[FREELANCE] The Wild Rose Chapter 7

The Wild Rose Poster 7

The Wild Rose Chapter 7

||Tittle : The Wild Rose||

||Author : Enjel Azhaga (@Azhaga_)||

||Length: Chaptered||

||Genre : School life, Romance, Sad||

||Rated : PG-17 (Warning)||

||Main cast : Byun Baekhyun of EXO-K and  Kim Aelee (OC)||

||Additional cast : Kim Suho,Oh Sehun, Park Hyerim, Jung Daehyun, Park Chanyeol and find by Your self||

||Disclaimer : Story is mine, I hate a plagiator and silent reader||

Author’s Not  : Please leave your comment after you read this and don’t be a silentreader. Don’t bash!

Also post in my personal wp  www.azhagaenjel97.wordpress.com

Story By Azhaga (@Azhaga_)

CHAPTER 1CHAPTER 2CHAPTER 3CHAPTER 4CHAPTER 5CHAPTER 6

*

*

*

Aelee duduk termenung di meja makan apartemen Baekhyun dengan kepala yang ia sandarkan di atas meja. Sudah 15 menit ia keluar dari kamar sang pemilik apartemen yang tengah berbincang dengan seseorang dibalik telepon namun pria itu sampai sekarang tak kunjung keluar. Bukan apa-apa, hanya saja Aelee merasa bahwa keadaan Baekhyun sepertinya semakin membaik dan itu tandanya ia boleh pulang sekarang sebelum hari semakin gelap. Hanya yang menjadi masalah sekarang adalah, bagaimana ia akan pulang tanpa ponsel yang pasti akan sangat membantunya?Ia butuh ponselnya untuk menghubungi Suho, oppa-nya.

“Ehm.”Aelee yang kaget dengan deheman yang tiba-tiba terdengar lantas bangkit dari duduknya membuat kursi yang semula diduduki menciptakan suara gesekan.Didapatinya Baekhyun dengan wajah yang masih pucat menatapnya datar tengah menyodorkan ponsel di hadapannya.

Aelee hanya menatap ponsel yang dipegang Baekhyun, ada sebuah masalah yang melayang di kepala gadis cantik bertubuh ramping itu.

“Kau yakin ingin memberikannya padaku?”Tanya Aelee akhirnya.“Maksudku kau sangat membutuhkan ponselmu ini untuk menghubungi ayahmu. Kau yakin tidak apa jika aku memakainya? Lebih baik kembalikan ponselku saja!”

Baekhyun hanya diam tanpa kata lantas meraih tangan Aelee dan menyimpan ponsel itu di sana.“Aku memang membutuhkannya tapi kau lebih membutuhkannya.”Jawab Baekhyun lalu duduk di kursi.

“Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan.”Aelee kembali duduk di tempat semula. Gadis itu menggigit bibir bawahnya, apa lagi setelah Baekhyun menatap wajahnya dari samping.

Aelee memejamkan matanya sejenak lantas berujar. “Beberapa waktu yang lalu…. Aku menerima telepon dari ayahmu.”Ucap Aelee kini dapat keberanian untuk menatap wajah pucat Baekhyun.Baekhyun tersenyum tipis lalu membuang muka.

“Aku sudah tahu.”Jawabnya akhirnya.

“Bagaimana kau bisa tahu?”Tanya Aelee dengan wajah penasarannya.“Apa ayahmu yang memberitahumu tadi?”Aelee kembali melontarkan pertanyaannya, Baekhyun hanya mengangguk.Keduanya kembali terdiamcukup lama.

Aelee hanya mengetuk-ngetukkan jari-jari di atas meja menimbulkan suara namun tak cukup menutupi keheningan di tempat itu.

“Sebenarnya… dimana ayahmu sekarang?”Entah dari mana Aelee mendapatkan keberanian untuk menanyakan hal yang berhubungan dengam keluarga Baekhyun.

“Kenapa kau menanyakan tentang ayahku? Kau….” Baekhyun memicingkan matanya sambil menatap Aelee dengan tatapan menyelidik.“Kau…. tertarik dengan ayahku?”

“Kyaaaa.”Pekikan Aelee hampir saja membuat gendang telinga Baekhyun pecah.Untunglah, pria itu cukup cepat membekap mulut Aelee dengan telapak tangannya.Namun Aelee tak bisa terima, gadis Kim itu dengan kasar melepas tangan Baekhyun yang menutup mulutnya.

“Sepertinya kau sudah sangat sembuh tuan Byun Baekhyun yang terhormat.Itu bagus, jadi aku bisa pulang ke rumahku tanpa rasa bersalah sedikitpun.”Aelee akhirnya melenggangkan kakinya menjauhi Baekhyun.Namun gadis Kim itu berhenti sejenak tanpa membalikkan badannya.

“Aku tidak suka orang lain sakit apa lagi karena aku.Jadi kau harus sembuh!”Aelee benar-benar menghilang di balik pintu keluar apartemen milik Baekhyun.Pria berwajah pucat itu hanya bisa menghela nafas panjang melihat kepergian gadis Kim itu, seseorang yang pertama kali bisa membuatnya merasakan bagaimana menelan obat yang begitu pahit.

“Aku tidak ingin kau merasa bersalah padaku.”Ucap Baekhyun namun tak sempat didengar oleh Aelee.

.

