Unspeakable Secret | 2nd Chapter

Cover ii

Title :

:: UNSPEAKABLE SECRET ::

(말할 없는 비밀)

[2 – Kiss Attack]

.

[SAY Korean Fanfiction – AWKNISA]

.

MAIN CAST :

Oh Sehun

Kim Leera

 

Support Cast : EXO’s Members, OC, Various Artist || Genre : Drama, Family, Romance || Rating : PG 15 

 

Previous Chap :

[1 – I Found You]

.

“Terserah kau ingin menjulukiku gila, biadab atau pshyco sekalipun. Sesuai motto hidupku, aku tak peduli dengan apapun yang aku lakukan yang penting hidupku bahagia, bahkan jika aku harus menyakiti orang lain demi kebahagiaanku. Kau tahu jelas itu.”

.

HAPPY READING

 

 

“Ah jangan bilang kalau kau…..”

Sehun kembali melirik ke arah Jongin, “Tidak, Jongin-ah. Ini bukan seperti yang kau pikirkan, percaya padaku.” Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tapi aku yakin kalau apa yang sedang aku pikirkan ini benar, kau tertarik pada Nona Kim.” Jongin menaikkan sebelah alisnya sembari melemparkan tatapan tak percaya ke arah Sehun.

Melihat Jongin yang terus melemparkan tatapan tersebut kepada dirinya, Sehun akhirnya menyerah, “Oke, karena kau terus menuduhku yang tidak-tidak, akan kuberitahu kau suatu rahasia.”

Sehun bangkit dari kursinya sembari mendekat ke arah Jongin. Lalu ia mendekatkan bibirnya ke arah telinga Jongin dan berbisik, “Sebenarnya…”

Sehun menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan omongannya, “Nona Kim… adalah anak dari wanita itu.”

BOOM!

Perkataan Sehun barusan berhasil membuat Jongin terpaku ditempatnya. Sedangkan Sehun, kini sudah kembali duduk di tempatnya semula sembari tersenyum miring dan menerawang jauh entah kemana.

“Wanita yang kau maksud barusan adalah ibu tirimu ‘kan?” tanya Jongin yang masih mempertahankan ekspresi terkejutnya.

Seketika nada bicara Sehun menjadi ketus, super dingin. “Jangan pernah sebut wanita jalang itu sebagai ibu tiriku.”

“Oke, aku minta maaf. Jadi benar… Nona Kim yang berada di sebelahmu tadi adalah anak dari mendiang wanita itu? Kau tahu darimana?”

Sehun memasang wajah angkuhnya sembari terkekeh kecil. “Hei, kau pikir setelah kematian wanita itu aku sudah mengikhlaskan semua yang dilakukannya? Tentu saja aku masih punya rencana lain… dan tepat sekali! Aku menemukan fakta bahwa ia memiliki seorang anak gadis dan… ya, dia bekerja di perusahaan ayahku. Bukankah aku seperti mendapatkan durian runtuh? Aku bahkan tidak perlu bersusah payah mencari keberadaan anak dari wanita itu.”

“Jadi maksudmu… kau akan meneruskan dendam gilamu itu pada anak gadisnya? Ya! Oh Sehun… gadis itu bahkan tak ada campur tangan apapun dengan masalahmu ini.” Jongin tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya ini. Oh Sehun… benar-benar tak tertebak.

You got the point, Kim Jongin. Tumben sekali kau pintar,” canda Sehun untuk mencairkan suasana karena ia melihat Jongin yang kini benar-benar serius.

“Oh ayolah, Oh Sehun. Berhenti menjadi gila, apa kau bahkan tidak merasa bersalah telah mem—“

“Aku tidak melakukannya!! Ingat Kim Jongin, aku tidak pernah melakukan hal itu, itu semua bukan salahku!!” Sehun tau apa yang akan dikatakan Jongin, dan ia benar-benar benci mendengar kalimat itu. Kalimat yang akan membuatnya merasa seperti terlempar ke dasar jurang yang amat dalam.

“Oh Sehun, dengar aku. Kau tidak bisa terus-terusan hidup dengan dendam seperti ini. Mulailah membiasakan diri untuk mengikhlaskan apa yang telah pergi darimu. Kau tahu, semua kelakuanmu itu akan menyakiti dirimu di akhir!!” peringat Jongin dengan sedikit membentak. Lama kelamaan ia mulai muak dengan kelakuan Sehun yang sangat susah sekali menerima kenyataan. Sehingga membuatnya melakukan hal-hal gila untuk lari dari kenyataan yang tak disukanya tersebut.

Sehun melirik dengan pandangan tak suka ke arah Jongin, “Aku tidak peduli apakah aku akan sakit di akhir, yang penting… saat ini aku bahagia. Perlu kau ketahui, melihat semua orang yang berhubungan dengan wanita itu tersakiti dan tersiksa sama saja membuatku bahagia setengah mati. Jadi jelas saja aku tidak akan merasakan sakit disini, ini justru sumber kebahagiaanku,” balas Sehun.

