Beautiful Monstar – Part 5 [Babalee]

babalee___beautiful-monstar-copy

Poster by #ChocoYeppeo

Beautiful Montar

Author Babalee

Byun Baekhyun, Kim So Hee

Marriage Life, Family, Friendship, Drama

Babalee22.wordpress.com

1 | 2 | 3 | 4 | 5

Sebelumnya aku mau bilang, sumpaahhh!!!! aku suka banget posternya ini keren dan kok rasanya cocok banget buat ff ini. Bener-benar makasih ini keren sumpaaahhhh

Akhirnya Beautiful Monstar punya poster juga wkwkwkwk

Baekhyun berselingkuh.

Sepertinya itu judul yang pas untuk adegan picisan yang sedang ku tonton sekarang. Bagaimana mengatakannya, Jung Ji Hyun dan suamiku sedang duduk saling berhadapan dengan posisi wanita itu menyandarkan tubuhnya pada meja kerja Baekhyun. Pria itu sendiri duduk bersandar pada kursi. Sesekali tawa mereka menggema begitu renyah seperti keripik. Harusnya mereka merasa beruntung karena aku yang melihatnya bukan orang lain.

Perlahan ku buka pintu kaca ruangan Baekhyun. Ji Hyun menegakkan tubuh lalu memalingkan wajahnya padaku. Sedetik kemudian mimiknya  tiba-tiba menegang. Mungkin dalam benaknya aku akan bersikap seperti tokoh-tokoh dalam drama. Pertama memaki Baekhyun, mengutuk gadis itu lalu pergi sambil berderai air mata. Lebih buruk jika ternyata istri dari tuan Byun ini menggunakan tangannya untuk menambahkan riasan pipi agar lebih merah pada wajah Ji Hyun.

Tapi yang aku lakukan hanyalah mengangkat satu tangan malas menyapanya untuk sekedar basa basi. “Kalian akrab sekali, aku iri.” Aku mendengus menarik kursi lalu duduk di hadapan Baekhyun. Lebih lucu lagi wajah Baekhyun sama pucatnya dengan Ji Hyun. Aku menatap mereka bergantian. Tidak ada yang bersuara. “Apa kalian benar sedang berselingkuh?”

Baekhyun membelakkan wajahnya. Sedetik kemudian terdengar helaan nafas. Aku tidak tahu kenapa, tapi ku pikir dia sedang merasa bersyukur sekarang ini.

“Tidak, malah aku pikir kau akan marah.”

“Aku? Aku akan benar-benar marah jika kalian benar-benar berselingkuh.”

Tawa Baekhyun seketika terdengar begitu keras. Ji Hyun meminta izin pergi dari ruangan. Yah itu lebih baik dari pada dia harus menjadi obat nyamukkan? Aku mengamati langkahnya sampai wanita itu benar-benar hilang dari pintu, karena aku akan mulai menggosip tentangnya.

“Pakaiannya sexy sekali. Kau tidak tergoda?” aku menatap Baekhyun. Pria itu terlihat sedang berfikir. Bibirnya mengkerut, matanya menyipit.

“Kadang sih, kenapa?”

“Apa kalian pernah tidur bersama?” tanyaku yang membuat Baekhyun sukses mengerutkan kening sekaligus membelalakkan matanya, “Maksudku kalian berpacaran dan hampir bertunangan. Dengan tubuh menggoda seperti itu, apa kalian tidak pernah melakukan sesuatu?”

“Tidak, kami hanya, ku pikir berciuman saja.” Aku tidak tahu apa yang salah. Aku bahkan sudah pernah banyak kali berciuman dengan Baekhyun. Tapi membayangkan pria itu membagi bibirnya dengan wanita lain rasanya telingaku panas. Sampai pada akhirnya aku sadar, nafasku sedikit memburu. “Cemburu?”

Aku diam. Meraih pulpen di atas meja lalu memainkannya. Pernah dulu aku menonton film, seseorang kerasukan hingga menancapkan pulpen di seluruh tubuhnya. Dan rasanya aku ingin menjadi hantu, merasuki Ji Hyun lalu menusuk seluruh tubuhnya dengan pulpen sampai mati.

“Aku rasa iya.” Kataku sepelan mungkin. Sadar sepasang sepatu tiba-tiba sudah berada di hadapanku. Pria itu, kapan dia beranjak dari kursinya? Baekhyun tersenyum sangat manis, menenangkan dan aku ingin memiliki senyum itu. Apapun yang terjadi.

Dia meraih tengukku. Rasanya lembut, manis, kenyal. Ini sudah jadi ciuman yang ke sekian tapi aku tetap menikmatinya. Dia selalu tersenyum saat kami berciuman. Itu artinya dia bahagiakan saat mengecup bibirku? Saat dia menyesap, melumat, bahkan menggigit bibirku, tidak ada wanita lain dalam benaknyakan?

