[FREELANCE] FATE #Part 1

 FATE #Part 1

.FATE

Title : FATE Part 1

Author : Diena Titya / Jung Nana

Main Cast : Alina or Song Nana (Oc), Oh Sehun (EXO)

Other Cast : Xi Luhan (Ex-EXO— Ex-Angel), Ahn Jae Hyun (Actor)

—Angel side’s: Suho (EXO), Xiumin (EXO), Daehyun (B.A.P)

—Vampire Side’s : Baekhyun (EXO), Myungso or L (Infinite), Kai (EXO), Ken (Vixx)

Genre : [WARNING!]—Fantasy, Romance, Kekerasan, Angs.

Leight : Twoshoot or Mini Chapter?! [Tergantung pemrmintaan pembaca ]

Desclaimer : Ini adalah Sisi lain dari cerita kehidupan SENA Chouple. Jadi apa yang diceritakan author disini hanya ‘FICTION’. Jadi author harap tidak ada yang ngebash author karena FF ini. Dan dimohon jangan ada yang Copy paste kalimat atau ide pokok cerita ini tanpa ijin dari author.

Summary : ‘Jika kita tidak ditakdirkan untuk bersama, Tapi kita ditakdirkan untuk saling Mencintai.’

Creadit Poster : Venus by Cafeposter

Song Fanfic : BTS – War of Hormon, EXO – Angel, EXO – What is Love, Infinite – Back, Luhan – Our Tomorrow, TTS – Only You

.

yuhuhu…

diselasela sakit aku berfikir apa yang aku harus lakukan buat semua project Ffku, tiba-tiba nih pas malam hari aku mimpi nemuin merpati yang sayapnya terluka dan aku juga melihat di tempatku berdiri banyak rumput yang sudah layu bukan karena cuaca panas melainkan karena reaksi nuklir yang entahlah bagaimana aku bisa menghirup baunya dengan bebas tanpa takut resiko yang akan menimpaku nanti, semakin jauh aku melangkah aku melihat banyak asap, api dan yang gak aku lupa suara suara tembakan. saking shocknya nih aku bangun tidur sampe berkeringat dingin. dan terinspirasilah Ff Ini.

Dimohon RCL nya ya… luangin waktu buat baca pasti bisa luangin waktu dikit buat komentar kan ya.. FF ini pernah aku publis di WP aku ini juga terinspirasindari FF KU Berjudul Dracula ++ dan mini ffku berjudul Save Me.

Tapi gk sama persis ceritanya sama kedua FFku itu..

Ok happy reading aja..

…¢×°¢×°¢×°¢×°¢×°¢×°…

[Author POV]
-Winter, 14 February 2015-

Hari ini adalah hari Valentine di seluruh pelosok bumi, tapi berbeda dengan gadis dengan gaun putih se lutut berlengan pendek dengan renda yang dihiasi permata yang sangat indah. Dengan bosan gadis itu berjongkok di sebelah mayat itu dan terkadang bergumam dengan nada lembutnya. apa kau kira dia gila?

Ya, jika dia manusia mungkin orang yang melihatnya akan menyeruakkan kalimat itu, namun sayangnya manusia tak ada yang bisa melihatnya, itu karena dia adalah Malaikat, Dengan Sayap putih indah dan kokoh di pundaknya roh dan iblispun bisa mengenali siapa gadis cantik itu.

“Ahjussi, bisakah kau keluar? sampai kapanpun kau berdiam diri di tubuhmu itu, itu tak akan membuat kau hidup kembali. ini sudah waktunya kau untuk pergi, lihat mereka semua berusaha mengiklaskan kepergianmu.” Ujar gadis itu dengan nada membujuknya yang sukses membuat arwah ahjussi itu keluar.

“Tidak bisakah kau memberikan aku kesempatan untuk mengucapkan perpisahan pada keluargaku? sekali saja, kumohon..” pintanya memohon menatap gadis di depannya.

“Aku tidak bisa menyalai tugasku untuk mengabulkan permohonanmu ahjussi, itu diluar kehendak dan tugasku sebagai malaikat. maafkan aku.” Nada menyesal terdengar dengan jelas dari suaranya. gadis itu mulai mengepakkan sayapnya, menarik sang arwah menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

**¢×°…K+L+M…¢×°**

“Bawa mereka kemari bodoh!” bentak seorang namja yang terdengar kesal pada temannya yang dengan santai berjalan kearahnya.

“Jika kau tidak sabar, kenapa tidak kau seret mayat mayat manusia sialan ini sendiri!” Ganti Namja yang datang dengan muka yang santai tapi intonasi suaranya yang datar sangat menakutkan, tapi namja yang di sampingnya tidak terpengaruh dengan nada suara namja berambut brown itu.

“Kau berani menyuruhku, Myungso?” tanya namja disebelahnya yang memang dari tadi sedang bersungut sungut.

“Ya.. Jika kau mau, kau bisa melakukannya. Jika tidak, kau cukup diam dan melihat tanpa komentar Baekhyun hyung.” Kali ini Myungso menatap namja itu sambil melempar permen lolipopnya yang tadi dia makan ke tumpukan mayat itu dan..

Wushhh..

Api dengan lahap memakan mayat mayat manusia itu, Myungso tersenyum remeh kearah Baekhyun, yang hanya dibalas desissan malas oleh Baekhyun.

“Ayo pergi dari rumah tak berguna ini.” Ujar Baekhyun. Namja itu berbalik dan berjalan melewati Myungso dan dia menghilang, berteleportasi keluar rumah diikuti Myungso yang baru tiba dan berada di sebelahnya—Baekhyun-.

“Baekhyun! L!” Panggil seseorang yang baru saja tiba dan berdiri di belakang Baekhyun dan Myungso, Membuat kedua namja yang sedang asyik melihat pemandangan rumah di depan mereka terbakar habis itu merasa terganggu dengan kedatangan orang ini, yang tak pelak membuat kedua namja tampan luarbiasa itu menatap orang itu penuh intimidasi.

“Apa aku mengganggu kalian?” Tanya yeoja itu dengan senyum kikuknya karena menerima tatapan intimidasi bertubi-tubi dari Baekhyun dan Myungso.

“Jika sudah tau, untuk apa kau bertanya eo??” Myungso menjawab pertanyaan yeoja itu dengan nada kesalnya.

“Ada apa Yura?” giliran Baekhyun yang bertanya dengan malas.

“Luhan memintaku menjemput kalian, dan membawa kalian ke sekolah. dia sudah menunggu kalian di sana.” Ucap yeoja itu—Yura–

“Luhan? tumben dia mencari kita hyung?! Aishh.. aku malas menemuinya..” Ujar Myungso dengan gusar dan terdengar tidak suka.

“Entahlah, sebaiknya kita temui dia.” Dengan perlahan Baekhyun berteleport ke Sekolah diikuti Yura dan Myungso.

*%%&&&%%*

-SMA Daeryu, Seoul-

#Taman Belakang Sekolah

“Ada apa kau memanggil kami?”

“Aku ingin kalian menemukan gadis ini!” Namja itu melempar sebuah foto di hadapan kedua namja yang ada di hadapannya.

“Siapa gadis ini Luhan?” Tanya namja berambut Brown, kontras dengan manik matanya yang kini berubah warna menjadi merah.

“Aku tidak menyuruhmu bertanya Myungso.” balas Luhan dengan suara tegasnya, mata tajamnya menatap Baekhyun dan Myungso bergantian. Baekhyun memutar bola matanya malas menanggapi sikap Luhan.

“Lalu bagaimana kami mencarinya jika kau tidak mau memberitahu kami?!” Ujar Baekhyun sambil membalas tatapan tajam Luhan.

“Dia Alina, aku ingin kalian membawanya kehadapanku. Di dunia manusia dia menyamar dengan nama Song Nana.” Ujar Luhan menatap foto Alina yang terlihat sedang sibuk membantu seorang nenek menyebrang jalan.

“Jika kalian berhasil aku akan memberikan apapun keinginan kalian. Aku berharap kalian tidak mengecewakanku!” Ujar Luhan Lagi disertai senyuman yang terlihat mengerikan bagi Baekhyun dan Myungso.

“Kami tidak pernah mengecewakanmu, Lu. kami akan membawanya, bila perlu aku akan menyeretnya di hadapanmu jika dia memberontak.” Balas Baekhyun dengan senyum liciknya.

“Ya, itu memang harus kau lakukan!” Balas luhan dengan seringaian liciknya.

Srak

Sayap berwarna abu-abu yang gelap keluar dari punggung Luhan, namja itu mengepakkan sayapnya dan lenyap dari hadapan Baekhyun dan Myungso.

“Aku lega, akhirnya dia pergi.” Ujar Myungso dengan menghembuskan nafasnya kasar.

“Payah! kenapa kau begitu takutnya dengan Luhan ani maksudku Lucifer?!” tanya Baekhyun menatap Myungso heran.

“Yah, entahlah dia terlihat menakutkan hyung. Bagaimanapun juga dia adalah malaikat, bahkan dia memiliki kekuatan yang tak dapat kita bayangkan.” Jawab Myungso dengan nada kagumnya.

“Kau benar jika dia memiliki kekuatan yang sangat besar, tapi dia tetaplah makhluk buangan dari Dunia atas. Malaikat diciptakan dengan kerendahan hati dan tanpa nafsu, tapi dia? kau lihat saja tingkahlaku dan sifatnya itu, tidakkah kau berfikir bahwa dia lebih mirip dengan iblis dibandingkan makhluk mulia seperti Malaikat?!, sampai sekarang aku tidak bisa mempercayai bahwa dia adalah seorang malaikat.” Ujar Baekhyun yang berjalan pergi meninggalkan tempat pertemuannya dengan luhan.

“Ya, mungkin sebab sifat dan perilakunya yang buruk, maka dari itu sayapnya berbeda dari malaikat yang lain kan hyung. wah.. tepat sasaran kan dugaanku?! Okey sekarang kita mau kemana mencari gadis ini?” tanya Myungso yang berjalan mengikuti Baekhyun sambil menatap foto Alina.

