[FREELANCE] PETERPAN

Peterpan

if11

Title : PETERPAN
Author : Haneul88 (Twitter: @Salwahalawatin)
Cast : Xi Luhan (ex-EXO), Kim Hyejin (OC)
Genre : Romance, Angst, School Life
Rating : General
Length : chapter

 

Disclaimer :

The characters are belong to themselves. The OC and story are belong to me. Please don’t do copy and paste without my permission. This story is pure from my mind. If you become a silent reader I don’t hate you, but be better if you become a good reader.

Fanfic ini juga aku post DISINI

Thank’s for amazing poster, credit Tanomioo @ Indo Fanfictions Arts ^^

haneul88 Storyline @ Peterpan

HAPPY READING!!!^^

.o0o.

Summary :

Kim Hyejin, sahabat masa kecil Luhan secara tak terduga ia justru menyukai Luhan. Xi Luhan, karena tak mengetahui apapun tentang perasaan Hyejin pada akhirnya menyatakan perasaannya pada Park Minji yang merupakan teman sekelasnya. Lantas bagaimana kisah cinta Hyejin yang seperti kisah cinta Tinkerbell ketika Peter bertemu Wendy?

.

.

.

.

Chapter 1

“Oppa, kau berkata padaku jika kita seperti kisah tinkerbell.  Aku adalah tinkerbell, dan kau peterpan.”

“Uhm, bukan kah memang kita seperti itu? Kau imut, lucu, menggemaskan, cerdas, mengagumkan dan cantik seperti tinker. Ah.. ya, dan terkadang kau juga pemarah. Hahaha. Uhm, lupakan. Eng, sedangkan aku tampan dan pemberani seperti peter. Bukankah begitu?” Ucapnya diiringi tawa. Hyejin diam sejenak, ia tertegun dengan apa yang Luhan katakan.

 “Bagaimana jika aku tak ingin? Karena Dalam kisah peterpan yang kulihat, di kehidupan selanjutnya  peter dan tinker tak hidup bahagia bersama. Peter menemukan gadis cantik bernama Wendy dan mereka hidup bahagia bersama.”

 

***

Hari ini Hyejin terpaksa pulang sendiri dengan berjalan kaki. Luhan berkata bahwa ada keperluan mendadak yang membuatnya harus pulang terlebih dahulu dan tak sempat mengantar Hyejin pulang. Hyejin tak bisa menolak tentunya. Toh selama ini ia selalu di antar jemput oleh Luhan. Apa jika Luhan ada keperluan mendadak ia harus menghalanginya dan memintanya mengantar Hyejin terlebih dahulu? Yah, setidaknya Hyejin masih mempunyai rasa terima kasih dan ‘tahu diri’.

Drrtdrrt

Hyejin merasakan adanya getaran di sakunya, dan benar saja. Ternyata satu panggilan masuk dengan nama Luhan tertera di layar ponselnya. Sempat senang karena Luhan menelponnya yang kemungkinan terbesarnya luhan menghawatirkannya karena ia harus pulang sendiri, dan juga penasaran akan apa alasan lain yg lebih masuk akal. Hyejin hanya senyum senyum sendiri sebelum ia menggeser tombol hijau yang tertera.

Yeoboseo oppa, waegeurae?”

Ya! Hyejin-ah aku sangat senang hari ini”

“Benarkah? Apa yang membuatmu senang hari ini oppa? Kau harus mentraktirku kimbab nanti malam jika begitu.”

“Kau tahu Park Minji teman sekelas ku? Dia sangat cantik bukan? Seperti namanya, selain itu ia juga pintar. Sangat sempurna bukan? Banyak teman sekelas ku maupun kelas lain yang memperebutkannya. Tapi ia selalu menolak tiap namja yang menyatakan cinta padanya. Sepertinya dewi fortuna berpihak pada ku hari ini…”

Tanpa di jelaskan lebih lanjut Hyejin pastinya sudah tahu kelanjutan cerita itu. Pandangannya tiba-tiba saja buram tertutup tumpukan air matanya. Dadanya serasa sesak sekaligus sakit serasa dihujami beribu jarum yang tak kasatmata. Suara ceria Luhan yang masih terdengar di seberang sana sudah tak ia hirau kan lagi.

“Hyejin-ah..ya! Hyejin! Kau masih di sana? Aissh...”