Tidak lama, dia melepaskannya. Tubuhnya bersandar pada meja. Satu tangannya menyangga tubuh di atas meja, sedang yang satu lagi masih berada di wajahku. Ibu jarinya bergerak-gerak mengusap pelan pipiku. Nyaman sekali.

“Jadi kenapa So Hee kita masuk ke dalam ruanganku?”

“Aku ingin mengajakmu makan malam bersama Chanyeol dan Kyungsoo. Ah sudah lama sekali ya.” Aku menatap tembok kantor Baekhyun seolah sedang menonton potongan film tentang kehidupan kami saat dulu. Duduk bersama di sebuah cafe atau lestoran, makan bersama, kadang berakhir mabuk, menggosip-bahkan pria juga suka membicarakan orang lain- atau beradu argumen sampai pada akhirnya berkelahi di pinggir jalan.

Kenangan bahagia selalu diingat, bagaimana tidak mereka selalu membuatku tersenyum tiba-tiba. Aku menghela nafas sejenak. Anehnya masih ada beberapa hal yang tidak bisa kuingat. Katanya, selama tahap penyembuhan kenangan baik akan lebih dulu hadir dari pada kenangan buruk. Tapi aku ingat beberapa kenangan buruk tentang ayah dan oppa. Apa ada hal yang lebih buruk dari pada itu pernah hadir dalam hidupku?

“Kapan?”

“Jam tujuh di cafe milik Jimin eonni. Apa kau sibuk?”

“Bukan masalah sepertinya. Langsung dari kantor atau pulang dulu?”

Aku menggendikkan bahu. Menghempaskan tangannya dari wajahku dengan cara sekasar mungkin lalu  melenggang pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Hingga langkahku sampai di ujung pintu, terdengar suara Baekhyun.

“Baiklah istriku, sampai jumpa!”

Aku mendengus. Merepotkan sekali.

 

***

 

Melihat dokumen-dokumen sial yang sumpah dalam satu jam saja sudah membuat kepalaku sakit sekali. Jika sudah seperti itu ingin kembali saja ke rumah, minum obat, tidur sampai pagi. Tapi sekali lagi aku ingat Minseok oppa. Lingkarang hitam dan senyum palsunya, aku ingin kakakku yang dulu karena So Hee yang dulu sudah kembali, sepertinya. Aku ingat sesuatu. Rasanya ingin sekali lari ke ruangan Minseok lalu pamer. Tapi dingat lagi, ini bukan taman kanak-kanak.

Minjung datang membawa sebuah map merah. Lengkungan tipis terpatri di bibirnya. Usianya sudah menginjak tiga puluhan dan belum menikah. Dia cantik, aku mengatakannya seperti Kim Taehee. Lesung pipinya seperti Lee Seun Gi. Hanya saja dia cukup galak. Seingatku, dulu kami sering bertengkar, tapi Minjung sudah dianggap seperti ibuku sendiri. Kami tidak pernah benar-benar beradu argumen.

“Kau pasti senang.” Katanya dan aku hanya mengerutkan kening. Dia duduk di kursi depanku lalu menyerahkan map yang tadi dibawanya. “Minseok bilang ada telfon jamuan makan malam besok lusa dengan pemilik Lordenim Kosmetik. Dan kerena Minseok sibuk, jadi dia menyuruhmu.” Aku mengangguk. Maksudnya ini masih prolog, dan dia belum menyebutkan kenapa dia tersenyum seperti itu. Tapi hampir semenit aku menunggu, dia sama sekali tidak mengatakan apapun. Hanya tersenyum seperti orang bodoh.

“Lalu?”

Sekertaris Minjung mengerutkan kening, “Lalu?” dia mengulangi pertanyaannyaku. “Tentu saja kau harus datang!”

“Begitu saja kenapa harus tersenyum sampai seperti itu. Mencurigakan tahu. Kapan?”

“Besok lusa. Di Lestoran Jepang dekat kedai Roti paman Jang. Kau tahukan?”

Aku mengangguk.

“Aku dengar, anaknya itu mantanmu. Benarkah? Bagaimana bisa? Eh kalau Baekhyun tahu apa dia akan cemburu?”

Aku diam. Ah benar, aku baru sadar. Sial! Perusahaan Lordenim grup milik tuan Xi, warga Tiongkok yang membuat perusahaan di Korea. Anaknya adalah kakak tingkat sewaktu di universitas dulu. Sudah berapa lama aku tidak bertemu dengannya? Bagaimana dia sekarang? Semakin tampan? Aku tersenyum diam-diam. Yah, Xi Luhan pasti semakin tampan sekarang ini.

“Oh iya, Jinri juga akan ikut, katanya dia akan mulai mempraktekan apa yang sudah di pelajari. Dia sudah lulus.”