“Ini pertama kali dia menyuruh kita mencari seseorang dan yang tak dapat aku percayai, dia bisa menemukan orang dengan mudah hanya dengan dia menggunakan kekuatannya. lalu siapa yeoja ini, jika bukan manusia lalu dia apa? bagaimaña kita menemukannya dengan cepat Myungso-ya?”ujar Baekhyun yang di balas cengiran oleh Myungso.

“kenapa kau tertawa?”

“Kau lupa dia tidak nemiliki kemampuan sepertiku yang bisa melakukan pemindaian dengan mataku ini. semua makhluk bisa aku lacak, mungkin karena itulah dia meminta bantuan kita.”

“Yasudah kalau begitu kuserahkan tugas ini padamu, kau yang memiliki kemampuan itukan?” ujar Baekhyun yang berjalan meninggalkan Myungso.

“Ya! Hyung kau tidak bisa begitu, Hyung!” Myungso mengejar Baekhyun yang jauh di depannya.

*…¢×°…K+L+M…¢×°…*

“YA! mau kemana kau?” tanya Namja itu yang menghalang jalan yeoja yang kini memberengut sebal menatapnya.

“Mau ke dunia manusia dan menemui Vampire itu lagi, eh? atau membantu masyarakat di dunia manusia?” Tanya namja itu lagi dengan wajah mengejek.

“aku hanya ingin melihat-lihat dan jalan-jalan saja, Xiumin-ah!” ujar Yeoja itu sambil menatap ke atas.

“Berhentilah pergi kedunia manusia dan menyamar menjadi manusia, Kau tau apa yang kau lakukan itu salah Alina.” ujar Xiumin mengingatkan.

“Tapi aku hanya..”

“Hanya apa? membantu mereka? Aku tau itu memang seharusnya kita lakukan sebagai malaikat, membantu manusia yang membutuhkan. Tapi bukan berarti kau harus turun tangan sendiri dengan menyamar menjadi manusia, itu salah Alina, sangat salah!” Tegas, begitulah intonasi suara Xiumin, bahkan tangannya kini menggenggam bahu Alina dengan erat membuat yeoja itu hanya menatap wajah Xiumin sedih.

“Maafkan aku Xiumin-ah, aku hanya ingin membantu mereka dan aku juga ingin berbicara saja dengan mereka, aku hanya sekedar ingin merasakan bagaimana hidup di bumi itu saja Xiumin-ah. Berhentilah mengkhawatirkanku!” ujar Alina dengan senyum lembutnya.

“Kaulah yang berhenti membuatku khawatir! lebih baik kau jangan turun kedunia manusia lagi, jika tidak ada nyawa yang harus kau cabut di dunia itu.” Balas Xiumin sambil melepaskan pegangannya di bahu Alina.

“Wae? bukankah Suho tidak melarang kita untuk ke dunia manusia?!” tanya Alina terheran.

“Suho memang tidak pernah melarang kita, tapi tadi dia memberitahuku bahwa teman lama kita, Lucifer sedang mencarimu.” Ujar Xiumin sambil menatap Alina khawatir.

“Lu-Lucifer?” Beo Alina.

“Ya, lucifer. kau kira apa yang dia inginkan darimu?” tanya Xiumin.

“Entahlah, mungkin dia ingin meminta bantuanku untuk membawanya kembali ke surga dan merebut posisinya kembali sebagai pemimpin malaikat laki-laki darimu.” Jawab polos Alina sembari menatap Xiumin.
Di dunia atas juga memiliki struktur organisasi lho. Dari Raja sebagai pemimpin utama, setelahnya ketua dari dua kubu yaitu malaikat perempuan dan malaikat laki laki yang kini di pimpin oleh Xiumin dan Alina. Sebenarnya pemimpin malaikat laki laki dulu adalah Lucifer dan pemimpin malaikat perempuan tetaplah Alina. sayang Lucifer menolak berlutut pada Adam, manusia pertama yang diciptakan oleh sang maha pencipta dan mencoba menghasut para malaikat untuk menolak kehadiran Adam dan menepis ucapan Suho bahwa manusia adalah makhluk ciptaan yang paling sempurna karena memiliki sifat yang dimiliki malaikat maupun yang tidak dimiliki oleh malaikat, manusia memiliki itu semua. terutama saat Hawa diciptakan untuk menjadi pasangan Adam dan itu cukup membuat Lucifer Iri sekaligus geram. bagaimana mungkin makhluk yang tidak memiliki keabadian sepertinya—Adam dan Hawa atau manusia– bisa dikatakan makhluk sempurna. Bagaimana mungkin sang maha pencipta berlaku tidak adil, Dia memberi Adam pendamping hidup yaitu Hawa, sedangkan malaikat? Bahkan di dunia atas dilarang memiliki cinta pada lawan jenis. karena malaikat diciptakan untuk mencintai sang maha pencipta saja dan mendoakan orang orang yang selalu berlaku baik dalam hidupnya. Membosankan. itulah pemikiran Lucifer saat itu.

Dan karena perbuatan lucifer itu membuat dunia atas kacau balau, sifat Lucifer yang diluar dugaan membuat Suho sang raja malaikat mengusirnya ke bumi dan hidup bersama dengan manusia yang sangat dia benci. Suho melakukan itu sebagai hukuman yang tepat untuk Lucifer agar dia sadar dan kembali ke jalan yang benar.

“Pemikiran yang sangat payah. Kau fikir Suho akan membiarkan pengacau sepertinya kembali ke surga dan mengambil kembali posisi yang dulu telah dia salah gunakan? itu tidak akan terjadi.” balas Xiumin dengan Senyum andalannya.

“Lalu? Ahh.. aku tau mungkin dia ingin menemuiku karena dia menganggapku sahabatnya yang selalu membantunya dulu saat dia masih disini. ya mungkin itu.” Balas Alina dengan Senyum lembutnya yang membuat Xiumin menepuk jidatnya sendiri.

“Astaga, bukan itu Alina dia..”

“Oh baiklah, apapun alasannya aku tidak tau. Yang jelas, Aku harus pergi sekarang Xiumin-ah, kita lanjutkan lagi nanti ya..” Ujar Alina dan lenyap dari hadapan Xiumin.

“Lucifer menginginkanmu Alina, dan aku harap Vampire itu dapat melindungimu dari Lucifer.” Gumam Xiumin menatap langit yang menjadi pembatas dunia manusia dengat tempatnya saat ini.
[Author POV END]

…¢×°¢×°¢×°¢×°¢×°¢×°…

[Alina Or Nana POV]
aku berjalan di keramaian manusia yang merelakan waktu mereka terbuang sia sia hanya untuk menari dengan di iringi dentuman lagu yang dijamin akan memekakkan telinga dan juga banyak orang yang melakukan hal yang tidak sewajarnya di tempat yang bernama klub malam ini.

Banyak orang yang menatapku entahlah apa yang mereka tatap, apa penampilanku? gaun dengan lengan pendek selutut berwarna krem dengan renda dan pita yang menghiasi pingangnya yang berwarna jingga. tak lupa sepatu berwarna orange muda dengan heels yang tingginya hanya 3cm. rambutku aku biarkan tergerai begitu saja.

mataku masih terus menelisik mencari seseorang yang aku cari hingga aku masuk ke tempat mengerikan bernama Bar atau Klub malam ini, tempat ini cukup besar dan luas hingga membuatku lelah mencarinya. jika kekuatanku tidak aku turunkan ke level nol, mungkin aku tidak akan merasakan lelah.

Tapi, jika tidak diturunkan bisa bisa manusia gila karena melihat kadar kecantikan yang aku miliki. aku tidak sombong, tapi sang maha pencipta memang memberikan kami—Malaikat– ketampanan dan kecantikan yang tak pernah dapat dibayangkan oleh akal manusia, itulah sebabnya aku harus menurunkan kadar kecantikan beserta kadar kekuatanku.

Tiba-tiba aku merasakan lengan kekar memeluk pundakku, aku cukup terkejut saat melihat Namja yang tak aku kenal tiba tiba menyentuhku. dengan segera aku tepis tangannya dan berjalan pergi, namun dia menahanku.

Dia bukan manusia, mata itu..

Vampire..

Andwae.. Danger!

“Jogiyo, lepaskan tanganku!” pintaku dengan lembut.

“Kau sangat cantik dan menawan untuk ukuran manusia, agassi.” aku mulai panik saat dia terlihat akan memelukkudan tentu saja aku memberontak.

“Lepaskan aku! Lepas..”

“Menyingkir darinya!” Aku ditarik kebelakang, kedalam pelukan namja ysng kini memeluk pinggangku possesive dan saat aku menatapnya, kepanikan yang aku rasakan lenyap.

“Sehun.” gumamku pelan.

“Tu-tuan muda.” Ujar Namja yang mencoba memelukku tadi.

“Dia adalah wanitaku Kai, aku tidak suka wanitaku disentuh oleh orang lain. kali ini aku akan memaafkanmu, tapi jika aku melihatmu menyentuhnya lagi aku pastikan kepalamu akan terpisah dari tubuhmu. kau mengerti?” Tanya Sehun dengan mata merahnya yang menatap Kai tajam.

“aku mengerti tuan muda, maafkan kecerobohanku yang tak menyadari siapa wanita yang akutemui.” Aku Kai dengan penuh penyesalan.

“aku tau, menyingkirlah dari hadapanku!” titah Sehun yang menatap Kai dengan wajah yang terlihat menahan emosi.