Sebelum Jongin sempat membalas perkataan Sehun, pria berkulit pucat itu kembali berbicara, “Dan kau harus tau, begitu aku menemukan fakta bahwa anak dari wanita itu bekerja di perusahaan ini juga, aku merasa seperti dilahirkan kembali. Seketika gairah hidupku kembali meningkat, Jong. Kau harusnya turut berbahagia melihat sahabatmu ini bahagia.”

“Bahagia diatas penderitaan orang memang hobimu, Oh Sehun. Benar-benar biadab.” Jongin sudah menyerah dengan apa yang akan dilakukan Sehun.

“Terserah kau ingin menjulukiku gila, biadab atau pshyco sekalipun. Sesuai motto hidupku, aku tak peduli dengan apapun yang aku lakukan yang penting hidupku bahagia, bahkan jika aku harus menyakiti orang lain demi kebahagiaanku. Kau tahu jelas itu,” tegas Sehun.

Jongin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, karena sampai mulutnya berbusa pun, ia takkan bisa menentang kemauan seorang Oh Sehun.

TOK TOK TOK

Suara ketukkan pintu menginterupsi pembicaraan mereka, “Masuk…” ujar Sehun begitu saja karena ia sudah tahu siapa yang mengetuk pintu itu, yaitu anak buahnya yang ia tugaskan untuk mencari tahu tentang Leera.

Seorang pria muda dengan tubuh tidak terlalu tinggi dengan potongan rambut nyaris botak memasukki ruangan Sehun setelah itu menyerahkan sebuah amplop besar berwarna cokelat nan super tebal itu.

Sehun lagi-lagi terlihat tersenyum penuh arti dan tanpa basa-basi ia langsung menyambar amplop yang sudah ia idam-idamkan belakangan ini. Bukan, bukan berisikan uang. Oh ayolah, Sehun bahkan sudah muak melihat uang.

“Kerja bagus, kau bisa keluar,” perintah Sehun. Pria muda berpakaian serba hitam dengan headset bluetooth yang terpasang kokoh di telinga kanannya tersebut langsung membungkuk sopan di hadapan Sehun sebelum ia meninggalkan ruangan beraroma citrus tersebut.

Jongin terlihat begitu penasaran dengan apa yang dilakukan Sehun barusan, “Apa isi amplop itu?” tanya Jongin langsung.

“Apapun isinya, ini bahkan lebih berharga daripada seratus emas batangan.” Sehun tersenyum miring dan tangannya bergerak cepat menyobek ujung amplop tersebut.

Jongin paham begitu ia melihat apa yang dikeluarkan Sehun dari amplop tersebut. Beberapa file yang sudah tersusun dengan rapi. Tidak, itu bukan file tentang pekerjaan sama sekali karena pria yang menyerahkan amplop tersebut pada Sehun juga bukan karyawan di Ilhwa Group ini. “Kau… benar-benar lebih lincah dari seorang kelinci, Oh Sehun…” Jongin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Sehun yang kini sedang fokus membaca kata perkata yang terlukis diatas kertas putih itu.

“Kim Leera… usianya 25 tahun pada bulan November tahun ini dan ia adalah gadis berketurunan China – Korea. Ayahnya bernama Xia Youqian yang merupakan pria berdarah China namun ia menggunakan marga Kim saat ini karena alasan yang tidak diketahui, dan ibunya.. oke untuk yang satu ini akan kulewatkan.” Sehun meneruskan apa yang baru saja ia pahami dari file tersebut kepada Jongin.

Ya, kalian benar, isi amplop tebal tadi adalah file mengenai apapun tentang Leera. Sehun rasa ia harus benar-benar mengetahui luar dalam tentang Kim Leera agar rencananya berbuah hasil yang manis, sesuai kehendaknya. Beginilah Oh Sehun, tidak pernah setengah-setengah dalam mencapai apa yang ia inginkan. Tidak heran ia selalu berhasil mendapatkan apapun yang ia inginkan.

“Wow, ternyata aku mendapatkan fakta yang menarik satu lagi!!” pekik Sehun kesenangan saat ia membaca informasi dikertas tersebut.

Jongin menarik alisnya keatas, “Hal apalagi?”

Sehun mengalihkan pandangannya ke Jongin sekarang, “Nona Kim… ternyata mengidap Cleisiophobia, atau phobia akan ruangan yang terkunci, dan aku… bisa memanfaatkan kekurangannya ini…” ujar Sehun dengan wajah licik sekali lagi.

.

[SAY Korean Fanfiction – AWKNISA]

.

Haeyoung hendak membereskan barang-barangnya karena sebentar lagi jam pulang kantor akan tiba. Namun tiba-tiba saja mood baiknya menyambut jam pulang kantor rusak saat ia harus mendengar sebuah suara berat yang benar-benar ia benci belakangan ini.