Oppa… kau dimana? Aku ada di depan gedung apartemen Baekhyun dan aku sudah menunggu oppa selama 5 menit.” Omel Aelee sambil menempelkan ponselnya di telinga karena Suho baru mengangkat teleponnya dan membiarkannya berdiri selama 5 menit di depan gedung apartemen Baekhyun. Ya ampun, jika tahu begini, sebelum keluar dari apartemen Baekhyun, seharusnya Aelee menghubungi Suho terlebih dahulu agar ia tidak usah menunggu sendirian di sini.

“Tunggu sebentar lagi,  oppa sebentar lagi sampai. Ah… oppa sudah melihatmu.” Ucap Suho ketika sudah melihat sosok adiknya yang berdiri seorang diri di depan apartemen Baekhyun.Ia akhirnya menepikan mobilnya.Aelee akhirnya menyimpan ponselnya dan naik di mobil Suho.

Oppa…”

Suho yang baru saja melajukan mobilnya menoleh.“Sebenarnya apa yang oppa lakukan?Kenapaoppa sangat sibuk akhir-akhir ini?”Omel Aelee lagi, kali ini dengan mata yang dipicingkan.

“Maafkan oppa, tadi oppa dari perpustakaan umum meminjam buku.”Jawab Suho sambil tersenyum lantas mengacak puncak kepala Aelee. Namun Aelee terlihat tak percaya, ia tetap menatap kakaknya dengan mata memicing penuh kecurigaan.

“Kenapa kau menatap oppa seperti itu?” Tanya Suho.

Oppa….Apa mungkinoppa punya pacar?”Suho tiba-tiba mengerem tiba-tiba membuat tubuh keduanya hampir saja terjungkal kedepan jika saja tak memakai seat bealt.

Oppa… ada apa denganmu?”Tanya Aelee sambil mengelus-ngelus dadanya karena masih shok dengan Suho yang mengerem tiba-tiba setelah mendengar pertanyaannya.Suho lantas berdehem lalu kembali menjalankan mobilnya.Kenapa tiba-tiba adiknya ini menjadi sangat ingin tahu tentang hal-hal pribadinya.

“Apa mungkin…. Oppa benar-benar sudah pacar dan merahasiakannya dariku?”Tebak Aelee dengan wajah cemberut tapi Suho sama sekali tidak merespon dan lebih memilih diam dan fokus menyetir.

Oppa…. Kau mendengarku atau tidak?”Aelee mendengus sambil melipat lengannya. Beribu pertanyaan sama sekali tak dijawab oleh oppa-nya.

“Aelee-ah… kenapa tiba-tiba kau secerewet ini?Dan dari mana kau mengambil kesimpulan bahwaoppa punya pacar?Kalaupun oppa punya pacar, pasti oppa sudah mengenalkannya denganmu.” Jelas Suho dengan pandangan fokus ke depan.

“Itu karena oppa terlihat sibuk akhir-akhir ini, jadi aku pikir mungkin saja oppa pergi berkencan dengan pacar oppa.”Ungkap Aelee jujur.

“Kau-kan tahu kalau sebentar Ujian Kelulusan dan oppa harus lulus dengan nilai yang bagus.Oppa tidak mau Kim Shinyoung mendepak posisi peringkat satu oppa.”Ucap Suho dengan wajah seriusnya.Aelee lantas mengangguk-nganggukkan kepalanya paham dengan ucapan kakaknya.Kakaknya begitu mementingkan peringkat dan menjadikan belajar sebagai prioritas utamanya, tidak seperti dirinya yang hanya asal pergi sekolah tanpa fokus belajar dengan giat.Pantas saja ayah mereka bangga pada kakaknya, pikir Aelee.

Akhirnya mobil Suho memasuki pekarangan rumah setelah dibukakan pintu gerbang oleh beberapa keamanan.Seperti biasa, rumah mereka di kelilingi oleh banyak pria berseragam hitam yang dipekerjakan oleh ayah mereka.

Aelee akhirnya turun dari mobil dan memasuki rumah dengan langkah cepat mendahului Suho. Pria itu juga akhirnya turun dari mobil, masih bisa dilihatnya Aelee yang berbincang dengan pelayan pribadinya yang ia panggil eonni, Park Hyerim.

“Bagaimana dia bisa tahu aku sudah punya pacar?”Gumam Suho dengan pelan, lalu melangkahkan kakinya memasuki rumah.

.

“Nona dari mana saja?Baru saja teman nona datang menanyakan nona.”Aelee yang baru tiba di rumah langsung dihampiri oleh Hyerim, pelayan di rumahnya.

“Temanku?”Tanya Aelee bingung menunjuk wajahnya sendiri Hyerim menganggukkan kepala dua kali. Aelee tertawa kecil seakan tidak percaya, pasalnya Aelee tidak merasa punya teman apa lagi berani datang ke rumahnya. Sekali lagi Aelee mengatakan bahwa tidak mungkin yang datang mencarinya itu adalah temannya, mungkin saja ia salah alamat.

“Tapi aku yakin nona, pria itu sendiri yang mengatakan bahwa ia teman nona. Tidak…tidak…”Hyerim mencondongkan wajahnya mendekati telinga Aelee.“Bahkan awalnya ia mengatakan bahwa ia adalah pacar nona.”Ujar Hyerim seakan berbisik.

“Apa yang kalian bicarakan sampai berbisik-bisik seperti itu?”Tanya Suho tiba-tiba datang melihat keduanya yang tengah berbisik-bisik membicarakan sesuatu.

“Tuan Suho.”Park Hyerim membungkukkan sedikit badannya menyadari kehadiran Suho.