Namja ini Oh Sehun, Dia adalah Vampire. Tapi jangan salah, dia bukanlah vampire biasa seperti namja bernama Kai itu. Sehun Adalah Vampire darah murni, di dunia sangat sedikit Vampire yang memiliki darah Murni. Vampire darah murni tercipta dari pernikahan sedarah, seperti Ayah dan ibu Sehun, mereka sebenarnya saudara kandung. Tapi karena ingin mempertahankan keturunan darah murni mereka menikah dan lahirlah Sehun, tapi Sehun tidak memiliki saudara kandung, dia anak tunggal. Vampire darah murni adalah vampire yang sangat dihormati karena mereka yang akan menjadi pemimpin, serta yang akan berdiri di garis depan jika terjadi perang. Ditambah kekuatan yang mereka miliki lebih besar dari vampire biasa. Dan yang aku dengar dengar, hanya Vampire darah murni saja yang bisa merubah manusia menjadi seperti mereka—Vampire– Itulah yang aku ketahui tentang Vampire setelah mengenal Sehun.

“baik.” Dengan cepat namja bernama Kai itu menghilang dari hadapanku dan Sehun. Sehun menatapku yang tertunduk, saat tangannya ingin mengangkat daguku aku menahan tangannya dan menggenggamnya dengan lembut.

“Bawa aku pergi dari tempat mengerikan ini Sehun, aku tidak suka disini.” gumamku dan Sehun kembali menggiringku kedalam pelukannya, dan saat dia melepaskan pelukannya aku sudah tidak melihat orang orang yang menari dan tidak ada suara musik yang memekakkan telinga itu lagi, aku cukup bernafas lega. dengan cepat aku menatap wajah Sehun yang ternyata dari tadi menatapku.

“Ada apa?” tanyaku bingung.

“Aku masih tidak menyangka kau ada di hadapanku Alina, aku sangat bersyukur aku dipertemukan denganmu. Dan tak berhenti aku selalu mengucapkan terimakasihku pada sang pencipta, karena sang pencipta mengirimkanmu masuk ke dalam duniaku yang gelap sebagai cahaya yang selalu menerangi jalanku. Kau berhasil membuat sang pembunuh abadi ini untuk pertama kali mengucapkan syukur dan terimakasihnya pada sang pencipta Alina.” Ujar Sehun mengecup bibirku dan aku yakin kini wajahku memerah bagai saus tomat.

“Apakah aku seberharga itu bagimu Sehun?” tanyaku terharu, bahkan air mata sudah mengaliri wajahku.
You’re perfect to me, I Imaged

How would it be if we were together?

If only you say Okey,

Everything is perfect, Oh baby.

“Sstt.. uljima, kau suka sekali menangis ya? di pertemuan pertama kita kau menangis melihatku yang sedang meminum darah mangsaku dan bahkan sampai saat ini kau selalu menangisiku setiap kali kau melihatku meminum darah mangsaku. apa semua malaikat seperti ini?” tanya Sehun sambil menghapus air mataku, mata merahnya masih menatap mataku dalam.

“Entahlah, mungkin hanya aku saja yang menangisi seorang Vampire sepertimu yang merenggut banyak nyawa tak berdosa.” Jawabku jujur.

“Kau mengasihaniku?” Tanya Sehun lagi.

“Sepertinya iya, karena kau tidak bisa hidup bebas dan diliputi ketergantungan oleh kebutuhan telakmu untuk bertahan hidup. itu sangat miris.” jujurku sambil membelai bibirnya dan menyentuh taringnya yang terlihat normal seperti manusia.

“Alina..” ujar Sehun berbisik, namun mata elangnya yang berwarna merah tak lepas dari mataku, ya dia terus menatapku intens membuatku tau apa yang akan dia katakan selanjutnya dan bahkan Sehun merengkuh pinggangku semakin erat srolah mengikis jarak diantara kita. Ya, walau aku tak ingin mengakuinya, tapi aku selalu ingin mendengar kalimat itu darinya. Tentang isi hatinya, perasaannya terhadapku.

“Ya?”

“Saranghae Alina.” Ujarnya kemudian, dan memelukku dalam. Aku bahagia mendengarnya, tapi aku juga merasakan keraguan, Ini salah ya ini memang salah. Apakah arti dari perhatianku pada Sehun? Apakah ini cinta? Apakah aku mencintainya? Tapi aku hanya ditakdirkan untuk mencintai sang maha pencipta dan mendoakan orang-orang yang berkelakuan baik. Tapi apa ini? Jika aku mencintai Sehun, apakah itu berarti aku menduakan sang maha pencipta? Ania, ini tidak benar.

Selalu, aku selalu berfikir seperti ini saat mendengar pengakuannya dan setelah itu yang aku lakukan adalah lari, lari dari kenyataan dan menepis sejumlah pertanyaan diotakku yang membuatku pusing.

“Sehun aku harus kembali.” aku melepaskan pelukannya. Ya, aku akan lari. lagi.

Srak.

Sayap sudah keluar dari punggungku, saat aku ingin mengepakkan sayapku dia memelukku dari belakang.

“Kenapa kau selalu pergi setelah mendengar pengakuan cintaku Alina? apa kau keberatan aku mencintaimu?” tanyanya dengan nada pelan.

“Aku..” Aku terdiam, entahlah kenapa kalimat itu tertahan di bibirku.

‘Aku takut karena kita tidak akan mungkin bersama salamanya, aku takut tidak bisa membalas perasaanmu.’ kenapa mengatakan kalimat ini sangat sulit.

“Kau kenapa Baby?” Sehun membalikkan tubuhku dan meletakkan kedua telapak tangannya kesisi wajahku dan mata merahnya menatapku teduh seperti tatapan Suho. aku tak menyangka dia bisa menatapku seperti itu. Dan tatapannya kembali membuatku berandai andai yang tidak masuk diakal.

‘Andai saja kita bisa bersama, Andaikan sang maha pencipta mengikinkan aku mencintaimu Sehun. Andaikan aku memiliki perasaan itu.’

Ya, Seandainya saja..

I don’t know why, this unconditional emotion.

Did I ever imaged?

Next to me, as I become a better guy.

You shine more brightly.

“Apa yang kau fikirkan sayang?” tanyanya lagi dengan suara yang masih tenang.

“Entahlah Sehun, terkadang aku merasa ini salah. Aku dan kau berbeda. Malaikat tidak memiliki nafsu Sehun-ah, jadi aku tidak yakin bisa membalas cintamu. karena aku sendiri bingung dengan perasaanku.” Ujarku dengan wajah sedihku.

“Aku tau kita berbeda, Alina. Bukankah karena perbedaan itu yang membuatmu tertarik padaku?” tanya Sehun dengan tangannya yang menggenggam tanganku dan senyum yang hanya dia tunjukkan padaku. ya padaku, hanya padaku.

“Kau benar.” balasku dengan ikut tersenyum.

“Soal cintaku, kau tak perlu mencemaskannya baby. Aku yang mencintaimu, aku tulus tanpa ingin memaksamu membalas perasaanku. aku hanya ingin kau bersamaku untuk selamanya, walaupun itu terdengar tidak mungkin.” Ujar Sehun dengan tatapan teduhnya dan aku hanya diam membiarkannya menjamah bibirku dengan bibirnya. Malaikat memang tidak memiliki Nafsu jadi oleh sebab itu, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan?!

Yang aku tau Sehun tulus mencintaiku, pertemuan kita memang serba kebetulan bagai garis takdir dari sang maha pencipta.

If you wish and wish earnestly will it come true,

like the fairy tales?

A never-ending heppy ending, happily ever after

I will trust you, protect you and comforn you

I Will be your side,

I will never leave your side—EXO_What is Love-

[Alina or Nana POV END]

…¢×°¢×°¢×°¢×°¢×°¢×°…

[Author POV]

.

#FlashBack_

.

“Alina aku sudah menyelesaikan tugasku, aku pergi duluan ya?!”

“Pierel, kau tidak mau membantu sedikit pekerjaanku?” Tanya alina pada yeoja yang berambut sebahu yang terbang di depannya.

“Apa yang bisa aku bantu Alina?” tanyanya.

“Tolong serahkan AveBox ini pada Xiumin, katakan padanya untuk menyerahkan AveBox itu pada Suho. aku percayakan AveBox itu padamu.” Ujar Alina dengan senyum manisnya. [**AveBox : adalah kotak hitam yang bisa menyampaikan pesan suara pada malaikat lain. Tapi AveBox itu hanya diMiliki oleh Suho, Alina dan Xiumin untuk menyebarkan pesan].

“Oh baiklah, aku akan menyuruh Xiumin menyerahkan AveBox ini segera ke yang mulia raja Suho. Sepertinya masih banyak nyawa yang harus kau ambil. aku pergi dulu..” balas Pierel.

“Eo.. Terimakasih.” Alina melihat Pierel sudah menghilang dari hadapannya, dia melihat titik merah di bawah sana. itu adalah tanda nyawa yang harus dia angkut ke surga. melihat itu Alina segera melesat ke titik merah yang ada di pusat kota.

“Pasti kecelakaan lagi, kenapa orang orang ini di tengah malam yang gelap masih bisa mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Aigoo,, dasar manusia.” gumamnya pelan.

Saat Alina sudah menginjakkan kakinya diatas tanah, yeoja itu berjalan dengan pelan dan santai menuju nyawa yang sebentar lagi akan bertemu dengannya. sepertinya cuaca kurang bersahabat, petir menggelegar dengan keras seakan menunjukkan betapa menakutkannya dia. Rintikan hujan disertai petir yang bersaut sautan, apakah Daehyun sedang kesal sampai mengeluarkan petir yang menakutkan ini?. fikir Alina bingung menatap Langit yang gelap tertutup awan hitam.

Alina menjentikkan jarinya dan perisai air muncul diatas kepalanya melindunginya dan juga sayap indahnya.

Saat sudah di persimpangan, yeoja itu mendengar teriakan dan erangan orang kesakitan, sungguh menyedihkan di indra pendengarannya. Dan saat melihat apa yang di depan matanya, seorang yeoja sudah lemas di dalam pelukan seorang namja yang mencium, bukan lebih tepatnya menggigit dan menghisap darah yeoja itu dengan brutal dan kejam. Alina bahkan tak sanggup menahan air matanya, hingga dia melihat roh yeoja malang itu keluar

dan berjalan kearahnya.

‘Choi Sulli

21 y.o.