Tak lain dan tak bukan adalah suara Chanyeol, Park Chanyeol.

“Haeyoung-ah, annyeong!!” sapa pria bertubuh tinggi menjulang yang kini berada di ambang pintu masuk ruangan Haeyoung.

Haeyoung hanya melirik sebentar ke arah Chanyeol dengan wajah datar sebelum akhirnya ia kembali berkutat dengan tas hitamnya.

“Sejak kapan kau menjadi tuli, Byun Haeyoung?” Chanyeol kini berjalan dengan santainya ke arah Haeyoung, sedangkan beberapa karyawan disekitar Haeyoung yang mengetahui sedikit cerita tentang Haeyoung dan Chanyeol hanya bisa tertawa kecil.

“Kalau kau mau tahu, aku hanya tuli pada suaramu, entah kenapa suara jelekmu itu tak berhasil menembus indera pendengaranku. Apa mungkin karena kau terlalu sering berbohong, ya? Sampai suaramu bahkan tak terdengar di telinga suciku,” balas Haeyoung tanpa melihat ke arah Chanyeol sama sekali.

“Oh ayolah, Haeyoung-ah. Bahkan aku sudah menjelaskan semuanya padamu, kenapa kau tidak bisa memberikan toleransi secuilpun padaku?” ujar Chanyeol sedikit merengek. Namun masih belum mempan untuk membuat Haeyoung menoleh ke arahnya.

Chanyeol hendak meraih dagu Haeyoung agar gadis itu menatap kearahnya karena ia tidak suka diacuhkan seperti ini apalagi dari seorang wanita yang bahkan dulu selalu meminta perhatian darinya. “Hei! Kau mau mati, huh?! Dasar pembohong dan pemaksa!! Apa kau seterobsesi itu padaku, huh?!” Haeyoung langsung menepis tangan Chanyeol dan berdiri dari duduknya. Tak ketinggalan juga ia melayangkan tatapan maut penuh rasa benci itu ke arah Chanyeol.

“Kenapa kau marah sekarang? Aku hanya berusaha menyudahi kesalah pahaman diantara kita saja, apa aku salah?” Chanyeol mengerutkan dahinya.

“Tentu saja salah. Karena aku tak mau lagi mendengar klarifikasi apapun darimu, jadi sikapmu yang sekarang dapat dianggap pemaksaan dan ada hukum yang mengaturnya!!” pekik Haeyoung sembari menunjuk lancang tepat di depan mata Chanyeol. Setelah itu tanpa pikir panjang ia meninggalkan meja kubikel beserta ruangannya.

Yak! Yak! Kau mau kemana? Dengarkan dulu aku berbicara sampai selesai!!”pekik Chanyeol yang masih berdiri di depan meja kubikel Haeyoung.

Molla!! Bicara saja sendiri dengan telinga besarmu itu!!” teriak Haeyoung kencang dari luar ruangan.

Astaga, beginilah jadinya jika dua anak kecil yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa bertengkar. Lihatlah, mereka bahkan tak sadar kalau mereka membuat gaduh di kantor.

Leera yang sudah terbiasa mendengarkan pertengkaran Chanyeol dan Haeyoung lebih memilih untuk menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi sembari merentangkan tangannya lebar-lebar. Ia baru saja menyelesaikan separuh dari laporan pekerjaan yang diberikan oleh atasannya. Pekerjaan Leera dikantor hari ini benar-benar padat. Bahkan ia harus membuat hasil jadi dari laporan rapat pagi tadi hari ini juga karena besok harus langsung diserahkan ke Presdir Oh. Belum lagi laporan-laporan pekerjaan lainnya yang kini menggunung di meja kubikelnya. Well, pada akhir bulan seperti ini pekerjaan dikantor memang lebih padat daripada di awal bulan.

Chanyeol yang tadinya berada di depan meja kubikel Haeyoung kini berjalan menghampiri meja kubikel milik Leera. Ya, tujuan awalnya keruangan ini sebenarnya karena ingin mengajak Leera pulang bersama. Namun saat melihat Haeyoung, pria itu bahkan melupakan tujuan awalnya.

“Leera-ya, kenapa kau belum berberes-beres? Bukankan jam pulang kantor lima menit lagi?” Chanyeol kebingungan melihat meja Leera yang masih terdapat banyak map berserakan.

“Aku lembur hari ini, Chanyeol­-ah. Masih ada dua laporan lagi yang harus segera kuselesaikan,” jawab Leera lemas.

Chanyeol tersenyum namun penuh keprihatinan sembari mengacak pelan rambut Leera, “Aigoo, mau ku temani lagi?” tanya Chanyeol.

