[Another Story of Se Hun – Seo Ah] Wedding—1/2

seohun-poster-1

Ziajung’s Storyline©

Cast       : Oh Se Hun | Choi Seo Ah | Son Na Eun | Jung Ho Seok

Genre   : Comedy, Friendship

Length  : Ficlet

Prev: Absurd Thing

———————————-

Seo Ah akan menikah?!

***

 

Angin yang sejuk, pemandangan indah daun berguguran, pasangan-pasangan menikmati kencan mereka yang manis… ah… sangat indah. Musim gugur memang musim penuh cinta untuk beberapa orang. Mereka bisa merasakan hangatnya udara sekaligus embusan angin sejuk yang membuat suasana makin intim. Siang musim gugur memang lebih menyenangkan jika dipakai untuk tidur siang, atau paling tidak menikmati bakpao hangat sambil bersantai di depan tv, bukan duduk berkumpul untuk mengerjakan tugas kelompok—seperti yang dilakukan tiga siswa SMA Seoul Sungjin di halaman belakang rumah Oh Se Hun.

Sebenarnya… tidak ada yang dikerjakan, atau belum, karena satu orang yang memegang peranan penting di sini belum datang.

Sudah lewat satu jam dari waktu perjanjian mereka, tapi Choi Seo Ah belum juga menampakan diri. Desahan keseratus tiga puluh empat Son Na Eun kembali terdengar, gadis itu bahkan sudah menyelesaikan dua judul fanfiction-nya. Jung Ho Seok, yang duduk di sebelah Na Eun, tidak jauh beda keadaannya. Bosan mencemili makanan yang disediakan pelayan Se Hun selama satu jam tadi, ia pun mulai menghitung banyaknya huruf dari buku sejarah di depannya. Hanya Se Hun yang masih tenang di tempatnya, sambil memainkan PSP dengan mulut tidak berhenti berteriak dan mengumpat.

Ya, Se Hun-a, kau sudah menghubungi Seo Ah lagi?” pusing karena hitungnya terus berubah, Ho Seok mengangkat kepala dan bertanya.

“Iya, iya, sebentar lagi.” Jawab Se Hun tanpa menoleh.

“Kau juga mengatakan itu setengah jam yang lalu.” Kini Na Eun yang menimpali.

Menyerah, Se Hun akhirnya mematikan PSP dan mengambil ponselnya. Choi Seo Ah memang tidak pernah bosan mengganggu kesenangan Oh Se Hun. Sebenarnya, Se Hun sangat sangat sangat malas menghubungi Seo Ah. Karena kejadian Seo Ah-yang-melihatnya-sedang-melakukan-ritual, Se Hun malu menatap wajah gadis itu. Meski faktanya Seo Ah tidak pernah membahasnya dan menganggap ‘itu wajar untuk anak laki-laki’, tetap saja Se Hun seperti kehilangan harga dirinya di depan gadis itu.

Se Hun menghubungi Seo Ah dengan wajah jengkel. Entah takdir memang sedang membenci dirinya atau Kim Seonsaengnim sangat suka menjodohkannya dengan Seo Ah, mereka satu kelompok dalam tugas Sejarah. Untung saja mereka juga bekerja bersama Na Eun dan Ho Seok, bisa Se Hun pastikan Seo Ah tidak akan membahas hal memalukan di depan mereka.

Telepon Se Hun diangkat pada dering kelima. “Ya! Kau di—“

“Se Hun-a, maaf! Aku benar-benar lupa.” Seo Ah langsung memotongnya dengan nada kelewat panik. Se Hun yang mendengar itu pun mendengus.

“Kau bodoh, ya?! Cepat kemari!”

“Bukan itu maksudku.” Kata Seo Ah. “Ayahku baru mengatakan kalau kami harus berangkat ke Boston hari ini—ah, sial! Di mana sisirku?!”

Suara di seberang sana terdengar sangat berisik, sampai-sampai Se Hun mengeryitkan dahi. Seo Ah terus mengoceh dengan nafas tersenggal, sesekali terdengar bunyi benturan atau barang jatuh yang sangat keras. Ho Seok dan Na Eun menatap Se Hun penuh rasa ingin tahu. Apa yang terjadi dengan Seo Ah di sana?