29 Desember, 2014′

itulah yang tertera diatas kepala yeoja itu, Keterangan inti dari sang arwah.

“Kau datang untuk menjemputku?” tanya roh yeoja malang itu—Sulli– dan di jawab anggukan oleh Alina. tapi baru beberapa detik Alina mengalihkan pandangannya dari namja mengerikan itu, tapi kini tatapannya kembali mengarah pada namja itu—Sehun– yang kini berjalan kearahnya.

One person walking to the finish line

Somehow returning to the starting point

A new world

Only now did I realize

Time has no absolute —Luhan_OurTomorrow-

Semakin Sehun melangkah maju, maka Alina akan melangkahkan kakinya kebelakang. Bahaya! itulah kata yang membanjiri fikirannya. Bahkan yeoja itu tak perduli lagi dengan roh yeoja tadi. Alina berbalik dan ingin mengepakkan sayapnya namun Sehun—namja mengerikan tadi– menahan tangannya.

“Lepaskan aku!”

“…”tak ada jawaban mata merah Sehun menatap wajah Alina dengan intens.

“Apa yang kau inginkan dariku?” Tanya Alina dengan nada pelan, tangannya yang lembut menyentuh tangan dingin Sehun yang menahan tangannya—Alina–.

“Kau takut padaku?” tanya Sehun dengan nada dan expresi yang datar.

“Ne.” aku Alina jujur.

“Sangat lucu, malaikat takut dengan makhluk rendahan sepertiku?” Sehun tersenyum miring, dan menatap langit malam yang terang. Alina menepis tangan Sehun dan menatap Sehun tidak suka. dia bukannya tidak suka dengan namja dihadapannya ini, namun Alina hanya tidak suka dengan ucapan Sehun barusan yang seolah olah mengatakan bahwa sang maha pencipta berlaku tidak adil padanya—Sehun–

“Sang maha pencipta itu Adil, dia tidak pernah membedakan makhluk ciptaannya. kau tidak boleh berfikir seperti itu, kita memang berbeda tapi di mata sang maha pencipta kita tetaplah sama.” Ujar Alina sembari menghapus darah di bibir Sehun dengan ibu jarinya, yang membuat sang Vampire terkesima. Sehun tersenyum tanpa dia sadari, yang membuat Alina terdiam menyadari ketampanan makhluk yang tadi sempat dia takuti.

“Kau tampan, Sehun.” Gumam Alina pelan.

“Kau terlalu jujur.” ujar Sehun.

“Itulah kekuranganku, kami—malaikat– tidak diijinkan untuk berbohong.” jawab Alina.

“Tapi, darimana kau tau Namaku?” tanya Sehun nampak bingung.

“Itu tertera jelas diatas kepalamu, Oh Sehun.” jawab Alina dengan senyum angelicnya.

“Aku harus pergi.” Sayap Alina mengembang membuat Sehun takjup melihan kecantikan yeoja dihadapannya ini.

“Tunggu! katakan padaku dulu, siapa namamu?” Sergah Sehun saat Alina ingin mengepakkan sayapnya, membuat malaikat cantik itu berbalik dan tersenyum manis kearahnya.

“Alina.” setelah menjawabnya, Yeoja itu lenyap dari hadapan Sehun.

“Alina..” Beo Sehun.

“Nama yang sangat indah untuh diingat.” gumam Sehun dengan senyum yang tak henti menghujani wajahnya.

tapi siapa sangka, keesokan harinya Sehun selalu mencari keberadaan malaikat cantiknya berada. Sudah sebulan setelah pertemuan yang cukup mencengangkan itu, dua makhluk virtual dunia ini menjadi dekat. Jalinan kasih yang sedikit demi sedikit terajut, walau ada keraguan yang menyelimuti hubungan mereka. tapi tak pernah membuat dua makhluk ini berhenti untuk bertemu demi melepas rasa rindu.

#FlashBack_End

…¢×°¢×°¢×°¢×°¢×°¢×°…

-Flower’s Shop-

“Nana, tolong layani pelanggan di depan!” Ujar yeoja yang tengah sibuk merangkai bunga salah satu pelanggannya.

“Baik!” gadis itu berlari sambil berusaha mengikat rambut hitam panjang yang tergerai.

“Ada yang bisa..” mata yeoja itu terbelalak terkejut melihat dua mata namja di hadapannya berwarna kuning keemasan. mereka bukan manusia. itulah fikiran yeoja ini, namun dia bersikap seolah olah tidak tau.

“kau Song Nana?” tanya namja berambut brown sambil menatap Nana dari atas hingga bawah.

“Ne.” jawab Nana sambil mengernyit. yeoja itu bingung kenapa dua namja aneh ini mengenalnya, setaunya di dunia manusia ini dia tidak memiliki kenalan selain pekerja ditoko tempatnya bekerja dan Sehun. Siapa mereka?

“Aku Byun Baekhyun dan ini adikku Kim Myungso.” ujar namja berambut hitam yang ternyata itu Baekhyun.

“Oh baiklah, aku tidak mengenal kalian.” balas Nana yang tak lain adalah Alina dengan senyum tipisnya, dia ragu dua orang dihadapannya ini adalah teman Sehun.

“Tentu kau tidak mengenali kami, ini pertama kali kita bertemu. Dan kami diminta untuk membawamu!” Ujar Myungso dengan seringaian andalannya. seperti dugaannya mereka bukan teman Sehun. Apakah mereka musuh? entahlah, bahkan Nana sendiri tidak yakin pasti siapa mereka, yang jelas mereka orang yang bertujuan tidak baik padanya.

“Siapa yang menyuruh kalian?” tanya Nana—Alina- sambil berjalan mundur.

“kau akan tau setelah kau ikut bersama kami!” jawab Myungso yang berjalan mendekati Nana—Alina-. merasa terancam Alina segera lari keluar toko tempatnya bekerja di dunia manusia, dia sudah tak peduli dengan panggilan pemilik toko yang menyuruhnya untuk kembali.

Srak.

Sayap putih itu kini keluar dan bertengger indah di punggung Alina, dan membuat Baekhyun dan myungso menyadari siapa yeoja yang sedang mereka kejar itu sebenarnya. Dia Malaikat. itulah pemikiran logis dari kedua makhluk tampan itu. Saat melihat Alina ingin mengepakkan sayapnya Baekhyun dengan cepat berteleport ke hadapan Alina yang membuat malaikat cantik itu terkejut terutama saat Tangan Baekhyun menggenggam pergelangan tangannya erat.

“Kumohon lepaskan aku!” ucap Alina dengan mata memohon menatap Baekhyun.

“Aku tidak akan melukaimu jadi,, Tidurlah.” Mata Baekhyun berubah warna menjadi merah menatap Mata Alina dalam, dan sedetik kemudian tubuh Alina kehilangan dayanya dan  jatuh di pelukan Baekhyun.

“Kau membuatnya tertidur hyung?” tanya Myungso yang menatap wajah Alina yang kini berada di Gendongan Baekhyun.

“Aku merasa berdosa melukai makhluk suci sepertinya, apa lagi menyerahkannya pada makhluk mengerikan seperti Lucifer.” ujar Baekhyun berjalan meninggalkan Myungso.

“Jangan membuatku tertawa hyung, sejak kapan Vampir takut akan dosa, eh? kita sudah membunuh puluhan ania, ratusan bahkan ribuan nyawa sebagai makanan kita. jadi untuk apa kau mempermasalahkan dosa sekarang?!” Ujar Myungso dengan Senyum mengejek pada Baekhyun.

“Itu Berbeda, bodoh!” tandas Baekhyun.

“Lalu apa? Oh baiklah, tapi ini pertama kalinya aku melihat wujut malaikat secara langsung. ternyata kecantikannya sungguh tidak bisa dibayangkan oleh akal sehat manusia.” gumam Myungso mengagumi wajah Alina yang masih ada di gendongan Baekhyun.

“Sayangnya kau bukan Manusia, myungso-ah!” balas Baekhyun dan berteleport diikuti oleh Myungso yang kini berdiri di belakangnya—Baekhyun-

Setelah Baekhyun dan Myungso membawa Alina pergi, detik Selanjutnya Sehun dan Kai muncul tepat di depan toko bunga tempat Alina berkerja. Wajah datarnya menambah ketampanan yang dimilikinya membuat seluruh pasang mata menatap kearahnya.

“kau tunggu disini!” ujar Sehun sambil berjalan pergi memasuki toko bunga di depan mereka.

“baik.” jawab Kai membungkuk pelan ke Sehun.

Mata namja itu menatap sekeliling, namun nihil dia tidak menemukan malaikatnya. hingga suara Kai membuatnya mengalihkan perhatiannya pada namja yang kini berdiri di hadapannya.

“Ada apa?”

“Aku menemukan bulu putih berkilauan ini di ujung persimpangan jalan, bukankah ini..” gumam Kai menunjukkan beberapa bulu yang Sehun yakini berasal dari sayap Alina.

“Siapa yang anda cari, tuan?” tanya salah satu pelayan di toko bunga itu membuat Sehun dan Kai mengarahkan tatapannya pada sumber suara.

“Oh bukankah anda ini teman Nana? anda yang selalu menjemput Nana saat pulang bekerja kan?” Tanya yeoja ituu dengan wajah sumringahnya berbeda dengan Sehun yang menampakkan wajah datarnya. Nana? Sehun sempat bingung siapa Nana yang dimaksud yeoja di hadapannya ini, namun Sehun kini ingat bahwa Nana adalah nama samaran malaikatnya.

“Dimana Nana?” Tanyanya to the point.

“Entahlah sekarang dia ada dimana, dia menghilang begitu saja.” ujarnya yang kini berwajah sedih.

“Apa maksudmu?!” tanya Sehun panik bahkan matanya kini berubah merah dan tangannya mencengkram bahu Yeoja itu kuat.

“Akhhh.. tuan..” erang sakit yeoja itu karena perlakuan Sehun.