Oppa…. Ah… bukan hal yang penting.”Ucap Aelee sambil tersenyum, detik selanjutnya gadis Kim itu menarik tangan Hyerim menaiki tangga menuju kamarnya.

Eonni, cepat katakan lebih jelas siapa pria yang mncariku itu.”Tanya Aelee ketika keduanya kini telah sampai di kamar Aelee.

“Kalau tidak salah namanya…..Daehyun.Yah benar, Jung Daehyun.”Ucap Hyerim mantap.Aelee menghembuskan nafas panjang dan merebahkan dirinya di atas kasur.

“Sudah kutebak, pasti dia tidak akan melepaskanku begitu saja.”Ucap Aelee lesuh, Hyerim hanya memandanginya prihatin dengan nasib majikannya ini.

“Nona, apa Daehyun itu benar pacarmu? Jika dia pacarmu lalu pria tampan yang baru-baru ini datang siapa?”

“Daehyun adalah pacarku, tapi itu dua minggu yang lalu.Dan eonni jangan berpikir kalau Baekhyun menyebalkan dan mesum itu adalah pacarku.Mana mungkin aku berpacaran dengan pria yang mesum seperti dia.” Omel Aelee.

“Sepertinya musuhku semakin banyak eonni.Kau tahu?Kim Jongin bahkan masih mengintaiku dan sekarang ditambah lagi dengan Daehyun.Aku bisa gila.”Aelee mengacak pelan rambutnya.

“Nona, sebaiknya nona jangan pergi ke klub malam lagi, dan cobalah cari pacar yang baik-baik.Daehyun itu terlihat tidak tulus, yah walaupun wajahnya tidak terlalu buruk.”

Eonni lupa?Akhir-akhir ini aku tidak pernah lagi ke klub malam semenjak foto sialan itu tersebar. Ayah bisa saja membunuhku jika aku pergi ke klub malam padahal aku sangat ingin minum wine.” Keluh Aelee.

“Nona, istirahatlah, aku akan turun.”Aelee mengangguk dan akhirnya Hyerim keluar dari kamarnya setelah menutup kembali pintunya.

Drrttt Drrtt

Aelee yang masih berbaring merogoh tas selempangnya yang masih tergantung di lehernya. Dahinya berkerut melihat namapengirim yang tertera di layar.

From: Baekhyun

Ini bahkan belum 1 jam, tapi aku sudah merindukanmu.Kau tidak merindukanku?

“Apa sakitnya semakin parah?”Gumam Aelee dengan seringaian kecil di bibirnya.

From: Aelee

Tidak.

Baekhyun yang membaca balasan Aelee mendecakkan lidahnya.Bagaimana mungkin Aelee hanya membalas pesannya dengan satu kata saja.Yang benar saja.

From: Baekhyun

Kau tidak merindukanku tapi aku menganggap kau SANGAT MERINDUKANKU.

Aelee kembali berguman tentang betapa percaya dirinya Baekhyun, namun pada akhirnya kedua sudut bibir gadis itu tertarik ke atas membentuk senyuman kecil.

From: Aelee

Benarkah?

Baekhyun mengacak rambutnya setelah lagi membaca balasan Aelee.Satu suku kata, oh ya ampun pelitnya.

From: Baekhyun

Ya! Apa kau hanya bisa menulis satu kata saja?Tidak bisakah kau mengatakan YA, AKU MERINDUKANMU atau paling tidak AKU MENGKHAWATIRKANMU, aku ini sedang sakit.Apa itu sangat sulit?

Aelee menyimpan ponselnya di atas nakas setelah membaca pesan dari Baekhyun.Aelee memutuskan untuk tidak membalasnya.Harga diri Kim Aelee terlalu tinggi hanya untuk mengatakan aku merindukanmu atau semacamnya.Gadis itu akhirnya memilih memejamkan matanya. Namun tak lama ia kembali membuka kelopak matanya dan mengguling-gulingkan badannya ke kanan dan ke kiri.

“Baiklah, kali ini saja!”Jemarinya akhirnya meraih ponsel pintarnya dan mulai menari menyentuh benda persegi itu.

.

Cukup lama Baekhyun menunggu balasan Aelee, namun ponselnya tak juga berbunyi.Apa mungkin Aelee sudah tertidur? Pikir Baekhyun. Namun sekarang masih jam 7, masih teralu awal untuk tidur.Namun akhirnya ponselnya bergetar dan dengan cepat jemarinya menyentuh layar ponselnya.Senyum lebar tercipta di bibirnya kala membaca pesan itu.

From : Aelee

Aku mengkhawatirkanmu

Dan merindukanmu.

 

Apa kau puas????

Aelee baru saja menjatuhkan harga dirinya sediri.

*

*

*

“Siapa orang itu oppa? Apa yang ia lakukan di depan rumah kita membawa kamera?”Suho yang baru saja melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya mengikuti arah telunjuk Aelee. Di lihatnya seorang pria memakai topi menenteng sebuah kamera yang ia kalungkan di lehernya tengah berdiri tak jauh dari pagar rumah mereka.Wajah pria itu tak terlihat jelas karena terhalang topi dan sesekali memotret kearah rumah mereka.

“Aelee-ah, sepertinya itu wartawan.”Ucap Suho memperhatikan pria itu.Ia lalu menghentikan mobilnya sekitar 20 dari tempat pria misterius itu berdiri.