Aku mengerutkan kening, “Jinri sudah pulang? Kim Jinri?” tanyaku tidak percaya. Sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Terakhir bertemu tentu sebelum dia berangkat ke California. Dia melanjutkan pendidikan jenjang S1 keluar negeri. Kata Jongdae-kakak Jinri- gadis itu ingin hidup mandiri sebelum merasakan kehidupan yang katanya menyeramkan. Sampai sekarang aku tidak mengerti, siapa yang mengajarinya hidup seperti orang dewasa bahkan saat Jinri masih remaja?  Jongdae jelas tidak. Pria itu bahkan terlalu kekanakan dan santai.

Setiap kali Jinri pulang ke Korea saat liburan aku tidak pernah bertemu dengannya. Sejujurnya ada banyak kecanggungan antara aku dan keluarga dari paman Kim Jin Hyuk. Adik ayah yang ketiga ini tidak terlihat bersahabat. Sangat berbeda dengan paman Kim Suk Jin. Belum lagi memang paman Jin Hyuk bekerja di kantor cabang yang berada di Jepang. Dulu saat Jongdae masih kecil dia lebih senang bersama kakek dan nenek-saat mereka masih hidup- hingga membuat kedua orang tuanya bolak balik Jepang Korea. Ketika kakek dan nenek meninggal, Jongdae lebih memilih tinggal di apartemen-bahkan saat dia masih berada di SMP- dari pada ikut kedua orang tuanya ke Jepang. Atau kadang menginap. Ngomong-ngomong saat SMP aku sudah akur dengan Minseok dan Suho.

“Baiklah. Aku penasaran bagaimana Jinri sekarang.”

 

***

 

Tidak di café, tidak ada obrolan ringan, dan tidak ada musik peneduh telinga.

Chanyeol dan Kyungsoo melakukan dislokasi ke pub. Pria dewasa ini lebih senang menari bersama gadis tanpa pakaian, di bawah sinar redup, dalam pengaruh alkohol. Baekhyun menarik Chanyeol, dan aku menarik Kyungsoo pada kursi di pinggir pub. Sofa dibentuk u dengan meja bundar di tengahnya.

“Ya ampun! Lihat siapa ini? Baekhyun dan So Hee kita!!!” Kyungsoo meracau. Dia punya kebiasaan mabuk yang menyebalkan. Baiklah, kami semua punya kebiasaan mabuk yang buruk dan paling tidak ingin di perlihatkan pada diri sendiri. “Kalian lama sekali! Menyebalkan!” dia melipat kedua tangannya depan dada sambil mencebik. Dan sumpah Kyungsoo lucu sekali jika sedang seperti itu.

Baekhyun menghela nafas sebentar, dia menuangkan satu gelas anggur beralkohol sedang. Memasukkannya ke dalam tenggorokan dalam sekali tenggak. “Ada apa dengan kalian? Siapa yang sedang patah hati ini?”

Chanyeol dan Kyungsoo menegakkan tubuhnya bersamaan. Tapi mata mereka tetap sayu. Chanyeol menunjuk Kyungsoo dan pria bermata bulat itu menunjuk dirinya sendiri.

“Aku baru saja akan melamar Seo Ahn. Tapi dia selingkuh. Ya ampun padahal aku sudah sangat mencintainya. Demi segalanya yang ada di langit dan bumi, aku mohon aku ingin mati!!” Kyungsoo mengerang frustasi. Yah lebih baik di sini. Setidaknya orang-orang tidak akan peduli. “Ah wanita brengsek!” Dia meraih sebotol anggur yang Baekhyun minum lalu meneguknya Cuma-Cuma.

Aku diam. Bukankah ini aneh? Ini Kyungsoo! Do Kyungsoo dari dokter bedah terbaik di rumah sakit. Punya banyak fans. Tapi sifatnya sangat menyebalkan. Seperti berbicara pada tembok atau berada di tengah-tengah es. Datar dan dingin. Walau sebenarnya dia orang yang benar-benar hangat. Sedang frustasi karena seorang wanita. Aku pikir harta tahta wanita bukan hal yang bisa menghancurkan kyungsoo. Ternyata dia tetap sama seperti lelaki pada umumnya.

“Ya Do Kyungsoo!” Aku meraih botol minum sebelum Kyungsoo meneguknya habis. “Sudahlah, minum tidak akan menyelesaikan semuanya.”

Kyungsoo mengerutkan kening. “Dulu saat di Jeju, saat ulang tahunmu, kalian juga minum. Biar ku tebak.” Katanya yang sukses membuat tubuhku menegang. “Kau sebenarnya frustasi mendengar Baekhyun akan bertunangan. Jadi kau dan Baekhyun minum banyak sekali lalu berhubungan seks? Kau,” Kyungsoo menjeda, dia menunjuk aku lalu Baekhyun secara bergantian. “Mengambil Baekhyun dengan cara tidur berdua. Tapi tidak apa-apa, Baekhyun juga sangat mencintaimu. Kau tidak perlu khawatir.” Aku tidak sempat menatap Baekhyun. Apakah dia pucat, tegang, atau biasa saja. Yang aku pedulikan hanyalah, sial! Apa yang akan Baekhyun lakukan setelah tahu semua ini?

