byun baekyun itu, kenapa luhan ge juga tidak mengizinkan aku bertemu dengan nya. namun,jika seandainya semua ini terkuak apa yang akan terjadi ya. Jika memang owen berpacaran dengan byun baekyun itu chanyeol pasti akan sangat terluka. Dia tampak sangat mencintai owen.

Saat mengingat chanyeol kenapa aku kembali teringat dengan ciuman kami di  mobil tadi. Aaaaah sungguh sangat bendebarkan. Sadarlah owen, jangan sampai terlalu terbawa perasaan. Ingatlah chanyeol itu tidak mencintai mu, tapi ia mencintai owen xi. Aku berusaha mengingatkan diriku yang mulai menyukai chanyeol.Sebaiknya aku memang harus segera tidur. Memikirkan ini akan sangat menguras tenaga dan waktu.

                                                                                                ~~~TBC~~~

 

10 responses to “[FREELANCE] FAKE (Chapter 9)

  1. Ya senangnya,,akhirnya Fake update lg,,aku kg penasaran apa yg terjadi antara baekhyun dan owen xi,apa reaksi Chanyeol jika tau yg dia cium bukan owen yg asli,,aaaaa penasaran sungguh,,,
    Yg Smangat ya authornim,ini Keren ko!

  2. Pingback: [FREELANCE] FAKE (Chapter 10) | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: [FREELANCE] FAKE (Chapter 11) | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Apa nnti luhan bkal bahagia di akhir????owen skrg udah mulai2 suka sama chanyeol…tpi gmana klo owen n baekhyun ktemu?

  5. Pingback: [FREELANCE] FAKE (CHAPTER 12) | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Pingback: [FREELANCE] FAKE (CHAPTER 13) | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. Pingback: [FREELANCE] FAKE (CHAPTER 14) | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: [FREELANCE] FAKE (CHAPTER 15) END | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s