[FREELANCE] CRAZY LITTLE THINGS CALLED BYUNTAE (?)

[FREELANCE] CRAZY LITTLE THINGS CALLED BYUNTAE (?)

PicsArt_05-22-01.06.38

Title : CRAZY LITTLE THINGS CALLED BYUNTAE
Author : CANTIKAPARK (Line: cantikapark61)
Cast : Xi Lu Han& Park Choensa (OC)
Genre : Romance, Marriage Life, School Life, Comedy (?)
Rating : General
Length : chapter
Disclaimer : WARNING! THIS STORY IS PURE FROM MY MIND. PLEASE DON’T BE A PLAGIARISM.

KEBINGUNGAN DITANGGUNG PEMBACA.

 

SUMMARY

Sepasang insan yang tak mempercayai akan cinta, terjebak dalam sebuah ikatan yang tak biasa. Yang berawal dari acara saling tolong menolong, malah mengakibatkan sebuah malapetaka.

HAPPY READING ^^

 

PERKENALAN

e1

XI LUHAN

Bocah berandalan tingkat akut. Suka menindas tapi tak suka ditindas. Jangan ditanyakan kenapa, karena ini adalah rahasia. Lelaki playboy yang selalu gonta-ganti pacar setiap bulan ini memiliki sejuta pesona yang memikat di dalamnya dan tentunya, segudang rahasia.

e2

PARK CHOENSA

Gadis ceria yang cantik bak malaikat ini merupakan seorang yatim piatu. Tak memiliki Ayah terkasih maupun Ibu tercinta. Namun, itu tak membuatnya patah semangat. Ia malah selalu mengumbar senyum dan keceriaan terhadap siapapun yang berada di sampingnya.

PROLOG

Apa yang akan kalian pikirkan tentang pernikahan? Sebuah kegiatan sakral yang mengikat dua insan yang saling mencintai dengan sebuah janji suci, bukan? Atau sebuah acara megah di sebuah gereja dan mengatakan sebuah kata “YA” di depan pastur dan Tuhan? Apakah arti pernikahan seperti itu yang kalian pikirkan?

Arti pernikahan telah melekat jelas di benak kita.

Namun, berbeda dengan gadis yang bernama ParkChoensa. Jika kalian bertanya tentang arti pernikahan kepadanya, jangan mengharapkan jawaban manis yang diucapkan setiap gadis pada umumnya. Gadis cantik dengan tubuh tinggi semampai dan tentu saja cerewet itu menganggap pernikahan adalah sebuah lelucon konyol yang dilakukan oleh orang dungu. Ya, hanya lelucon konyol.

Berbeda dengan Park Choensa, berbeda juga dengan Xi Luhan. Siswa tampan tersebut menganggap pernikahan dengan sesuatu yang lebih parah lagi. Menurutnya, pernikahan adalah sebuah perjanjian sakral yang seharusnya tidak pernah dilakukan oleh siapapun dan harus dibinasakan. Apalagi yang namanya cinta. Dia sungguh membencinya.

Lalu, bagaimana jika dua insan yang membenci pernikahan itu harus menikah paksa dikarenakan sebuah perjodohan? Bagaimana dua insan yang tidak saling mencintai harus tinggal di satu atap yang sama? Apakah kalian pernah membayangkannya?

Mungkin akan terjadi perang dunia ke-3 . Ya, mungkin saja.

 

CHAPTER1

e3

“YAKKK! XI  LUHAN!! YOU ARE A B*ST*RD!!!!!!!”

Park Choensatelah berteriak untuk sekian kalinya hanya untuk seseorang dengan sebuah nama, Xi Luhan. Amarahnya telah sampai di ubun-ubun, yang membuat wajahnya merah padam karena saking kesalnya. Bagaimana ia tidak marah jika seseorang memasukkan seekor kecoak mati di dalam makananmu? Bisakah kalian membayangkannya? Lebih baik tidak. Bahkan Lu Han pernah menuangkan darah tikus di atas pancake kesukaan Choensa. Untung saja ia tidak sampai memakannya, kalau sampai termakan? Habislah nyawanya.

‘Hei, apa dia sudah gila?’ Jika kalian melontarkan sederet kata itu kepada Park Choensa, pasti dia akan menjawab, “DIA MEMANG SUDAH GILA DAN AKU JUGA TELAH GILA.”

Lihatlah saja apa yang ia bawa setiap hari. Ia harus membawa sepasang sandal, seragam ganti, sebuah tas kresek, tali, kamera, dan lain sebagainya. Tentu saja semua itu untuk antisipasi jika Luhan mengerjainya lagi. Jangan lupakan sumpit perak yang selalu ia bawa saat makan siang. Bukan, bukan karena ia terlalu jijik dengan sumpit di cafetaria sekolahnya, tetapi untuk mendeteksi apakah ada racun di makanannya itu.

*Pada zaman dahulu, sumpit perak digunakan oleh para raja dinasti Jeoseon untuk mendeteksi apakah di makanannya terdapat racun atau tidak.

Penampilan Choensa setiap harinya akan tampak seperti bocah berandalan. Kemeja lusuh yang tak pernah rapi saat ia pakai, dasi yang bertengger asal-asalan, rambut yang dikucir kuda berantakan, dan celana trainning olahraga yang selalu ia pakai di setiap harinya. Kenapa ia selalu memakai celana olahraga yang panjang tersebut?

Tentu saja karena Luhan. Siswa -bukan siswa, melainkan iblis- itu memiliki otak yang mesum. Pernah beberapa bulan yang lalu, Luhan mengintip -melihat lebih tepatnya- celana dalam yang Choensa gunakan. Luhan bahkan memberitahu seisi sekolah warna celana dalam yang Choensagunakan saat itu. Yang membuat Choensamurka seketika dan langsung menampar wajah mulus Luhan hingga memerah.

CHOENSA MEMANG TELAH GILA.

Seperti saat ini, Park Choensa harus mengejarnya sambil mengucapkan sumpah serapah yang tidak akan pernah kalian bayangkan di setiap langkahnya. Sembari menenteng-nenteng sebuah sepatu barunya di tangan kanannya untuk ia lempar tepat di kepala atau bahkan di wajah lelaki itu. Seperti saat ini.

            DUK

            Nice toss! Tepat di wajah Luhan!

Gelak tawa Choensatelah menggelegar di lorong sekolah, yang membuat seluruh siswa yang melewatinya segera menyingkir dari pandangan Park Choensa. Tentu saja mereka menyingkir, karena dua orang yang mereka hindari saat ini adalah sang troublemaker di sekolah. Sang gangster sekolah, Park Choensa dan Lu Han.