Suara suara itu hilang dalam pendengaran Hyejin bersama dengan umpatan umpatan yang di lontarkan Luhan lainnya. Kepalanya pusing saat ini, ia tak dapat berpikir jernih. Hatinya sakit. Sangat sakit. Hyejin tak memperhatikan langkahnya. Beberapa kali ia tertabrak pejalan kaki lainnya. Panggilan Luhan tampaknya belum juga mati, masih terdengar suara suara Luhan disana yang mengkhawatirkannya. Ia terus saja melangkah hingga ia sampai di ujung jalan. Hyejin harus menyebrang jalan itu hingga sampai di sebrang tempat Halte yang akan ia tuju berada. Namun, tanpa memberhatikan jalan maupun langkahnya karena masih terlarut dalam pikirannya sendiri, Hyejin melangkah begitu saja tak mengetahui bahwa lampu jalan untuk pejalan kaki menampilkan warna merah. Beberapa suara meneriakinya. Para pengendara mobil memakinya, membunyikan suara klakson mereka dengan kencang. Tak sedikit juga dari pengendara itu membelokkan arahnya dengan tiba – tiba. Hingga sebuah mobil keluaran terbaru yang melaju dengan kecepatan melebihi rata – rata  menuju kearahnya.

Brak

***

Luhan pov

Aku sangat senang hari ini. Minji, teman sekelas ku menerima pernyataan Cintaku. Mengejutkan memang, sepertinya Tuhan berbaik hati padaku hari ini. Sayangnya ia harus pulang dengan cepat karena orangtuanya menginginkan Ia cepat pulang. Takapalah. Oh, aku harus menghubungi Hyejin terlebih dahulu. Ia pasti sangat terkejut dengan beritaini.

Tutttutt.

Yeoboseo oppa, waegeurae?”

Itu suara Hyejin, terdengar sedang bahagia, mungkin aku bisa menanyakannya nanti.

Ya! Hyejin-ah aku sangat senang hari ini”

“Benarkah? Apa yang membuat mu senang hari ini oppa? Kau harus mentraktirku kimbab nanti malam jika begitu.”

Aishhh… anak itu selalu begitu, baiklah tak apa. Lagi pula sudah lama aku tak makan kimbab

“Kau tahu Park Minji teman sekelas ku? Dia sangat cantik bukan? Seperti namanya, selain itu ia juga pintar. Sangat sempurna bukan? Banyak teman sekelas ku maupun kelas lain yang memperebutkannya. Tapi ia selalu menolak tiap namja yang menyatakan cinta padanya. Sepertinya dewi fortuna berpihak padaku hari ini. Secara tak terduga ia menerima pernyataan cintaku.”

Aku mengakhiri pernyataan panjang lebarku. Sayang nya tak ada balasan dari sana. Hanya ada suara orang – orang yang berteriak marah sesekali.

Ya! Hyejin-ah!”

“Kim Hyejin!”

“Hyejin-ah….”

ya! Kim Hyejin!”

“Kau masih di sana?”

“Aisshh..Ya! Hyejin-ah neo gwenchana?!”

Oh tidak. Ada apa dengan Hyejin? Aku terus meneriakinya hingga tak fokus dengan jalan yang ada di depanku. Ya Tuhan… apakah ia baik-baik saja? Selama ini aku tak pernah membiarkannya pulang sendiri. Semoga baik-baik saja, kumohon.

Author pov

 

Luhan masih saja memanjat kan do’a dalam hati semoga tidak terjadi apa-apa pada Hyejin dan masih saja meneriaki Hyejin dalam telponnya. Hingga…

Brak

Luhan menabrak salah seorang pejalan kaki yang melintas dihadapannya. Dahi Luhan membentur setir yang menyisa kan luka ringan di pelipis kanannya. Dewi fortuna masih saja di pihaknya karena ia hanya mendapat luka di pelipisnya, bukan penyakit lebih parah lainnya. Orang-orang telah ramai di depannya yang mengharuskan Luhan untuk melihat seseorang yang di tabraknya. Ia membuka pintu dan dengan jalan sempoyongan ia menerobos gerombolan itu.

Bodoh jika Luhan tak mengenali siapa gadis yang terkapar dengan lumuran darah dibeberapa bagian tubuhnya yang saat ini di hadapannya.

Kim Hyejin. Gadis itu yang Luhan tabrak. Luhan tak menyangka bagaimana itu bisa terjadi padanya. Padahal baru beberapa menit yang lalu ia berhubungan via ponsel dengan nya tapi mengapa saat ini gadis itu ada dihadapannya dengan keadaan mengenaskan.

Tidak .. tidak mungkin … kalimat itu yang beberapa kali Luhan ucapkan dalam hati. Kim Hyejin, gadis yang sebelum kejadian ini menerima telponnya, sekarang secara tak terduga tak sadarkan diri didepannya di akibatkan ulahnya.

Selalu ada hal yang buruk terjadi di setiap kebahagiaan kita bukan?

.

.

—TBC—

 

4 responses to “[FREELANCE] PETERPAN

  1. Lahhh… Ngenesss banget hatinya Hye Jin tuhh😥😥
    Luhan yg sahabat skaligus orang yg disuka malah jadian ama orang lain, mana pas curhat smangat banget lagi-_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s