“Kau tunggu di sini sebentar, aku akan menemuinya.” Ujar Suho lalu keluar dari mobil menghampiri pria yang iaduga sebagai wartawan.Aelee memperhatikan mereka dari dalam mobil dengan saksama.

“Permisi.Anda siapa? Dan apa yang anda lakukan di depan rumah saya?” Tanya Suho. Pria misterius yang sebelumnya sibuk mengecek hasil foto yang di dapatnya cukup terkejut dengan kehadiran Suho yang secara tiba-tiba, pria itu memperhatikan Suho mulai dari ujung kaki sampai kepala.

“Kau…. Kau putra Perdana Menteri.Benarkan? Kim Joonmyun.” Tanyanya memastikan, ia lantas tersenyum dan menyimpan kameranya. Sepertinya ia beruntung bisa bertemu langsung dengan Putra PM.

“Perkenalkan saya adalah Song Joongki dari majalah Freshy.Tapi ngomong-ngomong, apakah benar gadis di dalam foto ini adalah Kim Aelee adikmu dan kekasihnya?”Tanyanya to the point tanpa basa-basi membuat ekspresi wajah Suho jengkel.Bahkan memperlihatkan sebuah foto yang menampilkan foto Aelee dan Baekhyun dari dalam tasnya.Sunggguh membuat Kim Suho semakin jengkel.

“Maaf, lebih baik anda segera pergi dari sini sebelum saya memanggil keamanan.”Ancam Suho sedikit penekanan pada tiap katanya.

“Hei… ayolah, aku-kan hanya bertanya sedikit, apa salahnya kau menjawab.Aku dengar Kim Aelee juga sering pergi ke klub malam dan bergonta-ganti pria.Apa itu juga benar?Setidaknya jawablah satu pertanyaanku.Apa itu benar?”Tanyanya lagi menghiraukan Suho yang kini sudah mengepalkan tangannya menahan emosi.Secara tidak langsung, wartawan ini sudah menjelek-jelekkan adiknya, Kim Aelee.

“Jika anda tidakingin pergi sekarang, saya benar-benar akan memanggil keamanan untuk mengusir anda.”Suho merogoh saku celana, mengambil ponsel dan menempelkannya di telinga.Matanya tidak lepas dari wartawan yang menamai dirinya Song Joongki.

“Keamanan….”Suho mulai menempelkan ponsel ke telinganya.

“Sepertinya aku datang diwaktu yang tidak tepat. Baiklah, aku akan pergi. Mungkin lain kali kita bisa mengatur jadwal wawancara.”Ucap wartawan itu sebelum Suho benar-benar memanggil keamanan untuk mengusirnya.Ia akhirnya berjalan kearah dimana ia memarkir motornya dengan tidak rela.

Suho menghembuskan nafasnya lega melihat wartawan itu benar-benar pergi.Foto itu sudah 2 minggu tersebar, tapi sampai sekarang masih ada saja wartawan yang berusaha mencari tahu tentang itu.

Oppa.Apa orang itu benar-benar wartawan? Apa yang dia inginkan?”Tanya Aelee ketika Suho sudah melajukan mobilnya kearah sekolah.

“Pria itu adalah wartawan yang mencari tahu tentangmu.Mulai sekarang kau tidak boleh keluar sendiri.Oppa yakin orang itu akan kembali lagi.”

“Pasti karena foto itu.”Ucap Aelee lesu lalu mengalihkan pandangannya ke jendela.

“Ini bahkan sudah hampir satu bulan, tapi kenapa masih ada wartawan yang mencari tahu tentang foto itu?Sepertinya orang-orang lebih tertarik denganku dari pada Perdana Menteri.”Tambahnya membuat Suho tertawa kecil.

“Bukan seperti itu Aelee-ah, hanya saja wartawan lebih tertarik mencari berita yang menggemparkan dari pada berita yang membosankan.Dan sepertinya berita tentang kau dan Baekhyun benar-benar menggemparkan hingga sampai saat ini masih saja ada wartawan yang mencari tahu.” Jelas Suho membuat Aelee semakin terlihat lesu.

“Jadi berita tentang ayah sangat membosankan?Begitu maksud oppa?” Ucap Aelee, Suho hanya tersenyum.

“Tapi ngomong-ngomong bagaimana dengan Baekhyun?Apa sakitnya sudah sembuh?”Tanya Suho pada Aelee dengan alis kiri yang ia naikkan.

“Aku tidak tahu.”Jawab Aelee malas.

“Hei, kenapa tidak tahu?Bukankah kalian dekat?”Goda Suho langsung mendapatkan tatapan tak suka dari Aelee.

“Sejak kapan oppa menjadi menyebalkan seperti Baekhyun?”Aelee mengerucutkan bibirnya.Melihat itu Suho kembali tertawa sambil mengacak puncak kepala adiknya.

*

*

*

“Wah… sepertinya Baekhyun kita sudah sembuh sekarang.”Sehun yang melihat kemunculan Baekhyun menghampiri pria itu lalu merangkulnya.Tao yang melihat itu juga ikut menghampiri dan merangkul Baekhyun sambil tersenyum.

“Aku dengar untuk pertama kalinya kau berhasil menelan obat.Aku penasaran bagaimana caranya kau bisa menelan sesuatu yang paling kau benci itu Baek.”Ujar Tao dengan ekspresi wajah menyebalkan.

“Tentu saja dengan sebuah ciuman.”Ujar Baekhyun dengan suara kecilnya seraya melepas rangkulan kedua temannya itu dari bahunya.Namun sekecil apapun suara Baekhyun,Sehun dan Tao masih bisa mendengarnya.Selanjutnya keduanya malah terkekeh menarik perhatian seisi kelas.