            “YA! PARK CHOENSA!!”

            Hana.

            Dul.

            Set.

 

Choensasegera berbalik dan berlari sekencang ia bisa. Menghindari seekor singa yang mengamuk bagaikan dinasaurus sekarang ini. Ia melesat bak angin kencang. Melewati kelas, lorong, tangga, atau apapun yang bisa membuatnya selamat.

Beginilah mereka. Bagaikan anjing dan kucing yang selalu bertengkar. Hari-hari mereka dipenuhi dengan acara balas mebalas. Tentu saja, balas dendam. Lu Han akan mengerjai Park Choensa dan Choensa akan melemparkan sepatunya tepat ke kepala Lu Han setiap hari.

Apakah kalian tahu siapa yang paling menyedihkan di sini? Tentu saja Park Choensa. Ia harus membeli sepatu setiap harinya karena salah satu sepatunya telah ia lempar ke kepala Luhan.

Apakah kalian mengira Luhan akan membuang atau membiarkan sepatu Choensadi sembarang tempat? Tentu saja tidak. Ia akan membawa pulang sepatu Choensake rumahnya agar Choensa tidak bisa mengambil sepatunya kembali. Lalu, bagaimana jika Choensamemintanya?

Apakah kalian gila? Harga diri Choensa di depan Luhan-musuh bebuyutannya- akan jatuh jika ia memintanya. Harga diri gadis itu terlalu tinggi dan Choensatak akan membiarkan orang lain menginjak-injak harga dirinya itu.

Choensa adalah gadis yang terbilang manja jika berada di sekitar kakeknya namun terbilang mandiri di saat jauh dari kakeknya. Kata manja di sini bukan manja dalam arti meminta barang-barang mewah tetapi manja dalam arti selalu mengikuti kemanapun kakeknya pergi, mendekap kakeknya setiap malam ketika menonton televisi, ataupun tidur dalam nyanyian sang kakek.

Ia adalah gadis cantik namun sangat kurus tak seimbang dengan tubuhnya yang tinggi. Choensaterlihat seperti sebuah ‘tengkorak berjalan’ mengingat tinggi badan dan berat badannya yang sangat tidak seimbang.

Ia juga merupakan gadis cerewet di rumah pun sekolah. Selalu bergosip ria dengan para temannya di cafetaria sekolah tentang masalah remaja pada umumnya namun bukan sebuah topik yang sangat membosankan mengenai pelajaran. Choensa dan teman-temannya merupakan salah satu geng yang ditakuti di sekolahnya. Apalagi macam ketua sepertinya. Tak akan ada yang berani menyentuh ataupun mem-bullynyakecuali seorang Lu Han.

Choensa dan para temannya juga merupakan jejeran wanita most wanted di sekolahnya namun yah, dia sangat payah dalam hal percintaan. Hampir setiap hari Ia mendengarkan pernyataan cinta. Entah itu tersurat ataupun tersirat. Ia hanya menganggapnya sebagai angin lalu toh Ia dikenal sebagai sang trouble maker sekolah.

Sedangkan Luhan adalah anak yang berasal dari keluarga kolongmerat kaya yang berparas tampan bagaikan malaikat. Namun, ketampanannya itu sangat berbanding terbalik dengan sifatnya yang bagaikan cacing kepanasan, tak bisa diam di tempat, senang menjahili para siswa atupun siswi, dan sering melakukan tawuran di luar sekolah bersama para member EXO lainnya.

EXO disini merupakan salah satu geng terbesar di sekolah yang ditakuti para siswa dan siswi namun berisikan para lelaki yang paling MOST WANTED di sekolahnya. Seperti Kim Junmyoen dengan wajah tegas dan berwibawanya, Byun Baekhyun dengan mulut embernya, Park Chanyeol yang koyol dengan tampang yang terlihat bodoh namun dapat membuat para siswi bertekuk lutut di depannya-catat dia adalah saudara kembar Choensa, Kris dengan wajah yang sangat benar-benar tampan, Kim Jongin yang memiliki kulit tercoklat di antara member lainnya, Oh Sehun yang selalu menempel pada Kim Jongin-Choensa bahkan mengira mereka Gay, Do Kyungsoo dan Chen yang memiliki suara emas, Xiumin yang memiliki wajah imut, Lay dengan senyum malaikatnya, Tao dengan tatapan tajamnya, dan yang terakhir Lu Han dengan beribu cara mengerjai orang di otaknya.

Mereka memang sering tawuran di luar sekolah namun tak ada satupun guru yang berani menegur mereka karena salah satu member mereka-lebih tepatnya Kim Junmyoen- adalah anak pemilik dari sekolah dan yayasan ini. Lalu yang lainnya merupakan anak dari perusahaan-perusahaan besar di Korea ataupun China sehingga mereka tak berani mengusiknya.

Namun berbeda dengan Choensa. Ia lebih dikenal sebagai gadis kaya dengan tampang berantakan di sekolah. Sering terlibat masalah dengan grup EXO yang kepanjangannya membuat dirinya mau muntah, EXCELLENT OPPA. Dan dia adalah gadis yang ber-aura mengerikan di sekolahnya yang selalu dipanggil pihak BK karena terlalu sering berbuat onar.Namun, tak ada guru yang berniat mengeluarkannya. Entah apa alasan yang tepat di balik semua itu.Mungkin, karena keluarganya kaya raya?

CRAZY LITTLE THING CALLEDBYUNTAE (?)

@ 2016 –CANTIKAPARK PRESENT-

e4

Harabeoji, belikan aku sebuah sepatu lagi, ne? Jebal,” ucap Choensamerengek. “Tak perlu sepatu yang mahal, aku hanya butuh sepatu untuk menutupi kakiku dari ancaman bahaya,” ujar Choensa dengan penuh penekanan pada kata ‘ancaman bahaya’. Kalian tahu sendirikan, apa yang dimaksud Choensa?

Kakek Choensamenatap cucunya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Kenapa setiap hari cucunya ini selalu merengek meminta sepatu lagi? Ia tak habis pikir. Apakah sepatunya dicuri maling? Tercebur di kolam? Hanyut di sungai? Dibawa anjing? Menyangkut di pohon?

Oke, anak dari anaknya ini memang terbilang manja, tetapi ia anak yang penurut dan dapat menyenangkan banyak orang-dihadapan para koleganya. Kakek Choensamengangguk dan tersenyum hangat, “Baiklah, asalkan dengan satu syarat.”