“Dan biar ku tebak,” kali ini Chanyeol ikut berbicara. Si mulut besar itu. “Baekhyun mau menikah dengan So Hee karena takut jika suatu saat So Hee hamil anaknya karena mereka telah berhubungan seks! Hey! Kau yakin mereka benar-benar melakukannya?”

Kyungsoo menggendikkan bahu. Bibirnya tersenyum aneh sekali. Sumpah aku ingin merobek bibir itu. “Aku juga tidak tahu. Mumpung ada mereka tanyakan saja!”

Aku bergeming masih tidak berani menatap Baekhyun. Dan pertanyaannya adalah, kenapa aku tidak berani?

Kyungsoo dan Chanyeol saling memandang lalu tertawa geli. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya mereka tertawakan tapi sumpah tidak ada yang lucu di sini.

Tiba-tiba Chanyeol berdiri, dia melepaskan jasnya, naik ke atas kursi lalu menari-nari sambil memutar-mutar jas di atas kepalanya. Beberapa orang melihat sambil terkikik. Setampan-tampannya Park Chanyeol, jika sudah mabuk aku merasa ilfeel sendiri. Dan sialnya, aku satu-satunya wanita di sini.

Boom shakalaka, Boom shakalaka, boom shakalaka. Dan Dan Dan Dance.”

Aku jelas tahu lagu itu. Lagunya Big Bang. Dan Chanyeol menyanyikan lagu itu sambil menggoyang-goyangkan pantatnya. Sumpah itu tidak sexy sama sekali.

Sejurus kemudian, matanya menatap tajam diriku. Sial!

Chanyeol seketika turun dan menjatuhkan tubuhnya di sampingku. Sedetik kemudian entah bagaimana dia sudah meraih wajahku lalu mempertemukan bibir kami. Yah, kebiasaan mabuknya adalah mencium wanita sembarangan. Maka dari itu, dia tidak pernah mau mabuk di tempat umum bersama kekasihnya.

Aku merasa ada seseorang yang mencoba melepaskan kami. Terlalu di paksakan karena sumpah, Chanyeol juga memegang tubuhku sangat erat. Baekhyun yang melakukannya. Dia memukul kening Chanyeol sangat keras sampai pria itu tersungkur jatuh tertidur pada sandaran sofa. Aku mengusap bibirku kasar. Sialan tuan Park ini!

“Brengsek kau Chanyeol!” Baekhyun beranjak dari duduknya. Satu tangannya terjulur menunjuk Chanyeol tajam. “Wah! Bagaimana bisa kau mencium isri orang lain? Wah! Tuhan!”

Aku menarik turun lengan Baekhyun agar kembali duduk. Ini membingungkan karena tidak tahu apakah sikap cemburunya tadi asli atau hanya omong kosong agar keadaan tidak terlalu tegang. Kyungsoo terkekeh di kursinya. Aku gagal menghembuskan nafas lega. Masih ada satu orang mabuk yang harus di hadapi.

“Aku jadi ingat saat SMA. Lucu sekali, Baekhyun cemburu karena kau terlalu dekat dengan Chanyeol.” Kata Kyungsoo lalu menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Aku menegang di tempat. Baekhyun pernah seperti itu? “Tidak hanya SMA So Hee! Pokoknya kalau kalian punya waktu bermesraan, Baekhyun pasti akan cemburu. Dia pernah hampir memakan tangannya sendiri, tapi karena tidak bisa jadinya dia hanya muntah. Hahaha konyol sekali.” Yah, Kyungsoo yang bisa di percaya akan jadi biang kebocoran dimana-mana jika sudah mabuk seperti ini.

“Ya!” Baekhyun hampir memukul Kyungsoo tapi tidak jadi. Dia hanya merasa kesal. Bukan marah.

“So Hee lebih parah lagi. Hahahahaha.” Tawa Kyungsoo menggelegar. Tidak, sialan! Aku buru-buru menghampiri duduk di sampingnya. Membekap mulut besarnya. Berharap ada kain atau apapun yang bisa dimasukkan ke dalam mulut Kyungsoo.

Saat tidak sengaja mendongak, menatap Baekhyun, pria itu tersenyum aneh. Brengsek! Sudah waktunya menggoda So Hee memang?