Oppa.Kau sudah benar-benar sembuh?Aku dengar kemarin kau sakit.Aku sangat mengkhawatirkanmu oppa.”Tiba-tiba datang Choi Anna dan bergelayut manja di lengan Baekhyun.Baekhyun memutar bola matanya malas dan melepaskan tangan Anna dari lengannya.Dan tepat setelah itu, Aelee memasuki kelas dan melihatBaekhyun, Anna, Sehun dan Tao yang berkumpul di dekat kursinya.Namun Aelee berjalan melewati mereka semua tanpa berucap sepatah katapun.

“Aku ingin ke toilet.”Baekhyun berlalu keluar kelas setelah melirik Aelee yang hanya diam di kursinya sambil memegang ponsel.

“Ada apa dengan Baekhyun?” Tanya Tao, namun Sehun berujar bahwa bukankah tingkah Baekhyun selalu begitu? Dingin dan tidak memperdulikan apapun.

“Tapi sepertinya Baekhyun peduli dengan Kim Aelee.”Ucap Sehun setengah berbisik.Tao hanya mengangguk.

“Choi Anna, kau tidak berniat mengikuti Baekhyun sampai ke toilet-kan?” Tanya Tao melihat Choi Anna yang menghentak-hentakkan kakinya jengkel karena tak dihiraukan oleh Baekhyun, seperti biasa.Namun Annatak menggubris ucapan Tao, gadis itu malah mendekati Aelee.

“Ya. Kim Aelee, apa benar ponsel yang kau pakai itu milik Baekhyun?” Tanyanya dengan nada sedingin mungkin.

“Ya, kami bertukar ponsel.”Jawab Aelee dengan ekspresi datar.

“Apa kau baru saja memamerkankedekatanmu dengan Baekhyun oppa?Aku selama ini cukup bersabar melihatmu karena kau adalah anak Perdana Menteri walaupun kau itu sangatsombong dan menyebalkan, dan aku tidak mau berurusan dengan orang sepertimu.Tapi kali ini aku akan mengatakannya kepadamu secara langsung. Aku ingatkan sekali lagi berhenti mengejar Baekhyunoppa.Baekhyunoppa itu milikku.” Jelas Anna sambil melipat lengannyadi depandada. Namun Aelee tak menggubrisnya, apa lagi setelah membaca pesan yang baru saja dikirim oleh Baekhyun. Baekhyun menyuruhnya untuk naik ke atap sekolah sekarang.

“Ya!Kau mau kemana? Ya! Berhenti di sana.”Teriak Anna namun Aelee tak menghiraukannya.

.

“Untuk apa kau memanggilku?”Tanya Aelee dengan nada sinis ketika melihat Baekhyun berdri di pinggiran atap sekolah dengan ekpresi datar.“Aku ingin menagih janjimu.” Ucap Baekhyun.” Sambil terus menatap ke depan.

Aelee mendesis.“Jadi kau masih mengingatnya?Sudah kuduga. Baiklah kita akan berkencan, tapi aku yang menentukan waktunya. Yang jelas bukan sekarang karena kau baru saja sembuh.”Ujar Aelee malas.

“Kau tidak ingin mencari teman?” Tanya Baekhyun, kali ini menatap Aelee dengan serius.

“Teman?”Aelee tersenyum kecut.“Tidak ada yang tulus menjadi temanku, mereka semua sama saja, mau mendekatiku karena mau memanfaatkanku.”Jawab Aelee lalu meninggalkan Baekhyun yang menatapnya serius.

“Apa aku salah bicara?”Gumam Baekhyun sambil menggaruk tengkuknya lalu meninggalkan atap sekolah.

Setelah yakin Baekhyun benar-benar pergi, Suho dan seorang gadis keluar dari tempat persembunyiannya sambil bergandenggan tangan.

“Suho-ah, kau bilang tidak akan ada murid yang datang ke atap sekolah.Lalu kenapa Baekhyun dan adikmu berada di sini?Untung saja kita sempat bersembunyi.”Ujar gadis yang bersama Suho.

“Aku juga tidak tahu. Biasanya jam segini tidak akanada yang datang keatap sekolah.” Jawab Suho.

“Tapi, apa Baekhyun dan adikmu benar-benar tidak berpacaran?  Bukankah mereka berkata akan berkencan?”

“Aku tidak tahu kalau mereka akan berkencan.Aku akan menanyakannya pada Sehun dan Tao.”Jawab Suho sambil merangkul bahu gadis itu.Gadis itu juga membalasnya dengan memeluk pinggang Suho.

“Kau akan mengungkapkan hubungan kita kepada semua orang jika kau didepak dari peringkat satu.Apa kau yakin?”Tanya gadis cantik itu.

“Hmmm… kenapa?Kau tidak percaya?” Tanya Suho. Gadis itu menggelengkan kepala.“Tidak, hanya saja mustahil bisa mendepak seorang Kim Joonmyun dari peringkat satu.Itu sama saja mencari jarum di tumpukan jerami.” Ujar gadis itu sambil menghela napas, padahal ia ingin semua orang tahu bahwa Suho adalah miliknya.

*

*

*

Perdana Menteri Kimdan Presiden Kang berjabat tangan setelah keluar dari restauran yang berada di gedung kantor mereka.