“Untuk apa—“

“Sepupuku akan menikah, acaranya besok tapi appa lupa dan baru mengatakan pagi ini. Kami sekeluarga sangat panik! Pesawatnya berangkat dua jam lagi—Jun Hong-a! Kau mengambil kaos kakiku, ya?!”

“Apa?” Pekik Se Hun, tidak bisa mendengar jelas suara Seo Ah karena gadis itu berbicara super cepat, ditambah teriakan-teriakan tidak penting itu. Kerutan di dahi Se Hun bertambah. Yang bisa Se Hun tangkap adalah; Boston, ayahnya, dan menikah.

Menikah…

Tunggu. Seo Ah akan menikah?!

Ya, kau akan menikah?”

“Iya, pernikahan.” Jawab Seo Ah. “Sudah, ya, tolong sampaikan maafku pada yang lain. Bagianku akan kukirim lewat email nanti malam.”

Mulut Se Hun terbuka lebar. Perlahan, diturunkannya ponsel itu dari telinganya. Wajahnya benar-benar kosong. Matanya berkedip beberapa kali tapi itu tidak membantu otaknya untuk kembali normal. Se Hun tidak menyangka kalau sahabat perempuan pertamanya akan mendapat takdir seburuk ini. Padahal Seo Ah—meski tidak begitu cantik—adalah anak yang baik, pintar, dan mudah bergaul. Sangat disayangkan dia mempunyai garis hidup yang keras.

“Kenapa? Apa yang terjadi dengan Seo Ah?”

“Dia akan menikah.” Masih dengan ekspresi yang sama, Se Hun menjawab.

“APA?!” Na Eun dan Ho Seok memekik bersamaan.

Ho Seok meneguk jus apelnya sampai habis untuk mengurangi ledakan otak terdahsyat yang pernah ia alami. Ia lalu meletakkan gelas itu keras-keras ke meja. “B-Bagaimana bisa? Dia masih sekolah… a-apa dia gila?!”

Se Hun menyederkan punggungnya ke kursi sambil menggeleng tidak habis pikir. Ia tahu, Seo Ah memang gadis gila, tapi kali ini kata ‘gila’ tidak cukup untuk menggambarkan gadis itu. “Sepertinya dia dinikahkan paksa oleh orangtuanya. Mereka akan pergi ke Boston.”

“Tapi bukankah itu wajar untuk chaebol seperti kalian?” tanya Na Eun.

Di antara mereka berempat—termasuk Seo Ah—hanya Na Eun yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Ia mendapat beasiswa penuh di SMA Seoul Sungjin. Meski wajahnya cantik, itu tidak membuatnya diterima dengan mudah di sana. Seoul Sungjin mempunyai beberapa ‘kelas’ berdasarkan status sosial. Na Eun hanya bersyukur ia tidak sampai mendapat perlakuan kasar berlebihan di sana—ia juga tahu diri. Dan Se Hun, Seo Ah, dan Ho Seok juga menerimanya dengan baik di kelompok ini.

“Meski begitu, ini seperti dua sisi mata uang.” Jawab Ho Seok. “Ada dua kemungkinan yang akan kau dapat; keberuntungan atau kesialan seumur hidup.”

“Dan sepertinya Seo Ah mendapatkan ‘kesialan seumur hidup’.” Tambah Se Hun, ia bergidik membayangkan suara Seo Ah tadi. Kentara jelas kalau gadis itu ketakutan dan panik. Bisa Se Hun bayangkan beberapa hari kemudian Seo Ah mengenalkan seorang pria yang wajahnya jauh lebih buruk dari pantat anjing Jong In kepadanya.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Na Eun menggigiti kuku jarinya. Ia pun hampir menangis. “Kasian sekali Seo Ah.”

“Tidak ada yang bisa kita lakukan, pesawatnya berangkat dua jam lagi.” Se Hun menegakkan tubuhnya, menggeser bangkunya agar lebih dekat dengan meja. Wajahnya berubah menjadi sangat serius.