Anniya, kau pulang saja. Bukankah Yura unnie berkunjung kerumah kita hari ini? Jadi kurasa lebih baik kau menyambutnya, ia pasti sangat merindukanmu.” Leera menggeleng lalu tersenyum tipis.

“Baiklah, tapi jangan lupa telepon aku jika sudah hampir selesai, aku akan menjemputmu,” ujar Chanyeol.

“Siap, bos besar!!” Leera memberikan hormat ala militer ke arah Chanyeol. Setelah itu Chanyeol mengelus kepala Leera sebentar sebelum akhirnya meninggalkan ruangan Leera.

Yup, Leera dan Chanyeol memang tinggal satu atap sejak 18 tahun yang lalu, tepatnya semenjak kejadian kelam itu terjadi. Chanyeol dan Leera juga terbiasa berangkat dan pulang kantor bersama-sama setiap harinya.

Perlahan-lahan suasana kantor mulai sunyi karena satu persatu karyawan yang sudah menyelesaikan pekerjaannya mulai meninggalkan kantor sampai tiba saatnya dimana Leera hanya tinggal seorang diri di ruangannya.

Jam dinding yang menggantung dengan indah di tempatnya sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam, ini artinya sudah satu jam ia terlambat pulang kerja dari jam normal. Leera merasa matanya mulai lelah karena terus-terusan menatap ke arah monitor sejak tadi siang. Akhirnya ia memilih untuk pergi ke lantai tiga dimana vending machine berada.

Suasana di kantor benar-benar sunyi saat ini, bahkan cahaya yang ada pun sedikit remang-remang karena ada cukup banyak lampu yang tak dihidupkan berhubung kantor sudah kosong. Leera kembali bersenandung kecil untuk menyingkirkan kesunyian yang menghinggapi indera pendengarannya. Karena apabila berada dalam kesunyian serta kegelapan, telinga Leera akan berdengung dengan sendirinya dan terkadang kepalanya akan pusing tujuh keliling.

Sebelum pergi ke vending machine, Leera menyempatkan untuk pergi ke toilet yang berada tepat di sebelah vending machine untuk sekedar mencuci muka. Setelah ia merasa cukup segar, Leera memilih secangkir kopi untuk menemani malam lemburnya kali ini.

“Nona Kim?” panggil sebuah suara berat dari belakang Leera. Spontan Leera menoleh saat ia sadar kalau suara itu memanggil dirinya.

Leera menyipitkan matanya untuk memastikan sosok yang kini sedang berjalan mendekat ke arahnya, “ Oh Isajangnim?” gumamnya saat ia sadar bahwa sosok itu adalah Oh Sehun.

Sehun melihat ke arah arloji mewahnya sebentar, “Sudah pukul segini, kau belum pulang?”

Ne, mungkin sebentar lagi, Isajangnim. Masih ada beberapa laporan yang harus kuselesaikan, karena deadlinenya besok,” jawab Leera sopan.

“Ah begitu. Terimakasih atas kerja kerasmu, ya,” ujar Sehun yang dengan santainya kini menepuk pundak kanan Leera.

“Bukan apa-apa, Isajangnim, itu memang tugas saya dikantor ini. Oh ya, Anda sendiri belum pulang?” tanya Leera berbasa-basi, agar setidaknya ia terlihat menghormati atasannya.

“Ya, aku juga masih memiliki beberapa pekerjaan. Kau tahu, akhir bulan seperti ini pekerjaan menumpuk sekali yang harus diselesaikan,” ujar Sehun sembari mengangkat bahunya lalu tangannnya bergerak kearah vending machine dan ia memilih sekaleng minuman soda.

“Saya juga merasa seperti itu, kalau begitu saya permisi dulu, Isajangnim.” Teringat akan pekerjaannya yang masih harus diselesaikan, Leera tidak ingin menghabiskan waktu terlalu banyak untuk sekedar mengobrol.

Sehun mengangguk sembari tersenyum tipis. Saat Leera mulai berjalan menjauh, Sehun tak henti-hentinya menjatuhkan pandangannya pada punggung mungil gadis itu.

“Sebentar lagi… kupastikan kau akan jatuh kedalam perangkapku, Kim Leera.”

.

[SAY Korean Fanfiction – AWKNISA]

.

Leera mulai membereskan barang-barang yang ada di mejanya karena ia baru saja menyelesaikan seluruh laporan yang harus ia kerjakan tadi. Saat ini waktu sudah menunjukan pukul delapan kurang lima belas menit. Tadi ia sudah menelepon Chanyeol dan meminta pria itu untuk menyusulnya.

Kini Leera baru saja menapakkan kakinya di lobby kantor yang masih terang benderang karena lampu di lobby tidak pernah dimatikan di malam hari. Perlahan-lahan ia berjalan menuju pintu keluar dan lagi-lagi ia bertemu dengan seseorang yang entah kenapa sangat mudah ia jumpai hari ini.