“Aku akan mengatur jadwal pertemuan untuk mereka.”Ucap perdana menteri Kim lalu keduanya akhirnya keluar dari restaurant.

.

Daehyun menyandarkan punggungnya di pintu mobilnya sambil melipat lengannya di depan dada. Matanya menatap ke arah gedung sekolah yang dikelilingi pagar tinggi.Ia sengaja membolos dari pelajaran terakhirnya hanya untuk menunggu Aelee. Ia ingin tahu alasan apa yang membuat gadis itu malah memutuskannya secara sepihak.

“Dilihat dari seragam yang kau pakai, sepertinya kau bukan murid di sini.”Daehyun menyadari bahwa dirinya tak sendiri seorang pria yang berkalungkan sebuah kamera kini menatap dirinya.

“Anak muda, apa yang kau lakukan di depan sekolah orang lain?” Tanya Joongki membuat Daehyun tersenyum kecil.

“Aku sedang menunggu kekasihku dan sepertinya itu bukanlah urusan anda.” Jawab Daehyun.

“Kau benar, untuk apa aku mengurusi masalahmu?Aku ke sini untuk menunggu Kim Aelee. Kira-kira apa dia sudah pulang? Tapi tidak mungkin, ini masih jam pelajaran.”

“Kim Aelee.” Tanya Daehyun penasaran.Apa mereka menunggu orang yang sama? Tapi untuk apa orang ini menunggu Kim Aelee?Apa dia juga salah satu korban Kim Aelee? Tapi sepertinya tidak mungkin Aelee memacari seorang yang lebih pantas disebut paman bagi Daehyun.

“Eoh, kau mengenalnya?” Tanya Joongki.

“Tentu saja aku mengenalnya karena aku adalah kekasihnya.”Jawab Daehyun bangga.

“Kau adalah kekasihnya?”Tanya Joongki tak percaya.“Hei… jangan bercanda, sepertinya wajahmu tak mirip dengan pria di foto ini.” Ujar Joongki memperliatkan selembar foto yang ia keluarkan dari tasnya.

“Pria di dalam foto itu bukan pacar Kim Aelee, tapi aku-lah pacar Kim Aelee.Apa paman tidak percaya juga?”Daehyun mulai emosi.

“Apa kau punya bukti anak muda?”Tanya Joongki meremehkan namun Daehyun diam mendengarnya.Tentu saja Daehyun tak punya bukti karena memang sekarang Daehyun dan Aelee bukanlah sepasang kekasih.

“Sepertinya Kim Aelee memang sangat terkenal sampai-sampai banyak yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya.”Sindir Joongki lalu mulai menatap ke dalam gedung sekolah.

“Hah, itu dia Kim Aelee.”Joongki mulai mengambil foto Kim Aelee secara diam-diam jangan sampai Aelee mengetahuinya. Daehyun hanya diam memperhatikan tingkah laku Joongki, ia akhirnya mulai tahu bahwa pria di hadapannya ini adalah seorang paparazzi yang mencari berita tentang Kim Aelee, putri perdana Menteri.Seringaian tiba-tiba terlukis di bibirnya.

.

Aelee keluar dari gedung sekolah dengan wajah kesal mengingat kejadian yang terjadi di toilet tadi.

Flashback

Aelee memasuki toilet secara terburu-buru, namun saat hendak keluar, pintu toiletnya tidak bisa terbuka karena dikunci dari luar.Ia berkali-kali memutar kenopnya namun hasilnya nihil.Aelee bisa mendengar suara-suara dari luar toilet walaupun tidak terlalu jelas.Ia lalu berteriak sambil menggedur pintu toilet.

Di luar toilet.

“Apa yang kalian lakukan?”

Kedua murid perempuan yang menjadi tersangka lantas diam menyadari kehadiran seorang gadis tinggi dengan rambut bergelombang.

“Kalian murid kelas 10, benarkan?”Tanya Kim Shinyoung sambil melirik nametag kedua hoobaenya.“Ne, sunbae.”Ucap dua siswa sambil menunduk karena baru saja ketahuan mengunci seseorang di dalam bilik toilet.

“Berikan kuncinya!”Perintah Shinyoung. Satu dari kedua gadis itu akhirnya menyerahkan kuncinya kepada Shinyoung walaupun sedikit tidak rela.

Aelee bernapas lega karena akhirnya ia bisa keluar dari toilet.

“Kau tidak apa-apa?”Tanya Shinyoung begitu Aelee sudah keluar. Aelee hanya mengangguk sebagai jawaban bahwa ia tidak apa-apa.

“Kalian berdua. Aku tidak akan melaporkan hal ini, namun aku tidak menjamin jika kalian mengganggunya lagi.Jadi pergilah!”Kedua gadis itu akhirnya lari terbirit-birit keluar dari toilet karena takut dengan ancaman Shinyoung.

“Seharusnya kau lebih berhati-hati, Kim Aelee.”Ucap Shinyoung lalu membalikkan tubuhnya namun berhenti sejenak mendengar ucapan Aelee.

“Te..terima kasih Sunbae.”Ucap Aelee dengan lirih namun Shinyoun masih bisa mendengarnya sekcil apapun suara Aelee.“Sama-sama.”Shinyoung akhirnya meninggalkan toilet dengan senyum kecil di wajah cantiknya.

Flashback end

“Aku tidak percaya ini.Mereka benar-benar mengunciku di dalam toilet, jika saja sunbae itu tidak menolongku, aku pasti akan terkunci di tempat itu entah sampai kapan.”Dumel Aelee ketika keluar dari gedung sekolah.