Lalu, dengan ekspresi seolah ia pendeta veteran, Se Hun menatap Na Eun dan Ho Seok bergantian. “Lebih baik kita berdoa agar Seo Ah mendapat kekuatan dan ketabahan hati menghadapi pernikahan ‘sial seumur hidup’-nya. Dan… agar tidak meninggalkan acara pemberkatan dan membuat malu keluarga Choi. Berdoa dimulai.”

Dan mereka bertiga sama-sama menundukan kepala.

 

-TBC-

——————————–

*dua kata deh. SEHUN BODOH!!!

 

Salam dari “yang berpengalaman”

tumblr_static_6nzabew71x8gcgo4oc4k4k44o

nemu di gugel >< ini unyu

Regards: Ziajung (vanillajune.wordpress.com)

29 responses to “[Another Story of Se Hun – Seo Ah] Wedding—1/2

  1. ya ampun sehun bodoh bgt sih yang nikah itu sepupunya bukan seo ah nya. hahaha
    gmana klau seo ah tahu pasti ngamuk bgt tuh. hahaha

  2. haha itu telinga Sehun lagi gangguan kali ya untung dia ganteng, sampe ketawa baca ini. ditunggu next chapternya thor…

  3. Astaga hahahahhahaha, Sehun agak kurang pemikirannya atau agak kurang denger ya hahaha..
    Seburu2nya Seo Ah harusnya dia sadar yg bakal nikah bukan Seo Ah, kenapa dia jadi anggap Seo Ah yg bakalan nikah?? dasar Sehun bener2 deh..
    di tunggu next chapternya ^^

  4. Astaga hahaha sehun bodoh yg akan nikah kan sepupunya seo ah bukan seo ah yg akan nikah.lnjut thor seru!!

  5. Yahaha anjirr! Serasa pengen neriakin Sehun yg kupingnya bener2 rusak akut-_- bisa2nya otaknya langsung ngasih kesimpulan dari kata menikah, Boston, ama kalimat Seo Ah yg pas lg ngucapin nadanya cepet banget wkwk over kreatif
    Ngakak gue pas ngbayangin Sehun, Ho Seok ama Na Eun yg lg ‘mengheningkan cipta’ buat Seo Ah, serasa lagi mau ngadepin perang dunia ke 3 hohoo

  6. Astaghfirullah.. ngakak aku, ahahahahahaha. Konyol banget dahh Sehun. Seo Ah juga ngomongnya cepet banget, Sehun malah salah denger. Kocak ini wkwkwk😀 . Aku tunggu yaa kelanjutannya ;D

  7. Hahaaa omaygatt sehuuun gue ngakak baca nya 😂 kesalahpahaman dimulai, dan ini diakibatkan oleh telinganya sehun yg bermasalah hahaa 😂😂

  8. Wkwk apa apaan sih itu sehun! Sumpah ini kenapa image sehun disini jadi kek orang idiot? Astaga hun lo ngapa jadi kek gini sih wkwk😂😂

      • ketularan sehoon, kkkk. pernah denger kabar kalo sehoon bener2 terganggu telinganya gak?. dari beberapa fansigh… sehun sering salah denger. tp mungkin karena di sana rame waktu itu…😀

  9. telinganya sehun bener2 bermasalah, Manager hyung bagaimana ini?. dia kan idol, kalo telinganya rusak gmn? exols, ayo sama2 berdo’a untuk kesehatan kuping sehun…

  10. hahaha…..kocak bgt deh mereka semua🙂
    ini sih ceritanya bukan cuma sehun yg salah denger, tapi seo ah juga….buktinya wktu sehun tanya “ya, kau akan menikah?” tapi seo ah malah jawab “iya pernikahan”🙂

    jelas aja sehun jadi salah paham, apalagi suara seo ah disana berisik bgt, hehehe….
    ya udah deh nasi udh jadi bubur….

  11. Bego bego bego!! Kuping dipasang bener-bener bisa nggak sih? Yang mau nikah itu sepupunya Seo Ah, bukan Seo Ah! Sehun bego! Tuli! Tapi asli ngakak bacanya…

    Keep writing^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s