Choensamengerutkan dahinya bingung, “Apa itu kakek?”

“Temani kakek makan di luar. Kakek ingin makan makanan luar saat ini. Sudah lama kakek tak makan makanan luar karena kesehatan kakek. Ya, untuk yang terakhir kali sebelum kakek mati.”

Choensasemakin mengerutkan dahinya lalu merangkul pinggang kakeknya itu erat, “Baik, tetapi jangan mengatakan hal tentang kematian. Aku tak suka harabeoji  mengucapkan hal tersebut.”

Kakek Choensatersenyum lembut dan mengangguk pelan. Ia menghembuskan napas perlahan kemudian berkata, “Berdandanlah yang cantik, cucuku sayang. Seumur hidup kakek, kakek tak pernah melihatmu memakai make up, mini skirt ataupun dress. Kau selalu saja memakai jeans sobek-sobek, kaos kedodoran,  dan sneaker butut. Nanti malam, pakailah dress dan high heels. Kakek ingin melihatmu memakai itu.”

Choensamendengus kesal. Melepaskan rangkulannya lalu duduk menghadap kakeknya dengan memicingkan mata. “Harabeoji tidak pernah mempermasalahkan tentang penampilanku selama ini. Ada apa? Apakah harabeoji ingin mengenalkanku pada seseorang? Siapa itu?”

Kakek Choensahanya tersenyum simpul dan menggeleng. “Tidak ada. Kakek ingin melihatmu terlihat seperti seorang gadis pada umumnya.”

“Apakah aku tidak terlihat seperti seorang gadis pada umumnya?”

Kakek Choensaterkekeh pelan yang membuat Choensaharus mendengus kesal beberapa kali. Telah terlihat jelas bahwa jawaban dari kakeknya tersayang ini adalah ‘tidak’. Choensasegera bangkit dan berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal. Ia masih memasang wajah kesal di sepanjang jalan menuju kamarnya.

e5

Oke, ia memang menyadari hal itu dari awal. Dari kenyataan bahwa penampilannya tak tampak seperti seorang gadis. Namun lebih tampak seperti seorang lelaki jika rambut panjangnya ia pangkas habis. Wajahnya memang tak serupa seperti Chanyeol namun sedikit banyak mereka memiliki kesamaan karena berasal dari bibit yang sama.

Choensamemandang dirinya di depan cermin besar yang menampakkan seluruh tubuhnya. Rambut panjangnya terlihat kusut, kaos kedodoran, celana boxer yang juga kebesaran, wajah kusam, hidung berkomedo, dan yang lebih parahnya lagi terdapat beberapa bekas luka di sekujur tubuhnya. Haruskah ia mengatakan dari mana saja ia mendapatkan luka itu?

Ya, seperti yang dikatakan murid di sekolahnya, ia memang sering terlibat perkelahian. Lalu juga jangan lupakan luka akibat sering memanjat pagar karena ia terlambat masuk sekolah. Luka akibat selalu tersandung batu, tali sepatu, dan rok jika ia tidak sedang beruntung saat melarikan diri dari Luhan.

Itulah alasan mengapa ia selalu memakai jeans, kaos kedodoran, celana trainning, dan kaos kaki panjang jika keluar rumah ataupun ke sekolah. Setidaknya untuk menutupi lutut, bahu, lengan, perut, dan paha, tempat beberapa luka lebam itu bersarang.

CRAZY LITTLE THING CALLEDBYUNTAE (?)

@ 2016 –CANTIKAPARK PRESENT-

 

e6

Lu Han memasukkan ferrari la ferrari-nya ke dalam garasi rumahnya yang luas. Menempatkannya bersama dengan deretan mobil mewahnya yang lainnya, seperti Lamborghini Veneno (US $ 4 juta), W Motors Lykan Hypersport (US $ 3,4 juta), Lamborghini Reventon (US $ 1,6 juta), Koenigsegg Agera R (US $ 1,6 juta), Zento ST1 (US $ 1,2 juta), dan masih banyak lagi. Itupun masih koleksi pribadinya. Bagaimana dengan mobil-mobil keluarganya yang lain?

e7

e8

Lu Han memasuki ruang tamu rumahnya yang luas dan seperti biasanya akan ada beberapa pelayannya yang siap sedia di dekat pintu utama. Ia melemparkan kunci mobilnya ke arah pelayan lelaki yang ada di sana dan segera menuju ke kamar pribadinya.

e9

Ia merebahkan dirinya di atas kasur empuknya itu seraya memandang ke arah langit-langit kamarnya. Ia merasa lelah setelah pergi hang out bersama teman-temannya tadi sembari cuci mata sedikit. Mencari-cari gadis cantik saat hang out bersama teman-temannya bukanlah hal biasa untuknya. Bahkan ada 2 atau 3 gadis yang secara terang-terangan meminta nomor ponselnya dan beberapa temannya. Berkenalan saja belum, untuk apa ia memberikan nomor pribadinya? Yah, mereka kan tampan, jadi wajar saja jika gadis-gadis itu jatuh cinta pada pandang pertama.

Luhan memejamkan matanya. Berusaha menghindari suasana hening yang selalu dirasakannya setiap berada di rumah mewahnya itu. Kalian tahu? Kedua orangtuanya akan pulang seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali hanya untuk bertemu dengannya. Itupun juga hanya beberapa hari saja mereka menginap. Namun setidaknya, Luhan bersyukur, jika kedua orangtuanya masih peduli kepadanya dengan menyisihkan waktu luang mereka untuk berlibur bersama. Entah itu sekadar berbincang antara anak dan orang tua ataupun pergi ke luar negeri untuk refreshing bersama.

Tiba-tiba, suara nada dering ponselnya terdengar. Dengan langkah gontai, Luhan mengambil ponselnya di atas meja nakas lalu duduk santai di tempat mebacanya. Ia menatap layar ponselnya dan mendapati nama seseorang yang Ia sayangi tertera di sana.

e10

  • MY BELOVED MOTHER

Ia segera meletakkan ponsel tersebut di daun telinganya setelah menggeser tanda dial up. “Yeoboseyo. Eomma?” ujarnya dengan penuh semangat. Tentu saja Ia sangat bersemangat karena ini panggilan pertama Ibunya selama satu minggu. Ibunya sekarang sedang sibuk mengurusi salah satu butiknya di Paris. Tetapi mungkin saja, Ibunya telah kembali ke China menemui Ayah dan Saudaranya? Entahlah. Yang jelas, Luhan tidak akan mengganggu kegiatan Ibunya dengan menyuruhnya segera pulang ataupun merengek meminta membelikan ini dan itu. Kalian tahu? Luhan adalah anak yang penurut.