Siapa lagi jika bukan Oh Sehun, direktur tampan yang sebelumnya bahkan sangat sulit dijumpai.

Saat melihat Leera keluar dari pintu utama, Sehun yang sedang berdiri sembari memainkan ponsel pintar berwarna abu-abu miliknya langsung tersenyum senang.

“Ah, Leera-ssi. Kau sudah mau pulang?” tanya Sehun.

Ne, Isajangnim,” jawab Leera sopan.

“Kau tidak membawa kendaraan ‘kan? Bagaimana kalau pulang bersamaku?” Sehun kini memperdekat jarak antara dirinya dan Leera.

Ne?! Tidak perlu, Isajangnim. Sebentar lagi akan dijemput oleh temanku,” tolak Leera dengan cepat.

Seketika ia bertanya-tanya dalam hatinya, apakah ia salah dengar? Oh ayolah, tiba-tiba diajak pulang bersama oleh atasan yang baru hari ini kau lihat wajahnya pasti akan sangat mengejutkan, bukan?. “Suruh temanmu tidak usah menjemput, kasihan sudah malam ia harus jauh-jauh ke kantor untuk menjemputmu. Lagipula apa salahnya pulang bersamaku?” ujar Sehun lagi. Membuat Leera semakin bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

“Tapi, Isajangnim—“

“Tidak sopan bukan menolak ajakan dari atasanmu?” Sehun berkata lembut namun sebenarnya menyiratkan sindiran cukup dalam.

Mau tak mau Leera menerima ajakan Sehun dan kini ia telah terduduk dengan manis di kursi penumpang yang berada di sebelah supir. Asal kalian tahu, ternyata Sehun tidak bersama supir, melainkan ia menyetir seorang diri. Dengan begitu, artinya kini hanya Leera dan Sehun yang berada di sedan super mewah berwarna hitam ini.

Sepanjang perjalanan Leera hanya bisa diam sembari menikmati pemandangan Kota Seoul dan musik yang berasa dari tape mobil Sehun. Ia tidak tahu harus berbuat apa, bahkan lidahnya kelu untuk sekedar membuka pembicaraan.

“Kau sudah mengabari temanmu agar tidak usah menjemput?” Sehun mulai buka suara.

“Sudah, Isajangnim.”

“Hei, kenapa kau sekaku itu berbicara denganku? Sepertinya umur kita tak terlalu jauh, bukan? Gunakan bahasa santai saja, lagipula kita ‘kan sudah tidak dikantor lagi.” Sehun tertawa kecil.

“Tapi tetap saja, saya rasa kurang sopan, Isajangnim,” jawab Leera yang masih menggunakan bahasa formal.

“Berhenti memanggilku isajangnim. Jujur, panggilan itu bukannya membuatku bangga justru membuatku merasa tua . Hei, aku baru akan menginjak usia ke dua puluh delapan tahun lima bulan lalu,” gerutu Sehun sembari memasang wajah lucunya. Mau tak mau Leera tersenyum melihat wajah Sehun yang ternyata bisa lucu juga.

“Oke, oke. Kalau begitu aku akan memanggilmu dengan nama saja mulai sekarang. Bagaimana, sudah puas tuan muda?” canda Leera yang mulai bisa beradaptasi.

Ja, begitu lebih enak di dengar. Aku merasa bahwa kita dekat sekarang.” Sehun tersenyum girang.

Tiba-tiba Leera menguap cukup keras dan pastinya sudah cukup keras untuk sampai ketelinga Sehun. “Kau mengantuk? Tidur saja dulu, nanti kubangunkan jika sudah sampai.” Sehun menoleh ke arah Leera.

Anniya, hanya sedikit lelah. Bahkan biasanya aku tidur pukul sebelas malam,” ujar Leera sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Jangan berbohong, aku cukup pintar untuk bisa membedakan mana yang lelah dengan mana yang mengantuk. Tidak perlu segan, kau bisa tidur, Leera-ya. Lagipula kita masih harus menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh lima menit lagi,” ujar Sehun.

“Aku serius, aku hanya sedikit lelah. Berarti kepintaramu kali ini sedikit meleset, Oh Sehun-ssi,” canda Leera.

“Oh ya, kau belum makan malam ‘kan?” tanya Sehun. Leera sempat kebingungan harus menanggapi pertanyaan Sehun dengan jawaban apa, “Sejujurnya.. belum,” jawab Leera jujur, ia tertawa kecil setelahnya.

“Keberatan kalau kita makan dulu?” tanya Sehun lagi. Leera terlihat menimang-nimang tawaran Sehun barusan.

Honestly, ia ingin menolak, tapi posisi Sehun sebagai atasannya selalu menghantui Leera sehingga tidak sopan rasanya menolak niat baik Sehun. “Tidak,” jawab Leera akhirnya.