“Tuan muda, kendalikan emosimu. aku yakin dia baik baik saja.” ujar Kai sambil menarik lengan Sehun agar punggung yeoja itu tidak patah karena kekuatan Sehun. Sehun kini berdiri di belakang Kai dengan tatapan yang lembut menatap bulu halus yang ada di tangannya.

“Maafkan dia, dia terlalu panik. tolong katakan Padaku secara detail. Apa yang terjadi?” ujar Kai dengan senyum khasnya membuat yeoja itu mengangguk pelan.

“Tadi ada dua namja yang tampan dan berpenampilan santai, dan saat ingin aku layani mereka menolak dan meminta pada Bos kami agar dia di layani oleh Nana. Tapi..” yeoja itu menatap pintu keluar dengan sedih. Sehun diam tapi bukan berarti dia tidak mendengar, Dia mendengarkan dengen tangannya yang menggenggam bulu putih halus itu erat. Emosi?

tentusaja. Siapa yang berani menyakiti malaikatnya? Sehun rasanya ingin mencabut jantung dan kepela mereka, bahkan dia ingin mematahkan tangan tangan mereka yang berani membawa Alina pergi.

“Tapi apa?” tanya Kai.

“Saat Nana bertemu mereka, dia terlihat aneh dan kemudian aku melihat Nana berlari keluar toko saat Namja berambut brown itu mencoba mendekatinya. Bos kami memanggil namanya namun Nana tetap berlari, Saat aku selesai dengan tugasku aku berfikir untuk mengejarnya. namun aku tidak menemukannya, sebelumnya aku juga melihat dua namja itu juga tiba-tiba lenyap begitu saja dan Nana yang aku lihat berlari di persimpangan gang ikutan menghilang. Kalian tidak berfikir aku gila kan?” tanya Yeoja itu dengan wajah polosnya.

“Tentu saja kami mempercayainya, tapi apapun yang kau lihat lupakanlah!” Ujar Kai sambil menutup mata yeoja itu dengan telapak tangannya. yeoja itu kehilangan sadarnya dan kai membaringkannya di lantai.

“Tuan?”

“Cari tau siapa mereka Kai, jika kau sudah mengetahui siapa mereka, temukan mereka dan  seret mereka di hadapanku!” Suara berat Sehun terdengar menahan emosi, kaca toko retak saat Sehun berjalan melewatinya dan lenyap.

“Aku mengerti.” Jawab Kai dan ikut lenyap.

***¢×°…¢×°…¢×°***

-Galaxy Lien Apartmen, lantai 10 No. 1004-

“Aku senang kalian akhirnya membawanya, walau harus mengulur waktu yang cukup lama.”
“Maafkan kami Luhan,itu karena kami susah melacaknya yang tidak hanya berada disatu tempat dalam sehari.” Ujar namja yang berdiri di sebelah namja yang sedang menggendong seorang yeoja.

“tidak masalah, yang penting sekarang kalian sudah membawanya padaku. tidak sia sia, kalian cukup membuatku tidak menyesal memberi kalian kesempatan untuk tetap hidup dulu Baekhyun, Myungso.” Ujar Luhan tersenyum miring, Namja ini menjentikkan jarinya dan dalam sekejap Yeoja di gendongan Baekhyun kini berpindah ke pangkuannya—Luhan-.

“Alina, lama tidak bertemu baby?!” Gumamnya pelan sambil membelai wajah Alina yang masih berada di alam bawah sadarnya. Baekhyun dan Myungso hanya menatap dua makhluk dihadapannya itu dengan tatapan datar.

“Baiklah, apa yang kalian inginkan sebagai imbalannya? makanan? aku akan menyiapkan 2 keluarga pengikutku untuk menjadi santapan kalian.” Ujar Luhan sambil mencium punggung tangan Alina, bahkan matanya tak berpaling sedikitpun dari wajah cantik yang terlelap di pangkuannya itu.

“Itu terdengar menyenangkan, iyakan hyung? kita bisa berpesta malam ini.” ujar Myungso dengan senyumnya.

“Aku ingin kekuatanku bertambah, jika makanan saja. aku bisa mendapatkannya dengan mudah.” ujar Baekhyun sembari menatap Luhan yang sibuk menatap Wajah Alina.

“Hyung..” Panggil Myungso tak percaya. meminta lebih pada Lucifer, itu seperti cari mati. sangat susah meminta sesuatu padanya, kebaikannya itu meragukan. Baekhyun cukup berani meminta hal itu pada Lucifer.

“Wae? apa pengikutku tidak cukup untukmu? mengapa kekuatan sangat kau inginkan Baekhyun, bukankah kau sudah cukup kuat?” Tanya Luhan yang masih asyik dengan pekerjaan barunya, mengamati wajah Alina, Entahlah wajah alina bagai candu baginya yang tak akan bisa dia puaskan hanya dengan sekali pandang.

“Didunia ini jika kita lemah maka akan terus terinjak. Dan diatasku masih ada yang lebih kuat lagi, jadi aku membutuhkan kekuatan yang lebih besar.” ujar Baekhyun tanpa takut.

“Oh jadi jika kau bisa menjadi lebih kuat, kau akan melawanku agar kau tidak merasa terinjak injak lagi. begitukah maksudmu Byun Baekhyun?” Tanya Luhan yang kini mengalihkan tatapannya pada Baekhyun, yang membuat Namja itu sedikit takut.

“Bukan begitu, Lu.” ujar Baekhyun pelan, sangat sulit mengatur ucapan di depan Lucifer.

“Lalu? untuk apa kau ingin menjadi kuat? jika kau merasa terancam, kau hanya cukup berdiri di belakangku Baekhyun-ah. Apakah kau merasa terancam?” tanya Luhan dengan senyum miringnya.

“tidak.” gumam Baekhyun pelan.

“Good boy..” Luhan tersenyum senang mendengar jawaban Baekhyun.

“Luna.. Yura.. Antar Myungso dan Baekhyun ke rumah keluarga Kim sangjun dan keluarga Yoon Daewo. dua orang itu lupa siapa yang membuatnya memiliki kekayaan yang dia nikmati saat ini. Kalian berdua berpestalah malam ini!” ujar Luhan dengan seringaian andalannya.

“Ayo! aku dan Yura akan mengantar kalian berdua.” Luna mengayunkan tangannya keudara kosong dan sedetik kemudian ada sobekan di udara itu dan berubah menjadi portal.

“masuklah!” ujar Yura. setelah membungkuk hormat Myungso dan Baekhyun berjalan masuk ke dalam portal, diikuti Yura dan Luna. Mereka menghilang, begitu juga dengan portal itu.

Luhan mengalihkan tatapnnya pada Alina, dia menggendong Alina dan menidurkannya di ranjang King size di sebelah tempat duduknya tadi. Luhan menempatkan tubuhnya disebelah Alina, membelai rambut hitam alina dengan pelan seakan Alina adalah kaca yang akan pecah dalam sekali sentuhan.

If it’s you, I’m ok

Oh, I can’t hold back every day

Your front is the best, your back is the best

From your head to your toes, you’re the best.

“Kau masih sangat menawan dan menarik perhatianku sampai saat ini, kau sangat sempurna Alina.” Luhan menhirup aroma rambut alina yang masih sama seperti dulu, tangannya beralih menyentuh sayap putih Alina.

“Setiap kali melihatmu, aku tak bisa mengendalikan hormonku yang berkembang begitu cepat hanya dengan melihat wajahmu, Alina.” ujar Luhan yang mendekatkan wajahnya pada wajah Alina, hingga dia akhirnya bisa merasakan bibirnya menyentuh bibir lembut Alina. Senyum terulas dari bibirnya, ciuman yang awalnya hanya sekedar kecupan kecil berubah menjadi lumatan yang menuntut.

(Because of who?) Because of girls

(Because of what?) Because of hormones

(Because of what?) Because I’m a guy

(Because I’m a guy?) Because you’re a girl—BTS_War of Hormon-

Berakhir. tidak cukup lama, karena Luhan merasan ada seseorang yang akan datang ke apartmennya. dan tak usah menunggu lama, seorang Namja bertengger di jendela apartmennya dengan sayap putihnya.

“Kau melangkah semakin jauh dari kebenaran, Lucifer. Ahh.. apa aku harus memanggilmu dengan nama manusiamu? Luhan-ssi?” Ujar namja itu Santai sambil menatap ruangan apartmen Luhan.

“Apa yang aku lakukan itu bukan urusanmu Dae!” Jawab Luhan sambil menjentikkan jarinya dan rantai kasat mata telah bertengger di kedua pergelangan tangan dan Kaki Alina.

“Ya, sebelumnya memang apa yang kau lakukan bukan menjadi urusanku. tapi sekarang berbeda, karena kau melibatkan makhluk dunia atas Lu. Jadi sekarang kami tidak akan tinggal diam, Kembalikan Alina padaku jadi kita tidak ussah membuang buang waktu untuk bertarung.

“Hahaha.. Kau fikir aku akan memberikan Alina begitu saja padamu? Itu tidak mungkin Daehyun.Aku malahan baru saja berfikir akan memotong sayap Alina agar dia tidak bisa kembali ke dunia atas, bukankah itu ide yang bagus Dae?” Ujar Luhan dengan seringaiannya.

“Jangan bertindak bodoh Lu, selagi belum terlambat kembalilah ke jalan yang benar. Suho mengirimmu ke dunia manusia yang bernama Bumi ini agar kau sadar dengan tindakanmu, tapi kau seolah lupa siapa kau sebenarnya dan membuat Dunia manusia semakin buruk.” Balas Daehyun yang membalas tatapan Luhan, dan dengan santai Daehyun turun dari jendela apartmen luhan dan menyandarkan tubuhnya di dinding di depan ranjang Luhan.

“Itu akibatnya karena dia mengiirimku di dunia yang isinya makhluk menjijikan bernama manusia, makhluk yang dulu Suho banggakan sebagai makhluk Sempurna. Lihatlah sekarang bagaimana makhluk yang dia katakan sempurna itu, Mereka bahkan menjadi pengikutku dan rela melakukan apapun yang aku inginkan hanya untuk memiliki harta berlimpah dan popularitas.” Ujar Luhan dengan senyum remehnya.