Oh, Luhan-ah. Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja kan di sana? Eomma sangat merindukanmu sekarang.

Ne, Eomma. Aku baik-baik saja. Aku juga merindukan eomma. Ada masalah apa hingga menelponku?”

Suara dehaman dan helaan panjang terdengar dari ujung telepon. “Eomma akan tiba nanti pukul 7 malam. Kau tidak perlu menunggu Eomma di rumah. Tunggu Eomma di restoran favoritmu saja.  Eomma dan Appa-mu akan berada di sana nanti. Mengerti?

Ne.

Kalau begitu, sampai bertemu nanti anakku. Kami menyayangimu.

Eum, aku juga menyayangi kalian.”

Sambungan panggilan mereka terputus. Luhan menghembuskan napasnya perlahan lalu menengok ke arah jendela kamarnya. Sekarang musim panas. Musim yang paling ia benci dari semua musim. Karena apa ia membencinya? Tentu saja karena musim panas itu panas juga membuatnya mengeluarkan banyak cairan. Tidak Ia saja yang membencinya. Hampir setiap orang di belahan bumi ini membenci musim saat matahari bersinar sangat terik.

Ia menghela napasnya berat lalu menatap jam dinding di kamarnya. Sekarang masih jam satu siang. Itu berarti Ia memiliki waktu sekitar 6 jam lagi untuk bersiap-siap. Lebih baik waktu itu Ia gunakan untuk tidur. Yah, setidaknya Ia harus terlihat segar ‘kan saat bertemu dengan kedua orangtuanya?

CRAZY LITTLE THING CALLEDBYUNTAE (?)

@ 2016 –CANTIKAPARK PRESENT-

Choensa menatap pantulan dirinya di cermin. Oh Tuhan. Kenapa Ia tidak bisa menemukan baju yang pas untuk dipakainya nanti?

Ia membuang setelan baju tersebut ke sembarang arah lalu menghempaskan dirinya ke atas ranjang. Kamarnya sekarang nampak seperti kapal pecah. Seluruh setelan baju yang Ia punya hanyalah semacam kaos kebesaran dan celana jeans robek-robek. Itupun telah Ia keluarkan dan Ia buang ke lantai semua. Kenapa Ia tak memiliki rok ataupun dress sih?!

Choensa merutuki ke-ti-dak-pe-ka-an dirinya terhadap fashion. Jadi, selama ini Ia hidup di zaman apa? Zaman Jeoseon? Pastinya tidak mungkinlah. Jika Ia hidup di zaman itu, semua pakaiannya pasti berupa hanbok besar dan berat. Pakaian seperti itu sangat menyusahkan! Untung saja, kakek tak menyuruhnya memakai hanbok dan segala macam jenisnya. Jika iya, Mati Kau Choensa!

Choensa melirik jam beker di atas nakas. Sekarang, jarum pendek telah menunjukkan pukul 5 dan jarum panjang menunjukkan pukul 12. Itu berarti telah 2 jam Ia memilih-milih pakaian dan mengobrak-abrik isinya.

Ah, sudahlah. Choensa bangkit dan mengambil kaos kebesaran kesukaannya –bewarna hitam- dan celana jeans robek-robek –juga berwarna hitam- satu lalu bergegas menuju ke kamar mandi. Memakai pakaian yang tak diharapkan kakeknya tak membuatnya mati kan? Setidaknya, Ia masih memakai segulung benang daripada tak memakai apapun.

 

Choensa menuruni tangga rumahnya dengan cepat. Kakeknya telah menunggu dirinya semenjak  30 menit yang lalu di mobil. Salahkan saja, acara memandinya yang lama karena yah, kalian tahu maksudnya kan? Dia bernyanyi-nyanyi ria dengan sebuah gayung yang dijadikan mic –nya selama 30 menit. Biasalah, konser sebelum mandi. Lalu setelahnya, Ia hanya sekedar membasuh dirinya dengan cepat. Ho ho ho, begitulah Park Choensa. Mandi bebek adalah hal yang selalu dilakukannya.

Harabeoji, mianhae,,” ujarnya setelah masuk ke dalam mobil.

Kakeknya menatap penampilan Choensa dari atas ke bawah. Kenapa pemapilannya seperti anak berandalan di jalanan? Kaos hitam kebesaran, celana jeans hitam robek-robek, sneakers butut hitam, lalu rambut cokelat yang di kucir kuda. Kenapa semuanya serba hitam? Ia mau melayat seseorang hah?

“Kau ingin kakekmu ini cepat mati? Kenapa semua pakaianmu berwarna hitam?”

Choensa menyengir lebar lalu menggamit lengan kakeknya erat. Seperti biasa. Berusaha membujuk. “Aniyo harabeoji. Aku memakai pakaian hitam  karena aku suka dengan warna hitam. Lalu, aku memakai pakaian ini karena, kakek tahu kan? Jika aku tak memiliki skirt dan dress. Akan sangat lucu jika aku memakai rok sekolahku. Tak apa ya? Kakek kan baik, tidak sombong, dermawan, dan tampan.”

Choensa mengakhiri perkataannya dengan mengerling kecil. Sedangkan kakeknya sendiri lebih memilih memutar bola matanya malas.

“Antarkan kami ke salon terbaik di Seoul.”

Sang supir mengangguk, sementara Choensa mengernyit bingung. Salon? Choensa memaksakan otaknya yang lambat ini untuk berpikir keras hingga dirinya tersadar dan segera berteriak, “Andwe! Harabeoji, nan Shireoyeo! Aku tak ingin pergi ke sana!”

Kakek Choensa melotot tajam sebagai pembalasannya, membuat Choensa segera tertunduk dalam diam. Jika kakeknya telah melotot seperti itu berarti Choensa harus benar-benar menurutinya. Seperti hukum alam yang telah direncanakan oleh Tuhan. Yah, kurang lebih seperti itu.

Mobil mereka telah sampai di pelataran parkir salon. Choensa menyusut di dalam ketiak kakeknya, terlalu takut untuk pergi keluar. Ia menggeleng keras tatkala tangannya di tarik agar keluar dari mobil. Namun apa daya, dirinya sekarang telah berada di luar dengan cara yang sangat kejam, yaitu diseret. Choensa terduduk di tanah sementara kakeknya berusaha menyeret Choensa agar segera berdiri dan masuk ke dalam salon karena sekarang banyak pejalan kaki ataupun pengunjung salon yang menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Choensa-ah,” ujar Kakeknya memelas.