“Baiklah, kita akan makan malam lebih dulu. Kau ingin makan apa?” Sehun menoleh sedikit ke arah Leera. “Terserah kau saja. Aku bukan tipe pemilih terhadap makanan.” Leera menggendikan bahunya.

Sehun terlihat berpikir sebentar sembari memicingkan matanya mencari tempat yang tepat untuk mengganjal rasa lapar mereka. “Bagaimana kalau kita makan malam di Gangnam Gyoja?” saran Sehun.

Deal, sepertinya menyantap kalguksu malam ini pilihan yang baik,” jawab Leera.

.

[SAY Korean Fanfiction – AWKNISA]

.

Maybach hitam Sehun terparkir dengan rapi di depan sebuah restaurant sederhana yang bangunannya di dominasi dengan kayu. Di bagian depan restaurant terdapat sebuah papan besar bertuliskan Gangnam Gyoja. Seperti biasa, restaurant sup terenak di daerah Gangnam ini selalu dipadati pengunjung bahkan sampai restaurant ini hampir tutup.

Leera cukup terkejut awalnya saat Sehun menawarkan untuk makan di Gangnam Gyoja. Karena restaurant ini benar-benar sederhana untuk kaum sekelas Sehun. Well, walaupun terletak di Gangnam, bangunan restaurant ini tidak terlalu mewah seperti yang kalian bayangkan.

Leera dan Sehun akhirnya memilih untuk duduk disalah satu meja berkursi dua yang berada di dekat jendela bagian kiri. Lalu Sehun memesan dua porsi kalguksu plus untuk mereka berdua.

Kalguksu adalah salah satu masakan mie khas Korea yang termasuk dalam kategori sederhana bagi orang Korea. Kalguksu sendiri memiliki makna mie yang dibuat dengan tangan lalu di potong dengan pisau. Kalguksu sendiri biasanya dilengkapi oleh beberpa potongan daging sapi pada umumnya, atau beberapa restoran juga menyediakan kalguksu dengan potongan seafood.

Tak perlu waktu lama untuk menunggu kalguksu mereka disajikan. Sehun langsung memakan mie kesukaannya dengan lahap begitupun dengan Leera. Karena kebetulan keduanya sama-sama dalam keadaan lapar.

Kalguksu disini memang yang terhebat,” puji Sehun disela-sela aktivitas makannya.

“Mendengar perkataanmu barusan, mungkinkah kau sering makan disini juga?” tanya Leera. “Ne, sejak aku berada di bangku SHS aku sudah sering berkunjung ke restoran ini karena rasa makanannya benar-benar enak. Bahkan koki dirumahku saja tak bisa membuat kalguksu seenak ini,” jawab Sehun yang kini sedang semangat menghirup kuah kalguksunya.

“Aku pikir orang-orang sekelasmu anti makan di tempat sederhana seperti ini,” ujar Leera terang-terangan.

“Sudah kuduga. Tapi yang kau katakan memang benar, aku sempat mengajak beberapa temanku untuk makan disini, dan yah… awalnya mereka memang terlihat tidak tertarik untuk makan ditempat seperti ini. Tapi.. setelah mencoba kalguksu apalagi mandu disini mereka jadi ketagihan.” Sehun bercerita sembari tertawa geli mengingat ulah teman-temannya.

Leera sedikit tak paham dengan sikap Sehun yang ia lihat saat ini. Karena ia mendengar dari banyak orang bahwa Sehun adalah bajingan kelas kakap. Selain tingkat kesopanan yang minim, pria itu juga senang sekali merendahkan orang lain, khususnya kaum wanita.

Saat Leera sedang asik bernarasi tentang Oh Sehun dengan dirinya sendiri, tiba-tiba saja sebuah jari kekar menyapu ujung bibirnya. “Kau lucu sekali saat makan. Lihatlah potongan daun bawang itu menempel di sudut bibirmu,” ujar Sehun seiring tangannya mengelap bibir Leera dengan lembut.

Leera merasakan sesuatu gelanyar aneh menggerayangi perasaannya. Entahlah, mungkin hanya perasaan gugup karena diperlakukan oleh orang asing sebaik ini. Karena mana mungkin ‘kan aku tertarik pada pria ini? pikir Leera.

.

[SAY Korean Fanfiction – AWKNISA]

.

Kini Sehun dan Leera sudah sampai di depan kediaman Keluarga Park yang cukup besar. Rumah bertingkat dua dengan style modern sekaligus tradisional korea yang di padukan dengan apik berhasil membuat rumah ini terlihat begitu nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Di depan rumah tertanam berbagai macam pepohonan dari yang cukup tinggi sampai yang kecil, sepertinya Keluarga Park adalah keluarga pencinta tanaman.

“Ini rumahmu?” tanya Sehun sembari melirik rumah yang berada dihadapan mereka melalui kaca mobilnya. Leera mengangguk sembari melepaskan sabuk pengamannya, “Ya, ini rumahku. Well, pastinya tidak semegah rumahmu ‘kan?” canda Leera.