Aelee merasakan sebuah tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.Dicium dari parfumnya Aelee sudah bisa menebak siapa, Byun Baekhyun.

“Ya!” bentak Aelee ketika Baekhyun menariknya agar masuk ke dalam mobil pria itu.“Diam dan turuti saja.Aku akan mengantarmu pulang.”Kata Baekhyun dengan ekspresi datarnya.

“Tapi Suho oppa….”

“Tenang saja, aku sudah memberitahunya.”Potong Baekhyun lalu mulai melajukan mobilnya keluar dari gerbang sekolah.

“Oh… orang itu.Bukankah orang itu pria yang tadi pagi?”Baekhyun mengikuti arah telunjuk Aelee yang menunjuk seorang pria bertopi lengkap dengan kamera.“Siapa orang itu?Kau mengenalnya?”Baekhyun mengerutkan dahinya.

“Pria itu adalah wartawan yang tadi pagi berdiri di depan rumahku.Dan bukankah itu Daehyun oppa?”Aelee semakin terkejut melihat kehadiran Daehyun bersama wartawan itu.“K..kenapa mereka berdua ada di sini? Apa mereka saling kenal?”

“Sepertinya mereka berdua sedang menunggumu.”Ujar Baekhyun.

“Daehyun pasti tidak menerima begitu saja karena aku memutuskannya secara sepihak.”Ujar Aelee lesuh sambil menengok ke belakang karena mobil mereka kini sudah mulai menjauh meninggalkan sekolah.

“Jadi kau sudah memutuskannya?Baguslah.”Ujar Baekhyun sambil tersenyum.

“Kenapa kau sesenang itu saat aku memutuskan Daehyun?Kau senang karena itu tandanya semakin banyak pria yang akan balas dendam denganku?” Tanya Aelee.

“Aku senang karena itu tandanya tidak ada lagi pria yang akan mendekatimu.”Ujar Baekhyun dengan ekspresi datar.Mendengar itu Aelee memalingkan wajahnya kearah keluar jendela.Perlahan ujung bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman tanpa Baekhyun sadari.

*

*

*

“Ayah ingin bicara sesuatu dengan kalian.”Aelee yang baru saja menyelesaikan ritual makannya dan hendak menaiki anak tangga menoleh dan akhirnya menghampiri ayah dan oppa-nya yang tengah duduk di ruang tengah.

“Bagaimana dengan sekolah kalian?”Tanyanya kemudian.Suho mengangguk dan mengatakan semuanya berjalan lancar sedangkan Aelee hanya diam tak menjawab, jika menyangkut pelajaran, Aelee malas membahasnya.

“Bagaimana denganmu Aelee?”Aelee mengoceh dalam hati.Namun akhirnya menjawab.“Semuanya berjalan seperti biasa.”Jawab Aelee akhirnya.

“Ayah sudah bertemu dengan Presiden Kang dan beliau setuju untuk mempertemukanmu dengan putranya yang sekolah di Amerika.Bagaimana menurutmu Aelee?”

Aelee hanya diam tak merespon ucapan ayahnya.Kaget?Tak percaya?Itulah yang Aelee rasakan saat ini.Ia tak menyangka jika Presiden Kang benar-benar dengan ucapannya yang ia katakan saat makan siang beberapa waktu yang lalu.Aelee tahu bahwa ini hanyalah sebuah acara pertemuan biasa antara dirinya dan anak presiden Kang. Tapi firasatnya mengatakan semuanya akan berjalan lebih parah dari dugaannya.

Suho menyenggol lengan Aelee agar adiknya merespom ucapan ayah mereka dan segera kembali dari alam bawah sadarnya, sepertinya adiknya itu sedang melamun.

“Maksud ayah apa?”Tanyanya seperti tidak tahu.

“Sepertinya kau tidak menyimak ucapan ayah. Ayah mengatakan bahwa kau akan bertemu dengan putra Presiden Kang yang berada di luar negeri sekarang, tapi dia akan kembali ke Korea sesegera mungkin. Bagaimana menurutmu?”

“Mmm… baiklah.”Jawab Aelee patuh membuatnya mendapat tatapan aneh dari ayahnya.

“Aelee-ah.”Panggil ayahnya.

“Ya, ayah.”

“Bisa-kah kau tidak bersikap kaku pada ayah?Aku ini ayahmu, bersikaplah seperti seorang anak kepada ayahnya.Dulu kau tak seperti ini.”

Aelee menunduk dengan mata berkaca-kaca.Ia juga tidak tahu kenapa ia bersikap kaku begini kepada ayahnya semenjak kematian ibunya, apa lagi ketika ia mulai menyukai dunia malam dan diantar pulang dengan pria yang selalu berbeda tiap malamnya. Sejak saat itu Aelee selalu mendapat teguran bahkan bentakan dari ayahnya, itulah yang membuat Aelee merasa kaku pada ayahnya, sampai saat ini juga,ia tidak bia menatap lama manik mata ayahnya.Dulu ayahnya adalah ayah yang begitu menyayanginya, sangat lembut dan selalu memeluknya saat sedih.Tapi sekarang?Ia dan ayahnya menjadi dua orang yang jauh dan jarang berkomunikasi.Lain halnya dengan ayahnya dan Suho yang sangat dekat, mungkin karena mereka sama-sama laki-laki.Tapi jika dipikir-pikir, sewaktu ibu mereka masih hidup, Suho juga sangat dekat dengan ibu mereka dari pada ayah mereka.