Choensa berusaha menulikan pendengarannya. Uh, dia tak akan tega jika Kakeknya telah memelas seperti ini, apalagi jika memasuki tahap ke-tiga.

“Park Choensa,” ujar Kakeknya lagi dengan menambahkan sedikit aegyo.

Jujur, sebenarnya aegyo kakeknya sungguh mengerikan. Wajah tua yang keriput dipaksakan untuk membuat sebuah aegyo, uh, sungguh mengerikan.

Choensa tetap bergeming di tempatnya. Ia telah menutupkan matanya dari tadi dan menutup kedua telinganya dengan tangannya. Berusaha mengabaikan rengekan kakeknya yang dapat menggoyahkan imannya.Eh? Kenapa tak ada suara tangisan? Biasanya jika telah mencapai tahap ke-tiga kakeknya akan menangis tersedu-sedu seraya terduduk di lantai seperti seorang bocah 5 tahun yang tidak dibelikan mainan oleh Ibunya. Kemana perginya kakeknya yang kekanak-kanakan?

Hara-

Belum sempat Choensa melanjutkan kata-katanya, matanya telah melotot lebar. Apa yang sedang kakeknya lakukan sekarang dengan sebuah kapak besar di tangannya? Kakeknya telah berdiri di atas mobil –tunggu dulu di atas mobil?! Sejak kapan? – dengan sebuah kapak yang berada di lehernya. Aksi itu tentunya menarik perhatian seluruh manusia yang berada di sekitar mereka. Oh Tuhan. Kakeknya, tua-tua memiliki tenaga kuda.

Choensa berteriak panik. Ia melambai-lambaikan tangannya ke kanan dan ke kiri –berusaha membuat kakeknya turun dari atas mobil- seraya mulutnya berkomat-kamit melafalkan sebuah mantra-rayuan-agar kakeknya turun dari atas sana. Kakeknya seperti seorang gadis yang sedang putus cinta dan berniat bunuh diri.

Harabeoji, Jangan bunuh diri di sini! Jika ingin bunuh diri di rumah saja!”

Cucu kurang ajar.

Bukan!Bukan Choensa yang mengatakan itu. Namun orang lain. Dia pasti sudah gila hingga membuat kakeknya menjemput ajalnya lebih awal. “Harabeoji,turunlah. Aku akan masuk ke dalam salon sekarang. Kakek ingin aku berdandan seperti apa? Memakai wig seperti ibu-ibu itu? Memakai make up setebal siswi itu? Memakai pakaian kurang bahan seperti gadis itu? Katakan padaku harabeoji! Turunlah!”

Choensa menunjuk segelintir orang di dalam negosiasinya. Seperti seorang ahjumma yang memakai wig blonde keriting besar, seorang siswi yang memakai make up seperti seorang pantonim- bedak putih tebal, lipstick merah menyala dan blush on yang merah merona. Jangan lupakan bulu mata yang begitu panjang dan lentiknya- dan seorang gadis dengan balutan tanktop berompi dan mini skirt 25 cm di atas lutut. Kenapa tidak usah memakai rok sekalian? Rok itu sukses membuat paha sang gadis terekspos sempurna. Jika paha gadis itu putih bersih sih tak masalah, namun masalahnya di sini adalah kenapa paha gadis itugosong dengan sebuah bercak hitam di sana? Choensa bergidik ngeri melihatnya. Amit-amit deh,

 

Jinja? Kau akan menuruti keinginan harabeoji kan?

Lihatkan? Kakeknya seperti anak kecil yang sedang merajuk. Choensa mengangguk lalu membantu kakeknya turun dari mobil mewah mereka. Semua penonton yang melihat mereka telah membubarkan diri.

Kakek menggamit lengan Choensa manja lalu bergegas menarik Choensa agar masuk ke dalam salon.

Uh, kakeknya sekarang seperti seorang gadis yang bersemangat untuk mencari-cari sebuah baju. Mereka memasuki salon tersebut dengan langkah cepat. Choensa hanya merapalkan doa-doa yang ia bisa di dalam hatinya agar Ia segera meninggalkan tempat terkutuk itu.

e11

Choensa telah berada di dalam sebuah restoran bergaya Eropa klasik sekarang. Memandang restoran tersebut dari atas hingga bawah. Lantai marmer dan langit-langit yang berlukis awan lalu dinding-dinding dengan beberapa lukisan ataupun sebuah foto. Ini memang bukan pertama kalinya Ia berada di sini, namun entah kenapa, Ia selalu melakukan hal yang sama setiap kali berada di restoran tersebut.

Oh ya, Chanyeol tak bisa datang karena ada jadwal pemotretan hari ini. Begitulah katanya. Memang sih, Ia dan Chanyeol terkadang mengambil tawaran modeling hanya untuk sekadar menghilangkan rasa bosan. Wajah mereka kan di atas rata-rata, jadi sangat mudah untuk mencari pekerjaan modeling untuk seusia mereka tanpa repot-repot mengeluarkan banyak tenaga. Hanya bergaya, dapat uang. Sangat mudah.

“Kenapa harabeoji tak memesan makanan?” tanya Choensa ketika mendapati kakeknya hanya berkutat dengan sebuah ponsel dari tadi.

Kakeknya menoleh lalu menyengir lebar. Ia mengelus rambut Choensa perlahan lalu beralih menggenggam tangannya, “Choensa-ah, kau janji tidak akan pergi dari restoran ini jika harabeoji memberitahukanmu yang sebenarnya kan?”

Kening Choensa berkerut samar. Apa maksud dari perkataan kakeknya?  Pada akhirnya, Ia mengangguk tak paham.

“Kau akan harabeoji jodohkan.”

MWO?!” teriak Choensa tak percaya. Ia telah berdiri dari kursinya sekarang ini dengan tatapan tajam dari para pengunjung restoran. Ia membungkuk lalu mengucapkan kata maaf dan kembali terduduk. “Harabeoji hanya bercanda kan?

Kakek Choensa menggeleng. Ia menggenggam tangan Choensa erat. “Kau tahu kan jika kakek telah tua renta?”

Tua apa an? Memanjat mobil saja bisa, batin Choensa. Tapi anehnya, Ia tetap mengangguk kecil. Dasar munafik kau Choensa.