Baekhyun sudah berdiri dan hampir mendekati Kyungsoo. Buru-buru aku memukul-mukul pipi Kyungsoo. Berharap hal ini bisa segera membuatnya tidur seperti Chanyeol. Aku mau pulang. Secepatnya. Atau setidaknya segera pergi dengan membawa Baekhyun agar Kyungsoo tidak mengatakan yang macam-macam. Dan itu artinya, mau tidak mau membawa Kyungsoo dan Chanyeol pulang ke apartemen kami. Dulu saat belum menikah juga begitu. Ketika sudah mabuk, kami semua akan mengungsi ke apartemen Baekhyun. Kenapa? Karena ketika diantar ke rumah masing-masing biasanya-katanya- kami memberontok. Tapi ketika berada di apartemen Baekhyun, dimanapun, bahkan di lantai depan pintu kami bisa tidur nyenyak.

***

 

Aku melirik melalui cermin kecil di mobil. Menatap Chanyeol dan Kyungsoo yang sudah tidur lelap seperti sebongkah bayi besar. Jujur, mereka benar-benar manis saat tidur tenang seperti itu. Walau kadang Chanyeol bersuara keras entah itu mengerang atau kentut.

Baekhyun terus diam sejak tadi. Aku tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Tapi, itu membuatku takut sendiri. Entah kenapa, rasa takut akan kehilangan tiba-tiba menyeruak menikamku. Aku tidak ingin dia pergi.

“Baek,” kataku tiba-tiba. Tetap tenang seolah tidak terjadi apapun. Tidak. Apa yang bergelung dalam pikiranku tidak akan pernah selesai jika masing-masing dari kami terus diam. Diam-diam, jemariku bergetar. Segera aku sembunyikan diantara kedua paha.

“Tentang tadi, yang dikatakan Kyungsoo,” aku menjeda, tiba-tiba semua hal yang mungkin saja terjadi setelah aku mengatakan ini mengganggu pikiranku. Sekelebat bayangan seperti bagian teaser dalam film. “Benar. Aku memang menjebakmu untuk menjadi suamiku. Aku memang belum mencintaimu, tapi aku takut kau benar-benar akan bertunangan dengan gadis lain.”

Aku menutup mata rapat. Barangkali setelah ini Baekhyun akan memakiku. Menghentikan mobil secara tiba-tiba, tanpa berkata-kata dan lebih buruk lagi,  ternyata Baekhyun yang menyuruh aku keluar. Tidak-tidak boleh!

“Kenapa begitu tegang?” Tanya Baekhyun. Aku membuka mata perlahan. Dia tersenyum. Sial!  Pasti ini karena terlalu banyak menonton drama. “Aku tahu So Hee. Aku sudah tahu dari awal. Tenang saja aku tidak marah.” Katanya yang sukses membuatku terperangah.

“Kau tahu? Dan kenapa kau mau?”

“Aku pikir kau lucu, dengan sengaja melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan tokoh antagonis. Aku korbannya. Tapi aku suka. Bagaimana lagi? Kau bermain dan aku mengikuti permainanmu. Bukankah ini sesuai dengan rencanamu?”

“Aku terlihat seperti orang jahat.”

“Yah memang, kau menyakiti hati Ji Hyun. Sebenarnya aku yang melepaskannya. Aku yang brengsek. Hey, dua orang brengsek bersama bagaimana menurutmu?”

Aku diam. Seperti berada dalam film, tapi ternyata si antagonis yang menjadi pemeran utama dan Ji Hyun sudah jelas jadi prontagonis. Bukankah yang baik biasanya yang menang pada akhirnya?  Seketika aku merasa tidak bisa bernafas untuk beberapa detik. Membayangkan diriku sendiri hancur bukanlah sesuatu yang pernah aku pikirkan dulu.

Seketika pinggiran kota jadi lebih baik dari pada sosok di dampingku. Seoul kota yang sibuk. Bahkan hampir tengah malam begini lampu-lampu toko pinggir jalan belum tutup. Mobil masih hilir berlalu lalang memdati jalanan. Meski tidak sepadat di siang hari. Tubuh ini seketika lemas. Kepalaku besandar pada kaca pintu. “Tidak bagus. Tentu saja.”

“Tapi aku suka. Asalkan itu kau, aku suka.” dan tiba-tiba terasa rasa hangat. Baekhyun meremas telapak tanganku. Seperti ada ribuan rasa yang tumpah di dalamnya. Seolah dia ingin aku tahu bahwa dia telah mencurahkan segala yang mengganggu pikirannya. Ada rasa lega yang menggebu-gebu. Itu artinya Baekhyun senang?

Aku tidak ingin bicara lagi. Hanya menutup mata, tertidur, dan menunggu barangkali Baekhyun akan membangunkanku nanti saat sudah sampai. Lebih baik lagi jika terjadi kecelakaan dan aku lupa kejadian hari ini.