“Kau fikir aku tidak tau, kau bersekongkol dengan iblis untuk menghasut manusia. membuat mereka tersesat dan memilih jalan yang salah. berhentilah Lu, berikan Alina padaku! dengan kau menyekapnya, apa kau tau Dunia atas akan sedikit mengalami kekacauan karena tugas Alina akan terbengkalai.” Balas Daehyun dan menatap Alina sedih, dia kasian melihat temannya itu mengalami kesialan karena dicintai oleh Lucifer.

“Kau fikir aku perduli, Karena Dunia atas sudah mengusirku jadi Aku tidak akan peduli apapun yang terjadi dengan dunia atas. Dengan alina sudah disini, aku sudah tidak ada urusan lagi dengan dunia atas.” Balas Luhan menatap Alina.

Wush..

Dalam sekejap Daehyun berdiri di Sisi kanan ranjang Luhan, Luhan yang melihat itu terkejut dan berteleport ke sisi kanan Ranjangnya. Luhan menepis tangan Daehyun yang ingin menyentuh Alina.

“Aku tidak ingin melawanmu Lu, jadi biarkan aku membawanya pergi!” Ujar Daehyun dengan wajah datarnya.

“Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya, apa lagi membawanya Dae!” Ujar Luhan yang mencoba menyerang Daehyun lebih dulu dengan bola kristalnya. Daehyun menahan bola itu dengan kekuatan gravitasinya, membuat bola kristal Luhan menempel di lantai.

“Baiklah jika kau ingin bermain main denganku, Lu.” Daehyun mengayunkan pelan tangannya dan muncullah pedang yang diselimuti halilintar di tangannya.

“Aku tidak takut padamu!”

Srak

Luhan mengepakkan sayapnya, mereka terbang keluar Apartmen dan bertarung dengan liar. Petir dan kilat yang menakutkan menandakan permulaan pertarungan dari dua makhluk virtual yang sangat tampan.

**Skippp**

[Author POV END]

…¢×°…¢×°…¢×°…¢×°…
[Sehun POV]

.

My eyes draw you out, my lips only call out to you,

I only wait for you—TTS_Only You-

Aku berdiri di depan jendela kamarku, menatap jalanan yang ramai akan pengendara yang berlalu lalang di tengah malam. biasanya di jam segini aku akan berburu untuk makan malam. tapi saat ini tak ada nafsu untuk makan, aku menatap bulu halus yang aku temukan dua hari yang lalu.

Alina..

Alina..

Setiap nafasku tak hentinya aku mengucapkan nama itu di dalam hatiku, Aku merindukannya sangat rindu. sentuhannya, senyumnya, aromanya, suaranya dan saat ini aku merindukan saat saat aku memeluknya dan melumat bibir lembutnya.

Alina, kembalilah baby..

Aku merindukanmu.

Please come back to me.

I want you back, back, back, back, back.

Back, back, back, back, back.

“Sehun!” panggil seseorang yang membuatku dengan malas menatapnya.

“Ken?!” gumamku tak percaya, pamanku ini ada dihadapanku. Bukankah dia dan ayah sedang bertemu dengan para pemimpin werewolf untuk berbicara baik baik tentang tragedi pembunuhan yang dilakukan oleh Vampire liar. mereka masuk ke hutan dan membunuh empat werewolf. Lalu jika Ken disini, apakah pertemuan itu sudah selesai?

“Ya, aku disini anak muda.” ujar Ken dengan senyum dinginnya.

“Bagaimana dengan pertemuan kalian? mana Ayah?”

“Mereka menolak permintaan maaf ayahmu, dan tetap mengibarkan bendera perang walau sangjun hyung sudah menjelaskan bahwa itu bukan dilakukan oleh Vampire bawahan kita. tapi mereka tetap tidak percaya. Ini karena perkumpulan para Vampire liar yang tak mau mentaati peraturan yang sudah kita buat. Dan ayahmu saat ini sedang bertemu seseorang yang akan membantu kita jika perang itu terjadi.” Yah memang benar banyak Vampire yang membelot dan membentuk kelompok sendiri untuk mendapatkan kebebasan dari peraturan para  tetua Vampire.

“Ahh.. begitu. Kau datang disaat yang tepat ken, aku sedang kesepian saat ini Ken!” gumamku dengan wajah sedihku, entahlah kenapa aku baru menyadari bahwa aku kesepian saat Alina tak ada di sampingku.

“Apa yang membuatmu sadar bahwa kau selama ini sendiri Sehun, kau tidak pernah terlihat lemah sebelumnya.” Balas Ken yang detik berikutnya menatapku tidak percaya.

“Sehun.. mungkinkah kau..” Dia menutup mulutnya tak percaya.

“Aku sedang merindukan orang yang aku cintai Ken.” jawabku.

“Tepat sasaran. Kau sedang jatuh hati dengan seseorang, siapa dia Sehun? katakan, katakan padaku!?”

“Dia Cheonsa.” Jawabku jujur dan dia ketawa renyah.

“Ya! berhentilah bercanda. aku tau mungkin dia cantik bak seorang malaikat, jika tidak cantik mana mungkin membuat Oh Sehun, seorang Vampire darah dingin yang tidak pernah punya rasa ketertarikan akan wanita jadi terlihat seperti ini. Tapi kau tak perlu menjawabnya dengan sakratis begitu.” Ujarnya yang masih tertawa.

“Dia memang malaikat Ken, malaikat yang membuat makhluk sepertiku tertarik akan kecantikan dan perlakuan lembutnya padaku. Dia menarikku Ken, menarikku untuk melawan takdir, takdir yang mungkin menentang kita untuk bersatu.” jawabku yang membuatnya melongo.

“Baiklah Oh Sehun, aku percaya padamu. Lalu dimana malaikatmu itu sekarang? apa dia menolak cintamu dan mencampakkanmu begitu saja?” tanya Ken antusias.

“Dia pergi Ken, seseorang telah membawanya pergi.” jawabku dengan nada gusar.

“Dan kau membiarkannya pergi begitu saja? Aigoo.. Babo ya!”

“YA! Mana mungkin aku membiarkannya jika saat itu aku ada bersamanya. Aku yakin mereka bukan manusia!” Ujarku menekan emosiku.

“Mungkinkah Makhluk dunia atas yang membawanya? kalau benar itu ada hubungannya dengan alamnya berasal.. Sampai kapanpun kau mencarinya, maka Kau tidak akan mungkin bisa menemukannya Sehun.” balasnya yang membuatku menatap Sebal padanya. bisakah di saat seperti ini dia tidak berfikir kemungkinan yang mengerikan seperti itu, Aishh..

“Untuk apa mereka harus menbawa Alina pergi? dan jika itu dari dunia atas Alina tidak akan kabur saat melihat mereka. aku yakin ini tidak ada hubungannya dengan dunia atas.” Ujarku yakin. Ya Alina tidak akan mungkin lari jika rajanya yang memintanya untuk kembali, Lagipula Dia sangat mentaati peraturan dunia atas dan tidak mungkin melakukan kesalahan fatal hingga membuat rajanya marah.

“Baiklah. Aku akan membantumu menemukannya, Sehun. Dan jika kita tidak menemukannya berarti dia benar benar di dunia atas. Kau mau kubantu? tanya Ken yang membuatku menatapnya.

“Bisakah?”

“Tentusaja, aku bisa menggunakan peatercrome untuk mencari keberadaannya. Apa kau memiliki benda atau sesuatu milik kekasihmu itu?” tanya Ken padaku. Benda? apakah ini..

“Apakah kau bisa menggunakan ini?” Tanyaku sambil menunjukkan bulu sayap Alina yang sedari tadi aku genggam.

“Bulu apa ini?”

“Itu bulu sayap Alina, yang berjatuhan setip kali dia mengeluarkan sayapnya dan aku menemukan ini di tempat Alina menghilang.” Balasku.

“Dia benar-benar malaikat ya?!” tanyanya terlihat tak percaya, Terserahlah aku malas berdebat dengannya.

“Aku tadikan sudah menjelaskan padamu Ken! Keluarkan Peatercrome milikmu Sekarang, aku ingin segera menemukan tempat keberadaan Alina.” ucapku dengan tidak sabar.

“Aku membutuhkan waktu untuk memanggilnya. tiga hari, beri aku waktu tiga hari. Sehari ini aku sudah memanggil peatercrome dua kali, dan itu cukup menguras energiku.” jawabnya yang membuatku sebal.

“Kenapa lama sekali?” Ujarku dengan nada yang cukup datar.

“Kau bawel sekali, mau kubantu tidak sih? jika kau bisa memanggilnya, panggil saja sendiri. Lagipula, tidak semua Vampire bisa memanggilnya dengan cepat dan mempertahankan Peatercrome lebih dari 15 menit. aku bahkan hampir 3 jam mempertahankan Peatercrome agar tetap bisa digunakan sewaktu waktu untuk pelacakan. Jadi wajar jika tenagaku terkuras cukup banyak. Mengertilah!”

“Tiga harikan? Baiklah, lebih dari itu akan kubunuh kau!” Ujarku dengan kesal.

“Eishh.. kau membunuhku hanya karena yeoja? kau kejam sekali, Keponakanku!” Aku hanya berjalan pergi meninggalkannya, sebaiknya aku berburu agar aku bisa melakukan pemindaian jarak jauhku.

‘Bertahanlah Alina, tiga hari.. Hanya tiga hari. Kumohon bertahanlah hingga aku menjemputmu.’ batinku dan berlari masuk kedalam hutan. hutan? ya, semenjak aku bertemu alina aku tidak pernah lagi meminum darah manusia, dia memintaku dengan wajah memohonnya dan tentu saja aku tidak tega dan menyanggupinya.