“Kakek tak tahu kapan, dimana, dan bagaimana kakek akan meninggal. Jadi kakek memutuskan untuk menikahkanmu saja. Lagipula, calonmu sungguh tampan. Dia tak berasal dari sini. Jadi wajahnya perpaduan luar dan dalam.”

Choensa hanya terdiam sebagai jawabannya. Kakeknya telah memainkan ponselnya kembali, sementara cucu kesayangannya ini tengah berpikir seperti patung yang terduduk. Ia harus segera kabur dari sini.

“Kakek, aku akan ke kamar kecil sebentar.”

Kakeknya mengangguk lalu memainkan ponselnya kembali. Choensa segera bangkit dan berjalan dengan perlahan, menjauhi tempat kakeknya terduduk. Ia telah berada di depan kamar kecil sekarang, namun langkahnya terhenti ketika mendengar langkahan kaki seseorang. Sial. Kakeknya menyuruh seorang bodyguard untuk menemaninya. Sial!

Choensa merutuki kepintaraan kakeknya dalam hati lalu segera mengedarkan pandangan ke sekeliling. Berusaha untuk mencari cara ampuh agar sang bodyguard nya menjauh. Namun tiba-tiba, Ia berjengit kecil ketika seseorang menepuk bahunya pelan.

CRAZY LITTLE THING CALLEDBYUNTAE (?)

@ 2016 –CANTIKAPARK PRESENT-

e11

Luhan memasuki restoran bergaya eropa itu dengan langkah cepat. Ia telah terlambat sekitar 30 menit lamanya karena ketiduran. Jika saja tadi si ember Byun Baekhyun tak menelponnya, Ia tak akan terbangun hingga besok paginya mungkin.

Langkah Luhan semakin melambat ketika pandangannya telah menangkap sebuah keluarga kecil di seberang ruangan. Ia tersenyum kecil kala mendapati saudara kembarnya juga berada di sana. Namun, senyumannya menghilang ketika mendapati dua orang gadis dan sepasang pasangan paruh baya duduk bersama keluarga kecilnya. Ia telah mengetahui kedua gadis itu. Yang pertama adalah kekasih LuJian –saudara kembarnya- dan yang satunya adalah sesaeng fans-nya. Ia menghentikan langkahnya lalu segera berbalik memunggungi mereka. Ini tak beres. Otaknya mulai berputar cepat. Kejadian seperti ini tak sekali dua kali terjadi. Telah berkali-kali kedua orangtuanya berusaha untuk menjodohkannya dengan anak gadis kolega mereka. Luhan juga telah berkali-kali berhasil membatalkan perjodohan tersebut dengan berbagai macam aksinya. Namun kali ini, Ia tak yakin karena gadis yang sedang dihadapinya sangatmencintainya dan tergila-gila kepadanya.

Luhan berlari menuju tempat parkir mobilnya namun kembali lagi ke dalam restoran karena Ia terlupa akan satu hal. Ia tak membawa mobil pribadinya dan itu artinya, Ia tak akan bisa pulang dengan meminta sopirnya. Ia juga tak membawa dompet. Uh, sial. Ia segera berjalan untuk menuju ke kamar mandi restoran setelah Ia bertanya letak toilet kepada para pelayan yang melawatinya.

Langkahnya terhenti tatkala mendapati seorang gadis bergerak gelisah –berjalan mondar-mandir dengan menggigiti kedua kukunya- di depan toilet laki-laki. Luhan menatap gadis itu dengan saksama. Bukankah itu …

“Choensa?”

Choensa berjengit kecil lalu segera berbalik.

Luhan menatap Choensa dari atas hingga bawah. Choensa sekarang memakai dress putih tulang selutut dengan belahan dada yang lumayan. Dia juga memakai make up dan high heels dengan warna senada. Rambutnya yang tergerai bebas semakin menambah kecantikannya. Cantik. Namun anehnya, Luhan malah tertawa terbahak-bahak.

“Apanya yang lucu?” ujar Choensa sinis seraya menatap Luhan yang tertawa tidak etis sekarang.

Luhan menyeka sudut matanya yang sedikit mengeluarkan air mata, lalu memegang perutnya yang six pack. “Kau tak tahu? Kau tak cocok menggunakan pakaian dengan belahan seperti itu. Kau datar seperti triplek.

Choensa refleks menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Ia lupa jika pria ciptaan Tuhan ini begitu mesum. Ia segera berbalik untuk kembali ke mejanya. Rencananya untuk kabur rusak karena kehadiran Luhan.

Luhan yang melihatnya segera menarik lengan Choensa kembali, yang membuat Choensa langsung limbung seketika karena high heels sialan yang Ia kenakan. Untungnya Luhan sigap menahan tubuh Choensa agar tak terjatuh. Ia menyeringai kecil ketika mendapati Choensa tak berkedip melihatnya dalam pelukannya.

“Apakah wajahku terlalu tampan hingga kau tak bisa mengalihkan pandangan ke arah lain?”

Choensa berkedip sekali lalu segera melepaskan diri dari dekapan Luhan. Ia menatap Luhan tajam lalu berbalik meninggalkan Luhan lagi. Luhan juga melakukan hal yang sama namun tak sampai membuat Choensa limbung.

“Kenapa sih?” ujar Choensa marah.

Luhan menggaruk tengkuknya yang tak gatal lalu berkata, “Tolong aku.”

Shireo,” tolak Choensa langsung.

Wae? Kita teman bukan?”

“Sejak kapan kita berteman?”

“Ayolah. Aku akan menuruti satu permintaanmu.”

Choensa menyeringai. “Tiga.”

Luhan menggeleng keras. “Satu.”

“Tiga atau tidak sama sekali.”

“Baik-baik. Dua saja kalau begitu.”

“Permintaan pertama. Antarkan aku pulang setelah ini.”

Call.

Luhan segera menarik pergelangan tangan Choensa menuju ke tempat kedua orang tuanya. Rencana gila yang berputar saat ini adalah memerkenalkan Choensa kepada kedua orangtuanya sebagai kekasih hatinya. Hanya berpura-pura, ingat akan hal itu.

Mereka telah sampai di samping meja makan restoran itu, yang membuat semua orang beralih memerhatikan mereka. Luhan membungkuk singkat yang mau tak mau membuat Choensa ikut membungkuk singkat juga. Ada apa sebenarnya sekarang?

Eomma, Appa, Jian, perkenalkan ini Park Choensa, kekasihku. Aku menyukainya mama. Jadi hentikan pertunangan yang kalian rencanakan.”