Sehun menoleh sembari terkekeh, “Ya, kau benar rumah ini memang tidak semegah rumahku. Namun entah kenapa sepertinya aura dirumah ini lebih hangat daripada rumahku.” Diujung kalimat Sehun terdengar seperti putus asa.

“Ah, kalau begitu aku pamit dulu, Isaja—“

“Panggil aku Sehun!!” potong Sehun cepat. “Ah, maaf aku belum terbiasa—“ Leera tersenyum canggung.

“—terimakasih atas tumpangannya dan makan malam tadi, Oh Sehun-ssi .” Leera tersenyum ramah setelah itu hendak membuka pintu mobil, namun aktifitasnya terhenti karena tiba-tiba saja Sehun menarik tangannya.

Otomatis Leera menoleh, dan begitu ia menoleh ia langsung merasakan sebuah benda kenyal nan basah menempel tepat dibibirnya. Sontak Leera membulatkan matanya dan mendorong dada bidang yang kini hanya berjarak sekitar dua puluh senti dari tubuhnya. Namun ia tidak berhasil menyingkirkan benda kenyal yang merupakan bibir Oh Sehun tersebut dari bibirnya. Sehun justru menarik tengkuk Leera dan memperdalam ciumannya. Ciuman yang cukup menggebu-gebu itupun terus belanjut hingga kini bibir Sehun mulai turun membelai permukaan kulit tengkuk Leera yang berada di dekat telinga dan menghisapnya serta menggigitnya dengan rakus.

Dengan bodohnya Leera justru mengeluarkan lenguhan halus karena ia kini dibuat mabuk oleh sentuhan maut Oh Sehun. Sehun yang memang ahlinya, menjadi semakin terpancing kala Leera mulai mengeluarkan lenguhan seksi tersebut.

Satu tanda. Dua tanda, dan kini bahkan sudah tiga tanda yang diciptakan Oh Sehun dileher jenjang nan mulus milik Leera. Hingga saat hendak kembali melumat rakus bibir manis wanita itu, Leera akhirnya berhasil mendorong kencang dada Sehun dan kali ini berhasil membuat Sehun menyingkir dari dirinya.

PLAK

Satu tamparan mendarat di pipi Sehun, dan tentu saja pelakunya adalah Leera. “Brengsek, apa yang kau lakukan, huh?!” pekik Leera yang kini terlihat berapi-api.

“Kim Leera… aku…” belum selesai Sehun menyelesaikan omongannya, Leera langsung membuka pintu mobil Sehun dan melompat turun begitu saja dengan tergesa-gesa lalu ia terlihat berlari cepat dan masuk kedalam kediaman Park Chanyeol, meninggalkan Sehun yang masih ingin melakukan lebih padanya seorang diri didalam kereta mesin mewah itu.

Seringaian tercetak jelas dibibir Sehun begitu Leera sudah menghilang dari pandangannya dan ia menyadari hal apa yang baru saja mereka lakukan. “Ternyata bibirmu manis juga, Sayang. Sebentar lagi… bibir itu akan kubuat mendesahkan namaku sekencang-kencangnya…”

 

 

TO BE CONTINUED

.

#Preview On Next Chapter

“Aku hancur, Park Chanyeol!!”

“Oh Sehun… Oh Sehun yang melakukannya…”

“Bagaimana minggu ini, berapa banyak wanita yang sudah ia sewa?”

“Jadi apapun yang kau lakukan diluar kendalimu dan kau merasa bahwa kau tidak bersalah sepenuhnya? Begitu, kau mau berkata seperti itu lagi ‘kan?”

“Tidak.. tidak.. kau harus sadar kalau pria ini hanya ingin mempermainkanmu, Leera.”

.

Annyeong-haseyo!! Bertemu lagi sama aku di FF Unspeakable Secret ini yay!! Gimana chapter duanya? Bisa pada kasih pendapat atau saran di comment kali yah?

[btw karakter Nayeon mulai diganti menjadi Haeyoung ya dari chap ini dan seterusnya, soalnya aku merasa karakter tsb kurang cocok dengan nama Naeyon]

Oh ya yang merasa ini ff bingungin banget atau alurnya kecepetan coba deh di ikutin dulu karena setiap cerita kan pasti punya tujuan dan ciri masing-masing kan? So, aku harap kalian masih mau menunggu kelanjutan dari FF ku ini, thankschuu!!