 

***

 

Kami sampai, dan sekarag pukul satu dini hari. Aku tidak tahu apa yang membuat perjalanan lebih panjang dari biasanya. Tapi saat aku membuka mata, Baekhyun baru saja selesai memarkirkan mobilnya. Saat aku akan membantu Kyungsoo untuk naik ke atas, Baekhyun menarik lenganku. Menahannya dan mengatakan bahwa lebih baik meminta bantuan petugas keamanan. Mereka berat. Dan terlebih dia tidak ingin aku terlihat seperti memeluk pria lain. Posesif sekali.

Aku memasang selimut menutupi hampir seluruh tubuh kecuali kepala. Chanyeol dan Kyungsoo dibiarkan tergeletak begitu saja di kamar tamu. Baekhyun ikut bersamaku dan tiba-tiba saja memeluk tubuhku posesif. Aku ingin bertanya, kenapa, ada apa denganmu? Tapi semuanya kembali terterlan.

“Apa menurutmu aku dan Ji Hyun cocok?”

Tidak!

“Yah dia cantik. Pria mana yang tidak menyukainya?”

Baekhyun terkekeh, “Chanyeol dan Kyungsoo saja pernah berebut ingin menculik Ji Hyun dariku dulu. Aneh bukan? Kenapa dia bisa suka padaku?”

Mungkin karena kau terlalu banyak tebar pesona

“Entahlah. Aku tidak tahu.”

“Aku rasa karena aku tampan. Tapi kenapa wanita dalam pelukanku tidak terpikat dengan ketampanannku? Haruskah aku menyerah?”

Apa yang harus kujawab? Tidak ada. Aku menutup mata dan bernafas tenang seperti orang yang tertidur pada umumnya. Baekhyun jelas bukan orang yang mudah tertipu, tapi jika dia pintar, dia tahu ini adalah isyarat bahwa aku tidak ingin bicara lagi. Hari ini terlalu melelahkan.

“Satu hal yang masih membuatku penasaran. Kenapa kau memilihku?”

 

***

 

Sekarang masih pukulu enam. Aku pikir aku bangun terlalu pagi tapi melihat seorang pria dengan apron sibuk dengan kompor di dapur ternyata perkiraanku salah. Do Kyungsoo si pria yang sedang patah hati bangun pagi dan menyiapkan sarapa seperti biasa. Kalau sudah begini aku jadi merasa bersalah pada Baekhyun karena hanya menyiapkan kopi dan roti setiap pagi. Seharusnya Kyungsoo saja yang menikah dengan Baekhyun bukan aku.

“Tanda terima kasih karena sudah menolongmu saat mabuk?” aku menarik kursi di tengah dapur. Walau tidak melihat, tapi aku tahu Kyungsoo terkejut dan menatapku untuk beberapa saat. Kebiasaan kecili yang sudah lama tidak kurasakan. Dua jam kemudian biasanya Chanyeol dan Baekhyun akan bangun bersama dan mulai mengusik aku dan Kyungsoo.

“Aku dan Baekhyun masih temanmu kalau kau tidak lupa. Kau masih bisa bercerita walau kami sudah menikah.”

Ini harum roti panggang. Kyungsoo memasak roti panggang untuk sarapan. Seperti biasa. Dia akan membuat untuk dua piring. Setelah Chanyeol dan Baekhyun bangun dia akan memasak lagi. Haruskah dulu aku menikah dengan Kyungsoo saja? Menyenangkan jika setiap pagi sang istri di kejutkan oleh sang suami yang jago memasak. Menu-menu spesial atau resep uji coba miliknya.  Yah, kenapa tidak pria bermata bulat saja yang dulu kupilih?

“Apa semalam aku merepotkan?” Kyungsoo mulai duduk di kursi. Dia meraih roti bakanyanya. Matanya menatapku lembut. Tidak ada sisa-sisa bahwa dia sudah menghabiskan beberapa botol anggur semalam. Yang ada sekarang hanyalah wajah segar dari seorang dokter bedah Do Kyungsoo.

“Ya sangat, seperti biasa kau menjadi ember bocor. Bisa tidak kau ganti kebiasaan mabukmu itu?” aku mendengus, menggigit kasar roti. Sebenarnya aku tidak terlalu marah, hanya saja selalu menyenangkan menggoda Kyungsoo. Lagi pula jika sudah seperti ini tidak ada rahasia antara aku dan Baekhyun kan.

“Apa yang aku katakan?”

“Sesuatu tentangku. Menyebalkan bagaimana bisa kau tahu rencana busukku?”

Kyungsoo mengerutkkan kening, sedetik kemudian membelalakkan matanya. “Jangan bilang aku mengatakan soal kau , dan Baekhyun, dan, Tuhan! Benarkah?”

“Yap!”

“Kalian bertengkar?”

“Tidak tentu tidak. Baekhyun ternyata sangat pintar, sial.” Aku bergeming. Lemas seketika. “Apa lagi yang Baekhyun sembunyikan?”