Mereka semua terkejut. Kedua pasangan paruhbaya asing yang berada di sana segera berdiri dan menarik pergelangan tangan anaknya setelah berkata, “Pertunangan dibatalkan.”

Luhan menghembuskan napas lega sementara Choensa mengernyitkan dahinya bingung. Kekasih? Sejak kapan mereka menjadi sepasang kekasih?

Mereka semua tersenyum berbinar. Membuat Luhan menaikkan alisnya bingung.

Nyonya Xi memyuruh mereka untuk duduk lalu segera berucap, “Dia kekasihmu kan?”

Luhan mengangguk lalu menatap mereka –Luhan, Tuan dan Nyonya Xi- bingung. Mengapa reaksi kedua orangtuanya berbeda dengan apa yang Ia bayangkan? Seharusnya mereka marah seperti pembatalan pertuangan sebelumnya. Namun kali ini apa?

“Bagus kalau begitu. Kita tak perlu menjodohkannya dengan anak mereka. Jujur, aku tak menyukai cara mereka yang mengancam kita,” ujar Tuan Xi.

Nyonya Ximengangguk sebagai sebuah persetujuan, “Mengapa mereka mendandani anak mereka seperti itu? Terlihat seperti badut,” timpal Nyonya Xi.

Kerutan di dahi Luhan dan Choensa semakin berkerut. Ada apa ini?

“Siapa namamu nak?” tanya Nyonya Xidengan wajah berbinar.

Choensa menelan ludahnya gugup lalu tersenyum, “Park Choensa. Choensa.”

“Namamu bagus seperti dirimu. Kalian saling mencintaikan?”

Luhan dan Choensa mengangguk. Otak Choensa telah berhasil mencerna apa yang terjadi di sini. Luhan meminta bantuannya agar pertunangannya dengan gadis tadi dibatalkan. Jadi, Ia harus berpura-pura sebagai kekasih Luhan sekarang.

“Bagus. Kita nikahkan saja mereka. Kalian juga,” tunjuk Nyonya Xikepada Luhan, Choensa, LuJian, dan salah satu gadis di sana.

Mereka -Luhan dan Choensa-  membelalakkan kedua matanya dan serempak berkata, “MWO?!

Nyonya Xitersenyum semakin lebar lalu mendesis di akhir. “Jika bukan karena kakakmu LuJian, kau tak akan menikah. Salahkan saja kakakmu yang berbuat aneh pada kekasihnya itu.”

Mata mereka semakin membelalak sementara LuJian dan kekasihnya hanya terkekeh pelan dan menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal.

Mama,bagaimana bi-”

Ucapan Luhan terhenti kala sebuah suara lain menyelanya terlebih dahulu. Mereka semua serempak menoleh dan mendapati seorang kakek-kakek tua berdiri di sana. “Choensa?”

Choensa segera bangkit dan berjalan hingga berada di samping kakek tersayangnya. “Harabeoji kenapa berada di sini?”

Sebelum Kakek Choensa menjawab pertanyaan Choensa, Tuan Xilebih dahulu bangkit dan membungkuk. “Tuan Park. Bagaimana kabar Anda sekarang?” ujar Tuan Xisetelah berjabat tangan dengan kakek Choensa. Kening Choensa berkerut samar ketika kakeknya dengan gampang dan ramahnya berbicara dengan orang lain. Kakeknya merupakan tipe-tipe orang yang tidak akan berbicara banyak dengan orang lain. Kolot dan kaku. Itulah mengapa dia terbingung saat ini.

Setelah Choensa dan Kakeknya telah duduk di kursi, Nyonya Xibertanya kepada kakek Choensa. “Begini Tuan. Kami ingin melamar cucu Anda. Kami ingin menikahkan cucu Anda dengan anak kami Luhan bulan depan. Mereka telah berkata jika saling mencintai tadi. Jadi, apakah Anda dapat menerimanya?”

“Bulan depan?”

Luhan dan Choensa kembali membelalakkan mata. Bulan depan?! Choensa telah merapalkan berbagai doa dalam hatinya agar kakeknya menolak pertunangan yang tak dapat di terima akal sehat seperti ini. Choensa segera bersilat lidah agar kakeknya tak menerima perjodohan ini. “Kakek bilang ingin menjodohkanku dengan seseorang? Dimana mereka sekarang kek?”

“Mereka membatalkan perjodohan itu Choensa.”

Hati Choensa mencelos mendengarnya. Kenapa mereka membatalkan pertunangannya sih?!Di saat keadaan genting seperti ini, mengapa mereka membatalkannya?!

“Bagaimana jika minggu depan saja? Aku ingin kita dapat bersatu sebagai keluarga mulai minggu depan.”

Luhan dan Choensa kembali membelalakkan kedua matanya. SIAL. SIAL. SIALAN!!!!

“Baik. Minggu depan mereka akan menikah setelah ujian. Semuanya telah kami atur jadi Anda tak perlu pusing-pusing memikirkannya. Mereka hanya perlu memilih baju pengantin mereka nanti di butik saya.”

Mereka semua tersenyum sumringah sementara Choensa dan Luhan tetap bergeming saling pandang satu sama lain. Menghiraukan percakapan di antara keluarga kecil mereka. Berusaha untuk mencerna perkataan Nyonya Xitadi. MEREKA AKAN MENIKAH LUSA! LUSA!!

Oh, mereka tak pernah mengira jika takdir begitu kejam terhadap mereka.

-TBC-

T E A S E R    F O R    C H A P T E R 2

“Bagaimana jika kita taruhan?”

Jika aku menang, cium aku saat itu juga. Jika aku kalah, aku akan membatalkan pernikahan ini.

.

AUTHOR’S NOTE :

Hai, Annyeong chingudeul! Aku bukan author baru di sini. Ini kedua kalinya FF-ku di publish di wp ini. Maaf kalau misalnya FF ini jelek dan tidak bagus seperti yang kalian kira.Gimana FF ku? Absurd kah? IYA!!! # meringkuk di pojokan sambil nusuk-nusuk boneka vodoo yang sudah aku kasih nama kalian atau # meringkuk di pojokan sambil nangis ria. Hahaha, aku Cuma bercanda.

Terimakasih yang sudah mau baca ini FF sama membuang waktu kalian yang berharga untuk sekedar meninggalkan titik ataupun koma. Membungkuk 90 derajat.