“Maaf-kan ayah karena selalu saja memarahimu ketika kau pulang dari bar. Ayah melakukan itu karena ayah menyayangi putri ayah. Ayah tidak mau kau mendapat pria yang tidak baik. Ayah ingin kau bahagia dan mendapatkan pria yang mencintaimu dengan tulus.”

Aelee yang masih menunduk tak sadar menitikan air matanya. Kata-kata ayahnya, ia suka apa yang baru saja ayahnya katakan. Ternyata ayahnya menyayanginya, padahal ia berpikiran bahwa ayahnya begitu membencinya.Perlahan Aelee berdiri, menghampiri ayahnya dan memeluk erat ayahnya.

“Rasanya sudah lama sekali kau tidak memeluk ayah seperti ini.”Ucap Kim Woobin sambil membalas pelukan putrinya yang menangis dalam dekapannya.

“Aku merindukanmu ayah.”Ucap Aelee dan memeluk ayahnya dengan erat.Suho ikut menangis melihat adegan di depannya.Ia juga merasa sangat senang, akhirnya ayahnya dan adiknya bisa seperti dulu.

“Berhentilah menangis, kau membuat kemeja ayah basah.”Aelee akhirnya menjauhkan dirinya dan menatap kesal ayahnya.“Ya ampun, ternyata kau masih Kim Aelee yang mudah marah.”Aelee akhirnya tersenyum mendengarnya.Ia kembali memeluk ayahnya, tak peduli jika kemeja ayahnya sudah basah karena air mata.

“Jadi bagaimana dengan putra Presiden Kang, kau mau bertemu dengannya-kan?”Aelee hanya diam tak merespon.Ayahnya mengelus surai Aelee sambil tersenyum.“Tenang saja, dia tidak buruk, kau pasti akan terpesona jika melihatnya.Dia berbeda dari semua pria yang sudah kau temui.”Ujar ayahnya.

“Apakah ini semacam perjodohan?” Tanya Aelee. Ayahnya mengangguk.“Kau cepat tanggap ternyata.Seharusnya nilai sekolahmu baik jika kau cepat tanggap seperti ini.Tapi kenapa dulu wali kelasmu melapor pada ayah dan mengatakan bahwa nilaimu sangat buruk?”

“Jadi karena itu ayah memindahkanku ke kelas lain?Itu karena waktu itu aku pergi ke klub malam jadi aku tidak punya waktu untuk belajar. Tapi aku janji mulai sekarang aku akangiat belajar dan tidak akan ke klub malam lagi. Aku janji ayah.”

‘Itu bagus.” Ujar Kim Woobin.

“Ayah danAelee tidak lupa-kan kalau aku ada di sini bersama kalian.” Suho yang sedari tadi hanya diam melihat ayahnya dan Aelee bernostalgia akhirnya mengacaukan keduanya.Aelee akhirnya melepas pelukan ayahnya dan mendekati oppa-nya dan memeluknya juga sambil mengecup pipinya.

“Aku menyayangimu oppa.”Ujar Aelee lalu kembali mengecup pipi Suho.

“Ya!Kenapa kau kembali menjadi Aelee yang manja?Apa penyakit lamamu kumat lagi” Tanya Suho sambil mengusap pipinya yang sudah dicium oleh Aelee.Aelee hanya tersenyum seraya mengeratkan pelukannya pada Suho.

Ayah mereka ikut tertawa melihat kedua anaknya. Sudah lama sekali ia tidak merasakan kebahagiaan seperti ini. Ia ingin kelaurganya selalu hangat seperti ini.

“Sudah, lebih baik kalian tidur.Dan untuk pertemuanmu dengan putra presiden Kang, ayah yang akan mengaturnya.”

Suho dan Aelee melepaskan pelukan mereka dan saling menatap sambil tertawa kecil hingga akhirnya berjalan bersama menaiki anak tangga setelah membungkuk hormat pada ayah mereka.Seperti saat inilah keluarga mereka dulu.

TBC

9 responses to “[FREELANCE] The Wild Rose Chapter 7

  1. Astaga berapa lama coba gk baca ini kan lama banget
    Senengnya udah dilanjut lagi
    Aelee setuju” aja mau dijodohin nahh baekhyun mau dikemanain coba
    Mantan aelee banyak musuhnya juga banyak ditambah wartawan song yang gk berhenti menyerah

  2. ff’nya bagus kak , sangat bagus malah .. saya suka sekali dengan ff ini dan maaf loh kak bari coment sekarang
    cepat dilanjutkan ff’nya ya kak karna udah pnsran banget nih
    sama lnjutan critanya
    siapa sbnarnya anak presiden kang ?
    baekhyun kah ? atau justru yang lain ?
    semangat kak semangat

  3. Mian.. Baru komen sekarang
    Jinja… Senega banget sama ff ini…
    Apalagi pas baek aelee moment aaaa…
    Tetus lanjut ff nya ya thor.. Fighting!!

  4. Author suka banget sama ceritanya aku udh baca dari chapter 1 smpe yg paling baru ke 7 lanjutin lagi plis karena penasaran bgt anak presiden itu baekhyun atau bukan

  5. Wah…. aku seneng banget akhirx chap 7 dipost jg. Aku suka banget sm ff satu ini. Setiap hari(?) Ngejek apa TWR udh post ato blum. N walopun lm baru dilanjut, itu jauh lebih baik dari pada harus berhenti d tengah jalan… author fighting!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s