Aku tidak masalah tidak meminum darah manusia, tapi aku tidak bisa, lebih tepatnya tidak akan pernah bisa jika tidak menatap dan mencium aroma tubuhnya jangankan sehari, sedetik saja sebenarnya aku tidak bisa.

Seakan darah sudah tak menjadi kebutuhan telakku, kebutuhanku adalah dia—Alina- tak ada yang lain. Bagai candu yang tak bisa sedetik saja aku tahan, aku membutuhkannya. tak ada takaran dosis lagi untuk cintaku padanya, untuk kebutuhanku untuk menatapnya setiap hari. Ini bukan lagi overdose, ini Lebih dari sekedar Overdose karena takaran cintaku yang meluap luap tak terkendali saat dia tak di sampingku.

Alina, hanya dia yang aku butuhkan. seseorang yang ingin aku miliki, walau harus melawan takdir. Aku tak peduli, asalkan dia bisa bersamaku apapun akan aku lakukan.

.

[Sehun POV END]

…¢×°…¢×°…¢×°…

[Author POV]

.

“Apa yang terjadi dengan tempatmu?” tanya seorang Namja yang masih bingung dengan suasana kamar yang cukup berantakan, dia duduk sambil mengamati suasana sekitar.

“aku hanya sedang bermain dengan seseorang dua hari yang lalu. Baiklah, jadi ada apa kau datang kemari?”

“Aku ingin meminta bantuanmu, sebenarnya clan kami sanggup mengatasi perang ini. Tapi anakku juga pasti akan ikut andil dalam hal ini karena dia adalah penerusku, Jadi aku ingin kau membantu kami. aku tidak ingin melihat anakku terluka dan pengikutku yang akan tumbang satu persatu.”

“Ahh.. jadi itu masalahmu. aku bisa membantumu, tapi apa yang bisa kau berikan untukku sebagai balasannya?” tanya namja berambut coklat muda yang terlihat imut tapi tidak dengan expresi wajah dan suaranya yang terkesan cuek.

“apapun yang kau mau, Luhan.”

“Baiklah Oh Sangjun, aku akan mengatakannya nanti jika aku membutuhkan sesuatu.” Ujar Luhan atau Lucifer dengan senyum miringnya.

“Terimakasih, Luhan. Aku akan memberikan kabar saat perang itu dimulai.” balas Sangjun sambil beranjak berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Luhan menatap sekitarnya dan mengarahkan tangannya pada dinding dan suasana ruangan Apartmennya kembali seperti dua hari yang lalu sebelum terjadinya pertarungan hebatnya dengan Daehyun. Luhan berjalan ke pintu kamarnya yang ada di dekat dapur. saat pintu terbuka senyum terpasang di wajahnya berbeda dengan expresi wajah yeoja yang dia tatap. dengan  sekejap luhan sudah ada di hadapan yeoja yang kini sedang menatapnya sedih.

“Berhentilah menatapku seperti itu, Alina!” Ujarnya dengan tenang.

“Sampai kapan kau akan mengurungku disini? Aku harus kembali ke atas, Lucifer.” balas Alina dengan nada lembutnya.

“Bisakah kau meminta yang lain? aku akan memberimu segalanya, apapun. Tapi, tidak jika harus membiarkanmu pergi!” saat Luhan ingin menyentuh wajah Alina, yeoja itu mengalihkan wajahnya menatap lantai. membuat dada Luhan sakit, menerima penolakan Alina.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?” tanya Alina dengan nada yang pelan.

“Semua, Semuanya yang ada pada dirimu.” Ujar Luhan dengan wajah datarnya yang membuat Aluna bergidik ngeri dan jantungnya berdetak tak Normal saat Luhan semakin mendekatkan tubuhnya mengikis jarak diantara mereka. Alina tak bisa bergerak menghindar lebih leluasa karena tangan dan kakinya dirantai dengan rantai kasat mata, yang tak mampu dia patahkan dengan kekuatannya. terlebih lagi dia terantai diatas ranjang Luhan, dia semakin gelisah saat wajah luhan yang sudah tanpa jarak dan..

Alina dapat merasakan Benda lembut dan basah itu menyentuh bibirnya, mengecup dan melumatnya dengan nenuntut. Alina berusaha keras menolak sentuhan Luhan dengan menggerakkan kepalanya dan menjauhkan kepalanya dan tubuhya dari Luhan. tapi memang posisi yang tidak menguntungkan terjadi, Alina di tindih Luhan. membuat Alina ketakutan dan dia hanya bisa menjerit dalam hati dan dia hanya menjeritkan satu kata yang berupa sebuah nama, seseorang yang dia inginkan, seseorang yang dia harapkan datang dan menolongnya, entahlah kenapa dia memanggil nama itu dan mengharapkan Lucifer adalah Sehun. Seseorang yang tak pernah menyakitinya.

‘Sehun’

‘SEHUN..’

‘Kumohon selamatkan aku, SEHUN!’

Bulir air mata mengalir menghiasai wajah sang malaikat membuat Luhan kesal dia bukan kesal karena Alina menangis tapi karena dia mendengarsuara difikiran Alina.

‘SEHUN’ Nama itu membuatnya Emosi, siapa pemilik nama itu? bagaimana bisa dia membuat Alina memanggil namanya dan bisa berharap padanya?. itulah beberapa pertanyaan yang melintas di dalam otaknya. Dengan kasar Luhan berdiri dari posisinya yang sudah turun dari ranjang. Sebelum menghilang dia menatap wajah Alina yang masih Terpejam dan menangis dalam diam, setelah dia rasa cukup Luhan pun berteleport pergi meninggalkan apartmennya.

.

-Dunia Atas-

.

“Xiumin, jangan gegabah!”

“Tapi Suho, jika dibiarkan maka Lucifer akan semakin bertindak sesuka hatinya.” Ujar namja itu dengan wajah khawatirnya.

“Tapi, bertindak gegabah itu juga bukan pilihan yang tepat. Kau lihat kondisi Daehyun, aku menyesal mengijinkannya turun ke Bumi untuk membawa Alina kembali.” Ujar suho sedih.

“lalu kita akan berdiam diri seperti ini?” Tanya Xiumin.

“Kita tidak bisa berbuat tanpa perintah dari sang maha pencipta, kejadian ini beliau pasti tau dan ada sesuatu yang tak kita ketahui yang dia rencanakan.” Ujar Suho menyentuh pundak Xiumin.

“Bersabarlah, Alina, dia baik baik saja sekarang.” Ujar Suho dan menghilang menuju tempat singgahnya berada.

“Aku berharap disaat ini ada yang bisa aku lakukan untuk menolongmu, Alina.” Gumam Xiumin tapi detik selanjutnya dia teringat sesuatu.

Srakk..

Sayapnya terkembang dan Wushh.. dia terbang menuju dunia manusia, menemui seseorang yang dia tau pasti dapat membantunya.

.

“Siapa Kau?” Tanya namja itu dengan wajah datarnya saat tiba tiba dia dihadang oleh pria tak ia kenal.

“Aku Xiumin.” jawabnya.

“Aku tidak mengenalmu, Pikyo!” ujarnya dan berjalan melewati Xiumin.

“Bagaimana dengan Alina, Kau mengenalnya.” Mendengar nama itu membuat langkah Namja itu—Sehun- terhenti dan berpindah ke hadapan Xiumin. Menarik kerah kemeja putih tanpa lengan itu dengan kasar yang membuat Xiumin cukup terkejut melihat reaksi Sehun.

“Siapa Kau? Bagaimana kau mengenal Alina?” Tanya Sehun dengan mata yang mengkilat merah semerah darah.

Srakk..

sayap Xiumin keluar membuat Sehun tau bahwa dia berasal dari tempat yang sama dengan Alina.

“Kau..”

“Aku adalah sahabat Alina, aku datang untuk membantumu.” Ujar Xiumin yang membuat Sehun segera melepaskan cengkramannya di kerah baju Xiumin.

“Maaf aku tidak tau kau adalah sahabatnya.”

“Itu tidak masalah. Aku datang untuk membantumu Sehun, Karena aku tau kau pasti bisa mengalahkan Lucifer.

“Lucifer?” Gumam Sehun yang merasa tidak asing dengan nama itu.

“Ya, Lucifer. Dia adalah malaikat seperti kami yang di hukum untuk tinggal di bumi untuk Instropeksi diri dan kembali ke jalan yang benar. Tapi dia malah berlawanan arah, dia semakin jauh dari kebenaran. Oleh sebab itu dia menculik Alina.” Ujar Xiumin yang membuat Tangan Sehun mengepal erat.

“Aku merasa Kasihan pada Alina karena dicintai Oleh Lucifer, Alina tidak bisa menyakiti Lucifer karena dia kasihan pada Lucifer dia merasa yang dilakukan lucifer hanya karena dia salah faham dengan tujuan dari sang pencipta menciptakan manusia.” Sehun mengernyit bingung. Tapi dia tak mempermasalahkan itu.

“Aku tau dimana Alina berada, aku akan mengantarmu ke tempat itu.”

“Jika kau tau kenapa kau tidak lebih dahulu menolongnya? Kenapa kau harus susah payah menemuiku ” Tanya Sehun terheran.

“Karena aku yakin kau pasti sudah bisa membantunya, Suho melarangku untuk bertindak semauku. jadi aku berfikir jika memberitahumu itu lebih baik.” Ujar Xiumin.

“Genggamlah tanganku!” Ujar Xiumin lagi dan Sehunpun menurut.

Srakk..

Xiumin menarik Sehun Terbang, setelah membuka portal Xiumin maduk bersama Sehun. mereka Terbang dengan cepat. Hingga sampailah mereka pada sebuah gedung menjulang tinggi, mereka melayang di udara berhadapan langsung dengan gedung Apartmen mewah itu.

Xiumin mengangkat tangannya mengarahkannya ke gedung itu dan Sebuah cahaya terang bersinar di salah satu kamar Apartmen itu.

“Disana rupanya.” gumam Xiumin dan terbang mendekat ke jendela kamar itu.

“Bagaimana bisa kau..”

“melacak seorang malaikat itu mudah.” Ujar Xiumin.