Hore! Oh ya, aku bakal ngelanjutin FF ini kalau misalnya coment nya banyak.. Yah, segituan lah buat FF abal-abal ini. Kalau lebih juga gak apa-apa. Malah makin semangat buat bikin. Kalau coment nya sedikit atau bahkan gk ada sama sekali ya gk aku lanjutin.

cantikapark61.wordpress.com

Please RCL FF ku ya…

Your coment is very important for me.

Regards,

CantikaPark

GOMAWO!!!

36 responses to “[FREELANCE] CRAZY LITTLE THINGS CALLED BYUNTAE (?)

  1. ugh udah lama bangeeet gk dapat ff yg main cast.y luhan….dan akhirnya hari ini aq nemuin ff ini….ffnya kereeeen bangeeet…. yg semangat y kk aq tunggu chapter 2 nya….

  2. Hayoo.. Nikah ajj dehhh.. Klo musuhan mah lama2 juga bisa jadi cinta kali.. Diterima aja lah lamarannya
    G bisa ngebayangin klo tom & jerry nya satu rumah kek gimana ya? , ancur kali ya rumahnya.. 😂😂😂
    Next chap ditunggu ya thor 😀😀😇😇

    Keepwriting^^

  3. aku kiraa dia bakalan dijodohin sama luhan taunya punya calon masing masing. trs kenapa perjodohan choensa dibatalin kenapa?? duhh luhann
    lanjutt kak chapter 2 nyaa ditungguu

  4. Menarik juga ceritanya,
    Astagaa.. sial sekali hidup nya cheonsa, sering di jailin luhan, eh di suruh nikah sama luhan jugaa.
    Weehh, cheonsa sprti sedikit berbeda dgn chanyeol, cheonsa urakan skali. Heheehe di chapter selanjutnya chanyeol jugaa bykin ya authornim
    Keep writting thornim

  5. Wah wah wah segampang itukah membuat acara pernikahan? Luhan punya kembaran, cheonsa pun punya kembaran wkwk udah aja lujian sama chanyeol. Tapi lujian itu pria ya wkwk

  6. wahhhh aku udh lama gk baca ff cast luhan >o< kangen ih.. kyknya keren deh chap 2 nya ntar !!! gk sabar nih pengen liat kelanjutannya … Keep writing and hwaiting!~

  7. lanjutttt yaaa… udah lama ga baca fanfic yg castnya luhan uwuwuw dan kayaknya ceritanya juga bakal kocak ^_^

  8. wahhh seru nih kayanya
    ga kebayang serame apa nnti itu mereka pas nikah?
    duh penasaran
    ditunggu kelanjutannyaaa

  9. Bad boy vs Bad girl. Ini seru bgt dari cast-nya yang pada ajaib semua apalagi kakek Choensa semoga gak ada orang jahat enakan kayak gini lebih ke comedy. Btw, kurang sreg sama penulisan ‘Nyonya Xitersenyum’ mungkin lupa ngasih space. Ditunggu part selanjutnya:-)

  10. Lama nggk baca ff yg main castnya luge. Menarik ceritanya, semoga next chapter ada bumbu2 romantisnya ya. Wkw. Dtunggu next chapternya. Fighting;! ))

  11. Lama nggk baca ff yg main castnya luge. Menarik ceritanya, semoga next chapter ada bumbu2 romantisnya ya. Wkw. Dtunggu next chapternya. Fighting! ;))

  12. hahahahaa musuh bebuyutan…. kisahnya mw nipu pihak kluarga sklix mreka dluan yg kena durinya… ooo ayolah…. cheonsa kamu kok jd perempuan ga ada manis-manisnya siiih ya ampun boyish bgt! wkk trus btw it kakek keren bner yaaa bisa naik mobil trs bwa kapak gitu??? duh kek… maybe siftx cheonsa ad menurun dr kakeknya nih haha… aasyikk seruu pgen tw lnjutn x author.. nexi post ditunggu dg ctatan “BANGET”! Ok ok so author, HWAITING…!😀

  13. Ceritax bagus tp akan jauh lebih bagus klu typox diperbaiki dan itu nama OC mmg Choensa? Bukan Cheonsa yg artix malaikat?

  14. Ceritax bagus tp akan jauh lebih bagus klu typox diperbaiki dan itu nama OC mmg Choensa? Bukan Cheonsa yg artix malaikat?

  15. Main cast favorite luhan 😍😘😘😘😍 penasaran lanjutannya 😆😆 fast post dong thor~~ penasaran 😆😆😆😆 aku bayangin aegyonya si kakek pen muntah 😂😂😂🔫🔫

  16. Yahahaa gilss! Niatnya mau buat boongan malah kelanjut ampe nikah wkwk padahal kan pengennya Choensa ama Luhan sama2 kerjasama biar ga dijodohin ehhh malahh…
    Okay ditunggu next part ya ka, hihiii lucuu^^

  17. beneran banget ini castnya luhan jadi tertarik sma ff ini
    bukan cuma castnya aja sih tapi ceritanya bagus
    chapter 1nya aja udah menarik apalagi next chapternya ???
    di tunggu ya kak author chapter selanjutnya sayang banget lho kalo gx dilanjutin T_T

  18. Wkwkwkwkw kejebak sndri jdnya…jdoh siapa yg akan mngira klo dtgnya scpt itu???
    Slamat Luhan Choensa

  19. Hihi ini lucu bgt ya musuh bebuyutan malah kejebak sama perjodohan 😅😅
    Padahal niatnya mau ngeles, gataunya malah jadi beneran 😅
    Excited bgt sama ceritanyaa..smg cpt d lanjut yaa ❤❤

  20. Serius ini ff keren thor hahaha. Keren jugaaa. Aku berharapnya mereka beneran nikaahh. Aamiin.
    Ditunggu chap selanjutnya thor. Jangan kelamaan yaa hehe. Fighting! Annyeong:)

  21. Hamdallah ada yang ngepost ff cast luhan yang bagus 🙌🙌 seriusan ff nya bagus genrenya juga yang aku suka pokoknya next lanjut yah jangan lamalama😇😇

  22. baru nemu ff ini. maaf ya author😦
    ini ff nya keren, bagus. aku suka sama genre nya, kalimat sama kata2nya gampang dipahami, terus itu juga ada gambar2nya gitu jadi aku ga usah susah2 buat ngebayangin tempatnya. haha
    ntar chanyeol bakalan dimunculin di part 2 ga? kalo nanti dia tau mreka bakalan nikah begimana ya? ahaha

    ah penasaran sama kelanjutannya.
    ini harus dilanjut author, sayang kalo ga dilanjutin ceritanya. hehe keep writing. semangat ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s