Setelah itu tidak ada pembicaraan berarti. Kami hanya membiarakan soal pasien Kyungsoo yang merepotkan. Namanya Soo Ah dan usianya lebih muda dua tahun dari Kyungsoo. Katanya gadis itu selalu saja mencoba bunuh diri dan mengancam setiap orang. Obrolan ringan yang menyenangkan, sampai ketenangan berganti dengan suara berisik dari Park Chanyeol. Pria itu lari terbirit-birit setelah meneguk habis susu coklat yang baru saja ku buat. Katanya dia ada pertemuan penting hari ini. Si pengacara banyak tingkah itu memang ceroboh.

Sampai Baekhyun ikut bangun seketika tubuhku menegang. Tidak tahu tapi rasanya aku ingin pergi saja. Dia datang dengan mata setengah terejam lalu mengecup pipiku begitu saja. Menarik kursi di sampingku, dan menggoyang-goyangkan piring.

“Mana sarapanku?”

“Akan kubuatkan, sebentar.” Kyungsoo berdiri dan kembali memanggang roti.

Baekhyun menyandarkan kepalanya pada satu lengannya. Dia tersenyum seperti biasanya. Cengiran lebar dan alis bergerak-gerak ke atas ke bawah. Aku mendelik. Kenapa semua orang bisa bersikap biasa atas apa yang telah terjadi. Seolah semuanya baik-baik saja dan tidak perlu ada hal yang dikhawatirkan?

“Apa yang terjadi dengan istriku?” Baekhyun menegakkan posisi duduknya. Dia menunjuk Kyungsoo tajam. “Kalian pasti sedang berselingkuh saat aku masih tidur. Iyakan? Wah Do Kyungsoo kenapa kau pintar sekali merayu wanita?”

“Lebih baik aku merayu Chanyeol dari pada harus merayu Kim So Hee. Dia bahkan bukan tipeku.”

Sekarang aku yang menatapnya tidak percaya. “Heol, memangnya aku suka pria sepertimu? Aku juga punya tipe ideal sendiri.”

“Sepertiku?” Baekhyun menunjuk dirinya sendiri.

“Tidak. Aku rasa seperti Chanyeol lebih baik.”

“Ya! Kenapa kalian lebih memilih Chanyeol. Aish menyebalkan!”

 

***

 

TBC

 

Haiiii maaf lama updateeee. Oke oke maaf sepertinya ini sedikit banyak garing ceritanya begitu kecepetan dan ah sudahlah. Aku aja yang bikin engga puas ngga tau deh. Dan by the way, cerita sebenarnya sudah dimulai dari part ini hehehe. gimana???

Udah kejawab kan rasa penasarannya? Yah jadi begitu ceritanya hubungan So Hee dan Baekhyun. Adakah yang masih engga ngerti??

kemarin setelah mudik aku engga dapet mood karena kebanyakan baca buku kriminal hehehehe ini asik loh beneran jadi pengen masuk Kriminologi UI T_T

Next part mohon sabar yaaaaa

Oh iyaaa babalee udah aktif twitter looohhhh follow yaaa @babalee22

30 responses to “Beautiful Monstar – Part 5 [Babalee]

  1. Ampir adja lupa hehehehe…ternyata mereka tuch sbnr y udh saling suka tp blm nyadar adja….duchh kasian kyungsoo lg patah hati..and mereka ember bgt klo mabuk…

  2. Masih agak ngga ngerti hub mreka sih benernya kak
    Apalg knpa sohee milih baekhyun
    Trus kok baekhyun bisa suka soohe? Pdhl dia hampir nikah sama jihyun
    Huhu next ditunggu kak
    Cool hot sweet love nya sohee baekhyun wkwk

  3. ntah mngapa aku rasa baekhyun memiliki rahasia besar yg lgi disembunyiin, tapi entahlahh

    btw aku suka part ini, mnghibur banget. coba bisa punya pasangan yang absurd tapi romantis kayak baekhyunn aaaaaaa
    ditunggu next chapnya, Hwaiting!!!!

  4. Perasaan baekhyun sebenarnya pada so hee bagaimana sich apa ada sesuatu yang direncanakan baekhyun dan ji hyun ya

  5. Hahaha ciee yg sama sama jatuh cinta. Diakhir cerita lucu dimana istrinya baek sama kyungsoo lebih milih chanyeol hahaa

  6. Woww akhirnya update juga, hahahaha
    Ya ampun kelakuannya si Kyungsoo, ngakak sendiri kenapa jadi focusnya sama mereka bertiga BaekSooYeol, sumpah niat awalnya mau comment masalah so hee baekhyun, tapi semua buyar setelah membca kalimat Kyungsoo, hahahaha