“Kau lihat, dia disana!” Ujar Xiumin membuat Sehun mengalihkan pandangannya dan matanya terbelalak saat melihat Alina tertunduk dengan tangan dan kaki dirantai dengan cahaya yang sangat menyilaukan.

‘Alina’ Batin Sehun.

“Turunkan Aku!” Ujar Sehun yang membuat Xiumin menatapnya serius.

“Apa kau sudah punya rencana untuk menyelamatkan Alina dan mengalahkan Lucifer? ” tanya Xiumin.

“Aku tidak membutuhkan rencana apapun,” Jawab Sehun sambil menatap Xiumin dengan matanya yang sudah memerah.

“Tapi aku akan menyelamatkannya dengan cara apapun.” Ujar Sehun lagi yang membuat Xiumin terperangah dengan penuturan Sehun. Pria di hadapannya ini benar benar mencintai Alina, walau dia tau dia dan Alina berbeda.

Dengan perlahan Xiumin menurunkan Sehun di Balkon Apartmen itu, Saat akan mendobrak pintu kaca itu Xiumin menahannya.

“Tunggu!’ ujar Xiumin

“Apa lagi?” tanya Sehun kesal.

“Alina, kau mendengarku?” Ujar Xiumin membuat Sehun menatapnya dan beralih menatap Alina yang terlihat mendongak mencari sesuatu.

“Xiumin? kaukah itu?” Sehun dapat melihat Alina sedang berbicara.

“Aku ada disini, di depan pintu kaca bersama seseorang yang akan menolongmu.” Ujar Xiumin membuat Alina menatap kepintu kaca itu namun Alina tak melihat siapapun.

“Aku tidak melihatmu disana!” Sehun menatap wajah Alina yang menatapnya tapi sepertinya ada yang aneh batin sehun.

“Seperti dugaanku, kau tunggu saja.” ujar Xiumin dan menatap pintu kaca itu.

“Ada apa? apa yang terjadi? ” tanya Sehun bingung.

“Seperti dugaanku, Lucifer selalu pintar dan juga mudah di tebak. Ini adalah peralihan dimensi.”

“Apa maksudmu?”

“Lucifer mengalihkan ruangan itu dengan sebuah ruang dimensi bawah sadar manusia. Jika aku tidak mencegahmu masuk tadi mungkin kau sudah ada di dimensi itu dan itu aksn membuatku kesulitan untuk membebaskanmu. portal itu kasat mata  jadi seperti ini, kau bisa melihat Alina dan saat kau ingin masuk untuk menyelamatkannya itu berarti kau sudah masuk ke jebakan Lucifer.” ujar Xiumin menjelaskan.

“Lalu, apa tidak ada cara lain untuk membukanya?” tanya Sehun Frustasi.

“Tentu saja ada.” Xiumin menyentuh kaca itu dan terlihatlah sebuah pintu bayangan di depan pintu kaca itu.

“Kau melihatnya?” tanya Xiumin yang di jawab Anggukan oleh Sehun.

“Sudah cepat saja buka!” Ujar Sehun yang membuat Xiumin mendengus sebal.

“Terbuka!” Gumam Xiumin dan pintu dan dinding bayangan itu hilang.

“Berhasil.” Ujarnya pada Sehun. Saat Sehun akan membuka pintu kaca itu, Seperti ada sesuatu yang menghantamnya hingga menabrak pintu kaca di hadapannya hingga hancur dan menabrak meja yang ada di dalam Apartmen.

“Akhhh..” Erang Sehun yang merasakan punggungnya terasa sangat nyeri dan ngilu, bukan hanya itu lengan dan wajahnya tergores karena terkena pecahan kaca membuat Darah segar merembes dengan bebas di sana.

“Se..Sehun..” Gumam Alina dan menatap Khawatir dan juga terkejut namja di hadapannya itu.

“Sehunn.. ” panggil Alina dengan mata yang mulai menitihkan air mata, Sehun masih diam. bukan karena kehilangan kesadaran tapi dia menunggu tenaganya kembali. Dan itu membuat Alina semakin Khawatir.

“Sehun.. tidak jangan seperti ini.. Sehun kau mendengarku?” Gumam Alina. Dan berbeda dengan situasi di dalam, di luar apartmen Xiumin menatap datar namja dihadapannya yang sedang bertepuk tangan.

Prok.. prok.. Prokk..

“Sejak kapan malaikat masuk kerumah orang lain tanpa ijin? dan kau membawa makhluk rendahan bersamamu, Apa kau fikir dia bisa mengalahkanku?” Ujar namja itu dengan Wajah mengejeknya.

“Sifatmu yang selalu membanggakan dirimu itu tak pernah berubah. sifat sombongmu itu yang membuatmu jauh dari kebenaran, Lucifer. Kau lupa jatidirimu yang sebenarnya.”

“Wahh.. jadi kau juga ingin menasehatiku juga? Karena kau sudah menjadi pemimpin di dunia atas?” Tanya Lucifer.

“Itu memang benar, sedangkan Kau sendiri. membuang waktumu untuk melakukan perbuatan seperti ini. Jika Yang maha kuasa sudah jengah padamu, mungkin kau akan menyesali semua waktu yang sudah kau buang sia sia.”

“Hentikan omong kosongmu itu,” Ujar Lucifer dan menyerang Xiumin, namun ditepis cepat oleh seseorang yang kini berdiri di hadapan Xiumin.

“Aku Akan melawannya, tolong selamatkan Alina!” Mata merah itu menatap Xiumin sekilas dan naik di pagar Balkon. tubuh itu terlihat seimbang berdiri disana.

“Kau rupanya ingin bermain main denganku..” Ujar Lucifer dan kembali meLempar serangan pada Sehun. Sehun loncat dari pagar balkon itu dan mengayuhkan pedang terselimuti angin itu kearah Lucifer, namun Lucifer berhasil lolos.

“Zeus!!” Singa yang terbuat dari angin itu menjadi pijaan untuk sehun melayang diudara. guratan hitam yang menghiasi sisi wajahnya itu menunjukkan bahwa dia sedang bersungguh sungguh ingin mengalahkan Lucifer. Sehun berdiri diatas punggung singa itu dan singa itu berlari menuju lucifer, Sehun kembali melayangkan pedangnya dan Luhan dengan sigap menangkisnya dengan pedang panjannya yang baru saja dia panggil.

“Sehun..” Panggil Alina yang sudah terbebas.

“Sehun? jadi kau yang bernama Sehun.” Ujar Lucifer sambil menangkis serangan sehun.

“Diam Kau!” balas Sehun,

“Aku akan memberimu pelajaran Sehun!” Ujar Lucifer dan saat pedang sehun akan kembali berhantaman dengan pedang lucifer. Pedang Sehun di tembus oleh pedang bayangan Lucifer ysng berhasil menggores lengan Sehun, Luhan kembali menendang Sehun dan kali ini membuat Sehun menghantam kaca jendela hingga pecah dan jatuh menabrak pinggiran ranjang.

“Akhhh.. ” Rintih Sehun dan segera bangkit dengan tubuh yang hampir oleng jika Alina tak memeluknya.

“Ayo pergi, kita hentikan ini sekarang.” Ujar Alina dengan air mata berjatuhan.

“Pergilah bersama Xiumin, Aku harus memberinya pelajaran!” Balas Sehun sambil mendorong Alina agar melepaskan pelukannya, tapi alina malah semakin erat memeluk Sehun.

“Aku ingin bersamamu, Aku tidak ingin melihatmu seperti ini. Ayo kita pergi dari sini.” Ujar Alina dan kembali di tolak oleh Sehun dan Xiumin yang melihat itu merasa kasihan

 Berbeda dengan Lucifer yang Emosi.

“Kenapa? Kau takut? ingin menyerah?” Ujar Lucifer atau luhan memancing emosi Sehun.

“Jangan didengar Sehun-ah, Ayo kita pergi.”

“Kau tak bisa pergi kemana mana Alina, Kau milikku jadi kau harus bersamaku.” Ujar Lucifer yang sukses membuat Sehun mengepalkan tangannya, dengan langkah lebar Sehun kembali naik ke punggung Zeus (Singa Angin Sehun) dan kembali bertarung dengan Luhan. kali ini Tenaga Sehun berkurang karena luka di tubuhnya. Beberapa kali dia terpental di udara, membuat Alina ingin ikut terbang dsn membantu Sehun.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Xiumin.

“Lepaskan aku Xiu, Aku harus menolong Sehun.” pinta Alina dengan wajah khawatirnya.

“Apa yang akan kau lakukan? kau tak sanggup melukai siapapun, jadi tunggulah disini Sehunmu pasti kembali.” Ujar Xiumin tapi tak di hiraukan oleh Alina. Alina berusaha mengepakkan sayapnya kuat hingga Xiumin tak sanggup dan melepaskannya. Namun Xiumin dengan sigap segera mengejar Alina yang terbang dengan cepat. bertepatan itu Lucifer berhasil membuat Sehun kewalahan dan kehilangan konsentrasi.

“Pergilah Kau ke neraka, makhluk rendahan!” Teriak Luhan dan mengayuhkan pedangnya.

Zrassszzhhhh…

.

“Akhhhhh…”

“Tiidddaaaaaakkkk….”

.

.

-TBC-

.

HOLAAAA…

Gimana? aduh yang baca jangan serius gitu dong..

hayo hayo komentarnya ini gimana, mau lanjut atau Stop?! Ini aku juga bingung mau buat 2 Part atau 3 Part atau Chapter..untuk FF ini. ^^aku rasa Chapter gk mungkin deh.. wkwkwk..

karena ngejar Project yang lain.

Oh iya makasih untuk yang sudah selesai READING+COMMENT+ LIKE..

makasih banget ya..

Love You All, see you Next part.. 🙂

5 responses to “[FREELANCE] FATE #Part 1

  1. aq udh pernah baca ini kak….
    bagus ceritanya tp kapan dilanjut kak??
    aq tunggu next nya ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s