Mau FF ini terus fast-update? yuk support lewat comment and like😀

((authornya banyak mau))

 

 

 

 

83 responses to “Unspeakable Secret | 2nd Chapter

  1. Sehun kejam banget sih. Leera kan gatau apa2 tp malah jd sasaran bls dendam:/
    Ntar juga ujung2nya jatuh cinta sm leera ckckck

    Dari penulisan sm alurnya rapih kok eonn, jd ga ada comment byk2😀

  2. Ganteng ganteng jahat😦 jahat banget ampe leera yang gatau apa2 tiba2 dimanfaatin gitu. Kutunggu chapter selanjutnyaaa

  3. sehun jahat bgt kau :’3 ntar kalo udah nyesel rasain ya hun :’3 leera tabahkan lah hatimu yahh :3

  4. wuu daebak bgt crtanya
    si hun bner2 mau bls dendm sma leera
    bru dmulai aj dia udh kyk gni, kra2 ap lgi aksi bls dndmny y? dtunggu lo

  5. sehun jahat kejam biadab… ih sebel liatnya -_- gk sbar pas sehun kna karma nya *msih lama elah* yaudahlah ya thor intinya aku nunggu next nya, keep writing and hwiting!

  6. Aligg! Baru kenal banget udah ninggalin kesan jelek dimata Leera-_- Sehun emang bener2 keterlaluan, sekalipun bales dendam aturan mah step by step jan langsung nglakuin nunjukin kebrengsekannya *eww

  7. Sehun agresif banget jadi cowok masa’ baru kenal udah di cium aja seharusnya kan pelan pelan gitu, kalo dia anak dari istrinya bokap mereka saudara tiri dong yah. Waah seru nih pasti kelanjutannya. Chanyeol sama hayeong lucu ih mereka, semoga leera nggak gampang kena rayuan sehun nyebelin itu.

  8. Pingback: Unspeakable Secret | 4th Chapter | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Pingback: Unspeakable Secret | 5th Chapter | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Ternyata ibunya leera itu jadi ibu tiri sehun..??
    Berarti merka sodara tiri attu..
    Tapi knpa sehun benci sampe segtu.a…
    Leera juga kayanya gtw apa2 …

    Sehun tukang modus emang..
    Tapi bagus sekali2 emang kudu digituin..
    Kasian leera.. Gtw apa2 malah jadi bahan balas dendam..

  11. Sehun kejam !! Kejam bangett, ff yg biasa aku baca yg brengsek itu jongin dan sehun akan berada diposisi jongin, tapi kali ini karakter mereka ketukar haha
    Ffnya semakin menarik thor🙂

  12. Nah…. di sini aku baru ngerti, hehe… 😁 Sehun misterius di sini. Rencana jahat apa ya yg direncanain sm Sehun?Kelihatannya bkn main2 😓

  13. Pingback: Unspeakable Secret | 6th Chapter | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. yaelaaahh.. Leera kaga tau apa” malah jdi target balas dendam.. kn kesian Leera😖
    Sehun gila dah😒😪 bahagia diatas penderitaan orang lain..
    huweeee… Leera dh ga suci deeeh:V dicium sama Sehun kaya gitu. dn akhirnya Sehun hamdalah dpt tamparan. kerja bagus, Leera! :V hahahahaaa

  15. Sehun dendam bgt kayanya sama ibunya leera, tapikan leeranya gasalah apa-apa right? kasian kalo leera yg dijadiin ajang balas dendam, biasanya nanti suka balik jd jatuh cinta nih. Huehehehe
    Sehun awalnya aja benci nanti jd tergila-gila, but itu chanyeol sama leera deket bgt ya. Jadi iri sama leera wkwkwkwkw

  16. Pingback: Unspeakable Secret | 7th Chapter | SAY KOREAN FANFICTION·

  17. ohh damn..!!!! sehunnnnnnnn… sebell sih dia seenak jidatnya berperilaku sprti itu tp apalah daya, pesonamu terlalu kuat huweee..sebell tapi sukaaa ugh gmna dong..??
    ,sbnarnya apasih yg dilakuin ibu leera dimasa dulu kok smpe sehunnn dendam bgt.
    pembahasan jongin sehun mengenai leera itu juga ambigu kk.. penasaran bgt, pasti dulu sehun pernah ngelakuin sesuatu hal sm leera..?? aishhh

  18. Pingback: Unspeakable Secret | 8th Chapter | SAY KOREAN FANFICTION·

  19. Aiguu, uri maknae sehunnie jd bgst bgt dsini:( Tp kl mnrtku karakter sehun dsni lbh cocok Jongin yg meranin. Wkw. *mianhe Jongin* cm pndpt ku pribadi ya ini, hihi. Overall ak suka kok jalan crtanya. Pnsrn knp Sehun dndam bgt sm ibuny Leera-,- smgt Author-nim:D

  20. Gila yaa Sehun jahat banget TTT
    Pinter banget nyari kesempatan dan nyari cara supaya bisa bales dendam. Kasian Leera-nya.
    Sehun pasti dapet karma ni nanti TTT
    Tapi jjur, aku suka sama genre cerita kayak gini, meski cewenya harus tersiksa.

    Pantes aku bingung, kok namanya Haeyoung ya bukan Nayeon lagi. Dan ternyata namanya diganti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s