  7. Haaah akhirnya ni ff di post juga setelah sekian lama menunggu hihi 😁 sebenernya sih masih rada-rada penasaran sama perasaan baekhyun yg sesungguhnya ke so hee sekarang kaya gimana? terus perasaan baekhyun ke jihyun gimana? soalnya sikap baekhyun membingungkan menurut aku hihi 😅

  8. Oh ya ampun seneng banget dsni banyak part romantisme baek-hee wkwk❤
    And anyway aku masih tetep penasaran gitu sama baek:( dia ga bakalan jahatin sohee kan disini? Aku kasian aja sama sohee💔
    Pokoknya semangat terus yaa buat lanjutannyaaaa, aku setia menanti💪

  9. Geregetan sama Baekhyun sama So Hee nya, Plis bingung Baekhyun sebenernya suka sama siapa Ji Hyun apa So Hee??? Ngakak pas Kyungsoo sama Chanyeol mabok, wkwkwk

  10. entahlah.. aku ngerasa kalo sebenernya baekhyun ada maksud/modus tertentu kenapa dia mau nikah sama so hee. kenapa juga dia mau ninggalin ji hyun yg sebentar lagi mau tunangan sama dia? padahal dia tahu kalo so hee cuman bersandiwara soal insiden mabuk itu?. apakah ini ada hubungannya sama ayahnya so hee? ah entahlah, tapi kayaknya baekhyun nyembunyiin banyak rahasia deh. oke, next part ditunggu banget, karna aku belum nemu jawaban dari teka teki ini dan jadi makin penasaran sama ceritanya. semangat buat nulisnya ya author ^^

  11. Kyknya mrk udah sling suka….cuma mrk lom sadar sma perasaan sndiri…n kyknya msih ada misteri ttg soohee n baekhyun..

  12. Sohee cuma jebak baekhyun gitu, tapi baekhyun sudah tau niatnya dan emang baekhyun cinta sohee jadi dia terima aja gitu. Hmmm mereka bener2 yaa bikin gemes.
    Gak sabar bgt pertemuan luhan sm sohe gimana

  13. duh sohee kenapa gak mau menyadari kalo kamu mencintai baekhyun. .
    aku juga penasaran sama kaya baekhyun kenapa sohee memilih baekhyun?
    next next next. .

  14. asik yekan jd istrinya bekyun jd pengen wkwk. mereka asik bangetsi bikin iri aja yaampun ku suka ku suka…… cie ternyata saling mencitai ciee ciee seneng bat

  15. Maaf ya kak aku masih ga ngerti sumpah😭 baekhyun beneran suka sama sohee apa engga sih kak? Aku masih bingung:( terus baekhyun sebenernya masih suka sama jihyun ga? Terus ada kejadian apa sih sebelum sohee hilang ingatan? Penasaran nih kak, ditunggu bgt next chapternya kak:)

  16. Welll, genrenya Mistery beneran omegot! Aku ga tau, beneran!
    Ih, Chanyeol suka ngawur cium wanita? Kok aku ga pernah dicium?/lohh :’V
    Kyungsoo frustasinya berlebih, mabuknya juga! Njay, korban bully Baekhee :’3
    Yeahh, meskipun mereka semua berlebihan dalam segala hal, tapi toh mereka bisa sukses dengan kerjanya diakhir. Salut banget sama mereka tuh >_<
    Ngomong-ngomong aku juga pilih Chanyeol
    Yeee, aku tetep aja masih bingung sama 1 pertanyaan dari pihak yang berbeda. Pertama, dari Sohee. Kedua, dari Baekhyun. Ketiga, dari aku sendiri.
    Pertanyaannya, Kenapa Sohee memilih Baekhyun?

  17. baekhyun masih misterius deh, dia masih cinta sama so hee gak sih? gak kayanya yaaa. dyo ember banget yaa mulutnya kaya ibu2 lagi ngegosip haha

  18. Dibuka dengan baek dan jihyun yg lagi berduaan bener2 bikin panik. Dan heran sungguh heran so hee ga ga ada respon apa apa malah iri ya tuhan… So hee doang istri yg liat suami sama cewe seksi responnya hambar kaya gutu wkwkwkw
    Lalu sampai di adegan dua kunyuk yg pada mabok bikin mood seketika naik. Kocak banget, sungguh 😂
    Apalagi kyungsoo yg seketika teler dan ember, tapi ada bagusnya sih jadi so hee dan baek gapunya sesuatu yg disembunyikan hahaha
    Bener juga ya jadi selama ini readers sebenernya lagi baca cerita para karakter antagonis yah
    Wahhh buat penulis… You are really something else!
    Dan aku juga suka sekali dengan gaya tulisan kamu. Gimana ya mendeskripsikannya? Simple tapi ternyata mengejutkan tapi misterius mungkin? Ga ketebak sangat diluar ekspektasi aku. Dan bener poster ff nya juga cocok banget sama style penulisan dan cerita kamu. Nice!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s